i
PENUNJUKAN LANGSUNG BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN) DALAM KAITANNYA DENGAN PERSAINGAN USAHA PENGADAAN BARANG DAN JASA
(STUDI PADA PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) Tbk) Tesis
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Magister Kenotariatan (M.Kn) Pada Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas
Hukum Universitas Sriwijaya Oleh :
RESSY PRIETA 02022681923049
Dosen Pembimbing :
1. Pembimbing I : Dr. M. Syaifuddin, S.H., M.Hum
2. Pembimbing II : H. Herman Adriansyah, S.H., Sp.N., M.H
PROGRAM STUDI MAGISTER KENOTARIATAN FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2021
ii TESIS
PENUNJUKAN LANGSUNG BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN) DALAM KAITANNYA DENGAN PERSAINGAN USAHA PENGADAAN BARANG DAN JASA
(STUDI PADA PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) Tbk)
Oleh : Ressy Prieta 02022681923049
Telah Diuji oleh Tim Penguji pada Ujian Tesis Dan Dinyatakan Lulus pada Tanggal Juli 2021
Palembang, Juli 2021
Pembimbing I,
Dr. M. Syaifuddin, S.H., M.Hum NIP. 197307281998021001
Pembimbing II,
H. Herman Adriansyah, S.H., Sp.N., M.H
Ketua Program Studi Magister Kenotariatan,
Dr. Hj. Annalisa Y, S.H., M.Hum NIP. 196210251987032002
Dekan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya
Dr. Febrian, S.H., M.S NIP. 196112091989031001
iii
PERNYATAAN ORISINAL TESIS
Yang bertandatangan dibawah ini : Nama : RESSY PRIETA
NIM : 02022681923049 Program Studi : Magister Kenotariatan
Asal Instansi : Universitas Sriwijaya
Dengan ini menyatakan bahwa :
1 Karya tulis ilmiah saya dalam bentuk tesis ini adalah asli dan belum pernah diajukan untuk mendapatkan gelar akademik Magister Kenotariatan (M.Kn), baik di Universitas Sriwijaya maupun di Perguruan Tinggi lain;
2 Karya Tulis ilmiah ini adalah murni gagasan, pemikiran, rumusan dan penelitian saya sendiri dan mendapat bimbingan dari Dosen Pembimbing Tesis;
3 Dalam karya tulis ilmiah ini tidak terdapat karya atau pendapat yang telah ditulis atau dipublikasikan oleh orang lain, kecuali secara tertulis dengan jelas dicantumkan sebagai acuan dalam naskah dengan menyebutkan nama penulis dan judul buku/ dokumen aslinya yang dicantumkan dalam catatan kaki (footnote) dan daftar pustaka;
4 Pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Apabila dikemudian hari terdapat ketidakbenaran dalam pernyataan ini, maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan gelar akademik dan/atau predikat yang telah saya peroleh berdasarkan karya tulis ilmiah ini, serta sanksi lainnya yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku.
Palembang, Juli 2021 Yang Membuat Pernyataan,
RESSY PRIETA NIM. 02022681923049
iv
UNIVERSITAS SRIWIJAYA FAKULTAS HUKUM
PROGRAM STUDI MAGISTER KENOTARIATAN
Menyatakan Bahwa Tesis dengan Judul:
PENUNJUKAN LANGSUNG BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN) DALAM KAITANNYA DENGAN PERSAINGAN USAHA PENGADAAN BARANG DAN JASA
(STUDI PADA PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) Tbk)
Diajukan Oleh:
Nama : RESSY PRIETA NIM : 02022681923049
Telah Dibaca Dengan Saksama dan Dianggap Telah Memenuhi Standar Ilmiah, Sebagai Tesis Jenjang Pendidikan Strata 2 (S2) Magister Kenotariatan
Menyetujui,
Pembimbing I, Pembimbing II,
Dr. Muhammad Syaifuddin, S.H.,M.Hum H. Herman Adriansyah, S.H., Sp.N., M.H NIP. 197307281998021001
Tesis Ini Telah Diserahkan Kepada Bagian Akademik
Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, dan Telah Diterima Sebagai Syarat Untuk Memenuhi Jenjang Pendidikan Strata 2 (S2)
Magister Kenotariatan
Mengetahui,
Ketua Program Studi Magister Kenotariatan
Dr. Hj. Annalisa Y, S.H., M.Hum NIP. 196210251987032002
v
HALAMAN PERSETUJUAN TIM PENGUJI TESIS
JUDUL TESIS
PENUNJUKAN LANGSUNG BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN) DALAM KAITANNYA DENGAN PERSAINGAN USAHA PENGADAAN BARANG DAN JASA
(STUDI PADA PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) Tbk)
Disusun Oleh:
Nama : RESSY PRIETA NIM : 02022681923049
Telah Diuji oleh Tim Penguji pada Ujian Tesis dan dinyatakan Lulus pada hari Kamis, tanggal 15 Juli 2021 serta telah diperbaiki berdasarkan saran
dan masukan dari Tim Penguji.
Tim Penguji Tanda Tangan
Ketua : Dr. M. Syaifuddin, S.H., M.Hum (…………...…….)
Sekretaris : H. Herman Adriansyah, S.H., Sp.N., M.H (…………...…….)
Anggota 1 : Prof. Dr. H. Joni Emirzon, S.H., M.Hum (………...….)
Anggota 2 : Dr. Mada Apriandi, S.H., MCL (…………...…….)
Anggota 3 : Dr. Ridwan, S.H., M.Hum (…………...……)
vi
UCAPAN TERIMA KASIH
Alhamdulillah Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat-Nya penulis dapat menyelesaikan Tesis ini yang berjudul
“PENUNJUKAN LANGSUNG BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN) DALAM KAITANNYA DENGAN PERSAINGAN USAHA PENGADAAN BARANG DAN JASA (STUDI PADA PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) Tbk).”
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam menyelesaikan Tesis ini tentu tidak mungkin tersusun dan terselesaikan dengan baik tanpa adanya bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Melalui kesempatan ini dengan segala kerendahan hati, Penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala bimbingan, kritik dan saran, serta pengetahuan yang telah diberikan terutama kepada orang-orang yang berjasa dalam penyelesaian Tesis dan studi Penulis pada Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya yaitu kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaff, MSCE, selaku Rektor Universitas Sriwijaya;
2. Bapak Dr. Febrian, S.H., M.S., selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya;
3. Bapak Dr. Mada Apriandi, S.H., MCL, selaku Wakil Dekan I Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya;
4. Bapak Dr. Ridwan, S.H., M.Hum, selaku Wakil Dekan II Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya;
vii
5. Bapak Drs. H. Murzal Zaidan, S.H., M.Hum, selaku Wakil Dekan III Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya;
6. Ibu Dr. Hj. Annalisa Y, S.H., M.Hum, selaku Ketua Program Studi Magister Kenotariatan sekaligus Dosen Pembimbing Akademik;
7. Bapak Dr. Muhammad Syaifuddin, S.H., M.Hum., selaku Dosen Pembimbing I Penulis;
8. Bapak H. Herman Adriansyah, S.H., Sp.N., M.H., selaku Dosen Pembimbing Tesis II Penulis;
9. Segenap Dosen Pengajar di Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya yang telah memberikan ilmu pengetahuan dan pembelajaran selama perkuliahan;
10. Segenap staff Akademik Program Studi Magister Kenotariatan Universitas Sriwijaya yang selalu memberikan bantuan kepada penulis selama perkuliahan;
11. Suami penulis Berio Rusdiansyah beserta anak – anak Penulis M. Alif Hafizh Awuy dan Kiminara Banafsha Sheenaz, terima kasih atas support, pengertian dan kasih sayangnya untuk Bunda;
12. Kedua orang tua Penulis; papa Alexander L. Awuy dan mama Apriani Nurlela, Ibu Mertua Penulis ; mama Mastinah, Saudara-saudara dan keponakan – keponakan Penulis, yang telah memberikan dukungan serta doa yang tiada henti sehingga Penulis dapat menyelesaikan Tesis ini;
13. Bapak Taufik, ST., MM.. Ibu Putri Ayu Sisfianti, ST., MM dan rekan – rekan Division Procurement PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, terima kasih atas
viii
dukungannnya untuk penulis sampai dengan Penulis menyelesaikan tesis ini;
14. Teman-teman seperjuangan satu angkatan 2019 Magister Kenotariatan Universitas Sriwijaya yang tidak bisa disebutkan satu per satu namanya.
Palembang, Juli 2021 Penulis,
Ressy Prieta
ix
PERSEMBAHAN
Motto:
“Family, healthy and sleep tight is a great life ” -Ressy Prieta-
Tesis Ini Ku Persembahkan Untuk:
Suamiku Berio Rusdiansyah dan anak–anakku M. Alif Hafizh Awuy &
Kiminara Banafsha Sheenaz
Kedua orang tuaku, ibu mertuaku dan keluarga besarku
Almamaterku
x
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, Shalawat serta salam semoga selalu tercurah bagi junjungan umat manusia, Muhammad SAW. Rasa syukur yang tidak terkira Penulis ucapkan karena atas izin Allah SWT sematalah tesis yang berjudul “PENUNJUKAN LANGSUNG BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN) DALAM KAITANNYA DENGAN PERSAINGAN USAHA PENGADAAN BARANG DAN JASA (STUDI PADA PT SEMEN BATURAJA (PERSERO)
Tbk).” ini dapat terselesaikan dengan baik tepat pada waktunya. Penyusunan
penulisan tesis ini bertujuan untuk melengkapi syarat dalam memperoleh gelar Magister Kenotariatan (M.Kn) pada Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya. Tesis ini disusun berdasarkan hasil penelitian penulis selama kurang lebih enam bulan dimulai dari bulan Januari 2021 hingga Juni 2021.
Penulis menyadari bahwa tesis ini terdapat banyak kekurangan dan jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis berbesar hati akan menerima segala kritik dan saran yang membangun yang diharapkan dapat diberikan untuk kesempurnaan dan kebermanfaatan penulisan hukum ini. Demikian, semoga tesis ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan pada umumnya dan ilmu hukum pada khususnya.
Palembang, Juli 2021 Penulis,
Ressy Prieta
xi ABSTRAK
Salah satu kegiatan dalam pembangunan perekonomian adalah pengadaan barang dan jasa yang bertujuan untuk mendapatkan barang atau jasa sesuai kebutuhan dengan harga yang terbaik. Pengadaan barang dan jasa tidak luput dari persaingan usaha diantara pelaku-pelaku usaha dan hukum di Indonesia telah mengatur tentang persaingan usaha dalam Undang – undang Nomor 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Namun demikian, didalam Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-08/ MBU/ 12/ 2019 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Badan Usaha Milik Negara terdapat aturan tentang penunjukan langsung kepada sesama BUMN sehingga perlu ditelaah dari sisi hukum persaingan usaha. Dengan terbitnya Peraturan Menteri ini berimplikasi secara yuridis dan praktis pada pengadaan barang dan jasa di PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, dimana sebagai BUMN dimandatkan untuk mengikuti peraturan Menteri tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif, dengan menyimpulkan : 1.Secara aspek yuridis penunjukan langsung ke sesama BUMN tersebut melanggar prinsip persaingan usaha yang sehat sebagaimana diatur dalam UU Nomor 5 tahun 1999 2. Permen BUMN Nomor Nomor PER- 08/ MBU/ 12/ 2019 tersebut berimplikasi yuridis dan praktis terhadap pengadaan barang dan jasa di PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. 3. Perlunya peningkatan peranan dari Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) dalam pengadaan barang dan jasa di BUMN.
Kata kunci : Persaingan Usaha; Pengadaan Barang dan Jasa; BUMN
Pembimbing I,
Dr. M. Syaifuddin, S.H., M.Hum NIP. 197307281998021001
Pembimbing II,
H. Herman Adriansyah, S.H., Sp.N., M.H
Ketua Program Studi Magister Kenotariatan,
Dr. Hj. Annalisa Y, S.H., M.Hum NIP. 196210251987032002
xii ABSTRACT
One of the activities in economic development is the procurement of goods and services aiming at obtaining goods or services needed at the best price. The procurement of goods and services is inseparable from business competition between business actors. Law in Indonesia has regulated business competition in Undang – undang Nomor 5 tahun 1999 concerning Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. However, there are rules regarding direct appointments to other State-Owned Enterprises (BUMN) in the Regulation of Menteri BUMN Nomor Nomor PER-08/ MBU/ 12/ 2019 concerning Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Badan Usaha Milik Negara. This needs to be examined from the viewpoints of business competition law. The issuance of this Ministerial regulation has legal and practical implications for the procurement of goods and services at PT Semen Baturaja (Persero) Tbk where as a BUMN, it is mandate to obey the Ministerial Regulation. This study uses normative legal research. It was concluded that : 1. From a judicial aspect, direct appointment to other BUMN violated the principle of fair business competition as regulated in Undang – undang Nomor 5 tahun 1999. 2. Regulation of Menteri BUMN Nomor PER-08/ MBU/ 12/
2019 had juridical and practical implications for the procurement of goods and services at PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. 3. The role of the Business Competition Supervision Commission (KPPU) needed to be increased in the procurement of goods and services in BUMN.
Keywords : Business Competition; Procurement of Goods and Services; BUMN
Advisor I, Advisor II,
Dr. Muhammad Syaifuddin, S.H.,M.Hum H. Herman Adriansyah, S.H., Sp.N., M.H NIP. 197307281998021001
Approved by,
The Head of Notary Masters Study Program
Dr. Hj. Annalisa Y, S.H., M.Hum NIP. 196210251987032002
xiii DAFTAR ISI
HALAMAN COVER ... i
HALAMAN PENGESAHAN TESIS ... ii
HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS TESIS... iii
HALAMAN PERSETUJUAN TESIS ... iv
HALAMAN TIM PENGUJI TESIS ... v
HALAMAN UCAPAN TERIMA KASIH ... vi
HALAMAN PERSEMBAHAN ... ix
KATA PENGANTAR ... x
ABSTRAK (INDONESIA) ... xi
ABSTRAK (INGGRIS) ... xii
DAFTAR ISI ... xii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 12
C. Tujuan Penelitian ... 12
D. Manfaat Penelitian ... 13
E. Kerangka Teori ... 14
1. Grand Theory ... 14
2. Middle Theory ... 16
3. Applied Theory ... 20
F. Kerangka Konseptual ... 24
G. Metode Penelitian ... 26
1. Jenis Penelitian... 27
2. Pendekatan Penelitian ... 27
3. Bahan Hukum Penelitian ... 28
4. Teknik Pengumpulan Bahan Hukum Penelitian... 29
5. Teknik Pengolahan Bahan Hukum Penelitian ... 30
6. Teknik Penarikan Kesimpulan ... 31
xiv
BAB II BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN), PENGADAAN BARANG & JASA DAN PERSAINGAN USAHA
A. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ... 32
1. Latar Belakang BUMN ... 32
2. Tujuan BUMN ... 37
3. Fungsi BUMN ... 39
4. Bentuk – Bentuk BUMN ... 40
B. Pengadaan Barang dan Jasa BUMN ... 41
1. Pengertian Pengadaan Barang dan Jasa BUMN ... 41
2. Tujuan Pengadaan Barang dan Jasa / BUMN ... 44
3. Prinsip – Prinsip Pengadaan Barang dan Jasa BUMN ... 45
4. Cara Pengadaan Barang dan Jasa BUMN ... 46
5. Aktivitas Pengadaan Barang dan Jasa BUMN secara Umum 48 6. Etika Pengadaan Barang dan Jasa BUMN ... 49
C. Persaingan Usaha ... 52
1. Pengertian Persaingan Usaha ... 52
2. Dasar Hukum Persaingan Usaha ... 54
3. Ruang Lingkup Persaingan Usaha ... 56
BAB III PEMBAHASAN A. Penunjukan Langsung kepada BUMN sebagai Mandatory Peraturan Menteri BUMN Nomor 8 tahun 2019 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa BUMN dalam Perspektif Hukum Persaingan Usaha 1. Penunjukan Langsung sebagai Perwujudan Sinergi BUMN 67
2. Kedudukan Hukum Permen BUMN Nomor 8 tahun 2019 dalam Peraturan Perundang-undangan di Indonesia .... 72
B. Implikasi Yuridis dan Praktis Penunjukan Langsung kepada BUMN terhadap Persaingan Usaha dalam Pengadaan Barang & Jasa di PT Semen Baturaja (Persero) Tbk ... 86
xv
1. Implikasi Yuridis Penunjukan Langsung kepada BUMN dalam Pengadaan Barang & Jasa di SMBR ... 86 2. Implikasi Praktis Penunjukan Langsung kepada BUMN
dalam Pengadaan Barang & Jasa di SMBR ... 90 C. Peranan KPPU dalam Pengadaan Barang dan Jasa BUMN ... 95 1. Latar Belakang KPPU ... 95 2. Kewenangan dan Peranan KPPU ... 97
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan ... 102 B. Saran ... 104
DAFTAR PUSTAKA ... 106 LAMPIRAN - LAMPIRAN
xvi BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dunia bisnis merupakan dunia yang banyak terkait dengan berbagai aspek yang turut terlibat, baik langsung maupun tidak langsung dengan dunia bisnis. Keterkaitan tersebut pada akhirnya mengharuskan para pelaku usaha didunia bisnis harus tunduk pada suatu aturan atau rambu – rambu yang terbentuk dalam dunia bisnis tersebut.
Salah satu aspek yang mengatur perilaku para pelaku usaha adalah aspek hukum, yang sangat diperlukan dalam mengatur lancarnya jalan bisnis karena dapat mencegah timbulnya permasalahan dalam dunia bisnis maupun konflik antara sesama pelaku usaha berupa persaingan usaha yang tidak sehat.
Persaingan usaha tersebut dapat berimplikasi positif jika berada dalam iklim persaingan yang sehat, tetapi dapat juga berimplikasi negatif jika dijalankan dengan perilaku negatif dan didukung oleh sistem ekonomi yang tidak mengedepankan persaingan sehingga menyebabkan persaingan tidak kompetitif.1
Namun disisi lain, persaingan usaha dapat membuat para pelaku usaha untuk terus berinovasi, menggunakan teknologi yang tepat serta
1 Menurut Mustofa Kamal Rokan dalam Tesis Yoga Tri Rizaldi, Implikasi Penunjukan Langsung terhadap Persaingan Usaha dalam Pengadaan Jasa E-Pos (Electronic Point of Sales) di Bandar Udara Soekarno Hatta, Universitas Islam Indonesia, 2017.
xvii
berupaya untuk mempunyai sistem manajemen yang baik sehingga biaya produksi bisa lebih rendah dan berdampak pada murahnya harga suatu produk yang pada akhirnya bisa memenangkan suatu persaingan usaha.
Di Indonesia pengaturan larangan praktik persaingan usaha tidak sehat diatur didalam Undang – undang Nomor 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat dimana salah satu yang melatarbelakangi lahirnya Undang – undang tersebut adalah untuk menjaga kepentingan umum dan menegakkan efisiensi ekonomi nasional sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, efisiensi ekonomi nasional dalam konteks ini merupakan cara kesejahteraan rakyat tercipta.2 Dengan demikian dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan bekerjanya ekonomi pasar yang sehat.
Salah satu kegiatan dalam pembangunan perekonomian adalah pengadaan barang dan jasa yang juga tidak luput dari persaingan – persaingan antara pelaku usaha, baik pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah maupun di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Persaingan ada dengan tujuan untuk menciptakan kompetisi di antara para penyedia barang dan jasa, sehingga konsumen dapat memilih mana perusahaan yang menawarkan produk dan harga yang sesuai dengan kebutuhan demi tercapainya sebuah efisiensi ekonomi. Untuk itu, baik pengadaan barang dan jasa di Pemerintahan maupun BUMN memerlukan
2 Isis Ikhwansyah, Man S. Sastrawidjaja, dkk, Hukum Perusahaan – Analisis Privatisasi BUMN dalam Hukum Persaingan Usaha Tidak Sehat, Refika, 2019.
xviii
suatu regulasi yang harus dipatuhi oleh penyelenggara pengadaan barang/jasa maupun calon penyedia barang dan jasa.
Dalam lingkungan Pemerintahan, regulasi yang mengatur pengadaan barang dan jasa telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 16 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah dan telah mengalami beberapa kali perubahan atau penyempurnaan sebagaimana terakhir diubah dalam Peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 16 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/
Jasa Pemerintah. Perubahan atau penyempurnaan tersebut tidak lain dan tidak bukan bertujuan untuk mendapatkan barang atau jasa yang berkualitas sehingga dapat bermanfaat secara optimal dalam pembangunan. 3
Adapun prinsip – prinsip mendasar yang terdapat dalam proses pengadaan barang dan jasa baik di Pemerintahan maupun BUMN antara lain prinsip keterbukaan (transparansi), non-diskriminatif serta efektivitas dan efisiensi.
Keterbukaan berarti pengadaan barang dan jasa tersebut terinformasi dengan luas kepada masyarakat yang berpotensi sebagai calon penyedia barang dan jasa. Calon penyedia barang dan jasa juga harus diperlakukan dengan adil dan tidak adanya perlakuan yang berbeda dalam setiap tahapannya diantara para peserta tender. Dengan prinsip – prinsip tersebut diharapkan akan diperoleh barang atau jasa yang tepat dan
3 Anna Maria Tri Anggraini, Sinergi BUMN dalam Pengadaan Barang dan/atau Jasa dalam Perspektif Persaingan Usaha, Komisi Pengawas Persaingan Usaha.
xix
terukur sesuai dengan kebutuhan pembangunan negara maupun untuk BUMN itu sendiri.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah dalam meningkatkan sistem pengadaan yang transparan, adil, efektif dan efisien adalah dengan melalui metode e-procurement, yaitu system pengadaan barang dan jasa secara elektronik. Namun hal ini tidak lantas menjamin pengadaan barang dan jasa bebas dari tindakan kolusif baik secara vertikal yang melibatkan peserta dan panitia maupun secara horizontal yang melibatkan sesama peserta tender.
Begitu pula dalam pengadaan barang dan jasa di BUMN yang telah memiliki peraturan tersendiri dalam tata cara pelaksanaannya. Diawali dengan Peraturan Menteri (Permen) BUMN Nomor PER-5/MBU/2008 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Badan Usaha Milik Negara. Permen tersebut bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, mendukung penciptaan nilai tambah BUMN, menyederhanakan dan mempercepat proses pengambilan keputusan, meningkatkan kemandirian, tanggung jawab dan profesionalisme, meningkatkan penggunaan produksi dalam negeri, meningkatkan sinergi BUMN dan/atau anak perusahaan yang pada akhirnya bisa memberikan manfaat optimal bagi negara dalam pembangunan dengan berlandaskan pada asas – asas yang mengandung prinsip efisien, efektif, kompetitif, transparan, adil dan wajar serta akuntabel. Permen BUMN tersebut diberlakukan bagi
xx
pengadaan barang dan jasa yang pembiayaannya tidak secara langsung menggunakan dana APBN/APBD.
Dalam mendukung kebijakan dari Permen BUMN Nomor PER- 5/MBU/2008 tersebut, diatur suatu ketentuan mengenai sinergi BUMN dalam proses pengadaan barang dan jasa, yaitu didalam Pasal 2 ayat 4 yang berbunyi ”Pengguna barang dan jasa mengutamakan sinergi antar BUMN dan/atau Anak Perusahaan sepanjang barang dan jasa tersebut merupakan hasil produksi BUMN dan/atau Anak Perusahaan yang bersangkutan, dan sepanjang kualitas, harga, dan tujuannya dapat dipertanggungjawabkan.”
Adapun tujuan dari sinergi BUMN adalah melakukan proses pengadaan barang dan jasa secara cepat, fleksibel, kompetitif, efisien dan efektif tanpa kehilangan momentum bisnis sehingga mengakibatkan kerugian Perusahaan. Tujuan dan alasan hukum yang tampaknya filosofis tersebut ternyata menimbulkan dua kesimpulan yang berbeda, terutama berkaitan dengan penunjukan langsung kepada sesama Disamping itu, berbagai alasan tersebut dapat menyimpang dari tujuan semula, jika penyelenggaraan di lapangan tidak memiliki pemahaman tentang maksud dan tujuan pembentukan regulasi tersebut. Bahkan jika terjadi kesalahan dalam mengelola BUMN tersebut, akan mengakibatkan multiplier effect, baik terhadap perusahaan khususnya dan kerugian negara secara luas.4
4 Anna Maria Tri Anggraini, Jurnal Mimbar Hukum Vol. 25 No. 3, Oktober 2013, hlm. 447-448.
xxi
Pada kenyataannya, ketentuan mengenai sinergi BUMN yang wujudkan dengan penunjukan langsung kepada sesama BUMN atau anak usaha BUMN tersebut menimbulkan berbagai macam polemik, dimana pihak swasta beranggapan bahwa klausul tersebut mendiskriminasikan para pelaku usaha swasta karena terjadi hambatan untuk bisa masuk (barrier to entry) ke dalam pengadaan barang/ jasa BUMN.
Pada tahun 2012, Kementerian BUMN melakukan beberapa perubahan pada Permen BUMN No. PER-05/MBU/2008 sehingga kemudian terbitlah Permen BUMN No. PER-15/MBU/2012 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-05/MBU/2008 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Badan Usaha Milik Negara. Salah satu latar belakang penerbitan Permen BUMN No. PER-15/MBU/2012 ini adalah sebagai bentuk lanjutan dukungan atas dilakukannya sinergi BUMN dan sinergi BUMN dengan anak perusahaan.
Hal ini dapat dilihat dari adanya perubahan bunyi Pasal 2 ayat 4 yang mengatur tentang sinergi BUMN, bunyi Pasal tersebut menjadi ”Pengguna Barang dan Jasa mengutamakan sinergi antar BUMN, Anak Perusahaan BUMN, dan/atau Perusahaan Terafiliasi BUMN atau antar Anak Perusahaan BUMN dan/atau antar Perusahaan Terafiliasi BUMN, dalam rangka meningkatkan efisiensi usaha atau perekonomian.”5
Pada bulan Desember tahun 2019, terjadi pembaharuan regulasi pengadaan barang/ jasa di BUMN yang tertuang dalam Permen BUMN
5 Yoga Tri Rizaldi, Op.cit, halaman 3
xxii
Nomor PER-08/MBU/12/2019 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Badan Usaha Milik Negara. Dalam Permen ini aturan mengenai sinergi BUMN tercantum didalam beberapa Pasal, yaitu : 1. Pasal 3 hururf i yang menyatakan bahwa salah satu tujuan Permen
tersebut adalah untuk meningkatkan sinergi antar BUMN, Anak Perusahaan dan/ atau Perusahaan terafiliasi BUMN;
2. Pasal 4 ayat (4) yang menyebutkan bahwa pengguna barang dan jasa dapat melakukan sinergi antar BUMN/ Anak Perusahaan/ Perusahaan Terafiliasi BUMN;
3. Pasal 5 huruf h yang menerangkan bahwa pengadaan barang dan jasa wajib menerapkan kebijakan antara lain untuk memberikan kesempatan kepada anak perusahaan dan/atau sinergi antar BUMN/ Anak Perusahaan/ Perusahaan terafiliasi BUMN;
4. Pasal 13 ayat 2 yang menyatakan bahwa penunjukan langsung dapat dilakukan apabila memenuhi salah satu syarat diantaranya adalah penyedia barang dan jasa adalah BUMN, Anak Perusahaan atau Perusahaan Terafiliasi BUMN sepanjang kualitas, harga dan tujuannya dapat dipertanggungjawabkan dan barang dan jasa yang dibutuhkan merupakan produk atau layanan sesuai dengan bidang usaha dari penyedia barang dan jasa yang bersangkutan.
Syarat – syarat penunjukan langsung yang mencantumkan dapat menunjuk langsung BUMN atau Anak Usaha BUMN atau perusahaan terafiliasi BUMN diharapkan dapat mengefisiensikan proses pengadaan dan
xxiii
efisiensi ekonomi. Namun disisi lain, penunjukan langsung ke sesama BUMN ini dapat menimbulkan diskriminatif bagi penyedia barang dan jasa swasta, sehingga perlu untuk ditelaah dari sisi persaingan usaha yang sehat sebagaimana telah diatur didalam UU Nomor 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.
Dengan terbitnya Permen BUMN tersebut, maka aturan mengenai pengadaan barang dan jasa di BUMN wajib untuk disesuaikan atau bagi BUMN yang berbentuk persero terbuka pemberlakuan Permen ini dapat dikukuhkan didalam RUPS atau dapat mengadopsi secara langsung dalam Peraturan Direksi.
Agar pelaksanaan pengadaan barang dan jasa yang diselenggarakan oleh BUMN tersebut tetap comply terhadap peraturan perundang – undangan yang berlaku dan prinsip Good Corporate Governance (GCG), maka diperlukan suatu tindakan preventif yang secara komprehensif menyentuh BUMN itu sendiri, seluruh vendor maupun stakeholder lainnya.
Salah satunya adalah adanya pengawasan dari lembaga independent dalam hal ini Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) yang sangat diperlukan dalam memberikan advokasi kepada penyelenggara pengadaan barang dan jasa sehingga dapat mencegah terjadinya praktik – praktik yang melanggar Undang – undang Nomor 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.
PT Semen Baturaja (Persero) Tbk atau disingkat SMBR merupakan salah satu BUMN terbuka (Tbk) yang bergerak dibidang industri semen dan
xxiv
berkedudukan dikota Palembang serta mempunyai 3 (tiga) pabrik di Baturaja, Palembang dan Panjang – Bandar Lampung dan berkantor pusat di kota Palembang dimana modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan. Hal ini mengakibatkan SMBR tunduk kepada beberapa peraturan yang menjadi pedoman dalam melakukan kegiatan usahanya termasuk dalam pengadaan barang dan jasa. Untuk itu, SMBR menerapkan aturan tentang tata cara pengadaan barang dan jasa yang dituangkan didalam Standard Operating Procedure (SOP) Pengadaan Barang dan Jasa Nomor SK Direksi Nomor : PH. 01.04/ 022.A/ 2020.
Didalam SOP tersebut, SMBR telah mengatur mengenai sinergi BUMN dengan mencantumkan ketentuan dalam poin 5.2.15 yang menyatakan bahwa pengguna barang & jasa mengutamakan sinergi antara BUMN dan/atau anak perusahaan sepanjang barang tersebut merupakan hasil produksi BUMN dan/atau anak perusahaan yang bersangkutan dan sepanjang kualitas, harga dan tujuannya dapat dipertanggungjawabkan baik dari segi fisik, keuangan dan manfaatnya. Juga didalam poin 5.2.17.2 huruf p yang mengatur bahwa penunjukan langsung dapat dilakukan apabila memenuhi salah satu persyaratan yang salah satunya adalah penyedia barang & jasa adalah BUMN, anak perusahaan BUMN atau perusahaan terafiliasi BUMN, usaha kecil dan/atau mikro, atau perusahaan yang ditunjuk telah mendapatkan persetujuan dari Direksi sepanjang kualitas, harga dan tujuannya dapat dipertanggungjawabkan dan barang &
xxv
jasa yang dibutuhkan merupakan produk atau layanan sesuai dengan bidang usaha dari penyedia barang & jasa bersangkutan.
Implementasi sinergi BUMN telah diterapkan di SMBR salah satunya adalah penunjukan langsung kepada PT Dahana sebagai pelaksana jasa pekerjaan pengeboran dan peledakan batu kapur dengan Perjanjian Nomor : HK. 00.08/ 075 B/ 2019 , PT Bukit Asam (Persero) Tbk sebagai pemasok batubara dengan nomor Perjanjian HK. 01.08/114A/2020 dan beberapa BUMN lainnya sebagai pemasok barang dan jasa di SMBR.
Dalam menerapkan sinergi BUMN, SMBR mengacu pada SOP yang merupakan payung hukum yang dibuat berdasarkan mandatory dari Permen BUMN Nomor 8 tahun 2019, namun hal ini perlu ditelaah lebih lanjut bagaimanakah Permen BUMN tersebut apabila ditinjau dari sisi prinsip – prinsip persaingan usaha sebagaimana termaktub didalam UU Nomor 5 tahun 1999. Serta bagaimana sinergi BUMN dalam hal ini penunjukan langsung kepada sesama BUMN dapat mempengaruhi atau berimplikasi terhadap persaingan usaha dalam pengadaan barang dan jasa SMBR.
Dari uraian tersebut diatas, penulis akan membahas dan menganalisis mengenai “Penunjukan Langsung Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam Kaitannya dengan Persaingan Usaha Pengadaan Barang dan Jasa (Studi pada PT Semen Baturaja (Persero) Tbk)”.
xxvi B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang sebagaimana telah disampaikan diatas, maka rumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut : 1. Bagaimanakah ketentuan hukum penunjukan langsung BUMN sebagai
mandatory dari Permen BUMN Nomor 8 tahun 2019 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Badan Usaha Milik Negara dalam perspektif hukum persaingan usaha?
2. Bagaimanakah implikasi yuridis dan praktis penunjukan langsung BUMN terhadap persaingan usaha dalam pengadaan barang dan jasa di SMBR?
3. Bagaimanakah peranan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam pengadaan barang dan jasa di BUMN?
C. Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk menganalisa ketentuan hukum penunjukan langsung kepada BUMN sebagai mandatory dari Permen BUMN Nomor 8 tahun 2019 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Badan Usaha Milik Negara dilihat dari perspektif hukum persaingan usaha.
2. Untuk menjelaskan implikasi yuridis dan praktis penunjukan langsung kepada BUMN terhadap persaingan usaha dalam pengadaan barang dan jasa di SMBR.
xxvii
3. Untuk menjelaskan peranan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam pengadaan barang dan jasa di BUMN.
D. Manfaat Penelitian
Dengan penelitian ini, penulis berharap untuk bisa memberikan manfaat, antara lain :
a. Manfaat secara teoritis
Untuk pengembangan ilmu hukum pengadaan barang dan jasa BUMN khususnya terkait dengan penunjukan langsung kepada BUMN dan juga untuk pengembangan ilmu hukum persaingan usaha, hukum pengadaan barang dan jasa dan hukum kenotariatan.
b. Manfaat secara Praktis
Bermanfaat sebagai bahan masukan atau pertimbangan bagi :
1) PT Semen Baturaja (Persero) Tbk khususnya unit kerja Division Procurement sebagai masukan dan pengetahuan dalam melaksanakan proses pengadaan barang dan jasa;
2) BUMN baik yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan SMBR sebagai masukan dan pengetahuan dalam melaksanakan proses pengadaan barang dan jasa;
3) Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) sebagai masukan dan pertimbangan dalam melakukan pengawasan terhadap pengadaan barang dan jasa di BUMN;
4) Pihak swasta yang terlibat dalam pengadaan barang dan jasa BUMN
xxviii
sebagai ilmu pengetahuan dalam memahami pengadaan barang dan jasa di BUMN.
E. Kerangka Teori Teori merupakan konsep – konsep yang berhubungan satu sama
lainnya yang mengandung suatu pandangan sistematis dari suatu fenomena. Atau secara umum dapat pula disimpulkan bahwa teori adalah analisis hubungan antara fakta yang satu dengan fakta yang lain pada sekumpulan fakta-fakta yang disusun secara sistematis, logis (rasional), empiris (kenyataan), juga simbolis dalam menjelaskan suatu fenomena.
Dalam penelitian ini, kerangka teori yang akan diambil dalam menjawab rumusan masalah adalah :
1. Grand Theory
Grand theory dalam penelitian ini menggunakan teori keadilan yang menurut Hans Kelsen dalam bukunya General Theory of Law and State, berpandangan bahwa hukum sebagai tatanan sosial yang dapat dinyatakan adil apabila dapat mengatur perbuatan manusia dengan cara yang memuaskan sehingga dapat menemukan kebahagian didalamnya. Pandangan Hans Kelsen ini pandangan yang bersifat positifisme, nilai-nilai keadilan individu dapat diketahui dengan aturan-aturan hukum yang mengakomodir nilai-nialai umum, namun tetap pemenuhan rasa keadilan dan kebahagian diperuntukan tiap
xxix
individu.6 Selain itu, teori keadilan juga dikembangkan oleh Aristoteles yang menyatakan bahwa kata adil mengandung lebih dari satu arti. Adil menurut hukum adalah yang semestinya, seseorang dianggap tidak adil apabila mengambil melebihi dari apa yang semestinya. Aristoteles juga berpendapat bahwa adil juga merupakan suatu kesamaan, baik itu kesamaan numerik maupun kesamaan proporsional. Kesamaan numerik mempersamakan setiap manusia sebagai satu unit. Sementara itu kesamaan proposional memberi tiap orang apa yang menjadi haknya sesuai dengan kemampuannya atau prestasinya.7
Keadilan merupakan sesuatu hal yang fundamental dalam hukum. Kaum Naturalis menyampaikan bahwa tujuan utama hukum adalah keadilan, namun terdapat sifat relatifisme dalam keadilan, karena sifatnya yang abstrak, luas, dan kompleks seringkali mengambang. Sedangkan tujuan hukum harus lebih realistis. Namun, kendatipun keadilan bukan merupakan tujuan hukum satu satunya akan tetapi tujuan hukum yang paling substansif adalah keadilan. 8
Atas dasar konsep keadilan diatas, diharapkan dalam penunjukan langsung terhadap BUMN harus berlandaskan pada suatu pertimbangan yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga
6 Hans Kelsen, , 2011, General Theory of Law and State, diterjemahkan oleh Rasisul Muttaqien, Bandung, Nusa Media, hlm. 7.
7 Wiryaningsih. 2018. “Konsep Keadilan Menurut Filsafat Hukum Islam dalam Perkawinan Poligami”. Jurnal Hukum dan Pembangunan Fakultas Hukum 48,No. 3 Tahun 2018 Juli: 14
8 Wiryaningsih. Op Cit. Hlm. 13
xxx
rasa keadilan dapat dirasakan sehingga praktik - praktik persaingan usaha tidak sehat dapat dihindari.
2. Middle Theory
Dalam tulisan ini, middle theory yang digunakan adalah teori kepastian hukum dan teori perlindungan hukum.
a. Teori Kepastian Hukum
1) Menurut Hans Kelsen, hukum adalah sebuah norma yang menekankan aspek “seharusnya”atau “das sollen” dengan menyertakan beberapa peraturan tentang apa yang harus dilakukan. Norma – norma adalah produk dan aksi manusia yang deliberatif. Undang – undang adalah aturan yang bersifat umum dan menjadi pedoman dalam bertingkah laku bermasyarakat, baik sesama individu maupun dalam hubungannya dengan masyarakat. Aturan – aturan itu dan pelaksanaannya tersebut menimbulkan kepastian hukum.
2) Menurut Utrecht, kepastian hukum mengandung dua pengertian, yaitu aturan yang bersifat umum membuat individu tahu mana yang seharusnya perbuatan tersebut boleh dilakuan atau tidak dan kedua berupa keamanan hukum bagi individu dari kesewenang – wenangan Pemerintah.
Kepastian hukum diwujudkan oleh hukum dengan sifatnya yang hanya membuat suatu aturan hukum yang bersifat umum.
xxxi
Dari sifat umum itulah dapat diketahui bahwa aturan tersebut dibuat bukan untuk memberikan rasa keadilan atau kemanfaatan tetapi hanya sebatas kepastian saja.
b. Teori Perlindungan Hukum
Dalam teori perlindungan hukum, ada beberapa pendapat beberapa ahli sebagai berikut :
1) Menurut Fitzgerald yang mengutip pendapat dari Salmond bahwa hukum bertujuan untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan berbagai macam kepentingan dalam masyarakat karena dalam suatu lalu lintas kepentingan tersebut, perlindungan terhadap kepentingan tertentu dapat dilakukan dengan cara membatasi berbagai kepentingan di lain pihak. Kepentingan hukum itu sendiri adalah mengurusi hak dan kepentingan manusia, sehingga hukum memiliki otoritas tertinggi untuk menentukan kepentingan manusia yang perlu untuk diatur dan dilindungi. Perlindungan hukum tersebut harus melihat tahapan yakni perlindungan hukum yang lahir dari suatu ketentuan hukum dan segala peraturan hukum yang diberikan oleh masyarakat yang pada dasarnya merupakan kesepakatan masyarakat tersebut untuk mengatur hubungan perilaku antara anggota - anggota masyarakat dan antara perseorangan dengan pemerintah yang dianggap
xxxii
mewakili kepentingan masyarakat.9
2) Menurut Satjipto Rahardjo, perlindungan hukum adalah memberikan pengayoman terhadap hak asasi manusia (HAM) yang dirugikan orang lain dan perlindungan itu diberikan kepada masyarakat agar dapat menikmati semua hak-hak yang diberikan oleh hukum10.
3) Menurut Phillipus M. Hadjon, bahwa perlindungan hukum diberikan bagi rakyat sebagai tindakan pemerintah yang bersifat preventif dan resprensif. Perlindungan Hukum yang preventif bertujuan untuk mencegah terjadinya sengketa, yang mengarahkan tindakan pemerintah bersikap hati-hati dalam pengambilan keputusan berdasarkan diskresi sedangkan perlindungan yang bersifat resprensif bertujuan untuk mencegah terjadinya sengketa, termasuk penanganannya di lembaga peradilan.11
4) Menurut Lili Rasjidi dan I.B Wysa Putra berpendapat bahwa hukum dapat difungsikan untuk mewujudkan perlindungan yang sifatnya bukan hanya sekedar adaptif dan fleksibel saja, melainkan juga predektif dan antipatif.12
Dari teori kepastian hukum dan perlindungan hukum sebagaimana diuraikan oleh para ahli diatas, maka dapat memberikan
9 Satjipto Raharjo, Ilmu Hukum , Bandung : PT. Citra Aditya Bakti, 2000, h. 53
10 Ibid, h. 69
11 Ibid, h. 54
12 Lili Rasjidi dan I.B Wysa Putra, Hukum Sebagai Suatu Sistem, (Bandung : Remaja Rusdakarya, 1993) h. 118
xxxiii
gambaran bahwa didalam suatu hubungan bisnis pada umumnya dan pada saat mengikuti proses pengadaan barang dan jasa pada khususnya, baik itu pengadaan barang dan jasa pemerintah maupun pengadaan barang dan jasa BUMN memerlukan suatu kepastian hukum sebagai pedoman yang jelas, tetap, konsisten dan konsekuen yang pelaksanaannya tidak dapat dipengaruhi oleh keadaan-keadaan yang sifatnya subjektif. Sedangkan para pelaku usaha maupun penyelenggara pengadaan barang dan jasa sebagai suatu subjek memerlukan perlindungan hukum yang dapat melindungi hak – hak dan kepentingan mereka sesuai dengan aturan hukum, baik itu yang bersifat preventif maupun dalam bentuk yang bersifat represif, baik yang secara tertulis maupun tidak tertulis dalam rangka menegakkan peraturan hukum. Dengan adanya kepastian hukum dan perlindungan hukum diharapkan tujuan hukum berupa keadilan dapat tercapai.
3. Applied Theory
Teori aplikasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1) Teori Persaingan Usaha,
Pada abad ke-4 Sebelum Masehi (SM), salah satunya ketika Kautly didalam perjanjian ekonominya yang monumental, Arthashastra yang telah menentukan norma – norma yang melarang tingkah laku anti kompetitif yang sedemikian rupa.
Kartel diakui terjadi dan dilarang pada masa Imperium Roma
xxxiv
(Byzantium). Di Inggris, Menurut Geis, pada masa Raja Henry III (1216-1272) memerintah, menyatakan bahwa barang siapa yang menimbun makanan sehingga demikian menguasai harga barang, diancam dengan pidana.13
Selain itu, Adam Smith pada beberapa abad yang lalu sudah mengatakan bahwa para pelaku usaha sangat sulit untuk menemukan kebersamaan. Dia mengamati bahwa pihak – pihak dalam perdagangan yang sama sangat sulit untuk menemukan kebersamaan sekalipun untuk bersukaria maupun untuk hiburan, akan tetapi pembicaraan mereka seringkali diakhiri dengan konspirasi yang bertentangan dengan kepentingan umum atau dalam beberapa pertemuan, para pihak dalam perdagangan mereka akhirnya menaikkan harga.14
Dalam kamus manajemen, persaingan bisnis terdiri dari:
a) Persaingan sehat (healthy competition), yaitu persaingan antara perusahaan-perusahaan atau pelaku bisnis yang diyakini tidak akan menuruti atau melakukan tindakan yang tidak layak dan cenderung mengedepankan etika-etika bisnis.15
b) Persaingan gorok leher (cut throat competition), yaitu persaingan yang merupakan bentuk persaingan yang tidak sehat atau tidak fair, dimana terjadi perebutan pasar antara
13 J.E Sahetapy, Kejahatan Korporasi, (Bandung : Eresco, 1994), hlm. 4.
14 Binoto Nadapdap, Hukum Persaingan Usaha, (Jakarta : Jala Permata Aksara, 2019), hlm. 2
15 http://digilib.uinsby.ac.id/1734/5/Bab%202.pdf, diakses tanggal 16 Desember 2020, pukul 10.38 WIB.
xxxv
beberapa pihak yang melakukan usaha yang mengarah pada menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan pesaingnya, sehingga salah satu dapat tersingkir dari pasar dan salah satunya menjual barang dibawah harga pasaran.16
Saat ini, persaingan merupakan kondisi real yang dihadapi oleh setiap orang. Kompetisi dan persaingan tersebut dapat dihadapi secara positif atau negatif, tergantung pada sikap dan mental persepsi kita dalam memaknainya. Persaingan merupakan semacam upaya untuk mendukuki posisi yang lebih unggul di dalam dunia usaha. Bila jumlah pesaing cukup banyak dan seimbang, maka persaingan akan lebih seimbang. Namun apabila jumlah pesaing sama tetapi terdapat perbedaan sumber daya, maka terlihat mana yang akan menjadi market leader dan perusahaan mana yang merupakan pengikutnya.17
Dari uraian tersebut diatas, diharapkan pengertian serta prinsip-prinsip dalam persaingan usaha dapat benar – benar dipahami, sehingga masing – masing subjek hukum yang terlibat dalam hubungan hukum terkait dengan adanya praktik persaingan usaha terutama dalam keterlibatannya dalam pengadaan barang dan jasa dapat mengetahui hak dan kewajiban serta kepentingannya sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku.
16 Ibid
17 Jopie Jusuf, Analisis Kredit untuk Account Officer (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2008), 260.
xxxvi 2) Teori Pengadaan Barang dan Jasa
Ada beberapa teori dalam pengadaan barang dan jasa menurut para ahli, diantaranya :
a) H.Subagya M.S dalam Mahendra Romus dan Virna Museliza mengatakan bahwa Pengadaan ialah segala kegiatan dan usaha untuk menambah dan memenuhi kebutuhan barang dan jasa berdasarkan peraturan yang berlaku dengan menciptakan sesuatu yang tadinya belum ada menjadi ada.
b) Christopher & Schooner sebagaimana dikutip oleh Badzlina Daroyani Novitaningrum menyatakan bahwa Pengadaan atau procurement adalah kegiatan untuk mendapatkan barang atau jasa secara transparan, efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan dan keinginan penggunanya.18
c) Marbun mengungkapkan bahwa Pengadaan barang dan jasa adalah upaya mendapatkan barang dan jasa yang diinginkan yang dilakukan atas dasar pemikiran yang logis dan sistematis (the system of thought), mengikuti norma dan etika yang berlaku, berdasarkan metode dan proses pengadaan yang baku.
Dari teori pengadaan barang dan jasa diatas dapat disimpulkan bahwa pada hakikatnya tujuan dari diadakannya pengadaan barang dan jasa adalah untuk mendapatkan barang
18 http://repository.unpas.ac.id/13538/4/BAB%202.pdf, diakses tanggal 08 Januari 2021, pukul 14.15
xxxvii
atau jasa yang sesuai dengan keinginan dengan cara yang tetap mengedepankan prinsip – prinsip transparan, efektif dan efisien serta mematuhi norma – norma dan ketentuan yang berlaku.
F. Kerangka Konseptual 1. Implikasi
Menurut Islamy (2003, 114-115), implikasi adalah segala sesuatu yang telah dihasilkan dengan adanya proses perumusan kebijakan.
Dengan kata lain implikasi adalah akibat-akibat dan konsekuensi- konsekuensi yang ditimbulkan dengan dilaksanakannya kebijakan atau kegiatan tertentu.19
2. Persaingan Usaha
Persaingan merupakan perjuangan yang dilakukan oleh sekumpulan orang maupun badan usaha/ badan hukum yang berupaya untuk menampilkan keunggulan mereka dibidang perdagangan, produksi barang atau jasa, maupun persenjataan. Sedangkan usaha merupakan upaya untuk mencapai suatu tujuan. Dengan demikian, persaingan usaha itu sendiri adalah suatu kondisi dimana 2 (dua) pihak atau lebih dalam hal ini pelaku usaha yang saling berusaha mengungguli diri dari pihak lainnya untuk mencapai tujuan yang sama.
3. Pengadaan Barang dan Jasa PT Semen Baturaja (Persero) Tbk
Pada hakikatnya pengadaan barang/jasa adalah upaya pihak
19 https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-implikasi/, diakses pada tanggal 16 Desember 2020, pukul 14.38
xxxviii
pengguna untuk mendapatkan atau mewujudkan barang/jasa yang dibutuhkannya, dengan menggunakan metode dan proses tertentu agar dicapai kesepakatan spesifikasi, harga, waktu, dan kesepakatan lainnya.20 Agar tujuan dari pengadaan barang/jasa tersebut dapat dilaksanakan sebaik-baiknya, maka kedua belah pihak yaitu pihak Pengguna dan Penyedia haruslah selalu berpatokan kepada filosofi pengadaan barang/jasa, tunduk kepada etika dan norma pengadaan barang/jasa yang berlaku, mengikuti prinsip-prinsip, metode dan proses pengadaan barang dan jasa yang baku.21
4. Penunjukan Langsung
Penunjukan langsung adalah metode pengadaan barang dan jasa dengan cara menunjuk langsung penyedia barang atau jasa.
Penunjukan langsung dapat dilakukan dengan kriteria sebagaimana diatur dalam Permen BUMN Nomor PER-08/MBU/12/2019 diantaranya dari sisi nilai, kondisi tertentu maupun hal – hal yang bersifat khusus.
G. Metode Penelitian
Metode penelitian merupakan langkah atau cara yang bersifat ilmiah berupa mengumpulkan, mengklasifikasikan, menganalisis dan menginterpretasikan fakta-fakta serta hubungan-hubungan untuk digunakan dalam memecahkan suatu permasalahan hukum yang bersifat
20 https://www.pengadaanbarang.co.id/2020/01/pengadaan-barang-dan-jasa.html, diakses pada tanggal 17 Desember 2020, pukul 08.49.
21 Ibid, diakses tanggal 17 Desember 2020, pukul 08.50
xxxix
akademik dan praktis, baik bersifat asas-asas hukum, norma-norma hukum yang hidup dan berkembang dalam masyarakat, maupun yang berkenaan dengan kenyataan hukum dalam masyarakat. Untuk itu, dalam tulisan ini Peneliti menggunakan beberapa perangkat penelitian guna memperoleh hasil yang maksimal, antara lain :
1. Jenis Penelitian
Pada penelitian ini menggunakan metode normatif yaitu jenis penelitian hukum dengan meneliti peraturan perundang-undangan, teori – teori dan konsep hukum maupun bahan - bahan hukum atau dokumen – dokumen lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini.
Didukung dengan melihat implementasi atau kejadian dilapangan.
Dari data yang dikumpulkan didapat fakta – fakta yang dibutuhkan sehingga dapat mengidentifikasi masalah dan pada akhirnya dapat menyelesaikan masalah.
2. Pendekatan Penelitian
Dalam penelitian ini, pendekatan penelitian yang digunakan adalah Statute Approach, yaitu pendekatan dengan menelahaan peraturan perundang – undangan yang berlaku berkaitan dengan masalah atau isu yang akan dihadapi. Dalam hal ini yang akan ditelaah adalah Undang – undang Nomor 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, Permen BUMN Nomor 8 tahun 2019 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Badan Usaha Milik Negara maupn peraturan perundang-
xl
undangan lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini.
3. Bahan Hukum Penelitian
Pada penelitian ini sumber data adalah data primer dan data sekunder, yaitu :
a) Bahan Hukum Primer
Yaitu bahan yang bersumber dari segala peraturan perundang – undangan yang berlaku yang berkaitan dengan objek penelitian ini.
b) Bahan Hukum Sekunder
Didapat dari sumber – sumber pustaka sebagai pelengkap bahan primer, meliputi buku – buku, jurnal, laporan, hasil penelitian, dan lain sebagainya. Dalam penelitian ini juga akan menggunakan data hasil wawancara yang ditranskripsikan sehingga dapat digunakan sebagai bahan pendukung dalam penelitian ini.
c) Bahan Hukum Tersier
Yaitu data yang sifatnya mendukung atau memberi petunjuk maupun penjelasan atas data – data primer dan sekunder yang telah diperoleh, dapat berupa ensiklopedia, kamus, termasuk jurnal maupun internet yang berkaitan dengan penelitian ini.
4. Teknik Pengumpulan Bahan Hukum Penelitian
Adapun teknik pengumpulan bahan hukum dalam penelitian ini adalah dilakukan dengan cara :
xli a) Penelitian Kepustakaan
Dilakukan untuk mengumpulkan data sekunder untuk digunakan sebagai bahan pendukung dan pelengkap dalam penelitian ini.
b) Penelitian Lapangan
Dilakukan dengan wawancara dilakukan langsung terhadap orang yang berwenang dalam mengeluarkan data terdiri dari :
1) Senior Manager Procurement, Plan and Control 2) Senior Manager Service Procurement
3) Senior Manager Spare Part and Material Procurement 4) Manager Sourcing
5) Manager Procurement Plan
6) Manager Technical Service Procurement 7) Manager General Service Procurement 8) Manager Raw Material Procurement
9) Manager Mechanical & Electrical Procurement 10) Manager General Procurement
c) Studi Dokumentasi
Yaitu teknik pengumpulan data berupa data tertulis atau gambar yang didapat secara resmi.
5. Teknik Pengolahan Bahan Hukum Penelitian
Data - data yang telah dikumpulkan kemudian diolah, dilakukan dalam bentuk penafsiran (interpretasi) terutama penafsiran
xlii
sistematis, yaitu dengan cara menghubungkan keterkaitan antara satu pasal dengan pasal yang lain dalam suatu undang-undang maupun peraturan perundang – undangan yang satu dengan lainnya untuk kemudian dianalisa dengan bahan penelitian lainnya untuk dianalisa.
Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara deskriptif kualitatif yaitu menguraikan data dalam bentuk kalimat yang mudah dipahami sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan dari keseluruhan data – data yang diperoleh dan dianalisis.
Terhadap metode kualitatif ini, maka akan dianalisis mengenai implikasi penunjukan langsung kepada BUMN terhadap persaingan usaha dalam pengadaan barang dan jasa di PT Semen Baturaja (Persero) Tbk.
6. Teknik Penarikan Kesimpulan
Penarikan kesimpulan dalam penelitian ini menggunakan silogisme hukum, yaitu proses penarikan suatu kesimpulan dengan
xliii
pola berpikir deduktif. Pola pikir deduktif yaitu penalaran yang bertolak dari aturan umum untuk menyimpulkan hal yang khusus.22
Proses yang terjadi dalam deduktif adalah konkretisasi, karena hal-hal yang telah dirumuskan secara umum kemudian diterapkan dalam keadaan khusus.23 Dengan demikian dapat disimpulkan bagaimana implikasi penunjukan langsung BUMN terhadap persaingan usaha dalam pengadaan barang dan jasa di PT Semen Baturaja (Persero) Tbk.
22 Sandi Lazuardy, Tesis “Legalisasi oleh Notaris terhadap Perjanjian Kredit Pemilikan Rumah antara Bank dengan Debitur”, Program Studi Magister Kenotariatan, Universitas Sriwijaya, 2018. hlm. 39
23 Ibid, hlm. 40
cxii
DAFTAR PUSTAKA
Buku – Buku
Abdulkadir Muhammad, Hukum Perusahaan Indonesia, PT Citra Aditya Bakti, Bandung, Cetakan IV, 2010, hlm. 169.
Abu Samah dan Roni Kurniawan, Hukum Anti Monopoli.
Aminuddin Ilmar, Hak Menguasai Negara dalam Privatisasi BUMN, Kencana Prenada Media Group, Jakarta, 2012.
Bagir Manan dan Kuntana Magnar, Beberapa Masalah Hukum Tata Negara, Alumni, Bandung, 1997.
Bahrul Ilmi Yakup, SH., MH, 2020, Dekonstruksi dan Reformulasi Hukum BUMN di Indonesia, Genta Publishing, Yogyakarta.
Binoto Nadapdap, 2019. Hukum Persaingan Usaha, Jakarta : Jala Permata Aksara.
Hans Kelsen, 2011. General Theory of Law and State, diterjemahkan oleh Rasisul Muttaqien, Bandung : Nusa Media
Hermansyah, Pokok-pokok Hukum Persaingan Usaha (Jakarta:kencana prenada media group.2008),
Isis Ikhwansyah, Man S. Sastrawidjaja, dkk, 2019. Hukum Perusahaan – Analisis Privatisasi BUMN dalam Hukum Persaingan Usaha Tidak Sehat, Bandung : Refika.
Janus Sidabalok, Hukum Perusahaan Analisis terhadap Pengaturan Peran
Perusahaan dalam Pembangunan Ekonomi Nasional di Indonesia, Nuansa Aulia, Bandung, 2012, hlm. 47.
Jopie Jusuf, Analisis Kredit untuk Account Officer. 2008. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
J.E Sahetapy, 1994. Kejahatan Korporasi, Bandung
Kasmir, Kewirausahaan , 2012. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada Cetakan ke-7 Lili Rasjidi dan I.B Wysa Putra, Hukum, 1993. Hukum sebagai Suatu Sistem,
Bandung : Remaja Rusdakarya
cxiii
Man S. Sastrawidjaja, Bunga Rampai Hukum Dagang, Alumni, Bandung, 2005.
Man S Sastrawidjaja dan Rai Mantili, Perseroan Terbatas menurut Tiga Undang – undang, Jilid 1, PT Alumni, 2010, hlm. 140.
Satjipto Raharjo, 2000. Ilmu Hukum, Bandung : PT. Citra Aditya Bakti
Soerjono Soekanto. 1986. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: Universitas Indonesia
Wawan Zulmawan, 2020, Best Value for Money Pengadaan Barang/ Jasa BUMN, Jala Permata Aksara, Jakarta, hlm. 2.
Peraturan Perundang-undangan dan peraturan lainnya
Indonesia, Undang – undang Nomor 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.
Indonesia, Undang – undang Nomor 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara
Indonesia, Undang – undang Nomor 12 tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.
Indonesia, Peraturan Menteri (Permen) BUMN Nomor PER-5/MBU/2008 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Badan Usaha Milik Negara
Indonesia, Peraturan Menteri BUMN No. PER-15/MBU/2012 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor PER- 05/MBU/2008 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Badan Usaha Milik Negara.
Indonesia, Peraturan Menteri BUMN Nomor 8 tahun 2019 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Badan Usaha Milik Negara
Standard Operating Procedure (SOP) Pengadaan Barang dan Jasa Nomor SK Direksi PT Semen Baturaja (persero) Tbk Nomor : PH. 01.04/ 022.A/ 2020.
Jurnal dan Tesis
cxiv
Yoga Tri Rizaldi, 2017. Implikasi Penunjukan Langsung terhadap Persaingan Usaha dalam Pengadaan Jasa E-Pos (Electronic Point of Sales) di Bandar Udara Soekarno Hatta, Tesis, Program Magister Ilmu Hukum, Program Pascasarjana Fakultas Hukum, Universitas Islam Indonesia.
Anna Maria Tri Anggraini, Sinergi BUMN dalam Pengadaan Barang dan/atau Jasa dalam Perspektif Persaingan Usaha, Komisi Pengawas Persaingan Usaha.
Anna Maria Tri Anggraini, Jurnal Mimbar Hukum Vol. 25 No. 3, Oktober 2013, Wiryaningsih. 2018. “Konsep Keadilan Menurut Filsafat Hukum Islam dalam
Perkawinan Poligami”. Jurnal Hukum dan Pembangunan Fakultas Hukum 48,No. 3 Tahun 2018 Juli: 14
Nafizah Hayati, Sinergi Lembaga – Lembaga Pemerintahan/ BUMN dalam Penyaluran Batuan Keluarga Harapan (PKH) di Kota Samarinda, eJournal Ilmu Pemerintahan, 2 (4) 2014 : 3482-3496, Fisip-Unmul.
Sandi Lazuardy, 2018. “Legalisasi oleh Notaris terhadap Perjanjian Kredit Pemilikan Rumah antara Bank dengan Debitur”, Tesis, Program Studi Magister Kenotariatan, Universitas Sriwijaya.
Monika Suhayati, Kajian Yuridis Privatisasi Badan Usaha Milik Negara melalui Penawaran Umum (initial Public Offering), www.jurnal.dpr.go.id, Volume 2 Nomor 1 tahun 2011
Internet
https://www.temukanpengertian.com/2013/09/pengertian-persaingan.html, diakses tanggal 16 Desember 2020, pukul 09.26 WIB.
http://digilib.uinsby.ac.id/1734/5/Bab%202.pdf, diakses tanggal 16 Desember 2020, pukul 10.38 WIB.
https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-implikasi/, diakses pada tanggal 16 Desember 2020, pukul 14.38
https://www.pengadaanbarang.co.id/2020/01/pengadaan-barang-dan- jasa.html, diakses pada tanggal 17 Desember 2020, pukul 08.49.
http://repository.unpas.ac.id/13538/4/BAB%202.pdf, diakses tanggal 08 Januari 2021, pukul 14.15
cxv
https://www.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/lt4ca00201c4a80/macam- macam-metode-pemilihan-penyedia-barang-jasa-pemerintah/, diakses tanggal 08 April 2021.
http://www.lkpp.go.id/v3/files/attachments/1_NXtSXAqtUeJQITYddJWmZkEdT lCfIMDW.pdf, diakses tanggal 09 April 2021
http://repository.uin-suska.ac.id/20639/8/8.%20BAB%20III.pdf, diakses tanggal 09 April 2021.
Rizky Novyan Putra, Urgensi Keberadaan Hukum Persaingan Usaha dan Anti Monopoli di Indonesia, Jurnal yang di upload di https://law.uii.ac.id/wp- content/uploads/2016/12/blc-fhuii-v-01-05-rizky-novyan-putra-urgensi- keberadaan-hukum-persaingan-usaha-dan-anti-monopoli-di-indonesia.pdf, diakses tanggal 12 April 2021
http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/36996/Chapter%20III- V.pdf?sequence=5&isAllowed=y, diakses tanggal 12 April 2021
https://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/18173/05.2%20bab%202 .pdf?sequence=7&isAllowed=y, diakses tanggal 13 April 2021.
https://www.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/lt5264d6b08c174/keduduk an-peraturan-menteri-dalam-hierarki-peraturan-perundang-undangan/, diakses tanggal 22 April 2021.
https://www.jogloabang.com/politik/perpres-81-2019-kementerian-bumn, diakses tanggal 22 April 2021
https://tabaos.id/sinergi-bumn-untuk-efisiensi-masyarakat-harus-dapat- pelayanan-murah/, diakses tanggal 10 Juni 2021
https://www.kppu.go.id/docs/Pedoman/tender.pdf, diakses tanggal 28 Juni 2021.