• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4. HASIL dan PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 4. HASIL dan PEMBAHASAN"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 4

HASIL dan PEMBAHASAN

4.1. Profil Perusahaan 4.1.1. Sejarah

KUMON adalah sebuah lembaga pendidikan yang memberikan program belajar dan bimbingan secara ”perseorangan” disesuaikan dengan kemampuan setiap anak, dengan tujuan agar anak dapat maju ke pelajaran yang lebih tinggi dengan kemampuannya sendiri.

KUMON pertama kali dikembangkan dan didirikan pada tahun 1954 oleh seorang Jepang yang bernama Toru Kumon, yang ketika itu berprofesi sebagai guru Matematika tingkat SMA.

Prinsip-prinsip dari sistem belajar KUMON ini adalah :

1) Menyusun bahan-bahan yang saling berhubungan yang diarahkan secara langsung ke Matematika tingkat sekolah menengah (Kalkulus Diferensial dan Integral).

2) Memulai dari tingkat yang tepat.

3) Menekankan pada kemampuan Berhitung.

4) Belajar tanpa tekanan.

5) Belajar di rumah.

6) Belajar secara mandiri.

Di KUMON, anak belajar dengan cara membaca petunjuk-petunjuk dan contoh soal

pada lembar kerja (worksheet), berpikir sendiri, lalu mengerjakan soal dengan

kemampuannya sendiri. Sistem belajar, bahan pelajaran dan pembimbingan KUMON dibuat

sedemikian rupa agar anak dapat belajar secara mandiri.

(2)

Beberapa hal yang menjadikan KUMON berbeda dengan sistem belajar pada umumnya antara lain :

1. Sistem Belajar Perseorangan

Berbeda dengan kursus-kursus lain pada umumnya yang memberikan pelajaran secara sama rata kepada semua anak, KUMON memberikan pelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan setiap individu anak. Agar anak dapat mengerjakan pelajarannya dengan lancar secara mandiri, mereka perlu diberikan pelajaran yang ”tepat”. Dengan cara ini, kemampuan anak dapat berkembang secara maksimal.

2. Bahan Pelajaran ”Small Steps”

Rangkaian soal-soal pada lembar kerja KUMON tersusun secara sistematis dan dengan tingkat kesulitan yang meningkat setahap demi setahap (small steps). Tanpa terasa, pelajaran anak dapat maju ke tingkat yang lebih tinggi. Bahan pelajarannya juga disusun sedemikian rupa untuk membentuk kemampuan dasar yang mantap dan memungkinkan anak mengerjakan level yang lebih tinggi dari tingkatan kelasnya dengan kemampuan sendiri.

3. Melatih Kemandirian Belajar

Di KUMON, anak belajar tidak dengan cara diajarkan, melainkan dilatih untuk berpikir, memahami dan mengerjakan soal dengan kemampuannya sendiri. Di KUMON, pembimbing bertindak selaku ”pemandu” yang selalu mengamati satu per satu anak dengan baik dan memberikan lembar kerja serta pendekatan yang sesuai dengan kemampuan setiap anak sehingga terbentuk kemandirian belajar.

Isi bahan pelajaran Matematika KUMON terdiri dari 23 level, mulai dari Level 7A

hingga Level Q. Pelajarannya dimulai dari pengenalan bilangan hingga Kalkulus dan Statistik

yang merupakan bahan pelajaran Matematika tingkat SMA. Setiap level terdiri dari 200

lembar kerja (worksheet), kecuali Level P dan Level Q. Bahan pelajaran KUMON senantiasa

(3)

direvisi dan disempurnakan dari waktu ke waktu untuk memudahkan anak mempelajarinya.

Ini didasarkan pada penelitian yang mengamati kondisi belajar anak yang sesungguhnya.

Sistem yang diajarkan pada KUMON ternyata hasilnya memuaskan sehingga berkembang dari mulut ke mulut. Kini, KUMON tidak hanya menyebar ke seluruh Jepang saja, tetapi juga telah menyebar di 44 negara dengan jumlah siswa lebih dari 3,72 juta anak (data bulan Februari 2005). Salah satunya KUMON di Indonesia, yang pertama kali berdiri pada bulan Oktober 1993 di Jakarta. Saat ini, KUMON telah diselenggarakan di wilayah Jabotabek, Surabaya dan Bandung, dengan jumlah siswa lebih dari 33 ribu orang (data bulan Maret 2005).

Sejak KUMON Indonesia didirikan hingga sekarang, KUMON mengalami peningkatan usaha yaitu dengan dibukanya banyak cabang dimana-mana. Salah satunya adalah KUMON cabang Jembatan V. KUMON di tempat ini sudah berdiri selama 4 tahun (berdiri pada tahun 2004), dengan jumlah murid sekitar 400 orang dan akan terus bertambah. Jumlah murid semakin bertambah dikarenakan kualitas yang diberikan juga baik. Hal ini juga dapat dipengaruhi dari asisten pengajar yang berkualitas dan berkinerja bagus.

Pada KUMON Jembatan V ini, asisten pengajar diperkenankan untuk mengerjakan worksheet terlebih dahulu sebelum mengajarkan sesuai masing-masing level si anak. Hal ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana cara mengajar yang tepat dan sesuai dengan aturan KUMON. Worksheet yang dibuat dimulai dari Level 3A sampai level tertinggi yaitu Level Q.

Dimana setelah menyelesaikan setiap level akan diberikan honor sesuai level yang

dikerjakan. Dan juga untuk mengambil level berikutnya, setiap asisten harus mengerjakan

Tes Penyelesaian Pelajaran (persyaratan untuk mengerjakan level berikutnya) untuk

mengetahui mampu atau tidaknya asisten mengerjakan level berikutnya.

(4)

4.1.2. Misi

”Dengan menggali potensi yang ada pada setiap individu, dan dengan mengembangkan kemampuan tersebut secara maksimal, kami berusaha agar dapat membentuk manusia yang sehat dan berbakat yang dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi masyarakat global.”

4.1.3. Visi

” Perdamaian dunia melalui pendidikan”

Kumon memiliki tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi anak-anak, yaitu

membentuk kemampuan dasar yang kuat, kemandirian, rasa percaya diri dan ”life-skills”,

sehingga tercipta manusia yang berkualitas. Dari anak-anak yang memiliki pribadi yang luar

biasa ini akan terbentuk lebih banyak orang-tua dan keluarga yang lebih baik, dan akan

semakin banyak orang yang menaruh perhatian terhadap pendidikan. Orang-orang seperti ini

akan dapat memberikan sumbangan bagi masyarakat, dan memberikan kontribusi untuk

pembangunan negara melalui pendidikan sehingga perdamaian dunia bisa terwujud.

(5)

4.1.4. Struktur Organisasi dan Uraian Tugas

Sumber : wawancara dengan Instruktur / Pembimbing

Gambar 4.1 Struktur Organisasi KUMON

Tanggung Jawab dan Uraian Tugas

Untuk menghindari adanya tugas rangkap yang dapat menimbulkan tugas yang tidak jelas wewenang dan tanggung jawab, maka setiap bagian dalam perusahaan memiliki tugas masing-masing (job description). Untuk lebih jelasnya penulis akan menguraikan tugas-tugas yang dimiliki oleh masing-masing bagian dalam perusahaan:

1. Instruktur / Pembimbing

Adalah franchisor KUMON daerah Jembatan V, yang tugasnya:

Instruktur / Pembimbing

Administrasi Bimbingan

Asisten Utama

Level Rendah Asisten Utama

Level Tinggi

Asisten Level 7A-5A

Asisten Level 4A-2A

Asisten Level

A-B

Asisten Level

C-D

Asisten Level

E-F

Asisten Level

G-I

Asisten Level

J-Up

(6)

a. Merumuskan rencana, tujuan, sasaran dan kebijakan umum KUMON secara keluruhan.

b. Mengawasi, mengkoordinir dan memimpin jalannya aktivitas KUMON dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

2. Administrasi

• Mengurus pembayaran siswa.

• Membuat pembukuan untuk pembayaran yang dilakukan.

• Menghitung gaji karyawan dan membuat laporan gaji.

3. Asisten Utama Level Rendah (Level 7A-D)

• Mengawasi jalannya bimbingan belajar, khususnya level rendah.

• Menyusun program belajar anak untuk level rendah.

• Mengadakan pertemuan orang tua untuk memberikan informasi tentang kemajuan anak.

• Melakukan bongkar stok Worksheet 4. Asisten Utama Level Tinggi (Level E-Q)

• Bertanggung jawab untuk mengawasi kemajuan belajar keseluruhan anak.

• Menyusun program belajar anak untuk level tinggi.

• Mengadakan pertemuan orang tua untuk memberikan informasi tentang kemajuan anak.

• Membuat laporan bulanan untuk data kemajuan belajar anak.

• Memesan perlengkapan atau peralatan yang sudah habis.

(7)

5. Asisten Level 7A-5A, 4A-2A, A-B, C-D, E-F, G-I, dan Level J-Up mempunyai tugas yang sama, perbedaannya hanya pada level dimana mereka ditempatkan. Tugasnya adalah :

• Mengawasi waktu dan membantu anak yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan PS matematikanya.

• Memeriksa PS dan PR murid.

• Menchecklist (mengajarkan bahan baru) untuk PR selanjutnya.

4.2. Uji Validitas dan Reliabilitas 4.2.1. Uji Validitas

Uji Validitas ini dilakukan untuk mengetahui ketepatan alat ukur terhadap konsep yang diukur sehingga benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur. Uji validitas terhadap kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan program SPSS versi 11.5.

Untuk menentukan valid atau tidaknya setiap butir atau instrumen yang ada, dilakukan dengan membandingkan output Corrected Item Total Correlation dengan r tabel.

Dimana besarnya nilai tabel r dengan ketentuan tingkat kepercayaan (degree of freedom = df) jumlah responden dikurangi dua atau 17 - 2 = 15 dengan tingkat signifikasi 5%, maka nilai r tabel sebesar 0.412. Hal ini berarti :

- Jika output Corrected Item Total Correlation > 0.412 , maka butir atau instrumen

tersebut valid.

(8)

- Jika output Corrected Item Total Correlation < 0.412 , maka butir atau instrumen tersebut tidak valid.

a. Uji Validitas Faktor Eksternal Tabel 4.1

Uji Validitas Faktor Eksternal

Butir Corrected Item – Total Correlation

Nilai Kritis (0.412) untuk n=17

P1 0.804 Valid

P2 0.671 Valid

P3 0.618 Valid

P4 0.741 Valid Sumber : Data yang telah diolah

Berdasarkan hasil kuesioner yang telah dilakukan uji validitas, faktor eksternal yang terdiri dari 4 pertanyaan, keseluruhannya dinyatakan valid karena nilainya lebih dari 0,412.

Hasil perhitungan dapat dilihat pada lampiran 3.

(9)

b. Uji Validitas Faktor Internal Tabel 4.2

Uji Validitas Faktor Internal

Butir Corrected Item – Total Correlation

Nilai Kritis (0.412) untuk n=17

P5 0.562 Valid

P6 0.621 Valid

P7 0.685 Valid

P8 0.594 Valid

P9 0.532 Valid

P10 0.576 Valid Sumber : Data yang telah diolah

Berdasarkan hasil kuesioner yang telah dilakukan uji validitas, faktor internal yang terdiri dari 6 pertanyaan, keseluruhannya dinyatakan valid karena nilainya lebih dari 0,412.

Hasil perhitungan dapat dilihat pada lampiran 4.

(10)

c. Uji Validitas Faktor Penghambat Tabel 4.3

Uji Validitas Faktor Penghambat

Butir Corrected Item – Total Correlation

Nilai Kritis (0.412) untuk n=17

P11 0.580 Valid

P12 0.625 Valid

P13 0.562 Valid

P14 0.545 Valid

P15 0.520 Valid

P16 0.544 Valid

P17 0.567 Valid

P18 0.546 Valid

P19 0.522 Valid Sumber : Data yang telah diolah

Berdasarkan hasil kuesioner yang telah dilakukan uji validitas, faktor penghambat

yang terdiri dari 9 pertanyaan, keseluruhannya dinyatakan valid karena nilainya lebih dari

0,412. Hasil perhitungan dapat dilihat pada lampiran 5.

(11)

4.2.2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui tingkat / derajat ketepatan, dan keakuratan dari instrument pengukuran. Uji realibilitas dilakukan dengan koefisien Cronbach Alpha.

Dasar pengambilan kesimpulan :

Jika Cronbach Alpha > 0,6 maka instrumen tersebut reliabel, tetapi jika Cronbach Alpha < 0,6 maka instrumen tersebut tidak reliabel.

Tabel 4.4

Uji Reliabilitas Faktor Eksternal Reliability Cronbach’s Alpha

0.859

Sumber : Data yang telah diolah

Dari hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS, maka diperoleh hasil koefisien alpha untuk faktor eksternal sebesar 0,859 artinya kuesioner (instrumen) yang digunakan pada penelitian ini reliabel karena mempunyai alpha lebih dari 0,6 (standar statistik). Hasil perhitungan dapat dilihat pada lampiran 3.

Tabel 4.5

Uji Reliabilitas Faktor Internal Reliability Cronbach’s Alpha

0.801

Sumber : Data yang telah diolah

(12)

Dari hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS, maka diperoleh hasil koefisien alpha untuk faktor internal sebesar 0,801 artinya kuesioner (instrumen) yang digunakan pada penelitian ini reliabel karena mempunyai alpha lebih dari 0,6 (standar statistik). Hasil perhitungan dapat dilihat pada lampiran 4.

Tabel 4.6

Uji Reliabilitas Faktor Penghambat Reliability Cronbach’s Alpha

0.835

Sumber : Data yang telah diolah

Dari hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS, maka diperoleh hasil koefisien alpha untuk faktor penghambat sebesar 0,835 artinya kuesioner (instrumen) yang digunakan pada penelitian ini reliabel karena mempunyai alpha lebih dari 0,6 (standar statistik). Hasil perhitungan dapat dilihat pada lampiran 5.

4.3. Analisis Faktor Eksternal yang Mendorong Asisten Mengerjakan Worksheet Sampai Level G ke Atas

Analisis ini dilakukan untuk mengidentifikasikan faktor-faktor yang berasal dari

lingkungan luar individu seperti honor yang dibayarkan, tingkat kemudahan soal yang

dikerjakan, fasilitas yang tersedia, dan persyaratan kelulusan, yang dapat mendorong asisten

untuk mengerjakan worksheet sampai level G ke atas. Dimana responden yang diteliti

diambil secara keseluruhan yaitu 17 orang yaitu asisten-asisten Kumon. Pengujian dilakukan

dengan merata-ratakan (average) hasil dari data kuesioner yang diperoleh, yang kemudian

(13)

hasil rata-rata akan dikelompokkan sesuai kelasnya masing-masing. Pengelompokkan dilakukan melalui kelas interval, dimana besarnya interval dapat ditentukan sebagai berikut :

Interval = Jarak = Xmax – Xmin = 5 – 1 = 0,80 Banyak kelas k 5

Berdasarkan interval di atas, maka batas-batas penelitian terhadap aspek-aspek yang akan di evaluasi dapat dikelompokkan sebagai berikut :

Tabel 4.7 Pengelompokkan Kelas Nilai Rata-Rata Jawaban

0,99 - 1,79 Sangat Tidak Setuju 1,80 – 2,60 Tidak Setuju 2,61 - 3,41 Cukup Setuju 3,42 – 4,22 Setuju 4,23 - 5,03 Sangat Setuju

Sumber : Pengolahan data

Dari perhitungan (lihat di lampiran 2) yang dilakukan, menghasilkan nilai rata-rata (average) sebagai berikut :

• Honor yang dibayarkan (P1) dengan nilai rata-rata sebesar 2,35

• Tingkat kesulitan soal yang dikerjakan (P2) dengan nilai rata-rata sebesar 2,65

• Fasilitas yang tersedia (P3) dengan nilai rata-rata sebesar 3,12

• Persyaratan kelulusan (P4) dengan nilai rata-rata sebesar 2,59.

Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat dari histogram seperti dibawah ini.

(14)

Faktor Eksternal

2.35

2.65

3.12

2.59

0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 3.00 3.50

P1 P2 P3 P4

Average

Gambar 4.2 Hasil Rata-Rata (

Average

) Faktor Eksternal

4.3.1. Honor yang Dibayarkan (P1)

Adalah besarnya honor yang diterima asisten setelah selesai mengerjakan satu level worksheet.

Menurut responden, mereka tidak setuju (2,35) bahwa honor yang dibayarkan merupakan faktor eksternal yang dapat mendorong asisten untuk mengerjakan worksheet sampai level G ke atas. Hal ini berarti bahwa pihak perusahaan harus memberikan honor yang adil sesuai dengan level yang dikerjakan.

4.3.2. Tingkat Kemudahan Soal yang Dikerjakan (P2)

Adalah tingkat dimana soal dalam worksheet yang dikerjakan masih mudah.

Menurut responden, mereka cukup setuju (2,65) bahwa tingkat kemudahan

soal yang dikerjakan merupakan faktor eksternal yang dapat mendorong asisten untuk

(15)

mengerjakan worksheet sampai level G ke atas. Hal ini berarti bahwa sebaiknya pihak perusahaan menyediakan tutor atau pengajar untuk mengajarkan soal-soal yang sulit.

4.3.3. Fasilitas yang Tersedia (P3)

Adalah fasilitas yang disediakan seperti buku pedoman mengerjakan, alat tulis, dan tutor (pengajar) untuk membantu dalam mengerjakan worksheet.

Menurut responden, mereka cukup setuju (3,12) bahwa fasilitas yang tersedia merupakan faktor eksternal yang dapat mendorong asisten untuk mengerjakan worksheet sampai level G ke atas. Hal ini berarti bahwa pihak perusahaan sebaiknya meningkatkan kualitas fasilitas yang ada seperti alat tulis yang lebih bagus dan berkualitas dan menambah fasilitas seperti buku pedoman yang jumlahnya masih sedikit serta menyediakan tutor (pengajar) untuk lebih mendorong asisten dalam mengerjakan worksheet sampai level G ke atas.

4.3.4. Persyaratan Kelulusan (P4)

Adalah persyaratan yang diberikan untuk mengerjakan level selanjutnya.

Persyaratan tersebut adalah mengerjakan satu level worksheet sampai selesai, nilai worksheet yang dikerjakan harus > 7, dan mengikuti test TPP (Tes Penyelesaian Pelajaran) level yang diselesaikan tersebut, yang nilai hasil TPP nya harus kelompok 1.

Menurut responden, tidak setuju (2,59) bahwa persyaratan kelulusan

merupakan faktor eksternal yang dapat mendorong asisten untuk mengerjakan

worksheet sampai level G ke atas. Hal ini berarti bahwa pihak perusahaan sebaiknya

mengubah persyaratan kelulusan menjadi lebih mudah bagi para asisten pengajar,

seperti nilai worksheet yang dikerjakan menjadi > 6 dan nilai untuk hasil TPP nya

minimal menjadi kelompok 2.

(16)

Jadi dari analisa diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa responden cukup setuju (rata-rata sebesar 2,68 , yang perhitungannya dapat dilihat di lampiran 2) bahwa faktor- faktor eksternal diatas dapat mendorong asisten untuk mengerjakan worksheet sampai level G ke atas. Dimana faktor yang paling menonjol adalah fasilitas yang tersedia dengan rata- rata sebesar 3,12 yang berarti responden cukup setuju bahwa fasilitas yang tersedia merupakan faktor eksternal yang paling mendorong asisten untuk mengerjakan worksheet sampai level G ke atas.

4.4. Analisis Faktor Internal yang Mendorong Asisten Mengerjakan Worksheet Sampai Level G ke Atas

Analisis ini dilakukan untuk mengidentifikasikan faktor-faktor yang berasal dari dalam diri individu seperti meningkatkan kemampuan individu, keinginan mengetahui tingkat kemampuan yang dimiliki, adanya mood untuk mengerjakan worksheet, keinginan untuk dihargai, keinginan untuk menambah pendapatan dan waktu yang dimiliki untuk mengerjakan worksheet, yang dapat mendorong asisten untuk mengerjakan worksheet sampai level G ke atas. Dimana responden yang diteliti diambil secara keseluruhan yaitu 17 orang yaitu asisten-asisten Kumon. Pengujian dilakukan dengan merata-ratakan hasil dari data kuesioner yang diperoleh, yang kemudian hasil rata-rata akan dikelompokkan sesuai kelasnya masing-masing (Lihat Tabel 4.7).

Dari perhitungan (lihat di lampiran 2) yang dilakukan, menghasilkan nilai rata-rata (average) sebagai berikut :

• Meningkatkan kemampuan individu (P5) dengan nilai rata-rata sebesar 3,94

(17)

• Keinginan mengetahui tingkat kemampuan yang dimiliki (P6) dengan nilai rata-rata sebesar 4,06

• Adanya mood untuk mengerjakan worksheet (P7) dengan nilai rata-rata sebesar 3,53

• Keinginan untuk dihargai (P8) dengan nilai rata-rata sebesar 4,24

• Keinginan untuk menambah pendapatan (P9) dengan nilai rata-rata sebesar 4,18

• Waktu yang dimiliki untuk mengerjakan worksheet (P10) dengan nilai rata-rata sebesar 3,71.

Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat dari histogram seperti dibawah ini.

Faktor Internal

3.94 4.06

3.53

4.24 4.18

3.71

0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 3.00 3.50 4.00 4.50

P5 P6 P7 P8 P9 P10

Average

Gambar 4.3 Hasil Rata-Rata (

Average

) Faktor Internal

4.4.1. Meningkatkan Kemampuan Individu (P5)

Adalah keinginan individu untuk meningkatkan kemampuannya dengan

mengerjakan worksheet.

(18)

Menurut responden, mereka setuju (3,94) bahwa untuk meningkatkan kemampuan individu merupakan faktor internal yang mendorong asisten untuk mengerjakan worksheet sampai level G ke atas. Hal ini berarti bahwa pihak perusahaan sebaiknya menyediakan bahan-bahan penunjang seperti buku pedoman, tutor (pengajar), dan alat-alat tulis untuk lebih mendorong asisten dalam meningkatkan kemampuan dengan mengerjakan worksheet sampai level G ke atas.

4.4.2. Keinginan Mengetahui Tingkat Kemampuan yang Dimiliki (P6)

Adalah keinginan individu untuk mengetahui sampai sejauhmana tingkat kemampuannya dalam mengerjakan worksheet.

Menurut responden, mereka setuju (4,06) bahwa keinginan mengetahui tingkat kemampuan yang dimiliki merupakan faktor internal yang dapat mendorong asisten untuk mengerjakan worksheet sampai level G ke atas. Hal ini berarti bahwa pihak perusahaan sebaiknya mengfasilitasi individu untuk meningkatkan kemampuannya dengan buku pedoman mengerjakan, melakukan penilaian berupa tes atau pengujian untuk mengetahui sejauhmana tingkat kemampuan yang dimiliki serta menyediakan tutor (pengajar) sehingga dapat mendorong keinginan individu untuk mengetahui tingkat kemampuan yang dimilikinya dengan mengerjakan worksheet sampai level G ke atas.

4.4.3. Adanya Mood Untuk Mengerjakan Worksheet (P7) Adalah mood untuk mau mengerjakan worksheet.

Menurut responden, mereka setuju (3,53) bahwa adanya mood untuk

mengerjakan worksheet merupakan faktor internal yang mendorong asisten untuk

mengerjakan worksheet sampai level G ke atas. Hal ini berarti bahwa pihak

(19)

perusahaan sebaiknya meningkatkan motivator seperti fasilitas yang disediakan (alat- alat tulis yang berkualitas, buku pedoman mengerjakan, tutor/pengajar ) dan memberikan imbalan yang sesuai agar dapat mendorong meningkatnya mood asisten untuk mengerjakan worksheet sampai level G ke atas.

4.4.4. Keinginan Untuk Dihargai (P8)

Adalah keinginan individu untuk memperoleh balasan atau penghargaan yang setimpal dengan meningkatkan kemampuannya dengan mengerjakan worksheet sampai level G ke atas.

Menurut responden, mereka sangat setuju (4,24) bahwa keinginan untuk dihargai merupakan faktor internal yang dapat mendorong asisten untuk mengerjakan worksheet sampai level G ke atas. Hal ini berarti bahwa pihak perusahaan sebaiknya menghargai karyawan dengan memberikan imbalan yang pantas dan sesuai dengan level worksheet yang dikerjakan dan menyediakan fasilitas yang memadai.

4.4.5. Keinginan Untuk Menambah Pendapatan (P9)

Adalah keinginan individu untuk menambah pendapatan dengan mengerjakan worksheet.

Menurut responden, mereka setuju (4,18) bahwa keinginan untuk menambah

pendapatan merupakan faktor internal yang dapat mendorong asisten untuk

mengerjakan worksheet sampai level G ke atas. Hal ini berarti bahwa pihak

perusahaan sebaiknya menyediakan honor yang sesuai dengan tingkat level yang

dikerjakan sehingga lebih mendorong asisten untuk mengerjakan worksheet sampai

level G ke atas.

(20)

4.4.6. Waktu yang Dimiliki Untuk Mengerjakan Worksheet (P10)

Adalah waktu senggang atau waktu luang yang dimiliki atau disediakan individu untuk mengerjakan worksheet.

Menurut responden, mereka setuju (3,71) bahwa waktu yang dimiliki untuk mengerjakan worksheet merupakan faktor internal yang mendorong asisten untuk mengerjakan worksheet sampai level G ke atas. Hal ini berarti bahwa sebaiknya pihak perusahaan meningkatkan motivator seperti pemberian imbalan yang pantas dan sesuai dengan level yang dikerjakan, penyediaan buku pedoman dan tutor (pengajar) sehingga dapat menjadi pendorong bagi asisten untuk menyediakan waktu luang dalam mengerjakan worksheet.

Jadi dari analisa diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa responden setuju (rata-rata sebesar 3,94 , yang perhitungannya dapat dilihat di lampiran 2) bahwa faktor-faktor internal diatas dapat mendorong asisten untuk mengerjakan worksheet sampai level G ke atas.

Dimana faktor yang paling menonjol adalah keinginan untuk dihargai dengan rata-rata sebesar 4,24 yang berarti responden sangat setuju bahwa faktor keinginan untuk dihargai merupakan faktor internal yang paling mendorong asisten untuk mengerjakan worksheet sampai level G ke atas.

4.5. Analisa Faktor yang Menghambat Asisten Mengerjakan Worksheet Sampai Level G ke Atas

Analisis ini dilakukan untuk mengidentifikasikan faktor-faktor seperti honor yang

dibayarkan, tingkat kesulitan soal yang dikerjakan, tingkat kemampuan yang dimiliki individu,

(21)

keinginan / kemauan untuk mengerjakan worksheet, mood saat mengerjakan worksheet, waktu yang dimiliki untuk mengerjakan worksheet, fasilitas yang tersedia, persyaratan kelulusan, dan perubahan dalam pembagian pekerjaan saat di Kumon, yang dapat menghambat asisten untuk mengerjakan worksheet sampai level G ke atas. Dimana responden yang diteliti diambil secara keseluruhan yaitu 17 orang yaitu asisten-asisten Kumon. Pengujian dilakukan dengan merata-ratakan hasil dari data kuesioner yang diperoleh, yang kemudian hasil rata-rata akan dikelompokkan sesuai kelasnya masing- masing (Lihat Tabel 4.7).

Dari perhitungan (lihat di lampiran 2) yang dilakukan, menghasilkan nilai rata-rata (average) sebagai berikut :

• Honor yang dibayarkan (P11) dengan nilai rata-rata sebesar 3,65

• Tingkat kesulitan soal yang dikerjakan (P12) dengan nilai rata-rata sebesar 3,47

• Tingkat kemampuan yang dimiliki individu (P13) dengan nilai rata-rata sebesar 3,59

• Keinginan / kemauan untuk mengerjakan worksheet (P14) dengan nilai rata-rata sebesar 4,06

• Mood saat mengerjakan worksheet (P15) dengan nilai rata-rata sebesar 3,88

• Waktu yang dimiliki dan disediakan untuk mengerjakan worksheet (16) dengan nilai rata- rata sebesar 3,76

• Fasilitas yang tersedia (P17) dengan nilai rata-rata sebesar 3,24

• Persyaratan kelulusan (P18) dengan nilai rata-rata sebesar 3,18

• Perubahan dalam pembagian pekerjaan saat di Kumon (P19) dengan nilai rata-rata sebesar 3,82.

Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat dari histogram seperti dibawah ini.

(22)

Faktor Penghambat

3.65 3.47 3.59

4.06 3.88 3.76

3.24 3.18 3.82

0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 3.00 3.50 4.00 4.50

P11 P12 P13 P14 P15 P16 P17 P18 P19

Average

Gambar 4.4 Hasil Rata-Rata (

Average

) Faktor Penghambat

4.5.1. Honor yang Dibayarkan (P11)

Adalah besarnya honor yang diterima asisten setelah selesai mengerjakan satu level worksheet.

Menurut responden, mereka setuju (3,65) bahwa honor yang dibayarkan merupakan faktor yang menghambat asisten untuk mengerjakan worksheet sampai level G ke atas. Hal ini berarti bahwa pihak perusahaan sebaiknya harus memberikan honor yang adil sesuai dengan level yang dikerjakan untuk mendorong asisten dalam mengerjakan worksheet sampai level G ke atas.

4.5.2. Tingkat Kesulitan Soal yang Dikerjakan (P12)

Adalah tingkat soal pada worksheet yang sulit untuk dikerjakan asisten.

(23)

Menurut responden, mereka setuju (3,47) bahwa tingkat kesulitan soal yang dikerjakan merupakan faktor yang menghambat asisten untuk mengerjakan worksheet sampai level G ke atas. Hal ini berarti bahwa pihak perusahaan sebaiknya menyediakan tutor atau pengajar untuk mengajarkan soal-soal yang sulit sehingga dapat mendorong asisten untuk mengerjakan worksheet sampai level G ke atas.

4.5.3. Tingkat Kemampuan yang Dimiliki Individu (P13)

Adalah kemampuan yang dimiliki oleh individu dalam mengerjakan worksheet level G ke atas.

Menurut responden, mereka setuju (3,59) bahwa tingkat kemampuan yang dimiliki individu merupakan faktor yang menghambat asisten untuk mengerjakan worksheet sampai level G ke atas. Hal ini berarti bahwa pihak perusahaan sebaiknya menyediakan tutor (pengajar), yang dalam proses belajar mengajarnya disertai dengan metode (metode komunikasi dua arah antara pengajar dan individu yang diajar) dan alat bantu mengajar (buku pedoman, alat-alat tulis), yang turut memegang peranan penting dalam mempermudah proses belajar dan mengajar, yang dapat membantu individu untuk meningkatkan kemampuannya.

4.5.4. Keinginan / Kemauan Untuk Mengerjakan Worksheet (P14)

Adalah keinginan / kemauan dalam diri individu untuk mengerjakan worksheet sampai level G ke atas.

Menurut responden, mereka setuju (4,06) bahwa keinginan / kemauan untuk

mengerjakan worksheet merupakan faktor yang menghambat asisten untuk

mengerjakan worksheet sampai level G ke atas. Hal ini berarti bahwa masih kurangnya

motivator bagi individu untuk mengerjakan worksheet sampai level G ke atas, sehingga

(24)

sebaiknya perusahaan meningkatkan kualitas motivator yang ada dengan pemberian imbalan yang pantas serta penyediaan fasilitas yang lengkap dan memadai.

4.5.5. Mood Saat Mengerjakan Worksheet (P15) Adalah mood untuk mau mengerjakan worksheet.

Menurut responden, mereka setuju (3,88) bahwa mood saat mengerjakan worksheet merupakan faktor yang menghambat asisten untuk mengerjakan worksheet sampai level G ke atas. Hal ini berarti bahwa pihak perusahaan sebaiknya meningkatkan motivator seperti fasilitas yang disediakan (alat-alat tulis yang berkualitas, buku pedoman mengerjakan, tutor/pengajar ) dan memberikan imbalan yang sesuai agar dapat mendorong meningkatnya mood asisten untuk mengerjakan worksheet sampai level G ke atas.

4.5.6. Waktu yang Dimiliki Untuk Mengerjakan Worksheet (P16)

Adalah waktu senggang atau waktu luang yang dimiliki atau disediakan asisten untuk mengerjakan worksheet.

Menurut responden, mereka setuju (3,76) bahwa waktu yang dimiliki untuk

mengerjakan worksheet merupakan faktor yang menghambat asisten untuk

mengerjakan worksheet sampai level G ke atas. Hal ini berarti bahwa sebaiknya pihak

perusahaan meningkatkan motivator seperti pemberian imbalan yang pantas dan

sesuai dengan level yang dikerjakan, penyediaan buku pedoman dan tutor (pengajar)

sehingga dapat menjadi pendorong bagi asisten untuk menyediakan waktu luang

dalam mengerjakan worksheet.

(25)

4.5.7. Fasilitas yang Tersedia (P17)

Adalah fasilitas yang disediakan seperti buku pedoman mengerjakan, alat tulis, dan tutor (pengajar) untuk membantu dalam mengerjakan worksheet.

Menurut responden, mereka cukup setuju (3,24) bahwa fasilitas yang tersedia merupakan faktor yang menghambat asisten untuk mengerjakan worksheet sampai level G ke atas. Hal ini berarti bahwa pihak perusahaan sebaiknya menambah fasilitas seperti buku pedoman yang jumlahnya masih sedikit, alat tulis yang lebih bagus dan berkualitas, serta menyediakan tutor (pengajar) untuk lebih mendorong asisten dalam mengerjakan worksheet sampai level G ke atas.

4.5.8. Persyaratan Kelulusan (P18)

Adalah persyaratan yang diberikan untuk mengerjakan level selanjutnya.

Persyaratan tersebut adalah mengerjakan satu level worksheet sampai selesai, nilai worksheet yang dikerjakan harus > 7, dan mengikuti test TPP (Tes Penyelesaian Pelajaran) level yang diselesaikan tersebut, yang nilai hasil TPP nya harus kelompok 1.

Menurut responden, mereka cukup setuju (3,18) bahwa persyaratan kelulusan merupakan faktor yang menghambat asisten untuk mengerjakan worksheet sampai level G ke atas. Hal ini berarti bahwa pihak perusahaan sebaiknya mengubah persyaratan kelulusan menjadi lebih mudah bagi para asisten pengajar, seperti nilai worksheet yang dikerjakan menjadi > 6 dan nilai untuk hasil TPP nya minimal menjadi kelompok 2.

4.5.9. Perubahan Dalam Pembagian Pekerjaan Saat di Kumon (P19)

Adalah perubahan dalam hal tugas yang dikerjakan, misalnya jika pada

awalnya mengajar level F, tetapi kemudian kita mengerjakan worksheet level G dan

(26)

menyelesaikannya maka akan berubah menjadi pengajar level G, yang berarti tingkat kesulitan mengajar menjadi lebih meningkat.

Menurut responden, mereka setuju (3,82) bahwa perubahan dalam pembagian pekerjaan saat di Kumon dapat menjadi faktor yang menghambat asisten untuk mengerjakan worksheet sampai level G ke atas. Hal ini berarti bahwa pihak perusahaan sebaiknya meningkatkan motivator (honor yang dibayar, fasilitas) yang ada agar perubahan dalam pembagian pekerjaan tidak menghambat asisten dalam mengerjakan worksheet sampai level G ke atas.

Jadi dari analisa diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa responden setuju (rata-rata sebesar 3,63 , yang perhitungannya dapat dilihat di lampiran 2) bahwa faktor-faktor penghambat diatas dapat menghambat asisten untuk mengerjakan worksheet sampai level G ke atas. Dimana faktor yang paling menonjol adalah keinginan / kemauan untuk mengerjakan worksheet dengan rata-rata sebesar 4,06 yang berarti responden setuju bahwa keinginan / kemauan untuk mengerjakan worksheet merupakan faktor penghambat yang paling menghambat asisten untuk mengerjakan worksheet sampai level G ke atas.

4.6. Memberikan Usulan Rekomendasi yang Mampu Mendorong Asisten Untuk Mengerjakan Worksheet Sampai Level G ke Atas

Dari hasil di atas, diperoleh bahwa untuk mendorong asisten agar mengerjakan worksheet sampai level G ke atas diperlukan usulan rekomendasi sebagai berikut :

1. Memberikan honor yang adil yang pantas dan sesuai dengan level yang dikerjakan.

2. Menyediakan tutor (pengajar) untuk mengajarkan soal-soal yang sulit.

3. Menambah fasilitas seperti buku pedoman, alat-alat tulis yang berkualitas bagus.

(27)

4. Mengubah persyaratan kelulusan menjadi lebih mudah bagi para asisten pengajar, seperti nilai worksheet yang dikerjakan menjadi > 6 dan nilai untuk hasil TPP nya minimal menjadi kelompok 2.

4.7. Implikasi Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil analisis diatas, diketahui bahwa:

• Responden cukup setuju bahwa faktor eksternal seperti honor yang dibayarkan, tingkat kesulitan soal yang dikerjakan, fasilitas yang tersedia, dan persyaratan kelulusan dapat mendorong asisten untuk mengerjakan worksheet sampai level G ke atas. Hal ini berarti perusahaan sebaiknya memberikan honor yang sesuai dengan tingkat kesulitan worksheet yang dikerjakan, menyediakan fasilitas / sarana yang lebih baik seperti penyediaan tutor / pengajar, dan mempermudah persyaratan kelulusan menjadi > 6 dan TPPnya kelompok 2.

• Responden setuju bahwa faktor Internal seperti meningkatkan kemampuan individu, keinginan mengetahui tingkat kemampuan yang dimiliki, adanya mood untuk mengerjakan worksheet, keinginan untuk dihargai, keinginan untuk menambah pendapatan dan waktu yang dimiliki untuk mengerjakan worksheet dapat mendorong asisten untuk mengerjakan worksheet sampai level G ke atas. Hal ini berarti perusahaan sebaiknya lebih meningkatkan motivator-motivator yang ada seperti penyediaan buku pedoman cara mengerjakan, kualitas alat tulis yang lebih baik dan menambah sarana seperti penyediaan tutor / pengajar.

• Responden setuju bahwa faktor penghambat seperti honor yang dibayarkan, tingkat

kesulitan soal yang dikerjakan, tingkat kemampuan yang dimiliki individu, keinginan /

kemauan untuk mengerjakan worksheet, mood saat mengerjakan worksheet, waktu

(28)

yang dimiliki untuk mengerjakan worksheet, fasilitas yang tersedia, persyaratan kelulusan, dan perubahan dalam pembagian pekerjaan saat di Kumon dapat menghambat asisten untuk mengerjakan worksheet sampai level G ke atas. Hal ini berarti perusahaan sebaiknya meningkatkan motivator yang ada seperti honor yang disesuaikan dengan tingkat kesulitan soal dalam worksheet, buku pedoman yang lebih banyak, penyediaan tutor/pengajar serta diadakan pelatihan dalam hal cara pengajaran yang baik.

Dilihat dari sisi manajerial, diharapkan dengan semakin banyak asisten yang mampu

mengerjakan level G ke atas, jumlah kelas untuk level G ke atas dapat dibuka lebih banyak

sehingga pemilik mampu meningkatkan pendapatannya.

Gambar

Gambar 4.1 Struktur Organisasi  KUMON
Gambar 4.2 Hasil Rata-Rata ( Average ) Faktor Eksternal
Gambar 4.3 Hasil Rata-Rata ( Average )  Faktor Internal
Gambar 4.4 Hasil Rata-Rata ( Average ) Faktor Penghambat

Referensi

Dokumen terkait

Beberapa penelitian menunjukkan hasil yang serupa bahwa penggunaan POK dosis rendah akan mempersingkat durasi perdarahan pada akseptor DMPA, seperti percobaan yang dilakukan

Sedangkan musim penghujan, nilai selisih dari rata-rata kesalahan setiap individu terkecil terdapat pada metode pembagian tingkat kekeruhan menjadi tiga level, yaitu

Dari analisis DLQ terhadap lima sub sektor pertanian dihasilkan nilai DLQ sub sektor lebih dari satu sebanyak dua sub sektor dan nilai DLQ.. dapat diharapkan

a) Pihak yang mengajukan permintaan tersebut dapat menunjukkan bukti yang meyakinkan bahwa dia mempunyai kemampuan melaksanakan paten tersebut secara penuh, mempunyai

Dari hasil analisis uji proksimat yang dilakukan terhadap lima sampel maka disimpulkanlah bahwa semakin tinggi kandungan airdan kandungan abu maka nilai kalori

Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi perawat untuk membantu meningkatkan pengetahuan remaja perempuan mengenai menstruasi dan perawatan diri saat menstruasi

Penyakit Diabetes melitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan

Kesimpulan : Pemberian ester stanol 3.4 g per hari selama 14 hari dibandingkan dengan kelompok kontrol (susu rendah lemak tanpa ester stanol) tidak berbeda