Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 1 dari 43 halaman, Putusan Nomor 522/Pdt.G/2021/PA.Sim.
P U T U S A N
Nomor 522/Pdt.G/2021/PA.Sim.
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Simalungun yang memeriksa dan mengadili perkara tertentu pada tingkat pertama, dalam persidangan Majelis Hakim yang dilangsungkan secara elektronik telah menjatuhkan putusan dalam perkara Cerai Talak antara:
Pemohon Konvensi/Tergugat Rekonvensi, NIK---, Tempat Tanggal Lahir, Kampung Mariah 20 Desember 1984, Agama Islam, Pendidikan SLTA, Pekerjaan Buruh Bangunan, bertempat tinggal di Kabupaten Simalungun, dalam hal ini memberikan kuasa kepada Muhammad Irvan Kurniawan, S.H. Advokat & Penasehat Hukum pada Kantor Hukum, M. Irvan K, S.H & Rekan beralamat di Jalan H. Baasyir Saragih No.02, Nagori Pematang Simalungun, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, dengan domisili
elektronik pada alamat e-mail:
[email protected], berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 27 Mei 2021 yang terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Agama Simalungun dengan register Surat Kuasa Nomor 315/KH/PA.Sim/2021 pada tanggal 07 Juni 2021, selanjutnya disebut sebagai Pemohon Konvensi/Tergugat Rekonvensi;
m e l a w a n
Termohon Konvensi/Penggugat Rekonvensi, Tempat Tanggal Lahir, 28 April 1989, Agama Islam, Pendidikan SLTA, Pekerjaan Mengurus Rumah Tangga, bertempat tinggal di Kabupaten Simalungun, dalam hal ini memberikan kuasa kepada Muhdiannur Khairat, S.H. Advokat & Penasehat
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 2 dari 43 halaman, Putusan Nomor 522/Pdt.G/2021/PA.Sim.
Hukum pada Kantor Muhdiannur KH, S.H & Rekan alamat di Jln. H. Baasyir Saragih, Nagori Pematang Simalungun Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, dengan domisili elektronik pada alamat e-mail:
[email protected], berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 24 Juni 2021 yang terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Agama Simalungun dengan register Surat Kuasa Nomor 586/KH/PA.Sim/2021 pada tanggal 30 Juni 2021, selanjutnya disebut sebagai Termohon Konvensi/Penggugat Rekonvensi;
Pengadilan Agama tersebut;
Telah membaca dan mempelajari berkas perkara;
Telah mendengar keterangan Para Pihak berperkara;
Telah memeriksa bukti-bukti di persidangan;
DUDUK PERKARA
Bahwa Pemohon melalui kuasa hukumnya telah mengajukan permohonan Cerai Talak terhadap Termohon dengan suratnya tertanggal 02 Juni 2021 secara elektronik melalui aplikasi e-court Mahkamah Agung yang kemudian terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Agama Simalungun dengan register Nomor 522/Pdt.G/2021/PA.Sim, tanggal 07 Juni 2021, dengan dalil-dalil yang pada pokoknya sebagai berikut:
1. Bahwa pada tanggal 15 April 2011 (11 Jumadil Awal 1432), telah dilangsungkan perkawinan yang sah berdasarkan agama Islam, yang kemudian dicatat oleh Pegawai Pencatat Nikah pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, sebagaimana tertera dalam Duplikat Kutipan Akta Nikah No.---, tertanggal 15 April 2011, sehingga karenanya Perkawinan tersebut adalah SAH menurut hukum agama dan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 jo. Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1975;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 3 dari 43 halaman, Putusan Nomor 522/Pdt.G/2021/PA.Sim.
2. Bahwa pada saat menikah, pemohon berstatus jejaka dan termohon berstatus perawan;
3. Bahwa setelah menikah, Pemohon dan Termohon tinggal bersama di rumah nenek Termohon di Nagori sampai Pemohon dan Termohon berpisah ranjang dan tempat tinggal;
4. Bahwa selama pernikahan tersebut yang sudah dijalani Pemohon dan Termohon sudah melakukan hubungan layaknya sebagai pasangan suami isteri (Ba’da Dukhul), dan belum dikaruniai seorang anak;
5. Bahwa semula rumah tangga Pemohon dengan Termohon berjalan baik, rukun dan harmonis. Namun kemudian sejak sekitar bulan Juni 2012, rumah tangga Pemohon dan Termohon mulai goyah sering terjadi perselisihan dan pertengkaran disebabkan karena:
a. Termohon tidak pernah merasa cukup dengan uang belanja yang diberikan Pemohon;
b. Termohon menjalin hubungan kasih dengan laki-laki lain;
c. Termohon suka bepergian tanpa seizin dan sepengetahuan Pemohon;
d. Termohon tidak ada hubungan baik dengan keluarga Pemohon;
6. Bahwa puncak dari perselisihan dan pertengkaran tersebut terjadi pada bulan September 2019 yang diakibatkan pada posita poin 5, Pemohon sudah tidak tahan lagi dengan prilaku Termohon sehingga Pemohon pergi meninggalkan rumah nenek Termohon dan sejak itu pula antara Pemohon dan Termohon telah pisah ranjang dan tempat tinggal;
7. Bahwa atas sikap dan perbuatan Termohon tersebut, Pemohon merasa sangat menderita lahir batin dan oleh karenanya Pemohon berkesimpulan bahwa isteri yang tidak baik serta tidak menghormati pemohon sebagai suami;
8. Bahwa atas permasalahan dan kemelut rumah tangga yang dihadapi, Pemohon sudah pernah mencoba memusyawarahkan dengan keluarga Pemohon dan Termohon untuk mencari penyelesaian dan demi menyelamatkan perkawinan, namun usaha tersebut tidak membuahkan hasil;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 4 dari 43 halaman, Putusan Nomor 522/Pdt.G/2021/PA.Sim.
9. Bahwa adanya perselisihan dan pertengkaran yang terus menerus tersebut mengakibatkan rumah tangga Pemohon dan Termohon. Tidak ada kebahagiaan lahir dan batin dan tidak ada harapan untuk kembali membina rumah tangga;
10. Bahwa ikatan perkawinan antara Pemohon dan Termohon sebagaimana diuraikan diatas sudah sulit dibina untuk membentuk suatu rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rahmah sebagaimana maksud dan tujuan dari suatu perkawinan, sehingga lebih baik diputus karena perceraian;
11. Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut diatas, permohonan Pemohon untuk mengajukan permohonan cerai talak terhadap Termohon atas dasar pertengkaran yang terjadi terus-menerus dan tidak mungkin hidup rukun dalam suatu ikatan perkawinan, telah memenuhi unsur pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1975 Jo. Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam, sehingga berdasar hukum untuk menyatakan permohonan cerai talak ini dikabulkan;
12. Bahwa Pemohon sanggup membayar biaya perkara;
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka dengan ini Pemohon mohon kepada Ibu Ketua Pengadilan Agama Simalungun untuk berkenan menerima, memeriksa dan memutus perkara ini sebagai berikut:
PRIMER:
1. Mengabulkan Permohonan Pemohon;
2. Menetapkan, memberi ijin kepada Pemohon (Pemohon Konvensi/Tergugat Rekonvensi ) untuk menjatuhkan talak satu raj'i terhadap Termohon (Termohon Konvensi/Penggugat Rekonvensi) dihadapan sidang Pengadilan Agama Simalungun setelah putusan ini mempunyai kekuatan hukum tetap;
3. Membebankan biaya Perkara kepada Pemohon.;
SUBSIDER:
Mohon putusan yang seadil-adilnya (Ex Aequo et bono).
Bahwa pada hari sidang yang telah ditetapkan untuk pemeriksaan perkara ini, Pemohon dan Termohon telah dipanggil secara resmi dan patut untuk datang menghadap di persidangan, dan terhadap panggilan tersebut
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 5 dari 43 halaman, Putusan Nomor 522/Pdt.G/2021/PA.Sim.
Pemohon telah hadir menghadap diwakili oleh kuasa hukumnya di persidangan, dan Termohon juga telah hadir secara in person di persidangan;
Bahwa, Majelis Hakim telah memeriksa keabsahan surat kuasa Pemohon kepada kuasa hukumnya tertanggal 27 Mei 2021 yang terdaftar di Buku Register Surat Kuasa Pengadilan Agama Simalungun Nomor 315/KH/PA.Sim/2021, tanggal 07 Juni 2021, serta memeriksa kelengkapan dokumen sebagai Advokat berupa dokumen Berita Acara Pengambilan Sumpah dan Kartu Tanda Pengenal Advokat;
Bahwa Majelis Hakim telah berupaya mendamaikan Pemohon dan Termohon agar bersabar dan mempertahankan keutuhan rumah tangganya, akan tetapi tidak berhasil, kemudian Majelis Hakim juga telah memberikan kesempatan kepada Pemohon dan Termohon untuk berupaya menyelesaikan persoalan rumah tangga Pemohon dan Termohon dengan menempuh proses mediasi dibantu salah seorang dari Hakim Pengadilan Agama Simalungun yaitu Ilmas, S.H.I., yang bertindak sebagai mediator;
Bahwa Majelis Hakim telah memberikan waktu yang cukup untuk pelaksanaan mediasi tersebut, akan tetapi sesuai laporan Mediator tanggal 24 Juni 2021, yang menerangkan bahwa mediasi tersebut tidak berhasil mendamaikan Pemohon dan Termohon untuk rukun kembali dalam rumah tangga karena baik itu Pemohon maupun Termohon sudah tidak ingin lagi untuk melanjutkan hubungan rumah tangga;
Bahwa, pada persidangan selanjutnya Termohon hadir didampingi oleh Kuasa Hukumnya di persidangan, dan Majelis Hakim telah memeriksa keabsahan surat kuasa Termohon kepada kuasa hukumnya tertanggal 24 Juni 2021 yang terdaftar di Buku Register Surat Kuasa Pengadilan Agama Simalungun Nomor 586/KH/PA.Sim/2021, tanggal 30 Juni 2021, serta memeriksa kelengkapan dokumen sebagai Advokat berupa dokumen Berita Acara Pengambilan Sumpah dan Kartu Tanda Pengenal Advokat;
Bahwa, oleh karena Pemohon melalui kuasa hukumnya mendaftarkan perkara a quo secara elektronik, dan Termohon serta Kuasa Hukum Termohon telah dimintai persetujuannya dan menyatakan setuju untuk dilaksanakan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 6 dari 43 halaman, Putusan Nomor 522/Pdt.G/2021/PA.Sim.
pemeriksaan perkara secara elektronik (e-litigation), maka persidangan perkara a quo dapat dilanjutkan dengan cara elektronik (e-litigation);
Bahwa, sebelum memeriksa pokok perkara Majelis Hakim juga telah menetapkan jadwal dan agenda persidangan (court calender) dimulai dari penyampaian jawaban, replik, duplik, pembuktian sampai dengan pembacaan putusan berdasarkan Penetapan Nomor 522/Pdt.G/2021/PA.Sim tanggal 30 Juni 2021 yang selengkapnya telah termuat dalam Berita Acara Sidang;
Bahwa selanjutnya dibacakanlah surat permohonan Pemohon tersebut yang isi dan dalil-dalilnya tetap dipertahankan oleh Pemohon di persidangan sebagaimana telah dicatat dan diuraikan dalam Berita Acara Sidang;
Bahwa, terhadap permohonan Pemohon tersebut, Termohon telah menyampaikan jawaban atas permohonan Pemohon dan sekaligus mengajukan gugatan rekonvensi tanggal 07 Juli 2021 secara elektronik melalui aplikasi e-court dan telah diverifikasi oleh Majelis Hakim, yang pada pokoknya sebagai berikut:
Dalam Konvensi
1. Bahwa Termohon menolak sebagian dalil-dalil permohonan Pemohon kecuali dalam hal secara tegas Termohon mengakui kebenarannya;
2. Bahwa Termohon membenarkan posita 1, 2, 3 dan 4 permohonan Pemohon, jadi dalam hal ini Termohon tidak perlu menganggapinya lebih jauh;
3. Bahwa tidak benar posita 5 huruf a permohonan Pemohon, sebab Termohon tidak pernah merasa kurang dengan uang yang diberikan Pemohon kepada Termohon setiap minggu sebesar Rp400.000.00 (empat ratus ribu rupiah);
4. Bahwa tidak benar posita 5 huruf b permohonan Pemohon, karena Termohon tidak pernah menjalin hubungan kasih dengan laki-laki lain, namun Termohon pernah chatingan dengan laki-laki lain yang merupakan teman Termohon sendiri, dan Termohon tidak ada menjalin hubungan kasih seperti yang Pemohon sebutkan;
5. Bahwa tidak benar posita 5 huruf c permohonan Pemohon, karena Termohon setiap ingin bepergian terlebih dahulu meminta izin kepada Pemohon;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 7 dari 43 halaman, Putusan Nomor 522/Pdt.G/2021/PA.Sim.
6. Bahwa tidak benar posita 5 huruf d permohonan Pemohon, karena selama Pemohon dengan Termohon masih bersama, hubungan Termohon dengan keluarga Pemohon baik, namun setelah Pemohon dengan Termohon pisah rumah hubungan Termohon dengan keluarga Pemohon kurang harmonis dikarenakan Termohon menghadiri persidangan permohonan cerai talak yang diajukan Pemohon;
7. Bahwa benar sejak bulan September 2019 antara Pemohon dengan Termohon telah pisah rumah, namun penyebab Pemohon pergi meninggalkan Termohon karena antara Pemohon dengan Termohon kembali bertengkar disebabkan Pemohon menuduh Termohon menjalin hubungan cinta dengan laki-laki lain;
8. Bahwa tidak benar apa yang Pemohon sebutkan dalam posita 8 permohonannya pihak keluarga Pemohon dengan Termohon telah berupaya mencari penyelesaian permasalahan rumah tangga Pemohon dengan Termohon, melainkan keluarga Pemohon datang hanya meminta agar Termohon tidak perlu menghadiri persidangan bukan untuk menyelesaikan permasalah rumah tangga Pemohon dengan Termohon;
Dalam Rekonvensi
Dalam rekonvensi ini Termohon konvensi mohon disebut sebagai Penggugat rekonvensi dan Pemohon konvensi mohon disebut sebagai Tergugat rekonvensi.
1. Bahwa dalil-dalil yang termuat dalam konvensi yang ada relevansinya dengan dalil-dalil gugatan rekonvensi ini secara mutatis muntandis mohon dianggap terulang kembali dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam rekonvensi ini;
2. Bahwa pada prinsipnya Penggugat rekonvensi tidak menginginkan perceraian ini, namun jika pada akhirnya perceraian tersebut diatas memang harus terjadi maka Penggugat rekonvensi meminta hak-haknya sebagai berikut:
a. Nafkah masa lampau/nafkah yang belum dibayar sejak bulan Oktober 2019 sampai dengan putusan perkara ini berkekuatan hukum tetap
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 8 dari 43 halaman, Putusan Nomor 522/Pdt.G/2021/PA.Sim.
(inkracht van gewijsde) sejumlah Rp1.600.000.00 (satu juta enam ratus ribu rupiah) setiap bulannya;
b. Bahwa mengigat ketentuan Pasal 149 huruf (b) dan Pasal 152 Kompilasi Hukum Islam Penggugat meminta nafkah Iddah sejumlah Rp.
5.000.000.00 (lima juta rupiah) selama masa iddah;
c. Bahwa mengingat ketentuan Pasal 149 huruf (a) dan Pasal 158 huruf (b) Kompilasi Hukum Islam akibat putusnya perkawinan, Penggugat meminta Mut’ah berupa perhiasan emas London berbentuk cincin seberat 5 gr;
d. Kiswah berupa uang sejumlah Rp2.000.000.00 (dua juta rupiah) selama masa iddah;
Berdasarkan hal-hal dan alasan-alasan diatas, Penggugat rekonvensi/Termohon konvensi mohon kepada majelis hakim Pengadilan Agama Simalungun untuk berkenan memutus sebagai berikut:
Dalam Konvensi
1. Mengabulkan permohonan Pemohon konvensi;
2. Memberi izin kepada Pemohon konvensi (Pemohon Konvensi/Tergugat Rekonvensi) untuk menjatuhkan talak satu raj'i terhadap Termohon konvensi (Termohon Konvensi/Penggugat Rekonvensi) di depan sidang Pengadilan Agama Simalungun;
Dalam Rekonvensi
1. Mengabulkan gugatan Penggugat rekonvensi untuk seluruhnya;
2. Menghukum Tergugat rekonvensi untuk membayar kepada Penggugat rekonvensi:
a. Nafkah masa lampau/nafkah yang belum dibayar sejak bulan Oktober 2019 sampai dengan putusan perkara ini berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) sejumlah Rp1.600.000.00 (satu juta enam ratus ribu rupiah) setiap bulannya;
b. Nafkah Iddah sejumlah Rp5.000.000.00 (lima juta rupiah) selama masa iddah;
c. Mut’ah berupa perhiasan emas London berbentuk cincin seberat 5 gr;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 9 dari 43 halaman, Putusan Nomor 522/Pdt.G/2021/PA.Sim.
d. Kiswah berupa uang sejumlah Rp2.000.000.00 (dua juta rupiah) selama masa iddah;
Dalam Konvensi dan Rekonvensi
Membebankan biaya perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku kepada Pemohon konvensi/Tergugat rekonvensi;
Atau apabila Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini berpendapat lain, mohon diputus dengan putusan yang seadil-adilnya (exaequo et bono);
Bahwa terhadap jawaban dan gugatan rekonvensi Termohon Konvensi/Penggugat Rekonvensi tersebut, Pemohon Konvensi/Tergugat Rekonvensi telah menyampaikan replik konvensi sekaligus jawaban rekonvensi tanggal 14 Juli 2021 secara elektronik melalui aplikasi e-court dan telah diverifikasi oleh Majelis Hakim, yang pada pokoknya sebagai berikut:
Dalam Konvensi
1. Bahwa Pemohon tetap pada dalil-dalil sebagaimana yang telah dikemukakan dalam permohonan Talak Pemohon, dan selanjutnya membantah seluruh dalil-dalil Termohon sebagaimana diuraikan dalam Jawabannya, kecuali yang diakui Pemohon secara tegas;
2. Bahwa Pemohon membantah jawaban Termohon pada jawaban termohon pada poin 3 dan Pemohon tetap pada posita dalam gugatan Pemohon pada poin 5 butir a;
3. Bahwa Pemohon membantah jawaban Termohon pada jawaban termohon pada poin 4 dan Pemohon tetap pada posita dalam gugatan Pemohon pada poin 5 butir b;
4. Bahwa Pemohon membantah jawaban Termohon pada jawaban termohon pada poin 5 dan Pemohon tetap pada posita dalam gugatan Pemohon pada poin 5 butir c;
5. Bahwa Pemohon membantah jawaban Termohon pada jawaban termohon pada poin 6 dan Pemohon tetap pada posita dalam gugatan Pemohon pada poin 5 butir d;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 10 dari 43 halaman, Putusan Nomor 522/Pdt.G/2021/PA.Sim.
6. Bahwa Pemohon membantah jawaban Termohon pada jawaban termohon pada poin 7 dan Pemohon tetap pada posita dalam gugatan Pemohon pada poin 6, dimana puncak pertengkaran antara Pemohon dan Termohon disebabkan termohon ada menjalin kasih dengan laki-laki lain;
7. Bahwa Pemohon membantah jawaban Termohon pada jawaban termohon pada poin 8 dan Pemohon tetap pada posita dalam gugatan Pemohon pada poin 8;
Dalam Rekonvensi
1. Bahwa, Tergugat Rekonvensi menolak semua dalil-dalil Penggugat Rekonvensi kecuali tegas-tegas diakui oleh Tergugat Rekonvensi;
2. Mohon kiranya dalil-dalil yang termuat dalam konpensi termasuk dan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari dalam rekonvensi;
3. Bahwa Tergugat rekonvensi menolak memberikan hak-hak kepada Penggugat Rekonvensi berupa Mut’ah perhiasan emas london seberat 5 gram, Kiswah sebesar Rp. 2.000.000,- (Dua Juta Rupiah), dan Nafkah iddah sebesar Rp. 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah) selama masa iddah, hal ini dikarenakan Penggugat rekonvensi dapat dikategorikan sebagai isteri yang Nusyuz (Durhaka) Pasal 84 (1) KHI disebabkan penggugat rekonvensi tidak taat, patuh dan berbakti terhadap suami dan suka merendahkan martabat pemohon sebagai suami, hal ini didasarkan juga dijelaskan oleh Syekh Muhammad bin Qasim dalam Fathul Qarib (Surabaya: Kharisma, 2000), halaman 239: konskwensi hukum terputusnya nafkah. Isteri yang Nusyuz
اهُمسق زوشنلاب طقسيو اهتقفن
Artinya: “Ada dua hal yang bisa gugur akibat nusyuz, yakni hak gilir dan hak mendapatkan nafkah”.
Disamping itu didasarkan Pada pasal 152 KHI, yang isinya dapat disimpulkan bekas isteri yang nusyuz tidak berhak mendapatkan nafkah iddah.
4. Bahwa Tergugat rekonvensi menolak memberikan Nafkah lampau sejak bulan Oktober 2019 sebesar Rp. 1.600.000,- (Satu Juta Enam Ratus Ribu Rupiah) /bulan sampai perkara ini diputus dan berkekuatan tetap karena selama ini Pemohon tetap selalu rutin menafkahi termohon;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 11 dari 43 halaman, Putusan Nomor 522/Pdt.G/2021/PA.Sim.
Dalam Konvensi
1. Mengabulkan permohonan Pemohon untuk seluruhnya.
2. Memberi izin kepada Pemohon (Pemohon Konvensi/Tergugat Rekonvensi) untuk menjatuhkan talak satu raj'i terhadap Termohon (Termohon Konvensi/Penggugat Rekonvensi) di depan sidang Pengadilan Agama Simalungun setelah putusan ini mempunyai kekuatan hukum tetap;
3. Membebankan biaya Perkara kepada Pemohon.
Dalam Rekonvensi
1. Menolak gugatan Penggugat Rekonvensi seluruhnya;
2. Menolak memberikan Mut’ah perhiasan emas london seberat 5 gram;
3. Menolak memberikan Kiswah sebesar Rp. 2.000.000,-(Dua Juta Rupiah);
4. Menolak memberikan Nafkah iddah sebesar Rp. 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah) selama masa iddah;
5. Menolak memberikan Nafkah lampau sejak bulan Oktober 2019 sebesar Rp. 1.600.000,- (Satu Juta enam ratus Ribu Rupiah) /bulan sampai perkara ini diputus dan berkekuatan tetap;
6. Menetapkan biaya perkara menurut hukum;
Atau
Apabila Ibu Ketua Pengadilan Agama Simalungun berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono).
Bahwa terhadap replik konvensi dan jawaban rekonvensi Pemohon Konvensi/Tergugat Rekonvensi tersebut, Termohon Konvensi/Penggugat Rekonvensi telah menyampaikan duplik konvensi sekaligus replik rekonvensi tanggal 21 Juli 2021 secara elektronik melalui aplikasi e-court dan telah diverifikasi oleh Majelis Hakim, yang pada pokoknya sebagai berikut:
Dalam Konvensi
1. Bahwa pada prinsipnya Termohon tetap pada pendiriannya sebagaimana telah disampaikan pada jawaban dan dalam gugatan rekonvensi;
2. Bahwa Termohon menolak seluruh permohonan Pemohon, kecuali yang telah diakui kebenarannya dan Termohon tetap dengan jawaban Termohon terdahulu;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 12 dari 43 halaman, Putusan Nomor 522/Pdt.G/2021/PA.Sim.
3. Bahwa dalil-dalil Termohon yang diajukan dalam jawaban Termohon yang tidak dijawab oleh Pemohon dalam konvensi dianggap telah diakui kebenarannya Pemohon konvensi;
Dalam Rekonvensi
1. Bahwa Termohon tetap pada pendiriannya sebagaimana yang telah disampaikan dalam gugatan rekonvensi;
2. Bahwa pada pokoknya Penggugat rekonvensi menolak seluruh dalil Tergugat rekonvensi, kecuali yang telah diakui kebenarannya;
3. Bahwa tidak benar apa yang Tergugat rekonvensi sebutkan pada angka 3 dalam rekonvensinya, Penggugat rekonvensi dikategorikan sebagai istri yang durhaka disebabkan Penggugat rekonvensi tidak taat, patuh dan berbakti kepada suami, suka merendahkan martabat Tergugat rekonvensi, karena selama ini Penggugat rekonvensi tetap berbakti dan tidak pernah merendahkan Tergugat rekonvensi, dan dalil Tergugat rekonvensi tersebut tidak berdasar dan mengada-ada dengan tujuan untuk melepaskan tanggung jawab Tergugat rekonvensi akibat perceraian dan gugatan rekonvensi Penggugat;
4. Bahwa alasan Tergugat rekonvensi menolak memberikan mut’ah kepada Penggugat rekonvensi sangatlah tidak berdasar serta alasan yang dibuat- buat sebagaimana yang disebutkan Tergugat rekonvensi dalam jawaban rekonvensinya pada angka 4;
5. Bahwa meskipun Tergugat rekonvensi menolak seluruh gugatan rekonvensi Penggugat rekonveni namun Penggugat rekonvensi tetap pada gugatan rekonvensi sebelumnya yaitu;
a. Nafkah masa lampau/nafkah yang belum dibayar sejak bulan Oktober 2019 sampai dengan putusan perkara ini berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) sejumlah Rp1.600.000.00 (satu juta enam ratus ribu rupiah) setiap bulannya;
b. Nafkah Iddah sejumlah Rp. 5.000.000.00 (lima juta rupiah) selama masa iddah;
c. Mut’ah berupa perhiasan emas London berbentuk cincin seberat 5 gr;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 13 dari 43 halaman, Putusan Nomor 522/Pdt.G/2021/PA.Sim.
d. Kiswah berupa uang sejumlah Rp2.000.000.00 (dua juta rupiah) selama masa iddah;
Berdasarkan hal-hal dan alasan-alasan diatas, Penggugat rekonvensi/Termohon konvensi mohon kepada Pengadilan Agama Simalungun untuk berkenan memutus sebagai berikut:
Dalam Konvensi
1. Mengabulkan permohonan Pemohon konvensi;
2. Memberi izin kepada Pemohon konvensi (Pemohon Konvensi/Tergugat Rekonvensi) untuk menjatuhkan talak satu raj'i terhadap Termohon konvensi (Termohon Konvensi/Penggugat Rekonvensi) di depan sidang Pengadilan Agama Simalungun;
Dalam Rekonvensi
1. Mengabulkan gugatan Penggugat rekonvensi untuk seluruhnya;
2. Menghukum Tergugat rekonvensi untuk membayar kepada Penggugat rekonvensi:
a. Nafkah masa lampau/nafkah yang belum dibayar sejak bulan Oktober 2019 sampai dengan putusan perkara ini berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) sejumlah Rp1.600.000.00 (satu juta enam ratus ribu rupiah) setiap bulannya;
b. Nafkah Iddah sejumlah Rp5.000.000.00 (lima juta rupiah) selama masa iddah;
c. Mut’ah berupa perhiasan emas London berbentuk cincin seberat 5 gr;
d. Kiswah berupa uang sejumlah Rp2.000.000.00 (dua juta rupiah) selama masa iddah;
Dalam Konvensi Dan Rekonvensi
Membebankan biaya perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku kepada Pemohon konvensi/Tergugat rekonvensi;
Atau apabila Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini berpendapat lain, mohon diputus dengan putusan yang seadil-adilnya (exaequo et bono);
Bahwa terhadap replik rekonvensi Termohon Konvensi/Penggugat Rekonvensi tersebut, Pemohon Konvensi/Tergugat Rekonvensi telah
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 14 dari 43 halaman, Putusan Nomor 522/Pdt.G/2021/PA.Sim.
menyampaikan duplik rekonvensi tanggal 28 Juli 2021 secara elektronik melalui aplikasi e-court dan telah diverifikasi oleh Majelis Hakim, yang pada pokoknya sebagai berikut:
Dalam Rekonvensi
1. Bahwa pada prinsipnya Tergugat Rekonvensi tetap pada jawaban Rekonvensi, yang telah Tergugat Rekonvensi sampaikan pada persidangan sebelumnya;
2. Tergugat Rekonvensi menolak semua dalil-dalil Penggugat Rekonvensi kecuali tegas-tegas diakui oleh Tergugat Rekonvensi;
3. Bahwa dalil-dalil yang telah Tergugat Rekonvensi sampaikan didalam jawaban rekonvensi yang tidak dibantah oleh Penggugat Rekonvensi dianggap suatu kebenaran dan tidak perlu ditanggapi lagi;
Berdasarkan hal-hal dan alasan tersebut di atas, Tergugat Rekonvensi mohon kepada Pengadilan Agama Simalungun untuk berkenan memutus sebagai berikut:
Dalam Rekonvensi
- Menolak gugatan Penggugat Rekonvensi seluruhnya;
- Membebankan biaya perkara menurut hukum;
Atau, jika majelis hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (Ex Aequo et bono)
Bahwa untuk menguatkan kebenaran dalil-dalil permohonannya dan bantahannya terhadap gugatan rekonvensi, Pemohon Konvensi/Tergugat Rekonvensi telah mengajukan bukti-bukti sebagai berikut:
1. Bukti Surat:
- Fotokopi Kutipan Akta Nikah Nomor --- atas nama Pemohon dan Termohon, yang aslinya dikeluarkan oleh Kantor Urusan Agama Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, tanggal 15 April 2011, bukti surat tersebut telah diberi meterai cukup dan bercap pos (nazagelen) dan telah dicocokkan dengan aslinya yang ternyata sesuai (Bukti P.);
B. Bukti Saksi
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 15 dari 43 halaman, Putusan Nomor 522/Pdt.G/2021/PA.Sim.
1. Saksi ke I dari Pemohon Konvensi/Tergugat Rekonvensi, umur 31 tahun, agama Islam, pendidikan SMP, pekerjaan buruh bangunan, tempat kediaman di Kabupaten Simalungun, di bawah sumpahnya memberikan keterangan sebagai berikut:
- Bahwa Saksi kenal dengan Pemohon karena Saksi adalah adik sepupu Pemohon;
- Bahwa Saksi kenal dengan Termohon yang bernama Termohon sebagai istri Pemohon;
- Bahwa Pemohon dan Termohon menikah secara sah pada tahun 2011;
- Bahwa setelah menikah, Pemohon dan Termohon terakhir tinggal bersama di rumah nenek Termohon di Nagori ;
- Bahwa selama masa perkawinan, Pemohon dan Termohon belum dikaruniai keturunan, akan tetapi Pemohon dan Termohon memiliki 1 (satu) orang anak angkat yang saat ini tinggal dengan Termohon;
- Bahwa pada awalnya rumah tangga Pemohon dan Termohon berjalan rukun dan harmonis, akan tetapi sejak sekitar tahun 2012 antara Pemohon dengan Termohon mulai berselisih dan bertengkar dalam rumah tangga;
- Bahwa saksi pernah melihat dan mendengar langsung Pemohon dan Termohon berselisih dan bertengkar;
- Bahwa sepengetahuan saksi penyebab perselisihan dan pertengkaran antara Pemohon dan Termohon karena Termohon sering bepergian tanpa seizin Pemohon, selain itu Termohon berselingkuh dengan laki-laki lain yang bernama Jarwo;
- Bahwa saksi pernah melihat 1 (satu) kali Termohon duduk berduaan dengan laki-laki yang bernama Jarwo tersebut di Kampung Kulon pada bulan April 2012;
- Bahwa saksi mengetahui jika laki-laki yang bernama Jarwo itu merupakan selingkuhan Termohon berdasarkan cerita Pemohon kepada saksi;
- Bahwa saksi tidak mengetahui bahwa Termohon pernah tertangkap basah sedang berselingkuh;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 16 dari 43 halaman, Putusan Nomor 522/Pdt.G/2021/PA.Sim.
- Bahwa antara Pemohon dan Termohon sudah tidak tinggal satu rumah lagi sejak akhir tahun 2019, Pemohon pergi meninggalkan Termohon;
- Bahwa sepengetahuan saksi sejak berpisah rumah antara Pemohon dan Termohon tidak pernah bersatu lagi dalam rumah tangga;
- Bahwa Pemohon dan Termohon sudah pernah didamaikan oleh pihak keluarga, namun tidak berhasil;
- Bahwa saksi tidak sanggup untuk mendamaikan Pemohon dan Termohon;
- Bahwa sepengetahuan saksi, Pemohon bekerja sebagai buruh bangunan;
- Bahwa sepengetahuan saksi, Pemohon memiliki penghasilan sekitar Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) sampai dengan Rp1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu rupiah) setiap bulannya;
- Bahwa sepengetahuan saksi, setelah Pemohon dan Termohon berpisah rumah, Pemohon masih memberikan nafkah lahir kepada Termohon akan tetapi tidak rutin setiap bulannya;
- Bahwa saksi mengetahui Pemohon masih memberikan nafkah lahir kepada Termohon, berdasarkan cerita Pemohon kepada saksi;
2. Saksi ke II dari Pemohon Konvensi/Tergugat Rekonvensi, umur 21 tahun, agama Islam, pendidikan SMK, pekerjaan buruh bangunan, tempat kediaman di Kabupaten Simalungun, di bawah sumpahnya memberikan keterangan sebagai berikut:
- Bahwa Saksi kenal dengan Pemohon karena Saksi adalah adik sepupu Pemohon;
- Bahwa Saksi kenal dengan Termohon yang bernama Termohon sebagai istri Pemohon;
- Bahwa Pemohon dan Termohon menikah secara sah pada tahun 2011;
- Bahwa setelah menikah, Pemohon dan Termohon terakhir tinggal bersama di rumah nenek Termohon di Nagori ;
- Bahwa selama masa perkawinan, Pemohon dan Termohon belum dikaruniai keturunan, akan tetapi Pemohon dan Termohon memiliki 1 (satu) orang anak angkat yang saat ini tinggal dengan Termohon;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 17 dari 43 halaman, Putusan Nomor 522/Pdt.G/2021/PA.Sim.
- Bahwa pada awalnya rumah tangga Pemohon dan Termohon berjalan rukun dan harmonis, akan tetapi sejak sekitar tahun 2012 antara Pemohon dengan Termohon mulai berselisih dan bertengkar dalam rumah tangga;
- Bahwa saksi pernah 1 (satu) kali melihat dan mendengar secara langsung Pemohon dan Termohon berselisih dan bertengkar;
- Bahwa sepengetahuan saksi penyebab perselisihan dan pertengkaran antara Pemohon dan Termohon karena Termohon berselingkuh dengan laki-laki lain;
- Bahwa saksi pernah melihat Termohon 3 (tiga) tahun yang lalu berboncengan dengan seorang laki-laki, namun saksi tidak mengenal laki-laki tersebut;
- Bahwa saksi mengetahui dan meyakini Termohon berselingkuh berdasarkan cerita Pemohon kepada saksi;
- Bahwa antara Pemohon dan Termohon sudah tidak tinggal satu rumah lagi sejak sekitar pertengahan tahun 2019, Pemohon pergi meninggalkan Termohon;
- Bahwa sepengetahuan saksi sejak berpisah rumah antara Pemohon dan Termohon tidak pernah bersatu lagi dalam rumah tangga;
- Bahwa Pemohon dan Termohon sudah pernah didamaikan oleh pihak keluarga, namun tidak berhasil;
- Bahwa saksi tidak sanggup untuk mendamaikan Pemohon dan Termohon;
- Bahwa sepengetahuan saksi, Pemohon bekerja sebagai buruh bangunan;
- Bahwa sepengetahuan saksi, Pemohon memiliki penghasilan sekitar Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) sampai dengan Rp1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu rupiah) setiap bulannya;
- Bahwa saksi tidak mengetahui setelah Pemohon dan Termohon berpisah rumah, Pemohon masih memberikan nafkah lahir kepada Termohon atau tidaknya;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 18 dari 43 halaman, Putusan Nomor 522/Pdt.G/2021/PA.Sim.
Bahwa Pemohon menyatakan tidak mengajukan sesuatu apapun lagi sebagai alat bukti;
Bahwa untuk membuktikan kebenaran dalil-dalil bantahannya dalam konvensi dan kebenaran dalil-dalil gugatannya dalam rekonvensi, Termohon Konvensi/Penggugat Rekonvensi telah mengajukan alat bukti berupa 2 (dua) orang saksi di persidangan, yaitu:
1. Saksi ke I dari Termohon Konvensi/Penggugat Rekonvensi, umur 23 tahun, agama Islam, pendidikan S1 Ekonomi, pekerjaan pedagang, tempat kediaman di Kabupaten Simalungun, di bawah sumpahnya memberikan keterangan sebagai berikut:
- Bahwa Saksi kenal dengan Termohon karena Saksi adalah adik kandung Termohon;
- Bahwa Saksi kenal dengan Pemohon yang bernama Pemohon sebagai suami Pemohon;
- Bahwa Termohon dan Pemohon menikah secara sah pada tahun 2011;
- Bahwa setelah menikah, Termohon dan Pemohon terakhir tinggal bersama di rumah nenek Termohon di Nagori ;
- Bahwa selama masa perkawinan, Termohon dan Pemohon belum dikaruniai keturunan, akan tetapi Termohon dan Pemohon memiliki 1 (satu) orang anak angkat yang bernama Anak ke I yang saat ini tinggal bersama dengan Termohon;
- Bahwa pada awalnya rumah tangga Termohon dan Pemohon berjalan rukun dan harmonis, akan tetapi sejak sekitar tahun 2015 antara Termohon dengan Pemohon mulai berselisih dan bertengkar dalam rumah tangga;
- Bahwa saksi pernah melihat dan mendengar secara langsung Termohon dan Pemohon berselisih dan bertengkar;
- Bahwa sepengetahuan saksi penyebab perselisihan dan pertengkaran antara Termohon dan Pemohon karena Pemohon cemburu buta dengan menuduh Termohon berselingkuh dengan laki-laki lain, selain itu Pemohon pernah ketahuan mengintip tetangga Termohon dan Pemohon yaitu tante Termohon di kamar mandi;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 19 dari 43 halaman, Putusan Nomor 522/Pdt.G/2021/PA.Sim.
- Bahwa antara Termohon dan Pemohon sudah tidak tinggal satu rumah lagi sejak bulan Oktober 2019, Pemohon pergi meninggalkan Termohon;
- Bahwa sepengetahuan saksi sejak berpisah rumah antara Termohon dan Pemohon tidak pernah bersatu lagi dalam rumah tangga;
- Bahwa Termohon dan Pemohon sudah pernah didamaikan oleh pihak keluarga, namun tidak berhasil;
- Bahwa saksi tidak sanggup untuk mendamaikan Termohon dan Pemohon;
- Bahwa sepengetahuan saksi, Pemohon bekerja sebagai tukang bangunan;
- Bahwa sepengetahuan saksi, Pemohon memiliki penghasilan sebesar Rp120.000,00 (seratus dua puluh ribu rupiah) setiap harinya, dan jika di total bisa mencapai sekitar Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah) setiap bulannya;
- Bahwa saksi mengetahui penghasilan Pemohon, karena saksi pernah bekerja sebagai anggota/anak buah Pemohon saat membangun sebuah rumah;
- Bahwa sepengetahuan saksi, Pemohon sebagai tukang bangunan sering mendapatkan permintaan untuk membangun rumah;
- Bahwa sepengetahuan saksi, selama Termohon dan Pemohon masih bersama, Pemohon memberikan nafkah kepada Termohon setiap minggu sebesar Rp600.000,00 (enam ratus ribu rupiah);
- Bahwa saksi mengetahui besaran nafkah yang diberikan Pemohon kepada Termohon sewaktu masih bersama, berdasarkan cerita Termohon kepada saksi;
- Bahwa sejak Termohon dan Pemohon pisah rumah, Pemohon tidak pernah lagi memberikan nafkah kepada Termohon, dan hal tersebut saksi ketahui karena sejak berpisah rumah Termohon dinafkahi oleh orangtua Termohon;
2. Saksi ke II dari Termohon Konvensi/Penggugat Rekonvensi, umur 25 tahun, agama Islam, pendidikan S1 keperawatan, pekerjaan perawat, tempat
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 20 dari 43 halaman, Putusan Nomor 522/Pdt.G/2021/PA.Sim.
kediaman di Kabupaten Simalungun, di bawah sumpahnya memberikan keterangan sebagai berikut:
- Bahwa Saksi kenal dengan Termohon karena Saksi adalah adik kandung Termohon;
- Bahwa Saksi kenal dengan Pemohon yang bernama Pemohon sebagai suami Pemohon;
- Bahwa Termohon dan Pemohon menikah secara sah pada tahun 2011;
- Bahwa setelah menikah, Termohon dan Pemohon terakhir tinggal bersama di rumah nenek Termohon di Nagori ;
- Bahwa selama masa perkawinan, Termohon dan Pemohon belum dikaruniai keturunan, akan tetapi Termohon dan Pemohon memiliki 1 (satu) orang anak angkat yang saat ini tinggal bersama Termohon;
- Bahwa pada awalnya rumah tangga Termohon dan Pemohon berjalan rukun dan harmonis, akan tetapi sejak sekitar tahun 2015 antara Termohon dengan Pemohon mulai berselisih dan bertengkar dalam rumah tangga;
- Bahwa saksi pernah melihat dan mendengar secara langsung Termohon dan Pemohon berselisih dan bertengkar;
- Bahwa sepengetahuan saksi penyebab perselisihan dan pertengkaran antara Termohon dan Pemohon karena Pemohon cemburu buta dengan menuduh Termohon menjalin hubungan kasih dengan laki-laki lain, selain itu Pemohon pernah ketahuan mengintip tetangga Termohon dan Pemohon yaitu tante Termohon di kamar mandi;
- Bahwa antara Termohon dan Pemohon sudah tidak tinggal satu rumah lagi sejak bulan Oktober 2019, Pemohon pergi meninggalkan Termohon;
- Bahwa sepengetahuan saksi sejak berpisah rumah antara Termohon dan Pemohon tidak pernah bersatu lagi dalam rumah tangga;
- Bahwa Termohon dan Pemohon sudah pernah didamaikan oleh pihak keluarga, namun tidak berhasil;
- Bahwa saksi tidak sanggup untuk mendamaikan Termohon dan Pemohon;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 21 dari 43 halaman, Putusan Nomor 522/Pdt.G/2021/PA.Sim.
- Bahwa sepengetahuan saksi, Pemohon bekerja sebagai tukang bangunan;
- Bahwa saksi mengetahui Pemohon bekerja sebagai tukang bangunan karena Pemohon pernah merenovasi rumah orang tua Termohon;
- Bahwa sepengetahuan saksi, Pemohon sebagai tukang bangunan sering mendapatkan permintaan untuk membangun rumah;
- Bahwa sepengetahuan saksi, Pemohon memiliki penghasilan sebesar Rp120.000,00 (seratus dua puluh ribu rupiah) setiap harinya, dan jika di total bisa mencapai sekitar Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah) setiap bulannya;
- Bahwa saksi mengetahui penghasilan Pemohon, berdasarkan cerita Termohon kepada saksi;
- Bahwa sepengetahuan saksi, selama Termohon dan Pemohon masih bersama, Pemohon memberikan nafkah kepada Termohon setiap minggu sebesar Rp600.000,00 (enam ratus ribu rupiah);
- Bahwa saksi mengetahui besaran nafkah yang diberikan Pemohon kepada Termohon sewaktu masih bersama, berdasarkan cerita Termohon kepada saksi;
Bahwa Termohon menyatakan tidak mengajukan sesuatu apapun lagi sebagai alat bukti;
Bahwa Pemohon Konvensi/Tergugat Rekonvensi telah menyampaikan kesimpulan tanggal 25 Agustus 2021 secara elektronik melalui apalikasi e-court yang pada pokoknya Pemohon Konvensi/Tergugat Rekonvensi tetap pada permohonan konvensi dan jawaban rekonvensinya semula, dan bermohon agar Majelis Hakim mengabulkan permohonan konvensi dan menolak gugatan rekonvensi Termohon Konvensi/Penggugat Rekonvensi atau menjatuhkan putusan yang seadil-adilnya;
Bahwa Termohon Konvensi/Penggugat Rekonvensi telah menyampaikan kesimpulan tanggal 25 Agustus 2021 secara elektronik melalui apalikasi e-court yang pada pokoknya Termohon Konvensi/Penggugat Rekonvensi tetap dengan jawaban konvensi dan gugatan rekonvensinya semula, dan bermohon agar Majelis Hakim mengabulkan permohonan konvensi Pemohon
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 21
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 22 dari 43 halaman, Putusan Nomor 522/Pdt.G/2021/PA.Sim.
Konvensi/Tergugat Rekonvensi dan juga mengabulkan gugatan rekonvensi Termohon Konvensi/Penggugat Rekonvensi atau menjatuhkan putusan yang seadil-adilnya;
Bahwa untuk mempersingkat uraian putusan ini, maka segala yang termuat dalam Berita Acara Sidang perkara ini, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Putusan ini;
PERTIMBANGAN HUKUM Dalam Konvesi
Menimbang, bahwa maksud dan tujuan permohonan Pemohon Konvensi sebagaimana telah diuraikan di atas;
Menimbang, bahwa perkara ini mengenai permohonan cerai talak yang diajukan oleh pihak yang beragama Islam, oleh karenanya berdasarkan pasal 49 huruf (a) Undang-Undang Nomor 7 tahun 1989 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 tahun 2006 dan Perubahan kedua dengan Undang-Undang Nomor 50 tahun 2009, maka perkara aquo merupakan kewenangan absolute Pengadilan Agama Simalungun;
Menimbang, bahwa pokok perkara ini adalah permohonan cerai talak dan Termohon Konvensi bertempat tinggal dalam wilayah yurisdiksi Pengadilan Agama Simalungun, oleh karena itu, Majelis Hakim menilai bahwa permohonan Pemohon Konvensi telah sesuai dengan ketentuan Pasal 66 ayat (2) Undang- Undang Nomor 3 tahun 2006 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama dengan demikian maka Pengadilan Agama Simalungun berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini;
Menimbang, bahwa sesuai dengan maksud Pasal 15 ayat 1 huruf a, Pasal 16 dan Pasal 18 Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2019 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan Secara Elektronik, Pemohon Konvensi telah dipanggil secara elektronik melalui kuasa hukumnya dan Termohon Konvensi telah dipanggil secara resmi dan patut sesuai Pasal 145 R.Bg jo. Pasal 26 Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 1975, oleh karenanya Majelis Hakim menilai perkara ini telah dapat diperiksa dan dilanjutkan;
Menimbang, bahwa pada hari-hari sidang yang telah ditetapkan, Pemohon Konvensi telah datang menghadap di persidangan diwakili kuasa
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 22
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 23 dari 43 halaman, Putusan Nomor 522/Pdt.G/2021/PA.Sim.
hukumnya dan Termohon Konvensi juga telah datang menghadap di persidangan secara in person serta didampingi dan atau diwakili Kuasa Hukumnya;
Menimbang, bahwa Kuasa Hukum Pemohon Konvensi (Muhammad Irvan Kurniawan,S.H) berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 27 Mei 2021 ternyata telah memenuhi syarat ketentuan sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 1994 Tentang Surat Kuasa Khusus dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Advokat, dengan demikian Majelis Hakim menyatakan menerima Kuasa Hukum Pemohon Konvensi untuk beracara di depan persidangan Pengadilan Agama Simalungun mendampingi dan atau mewakili Pemohon Konvensi dalam perkara ini;
Menimbang, bahwa Kuasa Hukum Termohon Konvensi (Muhdiannur Khairat, S.H.) berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 24 Juni 2021 ternyata telah memenuhi syarat ketentuan sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 1994 Tentang Surat Kuasa Khusus dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Advokat, dengan demikian Majelis Hakim menyatakan menerima Kuasa Hukum Termohon Konvensi untuk beracara di depan persidangan Pengadilan Agama Simalungun mendampingi dan atau mewakili Termohon Konvensi dalam perkara ini;
Menimbang, bahwa Pemohon Konvensi diwakili kuasa hukumnya mendaftarkan perkara secara elektronik sebagai Pengguna Terdaftar dan sesuai ketentuan dalam Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor 129/KMA/SK/VIII/2019 huruf E angka 1 huruf a tentang Petunjuk Teknis Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan Secara Elektronik, maka Majelis Hakim telah memeriksa identitas Kuasa Pemohon Konvensi dan kelengkapan berkas perkara berdasarkan dokumen elektronik;
Menimbang, bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 20 ayat (1) Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan Secara Elektronik, Termohon Konvensi dan Kuasa Hukumnya telah dimintai persetujuannya dan menyatakan setuju untuk
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 23