PENGOLAHAN TANDAN BUAH SEGAR (TBS)
DAN PENGOLAHAN LIMBAH
PENGOLAHAN TANDAN BUAH SEGAR (TBS)
▪ Tingkat produktivitas tanaman kelapa sawit akan meningkat secara tajam dari umur 3 – 7 tahun (peridode tanaman muda, young)
▪ Tingkat produksi maksimal pada umur sekitar 15 tahun (periode tanaman remaja, prime), dan mulai menurun secara gradual pada periode tanaman tua (old) sampai saat menjelang peremajaan (replanting).
▪ Pembangunan PKS (Pengolahan Kelapa Sawit) dan penentuan kapasitasnya sangat ditentukan oleh profil produksi dan persentase penyebaran produksi dalam 1 tahun.
▪ Dalam perkebunan kelapa sawit dikenal adanya bulan produksi puncak (peak months), yaitu bulan-bulan pada saat produksi TBS dalam 1 bulan dapat
mencapai 10 – 13% (rata-rata dihitung 12,5%) dari produksi 1 tahun. Artinya dalam satu tahun ada satu bulan yang produksinya paling tinggi.
KARAKTERISTIK TBS
3
Asumsi dasar menentukan kapasitas PKS didasarkan pada kriteria masukan baku (standar input), yaitu kemampuan mengolah (intake) TBS per satuan waktu. Berdasarkan kemampuan mengolah TBS dan pertimbangan pabrikasi, ada 3 jenis rancangan utama PKS, yaitu:
(a) Mini mill, PKS kapasitas olahnya (throughput) 5 ton TBS per jam, (b) Regular mill, PKS kapasitas olah 30, 45, 60, dan 90 ton TBS per
jam, dan
(c) Interim line mill, PKS kapasitas 30 ton, tetapi platformnya disiapkan untuk kapasitas 45 atau 60 ton TBS per jam. Dengan demikian pada saat extention, PKS hanya dilakukan penambahan line proses.
PENGOLAHAN TANDAN BUAH SEGAR (TBS)
KAPASITAS PABRIK
Contoh
▪ Luas kebun : 6.000 ha
▪ Rata-rata poduktivitas : 20 ton TBS/ha/th, maka Kapasitas Pabrik yang diperlukan adalah:
▪ Kapasitas =(6.000 ha x 20 ton/ha x 12,5%)/(550 jam/bulan)
= 27,27 ton TBS / jam
▪ Jadi PKS yang dibutuhkan adalah kapasitas 30 ton TBS/Jam.
Keterangan : 12,5% adalah produksi bulan tertinggi dalam satu tahun
PENGOLAHAN TANDAN BUAH SEGAR (TBS)
KAPASITAS PABRIK
BAGAN ALUR PENGOLAHAN CPO
WEIGHING BRIDGE (WB)
Penimbangan di lakukan terhadap truk bermuatan dan truk kosong
PENGOLAHAN TANDAN BUAH SEGAR (TBS)
SPESIFIKASI TEKNIS
LOADING RAMP
7
• Kualitas minyak kelapa sawit (CPO) yang baik adalah dihasilkan dari kualitas TBS yang baik.
• Stasiun penerimaan buah adalah stasiun pertama yang paling menentukan hasil pabrik.
• Bila operasi di stasiun penerimaan buah sudah tidak baik, maka tujuan dan tugas pabrik dapat dikatakan gagal
.
STERILIZATION STATION
◼
Mematikan enzim untuk mencegah kenaikan asam lemak bebas minyak yang dihasilkan.
◼
Memudahkan pelepasan brondolan buah dari tandan.
◼
Melunakan buah untuk memudahkan dalam proses pengepresan dan pemecahan biji.
◼
Prakondisi untuk biji agar tidak mudah pecah selama proses pengepresan dan pemecahan biji.
PENGOLAHAN TANDAN BUAH SEGAR (TBS)
SPESIFIKASI TEKNIS
STERILIZER
Diperlukan tekanan uap sebesar 2,8-3 kg/cm2 dengan lama perebusan sekitar 90 menit.
HOISTING CRANE
Buah yang telah direbus di sterilizer diangkat dengan hoisting crane dan di tuang ke dalam thresher melalui hooper yang
PENGOLAHAN TANDAN BUAH SEGAR (TBS)
SPESIFIKASI TEKNIS
THRESHER (PERONTOK)
9
Pemipilan dilakukan dengan membanting buah dalam drum putar dengan kecepatan putaran 23-25 rpm.
DIGESTER
• Buah yang terpipil akan jatuh melalui kisi-kisi dan ditampung oleh fruit elevator dan dibawa dengan distributing conveyor untuk didistribusikan ke tiap unit-unit digester.
• Di dalam digester buah diaduk dan dilumat untuk memudahkan daging buah terpisah dari biji.
• Digester terdiri dari tabung silinder yang berdiri tegak yang di dalamnya dipasang pisau-pisau pengaduk sebanyak 6 tingkat yang diikatkan pada poros dan digerakkan oleh motor listrik.
• Untuk memudahkan proses pelumatan diperlukan suhu 90- 95° C yang diberikan dengan cara menginjeksikan uap 3 kg/cm2 langsung atau melalui mantel. Proses pengadukan/
pelumatan berlangsung selama 30 menit.
PENGOLAHAN TANDAN BUAH SEGAR (TBS)
SPESIFIKASI TEKNIS
SCREW PRESS
• Pengepresan berfungsi untuk memisahkan minyak kasar (crude oil) dari daging buah (pericarp).
• Dari pengepresan tersebut akan diperoleh minyak kasar dan ampas serta biji.
• Biji yang bercampur dengan serat masuk ke alat cake breaker conveyor untuk di pisah antara biji dan seratnya, sedangkan minyak kasar dialirkan ke stasiun
klarifikasi (pemurnian).
CONTINUOUS SETTLING TANK (CST)
• Minyak kasar hasil stasiun pengempaan dikirim ke stasiun ini untuk diproses lebih lanjut sehingga diperoleh minyak produksi.
• Proses pemisahan minyak, air dan kotoran dilakukan dengan system pengendapan, sentrifugasi dan penguapan.
PENGOLAHAN TANDAN BUAH SEGAR (TBS)
SPESIFIKASI TEKNIS
OIL TANK
11
• Tangki minyak adalah tempat penyimpanan sementara sebelum di kirim ke purifier
• Crude oil di panasi dengan uap untuk menjaga suhu 90-95º C
OIL PURIFIER
• Disain OP secara teknis mirip dengan SS. Perbedaan utama adalah fungsi OP adalah untuk memurnikan minyak dari partikel- partikel kecil. Putaran OP adalah 1.500 rpm.
SLUDGE SEPARATOR
• Proses pemisahan minyak di SS dilakukan lebih baik dengan rotasi 1.500 rpm.
• Minyak dan sludge dipisahkan dengan proses sentrifugal.
• Minyak dikirim kembali ke CST dan sludge dipompa ke ORT.
PENGOLAHAN TANDAN BUAH SEGAR (TBS)
SPESIFIKASI TEKNIS
VACUUM DRIER
• Meskipun minyak sudah bersih tetapi kadar airnya masih tinggi. Untuk mengurangi air, digunakan vacuum drier. Dengan tekanan 0,1 bar air dipisahkan dari minyak sampai mencapai kadar air di bawah 0,2 persen.
CPO STORAGE TANK
• Kadar air minyak sebesar 0,2% dan kadar kotoran 0,03%. Kadar lemak bebas diusahakan kurang dari 3%.
• Selama penyimpanan suhu dijaga 60ºC untuk menjaga kadar lemak bebas.
Tangki timbun dibuat dengan ukuran 2.000 ton per buah.
PENGOLAHAN TANDAN BUAH SEGAR (TBS)
SPESIFIKASI TEKNIS
CAKE BREAKER CONVEYOR and DEPERICARPER
13
• Pada Depericarper terjadi proses pemisahan fibre dan biji. Pemisahan terjadi akibat perbedaaan bobot dan gaya isap blower.
• Biji tertampung pada Nut Silo yang dialiri dengan udara panas antara 60 – 80°C selama 18- 24 jam agar kadar air turun dari sekitar 21 % menjadi 4 %.
• Biji kemudian dialirkan ke Nut Craker sebagai alat pemecah. Masa biji pecah dimasukkan dalam Dry Seperator (Proses pemisahan debu dan cangkang halus) untuk memisahkan cangkang halus, biji utuh dengan cangkang/inti.
Masa cangkang bercampur inti dialirkan masuk ke dalam Hydro Cyclone untuk memisahkan antara inti dengan cangkang.
• Inti dialirkan masuk ke dalam Kernel Drier untuk proses pengeringan sampai kadar airnya mencapai 7% dengan tingkat pengeringan 50°C, 60°C dan 70°C dalam waktu 14-16 jam.
PENGOLAHAN TANDAN BUAH SEGAR (TBS)
SPESIFIKASI TEKNIS
PENGOLAHAN TANDAN BUAH SEGAR (TBS)
RISIKO DAN MITIGASI
PROSES PABRIKASI RISIKO MITIGASI
Desain pabrik yang digunakan Pilihan desian pabrik menentukan kinerja pabrik selama operasi. Kesalahan pilihan desain dapat menyebabkan tidak tercapainya kapasitas efektif dan efisiensi yang diharapkan.
Jika desain kurang tepat, perlu dilakukan evaluasi sejak awal sehingga dapat diambil tindakan yang tepat agar operasional pabrik sesuai dengan kapasitas yang direncanakan
Kecukupan bahan baku Bahan baku dihitung berdasarkan kapasitas pabrik yang dibangun atau sebaliknya pabrik dibangun berdasarkan perhitungan pasokan bahan baku yang akan diolah. Perhitungan dilakukan berdasarkan suatu kajian bahan baku yang ada di dalam kebun maupun yang berasal dari luar kebun.
Bahan baku yang diolah harus sesuai dengan kapasitas terpasang dan kapasitas efektif yang ingin dicapai. Kecukupan bahan baku akan berpengaruh terhadap kelancaran oprasional pabrik baik dari segi teknis maupun dari segi biaya olah. Pada saat buah kurang, harus dicari jalan membeli buah dari sumber luar agar kapasitas efektif tetap terjamin, sebaliknya jika buah berlebih harus diusahakan bekerja lebih tinggi dan pembatasan pasokan
Mutu air yang digunakan untuk proses dan boiler
Air untuk boiler harus memiliki mutu tertentu sesuai dengan spesifikasi boiler yang dipasang.
Stasiun pengolahan air harus dibangun dengan baik dan dengan volume sesuai kebutuhan air
Air untuk bolier menjadi penentu operasional boiler dan efesiensi uap yang dihasilkan. Air yang bermutu rendah menjadikan boiler terganggu dan cepat mengalami gangguan.
PENGOLAHAN TANDAN BUAH SEGAR (TBS)
RISIKO DAN MITIGASI
PROSES PABRIKASI RISIKO MITIGASI
Pemeliharaan rutin selama pabrik beroperasi
Pemeliharaan rutin selama pabrik beroperasi Pabrik pengolahan minyak kelapa beroperasi sepanjang tahun, oleh sebab itu pemeliharaan harus dilakukan secara rutin dan terencana.
Bagian-bagian yang kurang prima kinerjanya harus diganti dan disempurnakan setiap saat.
Diperlukan biaya pemeliharaan yang cukup memadai agar tidak terjadi pekerjaan pemeliharaan yang asal-asalan
SDM yang mengoperasikan pabrik SDM yang mengoperasikan pabrik Terlepas dari kondisi mesin dan aspek teknis lainnya, SDM yang mengoperasikan sangat menentukan kelancaran pabrik. Pabrik yang baik harus memiliki efisiensi yang tinggi dengan tingkat kehilangan minyak yang rendah dan mutu CPO yang tinggi sesuai standar. Personil pabrik harus memiliki kemampuan dan keterampilan yang memadai di tiap bagian
PENGOLAHAN TANDAN BUAH SEGAR (TBS)
RISIKO DAN MITIGASI
RISIKO MITIGASI