PUTUSAN
Nomor 108/Pdt.G/2012/PTA.Mks BISMILLAHIRRAHMANNIRRAHIM
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
Pengadilan Tinggi Agama Makassar yang mengadili perkara tertentu pada tingkat banding dalam sidang musyawarah majelis telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara antara :
pembanding, umur 36 tahun, agama Islam, pendidikan terakhir S1, pekerjaan Pegawai Negeri Sipil ( Pustu di Dusun Karassing), Desa Borong, Kecamatan Herlang, awalnya bertempat tinggal di Kabupaten Bulukumba, selanjutnya disebut Tergugat Konvensi/Penggugat Rekonvensi / Pembanding;
melawan
terbanding, umur 25 tahun, agama Islam, pendidikan terakhir S1, pekerjaan tidak ada, bertempat tinggal di Kabupaten Bulukumba, selanjutnya disebut Penggugat Konvensi/ Tergugat Rekonvensi / Terbanding ;
Pengadilan Tinggi Agama tersebut;
Telah membaca dan mempelajari semua surat yang berhubungan dengan perkara ini.
DUDUK PERKARANYA
Mengutip uraian sebagaimana termuat dalam putusan Pengadilan Agama Bulukumba Nomor 0098/Pdt.G/2012/PA.Blk tanggal 14 Juni 2012 M., yang bertepatan dengan tanggal 24 Rajab 1433 H., yang amarnya berbunyi sebagai berikut:
Dalam Konvensi :
1. Mengabulkan gugatan Penggugat sebahagian;
2. Menjatuhkan talak satu bain sugra Tergugat, Akhmad Hermawansyah S. Kep bin Drs. H. Pasannai Mallong, terhadap Penggugat Fatmawati binti Letkol Muhsin;
3. Menyatakan tanah kebun seluas 4282 M2 yang terletak di Lingkungan Nipisi, Kelurahan Bontokamase, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba, dengan batas- batas sebagai berikut:
- Sebelah Utara : Tanah kebun milik Beteng;
- Sebelah Timur : Tanah Kuburan;
- Sebelah Selatan : Tanah Kebun milik Tahang Tambai;
- Sebelah Barat : Tanah Kebun milik Mallong;
Adalah mahar Penggugat ;
4. Menghukum Tergugat untuk menyerahkan mahar tersebut kepada Penggugat;
5. Menetapkan hak pemeliharaan anak yang bernama Muhammad Adam Hermawan jatuh kepada Penggugat Fatmawati binti Letkol Muhsin;
6. Menghukum Tergugat untuk memberikan biaya pemeliharaan dan biaya pendidikan kepada anak Penggugat dan Tergugat, Muhammad Adam Hermawan sebesar Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) setiap bulan sampai anak tersebut dewasa, ditambah 10 % setiap tahun untuk penyesuaian inplasi;
7. Tidak diterima selebihnya;
Dalam Rekonvensi :
1. Mengabulkan gugatan Penggugat sebahagian;
2. Menetapkan sebuah motor merek Honda Tiger adalah harta bersama Penggugat dan Tergugat;
3. Menetapkan seperdua dari harta bersama adalah hak bagian Penggugat dan seperduanya lagi adalah hak bagian Tergugat;
4. Menghukum Penggugat dan Tergugat untuk membagi dua harta bersama tersebut dan apabila tidak dapat dibagi secara natura maka akan dijual dan hasil penjualannya dibagi dua antara Penggugat dan Tergugat ;
5. Tidak diterima selain dan selebihnya;
Dalam Konvensi dan Rekonvensi :
Membebankan kepada Penggugat Konvensi/Tergugat Rekonvensi untuk membayar seluruh biaya perkara ini sebesar Rp. 391.000,- (tiga ratus sembilan puluh satu ribu rupiah);
Bahwa, terhadap putusan tersebut, pembanding tidak puas dan mengajukan permohonan banding ke Pengadilan Tinggi Agama Makassar melalui Pengadilan Agama Bulukumba sesuai akta permohonan banding Nomor 0098/Pdt.G/2012/PA.Blk tanggal 28 Juni 2012, dan permohonan banding tersebut telah disampaikan kepada Terbanding pada tanggal 3 Juli 2012
Bahwa, pembanding telah melengkapi permohonan bandingnya dengan memori banding yang diserahkan pada Panitera Pengadilan Agama Bulukumba pada tanggal 3 Juli 2012 dan telah disampaikan kepada Terbanding pada tanggal 4 Juli 2012 dan Terbanding menyerahkan kontra memori Banding pada tanggal 18 Juli 2012.
Bahwa, sebelum berkas banding dikirim ke Pengadilan Tinggi Agama kepada Pembanding dan Terbanding telah diberi kesempatan oleh Panitera untuk membaca dan memeriksa berkas sesuai surat pemberitahuan untuk memeriksa berkas.
PERTIMBANGAN HUKUMNYA
Menimbang, bahwa oleh karena permohonan banding yang diajukan oleh Tergugat / Pembanding telah diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara-cara sebagaimana menurut perundang - undangan yang berlaku, maka permohonan banding tersebut dinyatakan dapat diterima ;
Menimbang, bahwa setelah Majelis Hakim Tingkat Banding mempelajari dan meneliti dengan seksama berkas perkara yang terdiri dari Berita Acara Persidangan Tingkat Pertama, surat-surat bukti dan surat lainnya yang berhubungan dengan perkara ini serta keterangan saksi-saksi yang diajukan oleh Penggugat dan salinan resmi Putusan Pengadilan Agama Bulukumba No. 98/Pdt.G/2012/PA Blk tanggal 14 Juni
2012 dan telah memperhatikan pertimbangan hukum Majelis Hakim Tingkat Pertama, maka Majelis Hakim Tingkat Banding akan memberi pertimbangan sebagai berikut:
Dalam Konvensi
Menimbang, bahwa pertimbangan hukum dan putusan Majelis Hakim Tingkat Pertama dalam konvensi yang mengabulkan gugatan perceraian Penggugat dengan menjatuhkan talak satu bain shugra Tergugat terhadap Penggugat, menetapkan tanah seluas 4282 M2 yang terletak di Lingkungan Nipisi, Kelurahan Bontokamase, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba sebagai mahar Penggugat, dan menetapkan hak pemeliharaan anak Penggugat dan tergugat yang bernama Muhammad Adam Hermawan kepada Penggugat serta menetapkan biaya pemeliharaan anak dibebankan kepada Tergugat sebesar Rp 500.000 setiap bulan ditambah 10 % setiap tahun untuk penyesuaian inflasi sampai anak tersebut dewasa sudah tepat dan benar sehingga pertimbangan hukum Majelis Hakim Tingkat Pertama tersebut diambil alih sebagai pertimbangan Hukum Majelis Hakim Tingkat banding dengan tambahan pertimbangan sebagai berikut :
Menimbang, bahwa Penggugat mendasari gugatannya untuk bercerai dengan Tergugat karena rumah tangga Penggugat dan Tergugat kurang harmonis, sering terjadi perselisihan dan percekcokan disebabkan Tergugat telah berselingkuh dengan wanita lain, Tergugat hypersex, Tergugat kurang menafkahi Penggugat dan Penggugat dan tergugat telah berpisah tempat tinggal sejak tanggal 2 Januari 2012, Tergugat pergi meninggalkan Penggugat tanpa jaminan lahir dan batin;
Menimbang, bahwa Tergugat membantah sebagian dalil-dalil gugatan penggugat namun Tergugat mengakui telah berpisah tempat tinggal dengan Tergugat sejak bulan Januari 2012, Tergugat pergi meninggalkan Penggugat disebabkan Penggugat menuduh Tergugat selingkuh dengan wanita lain;
Menimbang, bahwa atas pengakuan Tergugat tersebut yang telah dikuatkan dengan keterangan saksi saksi Penggugat yang telah memberi keterangan bersesuaian
bahwa benar Penggugat dan Tergugat telah berpisah tempat tinggal sejak tanggal 2 Januari 2012, Tergugat pergi meninggalkan Penggugat tanpa memberi jaminan lahir batin dan dihubungkan dengan jawaban Tergugat yang telah menuduh pula Penggugat menjalin hubungan dengan laki-laki lain dari Ujung Loe, telah membuktikan bahwa Penggugat dan Tergugat sudah tidak harmonis lagi dan telah terjadi percekcokan dalam rumah tangga ;
Menimbang, bahwa dalam kondisi rumah tangga yang demikian yang saling tuduh - menuduh terjadi perselingkuhan dan telah berpisah tempat tinggal, maka Mejelis Hakim Tingkat Banding menilai bahwa rumah tangga Penggugat dan Tergugat sudah sulit untuk mencapai rumah tangga bahagia mawaddah dan rahmah sebagaimana maksud Pasal 1 Undang-Undang No. 1 tahun 1974 Jo Pasal 3 Kompilasi Hukum Islam tentang tujuan perkawinan;
Menimbang, bahwa dengan terjadinya perpisahan tempat tinggal antara Penggugat dan Tergugat, dan Penggugat tidak berkeinginan lagi untuk kembali membina rumah tangga dengan Tergugat meskipun telah diusahakan perdamaian baik dalam persidangan maupun melalui mediator telah membuktikan bahwa antara Penggugat/Terbanding dengan Tergugat/Pembanding telah terjadi perselisihan dan percekcokan dalam rumah tangga, hal ini sesuai dengan yurisprudensi Mahkamah Agung RI Nomor 237K/AG/1998 tanggal 17 Maret 1998 yang mengandung abstrak hukum bahwa hidup berpisah tidak dalam satu tempat kediaman bersama, salah satu pihak tidak berniat meneruskan kehidupan bersama dengan pihak lain merupakan fakta alasan perceraian.
Menimbang, bahwa oleh karena itu pertimbangan hukum Majelis Hakim Tingkat Pertama bahwa antara Penggugat/Terbanding dengan Tergugat/ Pembanding telah terbukti terjadi perselisihan dan pertengkaran terus menerus dan sulit untuk dirukunkan kembali dalam rumah tangga dan berkesimpulan bahwa alasan perceraian Pemohon/Terbanding dengan Termohon /Pembanding telah sesuai ketentuan Pasal 19
huruf f Perturan Pemerintah No. 9 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf f Kompilasi Hukum Islam, sudah tepat dan benar sehingga Majeis Hakim Tingkat Banding berpendapat bahwa putusan majelis hakim Pengadilan Tingkat pertama yang menjatuhkan talak satu bain shugra Tergugat terhadap penggugat patut dipertahankan;
Menimbang, bahwa tentang petitum gugatan yang memerintahkan panitera Pengadilan Agama Bulukumba untuk menyampaikan salinan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap kepada Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama Kecamatan di tempat tinggal kedua belah pihak dan tempat tinggal perkawinan dilangsungkan sebagaimana maksud Pasal 84 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 yang telah diubah dua kali dan terakhir diubah dengan Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009, oleh karena Majelis Hakim Tingkat Pertama tidak mempertimbangkan ketentuan tersebut maka Majelis Hakim Tingkat Banding akan memperbaiki dengan menambah amar putusan Majelis Hakim Tingkat Pertama.
Menimbang bahwa tentang keberatan Tergugat/Pembanding dalam memori bandingnya, tentang Syarat formil saksi karena kedua saksi yang diajukan oleh Penggugat masih ada hubungan keluarga, Majelis Hakim Tingkat Banding berpendapat bahwa keberatan itu tidak dapat dibenarkan karena dalam hal perceraian saksi keluarga dibolehkan didengar keterangannya dalam persidangan sesuai ketentuan Pasal 22 ayat 2 Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1975 dan Pasal 76 Undang-Undang No. 7 Tahun 1989 jo Pasal 134 Kompilasi Hukum Islam, bahwa gugatan perceraian karena alasan cekcok terus menerus dapat diterima apabila telah cukup jelas bagi Pengadilan Agama mengenai sebab-sebab perselisihan dan pertengkaran dan setelah mendengar pihak keluarga serta orang-orang dekat dengan suami istri.
Menimbang bahwa keberatan Pembanding tentang hak pemeliharaan anak yang ditetapkan kepada Penggugat /Terbanding harus dikesampingkan karena sesuai ketentuan Pasal 105 huruf a bahwa dalam hal terjadi perceraian pemeliharaan anak yang belum mumayyiz atau belum berumur 12 tahun adalah hak ibunya, ternyata Tergugat
tidak dapat membuktikan bahwa Penggugat akan melalaikan dan atau telah melakukan kekerasan terhadap anak tersebut, sedangkan alasan Tergugat bahwa Penggugat sering mencubit anak tersebut, suatu hal yang wajar sepanjang tidak membahayakan pisik dan psihis anak.
Menimbang, bahwa oleh karena anak tersebut masih berumur 7 tahun sehingga sangat membutuhkan kasih sayang ibu, dan sesuai Pasal 156 Kompilasi Hukum Islam bahwa akibat putus perkawinan karena perceraian, anak yang belum mumayyiz berhak mendapat hadhanah dari ibunya, kecuali ibunya telah meninggal dunia dapat digantikan oleh :
1. Wanita-wanita dalam garis lurus ke atas dari ibu;
2. Ayah
3. Wanita-wanita dalama garis lurus ke atas ayah 4. Saudara perempuan dari anak yang bersangkutan
5. Wanita-wanita kerabat sedarah menurut garis samping dari ibu 6. Wanita-wanita kerabat sedarah menurut garis samping ayah.
Menimbang, bahwa mengenai keberatan lainnya Majelis Hakim Tingkat Banding tidak perlu mempertimbangkan lagi karena putusan Majelis Hakim Tingkat Pertama telah dipertimbangkan secara benar dan tepat, sedangkan kontra memori banding Terbanding telah mendukung putusan Majelis Hakim Tingkat Pertama.
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, maka Putusan Pengadilan Agama Bulukumba Nomor 98/Pdt.G/2012/PA Blk, tanggal 14 Juni 2012 M., bertepatan denga tanggal 24 Rajab 1433 H .dapat dikuatkan dengan perbaikan amar putusan sebagaimana tersebut dalam putusan ini;
Dalam Rekonvensi
Menimbang, bahwa pertimbangan hukum dan putusan Majelis Hakim Tingkat Pertama yang menetapkan sebuah motor merek Honda Tiger No.Pol DD 2271 HD sebagai harta bersama antara Penggugat Rekonvensi dengan Tergugat Rekonvensi dan
menetapkan untuk membagi dua hasil penjualan motor tersebut sudah tepat dan benar, karena sesuai pengakuan Tergugat Rekonvensi bahwa benar motor itu dibeli dengan hasil penjualan motor Penggugat Rekonvensi sebesar Rp 7.000.000 ( tujuh juta rupiah) ditambah dengan uang Tergugat Rekonvensi sendiri, sehingga patut apabila motor tersebut ditetapkan sebagai harta bersama dan kalau sudah terjual maka harganya dibagi dua antara Penggugat Rekonvensi dengan Tergugat Rekonvensi;
Menimbang, bahwa mengenai tuntutan Tergugat Rekonvensi /Tertbanding sebagaimana termuat dalam Kontra Memori banding, Majelis Hakim Tingkat Banding tidak dapat mempertimbangkannya karena tuntutan tersebut tidak pernah diajukan pada tingkat pertama, oleh karena itu tuntutan tersebut harus dikesampingkan.
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut maka putusan Majelis Hakim Tingkat Pertama cq Putusan Pengadilan Agama Bulukumba Nomor 98/Pdt.G/2012/PA Blk, tanggal 14 Juni 2012 M., bertepatan dengan tanggal 24 Rajab 1433 H dalam rekonvensi dapat dikuatkan.
Dalam Konvensi dan Rekonvensi
Menimbang, bahwa oleh karena perkara ini termasuk dalam bidang perkawinan maka sesuai Pasal 89 Undang-Undang No. 7 tahun 1989 yang telah diubah dengan Undang-Undang No. 3 Tahun 2006 dan terakhir diubah dengan Undang-Undang Nomor 50 tahun 2009 maka biaya perkara pada tingkat pertama dibebankan kepad Penggugat Konvensi/Tergugat Rekonvensi/ Terbanding dan pada tingkat banding dibebankan kepada Tergugat Konvensi/Penggugat Rekonvensi/Pembanding.
Mengingat pasal-pasal dari undang-undang dan perturan lain yang berhubungan dengan perkara ini.
MENGADILI
- Menyatakan permohonan banding Tergugat Konvensi/Penggugat Rekonvensi/
Pembanding dapat diterima;
Dalam Konvensi
- Menguatkan putusan Pengadilan Agama Bulukumba Nomor 98 / Pdt.G / 2012 / PA.Blk., tanggal 14 Juni 2012 M., bertepatan dengan tanggal 24 Rajab 1433 H., dengan perbaikan amar sehingga selengkapnya berbunyi sebagai berikut:
1. Mengabulkan gugatan Penggugat sebahagian;
2. Menjatuhkan talak satu bain sugra Tergugat, Akhmad Hermawansyah S. Kep bin Drs. H. Pasannai Mallong, terhadap Penggugat Fatmawati binti Letkol Muhsin;
3. Memerintahkan Panitera Pengadilan Agama Bulukumba untuk menyampaikan sehelai salinan putusan ini apabila telah berkekuatan hukum tetap kepada Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba;
4. Menyatakan tanah kebun seluas 4282 M2 yang terletak di Lingkungan Nipisi, Kelurahan Bontokamase, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba, dengan batas-batas sebagai berikut:
- Sebelah Utara : Tanah kebun milik Beteng;
- Sebelah Timur : Tanah Kuburan;
- Sebelah Selatan : Tanah Kebun milik Tahang Tambai;
- Sebelah Barat : Tanah Kebun milik Mallong;
adalah mahar Penggugat ;
5. Menghukum Tergugat untuk menyerahkan mahar tersebut kepada Penggugat;
6. Menetapkan hak pemeliharaan anak yang bernama Muhammad Adam Hermawan adalah Penggugat Fatmawati binti Letkol Muhsin dengan ketentuan Penggugat tidak boleh menghalangi Tergugat apabila Tergugat sewaktu-waktu akan bertemu dan menjumpai anak tersebut;
7. Menghukum Tergugat untuk memberikan biaya pemeliharaan dan biaya pendidikan kepada anak Penggugat dan Tergugat, Muhammad Adam Hermawan sebesar minimal Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) setiap bulan
sampai anak tersebut dewasa, ditambah 10 % setiap tahun untuk penyesuaian inplasi;
8. Menyatakan gugatan Penggugat selain dan selebihnya tidak dapat diterima ; Dalam Rekonvensi
- Menguatkan putusan Pengadilan Agama Bulukumba Nomor 98/Pdt.G/2012/PA.Blk., tanggal 14 Juni 2012 M., bertepatan dengan tanggal 24 Rajab 1433 H.
Dalam Konvensi dan Rekonvensi
- Membebankan kepada Penggugat Konvensi/Tergugat Rekonvensi untuk membayar biaya perkara pada tingkat pertama sebesar Rp. 391.000,- (tiga ratus sembilan puluh satu ribu rupiah);
- Membebankan kepada Tergugat Konvensi/Penggugat Rekonvensi/Pembanding untuk membayar biaya perkara pada tingkat banding sebesar Rp 150.000.- ( seratus lima puluh ribu rupiah)
Demikian diputuskan dalam sidang musyawarah Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Agama Makassar pada hari Kamis tanggal 20 September 2012 M., bertepatan dengan tanggal 4 Zulqaidah 1433 H., yang dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari itu juga oleh Drs. H.Abd. Muin Thalib, S.H., M.H., Ketua Majelis, Drs.
H. Mochammad Chanif, S.H., M.H. dan Drs. Abd. Munir S., S.H. masing-masing Hakim Anggota yang ditunjuk berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar tanggal 24 Agustus 2012 dengan dibantu oleh Hj. Nursiah, BA., Panitera Pengganti Pengadilan Tinggi Agama Makassar, tanpa dihadiri oleh pihak-pihak yang berperkara.
Hakim Anggota Ketua Majelis ttd ttd
Drs. H. Mochammad Chanif, S.H., M.H Drs. H.Abd. Muin Thalib, S.H., M.H.
ttd
Drs. Abd. Munir S., S.H.
Panitera Pengganti,
ttd Hj. Nursiah, BA.
Perincian Biaya :
Redaksi : Rp. 5.000,- Meterai : Rp. 6.000,- Biaya Proses Penyelesaian Perkara : Rp.139.000,-
J u m l a h : Rp.150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah)
Untuk Salinan,
Wakil Panitera Pengadilan Tinggi Agama Makassar
Drs. H. Nurdin D