LAPORAN AKHIR
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
PELATIHAN KOMUNIKASI BISNIS PRODUK KERAMIK MELALUI MEDIA ONLINE DIKALANGAN UKM KERAMIK 01 SENTRA INDUSTRI KERAMIK
PLERED,KABUPATEN PURWAKARTA
Dibiayai dari Daftar lsian Pelaksana Anggaran (DIPA) SEKOLAH TINGGI ILMU KOMUNIKASI (STIKOM) lnterStudi dengan SPK Nomor: 121/UN48.16/PM/2017 tanggal 25 Februari 2018
Di susun Oleh : Dr. Poppy Ruliana, M.Si
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI ILMU KOMUNIKASI (STIKOM) lnterStudi
JAKARTA 2018
prn
PUBliSHING & PRINTING
LAPORAN AKHIR
PENGABDIAN KEPADA MASAYARAKAT
r.._LATIHAN KOMUNIKASI BISNIS PRODUK KERA.MIK MELALUI MEDIA O LINE DIKALANGAN UKM KERAMIK DI SENTRA INDlJSTRI
KERAMIK,PLERED, KABUPATEN PURWAKARTA
Dibiayai dari Daftar isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) SEKOLAH TINGGI ILMU KOMUNIKASI (STIKOM) InterStudi dengan SPK
Nomor:l21/UN48.16/PM/2017 tanggal 25 februari 2018
Di susun Oleh:
Dr. Poppy Ruliana, M.Si 0030046302
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI ILMU KOMUNIKASI (STIKOM) InterStudi
JAKARTA 2018
ii
I
HALAMANPENGESAHAN
LAPORAN KEMAJUAN PROGRAM PENGABOIAN KEPADAMASYARAKAT
Judul Program 1 Pelatihan Komunikasi Bisnis Produk
Keramik Melalui Media Online dikalangan UKM Keramik di Sentra Industri Keramik, 1
Plered, Kabupaten Purw·akarta
I
Ketu a Tim Pengusul
Dr. Poppy Ruliana, MSI 0030046302
Komunikasi Bisnis Lcktor/Penata Ahli LPPM
N N
ama IK/NlDN Bidang Keahlian
Jabatan!Pangkat/Golongan Jurusan/Konsentrasi
Sentra lndustri Keramik Plered, Kabupaten
J Purwakarta
1 72
jam ( 3hari)l
Biaya yang_diusulkan Rp. 7.600,000 (tujuh juta enam ratus rupiah Jakarta, 25 Nopember 2018
Ul.
fiKOM InterStudi
Penyusun
I
Dr. Marlinda Irwanti, MSi Dr.Dra.Poppy Ruliana,MSi
Menyetujui,
Ketua LP2M STIKOM lnterStudi
Dr Dra.Poppy Ruliana, MSI
KATAPENGANTAR
Puji dan syukur kamie panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkatlah Rahmat- Allah maka laporan akhir pengabdian kepada masyarakat ini dapat selesai tepat pada wakrunya. Laporan akhir ini dimaksudkan untuk memberikan informasi mengenai pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di Sentra Industri Keramik Plered, upaten Purwakarta yang didahului dengan studi pendahuluan atau observasi,
merancang program komunikasi untuk mendiagnosis perrnasalahan yang mengemukaUKM keramik. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari dalam Pelatihan Komunikasi Pemasaran efektif Produk Keramik Melalui Media Online UKM Keramik di Sentra Industri Keramik, Plered , Kabupaten Purwakarta tempat di Aula Unit Pelaksana Telnis Daerah (UPTD) Penelitian dan Pengembangan Keramik Dinas Koperasi dan UKM, Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Purwakarta
Hasil dari pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para
pembuat keramik memanfaatkan media online yang dijadikan sarana promosi dalam memasarkan produk keramik pada khalayak atau para konusmen yang
dijadikan target dalam kesempatan ini, ijinkan kami mengucapkan
terimakasih atas dukungan tujuannya sehingga program pengabdian kepada masyarakat ini dapat terlealisasibaik. Kami ucapka terirnakasih yang tak terhingga kepada Yang Terhormat:
• Ibu Ike Martini selaku Ketua Yayasan InterStudi
• Bapak Nyoman Puspadarrnadja selaku Direk:tur Eksekutif Yayasan InterStudi
• Bapak Ir, Bambang Megawahyu selaku Kepala UPTD Litbang Keramik , Dinas Koperasi dan UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Purwakarta -
• Staf UPTD Litbang Keramik , Dinas Koperasi- dan UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Purwakarta
• Thu Marlinda Irwanti selaku Ketua STIKOM InterStudi
• Para Wakil Ketua STIKOM InterStudi
• Bapak Irwansyah Ketua Pascasarjana STIKOM InterStudi
• Para Dosen Tetap STIKOM InterStudi
• Para staf di lingkungan STIKOM InterStudi dan UPTD Litbang Keramik D 1as Koperasi dan UKM, Perindustrian dan Perdagangan _ Kabupaten Puwakarta
kata dengan terbitnya laporan akhir pengabdian kepada masyarakat ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu komunikasi yang
dengan Ilmu Pengetahuan , Teknologi dan Seni yang berdampak pada produksi _keramik yang dihasilkan oleh para UKM keramik di
Keramik, Plered Kabupaten Purwakarta. Di samping - itu, kami
;::::cc:}Akhir Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, JUNI 2018 iii
menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini jauh dari sempurna, oleh karena itu kami
monon · mamkan:nya untuk menyempurnakan 1 po1'an akbirinidi kemudian ·hari.
1lormat Karol Penyusun PKM
Poppy Ruliana
:Lapor.an.Akhir -K w.an.P ngabdian Ka.pa<ia Masy.ar.akat:, JUN.I..20.l..B .iv
.PPM: Lapo.ran .Akhir.l(egiatan .Pengahdian Kepada Ma.c;ya.rakat, JtlN.I.20.18 1
1.
2 1.
3 1
2.
3 2.3 2.3.2 2.3.3 2.4
1 2
:..+
1.4
3.
1 3.1 I J 3.' 2 L 3..2 P e
DAFTARISI
HALAMAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR iv
DAFTAR lSI v
BABl.PENDAHULUAN
1 Latar Bela.kang Masalah 6
Rumusan Masalah 7
Tujuan 7
.4 Manfaat Kegiatan 7
BAB II KERANGKA KONSEP
2. 1 Komunikasi Bisnis 10
.2. 1.1 Tujuan Komunikasi Bisnis 10
2. 1.2 Unsur-Unsur Komunikasi Bisnis 11
2.1.3 Fungsi Komunikasi Bisnis 11
2.1.4 Bentuk-Bentuk Dasar Komumkast Btsnis 12
2.2. Komunikasi Interpersonal dalam Bisnis 13
2.2. 1 Komponen Komunikasi Interpersonal dalam Bisnis 14
Media Sosial dalam Bisnis 16
1 Pengertian Media Sosial 17
Klasiftkasi Media Sosial 17
Manfaat Manajemen Media Sosial untuk Bisnis 20
Hukum dan Etika Bisnis 20
Prinsip Hukum dan Etika Bisnis 21
Pe1anggaran Etika dalam Bisnis 21
BAB III METODE PELAKSANAAN 23
Rancangan Kegiatan 23
adwal Kegiatan 24
okasi dan Tempat Kegiatan 24
milihan Khalayak Sasaran 25
3.3 Keterkaitan
26 3.4 Metode
26
3.4.1 Studi Pendahuluan 27
3.4.2 Pelaksanaan 28
29
3.4.3 Evaluasi 29
.3.5 Rancangan Evaluasi 29
28
I .PPM:l.apor.an .Akhir K iat.an .P neaMian I( MAAy.ar.akat:,
J!
lNl ..2.01.A v:i BAB IV HASJL DAN PEMBAHASAN31
4.1 1 Jenis Produk Keramik UKM Keramik dt Sentra lndustri Keramik Plered 31
4.2 Komunikasi Bisnis Melalui Pemanfaatan Media Online 32
4.2.1 Email Sebagai Salah satu Media Online untuk Memasarlkan Produk
Keramiik 33
4.2.2 Publikasi Online 36
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 40
5.1 Simpulan 40
5.2 Saran 40
DAFTAR PUSTAKA 41
42 LAMPIRAN
-;? 1:Laporan Akhir Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, JUN.J-20l8 1
.
BABl
PENDAHULUAN
Latar "Belakang MasalahPerkembangan bisnis tndustri kerajinan di Indonesia sejak dulu telab mengenal kerajinan tanah liat sebagai bagian dari sejarah serta budaya masyarakat setempat. Jika that dari sejarahnya , kerajinan tanab fiat dapat disangkut-pautkan dengan karya seni upu n sebagai alat perkakas rumah tangga . Dapat dikatakan sejak zaman dahulu tanah _ disebutkan sebagai karya seni tertua yang pernah ada1 Namun kerajinan tanah liat
-:!miliki beragam definisi, banyak yang mengatakan bahwa benda-benda yang dibuat ..._.; tanah liat dari awal kemunculannya benda tersebut dinamakan dengan keramik . ::.!'ragam bentuk dan keraJman tanah hat atau sebutan lam ya1tu keram1k , sudah .::crlc:mbang sedetnikian rupa, st:perci gerabah, l mbikar, porseleil dan lain-lain .
Seiring berjalannya waktu kerajinan tanah liat di Indonesia telah berkembang.
Indonesia sendiri para pengrajin keramik telah tersebar di berbagai wilayah, seperti:
- umatera, terdapat sentra mdustri keramtk d1 S1p1rok, Tarutung dan Palembang; di manlan lepalnya di Singkawang Lerl.ebai induslri k rajinan kramik yang punyai ciri khas ornamen oriental, di Jawa tercbp3t sentra industri kemmik Plered .P:urwakarta, TGaracondong di Randung, Dinoyo, K lampok , Xasongan <Ii Yogyakarta Z1 masih banyak di daerah lain. Maka kerajinan tanah liat illuJat dikat an sebagai
=ah usaha masyarakat karena untuk membangun usahanya tidak perlu memiliki modal -:::1;besar, hanya perlu memiliki para pekerja untuk mengambil tanah fiat. Akan tetapi
;;mng dengan tingkat kebutuhan yang tinggi terutama untuk meningkatkan produksi i!l'alllik, masalah modal menjadi hal yang utama karena permintaan ekspor cukup 1;;1, seperti Saudi Arab1a , Jtalia dan Perancis dan juga pennintaan dari da]am negeri .
\.!mun para pengrajin lebih senang menjualnya secara langsung kepada konsumen yang .:r:ang daripada mengekspor ke luar negeri dan produk keramik ini tidak memiliki label
u bak paten sehingga perlu adanya penyelesaian dari pihak. pemerintah . .
Dari hasH wawancara , tanggal 20 Mei, 20 17 dengan Bapak Bam bang, Kepala
t Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Penelitian dan Pengembangan (Litbang)
Keramik, Sentra Industri Keramik Plered). diperoleh informasi, masalah lain muncul,
&.enyataannya para pengrajin membutuhkan modal yang besar membuat para pengrajin merasa terhambat karena sulitnya mengajukan pinjaman dana pada bank. Oleh karena 1tu,
tnasalah ini berdatnpak terhadap tingkat produksi para pengrajin keramik. Namun
iiemikian, informasi yang diperoleh dari pengrajin lainnya, bahwa mereka memperoleh
danapinjaman dari pihak bank sesuai dengan persyaratan yang ditentukan
_oleh pihak
ank.
"'lam
itu,masalah desaitl produk keran1ik keramik dimana mereka bertanan dengan
1:d1smya yang berasal dari leluhur,
meskipun pihak pemerintah telah mencoba
nsosiaJisasikan terkait dengan inovasi desain produk serta pengenalan inovasi ::cmbakaran keramik. Tujuannya untuk mengubah pola desain d teknologi::embuatan keramik agar lebih efisien, sehingga tingkat pengetahuan par.a_
pengrajin
-:ngenai inovasi produk keramik ini meningkat. Namun, kenyataannya mereka kurang
:-::::::ninatuntuk mengikuti sosialisasi yang disarankan oleh pemerintah
, dalam hal ini Koperasi , UKM dan Perindag Kabupaten Purwakarta melaJui UPTD Litbang-.:.llll k K
abupaten
-Purwakarta. - Hal ini kemungtonan karena berbagai faktor, antara
tor
p n<.Jiuikan para p ngusaha UKM k ramik atau para p ngrajin k ramik
.Ya adalah rendah. Dari basil penelitan Batton, (1971,dalarn Partono dan
--"'.--:-...,_.2002haJ-J 9) men bahwa
pimpi
nanlpengurus perusahaan skala kecil-menengah pada umumnya kurang
etau tidak mengenyam pendidikan formal atau mempunyai pendapat yang lemah terhadap perlunya pendidikan dalam pelatihan. Di antara usaha skala kecil:rdapat jenis kegiatan yang disebut kerajinan yang bisa dibedakan yaitu e7 inan yang bermutu tinggi dan yang bermutu rendah. Kerajinan yang bermutu rnc::np
unyai nilai seni yang tinggi dan pembelinya dari kalangan tertentu, sec.-
ngkan yang bermutu rendah untuk dijual lokal dengan harga yang relatif c::urah.ond1s1 di atas, tentunya perlu adanya pihak lain, seperti tokoh setempat atau eader
untuk membantu mengubah perilaku yang ditunjukkan oleh para
-.;;o-:_ -- ·eramik yang berdampak pada penjualan keramik .
Di samping itu, problema
C!1lg1Ul
penjualan keranlik ruereka kalah saing dengan produk keramik dari
=----..:: """ Hal
tersebut disebabkan dengan murahn
ya produk impor Tiongkok yang- '.,.,..._ di lndonesia2.
Problema ini sudah terlihat pada tahun
2016,dikutip dari
pemyataan Elisa Sinaga selaku ketua umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia ASAKI) terkait dengan volume produksi keramik di Indonesia yang mengatakan bahwa:
Pada 2016, volume pr oduksi industri tersebut anjlok hrngga 20 per en. Untuk kuartal I pertama pacla Iahun 201 7, inclustri keramik relat f helum ada pembahan, masih lesu juga sepert1 2016.
Memang belum ada volume penjua/an spesifik. Tapt, dari gamharannya, saya kira masih stagnan seperti tahun lalu.
Dengan -demikian bisa dikatakan bahwa permasalahan tersebut perlu adanya penyelesaian dengan baik, mengingat tingkat penjualan keramik semakin kompetitif
Mengacu pada pennasalahan sebagaimana yang telah diuraikan di atas, para
pengrajin keramik menunjukkan perilakunya Jebih kepada keyakinan bahwa tradisi
""luhur pedu <lijaga <lan .dilestarikan <lengan baik walaupun banyak pengrajin keramik :lab mengubah pola pikirnya untuk mengubah desainnya dengan menggunakan knologi kerarnik yang baru, tanpa harus meninggalkan tradisi yang mereka anut yang
-·mJiki sejarah yang panjang . Kondisi ini menyebabkan timbulnya disonansi ognitif. Oleh karena itu, para pengrajin mengalami perbedaan pada apa yang lkirkan, dirasakan dan tindakan yang mereka lakukan namun tidak sesuai dengan yataan yang mereka hadapi sekarang ini.
Perilaku yang ditunjukkan para pengrajin keramik dipengaruhi faktor internal
- Lktor eksternal. Pencapaian daya saing dalam hal biaya, diferensiasi, maupun dipengaruhi oleh banyak faktor yang dapat dik:elompokkan kedalam faktor runan internal dan lingkungan eksternal sebuah perusahaan/industri . Faktor
;luflgan dapat berpengaruh secara langsung terhadap daya saing atau secara tidak :=;:sung melalui stratcgi yang diterapkan sebuah industri rornah tangga
Pengaruh langsung dari faktor internal, misalnya ketersediaan bahan baku pada
rroduksi yang tidak dilakukan secara efisien dan efektif akan menyebabkan - roduksi menjadi mahal sehingga tidak mampu menciptakan keunggulan biaya.
kata lain, pengelolaan bahan baku yang tidak efisien secara langsung kan daya saing sebuah industri keramik karena biaya produksi menjadi lebih sehingga tidak mampu bersaing. Pengaruh faktor internal dari proses produksi
.Lapora n Akhir . Kegiatan Pengabdian .Kepada Masyarakat,JUN.J 201A 3
-
.
lihat
dari pengelolaan bahan baku dapat berpengaruh tidak langsung terhadap daya
samgperusahaan melalui strategi tentang manajemen material dan manufaktur.
Perusahaan yang tidak memiliki strategi manajemen material dan manufaktur yang tepat uan berdatnpak pada biaya produksi ytmg ti11ggi. Untuk pe11garuh faktor ekstemal ialah cngaruh yang mempengaruhi pengrajin keramik atas persaingan industri rumah tangga :
::mona! maupun intemasional, misalnya kompetitifnya persaingan industri rumah -:gga
nasional
Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan tonal
disebutkan bahwa setiap Perguruan Tinggi wajib melaksanakan Tri Dharma
rguruan Tinggi yaitu pendidikanlpengajaran, penelitian, dan pengabdian pada :::_syarakat.Sekolah Tinggi llmu Komunikasi (STIKOM) InterStudi akan melakukan
":e"C ;abdian kepada masyarakat di Sentra 'Industri '
Keramik Plered,
-Kabupaten
t..:r 'akarta. Salah satu btmtuk penb'l:lbdian pada masy'dn:tkat yang uapal tlilakukan oleh
Perguru
an Tinggi adalah penyuluhan materi tentang strntegi komunikasi bisnis produk
ik.dikalanganUKMKer..amikSentr.a Industr.i Ker.amik Plered
Dari
data yang terk:umpul dari data Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan
4:rdagangan,binaan di Kabupaten Purwakarta, kenaikan produk terns melonjak dari
-r ke tahun. Data yang diperoleh dari tahun 2012-2013 bisa dilihat dari table K\1yang dapat dirangkum di sini :
Data UMKM Binaan di Kabupaten Purwakarta Tahun 2012 - 2013
'il JE IS
TAHUN2012 TAHUN2013
LDUSTRI
.
Jumlah UMKM (Unit)585 685
Nilai Usaha (Rp. 00)
17.570.000.000 160.000.000.000
- Jumlah
Tenaga Kerja /Orang 1.140 1.340
I PERDAGANGAN
Jtit1llah
UMKM (Uhit) 485
= Nilai Usaha (Rp.OO)
21.485.000.000 75.000.000.000
- Jumlah Tenaga Kerja (Orang)
1,065 1.165
r McKAJASA
-
Jumlah UMKM (Unit)197 222
-
ilai Usaha LRp.OOl.18.441.000.000 --- 50.000.000.000
.;
c Iumlah
Tenaga Kerja (Orang) 890 940
_ furnlah Total UMKM (Unit)
1.267 1.442
57.496.000.000 285.000.000.000
.!_
JumlahtTenaga Keria
(Orang)otal3.09S 3.44S
S=:::nber
Dmas Koperast, UMKM, Penndustnan dan Perdagangan Kabupaten
'?.:N akartaTahun 2014
.t.aporan Akhir Kflfti<!t:an P ngabdmn KeraM Masy.ar.akat, JUNJ -201-B 4
Pada kenyataannya , pertumbuhan dan perkembangan UMKM di Kabupaten Purwakarta terus mengalami kenaikan yang signifikan. Dari data yang bersumber pada data anggaran 20t 6, jumlah usaha berskala mikro dan kecil telah ada sebanyak '8.086. Adapun dari segi potensi usaha yang telah terjaring di antaranya bidang jasa , perdagangan , industri , pariwisata , agro, pertanian , pertemakan , dan sebagainya. Namun menurut Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi , UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Purwakarta , Ahmad Nizar, mengungkapkan data tersebut masih perlu diperbaharui karena kemungkinan besar saat ini jumlah data UKM telah mangalami kenaikan yang diperkirakan mencapai 2- 3 kali lipat dari data 2016. Hal yang perlu dicennati, sebagian besar pelaku usaha itu merupakan industri rumah tangga sehingga perlu adanya pembinaan dan pelat1han yang memadat untuk mereka seperti tampak d1 bawah im
Berdasarkan uraian di atas, dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat difokuskan pada UKM yang bergerak dalam bidang industry gerabah atau keramik
1tas karena keramik merupakan ciri khas kerajinan yang dimihk1 Kabupaten Purwakarta. Sentra industri keramik Plered berada di wilayah selatan Kabupaten
Purwakarta. Plered merupakan satu kecamatan yang memiliki luas wilayah 36,79
>m persegi .dengan jumlah penduduk 54,337 jiwa .Sentra industri kecil ini terletak di lesa Anjun, Citeko, dan Desa Pamoyanan . Plered sudah lama dikenal seba.gai daerah penghasil keramik. Dari tempat ini, berbagai bentuk dan ukuran keramik dibuat. Ada yang kecil, sedang hingga besar dengan berbagai aneka desain,
Pembuatan keramik Plered memang sudah berlangsung turun temurun dan dtperkirakan dimulai sejak tahun 1904. Awalnya , masyarakat sekitar membuat keramik dari tanah liat merah dan termasuk gerabah ini untuk memenuhi perkakas rumah tangga. Tapi, pada perkembangannya kerajinan tersebut mampu menjadi ber pendapatan tersendiri bagi masyarakat sekitar.Di sepanjang jalan tampak ber eJer pajangan keramik yang menarik perhatian . Berbagai bentuk gerabah, mulai
c:11 perabotan rumah tangga hingga mainan anak-anak bisa menjadi suvenir yang :::tnarik seperti terlihat dalam gambar dibawah ini
.Laporan.Akhir.Kegiatan .Pengabdian Kepada Masyarakat, JUNJ -2018 5
Gambar 1 :Produk Hasil UKM untuk keperluan rumah tangga dan mainan anak-
anakBerangkat dari itu juga Purwakarta meneiptakan boneka dengan ikon yang
benama 'MENONG ."Menong yang memiliki arti perempuan eantik sebagai
souvenir khas Purwakarta ini disimbolkan dengan perempuan eantik dan lueu, berbibir tipis merah merona,beralis bak bulan sabit, berk:ulit k:uning langsat dan
mengemikan pakaian tradisional. Seiring dengan perkembangan sejak kemuneulan\1enong pada tahun 1980an,
mengalami perkembangan. Suvenir
yang terbuat dari ranah liat ini sudah beberapakali dimodifikasi menjadi beberapa bentuk wajah. Salah satunya menjadi dua wajah di bagian depan dan belakang. Satu wajah memi liki kesan baik dan satunya lagi kesan jahat. Seperti istilah di Bali Rwa Bmne da), layaknya mata uang dan manusia yang meiliki dua sisi baik dan
sisi ahat.Patung Menong dijual per paket. Satu paket terdiri dari tiga menong, yakni r:enong ibu
, dan keduaanak perempuannya yang besar dan kecil. Dam satu paket
\"::.ng terdiri dari seorang ibu dan dua anaknya meiliki tinggi 25 em,
16 em, dan 12
en: Beberapa toko souvenir menjual Menong ini sebagai ikon kota Purwakarta
'tngall llru · ga y ng beragam dati yang mutah sampai yang mahal dengan harga
t:t: angkau. Semua di jual perpaket ,namun ada juga yang dijual satuan dengan harga
·-:nus ri
bu rupiah saja.
Chmbar 2 :
Patung Menong
r.an Akhir Kegiatan
P ngabdian K.e.pada
Masy.ar.akat,JUNI 20-1.8
Dari pertumbuhan dan perkembangan bisnis UKM yang ada di Kabupaten Purwakarta, mengalami kemajuan dan perlu adanya program penataan pembinaan para pelaku usaha dengan melakukan tes pasar melalui penyediaan wadah publikasi produk yang diusung setiap UMKM. Bat1yak program promosi untuk memasarkan produk keramik yang telah dilakukan oleh para pengusaha UKM keramik bekerjasama dengan berbagai perusahaan swasta, BUMN maupun pihak pemerintah, seperti peJatihan pemasaran, pelatihan mendesain keramik sesuai dengan permintaan pasar, bahkan BUMN dalam hal ini PT Telkom telah menjadikan sentra industri keramik ini sebagai kampong digital melalui pemanfaatan media internet sebagai alat untuk memasarkan produk.
Namun demikian, dari basil observasi yang telah dilakukan program tersebut ndak berdampak pada peningkatan produksi keramik yang signifikan dan hanya kelompok UKM tertentu yang dapat memanfaatkan program tersebut. Kondisi ini menjadi daya tarik tersendiri dan perlu dilakukan pelatihan -strategi promosi yang rerbeda dan juga membantu para pengusaha UKM keramik untuk medesai.n produk Keramiknya dengan pendekatan komunikasi visual dan membantu peluang bisnis.
Di samping itu juga bagaimana dapat menerangkan kepada pelaku bisnis CKM untuk meraih citra pasar dan membentuk branding produk. Setiap pelaku usaha memerlukan karakternya yang pas. Sehingga pembinaan dan pelatihan
=:sebut dibutuhkan termasuk dari segi kualitas tampilan, kualitas produksi, dan eADik pemasaran. Selain tentunya bagaimana dapat memberikan pembinaan untuk membentuk sebuah karakter baik dari setiap produk dan industri UMK.M itu sendiri.
Saiah satunya dari segi legalitas usaha dan produknya seperti PIRT, sertmkasi halal, prnses produksi, 4an penyajian produk yang bisa meningkatkan karakter sebagai .ciri khasan keramik dari Plered dan mendapatkan kepercayaan publik baik domestic
mancanegara.
1 Rumusan Masahih
a. Bagaimana memilih khalayak sasaran yang mempunyai kemauan dan kemampuan menyusun komunikasi bisnis yang efektif, karena tidak setiap pengusaha UKM keramik meminati bidang ini dan terbatashya fasilitas untuk pelatihan?
l.aporan Akhir Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat,JUNI20J8 7
b.
Bagaimana bentuk kegiatan pelatihan yang optimal, sehingga dengan fasilitas yang terbatas semua pengusaha UKM keramik meminati bidang komunikasi antar budaya memahami dan mempraktekkannya secara langsung dalam · memasarkatl produk keramik sehingga memiliki daya tarik menghadapi konsumen atau pelanggan yang berbeda budaya mengingat pasar keramik tidak hanya local, nasional saja bahkan sampe ke luar negeri??
c. Bagaimanakah caranya mensosialisasikan pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran produk yang dihasilkan oleh para pelaku UKM Keramik?
1.3Tujuan
a. Menambah pengetahuan dan kemampuan dalam menyusun strategi promosi dalam memasarkan produk keramik dan mengaplikasikan desain komunikasi visual produk keramik sehingga menarik dan dapat dijadikan sebagai nilai jual bagi para pengusaha UKM keramik di Sentra Industri keramik l>lered b. Membahtu pihak pemetintahan Desa
AnjUh dan UPTKeramik
Putwakartadalam meningkatkan kemampuan dan keterampilan para pengusaha UKM keramik guna mewujudkan meningkatkan branding produksi keramik dimata khalayak atau konsumen yang dijadikan sasaran
c. Memberikan pemahaman dan pengertian serta kemampuan pendekatan dengan komunikasi budaya dalam bentuk fungsi dan makna
sehinggadapat meningkatkan mutu dan marketing dalam memasarkan produk keramik khas Plered
d. Memberikan pengetahuan dengan pemahaman dan pemengertian dalam konsep hukum dalam segi legalitas usaha dan produknya sej>etti PIRT,
-sertifikasihalal, proses produksi, dan penyajian produk dan MoU
dll yangberkai.tan ngan h:ukum,
1.4 Manfaat Kegiatan
Manfaat yang dapat di berikan dengan kegiatan ini adalah;
l.
Produk:produk basil kerajinan UKM Keramik dapat di kenai
secaraluas lewat sistem pemasaran yang dijadikan alat bisnis secara sosial.
.i; Laporan Akhir K-8giat:an P ngahdian K8pada M.<\,.<;}1<\rak.at, ]UNI .2{)18
2. Meluasnya sektor bisnis dalam pemasaran sehingga dapat memberikan imbas terhadap omset atau penjulan produk.
3. Meningkatnya basil penjualail produk dengan komunikasi bisnis melalui media -sosial dan media -sosial.
4. Dengan dilaksanakannya program sosialisasi dan pelatihan ini diharapkan para UKM Keramik dapat berperan aktif untuk menggunakan media sosial sebagai sarana pemasaran produk yang dihasilkan sehingga dapat meningkatkan omset usaha dengan media pemasaran sosial.
M: Laporan Akhir Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, JUNI20l8 9
BABII
KERANGKA KONSEP
2.1 Komunikasi Bisnis
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong perilaku manusia dalam .:nemenuhi kebutuhan hidupnya. Akibatnya, saat ini kompetisi semakin kuat karena
;.;.eterbatasan sumberdaya, sedangkan kebutuhan manusta semakin banyak ..,eningkat.Kare na itu sangat diperlukan strategi yang tepat untuk menciptakan oubungan dengan orang lain, klien, dan organisasi baik itu privat maupun publik.
Menurut Philip Kolter komunikasi bisnis adalah suatu kegiatan manusia yang ditujukan
untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui peroses pertukaran. Sedangkan
n"cnurut Cutris komunikasi bisnis adalah komunikasi yang terdapat dalam organisasi
1snis dalam pertunjukan untuk memecahkan masalah dan membuat keputusan.
Menurut posisi yang lebih tinggi dalam bisnis, ia semakin bergantung terhadap keahlian nmg lain untuk membuat keputusan dan memecahkan masalah .
-·1.1 Tujuan Komunikasi Bisnis
Ada 3 tujuan utama dalam komunikasi bisnis yaitu: Memberi intormasi ,
·suasi, dan melakukan kolaborasi dengan pelanggan. Berikut penjelasannya.
1. Memberi lnformasi (Informing)
Memberikan informasi seputar dunia bisnis terhadap pibak lain. Contoh. jika seorang pimpinan perusahaan ingin memperoleh pegawai yang diharapkan, maka ia akan memasang iklan melalui media. Dalam hal ini terdapat kelebihan dan kekurangan pada setiap media, oleh karena itu harus pintar-pintar memilih mana media yang paling tepat.
2. Mernberi Persuasi (Persuading)
Persuasi diberikan kepada pihak lain agar apa yang disampaikan bisa dipahami dengan benar. Hal seperti ini sering dilakukan terutama pada hubungan akan penegasan konfirmasi pesanan pelanggan, dengan tujuan supaya kedua belah pihak mendapatkan tidak ada yang dirugikan dan mendapatkan manfaatnya.
3. Melakukan Kolaborasi (Collaborating)
Bekerja sama dengan pihak lain atau yang biasa disebut dengan kolaborasi ini memudahkan seseorang dalam melakukan kerja sama bisnis.. Seiring dengan pesamya kemajuan teknologi komunikasi, seseorang bisa menggunakan
M: Laporan Akhir Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, JUNI 2018 10
berbagai macam media telekomunikasi seperti
teleponseluler
danmedia sosial dll. Teknologi komunikasi sangatlah penting untuk mempererat dalam kerja sama bisnis.
2.1.2 Unsur-unsur Komunikasi Bisnis
l erdapat
6 unsur pokok dalam komunikasi yaitu:
1 MempunyAi tnjnAn
2.
Pertukaran, dalam
halini melibatkan setidaknya 2 orang komunikator dan komunikan.
3.
Informasi, gagasan, opini, dan intruksi merupakan isi dari pesan yang
bentuknya sangat beragam, tergantung situasi, kondisi, dan tujuan.4.
Memakai saluran personal maupun impersonal yang mungkin bersifat tatap muka, mcmakai media tertentu atau media yang mampu mcnjangkau jutaan orang secara bersamaan.
5.
Menggunakan simbol atau sinyal yang
merupakanalat metode yang bisa dimengerti dan dipahami oleh penerima.
6.
Pencapaian tujuan organisasi. salah satu karakteristik
Iciri khas yang membedakan organisasi atau Iembaga fotmal dar
-1.3 Fungsi Komunikasi Bisnis
Komunikasi hisnis
ini mempunyai beherapa fungsi antara lain
: Informative, --= latory, persuas1ve, dan integrative.Untuk
lebihjelasnya silahkan perhatikan
:m!rut.1. Informative
Fungsi
informative ini sangat diperlukan oleh manajer
maupunkaryawan guna
menyelesa ikantugas-tugasnya secara efisien. Informasi yang dibutuhkan
mengenat:a. Sesuatu yang ada kaitatUlYa dengan peketjaan
seperti: Tujuanperusahaan, prosedur, aturan-aturan yang berlaku dll.
b.
Keberhasilan yang dicapai oleh perusahaan seperti: Standar kerja dan
Iaha.c.
Sosio emotional perusahaan secara keseluruhan.
• Regulatory
Komu
nikasi dalam berbisnis juga berfungsi sebagai pengcndali dan pengatur
perusahaan. Komunikasi tersebut berupa perintah dan Iaporan.
Lapora n Akhir KPgiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, JUNI 201R 11
3. Persuasive
Fungsi ini tercermin dalarn interaksi antar karyawan, di mana seorang karyawan berupaya agar orang yang diajak berkomunikasi menerima ide dan jalan pikirannya.
4. Integrative
Integratif berfungsi rnenjadikan organisasi atau perusahaan dapat beroperasi secara utuh dan terpadu, termasuk di dalamnya fungsi koordinasi dan penjadwalan aktivitas, penetapan saluran informasi dan otoritas, serta menarik dan melatih para karyawan.
2.1.4 Bentuk-bentuk Dasar Komunikasi
Dalam dunia bisnis terdapat 2 istilah komunikasi yang biasa digunakan yaitu omunikasi verbal dan nonverbal , berikut penjelasannya .
1. Komunikasi Verbal
Komunikasi verbal merupakan salah satu bentuk komunikasi yang disampaikan kepada pihak lain melalui tulisan dan tulisan. Seperti contoh ketika kita membaca surat kabar at:au majalah, presentasi dan sebagainya. Komunikasi verbal ini terdapat 2 tipe yang berbeda berdasarkan aktif atau pasifnya peserta komunikasi dalam proses komunikasi. Dimana komunikasi verbal bisa bertindak sebagai komunikator atau pengirim pesan bisa juga bertindak sebagai audience.
Berkomunikasi secara verbal dibutuhkan juga persiapan apa yang ingin diungkapkan menyusun dalam suatu pola yang berarti, baik dalam bentuk tulisan atau lisan seperti:
a. Berbicara dan Menu/is
Suatu pesan penting dan komplck'l, akan lcbih baik apabila disampaikan dengan menggunakan tulisan, seperti sural, memo, dan laporan.
b. Mendengarkan dan Menu/is
Guna mendapatkan komunikasi yang efektif, maka diperlukan komunikasi 2 arah di mana orang-orang yang terlibat di dalamnya memerlukan keterampilan mendengarakan dan membaca.
?M: Laporan Akhir Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, JUNI 2018 12
2. Komunikasi Non-Verba l
Dalam komunikasi bisnis
, komunikasi nonverbal merupakan bentuk komunikasiyang paling mendasar. Walaupun komunikasi nonverbal mempunyai sifat yang kurang terstruktur sehingga sulit untuk dipelajari. Seperti memahami ekspresi wajah, simbol-simbol, gerakan tubuh, sandi, warna
,dan intonasi. Dalam penyampaian komurukas1 iru biasanya diJakukan
secara spontantanpa ada
rencana dan terkadang dalam mdakukannya tidak sadar. Beberapa tujuankomunikasi nonverbal ialah
:a. Mcngcksprcsikan emosi.
b. Mengatur alur suatu percakapan.
c. Menyedtakan dan membenkan mformast.
d. Mengendalikan atau memengaruhi orang lain.
e. Memberi sifat dan melengkapi
, menentang atau mengembangkan pesan-pesan verbal.
f. Mempermudah tugas-tugas khusus.
Terkadang dalam prakteknya terdapat penggabungan antara komunikasi verbal
dan nonverbal.Karena terkadang kata-kata yang disampaikan dalam suatu komunikasi
anya membawa sebagian dari pesan saja.::ps://alihamdan.idlkomun i
kasi-bisnis/
• 2 Kom
unikasi Interpersonal dalam BisnisKomunikasi interpersonal adalah komunikasi yang terjadi antara dua omng cnu lebih, yang biasanya tidak diatur secara formal. Dalam komunikasi interpersonal, se·
1p
partisipan menggunakan semua elemen dari proses komu.nikasi
.Misalnya
, ,.... sing-masingpihak akan membicarakan
latar belakang dan pengalaman masing-
=asing
dalam percakapan tersebut . Komunikasi sangat penting bagi semua
")ek keh1dupan
manusia. Dengan komunikasi manusia dapat
:1gekspresikan gagasan,
perasaan, harapan dan kesan kepada sesama serta
:mahami gagasan,perasaan dan kesan orang lain. Komunikasi tidak hanya
-.:'ldorong perkembangan kemanusiaanyang utuh, namun Juga menciptakan
- ungan sosial yang sangat diperlukan dalam kelompok sosial apapun.
Komunikasi memungkinkan terjadinya kerja sama sosial, membuat kesepakatan-
L!Sepakatan penting dan lain-lain. Individu yang terlibat dalam komunikasi.mlliki
latar belakang sosial, budaya dan pengalaman psikologis ya11g berbeda-
PM: Laporan Akhir Kegiatan Pengabrlian Keparla Masyarakat, JUNI 2018 13
"eda. Perbedaan ini dapat mempengaruhi efektifitas sebuah komunikasi. Sangat renting bagi setiap individu untuk memahami simbol·simbol yang digunakan dalam
·omunikasi, baik simbol verbalmaupun nonverbal. Komunikasi interpersonal adalah omunikasi yang melibatkan dua orang atau lebih. Setiap pihak dapat menjadi pemberi dan pengirim pesan sekaligus pada waktu yang bersamaan
l.l Komponen Komunikasi Interpersonal Bisnis
• Pemberi Pesan
Setiap orang terlibat dalam komunikasi karena memiliki informasi, gagasan, dan perasaan yang mereka bagi kepada orang lain. [lJ Komunikasi tidak berjalan satu arah, namun bersifat timbal balik antara pemberi pesan dan penerima pesan.
(IJ Pemberi pesan dapat menjadi penerima pesan. dan penerima pesan dapat menjadi pemberi pesan. [IJ Peran·peran ini dapat terjadi saat komunikasi sedang berlangsung. PI
• Pesan
Pesan merupakan ide·ide dan perasaan yang dibagi antara pengmm dan penerima. Inti dari sebuah peristiwa komunikasi adalah pesan, suatu maksud atau gagasan yang ingin disampaikan. Faktor yang mempengaruhi suatu pesan diterima adalah kejelasan, kesiapan penerima, kompleksitas, panjangnya pesan, dan informasi yang terorganisir. lde·ide dan perasaan dikomunikasikan jika ide atau gagasan itu dipresentasikan dengan simbol-simbol. Simbol terdiri dari dua, yaitu simbol verbal dan nonverbal. [IJ Simbol verbal bersifat terbatas dan kompleks, sedangkan simbol
Non verbal dapat berupa ekspresi wajah , gestikulasi , postur tubuh , tekanan suara, penampilan dan lain-lain.
•
Umpan BalikUmpan Balik merupakan respon yang diberikan oleh penerima dan pemberi pesan dalam sebuah peristiwa komunikasi. Dengan adanya umpan batik, para partisipan yang terlibat dalam peristiwa komunikasi dapat mengetahui bahwa gagasan atau perasaan mereka diterima sesuai dengan yang diharapkan. l21 Pengirim dan penerima pesan dalam komunikasi tatap muka memiliki kesempatan yang sangat besar untuk memberikan umpan batik secara langsung. Dalam komunikasi tatap muka ini, para partisipan dapat memiliki kesempatan untuk melihat apakah pesan yang disampaikan dipahami dan diikuti atau tidak.
•
GangguanGangguan adalah segala sesuatu yang mengganggu komunikasi, termasuk sikap dan emosi penerima dan pemberi pesan.
r
2J Stres, cemas, sikap- sikap negatif dan motivasi rendah merupakan faktor yang mempengaruhi!
:L aporan Akhir Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, JUNf 2018 14
gangguan.
141Gangguan dapat terjadi
dalamtiga bentuk, yakni eksternal, internal, dan semantik.
tla. Gan,gguan Ekstemal (External Noise
Gangguan ekstemal datang dari tingkungan. Lingkungan dapat berupa udara panas maupun dingin, kegaduhan dan suasana yang
tidakmenyenangkan lainnya
rtlKondisi-kondisi
yangttdak menyenangkan dapat mengganggu penerima dan pemberi pesan dalam memahami pesan yang disampaikan.
b. Gangguan
Internal (Internal Noise)[Oangguan mternal terJadt dalam pLktran penenma dan pemben pesan.
Ill
Bila pemberi dan penerima pesan tidak fokus pada pesan atau komunikasi yang sedang terjadi, maka pesan tidak dapat dimengerti atau disampaikan
sebagaimanamestinya.
111Misalnya,
seorang mahasiswa tidak mendengar dosennya. karena pada saatdosen mengajar. mahasiswa tersebut
sedang berpikir tentang makan siang.
c. Ganggua11 Semantik (Semantic
Noise)/
Gangguan
semantikdisebabkan
olehreakst emosional para partistpan
terhadapkata-kata yang digunakan.
111Para partisipan biasanya memiliki reaksi negatifterhadap orang-orang
yangmembuat pernyataan.
I M edia/Saluranl
'vtedtalsaluran
adalah perantara yang dtgunakan untuk menyampa1kan suatu pesan.
121
Dalam komunikasi tatap muka, media
yangutama adalah suara
danpandangan. Media yang lain berupa radio, televisi, tape, surat kabar,
dan majalah. 121•
Setting (Lingkungan)l\'euing
adalah
lingkungandi mana komunikasi teriadi.
ql Seuin!{dapat memiliki
pengaruh yangsignifikan pada komunikasi.
(!)Formal Sellinxtepat
untuk presentasiformal.
f.!JMisalnyaauditirorium yang baik dib'tlnakan
untuk memberikan pidato,dan presentasi, tetapi tidak baik untuk percakapan
}ang bersifat personal dan intim. 121• Openness (
Keterbu kaan)Artinya
tiap pihak bersedia membuka diri atau membagi
informasitentang
dirinya yangbiasanya dirahasiakan, dan juga bersedia mendengarkan pesan dari Iawan bicara
l!cara lt:rbuka dan mert: pon dengan jujw.• Empathy (Empati)
Artinya
kemampuan
individuuntuk memahami lawan bicara berda rkan
sudut pnndangIowan bicnranyn tcrscbut Kemampuan ini membantu individu untuk
mengerti apa yangdilalui oleh lawan bicaranya secara emosional. Jadi tkut mera
akan peta aan orang lain.:l.aporan Akhir KPgiat<m PPngahdian KPpada Masyarakat, JUNI 201R 15
• Positiveness (Sikap positif)
Mengacu pada kemampuan individu dalam menggunakan pesan yang positif.
Memuji hal-hal positif yang dimiliki oleh lawan bicara, mengekspresikan kepuasan dalam herkomunikasi dengannya , tersenyum , menjaga kedekatan posisi tubuh pada saat berbicara , dll.
• Supportiveness (Sikap Mendukung)
Terdiri dari dukungan yang terucap maupun yang tidak terucap, seperti senyuman atau anggukan kepala . Memperlihatkan sikap mendukung dengan bersikap . deskriptif buk.an cvaluatif, spontan buk.an strategik, dan provisional bukan sangat yakin
• Equality (Kesetaraan)
Komunikasi interpersonal akan lebih efektif bila suasananya setara. Artinya , harus ada pengakuan secara diam-diam bahwa kedua pihak sama-sama berniJai dan berharga , dan bahwa masing-masing pihak mempunyai sesuatu yang penting untuk dibagi.
Dalam suatu hubungan jnterpersonal yang ditandai oleh kesetaraan, ::Jer:selisihan dan konflik lebih dillihat sebagai upaya untuk memahami perbedaan yang
pst1 ada daripada sebagai kesempatan untuk menjatuhkan pihak lain.
Kesetaraan tidak mengharuskan individu untuk menerima dan menyetujui begitu
.1 semua perilaku verbal dan nonverbal pihak lain. Kesamaan kepribadian bertujuan :
ar masing masing pihak yang berkomunikasi merasa dihargai dan dihormati sebagai - '1Usia yang memiliki suatu yang penting untuk dikontrihusi kepada orang lain.
nps:l/id.
,, . i
kipedia.orglwiki/Komunikasi interpersonal -.3 1edia Sosial dalam BisnisMedia sosial adalah sebuah media daring, dengan para penggunanya bisa _ "1gan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog,jejaring stal, wiki, fomm dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki mempakan bentuk :edia sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia .
Jreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai "sebuah 'ICetompok aplikasi berbasi s internet yang membangun di atas dasar ideologi dan
"' ologi Web 2.0 , dan memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated mem
::.PPM: Laporan Akhir Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, JUNJ 2018 16
2.3.1 Klasifikasi Media Sosial
Media sosial teknologi mengambil berbagai bentuk termasuk maja1ah, forum
.n temet.weblog, blog sosiat microblogging. wiki. podcast, foto atau
gambar.video, peringkat dan bookmark
sosial.Dengan menerapkan satu set teori-teori dalam bidang media penelitian (kehadiran sosial, media kekayaan) dan proses
sosial(self- presentasi, et f-Jisclosure) Kaplan dan Haenlein menciptakan skema klasilikasi untu.k
berbagai Jenis media
sosial dalam artikel Horizons Bisnis mereka diterbitk.-andalam 20l0.
\fenurut Kaplan dan Haenlein ada enam jenis media sosial
1. Proyek kolaborasi
Situs web mengizinkan usernya untuk dapat mengubah, menambah, ataupun menghapus konten-konten
yang ada di situs web ini. Contohnya wikipedia.2. Blog dan microblog
User
lebih bebas dalam mengekspresikan sesuatu di blog ini seperti curhat ataupun mengkritik kebijakan pemerintah. Contohnya Twitter.
3. Konten
para
user dari pengguna
situsweb ini
sating meng-sharekonten-konten media, baik sept:rti video, t:book, gambar, dan lain-lain. Contuhnya YuuTube
4. Situs jejaring sosial
Aplikasi
yang mengizinkan user untuk dapat terhubung dengan
caramembuat
infonnasipribadi
sehinggadapat terhubung dengan orang lain. l11formasi pribadi
itu bisa sepe1tifoto-foto. conloh facebook
5. Virtual game world
Ounia virtual , di mana mengreplikasikan lingkungan
3D,di mana user bisa
munculdalam bentuk avatar-avatar
yangdiinginkan
sertaberinteraksi dengan
orang Jain selayaknya di dunia nyata. Contolmya gim daring.6. Virt11al social world
Dunia virtual yang
di mana penggunanya merasa hidup di dunia
virtual, samaseperti virtual game world, betintetaksi den.gan yang lain.
Namun, Virtual Social Worldlebih bebas, dan lebih ke arah kehidupan, contohnya second life.
Pesatnya
perkembangan media sosial kini dikarenakan s.emua orang seperti bisa
=:rr hki media sendiri.
Jika untuk memiliki media tradisional seperti televisi, radio,
i::D Korandibutuhkan modal yang
besar dan tenaga kerja
yangbanyak, maka lain
...::ya denganmedia. Seorang pengguna media
sosial bisa mengakses menggunakan _... - sosial dengan jaringanintemet bahkan yang aksesnya lambat sekalipun, tanpa
- bcsar, tanpa alat mahal dan dilahtkan scndiri tanpa karyawan. Pcngbruna media:Lapora n Akhir KE>giatan Pengahdian KPpada Masyarakat, )liN! 201A 17
sosial dengan bebas bisa mengedit, menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, ndeo, gratis, dan berbagai model contentlainnya.
\1edia sosial adalah mengenai me jadi manusia biasa. Manusia biasa yang saling m embagi ide, bekerjasama, dan berkolaborasi untuk menciptakan k.reasi, berpikir, berdebat, menemukan orang yang bisa menjad1 ternan baik, menemukan pasangan, dan membangun sebuah komunitas. Intinya, menggunakan media sosial menjadikan kita ebagai diri sendiri. Selain kecepatan infQrmasi yang bisa diakses dalam hitungan dctik, menjadi diri sendiri dalam media sosial adalah alasan mengapa media sosial ...erkembang pesat. Tak terkecuali, keinginan untuk aktualisasi diri dan kebutuhan ::::1enciptakan personal branding.
Perkembangan dari media sosial ini sungguh pesat. ini bisa di lihat dari banyaknya Jllnllah anggota yang di miliki masing-masing situs jejaring sosial ini,ISJ berikut tabel f.illllah anggota dari masing masing situs per Agustus 2017.
No Nama situs Jumlah member
1 Facebook 2.047.000.000
2 Youtube 1.500.000.000
3 WhatsApp 1.200.000.000
4 Facebook Messenger 1.200.000.000
5 WeChat 938.000.000
6 QQ 861.000.000
7 Instagram 700.000.000
8 Qzone 638.000.000
::.PPM· Laporan Akhir Ke.giatan Pengabdian Kepada Masyarakat, JUNI 2018 18
9 Tumblr 357.000.000
10 Twitter 328.000.000
11 Sina Weibo 313.000.000
12 Baidu Tieba 300.000.000
13 Skype 300,000,000
14 Viber 260.000.000
15 Snapchat 255.000.000
16 Reddit 250.000.000
17 LINE 214.000.000
18 Pinterest 175.000.000
...3.2 Manfaat Manajemen Media Sosial untuk Bisnis
Sepertl yang sudah disinggung pada pengertian manaJemen media sosial di atas,
bbcrapa hal yang m njadi ata:san pcntingnya mcngdola tncdia social dalam
perkembangan bisnis yaitu diantaranya:I. Mengenal pe latggan
Kesuksesan sebuah bisnis tidak terlepas dari keberadaan pdanggan. Dengan memaksimalkan media sosial bisa membantu Anda mengenal pelanggan lebih dekat.
Med1a sos1al bisa dijadikan alat survey untuk memetakan konsumen seperti apa yang menjadi pelanggan Anda
lPPM: Laporan Akhir KPgir!tan PPngahdian KPpada Masyarakat,JUN I 201A 19
Misalnya Anda bisa menggunakan tool seperti Facebook Insight untuk mempelajari dominansi pelanggan Anda berdasarkan usia dan jenis kelamin. Informasi seperti ini bennanfaat untuk memaksimalkan promosi dan branding.
2. Mendengar keinginan konsumen
Adanya feedback baik positif maupu negatif dari konsumen Anda bisa membantu untuk mengevaluasi bisnis Anda menjadi lebih baik. Melalui media sosial seperti situs resmi perusahaan atau media sosial bisa lebih cepat mendapatkan kritik atau saran dari konsumen. Sehingga media social bisa menjadi alat untuk mengukur kepuasan pelanggan Anda.
3. Jfemberikan respon cepat
Dengan adanya testimoni pelanggan melalui media sosial maka Anda bisa memberikan (espon secara lebih cepat. Perusahaan yang baik tidak hanya me(espon keluhan via telepon saja, namun juga menerima keluhan melalui media sosial yang disediakan perusahaan .
.f.. Melihm persailtgan -di pll.wr
Media sosial juga berperan untuk menggali informasi tentang kondisi pasar terutama dalam hal persaingan. Melalui media sosial Anda bisa mengumpulkan informasi tentang kelebihan dan kekurangan kompetitor Anda untuk meningkatkan strategi bisnis.
5. Meningkatkan pengunjung situs
Manajemen media sosial diperlukan untuk meningkatkan pengunjung situs atau website perusahaan. Manajemen bisa dilakukan dengan memasukkan k-onten yang dapat meningkatkan traffic SEO sehingga website bisnis bisa menjadi tranding di mesin pencari Google.
2.4 Hukum dan Etika Bisnis
Etika bisnis adalah panduan cara melakukan kegiatan bisnis yang tercakup pula semua aspek yang berkaitan dengan individu , perusahaan dan masyarakat. Et1ka dalam -.nis menjadi semacam pedoman bagi sebagian perusahaan untuk membentuk nonna, - ai dan tindakan karyawan dan pimpinannya. Tidak hanya di antara internal p;.:-rusa haan saja tetapi juga ke pihak eksternal seperti customer, mitra kerja , pemegang )!,;..'lam dan juga masyarakat.
Salah satu keyakinan akan pentingnya hukum dan etika dan bisnis adalah ikut ndukung hastl kmerja. Ketika sebuah perusahaan menerapkan etika dalam bisnis
P\1: Laporan Akhir Kegiatan Pengahdian Kepada Masyarakat, JUNJ 2018 20
ya ng baik maka basil yang diperolehpun memuaskan dan tidak akan menaikkan reputasi perusahaan I bisnis yang sedang dijalankan. Dengan adanya hukum dan etika dalam msnis, baik karyawan dan pimpinan akan bekerja berlandaskan moral yang jujur, luhur dan profesional. Namun memang tidak mudah untuk menerapkan hal ini mengingat ada beberapa faktor yang membuat seseorang "tertekan" ketika menerapkan etika: 1'\..ebutuhan
individu itu sendiri. ridak adanya pedoman atau bisa tidak
_nengerti.Lingkungan yang tidak etis.Kebiasaan dan perilaku individu yang tak dikoreksi.Perilaku dari komunitas sekitar.Perlu diketahui bahwa etika dalam bisnis
baruslah memenuhi sasaran dan lingkup berikut ini agar berjalan dengan lancar. Tidak ada "tabrakan" oleh masing-masing pihak:
:: Etika bisnis punya tujuan guna menghimbau para pelaku bisnis agar etis dan baik dalam menjalankan bisnis.
r
Etika bisnis juga berbicara tentang sistem ekonomi yang berpengaruh dan menentukan apakah etis atau tidak sebuah praktik bisnis.('_ Etika bisnis bermanfaat untuk menyadarkan masyarakat tentang hak mereka yang ttdak bisa dilanggar. Masyarakat di sini adalah mereka yang adalah konsumen, karyawan atau buruh serta masyarakat luas.
1A.l Prinsip Hukum dan Etika dalam Bisnis
Ada 5 prinsip etika dalam bisnis,yakni dijelaskan dalam poin-poin berikut ini:
1. Prinsip otonomi
Prinsip otonomi merupakan sikap serta kemampuan yang dimiliki oleh manusia.
lni berfungsi untuk pengambilan keputusan dan bertindak dengan baik atas dasar kesadaran sendiri dan bertanggungjawab.
2. Prinsip kejujuran
Prinsip kejujur terkait di dalamnya untuk memenuhi syarat perjanjian yang sudah disepakati, harga produk Ijasa yang memang sesuai dengan apa yang ditawarkan serta hubungan dengan pihak internal dan eksternal.
3. Prinsip saling menguntungkan
Prinsip ini menjadi landasan agar kegiatan bisnis antar beberapa pihak memang menguntungkan semua pihak. Tidak ada yang dirugikan.
-t. Prinsip keadilan
Prinsip keadilan memberikan tuntutan kepada pihak pebisnis agar
memperlakukan setiap orang sesuai dengan aturan dan kriteria rasional serta objektif dan bertanggung jawab. Begitu juga dengan pihak-pihak terkait termasuk karyawan.
5 Prinsip integritas moral
Prinsip ini harus diterapkan pada diri masing-masing bahwa seseorang akan tetap kukuh dalam integritas moral yang telah disebutkan. Hal ini tentu menyangkut nama baik dirinya dan perusahaannya .
U'PM: Laporan Akhir Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, JUNI 2018 21
2.4.2 Pelanggaran Etika dalam Bisnis
Pelanggaran etika dalam bisnis. Tidak bisa dibiarkan saja, harus ada cara mengatasinya yakni dengan poin-poin berikut ini:
• Mengembangkan tanggungjawab sosial.
• Mencipta kan sikap saling percaya baik di antara pengusaha kuat dan pengusaha lemah.
• Menciptakau daya persaingan yang sehat.Konsekuen terhadap aturan main yang sudah disepakati.Menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran dan adanya rasa memiliki terhadap perjanjian yang sudah disepakati.
• Etika dalam bisnis perlu pula dituangkan dalam hukum positif dalam bentuk
perundang-undangan agar menjadi semacam "pelindung" dan kontrol.
LPPM: Laporan Akhir Kegiatan Pengahdian Kepada Masyarakat, JUNI 2018 22
BABIII
METODE PELAKSANAAN
3.1 Rancangan Kegiatan
Pengembangan model sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan media sosial
01bgai sarana pemasaran hasil produksi, dilakukan dengan pendekatan kontekstual.
endekatan ini akan diawaJi dengan orientasi lapangan, dilanjutkan dengan entifikasi masalah, studi literatur, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi keberhasilan
==Iatan. Secara skematis alur kerja pemecahan masalah dalam kegiatan ini, dapat ...gambarkan dalam bagan di bawah ini.
Studl Pendahuluan
Pelatihan
Kegiatan akan diawali dengan melakukan pembuatan jadwal yang visibel dan
Jo.1 disepakati oleh peserta pelatihan, kemudian dilanjutkan dengan pemberian - asan dengan sistem ceramah kepada para UKM keramik di satu lokasi pelatihan -;telah disepakati bersama secara terjadwal, seperti terlihat dalam bagan di bawah
1.1 Jadwal Kegiatan
- Juni 2017
Observasi lapangan
• Wawancara Kepala UPT Purwakarta
dengan Keramik
•
Permohonan Pengabdia Masyarakat•
DiskusiIJill Kepada Pro am
i: Laporan Akhir Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat,JUNI 2018 23
•
Wawancara-
dengan
-
Pengabdian
-
-Kepada Kepala Desa Anjun, Masyarakat
Kecamatan Plered,
•
MOU kegiatanKabupaten Purwakarta Pengabdian Kepada
•
Wawancara dengan Masyarakat KepalaDinas UKM
Kemenindag Kabupaten Purwakarta
3 dan 4 Juli 2017 Workshop Kegiatan Promosi Penyusunan Strategi dan Desain Komunikasi Promosi dan Desain
Visual Komtmikasi Visual serta
pelatihan aplikasi penyusunan proposal dan praktek desain komunikasi visual dikalangan para r>engusaha trKM Keramik
Gambar 2: MOU antara LPPM STIKOM InterStudi dengan UPTD Lltbang Keramik, ten Purwakarta
3.L2 Lokasi dan Tempat Kegiatan
-empat pelaksanaan workshop Pengabdian Masyarakat adalah Aula Kantor UPTD utbang Keramik yang berada di wilayah Sentra Indutri Keramik Plered, Kabupaten Pt:.rwakarta. Sedangkan peta lokasi tempat pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat sepcrti tcrlihat di bawah ini
LPPM: Laporan Akhir Kegiatan Pengahdian Kepada Ma yarakat. JIINI 201A 24
Q
Q 0
0
(,')umber: Google.Maps.com)
Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan berdasarkan permasalahan yang dihadapi para UKM Keramik di Sentra Industri Keramik Plered, Kabupaten Purwakarta. Bentuk: kegiatan yang kami laksanakan adalah Pelatihan Komunikasi bisnis melalui pemafaatan media digital dalam meningkatkan Reputasi
jualan Kcramik.
Pelatihan Komunikasi Bisnis dan media dalam meningkatkan Reputasi Penjualan Keramik yang diberikan kepada para UKM keramik akan dilihat hasilnya ::-cara periodik, apakah pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan para pengusaha K..\1 keramik di sentra industry Keramik, Plered Kabupaten Purwakarta untuk:
empromosikan dan memasarkan basil produksinya secara sosial. Pada akhir pelatihan, .E:L.1n dilal.'Ukan evaluasi untuk melihat keterampilan dari masing-masing peserta dalam
. mempromosikan dan memasarkan hasil produksinya melalui media sosial. Dalam 1!\'aluasi ini juga akan diberikan sertifikat sebagai sebuah penghargaan tentang '"!terampilan pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dan pemasaran produk ng dimiliki oleh masing-masing peserta pelatihan. Sosialisasi pemanfaatan media 1al dan peningkatan pemanfaatan media sosial harus dilakukan secara esinambungan. Pelatihan -dan sosialisasi pemanfaatan media sosial ti-dak -dapat ai-ukan hanya sekali saja . Para peserta diharapkan proaktif untuk melatih sendiri
=:=teri-materi yang didapat pada saat pelatihan untuk mempromosikan dan memasarkan ::::si produksinya secara social
.:_: Pemilihan Khalayak Sasaran
Khalayak sasar-an yang dianggap satrategis dalam kegiatan ini adalah para UKM C:nmik yang berada di Sentra Industri Keramik , Plered Kabupaten Purwakarta yang PM· Laporan Akhir Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, JUNJ 2018 25
memiliki kemampuan mengoperasikan komputer dan internet yang tidak sama, ada yang sudah mampu
ada JUga yang belum. kegtatan pelat1han
mid1laksanakan secara
tt:rjadwal. Pada setiap pertemuan (pdatihan), setiap peserta akan diberikan osialisasi ru1teri tentang komunil-asi bisnis melaiui pemanfuatan media sosial sebagai sarona pemasaranhasil produksi. mulai dari pengenalan pengenalan medta
sostalsampai
dengan proses pemasaran produk. dan plus-minus teknologi internet. D1 SlSl lam, kepada etiap peserta akan dibetikan Hiftc:py selw·uh bahan pelatihan, sehinggabisa dijadikan
bahanacuan dan arsip kepada semua peserta pelatihan. Kepada para peserta yang telah
dilatih, nantinya diharapkan dapat menyebarluaskan pengetahuan dan keterampilan yang telahdimilikinya kepada para
UKMKeramik yang tidak dapat mengikuti pelatihan
denganprogram imbas. Melalut pelatthan im, dtharapkan para
UK\1 yangada di
di entraIndustri Keramik, Plered Kabupaten Purwakarta mampu memasarkan dan
mempromosikanbasil produksinya dengaumedia
sosial.3.3 Keterkaiatan
Kegiatan ini juga akan
melibatkanberbagai pihak
denganperan dan nilai manfaat
yang beragam. Adapun pihak-pihak yang terkatt dengan kegiatan ini antara lain:(a)
Pihak STIKOM Interstudi,
yang akan menyedtakan tim pakar atau tim tutor yang akanmemberikan pandangan-pandangan tentang komunikasi bisni" efektif melaui
media sosial(b)
Pihak
UPTDLltbang Keramik,
didi Sentra
lndustri Keramik, Plered KabupatenPurwakarta, yang memfasilitasi terlaksananya kegiatan
ini,dengan turut
sertamengikuti pelatihan pemanfaatan media
'\Osial sebagai saranapema"aran hasil
produksil.Selain itu masyarakat
luaskhususnya masyarakat Anjun dapat
mengaksesproduk-produk pengarajin
industrikecil yang ada di Kabupaten Purwakarta secara sosial.
3.4 Metode
Prosedur kegintnn progrnm pengabdinn ynng diusulkan dninm usulan ini meliputi
tahapan: {a) stu<ii pendahuluan, (b)pelatihan,
(c)evaluasi Perincian kegiatan di '!lasing-
masing tahapan diuraikan seperti berikut.LPPM: Laporan Akhir Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. JUNI 2018
26
3.5.1 Studi Pendahuluan
Pada tahapan studi pendahuluan akan dilak.-ukan kegiatan -kegiatan sebagai beriJ....-ut:
l. Pengumpulan persoalan yang dihadapi para UKM yang berada di Sentra lndustri Keramik, Plered , Kabupaten Purwakarta
2. Klasifikasi persoalan para UKM yang berada di Sentra Industri Keramik, Plered, Kabupaten Purwakarta dan pencocokan dengan potensi yang ada pada institusi . 3. Penyusunan skala prioritas program dengan mendasarkan pada peluang untuk
diimplementasikan , ketersediaan sumber daya dan ketersediaan sumber daya dari tim pendamping,
4. penyusunan rencana ketjn dan instrumen petaksannnn program ,
5 penetapan tim pelaksana dan uraian kerjanya sesuai kepakaran yang dimiliki , 6. Diskusi/pembekalan tim dalam hal pelaksanaan teknis.
:.PPM: Laporan Akhir Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat:. JUN12018 27
Gambar 4 : Studt Pendahuluan ke Sentra Industn Keramik Plered. Kabupaten Putwakatta
3 4.2 Pelaksanaan
Pada tahapan pelaksanaan akan dilakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1. Pembagian materi dalam bentuk
sojic.:opy dan lwrdcopy2. Penjelasan umum tentang sistem pemasaran sosial
3. Worskshop pemanfaatan meadia sosial sebagai sarana pemasaran hasil produksi keramik
LPPM: Laporan Akh r Kegiatan Pengabd an Kepada Masyarakat. JUNl2018 28
Gambar 5 :Pelaksanaan Pelatihan Komunikasi bisnis UKM dan Foto bersama para
peserta UKM
3.4.3 Evaluasi
Pelaksanaan evaluasi dilakukan untuk dua tujuan yaitu : (a) umpan ballk untuk (erbaikan dini tahap pelaksanaan dan (b) umpan balik untuk pelatihan berikutnya. Ada dua
modus pelaksanaan evalusi yang dilakukan. Modus pertama adalah dalam pelaksaan pelat ihan dan modus kedua adalah di akhir pelaksanaan pelatihan .Modus pertama untuk rujua n evaluasi melakukan perbaikan dini dan modus kedua untuk perbaikan program berik utnya.
Hasil pada tahapan evaluasi dijadikan dasar dalam menyusun laporan pt: aksanaan program pengabdian, yang mencakup uraian pelaksanaan program, ha nbatan- hambatan dalam pelaksanaan, capaian dari target yang ditetapkan dan solusi yang dilakukan dalam mengatasi hambatan. Pada akhimya, laporan pelaksanaan program ini dijadikan dasar pertanggungjawahan pelaksanaan pengambd1an kepada p1hak -pihak yang berkt:pentingan.
3.6
Rancangan Evaluasi
Setelah program ini terlaksana, maka untuk mengukur tingkat keberhasilan dari escluruhan rangkaian kcgiatan tersebut, akan dilak.uk.an evaluasi pada rentang proses 6n akhir kegiatan , yaitu pada saat dilakukan pada akhir pelatihan , Kegiatan evaluasi
Cl1 akan melibatkan : ketua dan anggota pengabd1an kepada masyarakat. Kntena dan dikator pencapaian tujuan dan tolak ukur yang digunakan untuk mt:njustifikasi .:ngkat keberhasilan kegiatan dapat dijabarkan sebagai berikut:
U>PM: l.aporan Akhir Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. JUNI 2018 29
0 Jenis Data 1 Sumber Data
Indicator Kriteria Keberhaslan
Instrument
• Pengetahuan tentang komunikasi bisnis
• Pengetabuan tentang
komunika<ti
antar budaya
• Pengetahuan tentang komunikasi bisnis
• Pcngctnhuan tentang publikasi dan reputasi produk keramik
• Pcngetabuan tentang internet/ sosial dan analisisnya
• Pengetahuan tentang hukum dan etika bisnis sosial
keterampilan pe erta dalam
memanfaatkan media sosial
J kemampuan dan keterampilan peserta dalam menggunakan media sosial sebagai alat komunikasi bisnis peserta
peserta pelatihan
peserta pelatihan
pec;erta pelatihan
pengetahuan para peserta mengenai komunikasi bisnis..
komunikasi
antru-budaya,
media sosial clan puhlikasi.
hokum dan etika serta iklan di media sosial
keterampilan para peserta
kemampuan dan keterampilan peserta dalam menggunakan media sosial sebagai alat komunikasi bisnis basil produk
Terjadinya perubahan yang positif terhadap komunikasi bisnis melalui media sosial
Terjadinya perubahan yang positif terhadap komunikasi bisnis dalam mtnggunakan computer
Terjadinya perubahan :yang kemamouan dan keterampilan datam media sosial sebagai alat komunikasi bisnis produk keramik
Pedoman wawancara
ohservasi pedoman wawancara
pedoman wawancara dan format observasi
I
keramik
PPM: Laporan Akhir KPgiatan PPngahdian Kt>pada Masyarakat.jlJNI 201A 30
BABIV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Kegiatan pelatihan pemanfaatan media sosial ini diikuti Adapun profit dari para UKM yang mengikuti pelatihan pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran prosuk adalah sebagai berikut
4.3 Jenis Produk Kerarnik UKM Keramik di Sentra lndustri Kerarnik Plered
Pembuatan keramik Plered memang sudah berlangstmg turun temunm dan diperkirakan dimulai sejak tahun 1904. Awalnya , masyarakat sekitar membuat keramik dari tanah liat merah dan tem1asuk gerabah ini untuk memenuhi perkakas rumah tangga. Tapi, pada perkembangannya kerajinan tersebut mampu menjadi sumber pendapatan tersendiri bagi masyarakat sekitar.
Keterampilan membuat keramik tak jelimet. Kecuali untuk membuat keramik kualitas tinggi, memang diperlukan keahlian dalam bidang seni. Tapi kebanyakan perajin keramik di Plered , belajar mengenai seni keramik berdasarkan pengalaman
saja dan tidak melalui jenjang pendidikan formal. Namun, basil produksi kerajinan keramik Plered telah diterima pasar mancanegara.
"Banyak keramik dari kami yang dibeli turis asing atau dijual ke luar negeri,"
ungkap H. Sarpin, salah seorang perajin.
Setelah semakin berkembangnya teknologi dan infurmasi terjadi perubahan kebiasaan para perajin. Dulu umumnya perajin membuat keramik dari bahan baku tanah liat biasa. Sekarang, sebagtan per3;jin yang memakai bahan baku tanah liat warna putih.
Menurut mereka , ada kelebihan dan kekurangannya memakai bahan tanah liat putih yang telah dicampur dengan kaolin, pospat, dan kuarsa.
Menurut Mulyana, perajin lainnya, bahan baku tanah liat wama putih itu tidak terdapat di Purwakarta , tapi didatangkan dari Sukabumi. Keuntungannya , bahan dapat dicorkan ke dalam cetakan dengan motif beragam . Sedangkan bahan tanah liat biasa tidak bisa dicorkan ke dalam suatu cetakan. Hanya bisa diputar (dileler) untuk dibentuk suatu model. Dalam menciptakan berbagai motif atau model baru,
LPPM:Laporan Akhir Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, JUNI 2018 31