• Tidak ada hasil yang ditemukan

USULAN PERBAIKAN AKTIVITAS INDUSTRI BATIK TULIS BAYAT KLATEN DENGAN PENDEKATAN RANTAI NILAI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "USULAN PERBAIKAN AKTIVITAS INDUSTRI BATIK TULIS BAYAT KLATEN DENGAN PENDEKATAN RANTAI NILAI"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

USULAN PERBAIKAN AKTIVITAS INDUSTRI BATIK TULIS BAYAT KLATEN DENGAN PENDEKATAN RANTAI NILAI

Skripsi

Sebagai Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

RIZKY SARASWATI I 0313087

PROGRAM STUDI SARJANA TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA 2017

(2)
(3)
(4)
(5)

viii Daftar Pustaka: 42 (1981-2017)

ABSTRAK

Rizky Saraswati, NIM: I 0313087. USULAN PERBAIKAN AKTIVITAS INDUSTRI BATIK TULIS BAYAT, KLATEN DENGAN PENDEKATAN RANTAI NILAI Skripsi. Surakarta: Program Studi Sarjana Teknik Industri Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret, Oktober 2017.

Industri batik tulis Bayat memiliki daya saing rendah dibandingkan dengan industri sejenis di pasar nasional. Meskipun batik sebagai salah satu potensi industri kreatif kecamatan Bayat membawa pengaruh signifikan terhadap perekonomian, namun masih dikerjakan secara mandiri dan konvensional, menyebabkan batik Bayat tidak dapat berkembang secara maksimal. Nilai penjualan batik tulis di kabupaten Klaten memiliki kenaikan presentase setiap tahunnya namun dengan nilai yang sangat kecil sehingga masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan industri batik tulis kota Solo. Untuk meningkatkan daya saing industri batik tulis Bayat di pasar nasional dituntut untuk menyusun kembali strategi bisnisnya. Rantai nilai merupakan suatu strategi untuk mencapai keuntungan dengan mengevaluasi dan memanfaatkan setiap aktifitas dalam industri untuk mencapai hasil yang terbaik. Karakteristik industri berbentuk rantai nilai adalah memiliki hubungan jangka panjang dengan pemasok dan pelanggan, dimana masing-masing pelaku memiliki aktifitas dan tanggung jawab yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah mampu mengembangkan model rantai nilai dan menghasilkan mapping pembentukan nilai industri serta menyusun usulan perbaikan aktifitas yang tepat bagi industri batik tulis Bayat dengan pendekatan rantai nilai. Penelitian ini menunjukkan nilai tambah yang dihasilkan sebesar Rp 135.750 ditingkatkan dengan mempertimbangkan aktifitas operasi, outbound logistic, penjualan dan pemasaran, serta inbound logistic, pemetaan pembentukan nilai industri batik tulis Bayat terdiri atas empat tahapan dan didapatkan sebelas usulan perbaikan aktifitas yang difokuskan dengan pendekatan rantai nilai berupa nilai tambah (value added) dan value creation dari perhitungan sebelumnya.

Kata Kunci : Rantai Nilai, Pemetaan,Patok Duga, Batik Tulis ix + 105 halaman; 33 tabel; 19 gambar; 1 lampiran

Daftar pustaka: 42 (1981-2017)

(6)

ix Refference : 42 (1981-2017)

ABSTRACT

Rizky Saraswati, NIM: I 0313037. PROPOSED IMPROVEMENT OF BATIK TULIS INDUSTRY ACTIVITY IN BAYAT, KLATEN WITH A VALUE CHAIN APPROACH. Undergraduate Thesis. Surakarta: Industrial Engineering Departement, Faculty of Engineering, Sebelas Maret University, October 2017.

Bayat batik industry have a low competitiveness compared to similar industries in the national market. Although batik as one of the potential of creative industries Bayat subdistrict bring a significant influence on the economy, but it still worked independently and conventional, causing Bayat batik can not develop maximall. The sales value of batik in Klaten district has a percentage rise each year but with a very small value so it is still far behind when compared to the city of Solo batik industry. To improve the competitiveness of Bayat batik industry in the national market are required to reconstitute its business strategy.

A value chain is a strategy to achieve profitability by evaluating and capitalizing on every activity in the industry to achieve the best results. Characteristics shaped industry value chain is to have long-term relationships with suppliers and customers, where each actor has the activities and responsibilities are different.

The purpose of this study was able to develop a model value chain, generate industry mapping value creation and to develop appropriate proposals for the improvement activities Bayat batik industry with a value chain approach. This study demonstrates the value added generated Rp 135.750 improved by considering operating activities, outbound logistics, sales and marketing, inbound logistics, mapping value creation of batik industry Bayat consists of four stages and earned eleven proposed improvement activities focused on the value chain approach in the form of value added (value added) and the value creation than previous calculations.

Keywords: Value chain, Mapping, Benchmarking,Batik Tulis ix + 105 pages; 33 tables; 19 figures; 1 attachments

Reference: 42 (1981-2017)

(7)

vii

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga dapat menyusun dan menyelesaikan Skripsi dengan judul “Usulan Perbaikan Aktivitas Industri Batik Tulis Bayat Klaten dengan Pendekatan Rantai Nilai” Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah banyak membantu selama pelaksanaan penelitian hingga penyusunan laporan Skripsi ini, yaitu:

1. Allah SWT yang selalu melimpahkan nikmat dan anugerah-Nya, sehingga penulis dapat melaksanakan penelitian dan menyelesaikan laporan Skripsi ini.

2. Kedua orang tua tercinta, dan keluarga yang selalu memberi semangat, doa, dukungan, dan motivasi.

3. Bapak Dr. Wahyudi Sutopo, S.T., M.Si, selaku Kepala Program Studi Sarjana Teknik Industri UNS yang telah memberikan motivasi, semangat dan dukungan.

4. Bapak Dr. Eko Liquiddanu, S.T., M.T., selaku Pembimbing I dan Bapak Fakhrina Fahma, STP., M.T., selaku Pembimbing II yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, bantuan, dan dukungan kepada penulis.

5. Bapak Dr. Muh. Hisjam, S.T.P., M.T., selaku Penguji I Bapak I Wayan Suletra, S.T., M.T., selaku Penguji II Seminar dan Sidang atas masukan dan saran yang diberikan dalam penelitian ini.

6. Bapak Wakhid Ahmad Jauhari, S.T.,M.T., selaku Pembimbing Akademik atas dukungan dan nasihat yang diberikan selama proses perkuliahan.

7. Dosen Laboratorium Perancangan Optimasi dan Sistem Industri antara lain Bapak Yusuf Priyandari, S.T.,M.T ; Bapak Dr. Eko Liquiddanu, S.T., M.T.,; Bapak I Wayan Suletra, S.T., M.T.,; atas dukungan dan bantuan yang telah diberikan kepada penulis.

(8)

viii 8. Seluruh Bapak/ Ibu Dosen Program Studi Sarjana Teknik Industri atas waktu, bimbingan, motivasi, ilmu, dan wawasan yang diberikan selama proses perkuliahan.

9. Bagian Tata Usaha Teknik Industri (TU-TI) antara lain Pak Agus, Mbak Rina, Mbak Yayuk, dan Mbak Tutik atas bantuan dan keramahannya dalam melengkapi berkas-berkas selama proses perkuliahan hingga Skripsi.

10. Teman-teman Teknik Industri UNS angkatan 2013 (ZOMBIE 2013), terima kasih untuk dukungan, semangat, dan bantuan yang diberikan selama ini. Semoga kita semua tetap dapat menjaga hubungan baik sampai kapanpun.

11. Rekan-rekan Asisten Laboratorium Perancangan Optimasi dan Sistem Industri 2013 antara lain Litasari Kusuma Putri, Samudra Dewantara, Hansen Kusuma, Rizky Hanif Fauzi dan Agus Eko atas dukungan dan bantuan yang telah diberikan kepada penulis.

12. Keluarga Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi 2014, 2015, atas waktu, dukungan, dan kehangatan kekeluargaan selama ini.

13. “Enjoy” antara lain Imas, Ria, Magda, Mariana, Nanang, Nurul, Riska, Tini, Shinta, Yunita, Niura, Valen, Rendy, Nanang selaku sahabat penulis yang selalu memahami dan mengerti selama ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Skripsi ini masih terdapat kekurangan. Untuk itu, adanya kritik dan saran yang membangun diperlukan agar Skripsi ini menjadi lebih baik. Semoga Skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak.

Surakarta, 26 Oktober 2017 Penulis

(9)

ii DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

DAFTAR ISI ... ii

DAFTAR TABEL ... v

DAFTAR GAMBAR ... vii

ABSTRAK ... viii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ... I – 1 1.2 Perumusan Masalah ... I – 4 1.3 Tujuan Penelitian ... I – 4 1.4 Manfaat Peneltian ... I – 4 1.5 Batasan Masalah ... I – 5 1.6 Asumsi Penelitian ... I – 5 1.7 Sistematika Penulisan ... I – 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Industri Batik ... II – 1 2.1.1 Bahan Baku Pembuatan Batik ... II – 3 2.1.2 Peralatan Pembuatan Batik ... II – 4 2.1.3 Macam-Macam Teknik Membatik ... II – 5 2.2 Industri Batik Tulis Bayat ... II – 6 2.2.1 Profil Industri Batik Tulis Bayat ... II – 6 2.2.2 Pengusaha Batik Desa Jarum, Bayat ... II – 7 2.2.3 Kondisi Existing Industri Batik Tulis Bayat... II – 8 2.3 Daya Saing ... II – 10

2.3.1 Keunggulan Bersaing ... II – 10 2.3.2 Pengertian Produk ... II – 11 2.3.3 Daya Saing Produk ... II – 12 2.4 Rantai Nilai ... II – 12

2.4.1 Pengertian Rantai Nilai ... II – 12 2.4.2 Konsep Rantai Nilai ... II – 13 2.4.3 Analisis Rantai Nilai ... II – 14 2.4.4 Konsep Nilai Tambah ... II – 15

(10)

iii

2.4.5 Mapping Value Chain ... II – 16 2.5 Benchmarking ... II – 17 2.5.1 Pengertian Benchmarking ... II – 17 2.5.2 Jenis-jenis Benchmarking... II – 17 2.5.3 Tahapan Benchmarking ... II – 18 2.5.4 Kelebihan Benchmarking ... II – 19 2.6 Diagram pohon ... II – 19 2.6.1 Pengertian Diagram Pohon ... II – 19 2.6.2 Langkah-langkah Membuat Diagram Pohon ... II – 20 2.6.3 Manfaat Diagram Pohon ... II – 21 2.7 Profil perusahaan benchmarking ... II – 21 2.7.1 Sejarah Perusahaan... II – 21 2.7.2 Visi dan Misi ... II – 22 2.7.3 Struktur Organisasi ... II – 23 2.7.4 Penggajian Karyawan... II – 27 2.7.5 Kesejahteraan Karyawan ... II – 28 2.7.6 Proses Penetapan Sales Contract ... II – 28 2.8 State of Art ... II – 29 BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Tahap Awal Penelitian... III – 2 3.1.1 Identifikasi Awal ... III – 2 3.1.2 Identifikasi Permasalahan Penelitian ... III– 3 3.1.3 Penentuan Tujuan Penelitian ... III – 3 3.1.4 Penentuan Manfaat Penelitian ... III – 4 3.2 Tahap Persiapan Penelitian ... III – 4 3.2.1 Penentuan Responden Penelitian ... III – 4 3.2.2 Penyusunan Kuesioner ... III – 5 3.3 Tahap Pengumpulan dan Pengolahan Data ... III – 7 3.3.1 Pengumpulan Data ... III – 8 3.3.2 Pengolahan Data... III – 8 3.4 Tahap Akhir Penelitian ... III – 13 BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

(11)

iv

4.1 Identifikasi Pelaku Industri Batik Tulis Bayat ... IV – 1 4.2 Identifikasi Aktivitas Rantai Nilai Batik Tulis Bayat ... IV – 3 4.2.1 Aktivitas Utama Produksi Batik Tulis Bayat ... IV – 3 4.2.2 Aktivitas Pendukung Produksi Batik Tulis Bayat ... IV – 16 4.3 Perhitungan Cost Driver ... IV – 21 4.4 Analisis Rantai Nilai ... IV – 27 4.5 Pemetaan Pembentukan Nilai ... IV – 27 4.6 Benchmarking Antara Industri Batik Tulis Bayat dan PT Danar Hadi

... IV – 28 4.7 Usulan Perbaikan dengan Tree Diagram ... IV – 32 BAB V ANALISIS DAN INTERPRESTASI HASIL

5.1 Analisis Rantai Nilai ... V – 1 5.2 Analisis Distribusi Nilai Tambah Tiap Pelaku ... V – 3 5.3 Analisis Mapping Value Chain ... V – 5 5.4 Analisis Benchmarking ... V – 7 5.5 Analisis Usulan Perbaikan Aktifitas ... V – 9 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan ... VI – 1 6.2 Saran ... VI – 3 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

(12)

v

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Bahan Baku Pembuatan Batik ... II – 3 Tabel 2.2 Peralatan Pembuatan Batik ... II – 4 Tabel 2.3 Perbedaan Batik Tulis dan Cap ... II – 6 Tabel 2.4 Karakteristik Pengusaha Batik Tulis di Desa Jarum, Bayat ... II – 8 Tabel 2.5 State of Art ... II – 29 Tabel 3.1 Data Pengusaha Kain Batik Tulis Bayat ... III – 5 Tabel 3.2 Variabel Penelitian Rantai Nilai Industri Batik ... III – 6 Tabel 3.3 Item Pertanyaan Kuesioner Terhadap Indikator Variabel Penelitian

... III – 7 Tabel 3.4 Nilai Penjualan dan Produktivitas Industri Batik Tulis Bayat III – 11 Tabel 3.5 Uji Reliabilitas Industri Batik Tulis Bayat ... III – 12 Tabel 4.1 Pemasok Bahan Baku dan Peralatan Batik Tulis Pengusaha Bayat

... IV – 4 Tabel 4.2 Kebutuhan Bahan Baku Batik Tulis Pengusaha Bayat ... IV – 4 Tabel 4.3 Durasi Proses Produksi dan Jumlah Tenaga Kerja Pengusaha Bayat

... IV – 9 Tabel 4.4 Pengujian Kualitas dan Jumlah Produksi Pengusaha Bayat .. IV – 10 Tabel 4.5 Pemasaran dan Penjualan Pengusaha Bayat ... IV – 11 Tabel 4.6 Wilayah Pemasaran Batik Bayat ... IV – 12 Tabel 4.7 Konsumen Batik Tulis Pengusaha Bayat ... IV – 13 Tabel 4.8 Nilai Penjualan Batik Tulis Pengusaha Bayat ... IV – 13 Tabel 4.9 Pemeliharaan Peralatan Pengusaha Bayat ... IV – 15 Tabel 4.10 Jenis Pelayanan Purna Jual Pengusaha Bayat ... IV – 15 Tabel 4.11 Inovasi Pengembangan Motif Para Pengusaha Bayat ... IV – 16 Tabel 4.12 Klasifikasi Skala Usaha Pengusaha Bayat Berdasarkan BPS IV – 17 Tabel 4.13 Proses Perekrutan dan Pembagian Tenaga Kerja Pembatik Bayat

... IV – 18 Tabel 4.14 Tipe dan Asal Tenaga Kerja Pengusaha Bayat ... IV – 19 Tabel 4.15 Jadwal Kerja dan Cara Penggajian Tenaga Kerja Pengusaha Bayat

... IV – 19 Tabel 4.16 Tingkat Kemampuan dan Pengalaman Tenaga Kerja Pengusaha Bayat

... IV – 20 Tabel 4.17 Peralatan Produksi Batik Tulis Pengusaha Bayat ... IV – 20 Tabel 4.18 Perhitungan Cost Driver Produksi Kain Batik Tulis di Desa Jarum,

Bayat ... IV – 24 Tabel 4.19 Perhitungan Cost Driver Produksi TPT (Tekstil dan Produk Tekstil)

di Desa Jarum, Bayat ... IV – 25 Tabel 4.20 Distribusi Nilai Tambah Industri Batik Tulis Bayat Produk Kain Batik

... IV – 26

(13)

vi

Tabel 4.21 Distribusi Nilai Tambah Industri Batik Tulis Bayat Produk TPT (Tekstil dan Produk Tekstil) ... IV – 26 Tabel 4.22 Benchmarking aktivitas primer rantai nilai ... IV – 30 Tabel 4.23 Matriks Usulan Perbaikan Aktifitas Industri Batik Tulis Bayat

... IV – 36

(14)

vii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Peta Zonasi Kawasan Desa Wisata Batik Jarum ... II – 7 Gambar 2.2 Model Rantai Nilai ... II – 14 Gambar 2.3 Rantai Nilai Generik Industri Kreatif ... II – 16 Gambar 2.4 Kurva Pembentukan Nilai ... II – 17 Gambar 2.5 Diagram Pohon Model Pertama ... II – 20 Gambar 2.6 Diagram Pohon Model Kedua ... II – 20 Gambar 2.7 Struktur Organisasi PT Danar Hadi ... II – 23 Gambar 2.8 Proses Penetapan Sales Contract di PT Danar Hadi ... II – 28 Gambar 3.1 Flowchart Penelitian... III – 2 Gambar 3.2 Kerangka Pengolahan Data Penelitian ... III – 9 Gambar 4.1 Aliran Informasi dan Pemesanan Industri Batik Bayat .... IV – 3 Gambar 4.2 Alur Produksi Kain Batik Tulis Pengrajin Bayat ... IV – 6 Gambar 4.3 Alur Produksi Kemeja Batik Tulis Pengrajin Bayat ... IV – 7 Gambar 4.4 Analisis Rantai Nilai Batik Tulis Pengrajin Bayat ... IV – 27 Gambar 4.5 Pemetaan Pembentukan Nilai Industri Batik Bayat ... IV – 28 Gambar 4.6 Usulan Perbaikan Aktivitas Penjualan dan Pemasaran dengan

Tree Diagram ... IV – 34 Gambar 4.7 Usulan Perbaikan Aktivitas Operasi dengan Tree Diagram

... IV – 35 Gambar 4.8 Usulan Perbaikan Aktivitas Outbound Logistik dengan Tree

Diagram ... IV – 36 Gambar 4.9 Dampak Usulan Perbaikan Aktivitas ... IV – 40

Gambar

Tabel 2.1  Bahan Baku Pembuatan Batik ...............................................
Tabel 4.21  Distribusi  Nilai  Tambah  Industri  Batik  Tulis  Bayat  Produk  TPT  (Tekstil dan Produk Tekstil) ..................................................
Gambar 2.1  Peta Zonasi Kawasan Desa Wisata Batik Jarum .............. II – 7  Gambar 2.2  Model Rantai Nilai ..........................................................

Referensi

Dokumen terkait

Rancang Bangun Sistem Pengendalian Temperatur Steam Output Boiler Berbahan Bakar Gas Lpg Pada Power Plant Di Laboratorium Workshop Instrumentasi, adalah sebuah

Pada siklus II semua aspek kegiatan guru dan aktivitas siswa dinilai baik bahkan ada yang dinilai sangat baik dengan perolehan persentase nilai rata-rata

[r]

Kelelahan mata yang dirasakan oleh cukup banyak pengrajin ini selain disebabkan oleh cahaya yang tidak memenuhi standar juga disebabkan oleh waktu kerja, mengingat

Disamping beberapa faktor yang telah disebutkan diatas, adanya tren peningkatan kebutuhan dunia terhadap nikel sebagai akibat dan semakin pesatnya

Sesuai dengan arahan pada PP Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, Pusat Kegiatan Nasional atau PKN adalah kawasan perkotaan yang

Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju ) musim dingin , yang berfungsi sebagai reservoir

Penelitian ini dilakukan untuk menguji adanya reaksi pasar terhadap pengumuman kebijakan stock split pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)