• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI. Perusahaan yang Tercatat di Indeks LQ 45 periode Variabel bebas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI. Perusahaan yang Tercatat di Indeks LQ 45 periode Variabel bebas"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

8 BAB II LANDASAN TEORI A. Penelitian Terdahulu

Pantow dkk (2015) penelitian tentang Analisa Pertumbuhan Penjualan, Ukuran Perusahaan, Return On Asset, dan Struktur Modal Terhadap Nilai Perusahaan yang Tercatat di Indeks LQ 45 periode 2009-2013. Variabel bebas dalam peneltian ini adalah DER, ROA, pertumbuhan penjualan dan ukuran perusahan dan variabel terikatnya adalah PBV. Dalam peneltian ini menggunakan 20 sampel yang dianalisis dengan alat uji linier berganda. Maka hasil yang didapat dalam penelitian ini adalah variabel pertumbuhan penjualan, ukuran perusahaan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan dan variabel DER dan ROA terhadap nilai perusahaan menghasil pengaruh yang signifikan negatif.

Pasaribu (2016) penelitian pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia go public periode tahun 2011 – 2014. Variabel bebas dalm peneltian ini menggunakan DER, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan ROE dan variabel terikat menggunakan Nilai perusahaan. dengan menggunakan alat uji F dan uji T. maka menghasilkan kesimpulan peneltian yaitu hasil uji F antara variabel DER, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan ROE terhadap variabel nilai perusahaan menghasilkan nilai yang signifikan antara keduanya. Hasil uji t variabel DER dengan variabel nilai perusahaan menghasilkan nilai negatif tetapi bersignifikan antar keduanya, sedangkan variabel bebas kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan ROE terhadap nilai perusahaan menhasilkan nilai positif dan bersignifikan.

(2)

Safitri dan Wahyunita (2015) Penelitian pada ICMD periode tahun 2009- 2013 dengan judul pengaruh struktur modal dan keputusan investasi terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan. Penelitian yang menggunakan data sekunder ini dianalis dengan alat uji path. Hasil uji antara variabel bebas dengan terikat yaitu variabel struktur modal tidak bersignifikan terhadap nilai profitabilitas perusahaan. variabel keputusan investasi dengan profitabilitas menghasilkan nilai positif dan bersignifikan. Variabel struktur modal dengan nilai perusahaan menghasilkan nilai keterkaitan negatif dan bersignifikan. Variabel keptusan investasi dengan nilai perusahaan menghasilkan nilai positif dan bersignifikan.

Meidiawati dan Mildawati (2016) penelitin tentang Pengaruh Size, Growth, Profitabilitas, Struktur Modal, Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan. dalam penelian ini variabel bebas menggunakan satuan DER,total aset, ROE dan DER. Dan variabel terikatnya menggunakan satuan PBV.

Penelitian ini menggunakan toal 21 sampel perusahaan go public sektor manufaktur periode tahun 2012 -2014, dengan menggunakan alat uji analisis regresi linier berganda. Dalam peneltian ini menghasilkan kesimpulan bahwa ukuran perusahaan, pertumbuhan perusahaan, kebijakan deviden tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. uji variabel profitabilitas dan struktur modal perusahaan terhadap variable PBV menghasilkan adanya pengaruh signifikan. Jadi dalam penelitian ini semakin tinggi profitabilitas dan struktur modal maka nilai perusahaan akan semakin tinggi

Abidin (2014) penelitin tentang Pengaruh Struktur Modal, Kebijakan Deviden dan Size Terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan property yang

(3)

terdaftar di BEI periode 2009-2011. Variabel bebas pada penelitian ini menggunakan DER,DYD dan size. Dan variabel terikatnya menggunakan PBV.

Penelitian ini menggunakan 17 sampel yang diukur dengan alat uji regresi linier berganda. Dalam peneltian ini berkesimpulan bahwa DER,DYD berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. dan untuk variabel size secara parsial tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. tetapi secara keseluruhan pada penelitian ini antara variabel bebas terhadap variabel terikat menghasilkan nilai positif.

Languju (2016) penelitian pada perusahaan sektor property and real estate go public periode tahun 2011 – 2014 dengan judul pengaruh ROE, ukuran perusahaa, PER dan DER terhadap nilai perusahaan. pada penelitian ini dianalisis menggunakan 36 sampel perusahaan dengan menggunakan alat uji F dan Uji T. pada hasil uji F menghasilkan bahwa ROE,PER, DER dan Ukuran Perusahaan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. pada hasil uji t berkesimpulan bahwa ROE berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dan ukuran perusahaan, PER, dan DER tidak berpengaruh signifikan DER terhadap nilai perusahaan.

B. Kajian Teoritis 1. Struktur modal

Struktur modal merupakan suatu perbandingan antara total nilai leabilitas atau hutang dengan nilai total equity atau total modal. Total leabilitas terdiri dari hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang. Total modal terdiri dari jumlah saham biasa,tambahan modal disetor, dan saldo laba. Pada neraca keuangan perusahaan struktur modal ada kaitannya dengan

(4)

pembelanjaan perusahaan cera jangka panjang. Didalam struktur keuangan terdapat struktur modal dimana pada sisi kanan struktur keuangan atau sisi pasiva ada kombinasi atau gabungan dari beberapa pos dan bagian sumber pembelanjaan perusahaan secara jangka panjang masuk kedalam struktur modal (warsono 2003). Sesuai pernyataan tersebut bisa disimpulkan bahwa perimbangan hutang jangka panjang pembelanjaan permanen dan modal sendiri merupakan dasar dari struktur modal.

Secara Umum perbandingan antara leabilitas jangka panjang, jangka pendek, saham biasa dengan total equitas merupakan pengertian umum dari struktur modal. Pada uraian struktur keuangan bahwa pembiayaan aktiva- aktiva oleh perusahaan secara garis besar dapat dilihat dari sisi kanan (sisi pasiva) dimana terdapat total leabilitas jangka panjang, jangka pendek hingga modal para investor. akan tetapi struktur modal merupakan pembiayaan tetap yang megambarkan leabilitas jangka panjang, saham biasa dan modal para investor (septantya 2015)

Pengaturan struktur modal oleh perusahaan memiliki cara yang berbeda-beda. Tetapi para perusahaan memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mengoptimalkan struktur modal sehingga pengaturan modal dari sumber modal bisa dimanfaatkan secara maksimal. Dengan pengoptimalan struktur modal akan berdampak pada harga saham yang akan tinggi. maka cara agar struktur modal tepat sasaran dan optimal maka perencanaan struktur modal harus dengan model yang baru sesuia dengan keadaan perusahaan terbaru.

(Brigham Houston 2015). Jadi dapat disimpulkan bahwa didalam struktur

(5)

keuangan terdapat bagian kecil yaitu struktur modal pada sisi kanan neraca.

Dan sisi kanan neraca dikurangi dengan leabilitas jangka pendek akan ditemukan nilai struktur modal.

a. Teori Struktur Modal

Teori struktur modal modern bermula pada Profesor Modigliani dan Miller (1958) mengusulkan bahwa di pasar modal yang sempurna yang mengasumsikan tidak ada pajak dan tidak ada biaya transaksi, investor akan memiliki harapan yang sama. Dengan demikian, struktur permodalan tidak mempengaruhi biaya modal atau nilai perusahaan. Namun, asumsi ini tidak realistis. Pada tahun (1963), Modigliani dan Miller mengajukan proposal kedua bahwa pembayaran bunga akan mengurangi dasar perusahaan untuk membayar pajak. Jadi, biaya hutang lebih rendah dari biaya ekuitas karena pembayaran bunga mengurangi penghasilan kena pajak. Pajak mendorong nilai perusahaan dengan hutang lebih tinggi dari nilai perusahaan yang sama tanpa kewajiban. Manfaat pajak yang berasal dari kewajiban menghasilkan teori struktur modal yang optimal, yang menunjukkan bahwa ada struktur modal optimal yang implisit dan bahwa struktur modal mempengaruhi nilai perusahaan.

1) Trade off Theory

Teori trade-off (Myers, 1984) menyatakan bahwa struktur modal yang tepat bermanfaat untuk meningkatkan modal dari kewajiban sebagai perisai pajak dan mengurangi biaya agensi dari operasi hati-hati para direktur karena perusahaan memiliki kewajiban untuk membayar

(6)

pokok dan bunga. Jika perusahaan tidak bisa membayar hutangnya, mungkin terpaksa bangkrut. Situasi ini berarti mengurangi arus kas bebas bagi direksi tanpa meningkatkan nilai perusahaan. Teori Trade Off menjelaskan bahwa peningkatan nilai perusahaan diakibatkan karena posisi struktur modal berada di bawah titik optimal dan penambahan hutang. Sebaliknya, penurunan nilai perusahaan diakibatkan oleh posisi struktur modal berada di atas titik optimal. Oleh karena itu, jika titik target struktur modal optimal belum terpenuhi.

2) Pecking Order Theory

Myers dan Majluf (1984) mengemukakan mengenai teori pecking order pertama kali, mereka menetapkan suatu urutan keputusan pendanaan dimana para manajer pertama kali akan memilih untuk menggunakan modal sendiri, laba ditahan, kemudian hutang, dan eksternal sebagai pilihan terakhir. Teori pecking order menjelaskan mengapa perusahaan mempunyai urut-urutan preferensi dalam memilih sumber pendanaan. Perusahaan-perusahaan yang profitable umumnya meminjam dalam jumlah yang sedikit, hal tersebut disebutkan karena mereka memerlukan external financing yang sedikit. Perusahaan yang kurang profitable cenderung mempunyai hutang yang lebih besar karena alasan dana internal yang tidak mencakupi kebutuhan dank arena hutang merupakan sumber eksternal yang disukai. Dana eksternal lebih disukai dalam bentuk hutang dari pada modal sendiri karena

(7)

pertimbngan biaya emisi hutang jangka panjang yang lebih murah disbanding dengan biaya emisi saham.

b. Keterkaitan Antar Variabel

Menurut Husnan (2013) nilai perusahaan adalah sebuah nilai yang dikeluarkan oleh calon pembeli jika suatu saat perusahaan akan dijual.

Nilai perusahaan menciptakan kemakmuran pemegang saham secara maksimum apabila harga saham tersebut meningkat. Semakin banyak peningkatan harga saham sebuah perusahaan, sehingga maksimum pula kemakmuran pemegang saham. Kenaikan harga saham perusahaan dipasar modal disebabkan oleh peningkatan permintaan saham suatu perusahaan (Zumrotun, 2013)

Menurut prapaska (2012) nilai perusahaan salah satunya dapat diukur ndengan menggunakan rasio keuangan, salah satunya price to book value (PBV). Rasio price to book value (PBV) merupakan perbandingan market value suatu saham terhadap book value, sehingga dapat diketahui apakah tingkat harga sahamnya overvalued atau undervalued dari book value. price to book value (PBV) yang rendah dicerminkan melalui harga saham yang undervalued dimana mengindentifikasi adanya penurunan kualitas dan kenerja fundamental emiten. Harga saham uang undervalued atau nilai price to book value (PBV) yang tinggi mencerminkan persepsi investor yang berlebihan terhadap perusahaan.

Menurut Gayatri dan mustanda (2012) faktor yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan adalah struktur modal. Struktur modal

(8)

merupakan gambaran permanen perusahaan yang terdiri atas hutang jangka panjang dan modal sendiri. Struktur modal diperlukan untuk meningkatkan nilai perusahaan karena penetapan struktur modal dalam kebijakan pendanaan perusahaan menentukan keuntungan perusahaan (Yuliana, 2013)

c. Perhitungan Struktur Modal

Struktur modal merupakan perbandingan total hutang yang dimiliki perusahaan terhadap total ekuitas perusahaan. Struktur modal diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER) yang merupakan suatu upaya untuk memperlihatkan dalam format lain, proporsi relatif dari klaim pemberi pinjaman terhadap hak kepemilikan, dan digunakan sebagai ukuran hutang (A. Helfert, 1997). Debt to Equity Ratio adalah perbandingan antara total utang, terhadap ekuitas. (Samsul Mohamad, 2015)

Debt to Equty Ratio = !"#$% '($)*%*#$+

!"#$% ,-.*#/

2. Nilai Perusahaan

a. Pengertian Nilai Perusahaan

Tujuan perusahaan umum perusahaan memaksimumkan laba, akan tetapi memaksimumkan laba dinilai kurang tepat sebagai dasar pengambilan keputusan di bidang keuangan, para pakar di bidang keuangan merumuskan tujuan normatife suatu perusahaan adalah untuk mamaksimumkan nilai perusahaan. Oleh karena itu, nilai perusahaan menjadi sangat penting karena mencerminkan kinerja perusahaan yang dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap perusahaan. Jika nilai

(9)

perusahaan baik, maka kinerja perusahaan tersebut baik kerena nilai perusahaan mencerminkan suatu kondisi perusahaan.

Untuk dapat menciptakan value / nilai bagi perusahaan, manajer keuangan harus ( Rodoni ,2014):

1) Mencoba untuk membuat keputusan investasi yang tepat.

2) Mencoba untuk membuat keputusan pendanaan yang tepat.

3) Keputusan dividen yang tepat dan juga keputusan investasi modal kerja bersih.

Nilai perusahaan adalah merupakan suatu nilai perbandingan antara harga saham pasaran dengan nilai buku perusahaan. Hutang merupakan sebuah janji dari perusahaan peminjam untuk membayar kembali sejumlah uang pada batas waktu yang ditentukan. Nilai perusahaan yang tinggi menjadi keinginan para pemilik perusahaan, sebab dengan nilai yang tinggi menunjukkan kemakmuran pemegang saham juga tinggi. kekayaan pemegang saham dan perusahaan dipresentasikan oleh harga pasar dari saham yang merupakan cerminan dari keputusan investasi, pendanaan (financing), dan manajemen asset ( Rodoni A, 2014 )

Menurut Tandelilin (2001: 183) dalam penilaian saham dikenal adanya tiga jenis nilai, yaitu: niali buku, nilai pasar dan nilai intrinsic saham. Nilai buku merupakan nilai yang dihitung berdasarkan pembukuan perusahaan penerbit saham (emiten). Nilai pasar adalah nilai saham dipasar, yang ditunjukkan oleh harga saham tersebut dipasar, sedangkan nilai intrinsik atau dikenal sebagai nilai teoritis adalah nilai saham yang

(10)

sebenarnya atau seharusnya terjadi. Investor berkepentingan mengetahui ketiga nilai tersebut sebagai informasi penting dalam pengambilan keputusan investasi yang tepat. Dalam membeli atau menjual saham, investor akan membandingkan nilai intrinsic dan nilai pasar saham yang bersangkutan. Jika nilai pasar suatu saham lebih tinggi dari nilai intrinsiknya, berarti saham tersebut tergolong mahal (overvalued). Dalam situasi seperti ini, investor tersebut bisa mengambil keputusan untuk menjual saham tersebut. Sebaliknya jika nilai pasar saham di bawah nilai intrinsiknya, berarti saham tersebut tergolong murah (undervalued) sehingga dalam situasi seperti ini investor sebaliknya membeli saham tersebut

b. Pengukuran Nilai Perusahaan

Nilai perusahaan diukur dengan Price to book value (PBV). Price to book value adalah perbandingan antara harga pasar per lembar saham terhadap nilai buku ekuitas perlembar saham. (Brigham dan Houston, 2009).

Price to book value = 𝑀𝑎𝑟𝑘𝑒𝑡 𝑃𝑒𝑟 𝑆ℎ𝑎𝑟𝑒 𝐵𝑜𝑜𝑘 𝑉𝑎𝑙𝑢𝑒 𝑃𝑒𝑟 𝑠ℎ𝑎𝑟𝑒

Berdasarkan pendekatan konsep nilai pasar atau Price to Book Value tersebut, harga saham dapat diketahui berada diatas atau dibawah nilai bukunya. Pada dasarnya, membeli saham berarti membeli prospek perusahaan. PBV yang tinggi akan membuat investor yakin atas prospek perusahaan dimasa mendatang. Oleh karena itu keberadaan rasio PBV sangat penting bagi para investor maupun calon investor untuk

(11)

menetapkan keputusan investasi (Septia, 2015: 10 C. Kerangka Berfikir

Berikut ini adalah kerangka berfikir dalam penelitian ini :

Gambar 2.1 Kerangka Berfikir

Tahapan awal yang dianalisis dari setiap sampel laporan keuangan perusahaan sektor otomotif dan komponen adalah mencari nilai modal/equitas, nilai hutang/leabilitas, harga per lembar saham penutup dan jumlah saham beredar. Perbandingan antara hutang dengan modal untuk mencari nilai DER (Debt to equity ratio) dan perbandingan antara harga per lembar saham penutup dengan jumlah saham yang beredar untuk mencari nilai buku. Setelah nila buku didapatkan maka selanjutnya adalah membandingan antara harga per lembar saham dengan nilai buku untuk mencari nilai PBV (Price to book value)

Tahapan selanjutnya adalah menganalisis keterkaitan atau pengaruh DER terhadap PBV Dengan uji asumsi klasik, Analisis regresi linier sederhana dan uji hipotesis (Made Yuliara,2016). Dari uji ini akan ditarik kesimpulan mengenai keterkaitan kedua variabel tersebut, Antara struktur modal (variabel bebas) terhadap nilai perusahaan (Variabel terikat).

D. Hipotesis

Teori struktur modal oleh Modigliani dan Miller (1958) mengasumsikan tidak ada pajak dan tidak ada biaya transaksi, investor akan memiliki harapan yang sama. Dengan demikian, struktur permodalan tidak mempengaruhi biaya

DER (X)

PBV (Y) 𝑯𝟏

(12)

modal atau nilai perusahaan. Namun, asumsi ini tidak realistis. Pada tahun (1963), Modigliani dan Miller mengajukan proposal kedua bahwa pembayaran bunga akan mengurangi dasar perusahaan untuk membayar pajak. Jadi, biaya hutang lebih rendah dari biaya ekuitas karena pembayaran bunga mengurangi penghasilan kena pajak. Pajak mendorong nilai perusahaan dengan hutang lebih tinggi dari nilai perusahaan yang sama tanpa kewajiban. Manfaat pajak yang berasal dari kewajiban menghasilkan teori struktur modal yang optimal, yang menunjukkan bahwa ada struktur modal optimal yang implisit dan bahwa struktur modal mempengaruhi nilai perusahaan. Dari beberapa penelitian empiris terdapat research gap.

Semakin tinggi nilai DER perusahaan menunjukan semakin banyak penggunaan hutang dalam pendanaan perusahaan, sehingga beban bunga hutang yang ditanggung perusahaan akan semakin tinggi juga dan dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Berdasarkan penelitian terdahulu oleh Pasaribu dkk (2016), Pantow (2015), Safitri dan Wahyuati (2015) menunjukan hubungan negatif antara struktur modal terhadap nilai perusahaan. Penelitian oleh Languju dkk (2016) menunjukan hasil bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan antara struktur modal terhadap nilai perusahaan. Sementara hasil penelitian oleh Abidin dkk (2014), Meidiawati dan Mildawati (2016 struktur modal berpengaruh secara positif terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan penelitian terdahulu tersebut, diajukan hipotesis sebagai berikut:

𝑯𝟏: Debt to Equity Ratio berpengaruh terhadap Price to Book Value

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Berfikir

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu organisasi pemerintah yang berusaha untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat adalah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten

Analisis kedua untuk mengetahui model pemilihan moda oleh siswa antara sepeda motor dan bus sekolah di Kota Malang menggunakan metode Stated Preference (SP). Hasil Studi

Hendriksson (..), menyatakan bahwa ada empat karateristik utama jikalau kita ingin mengembangkan E – Tourism yaitu : 1) Produk Pariwisata; 2) dampak berantai yang ditimbulkan oleh

Prinsip kerja dari alat ini adalah dengan memanfaatkan motor listrik sebagai sumber tenaga yang diteruskan kepuli dan transmisi sabuk, lalu diteruskan keputaran

Hal tersebut menunjukkan bahwa adanya tugas yang kompleks pada pekerjaan audit tidak akan memberikan pengaruh terhadap kinerja auditor karena auditor menganggap bahwa

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis bakteri yang ditemukan pada air tambak dan udang galah segar dengan media chromocult, mengamati pengaruh konsentrasi chitosan

Tindakan Staff memilih pendaftar yang permohonan pernikahannya telah di setujui lalu staff mencetak surat izin pernikahan.. Pasca Kondisi Staff mendapat surat

Bisnis restaurant cepat saji menurut saya adalah bisnis dalam bidang makanan yang selalu berkembang secara dinamis baik dalam hal produk maupun jasa yang