• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

ANALISA DAN PEMBAHASAN 4.1 Penaksiran Laju Aliran Air

Ada beberapa metoda yang digunakan untuk menaksir besarnya laju aliran air, di antaranya yang akan dibahas di sini, yaitu :

a. Berdasarkan jumlah pemakai (Penghuni)

Penaksiran berdasarkan jumlah pemakai (penghuni) adalah metoda yang didasarkan pada pemakaian air rata-rata sehari setiap penghuni, dan perkiraan jumlah penghuni.Dengan demikian jumlah pemakaian air sehari dapat diperkirakan, walaupun jenis maupun jumlah alat plumbing belum ditentukan.Metoda ini praktis untuk tahap perencanaan atau juga perancangan.

Apabila jumlah penghuni atau ditetapkan, untuk sesuatu gedung maka angka tersebut dipakai untuk menhitung pemakaian air rata-rata sehari berdasarkan “standar” mengenai pemakaian air per orang per hari untuk sifat penggunaan gedung gedung tersebut. Tetapi kalau jumlah penghuni tidak di ketahui, biasanya ditaksir luas lantai. Luas lantai gedung yang dimaksudkan adalah luas lantai efektif, tetapi tetapharus diperiksa terhadap kondisi pemakaian gedung yang dirancang.

Angka pemakaian air yang diperoleh dengan metoda ini biasanya digunakan untuk menetapkan volume tangki bawah, tangki atap pompa dan sebagainya.Sedangkan untuk ukuran pipa yang diperoleh dengan metoda ini hanyalah pipa penyediaan air.

b. Berdasarkan Jenis dan Jumlah Alat Plumbing

Penaksiran ini adalah metoda yang digunakan apabila kondisi pemakaian alat plambing dapat diketahui.Juga harus diketahui jumlah dari setiap jenis alat plambing dalam gedung ini.

c. Berdasarkan Unit Beban Alat Plumbing

(2)

Pada penaksiran unit beban alat plumbing adalah dengan metoda untuk setiap alat plambing ditetapkan suatu unit beban (fixture unit).Untuk setiap bagian pipa dijumlahkan besarnya unit beban dari semua alat plumbing yang dilayaninya, dan kemudian dicari besarnya laju aliran air dengan kurva pada gambar 2.12.Kurva ini memberikan hubungan antara jumlah unit beban alat plumbing dengan laju aliran air, dengan memasukan faktor kemungkinan penggunaan serempak dari alat-alat plumbing.

Gambar 2.10 : Kurva perkiraan beban kebutuhan air sampai 3000 Sumber :SNI-03-6481-2000

a) Untuk unit beban sampai 3000

(3)

Gambar 2.11 : Kurva perkiraan beban kebutuhan air sampai 250 Sumber :SNI-03-6481-2000

b) Untuk unit beban sampai 250 (skala gambar diperbesar)

Berdasarkan unit beban alat plumbing ditetapkan suatu unit beban (fixture unit).Untuk setiap bagian pipa dijumlahkan besarnya laju aliran air dengan kurva pada gambar di atas.Kurva ini memberikan hubungan-hubungan antara jumlah unit beban alat plumbing dengan laju aliran air, dengan memasukan faktor kemungkinan penggunaan serempak dari alat-alat plumbing.

4.2 Sistem Penyediaan Air Bersih

Sistem penyediaan air bersih yang sekarang ini sering digunakan dan diaplikasikan di dalam bangunan adalah:

1. Sistem Sambungan Langsung 2. Sistem tangki atap

(4)

3. Sistem tangki tekan

Pada penelitian proyek Apartment AKASA menggunakan 1 sistem tangki yaitu sistem tangki atap.

4.3 Peralatan Yang Digunakan (Equipment)

Pengertian equipment disini adalah untuk menjelaskan peralatan dan perlengkapan yang akan di gunakan dalam pengerjaan instalasi sistem plumbing, dan dimana equipment untuk sistem air bersih yang digunakan pada gedung ini, sebagai berikut :

1. Pompa Pemindah (Transfer Pump)

Pompa bersih dari tanki bawah dan mengalirkannya ke tangki atas yang menyedot air.Pompa transfer sering disebut juga dengan istilah pompa pemindah atau pompa pengisi. Fungsi pompa ini memindahkan air dari satu tempat ke tempat lain secara otomatis ataupun dengan cara manual (On/Off).

Pompa bekerja secara otomatis dengan bantuan sensor electroda ataupun dengan pelampung, sensor ini akan bekerja dengan mendeteksi level air. Jika level air turun (tangki kosong) pada level tertentu makaakan dideteksi oleh electroda / pelampung kemudian memberi perintah supaya pompa hidup, dan apabila level air naik (tangki penuh) pada level tertentu akan dideteksi oleh electroda/pelampung kemudian memberi perintah supaya pompa mati.

Pompa bekerja secara manual berarti pompa akan bekerja tanpa sensor. Hidup dan mati pompa berdasarkan tombol saklar on-off yang ditekan oleh orang (operator).

Pompa yang menggunakan listrik 3 phase maka harus dilengkapi panel kontrol untuk mengkontrol kerja pompa tersebut, sedangkan

(5)

pompa yang menggunakan listrik 1 phase tidak harus menggunakan panel kontrol untuk mengkontrol kerja pompa.

Gambar 2.12: pompa pemindahan (transfer pump) 2. Sand Filter

Untuk menyaring kotoran dari air tangki atas setelahmelewati proses carbon filter.

3. Carbon Filter

Untuk menyaring kotoran dari air tangki atas lalu di alirkan ke sand filter.

4. Pompa Booster

Pompa booster ini berada pada atap gedung, dimana fungsi daripompa tersebut adalahuntuk menambah tekanan air, agar cepat mengalir ke bawah.Pompa booster ini hanyamelayani 4 lantai paling atas, karena pada posisi ini daya gravitasi air sangat kecil untuk mengalir ke bawah.

5. Ground Water Tank (GWT)

Ini biasanya disebut dengan tangki air bawah, karena berada di lantai paling bawah (basement). Fungsinya untuk penampungan bak air bersih.Air yang ditampung di tangki bawah yaitu dari PDAM yang kontinyu selama 14 jam, dan Deep Well.Tangki air bawah ini mempunyai penampungan dengan kapasitas 927 m³ air untuk 2 tower.

(6)

Gambar 2.13 :Kontruksi Ground Water Tank (GWT) 6. Roof Water Tank (RT)

Ini biasanya disebut dengan tangki air atas, karena beradadiatap gedung.Untukpenampungan air atas, dimanaairtersebut dialirkan daritangki bawah. Tangki atas initerbuatdari berbahanFRP (Fiberglass Reinforced Plastic). Tangki air atas ini mempunyai kapasitas 76m³ air.

(7)

Gambar 2.14 : Tangki Air Atap (Roof Water Tank) 4.4 Analisa Perhitugan Pemakaian Air Bersih

Proses ini akan mengambil data dari tabel 2.1 yang di mana pemakaian pada gedung Apartment sebesar 200 liter/hari perorang,maka akan di dapat dengan persamaan 2.5 seperti ini :

Qd =(2525) x (200) = 505000 liter = 505 m³/hari

Keterangan :

∑Ph :2525orang (jumlah penghuni)

Q : pemakaian air bersih rata-rata per hari 200 lihat tabel 2.1 (pemakaian air rata-rata per hari)

Jadi, dapat diketahui bahwa pemakaian air bersih per hari pada gedung ini adalah 505 m³/hari.Dan diperkirakan perlu tambahan sampai 20% untuk mengatasi kebocoran, pancuran air, tambahan air untuk air panas yang

(8)

menggunakan solahart atau mesin pendingin (chiller) gedung ini, penyiraman taman, dsb, sehingga pemakaian air rata-ratasehari dapat diketahui denganpersamaan 2.6 :

Qd = (2) x (505) = 1010 m³/hari Keterangan :

Qd : debit air bersih rata-rata per hari 2 : (200 lihat tabel 2.1 + 20%)

Q : pemakaian air bersih rata-rata per hari

Jadi, dapat ketahui bahwa pemakaian air bersih yang sudah ditambahkan 20%

pemakaian air rata-rata sehari adalah 1010 m³/hari.

Pemakaian air bersih pada gedung ini selama 10 jam, dapat diketahui dengan persamaan maka :

Qh = Qd / h

Qh = 1010 / 10 = 101 m³/jam Keterangan :

Qh :kebutuhan air bersih rata-rata per jam Qd :debit air bersih rata-rata per hari t : Jangka Waktu Pemakaian (jam)

Jadi, dapat diketahui jumlah pemakaian air bersih selama 14 jam kerja adalah 45 m³/jam dan menetapkan c1 = 2 dengan menggunakan persamaan dan c2 = 3 dapat diketahui dengan persamaan, maka :

Qh – max = 2 x 101 = 202 m³/jam Qm–max= 3 x 101/60 = 5,05 m³/menit

Hasil perhitungan pemakaian air bersih pada Apartement Tower 1

(9)

Lantai Q m3/hari Qd m3/hari

Qh m3/jam

Qh max m3/jam

Qm max m3/menit Apartement

1-26 505 1010 101 202 5,05

Sumber : hasil Perhitungan

Keterangan :

Q : Pemakaian air bersih rata-rata per hari Qd : Debit air bersih rata-rata per hari Qh : Pemakaian air bersih per jam

Qh max : Pemakaian air bersih pada jam puncak Qm max : Pemakaian air bersih pada menit puncak

4.5 Analisa Perhitungan Perencanaan Pipa Air Bersih

4.5.1 Mengetahui Dimensi Pipa Air Bersih dari Ground Water Tank ke Roof Tank

Penentuan ini diperlukan untuk menentukan ukuran pipa yang digunakan pada gedung ini, dan untuk mengetahui dimensi pipa air bersih dengan menentukan debit pengaliran. Berikut adalah perhitungan penentuan dimensi pipa air bersih dari ground water tank menuju ke roof tank.

Dimana data yang di dapatkan:

- Kecepatan rata-rata aliran air (v) asumsi adalah 2 m/detik - Volume Roof Tank (Vrt)

= 76 m³

- Waktu pemompaan

= 20 menit = 1200 detik = 30 menit = 1800 detik = 40 menit = 2400 detik - Volume ground water tank (Vgwt)

= 927 m³

(10)

Perhitungan ini yaitu untuk membandingkan aliran debit liter per detik pengaliran yang direncanakan dari ground water tank dan roof tank dengan menggunakan persamaan, sebagai berikut :

Q1 =

= 0,063 m3/detik = 63 l/detik Q2 = = 0,042 m3/detik = 42 l/detik Q3 = = 0,031 m3/detik = 31 l/detik

Dan untuk menentukan perbandingan dimensi pipa air bersih dari ground water tank ke roof tank, dengan menggunakan persamaan sebagai berikut :

D1 = [ ( ) ]

= 0,160 m = 160 mm atau 5 inch D2 =[ ( )

]

= 0,107 m = 107 mm atau 4 inch D3 = [ ( )

]

= 0,078 m = 78 mm atau 3 inch

(11)

Gambar 2.15 : Grafik perbandingan laju aliran dan diameter pipa

Pipa Ground Water Tank (GWT) ke Roof Tank direncanakan dengan diameter 100 (4”) dengan ketebalan 4,5 mm.

4.5.2 Mengetahui Debit Pipa Dinas (Pipa Air Bersih)

Pipa dinas ini adalah perencanaan dari instalasi pipa air bersih dari PDAM ke dalam gedung ini dan harus mempunyai ukuran yang cukup agar dapat mengalirkan air sesuai dengan kebutuhan jam puncak dan mencari nilai kelebihan laju aliranya dengan menggunakan persamaan dapat diketahui sebagai berikut :

Dengan data yang di dapatkan adalah :

- Kebutuhan harian air bersih (Qd) = 1010 m3/hari - Jam pengaliran / operasi = 14 jam - Laju aliran rata – rata = 101 m3/jam 4.5.3 Mengetahui Head Kerugian Gesek Dalam Pipa

Perhitungan ini untuk mengetahui besarnya head kerugian gesek dalam pipa dan menentukan laju kecepatan aliran dengan menggunakan persamaan bilangan Reynolds 2.12, rumus Hazen- Williams 2.13, dengan

1 2 3

Diameter pipa (inch) 5 4 3

Debit aliran l/detik 63 42 31

0 10 20 30 40 50 60 70 80

Laju Aliran l/detik

Data Perbandingan laju aliran dan Diameter Pipa

(12)

persamaan 2.14,dan persamaan 2.15 untuk mencari nilai dari kecepatan rata-rata aliran dalam pipa.

Dengandata yang di dapatkanadalah : - v air (viskositas kinematik)

= 12,32 .10-6ft2/s

= 1,14 . 10-6m²/s

- Diameter pipa dinas yang digunakan adalah 4” = 100 mm

=0,10 m

- Panjang (L) pipa PVC = 90 m

Sebelum mencari bilangan Reynolds, kita harus mengetahui nilai dari kecepatan rata-rata aliran di dalam pipa, dengan menggunakan persamaan 2.14 sebagai berikut :

A = π.

= 0,0025 m² Keterangan :

A : Panjang aliran pipa lurus (m²) D : 0,10 m

dan persamaan 2.15 untk mencari nilai kecepatan rata-rata di dalam pipa, sebagai berikut :

v=

=2700 m/s Keterangan :

v : kecepatan rata-rata aliran di dalam pipa (m/s)

(13)

Q : 6,75 m³/jam A :0,0025 m²

Perhitungan bilangan Reynolds, seperti di bawah ini : Re =

= 94284210,53

Setelah kita mengetahui hasil dari bilangan Reynolds ini, maka hasil aliran ini bersifat “turbulen”.

Maka kita dapat mengetahui head kerugian gesek dari pipa lurus, dengan persamaan 2.13 Hazen-Williams di bawahini :

hf =

X 130

= 182,76 m Keterangan :

hf : kerugian head (m) Q : 6,75 m³/jam

C : 130 (lihat pada tabel 2.13) L : 130 m

D : 0,10 m

Jadi, kita sudah dapat mengetahui head kerugian gesek dalam pipa dari pipa lurus dalam gedung ini adalah 182,76 m.

(14)

4.6 Analisa Perhitungan Kapasitas Pompa

a. Pipa transfer pada gedung apartment dihitung berdasarkan laju aliran jam rata-rata dengan kecepatan aliran maksimum dalam pipa sebesar 1,5 m/detik

Laju aliran rata-rata = 101 m3/jam

= 600 LPM

Dengan grafik Hazen – Williams, C = 100 (pipa baja karbon) Maka didapat :

- Diameter pipa = 80 mm

- Kerugian gesek = 55 mm kolom air/m

b. Laju aliran (flow Rate), (Qpump) dihitung berdasarkan laju aliran jam rata-rata yaitu 101 m3/jam (10 ltr/detik).

c. Total Head (Hp) Hp = Hs + Hf + Hr Hs = Head Statis Hf = Head Friksi Pipa Hr = Head Residual

Hp = 111,8 MKA 115 MKA = 11,5 Bar d. Motor Pompa

Pm =

Qpump = Laju Aliran Pompa (10 ltr/detik)

Hp = Total Head (116 MKA)

 = Berat Jenis Air (1 kg/da3) p = Rendemen Pompa (60%) m = Rendemen Motor (70%) t = Faktor pengaman (120%)

(15)

k = konversi (1 Hp = 0,746 kW)

Pm = 24,5 kW

4.6.1 Pemilihan Pompa

Pemilihan pompa ini adalah untuk menentukan kapasitas pompa yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih pada gedung ini.

4.6.2 Pompa Untuk Reservoir

Jumlah pemakaian air bersih pada gedung ini adalah : Qh = 1010 / 10

= 101 m³/jam

Kebutuhan air bersih pada gedung ini adalah 505000 liter/menit.

Kapasitas pompa yang digunakan adalah 505 m³/jam, sehingga membutuhkan 2 pompa air bersih yang sama, jadi kapasitas pompa adalah :

= 505 + 505

= 1010 m³/jam

Kapasitas pompa disengaja oleh perancang dibuat lebih besar dari kapasitas kebutuhan. Pompa dibeli dengan pilihan sesuai kapasitas air bersih yang dibutuhkan spesifikasi pompa, yaitu :

3 phase 380 volt 50 Hz Seri pompa : Sp 55.10

Q : 505 m³/jam

Total head : 182,76 m Pipa : 4”

Motor : Ms 7000 Kw : 11,2

Gambar

Gambar 2.10 : Kurva perkiraan beban kebutuhan air sampai 3000  Sumber :SNI-03-6481-2000
Gambar 2.11 : Kurva perkiraan beban kebutuhan air sampai 250  Sumber :SNI-03-6481-2000
Gambar 2.12: pompa pemindahan (transfer pump)  2.  Sand Filter
Gambar 2.13 :Kontruksi Ground Water Tank (GWT)  6.  Roof Water Tank (RT)
+3

Referensi

Dokumen terkait

Bagi para pedagang eceran makanan khas Ciwidey yaitu diharapkan dapat memberikan data dan informasi serta sebagai bahan pertimbangan bagi pelaku usaha dalam upaya

Karya Terbaik Inovasi Pembelajaran OTOMOTIF TEKNIK SEPEDA MOTOR adalah karya terbaik yang menggambarkan dan berisi hasil pengalaman langsung (best practice) instruktur

Berdasarkan data yang diperoleh dari analisis dengan menggunakan spektra UV-Vis dan kandungan mineralnya, air kelapa dalam kemasan merk X yang dianalisis merupakan air

Peptida bioaktif antihipertensi dapat dihasilkan dari berbagai sumber pangan antara lain susu, keju dan produk turunannya juga peptida yang berasal dari

Husnul Khotimah. “Upaya Meningkatkan Budi Pekerti Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Siswa Kelas XI Pemasaran 3 SMK Negeri 1 Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013.” Fakultas

Tujuan dari program Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru – guru SMA dan SMP di wilayah Kecamatan Sidemen –

Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku, Peraturan Daerah Tingkat II Semarang Nomor 19 Tahun 1981 tentang Pendirian Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan dan

Rumah Sakit Umum Kelas A adalah rumah sakit umum yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik sekurang-kurangnya 4 (empat) spesialis dasar, 5 (lima) spesialis