1 BAB I PENDAHULUAN
1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian
Objek dalam penelitian ini adalah perusahaan agriculture plantation yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau disebut juga Indonesia Stock Exchange (IDX) yang mengelola pasar modal Indonesia dan beroperasi sejak tanggal 1 Desember 2007. Perusahaan yang masuk dalam penelitian ini memiliki kategori saham berbasis syariah yang terdaftar dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) merupakan indeks saham berdasarkan syariah Islam yang masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES), hal ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai tolok ukur (benchmark) dalam mengukur kinerja suatu investasi pada saham dengan basis syariah sehingga dapat meningkatkan kepercayaan investor untuk mengembangkan investasi dalam ekuitas secara syariah yang telah melewati tahap-tahap seleksi Dewan Syariah Nasional dan Peraturan Bapepam tentang penerbitan efek syariah.
Merujuk pengumuman PT Bursa Efek Indonesia No. Peng-00452/
BEI.OPP/ 06-2018 tanggal 7 Juni 2018 yang berlaku efektif mulai tanggal 28 Juni 2018, terdapat sembilan saham perusahaan agriculture plantation yang masuk dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang terdiri dari Multi Agro Gemilang Plantation Tbk., Austindo Nusantara Jaya, Astra Agro Lestari Tbk., Salim Ivomas Pratama Tbk., Tunas Baru Lampung Tbk., PP London Sumatra Indonesia Tbk., Sampoerna Agro Tbk., Provident Agro Tbk., Golden Plantation Tbk. Pada data IDX quarterly statistics, 1st quarter 2018 menunjukan tiga besar perusahaan yang memiliki market value dan equity terbesar pada industri agriculture plantation yaitu Astra Agro Lestari Tbk. (AALI), PT. Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) dan PT. Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP).
Pada Tabel 1.1 menunjukan daftar perusahaan-perusahaan industri agriculture plantation yang tercatat dalam indeks ISSI per Juni 2018 serta tanggal pencatatan Initial Public Offering, market value dan equity pada perusahaan yang terdaftar dalam Indeks Saham Syariah Indonesia.
2
Tabel 1. 1 Daftar Perusahaan Agriculture Plantation Indeks ISSI
No Perusahaan Tanggal IPO Market
Value (IDR) Equity 1 Astra Agro Lestari Tbk. 09 Desember 1997 1,789,776 18,536 2 PP London Sumatra Indonesia Tbk. 05 Juli 1996 1,621,795 8,122 3 Salim Ivomas Pratama Tbk. 09 Juni 2011 474,602 18,181 4 Tunas Baru Lampung Tbk. 14 Februari 2000 177,225 4,000
5 Gozco Plantation Tbk. 15 mei 2008 91,294 1,538
6 Sampoerna Agro Tbk. 18 Juni 2007 42,501 4,005
7 Austindo Nusantara Jaya 10 Mei 2013 26,475 5,316
8 Provident Agro Tbk. 18 Oktober 2012 5,360 1,540
9 Multi Agro Gemilang Plantation Tbk. 16 Januari 2013 1,264 754
Sumber: IDX quarterly statistics, 1st quarter 2018
Berdasarkan data di atas maka peneliti mengambil objek penelitian yaitu perusahaan-perusahaan agriculture plantation yang terdaftar pada indeks ISSI pada tanggal 28 Juni 2018 dan merupakan tiga perusahaan terbesar yang memiliki market value dan equity terbesar pada industri yang sama yaitu Astra Agro Lestari Tbk.
(AALI), PT. Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP), dan PT. Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP).
1.2. Latar Belakang Penelitian
Perkembangan ekonomi pada era globalisasi mendorong persaingan usaha yang mengharuskan perusahaan untuk memperoleh sumber dana dalam membiayai segala aktivitas perusahaan. Kebangkitan industri syariah di Indonesia dengan penduduk muslim terbanyak merupakan suatu potensi tersendiri apalagi saat ini industri syariah sudah dikenal secara universal. Berdasarkan kutipan berita tanggal 8 Maret 2018 economy.okezone.com, “2019 diprediksi menjadi tahun kebangkitan industri syariah” pernyataan ini didukung berdasarkan data yang dihimpun prudential bahwa global halal travel tumbuh 12%, global halal food tumbuh 6% dan pasar syariah di Asia Pasifik equity fund return mencapai 26,6% sepanjang tahun 2017, hal ini merupakan daya tarik tersendiri bagi para investor untuk menanamkan investasinya di bidang industri syariah sekaligus memberikan kenyamanan investasi untuk terhindar dari faktor riba. Indonesia yang dikenal
3
dengan negara agraria dan merupakan produsen terbesar kelapa sawit di dunia (Tabel 1.2), menarik para investor untuk menanamkan modalnya pada industri ini.
Industri kelapa sawit sangat berperan penting pada perekonomian Indonesia dalam menyumbang devisa negara, industri ini selain sebagai penyedia bahan baku juga menyerap banyak tenaga kerja. Perusahaan industri kelapa sawit yang masuk dalam pasar modal BEI merupakan daya tarik para investor dalam menanamkan investasinya dalam bentuk saham.
Tabel 1. 2 Peringkat Negara Penghasil Kelapa Sawit Dunia
Sumber: perpustakaan.bappenas.go.id, 2016
Berdasarkan data histori grafik harga komoditi Malaysia Palm Oil yang bersumber dari www.sahamok.com tahun 2018 (Grafik.1.1), terlihat harga kelapa sawit mengalami pergerakan yang fluktuatif dalam lima tahun sebelumnya yaitu periode 2014-2018, bahkan cenderung mengalami penurunan pada periode Agustus 2017 - Mei 2018 (Grafik.1.2), hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi para investor dalam menentukan dan menanamkan investasinya agar bisa menghasilkan return sesuai yang diharapkan.
Grafik 1.1. Tren Harga Komoditi Kelapa Sawit Lima Tahun
4
Grafik 1.2. Tren Harga Komoditi Kelapa Sawit Satu Tahun
Pada era globalisasi persaingan usaha yang sangat ketat dan bersifat multidimensi, berdasarkan data di atas maka diperlukan suatu valuasi perusahaan bagi para investor dalam mengambil keputusan. Pergerakan dana yang dinamis sejalan dengan munculnya alternatif instrument keuangan yang inovatif yang didukung oleh perkembangan teknologi menciptakan loyalitas investor cenderung mudah berubah. Investor yang mengharapkan return atau minimal sama dengan investasinya harus mampu melakukan valuasi. Investor yang fokus mencari harga saham yang rendah pada jangka pendek dalam menanamkan investasi untuk mendapatkan return secepatnya dapat berakibat cut loss saat penjualan, sedangkan bagi para investor yang target investasi jangka panjang dapat melakukan analisa untuk mendapatkan nilai intrinsik suatu perusahaan, karena tujuan investasi adalah untuk mendapatkan keuntungan baik dividen maupun capital gain.
Berdasarkan data indeks ISSI di Bursa Efek Indonesia pada bulan Januari 2013-Juni 2018 yang disajikan pada (Grafik 1.3) menunjukan bahwa sepanjang periode Januari 2013 sampai dengan Juni 2018 harga saham ISSI menunjukan peningkatan, namun jika dilihat lebih dalam berdasarkan imbal hasil periode tersebut terdapat beberapa titik imbal hasil yang tinggi sebesar 5.2 % pada tanggal 20 Agustus 2013 dan imbal hasil yang rendah sebesar -6.2 % pada tanggal 20 Agustus 2013, hal ini mencerminkan kondisi adanya return dan risk dari instrument investasi.
5
Grafik 1.3. Tren Risk dan Return Saham ISSI Sumber: diolah dari www.duniainvestasi.com, 2018
Tren nilai harga Indeks Saham Syariah Indonesia yang semakin meningkat berbeda dengan tren harga saham tiga perusahaan yang terdaftar pada Indeks Saham Syariah Indonesia yang memiliki market value dan equity terbesar pada industri agriculture plantation yang terdiri dari perusahaan Astra Agro Lestari Tbk.
(AALI), PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP), PT. Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) , sedangkan kondisi imbal hasil memiliki tren fluktuatif yang sama dari ketiga perusahaan tersebut, hal ini tercermin pada Grafik 1.4, Grafik 1.5 dan Grafik 1.6 dari ketiga perusahaan.
Grafik 1.4. Tren Risk dan Return Saham AALI Sumber: diolah dari www.duniainvestasi.com, 2018
6
Berdasarkan Grafik 1.4 menunjukan bahwa sepanjang periode Januari 2013 sampai dengan Juni 2018 nilai harga saham Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) menunjukan penurunan, namun jika dilihat pada periode tersebut terdapat return sebesar 13.4 % pada tanggal 26 Agustus 2013 dan risk sebesar -9.8 % pada tanggal 25 Februari 2016.
Grafik 1.5. Tren Risk dan Return saham LSIP Sumber: diolah dari www.duniainvestasi.com, 2018
Pada Grafik 1.5 menunjukan bahwa sepanjang periode Januari 2013 sampai dengan Juni 2018 nilai harga saham PT London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) menunjukan tren penurunan secara nilai harga saham, namun jika dilihat pada periode tersebut terdapat return sebesar 18.7 % pada tanggal 22 Agustus 2013 dan risk sebesar -10.3 % pada tanggal 19 Agustus 2013.
Grafik 1.6. Tren Risk dan Return Saham SIMP Sumber: diolah dari www.duniainvestasi.com, 2018
7
Sedangkan pada Grafik 1.6 menunjukan bahwa sepanjang periode Januari 2013 sampai dengan Juni 2018 nilai harga saham PT. Salim Ivomas Pratama Tbk.
(SIMP) menunjukan tren penurunan, namun lebih jauh jika dilihat pada periode tersebut terdapat return sebesar 17.4 % pada tanggal 1 Maret 2018 dan risk sebesar -10.7 % pada tanggal 24 Agustus 2015.
Djaja (2017: 11) menyatakan nilai bukan fakta, lebih merupakan perkiraan manfaat ekonomi atas barang dan jasa pada suatu waktu tertentu dalam hubungannya dengan definisi nilai tertentu. Sehingga valuasi saham adalah mengestimasi nilai saham yang sebenarnya berdasarkan data fundamentalnya atau proses penentuan berapa harga wajar untuk suatu saham. Hasil dari valuasi saham nantinya akan menjadi informasi yang sangat berharga bagi investor yang tidak menyukai risiko sebelum mengambil keputusan untuk berinvestasi. Valuasi merupakan suatu alat untuk menganalisa dalam menilai dan memvalidasi suatu perusahaan. Nilai pada suatu perusahaan atau suatu instrument investasi sangat tergantung dari future cash flow/arus kas di masa yang akan datang dan nilai yang akan diterima atau didapatkan dari instrument investasi tersebut.
Free Cash Flow to Firm, merupakan arus kas yang tersedia untuk semua penyedia dana yang terdiri dari pemegang utang, pemegang saham, investor obligasi dan lainnya. Free Cash Flow to Firm disebut juga arus kas bebas tanpa aliran, hal ini menunjukkan arus kas surplus yang tersedia untuk bisnis jika bebas utang. Perhitungan Free cash Flow to firm menggunakan variabel laba operasional bersih setelah pajak (EBIT*(1-Tax)) dengan tujuan perhitungan hanya mengambil dari nilai pendanaan yang berasal dari core bisnis saja, sehingga tidak dipengaruhi oleh nilai other income. Metode ini digunakan untuk menghindari adanya overstated nilai valuasi ketika suatu perusahaan tersebut memiliki other income yang relatif besar. Sedangkan Relative Valuation merupakan metode valuasi yang digunakan dengan cara membandingkan perusahaan yang sejenis atau dengan industri dimana perusahaan berada. Perkiraan dari nilai intrinsik saham dalam analisis perusahaan menggunakan informasi penting dari perusahaan, yaitu price multiple yang terdri dari nilai Price Earning Rasio, Price Book Value dan EBITDA Multiple.
8
Beberapa peneliti melakukan valuasi untuk menilai harga wajar perusahaan, antara lain : Zemba dan Hendrawan tahun 2018 menyatakan, bahwa pada sektor healthcare dengan sampel empat perusahaan yaitu SAME, SILO, SRAJ, dan MIKA terdapat tiga perusahaan yang sahamnya overvalue selama tahun 2018 dan hanya satu perusahaan yaitu SILO yang sahamnya undervalue.
Ibrahim, Topowijono dan Nurlaily tahun 2018 pada penelitiannya menyatakan, dari 26 perusahaan yang bergerak pada sektor keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2014-2016 dengan menggunakan metode Dividend Discount Model (DDM), dua puluh perusahaan undervalued dan lima perusahaan overvalued dan satu perusahaan corectlyvalued. Sedangkan hasil dengan metode penelitian Price Earning Rasio (PER), terdapat lima belas perusahaan pada posisi undervalued dan sebelas perusahaan overvalued.
Tobing, Sutikno dan Djohansjah tahun 2017 melakukan penelitian nilai wajar 100 persen saham perusahaan perkebunan milik PT. XYZ dalam rangka transaksi akuisisi PT Sawit Sumber Mas Sarana Tbk dengan menggunakan suatu metode penelitian Discounted Cash Flow (DCF) dan pendekatan asset dengan metode Adjusted Book Value (ABV). Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai pasar wajar 100 persen saham PT. XYZ berdasarkan hasil rekonsiliasi dari dua metode ini adalah sebesar Rp. 277.760.557.254,-.
Binti dan Hanafi pada tahun 2015 melakukan analisis nilai intrinsik saham PT Matahari Putra Prima terkait dengan rencana investasi Temasek Holding dengan menggunakan metode Discounted Cash Flow pendekatan Free Cash Flow to Firm (DCF-FCFF) dan Relative Valuation. Hasil perhitungan menggunakan metode DCF-FCFF menghasilkan nilai intrinsik Rp. 1.502,- per lembar saham sedangkan perhitungan dengan metode Relative Valuation menghasilkan nilai 2.009 kali per lembar saham.
Sophiana dan Lantara pada tahun 2015 melakukan proyeksi nilai intrinsik saham PT Aneka Tambang Tbk. dalam rangka right issue tahun 2015 dengan metode Relative Valuation dan metode Discounted Cash Flow – Free Cash Flow to Firm model. Hasil rekonsiliasi nilai dari metode tersebut menghasilkan nilai
9
intrinsik PT Aneka Tambang Tbk. dibandingkan dengan harga saham PT Aneka Tambang Tbk. per 31 Desember 2013 saham overvalued.
Pires dan Martins pada tahun 2014 melakukan valuasi nilai saham Unilever N.V yang diperdagangkan secara publik di Amsterdam Exchange Index. Metode yang digunakan adalah Discounted Cash Flow dan Relative Valuation. Dari hasil penelitian dengan menggunakan metode Discounted Cash Flow disarankan para investor membeli saham karena nilai saham dianggap undervalued dan hasil penelitian dengan menggunakan metode Relative Valuation nilai saham Unilever N.V masih dinilai undervalued.
Hutapea, Poernomoputri dan Sihombing pada tahun 2013 melakukan valuasi nilai intrinsik saham PT Adaro Enegy Tbk. dengan menggunakan metode FCFF. Hasil penelitian ini menyimpulkan dapat dikatakan bahwa saham PT Adaro masih undervalued (nilai saham lebih rendah jika dibandingkan dengan nilai intrinsiknya) dibandingkan dengan nilai saham pada tanggal 6 Juli 2012.
Berdasarkan pada fenomena dan penelitian-penelitian mengenai valuasi yang dituliskan sebelumnya, maka latar belakang penelitian ini meliputi:
1. Pertumbuhan industri yang berbasis syariah didukung dengan tren pertumbuhan nilai harga saham Indeks ISSI pada data tahun 2013-2018 dan Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia, saham syariah merupakan alternatif investasi dalam bentuk saham yang terhindar dari faktor riba.
2. Indonesia yang merupakan penghasil kelapa sawit terbesar di dunia akan tetapi pada lima tahun ini harga kelapa sawit mengalami tren penurunan sehingga dapat berimbas terhadap nilai harga saham pada industri agriculture plantation.
3. Adanya instrument return dan risk yang fluktuatif pada investasi saham agriculture plantation.
4. Penelitian-penelitian terdahulu mengenai valuasi perusahaan untuk mendapat nilai intrinsik saham perusahaan apakah nilai harga saham perusahaan undervalued, corectlyvalued atau overvalued.
10
Maka peneliti akan melakukan valuasi pada perusahaan agriculture plantation untuk mendapatkan nilai intrinsik saham perusahaan Astra Agro Lestari Tbk. (AALI), PT. Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP), dan PT. Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) dengan menggunakan Discounted Cash Flow pendekatan Free Cash Flow to Firm dan metode Relatif Valuation pendekatan Price Earning Ratio dan Price Book Value untuk membanding pada industri yang sama.
1.3. Perumusan Masalah
Penelitian ini akan mengkaji lebih dalam mengenai nilai intrinsik saham dari tiga perusahaan yang memiliki market value dan equity terbesar pada industri agriculture plantation yang terdaftar di indeks ISSI yaitu Astra Agro Lestari Tbk.
(AALI), PT. Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP), dan PT. Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) berdasarkan analisis fundamental. Valuasi merupakan suatu proses untuk mendefinisikan, mengkuantifikasi, menjustifikasi variabel-variabel terkait untuk menghitung nilai instrinsik perusahaan yang berfungsi sebagai pertimbangan dalam menentukan keputusan-keputusan investasi dan dividen. Valuasi terhadap perusahaan sedikit banyaknya tergambarkan pada pergerakan harga saham di bursa efek dan kapitalis pasar yang selalu dijadikan rujukan dalam setiap transaksi yang merupakan hasil kali jumlah dengan harga saham di bursa efek.
Damodaran (2006:18) menyatakan bahwa analisis fundamental tepat digunakan untuk penilaian harga saham karena analisis fundamental menghubungkan indikator-indikator terkait karakteristik dan kondisi keuangan perusahaan, baik dari faktor kondisi cash flow, risk profile dan bahkan potensi pertumbuhan, dikarenakan bervariasinya bidang fokus dari investor, di mana ada investor lebih memandang kualitas dari aset, susunan modal dan equity bahkan potensi masa depan dari perusahaan tersebut. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah Discounted Cash Flow pendekatan Free Cash Flow to Firm di mana nilai other income tidak masuk pada perhitungan untuk menghindari overstate dengan menggunakan tiga skenario kondisi yaitu optimis, moderat,
11
pesimis dan membandingkan dengan metode Relatif Valuation dengan pendekatan Price Earning Ratio dan Price Book Value sebagai pembanding pada industri yang sama.
1.4. Pertanyaan Penelitian
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelummya, maka pertanyaan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Berapakah nilai intrinsik harga saham perusahaan Astra Agro Lestari Tbk.
(AALI), PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP), dan PT. Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) dengan menggunakan metode Discounted Cash Flow pendekatan Free Cash Flow to Firm serta membandingkan metode Relative Valuation dengan nilai industri pada skenario pesimis?
b. Berapakah nilai intrinsik harga saham perusahaan Astra Agro Lestari Tbk.
(AALI), PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP), dan PT. Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) dengan menggunakan metode Discounted Cash Flow pendekatan Free Cash Flow to Firm serta membandingkan metode Relative Valuation dengan nilai industri pada skenario moderat?
c. Berapakah nilai intrinsik harga saham perusahaan Astra Agro Lestari Tbk.
(AALI), PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP), dan PT. Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) dengan menggunakan metode Discounted Cash Flow pendekatan Free Cash Flow to Firm serta membandingkan metode Relative Valuation dengan nilai industri pada skenario optimis?
d. Rekomendasi apakah yang diberikan peneliti dari hasil valuasi nilai intrinsik dengan metode Free cash Flow to Firm dan metode Relative Valuation (PER dan PBV) perusahaan Astra Agro Lestari Tbk. (AALI), PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP), dan PT. Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) pada skenario pesimis, moderat, dan optimis bagi investor ?
1.5. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan penelitan yang telah dituliskan sebelumnya adalah sebagai berikut:
12
a. Menganalisis untuk mendapatkan nilai intrinsik harga saham perusahaan Astra Agro Lestari Tbk. (AALI), PP London Sumatra Indonesia Tbk.
(LSIP), dan PT. Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) menggunakan metode Discounted Cash Flow pendekatan Free Cash Flow to Firm (FCFF) serta membandingkan metode Relative Valuation dengan nilai industri pada skenario pesimis.
b. Menganalisis untuk mendapatkan nilai intrinsik harga saham perusahaan Astra Agro Lestari Tbk. (AALI), PP London Sumatra Indonesia Tbk.
(LSIP), dan PT. Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) menggunakan metode Discounted Cash Flow pendekatan Free Cash Flow to Firm (FCFF) serta membandingkan metode Relative Valuation dengan nilai industri pada skenario moderat.
c. Menganalisis untuk mendapatkan nilai intrinsik harga saham perusahaan Astra Agro Lestari Tbk. (AALI), PP London Sumatra Indonesia Tbk.
(LSIP), dan PT. Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) menggunakan metode Discounted Cash Flow pendekatan Free Cash Flow to Firm (FCFF) serta membandingkan metode Relative Valuation dengan nilai industri pada skenario optimis.
e. Memberikan rekomendasi dari hasil valuasi nilai intrinsik dengan metode Free cash Flow to Firm dan metode Relative Valuation (PER dan PBV) perusahaan Astra Agro Lestari Tbk. (AALI), PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP), dan PT. Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) pada skenario pesimis, moderat, dan optimis bagi investor.
1.6. Manfaat Penelitian
Penulisan penelitian ini diharapkan mempunyai manfaat atau kegunaan bagi pihak-pihak yang memerlukan, di antaranya adalah sebagai berikut :
1. Manfaat Secara Teoritis
Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi akademis untuk meningkatkan pemahaman mengenai teori, implementasi dan mengingatkan pentingnya
13
valuasi, khususnya valuasi nilai intrinsik saham dan proyeksi harga saham sebelum melakukan investasi.
2. Secara Praktis a) Investor
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi para investor mengenai nilai intrinsik saham perusahaan Astra Agro Lestari Tbk., PP London Sumatra Indonesia Tbk. dan PT. Salim Ivomas Pratama Tbk sehingga data hasil penelitian dapat digunakan untuk menunjang pengambilan keputusan dalam berinvestasi.
b) Perusahaan
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran nilai wajar pada perusahaan Astra Agro Lestari Tbk., PP London Sumatra Indonesia Tbk. dan PT. Salim Ivomas Pratama Tbk., sehingga diharapkan managemen perusahaan tersebut mampu meningkatkan nilai perusahaan dengan memberikan suatu kebijakan atau inovasi baru sehingga dapat menumbuhkan tingkat kepercayaan investor.
1.7. Sistematika Penulisan
Penyusunan proposal tesis ini menggunakan sistematika yang terbagi dalam uraian tiga bab sebagai berikut :
Bab I Pendahuluan
Bab ini menguraikan tentang gambaran umum objek penelitian yaitu perusahaan yang tergabung dalam index ISSI pada industri agriculture plantation. Pada bab ini juga mencakup latar belakang, perumusan masalah, pertanyaan penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, serta sistematika penulisan.
Bab II Tinjauan Pustaka dan Lingkup Penelitian
Bab ini berisi landasan teori dan penelitian sebelumnya yang relevan dengan permasalahan, penelitian terdahulu dan kerangka pemikiran.
14 Bab III Metode Penelitian
Pada Bab ini berisi Jenis penelitian, operasionalisasi variabel, populasi dan sampel tiga perusahaan Agriculture plantation (Astra Agro Lestari Tbk., PP London Sumatra Indonesia Tbk., PT. Salim Ivomas Pratama Tbk.), sumber data, teknik analisis data dan tahapan penelitian.
Bab IV Tinjauan Hasil Penelitian dan Pembahasan
Pada BAB IV ini menjelaskan hasil analisis data dari penelitian, dan melakukan pembahasan permasalahan yang sudah dirumuskan.
Bab V Kesimpulan dan Saran
Bab ini menjelaskan kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan serta memberikan rekomendasi dan saran untuk dikembangkan pada penelitian selanjutnya.
.