• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN AKHIR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN AKHIR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN AKHIR

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

PELATIHAN KOMUNIKASI BISNIS PRODUK KERAMIK MELALUI MEDIA ONLINE DIKALANGAN UKM KERAMIK 01 SENTRA INDUSTRI KERAMIK

PLERED,KABUPATEN PURWAKARTA

Dibiayai dari Daftar lsian Pelaksana Anggaran (DIPA) SEKOLAH TINGGI ILMU KOMUNIKASI (STIKOM) lnterStudi dengan SPK Nomor: 121/UN48.16/PM/2017 tanggal 25 Februari 2018

Di susun Oleh : Dr. Poppy Ruliana, M.Si

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI ILMU KOMUNIKASI (STIKOM) lnterStudi

JAKARTA 2018

(2)

prn

PUBliSHING & PRINTING

LAPORAN AKHIR

PENGABDIAN KEPADA MASAYARAKAT

r.._LATIHAN KOMUNIKASI BISNIS PRODUK KERA.MIK MELALUI MEDIA O LINE DIKALANGAN UKM KERAMIK DI SENTRA INDlJSTRI

KERAMIK,PLERED, KABUPATEN PURWAKARTA

Dibiayai dari Daftar isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) SEKOLAH TINGGI ILMU KOMUNIKASI (STIKOM) InterStudi dengan SPK

Nomor:l21/UN48.16/PM/2017 tanggal 25 februari 2018

Di susun Oleh:

Dr. Poppy Ruliana, M.Si 0030046302

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI ILMU KOMUNIKASI (STIKOM) InterStudi

JAKARTA 2018

(3)

ii

I

HALAMANPENGESAHAN

LAPORAN KEMAJUAN PROGRAM PENGABOIAN KEPADAMASYARAKAT

Judul Program 1 Pelatihan Komunikasi Bisnis Produk

Keramik Melalui Media Online dikalangan UKM Keramik di Sentra Industri Keramik, 1

Plered, Kabupaten Purw·akarta

I

Ketu a Tim Pengusul

Dr. Poppy Ruliana, MSI 0030046302

Komunikasi Bisnis Lcktor/Penata Ahli LPPM

N N

ama IK/NlDN Bidang Keahlian

Jabatan!Pangkat/Golongan Jurusan/Konsentrasi

Sentra lndustri Keramik Plered, Kabupaten

J Purwakarta

1 72

jam ( 3hari)

l

Biaya yang_diusulkan Rp. 7.600,000 (tujuh juta enam ratus rupiah Jakarta, 25 Nopember 2018

Ul.

fiKOM InterStudi

Penyusun

I

Dr. Marlinda Irwanti, MSi Dr.Dra.Poppy Ruliana,MSi

Menyetujui,

Ketua LP2M STIKOM lnterStudi

Dr Dra.Poppy Ruliana, MSI

(4)

KATAPENGANTAR

Puji dan syukur kamie panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkatlah Rahmat- Allah maka laporan akhir pengabdian kepada masyarakat ini dapat selesai tepat pada wakrunya. Laporan akhir ini dimaksudkan untuk memberikan informasi mengenai pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di Sentra Industri Keramik Plered, upaten Purwakarta yang didahului dengan studi pendahuluan atau observasi,

merancang program komunikasi untuk mendiagnosis perrnasalahan yang mengemukaUKM keramik. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari dalam Pelatihan Komunikasi Pemasaran efektif Produk Keramik Melalui Media Online UKM Keramik di Sentra Industri Keramik, Plered , Kabupaten Purwakarta tempat di Aula Unit Pelaksana Telnis Daerah (UPTD) Penelitian dan Pengembangan Keramik Dinas Koperasi dan UKM, Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Purwakarta

Hasil dari pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para

pembuat keramik memanfaatkan media online yang dijadikan sarana promosi dalam memasarkan produk keramik pada khalayak atau para konusmen yang

dijadikan target dalam kesempatan ini, ijinkan kami mengucapkan

terimakasih atas dukungan tujuannya sehingga program pengabdian kepada masyarakat ini dapat terlealisasibaik. Kami ucapka terirnakasih yang tak terhingga kepada Yang Terhormat:

• Ibu Ike Martini selaku Ketua Yayasan InterStudi

• Bapak Nyoman Puspadarrnadja selaku Direk:tur Eksekutif Yayasan InterStudi

• Bapak Ir, Bambang Megawahyu selaku Kepala UPTD Litbang Keramik , Dinas Koperasi dan UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Purwakarta -

• Staf UPTD Litbang Keramik , Dinas Koperasi- dan UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Purwakarta

• Thu Marlinda Irwanti selaku Ketua STIKOM InterStudi

• Para Wakil Ketua STIKOM InterStudi

• Bapak Irwansyah Ketua Pascasarjana STIKOM InterStudi

• Para Dosen Tetap STIKOM InterStudi

• Para staf di lingkungan STIKOM InterStudi dan UPTD Litbang Keramik D 1as Koperasi dan UKM, Perindustrian dan Perdagangan _ Kabupaten Puwakarta

kata dengan terbitnya laporan akhir pengabdian kepada masyarakat ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu komunikasi yang

dengan Ilmu Pengetahuan , Teknologi dan Seni yang berdampak pada produksi _keramik yang dihasilkan oleh para UKM keramik di

Keramik, Plered Kabupaten Purwakarta. Di samping - itu, kami

;::::cc:}Akhir Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, JUNI 2018 iii

(5)

menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini jauh dari sempurna, oleh karena itu kami

monon · mamkan:nya untuk menyempurnakan 1 po1'an akbirinidi kemudian ·hari.

1lormat Karol Penyusun PKM

Poppy Ruliana

:Lapor.an.Akhir -K w.an.P ngabdian Ka.pa<ia Masy.ar.akat:, JUN.I..20.l..B .iv

(6)

.PPM: Lapo.ran .Akhir.l(egiatan .Pengahdian Kepada Ma.c;ya.rakat, JtlN.I.20.18 1

1.

2 1.

3 1

2.

3 2.3 2.3.2 2.3.3 2.4

1 2

:..+

1.4

3.

1 3.1 I J 3.' 2 L 3..2 P e

DAFTARISI

HALAMAN PENGESAHAN

KATA PENGANTAR iv

DAFTAR lSI v

BABl.PENDAHULUAN

1 Latar Bela.kang Masalah 6

Rumusan Masalah 7

Tujuan 7

.4 Manfaat Kegiatan 7

BAB II KERANGKA KONSEP

2. 1 Komunikasi Bisnis 10

.2. 1.1 Tujuan Komunikasi Bisnis 10

2. 1.2 Unsur-Unsur Komunikasi Bisnis 11

2.1.3 Fungsi Komunikasi Bisnis 11

2.1.4 Bentuk-Bentuk Dasar Komumkast Btsnis 12

2.2. Komunikasi Interpersonal dalam Bisnis 13

2.2. 1 Komponen Komunikasi Interpersonal dalam Bisnis 14

Media Sosial dalam Bisnis 16

1 Pengertian Media Sosial 17

Klasiftkasi Media Sosial 17

Manfaat Manajemen Media Sosial untuk Bisnis 20

Hukum dan Etika Bisnis 20

Prinsip Hukum dan Etika Bisnis 21

Pe1anggaran Etika dalam Bisnis 21

BAB III METODE PELAKSANAAN 23

Rancangan Kegiatan 23

adwal Kegiatan 24

okasi dan Tempat Kegiatan 24

milihan Khalayak Sasaran 25

3.3 Keterkaitan

26 3.4 Metode

26

3.4.1 Studi Pendahuluan 27

3.4.2 Pelaksanaan 28

29

3.4.3 Evaluasi 29

.3.5 Rancangan Evaluasi 29

28

(7)

I .PPM:l.apor.an .Akhir K iat.an .P neaMian I( MAAy.ar.akat:,

J!

lNl ..2.01.A v:i BAB IV HASJL DAN PEMBAHASAN

31

4.1 1 Jenis Produk Keramik UKM Keramik dt Sentra lndustri Keramik Plered 31

4.2 Komunikasi Bisnis Melalui Pemanfaatan Media Online 32

4.2.1 Email Sebagai Salah satu Media Online untuk Memasarlkan Produk

Keramiik 33

4.2.2 Publikasi Online 36

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 40

5.1 Simpulan 40

5.2 Saran 40

DAFTAR PUSTAKA 41

42 LAMPIRAN

(8)

-;? 1:Laporan Akhir Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, JUN.J-20l8 1

.

BABl

PENDAHULUAN

Latar "Belakang Masalah

Perkembangan bisnis tndustri kerajinan di Indonesia sejak dulu telab mengenal kerajinan tanah liat sebagai bagian dari sejarah serta budaya masyarakat setempat. Jika that dari sejarahnya , kerajinan tanab fiat dapat disangkut-pautkan dengan karya seni upu n sebagai alat perkakas rumah tangga . Dapat dikatakan sejak zaman dahulu tanah _ disebutkan sebagai karya seni tertua yang pernah ada1 Namun kerajinan tanah liat

-:!miliki beragam definisi, banyak yang mengatakan bahwa benda-benda yang dibuat ..._.; tanah liat dari awal kemunculannya benda tersebut dinamakan dengan keramik . ::.!'ragam bentuk dan keraJman tanah hat atau sebutan lam ya1tu keram1k , sudah .::crlc:mbang sedetnikian rupa, st:perci gerabah, l mbikar, porseleil dan lain-lain .

Seiring berjalannya waktu kerajinan tanah liat di Indonesia telah berkembang.

Indonesia sendiri para pengrajin keramik telah tersebar di berbagai wilayah, seperti:

- umatera, terdapat sentra mdustri keramtk d1 S1p1rok, Tarutung dan Palembang; di manlan lepalnya di Singkawang Lerl.ebai induslri k rajinan kramik yang punyai ciri khas ornamen oriental, di Jawa tercbp3t sentra industri kemmik Plered .P:urwakarta, TGaracondong di Randung, Dinoyo, K lampok , Xasongan <Ii Yogyakarta Z1 masih banyak di daerah lain. Maka kerajinan tanah liat illuJat dikat an sebagai

=ah usaha masyarakat karena untuk membangun usahanya tidak perlu memiliki modal -:::1;besar, hanya perlu memiliki para pekerja untuk mengambil tanah fiat. Akan tetapi

;;mng dengan tingkat kebutuhan yang tinggi terutama untuk meningkatkan produksi i!l'alllik, masalah modal menjadi hal yang utama karena permintaan ekspor cukup 1;;1, seperti Saudi Arab1a , Jtalia dan Perancis dan juga pennintaan dari da]am negeri .

\.!mun para pengrajin lebih senang menjualnya secara langsung kepada konsumen yang .:r:ang daripada mengekspor ke luar negeri dan produk keramik ini tidak memiliki label

u bak paten sehingga perlu adanya penyelesaian dari pihak. pemerintah . .

Dari hasH wawancara , tanggal 20 Mei, 20 17 dengan Bapak Bam bang, Kepala

t Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Penelitian dan Pengembangan (Litbang)

(9)

Keramik, Sentra Industri Keramik Plered). diperoleh informasi, masalah lain muncul,

&.enyataannya para pengrajin membutuhkan modal yang besar membuat para pengrajin merasa terhambat karena sulitnya mengajukan pinjaman dana pada bank. Oleh karena 1tu,

tnasalah ini berdatnpak terhadap tingkat produksi para pengrajin keramik. Namun

iiem

ikian, informasi yang diperoleh dari pengrajin lainnya, bahwa mereka memperoleh

dana

pinjaman dari pihak bank sesuai dengan persyaratan yang ditentukan

_

oleh pihak

ank.

"'lam

itu,

masalah desaitl produk keran1ik keramik dimana mereka bertanan dengan

1:d1smya yang berasal dari leluhur,

meskipun pihak pemerintah telah mencoba

nsosiaJisasikan terkait dengan inovasi desain produk serta pengenalan inovasi ::cmbakaran keramik. Tujuannya untuk mengubah pola desain d teknologi

::embuatan keramik agar lebih efisien, sehingga tingkat pengetahuan par.a_

pengrajin

-:ngena

i inovasi produk keramik ini meningkat. Namun, kenyataannya mereka kurang

:-::::::ninat

untuk mengikuti sosialisasi yang disarankan oleh pemerintah

, dalam hal ini Koperasi , UKM dan Perindag Kabupaten Purwakarta melaJui UPTD Litbang

-.:.llll k K

abupaten

-

Purwakarta. - Hal ini kemungtonan karena berbagai faktor, antara

tor

p n<.Jiuikan para p ngusaha UKM k ramik atau para p ngrajin k ramik

.Ya adalah rendah. Dari basil penelitan Batton, (1971,

dalarn Partono dan

--"'.--:-...,_.2002

haJ-J 9) men bahwa

pimpi

nanlpengurus perusahaan skala kecil-menengah pada umumnya kurang

etau tidak mengenyam pendidikan formal atau mempunyai pendapat yang lemah terhadap perlunya pendidikan dalam pelatihan. Di antara usaha skala kecil

:rdapat jenis kegiatan yang disebut kerajinan yang bisa dibedakan yaitu e7 inan yang bermutu tinggi dan yang bermutu rendah. Kerajinan yang bermutu rnc::np

unyai nilai seni yang tinggi dan pembelinya dari kalangan tertentu, sec.-

ngkan yang bermutu rendah untuk dijual lokal dengan harga yang relatif c::urah.

ond1s1 di atas, tentunya perlu adanya pihak lain, seperti tokoh setempat atau eader

untuk membantu mengubah perilaku yang ditunjukkan oleh para

-.;;o-:_ -- ·eramik yang berdampak pada penjualan keramik .

Di samping itu, problema

C!1lg1Ul

penjualan keranlik ruereka kalah saing dengan produk keramik dari

=----..:: """ Hal

tersebut disebabkan dengan murahn

ya produk impor Tiongkok yang

- '.,.,..._ di lndonesia2.

Problema ini sudah terlihat pada tahun

2016,

dikutip dari

(10)

pemyataan Elisa Sinaga selaku ketua umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia ASAKI) terkait dengan volume produksi keramik di Indonesia yang mengatakan bahwa:

Pada 2016, volume pr oduksi industri tersebut anjlok hrngga 20 per en. Untuk kuartal I pertama pacla Iahun 201 7, inclustri keramik relat f helum ada pembahan, masih lesu juga sepert1 2016.

Memang belum ada volume penjua/an spesifik. Tapt, dari gamharannya, saya kira masih stagnan seperti tahun lalu.

Dengan -demikian bisa dikatakan bahwa permasalahan tersebut perlu adanya penyelesaian dengan baik, mengingat tingkat penjualan keramik semakin kompetitif

Mengacu pada pennasalahan sebagaimana yang telah diuraikan di atas, para

pengrajin keramik menunjukkan perilakunya Jebih kepada keyakinan bahwa tradisi

""luhur pedu <lijaga <lan .dilestarikan <lengan baik walaupun banyak pengrajin keramik :lab mengubah pola pikirnya untuk mengubah desainnya dengan menggunakan knologi kerarnik yang baru, tanpa harus meninggalkan tradisi yang mereka anut yang

-·mJiki sejarah yang panjang . Kondisi ini menyebabkan timbulnya disonansi ognitif. Oleh karena itu, para pengrajin mengalami perbedaan pada apa yang lkirkan, dirasakan dan tindakan yang mereka lakukan namun tidak sesuai dengan yataan yang mereka hadapi sekarang ini.

Perilaku yang ditunjukkan para pengrajin keramik dipengaruhi faktor internal

- Lktor eksternal. Pencapaian daya saing dalam hal biaya, diferensiasi, maupun dipengaruhi oleh banyak faktor yang dapat dik:elompokkan kedalam faktor runan internal dan lingkungan eksternal sebuah perusahaan/industri . Faktor

;luflgan dapat berpengaruh secara langsung terhadap daya saing atau secara tidak :=;:sung melalui stratcgi yang diterapkan sebuah industri rornah tangga

Pengaruh langsung dari faktor internal, misalnya ketersediaan bahan baku pada

rroduksi yang tidak dilakukan secara efisien dan efektif akan menyebabkan - roduksi menjadi mahal sehingga tidak mampu menciptakan keunggulan biaya.

kata lain, pengelolaan bahan baku yang tidak efisien secara langsung kan daya saing sebuah industri keramik karena biaya produksi menjadi lebih sehingga tidak mampu bersaing. Pengaruh faktor internal dari proses produksi

.Lapora n Akhir . Kegiatan Pengabdian .Kepada Masyarakat,JUN.J 201A 3

(11)

-

.

lihat

dari pengelolaan bahan baku dapat berpengaruh tidak langsung terhadap daya

samg

perusahaan melalui strategi tentang manajemen material dan manufaktur.

Perusahaan yang tidak memiliki strategi manajemen material dan manufaktur yang tepat uan berdatnpak pada biaya produksi ytmg ti11ggi. Untuk pe11garuh faktor ekstemal ialah cngaruh yang mempengaruhi pengrajin keramik atas persaingan industri rumah tangga :

::mona! maupun intemasional, misalnya kompetitifnya persaingan industri rumah -:gga

nasional

Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan tonal

disebutkan bahwa setiap Perguruan Tinggi wajib melaksanakan Tri Dharma

rguruan Tinggi yaitu pendidikanlpengajaran, penelitian, dan pengabdian pada :::_syarakat.

Sekolah Tinggi llmu Komunikasi (STIKOM) InterStudi akan melakukan

":e"C ;abdian kepada masyarakat di Sentra 'Industri '

Keramik Plered,

-

Kabupaten

t..:r 'akarta. Salah satu btmtuk penb'l:lbdian pada masy'dn:tkat yang uapal tlilakukan oleh

Perguru

an Tinggi adalah penyuluhan materi tentang strntegi komunikasi bisnis produk

ik.dikalangan

UKMKer..amikSentr.a Industr.i Ker.amik Plered

Dari

data yang terk:umpul dari data Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan

4:rdagangan,

binaan di Kabupaten Purwakarta, kenaikan produk terns melonjak dari

-r ke tahun. Data yang diperoleh dari tahun 2012-2013 bisa dilihat dari table K\1yang dapat dirangkum di sini :

Data UMKM Binaan di Kabupaten Purwakarta Tahun 2012 - 2013

'il JE IS

TAHUN2012 TAHUN2013

LDUSTRI

.

Jumlah UMKM (Unit)

585 685

Nilai Usaha (Rp. 00)

17.570.000.000 160.000.000.000

- Jumlah

Tenaga Kerja /Orang 1.140 1.340

I PERDAGANGAN

Jtit1llah

UMKM (Uhit) 485

= Nilai Usaha (Rp.OO)

21.485.000.000 75.000.000.000

- Jumlah Tenaga Kerja (Orang)

1,065 1.165

r McKAJASA

-

Jumlah UMKM (Unit)

197 222

-

ilai Usaha LRp.OOl.

18.441.000.000 --- 50.000.000.000

.;

c Iumlah

Tenaga Kerja (Orang) 890 940

_ furnlah Total UMKM (Unit)

1.267 1.442

57.496.000.000 285.000.000.000

.!_

Jumlah

tTenaga Keria

(Orang)otal

3.09S 3.44S

S=:::nber

Dmas Koperast, UMKM, Penndustnan dan Perdagangan Kabupaten

'?.:N akarta

Tahun 2014

.t.aporan Akhir Kflfti<!t:an P ngabdmn KeraM Masy.ar.akat, JUNJ -201-B 4

(12)

Pada kenyataannya , pertumbuhan dan perkembangan UMKM di Kabupaten Purwakarta terus mengalami kenaikan yang signifikan. Dari data yang bersumber pada data anggaran 20t 6, jumlah usaha berskala mikro dan kecil telah ada sebanyak '8.086. Adapun dari segi potensi usaha yang telah terjaring di antaranya bidang jasa , perdagangan , industri , pariwisata , agro, pertanian , pertemakan , dan sebagainya. Namun menurut Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi , UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Purwakarta , Ahmad Nizar, mengungkapkan data tersebut masih perlu diperbaharui karena kemungkinan besar saat ini jumlah data UKM telah mangalami kenaikan yang diperkirakan mencapai 2- 3 kali lipat dari data 2016. Hal yang perlu dicennati, sebagian besar pelaku usaha itu merupakan industri rumah tangga sehingga perlu adanya pembinaan dan pelat1han yang memadat untuk mereka seperti tampak d1 bawah im

Berdasarkan uraian di atas, dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat difokuskan pada UKM yang bergerak dalam bidang industry gerabah atau keramik

1tas karena keramik merupakan ciri khas kerajinan yang dimihk1 Kabupaten Purwakarta. Sentra industri keramik Plered berada di wilayah selatan Kabupaten

Purwakarta. Plered merupakan satu kecamatan yang memiliki luas wilayah 36,79

>m persegi .dengan jumlah penduduk 54,337 jiwa .Sentra industri kecil ini terletak di lesa Anjun, Citeko, dan Desa Pamoyanan . Plered sudah lama dikenal seba.gai daerah penghasil keramik. Dari tempat ini, berbagai bentuk dan ukuran keramik dibuat. Ada yang kecil, sedang hingga besar dengan berbagai aneka desain,

Pembuatan keramik Plered memang sudah berlangsung turun temurun dan dtperkirakan dimulai sejak tahun 1904. Awalnya , masyarakat sekitar membuat keramik dari tanah liat merah dan termasuk gerabah ini untuk memenuhi perkakas rumah tangga. Tapi, pada perkembangannya kerajinan tersebut mampu menjadi ber pendapatan tersendiri bagi masyarakat sekitar.Di sepanjang jalan tampak ber eJer pajangan keramik yang menarik perhatian . Berbagai bentuk gerabah, mulai

c:11 perabotan rumah tangga hingga mainan anak-anak bisa menjadi suvenir yang :::tnarik seperti terlihat dalam gambar dibawah ini

.Laporan.Akhir.Kegiatan .Pengabdian Kepada Masyarakat, JUNJ -2018 5

(13)

Gambar 1 :Produk Hasil UKM untuk keperluan rumah tangga dan mainan anak-

anak

Berangkat dari itu juga Purwakarta meneiptakan boneka dengan ikon yang

benama 'MENONG ."

Menong yang memiliki arti perempuan eantik sebagai

souvenir khas Purwakarta ini disimbolkan dengan perempuan eantik dan lueu, berbibir tipis merah merona,

beralis bak bulan sabit, berk:ulit k:uning langsat dan

mengemikan pakaian tradisional. Seiring dengan perkembangan sejak kemuneulan

\1enong pada tahun 1980an,

mengalami perkembangan. Suvenir

yang terbuat dari rana

h liat ini sudah beberapakali dimodifikasi menjadi beberapa bentuk wajah. Salah satunya menjadi dua wajah di bagian depan dan belakang. Satu wajah memi liki kesan baik dan satunya lagi kesan jahat. Seperti istilah di Bali Rwa Bmne da), layaknya mata uang dan manusia yang meiliki dua sisi baik dan

sisi ahat.

Patung Menong dijual per paket. Satu paket terdiri dari tiga menong, yakni r:enong ibu

, dan kedua

anak perempuannya yang besar dan kecil. Dam satu paket

\"::.ng terdiri dari seorang ibu dan dua anaknya meiliki tinggi 25 em,

16 em, dan 12

en: Beberapa toko souvenir menjual Menong ini sebagai ikon kota Purwakarta

'tngall llru · ga y ng beragam dati yang mutah sampai yang mahal dengan harga

t:t: angkau. Semua di jual perpaket ,

namun ada juga yang dijual satuan dengan harga

·-:nus ri

bu rupiah saja.

Chmbar 2 :

Patung Menong

r.an Akhir Kegiatan

P ngabdian K.e.pada

Masy.ar.akat,

JUNI 20-1.8

(14)

Dari pertumbuhan dan perkembangan bisnis UKM yang ada di Kabupaten Purwakarta, mengalami kemajuan dan perlu adanya program penataan pembinaan para pelaku usaha dengan melakukan tes pasar melalui penyediaan wadah publikasi produk yang diusung setiap UMKM. Bat1yak program promosi untuk memasarkan produk keramik yang telah dilakukan oleh para pengusaha UKM keramik bekerjasama dengan berbagai perusahaan swasta, BUMN maupun pihak pemerintah, seperti peJatihan pemasaran, pelatihan mendesain keramik sesuai dengan permintaan pasar, bahkan BUMN dalam hal ini PT Telkom telah menjadikan sentra industri keramik ini sebagai kampong digital melalui pemanfaatan media internet sebagai alat untuk memasarkan produk.

Namun demikian, dari basil observasi yang telah dilakukan program tersebut ndak berdampak pada peningkatan produksi keramik yang signifikan dan hanya kelompok UKM tertentu yang dapat memanfaatkan program tersebut. Kondisi ini menjadi daya tarik tersendiri dan perlu dilakukan pelatihan -strategi promosi yang rerbeda dan juga membantu para pengusaha UKM keramik untuk medesai.n produk Keramiknya dengan pendekatan komunikasi visual dan membantu peluang bisnis.

Di samping itu juga bagaimana dapat menerangkan kepada pelaku bisnis CKM untuk meraih citra pasar dan membentuk branding produk. Setiap pelaku usaha memerlukan karakternya yang pas. Sehingga pembinaan dan pelatihan

=:sebut dibutuhkan termasuk dari segi kualitas tampilan, kualitas produksi, dan eADik pemasaran. Selain tentunya bagaimana dapat memberikan pembinaan untuk membentuk sebuah karakter baik dari setiap produk dan industri UMK.M itu sendiri.

Saiah satunya dari segi legalitas usaha dan produknya seperti PIRT, sertmkasi halal, prnses produksi, 4an penyajian produk yang bisa meningkatkan karakter sebagai .ciri khasan keramik dari Plered dan mendapatkan kepercayaan publik baik domestic

mancanegara.

1 Rumusan Masahih

a. Bagaimana memilih khalayak sasaran yang mempunyai kemauan dan kemampuan menyusun komunikasi bisnis yang efektif, karena tidak setiap pengusaha UKM keramik meminati bidang ini dan terbatashya fasilitas untuk pelatihan?

l.aporan Akhir Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat,JUNI20J8 7

(15)

b.

Bagaimana bentuk kegiatan pelatihan yang optimal, sehingga dengan fasilitas yang terbatas semua pengusaha UKM keramik meminati bidang komunikasi antar budaya memahami dan mempraktekkannya secara langsung dalam · memasarkatl produk keramik sehingga memiliki daya tarik menghadapi konsumen atau pelanggan yang berbeda budaya mengingat pasar keramik tidak hanya local, nasional saja bahkan sampe ke luar negeri??

c. Bagaimanakah caranya mensosialisasikan pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran produk yang dihasilkan oleh para pelaku UKM Keramik?

1.3Tujuan

a. Menambah pengetahuan dan kemampuan dalam menyusun strategi promosi dalam memasarkan produk keramik dan mengaplikasikan desain komunikasi visual produk keramik sehingga menarik dan dapat dijadikan sebagai nilai jual bagi para pengusaha UKM keramik di Sentra Industri keramik l>lered b. Membahtu pihak pemetintahan Desa

AnjUh dan UPT

Keramik

Putwakarta

dalam meningkatkan kemampuan dan keterampilan para pengusaha UKM keramik guna mewujudkan meningkatkan branding produksi keramik dimata khalayak atau konsumen yang dijadikan sasaran

c. Memberikan pemahaman dan pengertian serta kemampuan pendekatan dengan komunikasi budaya dalam bentuk fungsi dan makna

sehingga

dapat meningkatkan mutu dan marketing dalam memasarkan produk keramik khas Plered

d. Memberikan pengetahuan dengan pemahaman dan pemengertian dalam konsep hukum dalam segi legalitas usaha dan produknya sej>etti PIRT,

-sertifikasi

halal, proses produksi, dan penyajian produk dan MoU

dll yang

berkai.tan ngan h:ukum,

1.4 Manfaat Kegiatan

Manfaat yang dapat di berikan dengan kegiatan ini adalah;

l.

Produk:produk basil kerajinan UKM Keramik dapat di kenai

secara

luas lewat sistem pemasaran yang dijadikan alat bisnis secara sosial.

.i; Laporan Akhir K-8giat:an P ngahdian K8pada M.<\,.<;}1<\rak.at, ]UNI .2{)18

(16)

2. Meluasnya sektor bisnis dalam pemasaran sehingga dapat memberikan imbas terhadap omset atau penjulan produk.

3. Meningkatnya basil penjualail produk dengan komunikasi bisnis melalui media -sosial dan media -sosial.

4. Dengan dilaksanakannya program sosialisasi dan pelatihan ini diharapkan para UKM Keramik dapat berperan aktif untuk menggunakan media sosial sebagai sarana pemasaran produk yang dihasilkan sehingga dapat meningkatkan omset usaha dengan media pemasaran sosial.

M: Laporan Akhir Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, JUNI20l8 9

(17)

BABII

KERANGKA KONSEP

2.1 Komunikasi Bisnis

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong perilaku manusia dalam .:nemenuhi kebutuhan hidupnya. Akibatnya, saat ini kompetisi semakin kuat karena

;.;.eterbatasan sumberdaya, sedangkan kebutuhan manusta semakin banyak ..,eningkat.Kare na itu sangat diperlukan strategi yang tepat untuk menciptakan oubungan dengan orang lain, klien, dan organisasi baik itu privat maupun publik.

Menurut Philip Kolter komunikasi bisnis adalah suatu kegiatan manusia yang ditujukan

untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui peroses pertukaran. Sedangkan

n"cnurut Cutris komunikasi bisnis adalah komunikasi yang terdapat dalam organisasi

1snis dalam pertunjukan untuk memecahkan masalah dan membuat keputusan.

Menurut posisi yang lebih tinggi dalam bisnis, ia semakin bergantung terhadap keahlian nmg lain untuk membuat keputusan dan memecahkan masalah .

-·1.1 Tujuan Komunikasi Bisnis

Ada 3 tujuan utama dalam komunikasi bisnis yaitu: Memberi intormasi ,

·suasi, dan melakukan kolaborasi dengan pelanggan. Berikut penjelasannya.

1. Memberi lnformasi (Informing)

Memberikan informasi seputar dunia bisnis terhadap pibak lain. Contoh. jika seorang pimpinan perusahaan ingin memperoleh pegawai yang diharapkan, maka ia akan memasang iklan melalui media. Dalam hal ini terdapat kelebihan dan kekurangan pada setiap media, oleh karena itu harus pintar-pintar memilih mana media yang paling tepat.

2. Mernberi Persuasi (Persuading)

Persuasi diberikan kepada pihak lain agar apa yang disampaikan bisa dipahami dengan benar. Hal seperti ini sering dilakukan terutama pada hubungan akan penegasan konfirmasi pesanan pelanggan, dengan tujuan supaya kedua belah pihak mendapatkan tidak ada yang dirugikan dan mendapatkan manfaatnya.

3. Melakukan Kolaborasi (Collaborating)

Bekerja sama dengan pihak lain atau yang biasa disebut dengan kolaborasi ini memudahkan seseorang dalam melakukan kerja sama bisnis.. Seiring dengan pesamya kemajuan teknologi komunikasi, seseorang bisa menggunakan

M: Laporan Akhir Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, JUNI 2018 10

(18)

berbagai macam media telekomunikasi seperti

telepon

seluler

dan

media sosial dll. Teknologi komunikasi sangatlah penting untuk mempererat dalam kerja sama bisnis.

2.1.2 Unsur-unsur Komunikasi Bisnis

l erdapat

6 unsur pokok dalam komunikasi yaitu:

1 MempunyAi tnjnAn

2.

Pertukaran, dalam

hal

ini melibatkan setidaknya 2 orang komunikator dan komunikan.

3.

Informasi, gagasan, opini, dan intruksi merupakan isi dari pesan yang

bentuknya sangat beragam, tergantung situasi, kondisi, dan tujuan.

4.

Memakai saluran personal maupun impersonal yang mungkin bersifat tatap muka, mcmakai media tertentu atau media yang mampu mcnjangkau jutaan orang secara bersamaan.

5.

Menggunakan simbol atau sinyal yang

merupakan

alat metode yang bisa dimengerti dan dipahami oleh penerima.

6.

Pencapaian tujuan organisasi. salah satu karakteristik

I

ciri khas yang membedakan organisasi atau Iembaga fotmal dar

-1.3 Fungsi Komunikasi Bisnis

Komunikasi hisnis

ini mempunyai beherapa fungsi antara lain

: Informative, --= latory, persuas1ve, dan integrative.

Untuk

lebih

jelasnya silahkan perhatikan

:m!rut.

1. Informative

Fungsi

informative ini sangat diperlukan oleh manajer

maupun

karyawan guna

menyelesa ikan

tugas-tugasnya secara efisien. Informasi yang dibutuhkan

mengenat:

a. Sesuatu yang ada kaitatUlYa dengan peketjaan

seperti: Tujuan

perusahaan, prosedur, aturan-aturan yang berlaku dll.

b.

Keberhasilan yang dicapai oleh perusahaan seperti: Standar kerja dan

Iaha.

c.

Sosio emotional perusahaan secara keseluruhan.

• Regulatory

Komu

nikasi dalam berbisnis juga berfungsi sebagai pengcndali dan pengatur

perusa

haan. Komunikasi tersebut berupa perintah dan Iaporan.

Lapora n Akhir KPgiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, JUNI 201R 11

(19)

3. Persuasive

Fungsi ini tercermin dalarn interaksi antar karyawan, di mana seorang karyawan berupaya agar orang yang diajak berkomunikasi menerima ide dan jalan pikirannya.

4. Integrative

Integratif berfungsi rnenjadikan organisasi atau perusahaan dapat beroperasi secara utuh dan terpadu, termasuk di dalamnya fungsi koordinasi dan penjadwalan aktivitas, penetapan saluran informasi dan otoritas, serta menarik dan melatih para karyawan.

2.1.4 Bentuk-bentuk Dasar Komunikasi

Dalam dunia bisnis terdapat 2 istilah komunikasi yang biasa digunakan yaitu omunikasi verbal dan nonverbal , berikut penjelasannya .

1. Komunikasi Verbal

Komunikasi verbal merupakan salah satu bentuk komunikasi yang disampaikan kepada pihak lain melalui tulisan dan tulisan. Seperti contoh ketika kita membaca surat kabar at:au majalah, presentasi dan sebagainya. Komunikasi verbal ini terdapat 2 tipe yang berbeda berdasarkan aktif atau pasifnya peserta komunikasi dalam proses komunikasi. Dimana komunikasi verbal bisa bertindak sebagai komunikator atau pengirim pesan bisa juga bertindak sebagai audience.

Berkomunikasi secara verbal dibutuhkan juga persiapan apa yang ingin diungkapkan menyusun dalam suatu pola yang berarti, baik dalam bentuk tulisan atau lisan seperti:

a. Berbicara dan Menu/is

Suatu pesan penting dan komplck'l, akan lcbih baik apabila disampaikan dengan menggunakan tulisan, seperti sural, memo, dan laporan.

b. Mendengarkan dan Menu/is

Guna mendapatkan komunikasi yang efektif, maka diperlukan komunikasi 2 arah di mana orang-orang yang terlibat di dalamnya memerlukan keterampilan mendengarakan dan membaca.

?M: Laporan Akhir Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, JUNI 2018 12

(20)

2. Komunikasi Non-Verba l

Dalam komunikasi bisnis

, komunikasi nonverbal merupakan bentuk komunikasi

yang paling mendasar. Walaupun komunikasi nonverbal mempunyai sifat yang kurang terstruktur sehingga sulit untuk dipelajari. Seperti memahami ekspresi wajah, simbol-simbol, gerakan tubuh, sandi, warna

,

dan intonasi. Dalam penyampaian komurukas1 iru biasanya diJakukan

secara spontan

tanpa ada

rencana dan terkadang dalam mdakukannya tidak sadar. Beberapa tujuan

komunikasi nonverbal ialah

:

a. Mcngcksprcsikan emosi.

b. Mengatur alur suatu percakapan.

c. Menyedtakan dan membenkan mformast.

d. Mengendalikan atau memengaruhi orang lain.

e. Memberi sifat dan melengkapi

, menentang atau mengembangkan pesan-

pesan verbal.

f. Mempermudah tugas-tugas khusus.

Terkadang dalam prakteknya terdapat penggabungan antara komunikasi verbal

dan nonverbal.

Karena terkadang kata-kata yang disampaikan dalam suatu komunikasi

anya membawa sebagian dari pesan saja.

::ps://alihamdan.idlkomun i

kasi-bisnis/

• 2 Kom

unikasi Interpersonal dalam Bisnis

Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang terjadi antara dua omng cnu lebih, yang biasanya tidak diatur secara formal. Dalam komunikasi interpersonal, se·

1p

partisipan menggunakan semua elemen dari proses komu.nikasi

.

Misalnya

, ,.... sing-masing

pihak akan membicarakan

l

atar belakang dan pengalaman masing-

=asing

dalam percakapan tersebut . Komunikasi sangat penting bagi semua

")ek keh1dupan

manusia. Dengan komunikasi manusia dapat

:1gekspresikan gagasan,

perasaan, harapan dan kesan kepada sesama serta

:mahami gagasan,

perasaan dan kesan orang lain. Komunikasi tidak hanya

-.:'ldorong perkembangan kemanusiaan

yang utuh, namun Juga menciptakan

- unga

n sosial yang sangat diperlukan dalam kelompok sosial apapun.

Komunikasi memungkinkan terjadinya kerja sama sosial, membuat kesepakatan-

L!Sepakatan penting dan lain-lain. Individu yang terlibat dalam komunikasi

.mlliki

latar belakang sosial, budaya dan pengalaman psikologis ya11g berbeda-

PM: Laporan Akhir Kegiatan Pengabrlian Keparla Masyarakat, JUNI 2018 13

(21)

"eda. Perbedaan ini dapat mempengaruhi efektifitas sebuah komunikasi. Sangat renting bagi setiap individu untuk memahami simbol·simbol yang digunakan dalam

·omunikasi, baik simbol verbalmaupun nonverbal. Komunikasi interpersonal adalah omunikasi yang melibatkan dua orang atau lebih. Setiap pihak dapat menjadi pemberi dan pengirim pesan sekaligus pada waktu yang bersamaan

l.l Komponen Komunikasi Interpersonal Bisnis

Pemberi Pesan

Setiap orang terlibat dalam komunikasi karena memiliki informasi, gagasan, dan perasaan yang mereka bagi kepada orang lain. [lJ Komunikasi tidak berjalan satu arah, namun bersifat timbal balik antara pemberi pesan dan penerima pesan.

(IJ Pemberi pesan dapat menjadi penerima pesan. dan penerima pesan dapat menjadi pemberi pesan. [IJ Peran·peran ini dapat terjadi saat komunikasi sedang berlangsung. PI

Pesan

Pesan merupakan ide·ide dan perasaan yang dibagi antara pengmm dan penerima. Inti dari sebuah peristiwa komunikasi adalah pesan, suatu maksud atau gagasan yang ingin disampaikan. Faktor yang mempengaruhi suatu pesan diterima adalah kejelasan, kesiapan penerima, kompleksitas, panjangnya pesan, dan informasi yang terorganisir. lde·ide dan perasaan dikomunikasikan jika ide atau gagasan itu dipresentasikan dengan simbol-simbol. Simbol terdiri dari dua, yaitu simbol verbal dan nonverbal. [IJ Simbol verbal bersifat terbatas dan kompleks, sedangkan simbol

Non verbal dapat berupa ekspresi wajah , gestikulasi , postur tubuh , tekanan suara, penampilan dan lain-lain.

Umpan Balik

Umpan Balik merupakan respon yang diberikan oleh penerima dan pemberi pesan dalam sebuah peristiwa komunikasi. Dengan adanya umpan batik, para partisipan yang terlibat dalam peristiwa komunikasi dapat mengetahui bahwa gagasan atau perasaan mereka diterima sesuai dengan yang diharapkan. l21 Pengirim dan penerima pesan dalam komunikasi tatap muka memiliki kesempatan yang sangat besar untuk memberikan umpan batik secara langsung. Dalam komunikasi tatap muka ini, para partisipan dapat memiliki kesempatan untuk melihat apakah pesan yang disampaikan dipahami dan diikuti atau tidak.

Gangguan

Gangguan adalah segala sesuatu yang mengganggu komunikasi, termasuk sikap dan emosi penerima dan pemberi pesan.

r

2J Stres, cemas, sikap- sikap negatif dan motivasi rendah merupakan faktor yang mempengaruhi

!

:L aporan Akhir Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, JUNf 2018 14

(22)

gangguan.

141

Gangguan dapat terjadi

dalam

tiga bentuk, yakni eksternal, internal, dan semantik.

tl

a. Gan,gguan Ekstemal (External Noise

Gangguan ekstemal datang dari tingkungan. Lingkungan dapat berupa udara panas maupun dingin, kegaduhan dan suasana yang

tidak

menyenangkan lainnya

rtl

Kondisi-kondisi

yang

ttdak menyenangkan dapat mengganggu penerima dan pemberi pesan dalam memahami pesan yang disampaikan.

b. Gangguan

Internal (Internal Noise)[

Oangguan mternal terJadt dalam pLktran penenma dan pemben pesan.

Ill

Bila pemberi dan penerima pesan tidak fokus pada pesan atau komunikasi yang sedang terjadi, maka pesan tidak dapat dimengerti atau disampaikan

sebagaimana

mestinya.

111

Misalnya,

seorang mahasiswa tidak mendengar dosennya. karena pada saat

dosen mengajar. mahasiswa tersebut

sedang berpikir ten

tang makan siang.

c. Ganggua11 Semantik (Semantic

Noise)/

Gangguan

semantik

disebabkan

oleh

reakst emosional para partistpan

terhadap

kata-kata yang digunakan.

111

Para partisipan biasanya memiliki reaksi negatifterhadap orang-orang

yang

membuat pernyataan.

I M edia/Saluranl

'vtedtalsaluran

adalah perantara yang dtgunakan untuk menyampa1kan suatu pesan.

121

Dalam komunikasi tatap muka, media

yang

utama adalah suara

dan

pandangan. Media yang lain berupa radio, televisi, tape, surat kabar,

dan majalah. 121

Setting (Lingkungan)l

\'euing

adalah

lingkungan

di mana komunikasi teriadi.

ql Seuin!{

dapat memiliki

pengaruh yang

signifikan pada komunikasi.

(!)Formal Sellinx

tepat

untuk presentasi

formal.

f.!JMisalnya

auditirorium yang baik dib'tlnakan

untuk memberikan pidato,

dan presentasi, tetapi tidak baik untuk percakapan

}ang bersifat personal dan intim. 121

Openness (

Keterbu kaan)

Artinya

tiap pihak bersedia membuka diri atau membagi

informasi

tentang

dirinya yang

biasanya dirahasiakan, dan juga bersedia mendengarkan pesan dari Iawan bicara

l!cara lt:rbuka dan mert: pon dengan jujw.

• Empathy (Empati)

Artinya

kemampuan

individu

untuk memahami lawan bicara berda rkan

sudut pnndang

Iowan bicnranyn tcrscbut Kemampuan ini membantu individu untuk

mengerti apa yang

dilalui oleh lawan bicaranya secara emosional. Jadi tkut mera

akan peta aan orang lain.

:l.aporan Akhir KPgiat<m PPngahdian KPpada Masyarakat, JUNI 201R 15

(23)

• Positiveness (Sikap positif)

Mengacu pada kemampuan individu dalam menggunakan pesan yang positif.

Memuji hal-hal positif yang dimiliki oleh lawan bicara, mengekspresikan kepuasan dalam herkomunikasi dengannya , tersenyum , menjaga kedekatan posisi tubuh pada saat berbicara , dll.

• Supportiveness (Sikap Mendukung)

Terdiri dari dukungan yang terucap maupun yang tidak terucap, seperti senyuman atau anggukan kepala . Memperlihatkan sikap mendukung dengan bersikap . deskriptif buk.an cvaluatif, spontan buk.an strategik, dan provisional bukan sangat yakin

Equality (Kesetaraan)

Komunikasi interpersonal akan lebih efektif bila suasananya setara. Artinya , harus ada pengakuan secara diam-diam bahwa kedua pihak sama-sama berniJai dan berharga , dan bahwa masing-masing pihak mempunyai sesuatu yang penting untuk dibagi.

Dalam suatu hubungan jnterpersonal yang ditandai oleh kesetaraan, ::Jer:selisihan dan konflik lebih dillihat sebagai upaya untuk memahami perbedaan yang

pst1 ada daripada sebagai kesempatan untuk menjatuhkan pihak lain.

Kesetaraan tidak mengharuskan individu untuk menerima dan menyetujui begitu

.1 semua perilaku verbal dan nonverbal pihak lain. Kesamaan kepribadian bertujuan :

ar masing masing pihak yang berkomunikasi merasa dihargai dan dihormati sebagai - '1Usia yang memiliki suatu yang penting untuk dikontrihusi kepada orang lain.

nps:l/id.

,, . i

kipedia.orglwiki/Komunikasi interpersonal -.3 1edia Sosial dalam Bisnis

Media sosial adalah sebuah media daring, dengan para penggunanya bisa _ "1gan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog,jejaring stal, wiki, fomm dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki mempakan bentuk :edia sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia .

Jreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai "sebuah 'ICetompok aplikasi berbasi s internet yang membangun di atas dasar ideologi dan

"' ologi Web 2.0 , dan memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated mem

::.PPM: Laporan Akhir Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, JUNJ 2018 16

(24)

2.3.1 Klasifikasi Media Sosial

Media sosial teknologi mengambil berbagai bentuk termasuk maja1ah, forum

.n temet.

weblog, blog sosiat microblogging. wiki. podcast, foto atau

gambar.

video, peringkat dan bookmark

sosial.

Dengan menerapkan satu set teori-teori dalam bidang media penelitian (kehadiran sosial, media kekayaan) dan proses

sosial

(self- presentasi, et f-Jisclosure) Kaplan dan Haenlein menciptakan skema klasilikasi untu.k

berbagai Jenis media

sosial dalam artikel Horizons Bisnis mereka diterbitk.-an

dalam 20l0.

\fenurut Kaplan dan Haenlein ada enam jenis media sosial

1. Proyek kolaborasi

Situs web mengizinkan usernya untuk dapat mengubah, menambah, ataupun menghapus konten-konten

yang ada di situs web ini. Contohnya wikipedia.

2. Blog dan microblog

User

lebih bebas dalam mengekspresikan sesuatu di blog ini seperti curhat ataupun mengkritik kebijakan pemerintah. Contohnya Twitter.

3. Konten

para

user dari pengguna

situs

web ini

sating meng-share

konten-konten media, baik sept:rti video, t:book, gambar, dan lain-lain. Contuhnya YuuTube

4. Situs jejaring sosial

Aplikasi

yang mengizinkan user untuk dapat terhubung dengan

cara

membuat

infonnasi

pribadi

sehingga

dapat terhubung dengan orang lain. l11formasi pribadi

itu bisa sepe1ti

foto-foto. conloh facebook

5. Virtual game world

Ounia virtual , di mana mengreplikasikan lingkungan

3D,

di mana user bisa

muncul

dalam bentuk avatar-avatar

yang

diinginkan

serta

berinteraksi dengan

orang Jain selayaknya di dunia nyata. Contolmya gim daring.

6. Virt11al social world

Dunia virtual yang

di mana penggunanya merasa hidup di dunia

virtual, sama

seperti virtual game world, betintetaksi den.gan yang lain.

Namun, Virtual Social World

lebih bebas, dan lebih ke arah kehidupan, contohnya second life.

Pesatnya

perkembangan media sosial kini dikarenakan s.emua orang seperti bisa

=:rr hki media sendiri.

Jika untuk memiliki media tradisional seperti televisi, radio,

i::D Korandibutuhkan modal yang

besar dan tenaga kerja

yang

banyak, maka lain

...::ya dengan

media. Seorang pengguna media

sosial bisa mengakses menggunakan _... - sosial dengan jaringan

intemet bahkan yang aksesnya lambat sekalipun, tanpa

- bcsar, tanpa alat mahal dan dilahtkan scndiri tanpa karyawan. Pcngbruna media

:Lapora n Akhir KE>giatan Pengahdian KPpada Masyarakat, )liN! 201A 17

(25)

sosial dengan bebas bisa mengedit, menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, ndeo, gratis, dan berbagai model contentlainnya.

\1edia sosial adalah mengenai me jadi manusia biasa. Manusia biasa yang saling m embagi ide, bekerjasama, dan berkolaborasi untuk menciptakan k.reasi, berpikir, berdebat, menemukan orang yang bisa menjad1 ternan baik, menemukan pasangan, dan membangun sebuah komunitas. Intinya, menggunakan media sosial menjadikan kita ebagai diri sendiri. Selain kecepatan infQrmasi yang bisa diakses dalam hitungan dctik, menjadi diri sendiri dalam media sosial adalah alasan mengapa media sosial ...erkembang pesat. Tak terkecuali, keinginan untuk aktualisasi diri dan kebutuhan ::::1enciptakan personal branding.

Perkembangan dari media sosial ini sungguh pesat. ini bisa di lihat dari banyaknya Jllnllah anggota yang di miliki masing-masing situs jejaring sosial ini,ISJ berikut tabel f.illllah anggota dari masing masing situs per Agustus 2017.

No Nama situs Jumlah member

1 Facebook 2.047.000.000

2 Youtube 1.500.000.000

3 WhatsApp 1.200.000.000

4 Facebook Messenger 1.200.000.000

5 WeChat 938.000.000

6 QQ 861.000.000

7 Instagram 700.000.000

8 Qzone 638.000.000

::.PPM· Laporan Akhir Ke.giatan Pengabdian Kepada Masyarakat, JUNI 2018 18

(26)

9 Tumblr 357.000.000

10 Twitter 328.000.000

11 Sina Weibo 313.000.000

12 Baidu Tieba 300.000.000

13 Skype 300,000,000

14 Viber 260.000.000

15 Snapchat 255.000.000

16 Reddit 250.000.000

17 LINE 214.000.000

18 Pinterest 175.000.000

...3.2 Manfaat Manajemen Media Sosial untuk Bisnis

Sepertl yang sudah disinggung pada pengertian manaJemen media sosial di atas,

bbcrapa hal yang m njadi ata:san pcntingnya mcngdola tncdia social dalam

perkembangan bisnis yaitu diantaranya:

I. Mengenal pe latggan

Kesuksesan sebuah bisnis tidak terlepas dari keberadaan pdanggan. Dengan memaksimalkan media sosial bisa membantu Anda mengenal pelanggan lebih dekat.

Med1a sos1al bisa dijadikan alat survey untuk memetakan konsumen seperti apa yang menjadi pelanggan Anda

lPPM: Laporan Akhir KPgir!tan PPngahdian KPpada Masyarakat,JUN I 201A 19

(27)

Misalnya Anda bisa menggunakan tool seperti Facebook Insight untuk mempelajari dominansi pelanggan Anda berdasarkan usia dan jenis kelamin. Informasi seperti ini bennanfaat untuk memaksimalkan promosi dan branding.

2. Mendengar keinginan konsumen

Adanya feedback baik positif maupu negatif dari konsumen Anda bisa membantu untuk mengevaluasi bisnis Anda menjadi lebih baik. Melalui media sosial seperti situs resmi perusahaan atau media sosial bisa lebih cepat mendapatkan kritik atau saran dari konsumen. Sehingga media social bisa menjadi alat untuk mengukur kepuasan pelanggan Anda.

3. Jfemberikan respon cepat

Dengan adanya testimoni pelanggan melalui media sosial maka Anda bisa memberikan (espon secara lebih cepat. Perusahaan yang baik tidak hanya me(espon keluhan via telepon saja, namun juga menerima keluhan melalui media sosial yang disediakan perusahaan .

.f.. Melihm persailtgan -di pll.wr

Media sosial juga berperan untuk menggali informasi tentang kondisi pasar terutama dalam hal persaingan. Melalui media sosial Anda bisa mengumpulkan informasi tentang kelebihan dan kekurangan kompetitor Anda untuk meningkatkan strategi bisnis.

5. Meningkatkan pengunjung situs

Manajemen media sosial diperlukan untuk meningkatkan pengunjung situs atau website perusahaan. Manajemen bisa dilakukan dengan memasukkan k-onten yang dapat meningkatkan traffic SEO sehingga website bisnis bisa menjadi tranding di mesin pencari Google.

2.4 Hukum dan Etika Bisnis

Etika bisnis adalah panduan cara melakukan kegiatan bisnis yang tercakup pula semua aspek yang berkaitan dengan individu , perusahaan dan masyarakat. Et1ka dalam -.nis menjadi semacam pedoman bagi sebagian perusahaan untuk membentuk nonna, - ai dan tindakan karyawan dan pimpinannya. Tidak hanya di antara internal p;.:-rusa haan saja tetapi juga ke pihak eksternal seperti customer, mitra kerja , pemegang )!,;..'lam dan juga masyarakat.

Salah satu keyakinan akan pentingnya hukum dan etika dan bisnis adalah ikut ndukung hastl kmerja. Ketika sebuah perusahaan menerapkan etika dalam bisnis

P\1: Laporan Akhir Kegiatan Pengahdian Kepada Masyarakat, JUNJ 2018 20

(28)

ya ng baik maka basil yang diperolehpun memuaskan dan tidak akan menaikkan reputasi perusahaan I bisnis yang sedang dijalankan. Dengan adanya hukum dan etika dalam msnis, baik karyawan dan pimpinan akan bekerja berlandaskan moral yang jujur, luhur dan profesional. Namun memang tidak mudah untuk menerapkan hal ini mengingat ada beberapa faktor yang membuat seseorang "tertekan" ketika menerapkan etika: 1'\..ebutuhan

individu itu sendiri. ridak adanya pedoman atau bisa tidak

_nengerti.Lingkungan yang tidak etis.Kebiasaan dan perilaku individu yang tak dikoreksi.Perilaku dari komunitas sekitar.Perlu diketahui bahwa etika dalam bisnis

baruslah memenuhi sasaran dan lingkup berikut ini agar berjalan dengan lancar. Tidak ada "tabrakan" oleh masing-masing pihak:

:: Etika bisnis punya tujuan guna menghimbau para pelaku bisnis agar etis dan baik dalam menjalankan bisnis.

r

Etika bisnis juga berbicara tentang sistem ekonomi yang berpengaruh dan menentukan apakah etis atau tidak sebuah praktik bisnis.

('_ Etika bisnis bermanfaat untuk menyadarkan masyarakat tentang hak mereka yang ttdak bisa dilanggar. Masyarakat di sini adalah mereka yang adalah konsumen, karyawan atau buruh serta masyarakat luas.

1A.l Prinsip Hukum dan Etika dalam Bisnis

Ada 5 prinsip etika dalam bisnis,yakni dijelaskan dalam poin-poin berikut ini:

1. Prinsip otonomi

Prinsip otonomi merupakan sikap serta kemampuan yang dimiliki oleh manusia.

lni berfungsi untuk pengambilan keputusan dan bertindak dengan baik atas dasar kesadaran sendiri dan bertanggungjawab.

2. Prinsip kejujuran

Prinsip kejujur terkait di dalamnya untuk memenuhi syarat perjanjian yang sudah disepakati, harga produk Ijasa yang memang sesuai dengan apa yang ditawarkan serta hubungan dengan pihak internal dan eksternal.

3. Prinsip saling menguntungkan

Prinsip ini menjadi landasan agar kegiatan bisnis antar beberapa pihak memang menguntungkan semua pihak. Tidak ada yang dirugikan.

-t. Prinsip keadilan

Prinsip keadilan memberikan tuntutan kepada pihak pebisnis agar

memperlakukan setiap orang sesuai dengan aturan dan kriteria rasional serta objektif dan bertanggung jawab. Begitu juga dengan pihak-pihak terkait termasuk karyawan.

5 Prinsip integritas moral

Prinsip ini harus diterapkan pada diri masing-masing bahwa seseorang akan tetap kukuh dalam integritas moral yang telah disebutkan. Hal ini tentu menyangkut nama baik dirinya dan perusahaannya .

U'PM: Laporan Akhir Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, JUNI 2018 21

(29)

2.4.2 Pelanggaran Etika dalam Bisnis

Pelanggaran etika dalam bisnis. Tidak bisa dibiarkan saja, harus ada cara mengatasinya yakni dengan poin-poin berikut ini:

• Mengembangkan tanggungjawab sosial.

• Mencipta kan sikap saling percaya baik di antara pengusaha kuat dan pengusaha lemah.

• Menciptakau daya persaingan yang sehat.Konsekuen terhadap aturan main yang sudah disepakati.Menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran dan adanya rasa memiliki terhadap perjanjian yang sudah disepakati.

• Etika dalam bisnis perlu pula dituangkan dalam hukum positif dalam bentuk

perundang-undangan agar menjadi semacam "pelindung" dan kontrol.

LPPM: Laporan Akhir Kegiatan Pengahdian Kepada Masyarakat, JUNI 2018 22

(30)

BABIII

METODE PELAKSANAAN

3.1 Rancangan Kegiatan

Pengembangan model sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan media sosial

01bgai sarana pemasaran hasil produksi, dilakukan dengan pendekatan kontekstual.

endekatan ini akan diawaJi dengan orientasi lapangan, dilanjutkan dengan entifikasi masalah, studi literatur, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi keberhasilan

==Iatan. Secara skematis alur kerja pemecahan masalah dalam kegiatan ini, dapat ...gambarkan dalam bagan di bawah ini.

Studl Pendahuluan

Pelatihan

Kegiatan akan diawali dengan melakukan pembuatan jadwal yang visibel dan

Jo.1 disepakati oleh peserta pelatihan, kemudian dilanjutkan dengan pemberian - asan dengan sistem ceramah kepada para UKM keramik di satu lokasi pelatihan -;telah disepakati bersama secara terjadwal, seperti terlihat dalam bagan di bawah

1.1 Jadwal Kegiatan

- Juni 2017

Observasi lapangan

• Wawancara Kepala UPT Purwakarta

dengan Keramik

Permohonan Pengabdia Masyarakat

Diskusi

IJill Kepada Pro am

i: Laporan Akhir Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat,JUNI 2018 23

(31)

Wawancara

-

dengan

-

Pengabdian

-

-

Kepada Kepala Desa Anjun, Masyarakat

Kecamatan Plered,

MOU kegiatan

Kabupaten Purwakarta Pengabdian Kepada

Wawancara dengan Masyarakat Kepala

Dinas UKM

Kemenindag Kabupaten Purwakarta

3 dan 4 Juli 2017 Workshop Kegiatan Promosi Penyusunan Strategi dan Desain Komunikasi Promosi dan Desain

Visual Komtmikasi Visual serta

pelatihan aplikasi penyusunan proposal dan praktek desain komunikasi visual dikalangan para r>engusaha trKM Keramik

Gambar 2: MOU antara LPPM STIKOM InterStudi dengan UPTD Lltbang Keramik, ten Purwakarta

3.L2 Lokasi dan Tempat Kegiatan

-empat pelaksanaan workshop Pengabdian Masyarakat adalah Aula Kantor UPTD utbang Keramik yang berada di wilayah Sentra Indutri Keramik Plered, Kabupaten Pt:.rwakarta. Sedangkan peta lokasi tempat pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat sepcrti tcrlihat di bawah ini

LPPM: Laporan Akhir Kegiatan Pengahdian Kepada Ma yarakat. JIINI 201A 24

(32)

Q

Q 0

0

(,')umber: Google.Maps.com)

Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan berdasarkan permasalahan yang dihadapi para UKM Keramik di Sentra Industri Keramik Plered, Kabupaten Purwakarta. Bentuk: kegiatan yang kami laksanakan adalah Pelatihan Komunikasi bisnis melalui pemafaatan media digital dalam meningkatkan Reputasi

jualan Kcramik.

Pelatihan Komunikasi Bisnis dan media dalam meningkatkan Reputasi Penjualan Keramik yang diberikan kepada para UKM keramik akan dilihat hasilnya ::-cara periodik, apakah pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan para pengusaha K..\1 keramik di sentra industry Keramik, Plered Kabupaten Purwakarta untuk:

empromosikan dan memasarkan basil produksinya secara sosial. Pada akhir pelatihan, .E:L.1n dilal.'Ukan evaluasi untuk melihat keterampilan dari masing-masing peserta dalam

. mempromosikan dan memasarkan hasil produksinya melalui media sosial. Dalam 1!\'aluasi ini juga akan diberikan sertifikat sebagai sebuah penghargaan tentang '"!terampilan pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dan pemasaran produk ng dimiliki oleh masing-masing peserta pelatihan. Sosialisasi pemanfaatan media 1al dan peningkatan pemanfaatan media sosial harus dilakukan secara esinambungan. Pelatihan -dan sosialisasi pemanfaatan media sosial ti-dak -dapat ai-ukan hanya sekali saja . Para peserta diharapkan proaktif untuk melatih sendiri

=:=teri-materi yang didapat pada saat pelatihan untuk mempromosikan dan memasarkan ::::si produksinya secara social

.:_: Pemilihan Khalayak Sasaran

Khalayak sasar-an yang dianggap satrategis dalam kegiatan ini adalah para UKM C:nmik yang berada di Sentra Industri Keramik , Plered Kabupaten Purwakarta yang PM· Laporan Akhir Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, JUNJ 2018 25

(33)

memiliki kemampuan mengoperasikan komputer dan internet yang tidak sama, ada yang sudah mampu

ada JUga yang belum. kegtatan pelat1han

mi

d1laksanakan secara

tt:rjadwal. Pada setiap pertemuan (pdatihan), setiap peserta akan diberikan osialisasi ru1teri tentang komunil-asi bisnis melaiui pemanfuatan media sosial sebagai sarona pemasaran

hasil produksi. mulai dari pengenalan pengenalan medta

sostal

sampai

dengan proses pemasaran produk. dan plus-minus teknologi internet. D1 SlSl lam, kepada etiap peserta akan dibetikan Hiftc:py selw·uh bahan pelatihan, sehingga

bisa dijadikan

bahan

acuan dan arsip kepada semua peserta pelatihan. Kepada para peserta yang telah

dilatih, nantinya diharapkan dapat menyebarluaskan pengetahuan dan keterampilan yang telah

dimilikinya kepada para

UKM

Keramik yang tidak dapat mengikuti pelatihan

dengan

program imbas. Melalut pelatthan im, dtharapkan para

UK\1 yang

ada di

di entra

Industri Keramik, Plered Kabupaten Purwakarta mampu memasarkan dan

mempromosikan

basil produksinya dengaumedia

sosial.

3.3 Keterkaiatan

Kegiatan ini juga akan

melibatkan

berbagai pihak

dengan

peran dan nilai manfaat

yang beragam. Adapun pihak-pihak yang terkatt dengan kegiatan ini antara lain:

(a)

Pihak STIKOM Interstudi,

yang akan menyedtakan tim pakar atau tim tutor yang akan

memberikan pandangan-pandangan tentang komunikasi bisni" efektif melaui

media sosial

(b)

Pihak

UPTD

Lltbang Keramik,

di

di Sentra

lndustri Keramik, Plered Kabupaten

Purwakarta, yang memfasilitasi terlaksananya kegiatan

ini,

dengan turut

serta

mengikuti pelatihan pemanfaatan media

'\Osial sebagai sarana

pema"aran hasil

produksil.

Selain itu masyarakat

luas

khususnya masyarakat Anjun dapat

mengakses

produk-produk pengarajin

industri

kecil yang ada di Kabupaten Purwakarta secara sosial.

3.4 Metode

Prosedur kegintnn progrnm pengabdinn ynng diusulkan dninm usulan ini meliputi

tahapan: {a) stu<ii pendahuluan, (b)

pelatihan,

(c)

evaluasi Perincian kegiatan di '!lasing-

masing tahapan diuraikan seperti berikut.

LPPM: Laporan Akhir Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. JUNI 2018

26

(34)

3.5.1 Studi Pendahuluan

Pada tahapan studi pendahuluan akan dilak.-ukan kegiatan -kegiatan sebagai beriJ....-ut:

l. Pengumpulan persoalan yang dihadapi para UKM yang berada di Sentra lndustri Keramik, Plered , Kabupaten Purwakarta

2. Klasifikasi persoalan para UKM yang berada di Sentra Industri Keramik, Plered, Kabupaten Purwakarta dan pencocokan dengan potensi yang ada pada institusi . 3. Penyusunan skala prioritas program dengan mendasarkan pada peluang untuk

diimplementasikan , ketersediaan sumber daya dan ketersediaan sumber daya dari tim pendamping,

4. penyusunan rencana ketjn dan instrumen petaksannnn program ,

5 penetapan tim pelaksana dan uraian kerjanya sesuai kepakaran yang dimiliki , 6. Diskusi/pembekalan tim dalam hal pelaksanaan teknis.

:.PPM: Laporan Akhir Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat:. JUN12018 27

(35)

Gambar 4 : Studt Pendahuluan ke Sentra Industn Keramik Plered. Kabupaten Putwakatta

3 4.2 Pelaksanaan

Pada tahapan pelaksanaan akan dilakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

1. Pembagian materi dalam bentuk

sojic.:opy dan lwrdcopy

2. Penjelasan umum tentang sistem pemasaran sosial

3. Worskshop pemanfaatan meadia sosial sebagai sarana pemasaran hasil produksi keramik

LPPM: Laporan Akh r Kegiatan Pengabd an Kepada Masyarakat. JUNl2018 28

(36)

Gambar 5 :Pelaksanaan Pelatihan Komunikasi bisnis UKM dan Foto bersama para

peserta UKM

3.4.3 Evaluasi

Pelaksanaan evaluasi dilakukan untuk dua tujuan yaitu : (a) umpan ballk untuk (erbaikan dini tahap pelaksanaan dan (b) umpan balik untuk pelatihan berikutnya. Ada dua

modus pelaksanaan evalusi yang dilakukan. Modus pertama adalah dalam pelaksaan pelat ihan dan modus kedua adalah di akhir pelaksanaan pelatihan .Modus pertama untuk rujua n evaluasi melakukan perbaikan dini dan modus kedua untuk perbaikan program berik utnya.

Hasil pada tahapan evaluasi dijadikan dasar dalam menyusun laporan pt: aksanaan program pengabdian, yang mencakup uraian pelaksanaan program, ha nbatan- hambatan dalam pelaksanaan, capaian dari target yang ditetapkan dan solusi yang dilakukan dalam mengatasi hambatan. Pada akhimya, laporan pelaksanaan program ini dijadikan dasar pertanggungjawahan pelaksanaan pengambd1an kepada p1hak -pihak yang berkt:pentingan.

3.6

Rancangan Evaluasi

Setelah program ini terlaksana, maka untuk mengukur tingkat keberhasilan dari escluruhan rangkaian kcgiatan tersebut, akan dilak.uk.an evaluasi pada rentang proses 6n akhir kegiatan , yaitu pada saat dilakukan pada akhir pelatihan , Kegiatan evaluasi

Cl1 akan melibatkan : ketua dan anggota pengabd1an kepada masyarakat. Kntena dan dikator pencapaian tujuan dan tolak ukur yang digunakan untuk mt:njustifikasi .:ngkat keberhasilan kegiatan dapat dijabarkan sebagai berikut:

U>PM: l.aporan Akhir Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. JUNI 2018 29

(37)

0 Jenis Data 1 Sumber Data

Indicator Kriteria Keberhaslan

Instrument

Pengetahuan tentang komunikasi bisnis

• Pengetabuan tentang

komunika<ti

antar budaya

• Pengetahuan tentang komunikasi bisnis

• Pcngctnhuan tentang publikasi dan reputasi produk keramik

Pcngetabuan tentang internet/ sosial dan analisisnya

Pengetahuan tentang hukum dan etika bisnis sosial

keterampilan pe erta dalam

memanfaatkan media sosial

J kemampuan dan keterampilan peserta dalam menggunakan media sosial sebagai alat komunikasi bisnis peserta

peserta pelatihan

peserta pelatihan

pec;erta pelatihan

pengetahuan para peserta mengenai komunikasi bisnis..

komunikasi

antru-budaya,

media sosial clan puhlikasi.

hokum dan etika serta iklan di media sosial

keterampilan para peserta

kemampuan dan keterampilan peserta dalam menggunakan media sosial sebagai alat komunikasi bisnis basil produk

Terjadinya perubahan yang positif terhadap komunikasi bisnis melalui media sosial

Terjadinya perubahan yang positif terhadap komunikasi bisnis dalam mtnggunakan computer

Terjadinya perubahan :yang kemamouan dan keterampilan datam media sosial sebagai alat komunikasi bisnis produk keramik

Pedoman wawancara

ohservasi pedoman wawancara

pedoman wawancara dan format observasi

I

keramik

PPM: Laporan Akhir KPgiatan PPngahdian Kt>pada Masyarakat.jlJNI 201A 30

(38)

BABIV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Kegiatan pelatihan pemanfaatan media sosial ini diikuti Adapun profit dari para UKM yang mengikuti pelatihan pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran prosuk adalah sebagai berikut

4.3 Jenis Produk Kerarnik UKM Keramik di Sentra lndustri Kerarnik Plered

Pembuatan keramik Plered memang sudah berlangstmg turun temunm dan diperkirakan dimulai sejak tahun 1904. Awalnya , masyarakat sekitar membuat keramik dari tanah liat merah dan tem1asuk gerabah ini untuk memenuhi perkakas rumah tangga. Tapi, pada perkembangannya kerajinan tersebut mampu menjadi sumber pendapatan tersendiri bagi masyarakat sekitar.

Keterampilan membuat keramik tak jelimet. Kecuali untuk membuat keramik kualitas tinggi, memang diperlukan keahlian dalam bidang seni. Tapi kebanyakan perajin keramik di Plered , belajar mengenai seni keramik berdasarkan pengalaman

saja dan tidak melalui jenjang pendidikan formal. Namun, basil produksi kerajinan keramik Plered telah diterima pasar mancanegara.

"Banyak keramik dari kami yang dibeli turis asing atau dijual ke luar negeri,"

ungkap H. Sarpin, salah seorang perajin.

Setelah semakin berkembangnya teknologi dan infurmasi terjadi perubahan kebiasaan para perajin. Dulu umumnya perajin membuat keramik dari bahan baku tanah liat biasa. Sekarang, sebagtan per3;jin yang memakai bahan baku tanah liat warna putih.

Menurut mereka , ada kelebihan dan kekurangannya memakai bahan tanah liat putih yang telah dicampur dengan kaolin, pospat, dan kuarsa.

Menurut Mulyana, perajin lainnya, bahan baku tanah liat wama putih itu tidak terdapat di Purwakarta , tapi didatangkan dari Sukabumi. Keuntungannya , bahan dapat dicorkan ke dalam cetakan dengan motif beragam . Sedangkan bahan tanah liat biasa tidak bisa dicorkan ke dalam suatu cetakan. Hanya bisa diputar (dileler) untuk dibentuk suatu model. Dalam menciptakan berbagai motif atau model baru,

LPPM:Laporan Akhir Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, JUNI 2018 31

Gambar

Gambar  1 :Produk Hasil UKM untuk keperluan rumah  tangga dan mainan anak-  anak
Gambar 2: MOU antara LPPM STIKOM InterStudi dengan  UPTD Lltbang Keramik,  ten Purwakarta
Gambar 4 : Studt Pendahuluan ke Sentra Industn Keramik Plered. Kabupaten  Putwakatta
Gambar 5  :Pelaksanaan Pelatihan Komunikasi bisnis UKM dan Foto bersama  para
+2

Referensi

Dokumen terkait

Analisis rata-rata biaya produksi dihabiskan untuk semua produk tersebut sekitar 7 juta (sudah termasuk ongkos kerja dan pembelian bahan), sedangkan harga jual

Seluruh peserta yang ikut dalam pelatiahan dan sosialisasi penentuan harga pokok produksi dengan menggunakan harga pokok pesanan pada usaha meubel di Desa Dutohe

Pada Tanggal 21 Juni 2020, dosen dan mahasiswa mengadakan kegiatan FTIK mengajar dengan tema pengenalan hewan nyamuk dan lalat menggunakan media boneka tangan

Dari permasalahan dan analisis situasi di BMT ini, diperlukan suatu sistem komputerisasi akuntansi yang terintegrasi dengan baik sehingga dihasilkan laporan

Gambar 1: Hasil Produksi Pengrajin Batik di Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan Para pengrajin batik di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan menghadapi beberapa kendala

Dari hasil yang didapat dengan menggunakan dryer segel botol ini, kemasan botol vitamin terlihat rapi dan menarik serta dapat meningkatkan permintaan konsumen 50% dari

Selain menggunakan abu dari pecahan batu sebagai bahan campuran Paving Block, pengrajin juga dapat menambahkan abu terbang batu bara fly ash kedalam campuran Paving Block untuk

Target kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah pwarga dan ara pengurus RT/RW Perumahan Taman Serua Bojongsari Depok, dapat menggunakan aplikasi mobile dalam mengurus