• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Pertumbuhan jumlah populasi penduduk dan perekonomian suatu negara akan mendorong peningkatan konsumsi energi khususnya dalam hal energi listrik. Hal ini tentu disebabkan karena listrik dapat digunakan untuk menggerakkan roda perekonomian seperti industri, transportasi, perbankan, serta pemerintahan. Hal ini berakibat pemintaan atas supply daya menjadi semakin besar.

Pada akhir Desember 2012, total kapasitas terpasang dan jumlah unit pembangkit PLN (Holding dan Anak Perusahaan) mencapai 32.901,48 MW dan 5.048 unit, dengan 25.787,45 MW (78,38%) berada di Jawa. Total kapasitas terpasang meningkat 12,41% dibandingkan dengan akhir Desember 2011. Prosentase kapasitas terpasang per jenis pembangkit sebagai berikut : PLTU 14.446 MW (43,91%), PLTGU 8.814 MW (26,79%), PLTD 2.599 MW (7,90%), PLTA 3.516 MW (10,68%), PLTG 2.973 MW (9,04%), dan PLTP 548 MW (1,67%) (Sumber:

Statistik PLN 2012).

PT PLN (Persero) merupakan perusahaan penyedia jasa listrik terbesar di Indonesia. Dengan visi untuk “Diakui sebagai Perusahaan Kelas Dunia yang Bertumbuh kembang, Unggul dan Terpercaya dengan bertumpu pada Potensi Insani”, PT PLN (Persero) berkomitmen untuk melistriki seluruh Nusantara. Mereka percaya bahwa Potensi insani merupakan aset terbesar dan masa depan mereka, karenanya mereka berinvestasi besar untuk mendapatkan calon-calon pemimpin masa depan yang akan mengembangkan PT PLN (Persero) menjadi Perusahaan Kelas Dunia dan menghadapi tantangan bisnis di masa yang akan datang.

Kesempatan berkarir di PT PLN (Persero) sangatlah luas karena rentang bisnisnya yang dari hulu sampai hilir, mulai dari Pembangkitan, transmisi hingga distribusi listrik ke pelanggan serta jasa-jasa pendukungnya. Sebagai perusahaan besar di Indonesia yang diakui oleh pemerintah, PT PLN (Persero) merupakan perusahaan yang sangat dibutuhkan baik bagi perusahaan maupun bagi individu/masyarakat.

Kebutuhan listrik di Indonesia tentu sangat besar karena didukung oleh adanya

(2)

perubahan zaman yang semakin canggih. Oleh karena itu perusahaan haruslah terus menunjukkan bahwa memang benar adanya kalau PLN (Persero) merupakan perusahaan energi tenaga listrik yang patut dipercaya. Salah satu cara untuk terus menstabilkan atau meningkatkan suatu kualitas perusahaan, tentulah berkaitan dengan faktor-faktor intrernal yang ada di dalam perusahaan. Faktor internal seperti sumber daya manusia (karyawan), proses produksi, dan efisiensi produktifitas merupakan hal-hal yang bisa mempengaruhi suatu produktivitas perusahaan.Peran sumber daya manusia sangatlah berpengaruh bagi suatu perusahaan.Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) adalah rancangan sistem-sistem formal dalam sebuah organisasi untuk memastikan penggunaan bakat manusia secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan organisasi (Robert & Jackson, 2006). Oleh karena itu MSDM disuatu perusahaan perlu dikelola dengan baik.

Seperti yang kita tahu, banyak sekali karyawan yang tidak disiplin dan tidak mau bekerja secara maksimal di perusahaan karena beberapa faktor penunjang menurunnya kinerja karyawan. Menurut hasil wawancara penulis dengan Bapak Komaruddin selaku supervisor administrasi dan sumber daya manusia PT. PLN Persero P3B jawa bali App Duri Kosambi, pada evaluasi terakhir di tahun 2013 kinerja karyawan menurun. Hal itu dapat dilihat dari data absensi 3 bulan terakhir yang menyatakan bahwa data kehadiran/absensi dari karyawan kurang disiplin. Hal itu dapat terlihat pada tabel di bawah :

Tabel 1.1 Jumlah Keterlambatan Karyawan

Jumlah Seluruh Karyawan Jumlah Karyawan Terlambat Juli Agustus September

95 Karyawan 76 70 74

Sumber: rincian absensi karyawan PT. PLN Persero P3B jawa bali App Duri Kosambi tahun 2013

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa setiap bulannya pasti ada karyawan yang datang terlambat. Pada bulan Juli 2013 terlihat bahwa karyawan yang terlambat sebanyak 76 orang, kemudian terjadi penurunan keterlambatan pada bulan Agustus 2013 yaitu sebanyak 70 orang, namun pada September 2013 jumlah karyawan yang

(3)

terlambat kembali meningkat menjadi 74 orang. Dari data tersebut dapat terlihat bahwa karyawan tidak disiplin dan menyebabkan kinerja menjadi menurun. Terkait dengan indikator kehadiran yang berada pada dimensi Discipline yang terdapat pada jurnal The Antecedents of Employee’s Performance: Case Study of Nickel Mining’s Company, Indonesia (2012) kehadiran sendiri merupakan salah satu indikator yang mempengaruhi Kinerja Karyawan, oleh karena itu sudah sewajarnya apabila kinerja karyawan menurun jika tingkat kehadiran karyawan bermasalah. PT. PLN (PERSERO) sendiri memiliki ketetapan mengenai kedisiplinan. Disiplin merupakan hal yang sangat diperhatikan oleh PT. PLN (PERSERO), hal tersebut tercantum pada Peraturan Disiplin Pegawai. Peraturan ini menyatakan bahwa kedisiplinan adalah ketaatan dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku dan apabila ada karyawan yang melanggar maka pejabat yang berwenang berhak menjatuhkan sanksi (Sumber:

Perjanjian Kerja Bersama antara PT. PLN (PERSERO) dan Serikat Pekerja PT. PLN (PERSERO) Periode Tahun 2010-2012 tentang Peraturan Disiplin Pegawai).

Pada penelitian terdahulu yang diambil dari jurnal yang berjudul “The Antecedents of Employee’s Performance: Case Study of Nickel Mining’s Company, Indonesia (2012)”, penelitian tersebut mengungkapkan bahwa Organizational Learning Culture (OLC) memiliki pengaruh positif terhadap kinerja karyawan, ini berarti bahwa dengan OLC yang lebih baik, kinerja karyawan pun cenderung mengalami peningkatan. Organizational Citizenship Bahaviour (OCB) juga memiliki dampak posifif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, ini berarti jika OCB semakin baik maka kinerja karyawan cenderung meningkat. Dan pada akhirnya penelitian tersebut menunjukkan bahwa OLC berpengaruh terhadap kinerja karyawan yang dimediasi oleh OCB.

Dalam penelitian ini, penulis ingin meneliti mengenai faktor-faktor yang terkait dengan masalah yang terjadi di dalam organisasi. Faktor pertama sebagai independent variabel adalah Organization Learning Culture (OLC), OLC merupakan atribut, perilaku, kebiasaan, keyakinan dan sistem yang dibangun untuk menciptakan, memperoleh, menyebarkan dan memelihara keterampilan dan pengetahuan yang diterapkan dalam suatu organisasi dalam rangka mempertahankan

(4)

Faktor kedua sebagai intervening variabel yang diduga muncul akibat adanya OLC adalah Organizational Citizenship Behaviour (OCB), OCB merupakan perilaku bebas yang bukan merupakan bagian dari persyaratan pekerjaan yang formal seorang karyawan, di mana berfungsi secara efektif bagi sebuah organisasi (Robbins &

Coulter, 2007). OCB penting bagi dunia organisasi karena dapat meningkatkan kinerja organisasi dan meningkatkan efisiensi pekerjaan.

Dampak-dampak yang didapat oleh perusahaan akibat dari penurunan kinerja tentu sangatlah berbahaya. Karena kinerja karyawan yang menurun, memungkinkan terjadinya penurunan kinerja perusahaan, prestasi karyawan menurun, inovasi menurun, tingkat profitabilitas yang didapat rendah, dan lain sebagainya. Karena kerugian-kerugian tersebut, perusahaan pada akhirnya dapat gulung tikar atau bangkrut. Selain itu, sebagai perusahaan penting di Indonesia, PLN tentu mempunyai peranan yang sangat besar bagi keberlanjutan suatu negara. Jika PLN tidak mampu bertahan, banyak sekali kerugian-kerugian yang akan didapatkan baik secara individu, kelompok, maupun masyarakat negara Indonesia.

Masalah yang terjadi pada PT. PLN Persero P3B Jawa Bali App Duri Kosambi tentu sangatlah penting untuk diteliti, karena apabila masalah ini dibiarkan terus berlanjut perusahaan akan mengalami kebangkrutan dan penyaluran listrik Indonesia akan sangat bermasalah. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Pengaruh Organizational Learning Culture terhadap Organizational Citizenship Bahaviour dan Dampaknya terhadap Kinerja Karyawan pada PT. PLN Persero P3B Jawa Bali App Duri Kosambi” dengan menggunakan pendekatan ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia untuk menemukan solusi masalahnya.

1.2 Perumusan Masalah

1. Apakah ada pengaruh yang signifikan antara Organizational Learning Culture terhadap Organizational Citizenship Behaviour pada PT. PLN Persero P3B Jawa Bali App Duri Kosambi?

(5)

2. Apakah ada pengaruh yang signifikan antara Organizational Learning Culture terhadap Kinerja Karyawan pada PT. PLN Persero P3B Jawa Bali App Duri Kosambi?

3. Apakah ada pengaruh yang signifikan antara Organizational Citizenship Bahaviour terhadap Kinerja Karyawan pada PT. PLN Persero P3B Jawa Bali App Duri Kosambi?

4. Apakah ada pengaruh yang signifikan antara Organizational Learning Culture terhadap Organizational Citizenship Behaviour dan dampaknya pada Kinerja Karyawan pada PT. PLN Persero P3B Jawa Bali App Duri Kosambi?

1.3 Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan antara Organizational Learning Culture terhadap Organizational Citizenship Behaviourpada PT. PLN Persero P3B Jawa Bali App Duri Kosambi (T-1)

2. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan antara Organizational Learning Culture terhadap Kinerja Karyawan pada PT. PLN Persero P3B Jawa Bali App Duri Kosambi (T-2)

3. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan antara Organizational Citizenship Bahaviour terhadap Kinerja Karyawan pada PT. PLN Persero P3B Jawa Bali App Duri Kosambi (T-3)

4. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan antara Organizational Learning Culture terhadap Organizational Citizenship Behaviour dan dampaknya terhadap Kinerja Karyawan pada PT. PLN Persero P3B Jawa Bali App Duri Kosambi (T-4)

(6)

1.4 Manfaat Penelitian

1. Bagi Perusahaan

Perusahaan dapat diberikan masukan serta saran mengenai solusi yang dapat meningkatkan Organizational Learning Culture serta Organizational Citizenship Bahaviour yang berguna untuk memperbaiki kinerja karyawan pada perusahaan.

2. Bagi Pembaca

Pembaca dapat menggunakan penelitian ini dalam mencari informasi mengenai pengaruh-pengaruh yang terjadi jika ada masalah mengenai kinerja karyawan yang berkaitan dengan Organizational Learning Culture dan Organizational Citizenship Bahaviour.

3. Bagi Dunia Pendidikan

Sebagai bahan referensi untuk melakukan penelitian lebih lanjut dimasa yang akan datang.

1.5 Penelitian Terdahulu

Sudah banyak penelitian yang dilakukan mengenai tiga variabel yang ada diatas, yaitu Organizational Learning Culture (OLC), Organizational Citizenship Behaviour (OCB), dan Kinerja Karyawan. Berikut merupakan penelitian-penelitian yang sebelumnya telah dilakukan oleh para ahli.

Tabel 1.2 Penelitian Terdahulu

No Pengarang Judul Objek Hasil

1

Ria Mardiana Yusuf , Nurdjannah

The Antecedents of Employee’s Performance:

Organizational Learning Culture,

Organizational

Hasil penelitian menunjukan dampak

dari OCB terhadap

(7)

Hamid, Anis Eliyana, Syamsul Bahri,

and Antonius Sudarisman

Case Study of Nickel Mining’s

Company, Indonesia (2012)

Citizenship Behaviour, Employee Performance

kinerja karyawan meningkat, pengaruh

OLC pada kinerja karyawan juga akan

menjadi lebih kuat.

Dan sebaliknya, ketika pengaruh OCB pada kinerja

karyawan lemah maka pengaruh OLC

terhadap kinerja karyawan juga akan

berkurang.

Penelitian juga menunjukan bahwa

OLC berpengaruh terhadap kinerja

karyawan yang dimediasi oleh OCB

2

Talat Islam, Muhammad Aamir, Saifur Rehman Khan

and Ungku Norul Kamar Ungku Ahmad

Organizational Learning Culture, Social

Exchange Relations and

Multifoci Citizenship Behaviour: A

Literature Survey

Organizational Learning Culture,

Social Exchange Relations, Extra Role Behaviours,

Organizational Citizenship

Behaviour

Penelitian ini menunjukan bahwa

Exchange Relation dan Organizational Learning Culture

mempunyai hubungan satu sama

lain. Begitu pula dengan variabel Organizational

(8)

(2013) Behaviour, mereka menemukan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan

antara Organizational Learning Culture dan Organizational

Citizenship Behaviour.

3 Linda Kartini Ticoalu

Organizational Citizenship Behaviour dan

Komitmen Organisasi Pengaruhnya terhadap Kinerja

(2013)

Organizational Citizenship Behaviour, Komitmen Organisasi,

Kinerja

Hasil dari penelitian ini adalah jika karyawan memiliki OCB dan memiliki

komitmen organisasi, maka karyawan akan dapat

meningkatkan kinerja karyawan, baik bagi organisasi

maupun bagi diri sendiri. PT. Bank Tabungan Pensiunan

Nasional (BTPN) Cab.Manado,

sebaiknya meningkatkan dan

mempertahankan kualitas dari OCB

dan Komitmen

(9)

Organisasi untuk meningkatkan kinerja karyawan.

4

Chang, C.-C.

Tsai, M.-C., Tsai, M.-S

Influences of the Organizational

Citizenship Behaviors and Organizational Commitments on

the Effects of Organizational

Learning in Taiwan (2011)

organizational citizenship behaviors, organizational

commitments, organizational

learning

Hasil dari penelitian ini adalah terdapatnya pengaruh positif

antara organizational commitment dan

organizational learning, serta terdapat pengaruh pula secara positif pada organizational citizenship behavior dan organizational

commitment.

5

Maharani, Vivin; Troena,

Eka Afnan;

Noermijati

Organizational Citizenship Behavior Role in Mediating the

Effect of Transformation

al Leadership, Job Satisfaction on

Employee Performance:

transformational leadership, job

satisfaction, OCB, employee

performance

Hasil penelitian menunjukan bahwa

OCB tidak memediasi hubungan

antara Transformational Leadership terhadap

kinerja karyawan namun, OCB dapat memediasi hubungan

antara kepuasan

(10)

Bank Syariah Mandiri Malang

East Java (2014)

kinerja karyawan

6

Gholamreza Memarzadeh

Tehran, Masoumeh Sadat Abtahi, Soheila Esmaeili

The Relationship

between Organizational

Citizenship Behavior and Performance of

the Staff of Qazvin University of

Medical Sciences and Health Services

(2013)

Organizational Citizenship

Behavior, Employee Performance

Penelitian ini menunjukan bahwa

terdapat hubungan positif dan signifikan

antara Alturism dan kinerja, ada hubungan positif dan

signifikan antara Conscience dan

kinerja, ada hubungan positif dan

signifikan antara Generosity dan kinerja, dan ada

hubungan yang positif dan signifikan

antara Civic Behaviour dan

kinerja

Gambar

Tabel 1.1 Jumlah Keterlambatan Karyawan
Tabel 1.2 Penelitian Terdahulu

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian yang dilakukan di TK AndiniSukarame Bandar Lampung betujuan meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan melalui media gambar pada usia

Ketersediaan informasi lokasi rumah sakit, fasilitas dan layanan yang tersedia di rumah sakit dan tempat kejadian dapat tersedia secara jelas dan terkini sehingga penentuan

Alhamdulillahirobbil’alamin segala puji syukur dan sembah sujud, penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat, hidayah, dan kasih sayang-Nya sehingga penyusun

H1: (1) Terdapat perbedaan produktivitas kerja antara karyawan yang diberi insentif dengan karyawan yang tidak diberi insentif (2) Terdapat perbedaan

7.4.4 Kepala LPPM menentukan tindakan perbaikan yang harus dilakukan pada periode Pelaporan Hasil Pengabdian kepada masyarakat berikutnya.. Bidang Pengabdian kepada masyarakat

Ketika orang-orang dari budaya yang berbeda mencoba untuk berkomunikasi, upaya terbaik mereka dapat digagalkan oleh kesalahpahaman dan konflik bahkan

Dengan cara yang sama untuk menghitung luas Δ ABC bila panjang dua sisi dan besar salah satu sudut yang diapit kedua sisi tersebut diketahui akan diperoleh rumus-rumus

Dari teori-teori diatas dapat disimpulkan visi adalah suatu pandangan jauh tentang perusahaan, tujuan-tujuan perusahaan dan apa yang harus dilakukan untuk