TUGAS AKHIR
ANALISIS RASIO KEUANGAN PADA PT. LANGGAM INTI HIBRINDO PERIODE 2016-2018
OLEH :
INDANI RIZA PUTRI 162101008
Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan pada Program Diploma III
PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEUANGAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2019
Universitas Sumatera Utara
i
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji dan syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, ridho, dan karunia-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan penenelitian tugas akhir ini yang berjudul ‘’Analisis Rasio Keuangan pada PT. Langgam Inti Hibrindo Periode 2016-2018’’. Tugas akhir ini merupakan syarat wajib agar dapat menyelesaikan Program Studi Diploma III Keuangan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
Tugas akhir ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan serta dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini peneliti ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof.Dr. Ramli, SE.MS, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Raja Bongsu Hutagalung, M.Si, selaku Ketua Program Studi Diploma III Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
3. Ibu Yasmin Chairunisa Muchtar. SP., MBA. selaku Sekretaris Program Studi Diploma III Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Sumatera Utara dan juga selaku dosen penguji.
4. Bapak Dr. Syafrizal Helmi Situmorang, SE., M.Si selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu dan fikirannya dalam membimbing saya.
5. Kedua orang tua saya, yaitu papa dan mama atas doa, kasih sayang, dukungan, semangat dan bantuan moril maupun materil.
Universitas Sumatera Utara
6. Kakak dan adik-adik peneliti yang telah memberikan dukungan, semangat, dan menghibur peneliti disaat sulit.
6. Sahabat-sahabat tersayang saya yang ada di Pekanbaru yaitu Annisa, Yudi dan Nando yang selalu memberikan dukungan dan semangatnya walaupun berada di kota yang berbeda.
7. Sahabat-sahabat saya dikampus yang selalu memberikan semangat, saling mengingatkan dan juga membantu di bidang akademik maupun non akademik selama dikampus.
Peneliti berharap penelitian ini dapat berguna bagi pembacanya dan juga untuk menambah ilmu pengetahuan. Peneliti menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalam penelitian ini. Oleh sebab itu, peneliti berharap adanya kritikan dan juga saran agar penelitian ini menjadi lebih baik lagi
Medan, 2019 Peneliti,
Indani Riza Putri
NIM. 162101008
iii
DAFTAR ISI ... iii
DAFTAR TABEL... iv
DAFTAR GAMBAR ... v
DAFTAR LAMPIRAN ... vi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Rumusan Masalah... 3
1.3. Tujuan Penelitian ... 3
1.4. Manfaat Penelitian ... 3
1.4. Rencana Penelitian ... 4
1.4. Sistematika Penulisan ... 5
BAB II PT. LANGGAM INTI HIBRINDO 2.1. Sejarah Singkat ... 6
2.2. Visi dan Misi ... 7
2.3. Logo dan Makna ... 8
2.4. Statement Budaya ... 8
2.5. Struktur Organisasi ... 10
2.6. Job Description... 10
2.7. Kegiatan Perusahaan... 15
2.8. Kinerja Usaha Terkini ... 16
2.9. Rencana Kegiatan ... 16
BAB III PEMBAHASAN 3.1. Laporan Keuangan ... 19
3.1.1. Pengertian Laporan Keuangan ... 19
3.1.2. Tujuan Laporan Keuangan ... 20
3.1.3. Jenis-Jenis Laporan Keuangan ... 20
3.2. Penyajian Laporan Keuangan ... 21
3.3. Rasio Keuangan ... 26
3.3.1. Pengertian Rasio Keuangan ... 26
3.3.2. Jenis-Jenis Rasio Keuangan ... 27
3.4. Rasio Keuangan PT. Langgam Inti Hibrindo ... 42
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.1. Kesimpulan ... 43
4.2. Saran ... 44
DAFTAR PUSTAKA ... 45
lAMPIRAN ... 46
Universitas Sumatera Utara
DAFTAR TABEL
No. Judul Halaman Tabel 1.1 Jadwal Kegiatan ... 4 Tabel 3.1 Laporan Keuangan (Neraca) PT. Langgam Inti Hibrindo Tahun
2016-2018... 21 Tabel 3.2 Laporan Keuangan (Laba Rugi) PT. Langgam Inti Hibrindo Tahun
2016-2018... 24
Tabel 3.3 Rasio Keuangan PT. Langgam Inti Hibrindo Tahun 2016-2018 41
v
Gambar 2.1 Logo PT. Langgam Inti Hibrindo ... 8 Gambar 2.2 Struktur Organisasi PT. Langgam Inti Hibrindo ... 10
Universitas Sumatera Utara
DAFTAR LAMPIRAN
No. Judul Halaman Lampiran 1. Laporan Keuangan PT. Langgam Inti Hibrindo Periode
2016-2018 ...
Lampiran 2. Surat Balasan PT. Langgam Inti Hibrindo ...
1
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
Perkembangan dunia bisnis sekarang yang semakin pesat dan ketatnya persaingan antar perusahaan membuat suatu perusahaan harus terus meningkatkan kemampuan usahanya. Perusahaan-perusahaan satu sama lain saling bersaing memperoleh pangsa pasar yang besar untuk memajukan dan mengembangkan perusahaannya. Dan untuk mewujudkan itu semua perusahaan harus memiliki manajemen perusahaan yang baik. Untuk mendukung perkembangannya suatu perusahaan harus memiliki sumber daya yang bagus untuk menghasilkan produk atau jasa yang berkualitas, tenaga kerja yang memiliki skill dan berkompeten dibidangnya, dan yang paling penting bagaimana kinerja keuangan suatu perusahaan tersebut.
Di Indonesia sendiri sudah banyak perusahaan yang bermunculan baik itu perusahaan negara ataupun perusahaan swasta. Perusahaan merupakan suatu unit kegiatan yang dilakukan oleh seseorang ataupun sekelompok orang dimana mereka mengolah sumber daya ekonomi yang ada menjadi produk dan jasa yang dapat menghasilkan keuntungan. Dan untuk bertahan di tengah kerasnya persaingan bisnis yang ketat, perusahaan haruslah memililiki strategi yang tepat sesuai dengan karakter perusahaan. Jika perusahaan sudah memiliki strategi yang tepat maka perusahaan dapat mewujudkan tujuannya dan memperoleh keuntungan.
Untuk memperoleh keuntungan secara optimal suatu perusahaan harus
Universitas Sumatera Utara
2
mengetahui kinerja perusahaannya dari waktu ke waktu agar dapat menilai apakah perusahaaan mengalami kemajuan atau kemunduran. Jika perusahaan mengalami kemunduran maka perusahaan harus segera mencari solusi dan strategi baru untuk meningkatkan kembali kinerja perusahaan. Salah satu cara untuk menilai kinerja perusahaan adalah dengan melihat dari laporan keuangan yang telah dibuat oleh perusahaan tersebut.
Menurut Drake dan Fabozzi (2010) laporan keuangan adalah ringkasan kegiatan operasi, keuangan, dan investasi bisnis. Laporan keuangan harus memberikan informasi yang berguna bagi investor dan kreditor dalam membuat keputusan kredit, investasi, dan keputusan bisnis lainnya. Laporan keuangan dibuat oleh manajemen perusahaan untuk mempertanggungjawabkan hasil dari kegiatan perusahaan selama periode tertentu dan juga untuk memberikan informasi kondisi keuangan perusahaan. Jika ingin mendapatkan informasi yang lebih luas dan lebih spesifik dalam menjelaskan posisi dan kondisi laporan keuangan maka laporan keuangan perusahaan tersebut perlu di analisis. Salah satu analisis yang sering digunakan untuk menilai kinerja keuangan adalah Analisis Rasio Keuangan.
Analisis rasio keuangan adalah membandingkan dan menyelidiki
hubungan antara berbagai informasi keuangan (Ross, Westerfield & Jordan,
2015). Dengan membandingkan rasio keuangan perusahaan dapat menentukan
kenaikan atau penurunan kondisi dan kinerja perusahaan dari suatu periode ke
periode berikutnya serta memberikan gambaran tentang keadaan perusahaan dan
dapat dijadikan sebagai alat prediksi bagi perusahaan tersebut di masa yang akan
datang. Rasio keuangan terdiri dari: Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, Rasio Profitabilitas, dan Rasio Aktivitas.
PT. Langgam Inti Hibrindo didirikan pada tanggal 5 Oktober 1988 dan berkedudukan di Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan. PT.
Langgam Inti Hibrindo merupakan perusahaan swasta dibidang perkebunan yang aktivitasnya adalah mengolah Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit menjadi Crude Palm Oil (CPO). Perusahaan ini mendapatkan tandan buah segar tersebut
dari hasil perkebunan sendiri dan juga dari pemasok disekitar perkebunan.
Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: ‘’Analisis Rasio Keuangan Pada PT. Langgam Inti Hibrindo Periode 2016-2018’’
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan dari uraian latar belakang masalah yang telah peneliti kemukakan diatas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah „‟Bagaimana kondisi keuangan PT. Langgam Inti Hibrindo diukur berdasarkan analisis rasio keuangan ?‟‟
1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi keuangan PT. Langgam Inti Hibrindo diukur berdasarkan analisis rasio keuangan.
1.4. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat sebagai berikut : a. Bagi PT. Langgam Inti Hibrindo
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan untuk
Universitas Sumatera Utara
4
memberikan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan dan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan saat pengambilan keputusan di masa mendatang.
b. Bagi Universitas
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Universitas Sumatera Utara sebagai tambahan koleksi bacaan dan sebagai bahan acuan peneliti yang lain.
c. Bagi Peneliti
Peneliti berharap penelitian ini bermanfaat bagi peneliti untuk menambah wawasan dan menambah pengetahuan teoritis karna dapat secara langsung menganalisa rasio keuangan pada PT. Langgam Inti Hibrindo.
d. Bagi Peneliti Selanjutnya
Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan referensi untuk penelitian sejenis.
1.5. Rencana Penulisan
Tabel 1.1 Jadwal Kegiatan No KEGIATAN
Maret Mei Juni
Minggu Ke Minggu Ke Minggu Ke III I II III IV I II III IV
1 Persiapan
2 Pengumpulan Data
3 Penulisan
1.6. Sistematika Penulisan
Adapun sistematika penulisan dari Tugas Akhir ini adalah:
BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini membahas latar belakang, perumusan masalah, tujuan dan dan manfaat penelitian, jadwal kegiatan dan sistematika penulisan.
BAB II : PROFIL PERUSAHAAN
Bab ini membahas sejarah ringkas, visi dan misi perusahaan, logo dan maknanya, struktur organisasi, job description, kinerja usaha
terkini, rencana kegiatan.
BAB III : PEMBAHASAN
Dalam bab ini peneliti membahas pokok persoalan terkait dengan judul Tugas Akhir dan menganalisa data-data yang didapatkan dari hasil pengujian.
BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini menguraikan kesimpulan dan saran mengenai penelitian yang telah dilakukan yang sekiranya dapat bermanfaat bagi perusahaan dimasa yang akan datang.
Universitas Sumatera Utara
BAB II
PROFIL PT. LANGGAM INTI HIBRINDO
2.1. Sejarah Singkat PT. Langgam Inti Hibrindo
PT Langgam Inti Hibrindo (“Perusahaan”) merupakan perusahaan swasta dari anak usaha PT Intinusa Sejahtera yang bergerak di bidang perkebunan. PT.
Langgam Inti Hibrindo sendiri berkedudukan di Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 23 tanggal 5 Oktober 1988 yang dibuat di hadapan Adlan Yulizar, S.H., Notaris di Jakarta, yang diubah dengan Akta Perubahan No. 51 tanggal 9 November 1995 dan No. 17 tanggal 5 Januari 1996, keduanya dibuat di hadapan Soekaimi, S.H., Notaris di Jakarta Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia sebagaimana ternyata dari Surat Keputusannya No. C2-500.ht.01.01.
TH.96 tanggal 11 Januari 1996. Saat ini PT. Langgan Inti Hibrindo memiliki luas total hak guna bangunan seluas 8.716 ha dan luas tertanam 7.155 ha.
Berdasarkan Akta No. 44 tertanggal 22 Mei 2009 yang dibuat di hadapan
Siti Rayhana, S.H., C.N., pengganti dari B.R.Ay. Mahyastoeti Notonagoro, S.H.,
Notaris di Jakarta, Perusahaan melakukan merger dengan PT Nilo Sawit Mandiri,
dimana Perusahaan sebagai Perusahaan yang bertahan (surviving company),
efektif tanggal 1 Januari 2009. Akta perubahan ini telah mendapatkan Surat
Penerimaan dan Pemberitahuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia No. AHUAH.01.1010477 tertanggal 16 Juli 2009. Merger ini
juga telah memperoleh persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal
berdasarkan Surat Keputusan No. 1/1/IU/IV/PMDN/PERTANIAN/
PERDAGANGAN/2010 tertanggal 30 April 2010.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami perubahan beberapa kali, yang terakhir dengan Akta No. 52 tanggal 14 Agustus 2017, dibuat di hadapan Darmawan Tjoa, S.H., S.E., Notaris di Jakarta, mengenai perubahan susunan direksi Perusahaan. Akta ini telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana ternyata dari Surat Laporan Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.03- 0162431 tanggal 15 Agustus 2017.
2.2. Visi dan Misi PT. Langgam Inti Hibrindo 1. Visi
Industri agrobisnis terpadu, berwawasan lingkungan yang memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan.
2. Misi
1. Melakukan pembangunan perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan sesuai dengan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).
2. Memberdayakan masyarakat sekitar perusahaan dengan membina petani plasma, membangun fasilitas pendidikan dan rumah ibadah serta kegiatan lainnya yang terpadu dengan program CSR (Corporate Social Responsibility).
3. Menjadi perusahaan yang dapat meningkatkan nilai tambah dengan mengolah bahan baku lokal menjadi produk akhir yang diminati dan dibutuhkan oleh pasar dunia.
Universitas Sumatera Utara
8
2.3. Logo dan Makna PT. Langgam Inti Hibrindo 1. Logo
Sumber: PT. Langgam Inti Hibrindo,2019
Gambar 2.1
Logo PT. Langgam Inti Hibrindo 2. Makna
1. Warna
Warna biru memiliki arti bahwa PT. Langgam inti Hibrindo merupakan perusahaan perkebunan yang sangat professional, berkualitas, dan dapat dipercaya
2. Bentuk
Bentuknya dibuat berbentuk segitiga karna sesuai dengan tujuannya yaitu dapat sampai ke puncak keberhasilan dan mencapai tujuan yang diharapkan Dan juga mencerminkan perusahaan itu sendiri yaitu kokoh, terarah dan sukses
3. Simbol
Simbol dari logo merupakan singkatan dari PT. Langgam Inti Hibrindo atau LIH.
2.4. Statement Budaya PT. Langgam Inti Hibrindo 1. Teamwork
Aktif, bersinergi untuk sukses bersama.
2.
IntegrityJujur, taat, amanah dan bertanggung jawab 3. Profesional
Memiliki kompetensi, berkualitas, dan antusias untuk memberikan nilai tambah bagi perusahaan.
4. Priority
a. Menempatkan kepentingan perusahaan sebagai pertimbangan utama bagi setiap keputusan yang diambil oleh setiap jajaran perusahaan.
b. Menempatkan peningkatan kesejahteraan karyawan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pencapaian sasaran perusahaan.
5. Disiplin
Komit dan menghargai waktu melalui keteladanan, keterbukaan, kepercayaan, kejujuran, keselarasan dalam meningkatkan produktivitas dan etos kerja. dalam setiap gerak langkah senantiasa mengedepankan konsultansi, komunikasi, dan koordinasi.
Universitas Sumatera Utara
10
2.5. Struktur PT. Langgam Inti Hibrindo
Sumber: PT. Langgam Inti Hibrindo,2019
Gambar 2.2
Struktur Organisasi PT. Langgam Inti Hibrindo 2.6.
Job Description1.
Chief Executive Officer (CEO)Tugas dan wewenang:
a) Mewakili Perseroan di dalam dan di luar pengadilan.
b) Mempertanggung jawabkan tugasnya kepada Dewan Komisaris dan Rapat Umum Pemegang Saham.
c) Mengkoordinir anggota Direksi lainnya untuk mencapai tujuan perusahaan seperti yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan
Engineering Director
CEO
Acct & Tax Direction
Plantation Director
Finance &
Com. Director
HR & GA Director Internal Audit
Acct.
Manager
KTU GM Operation
Estate Manager
HR Manager
Legal & GA Manager Inv & Tax
Manager Mill Opr
IT Manager
Finance Manager Commercia
l Manager
Belanja Perusahaan yang telah disahkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham.
2.
Internal AuditTugas dan wewenang:
a) Menyusun rencana kerja dan langkah-langkah pemeriksaan yang akan menjadi pedoman bagi para audit.
b) Menyusun pembagian tugas para auditor dalam melaksanaan tugas- tugas pemeriksaan.
c) Memonitor penyimpangan-penyimpangan yang terjadi terhadap anggaran.
d) Mengevaluasi usulan tentang penyempurnaan sistem prosedur yang ada.
3.
Accounting dan Tax DirectorTugas dan wewenang:
a) Memutuskan kebijaksanaan bidang keuangan dan Akuntansi sesuai dengan Rencana Kerja dan arahan dari atasan.
b) Memberikan otorisasi biaya sesuai dengan ketentuan (batas wewenang) yang telah ditetapkan oleh CEO/Managing Director.
c) Menanda tangani Cek/Bilyet Giro sesuai batas wewenangnya.
d) Menanda tangani surat-surat/dokumen/perjanjian kerja sesuai tugas dan tanggung jawabnya.
e) Memberikan usul atau saran perbaikan atas sistem yang ada dalam rangka efektivitas dan efisiensi.
f) Mengusulkan kepada atasan agar diadakan rapat koordinasi, dalam
Universitas Sumatera Utara
12
rangka mengatasi masalah yang dinilai mendesak dan penting.
g) Menilai Prestasi dan Potensi bawahan langsung dan atau Merevisi hasil penilaian prestasi dan potensi yang dilaksanakan oleh bawahannya.
h) Mengusulkan pengangkatan, mutasi/promosi bagi karyawan bawahannya yang memenuhi persyaratan penilaian prestasi dan potensi yang ditetapkan, memberikan peringatan dan mengusulkan skorsing ataupun tindakan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap karyawan bawahannya yang telah melanggar ketentuan/peraturan perusahaan.
i) Mengusulkan penetapan kebijakan perusahaan guna peningkatan kesejahteraan, penggajian dan pengembangan karir bagi bawahannya.
j) Mengusulkan penyelenggaraan pendidikan dan latihan bagi bawahannya sesuai kebutuhan.
k) Secara sendiri-sendiri, ataupun bersama-sama dengan Direktur lainnya maupun dengan CEO/Managing Director, mengurus masalah eksternal untuk tingkat Kabupaten sampai Provinsi.
4.
Engineering DirectorTugas dan wewenang:
a) Memastikan PKS beroperasi pada kapasitas optimal, rendemen maksimal dan losses yang minimal.
b) Melakukan perencanaan dalam proses pengolahan untuk untuk memperoleh kinerja kapasitas optimal, rendemen maksimal dan losses yang minimal.
c) Melakukan sortasi buah kebun sendiri maupun pihak ketiga sesuai
dengan standar mutu buah yang telah ditentukan.
d) Menjaga kebersihan lingkungan pabrik sesuai dengan persyaratan lingkungan yang telah ditetapkan.
e) Melakukan pengolahan limbah sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan BLH, sehingga dipastikan tidak mencemari lingkungan.
f) Melakukan pemeliharaan dan perawatan mesin pabrik dan bangunan pabrik agar pabrik dapat beroperasi secara efektif dan efisien.
5.
Plantation DirectorTugas dan wewenang:
a) Memutuskan kebijakan operasional kebun dan pabrik dalam rangka melaksanakan rencana kerja yang telah disahkan oleh management.
b) Memutuskan kebijakan operasional kebun dan pabrik dalam rangka melaksanakan rencana kerja yang telah disahkan oleh management.
c) Memutuskan kebijakan operasional kebun dan pabrik dalam rangka melaksanakan rencana kerja yang telah disahkan oleh management.
d) Menandatangani surat/dokumen/perjanjian kerja, sesuai tugas dan tanggung jawabnya.
e) Menyelasaikan permasalahan yang terjadi di kebun serta permasalahan yang timbul dari masyarakat / lingkungan sekitar.
f) Mengusulkan besarnya biaya bantuan ke aparat desa, masyarakat dan pemerintah setempat.
g) Menyetujui hasil pekerjaan SPKL untuk dibayarkan oleh kantor direksi.
h) Membatalkan pembayaran setiap hasil pekerjaan yang dikontrakkan/
Universitas Sumatera Utara
14
diborongkan jika tidak sesuai dengan bestek.
i) Melakukan penilaian prestasi dan potensi bawahan dan merevisi hasil penilaian prestasi dan potensi yang dilaksanakan oleh bawahannya.
j) Mengusulkan pengangkatan, mutasi/promosi bagi karyawan bawahannya
k) Memberikan sanksi berupa surat peringatan, skorsing ataupun tindakan PHK kepada karyawan yang telah melanggar peraturan perusahaan.
l) Mengusulkan kepada managemen dalam rangka peningkatan kesejahteraan, penggajian dan pengembangan karir bawahannya.
3. Finance Director Tugas dan wewenang:
a) Mengusulkan kebijakan bidang keuangan.
b) Memberikan otorisasi biaya sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Perusahaan.
c) Menanda tangani surat-surat /dokumen kerja sesuai tugas dan tanggung jawabnya.
d) Memberikan usul/saran perbaikan atas sistem yang ada dalam rangka efektivitas dan efisiensi.
e) Mengusulkan kepada atasan agar diadakan rapat koordinasi, dalam rangka mengatasi masalah yang dinilai mendesak dan penting.
f) Menegur bawahan yang tidak disiplin.
g) Menilai prestasi dan potensi bawahan langsung dan atau merevisi hasil
penilaian prestasi dan potensi yang dilaksanakan oleh bawahannya.
h) Mengusulkan pengangkatan, mutasi/promosi bagi karyawan bawahannya yang memenuhi persyaratan penilaian prestasi dan potensi yang ditetapkan, memberikan peringatan, mengusulkan skorsing ataupun tindakan PHK terhadap karyawan bawahannya yang telah melanggar ketentuan / peraturan perusahaan.
i) Mengusulkan penetapan kebijaksanaan operasional perusahaan peningkatan kesejahteraan, penggajian dan pengembangan karir bagi bawahannya.
j) Mengusulkan bawahan untuk diikut sertakan dalam program pendidikan dan pelatihan.
2.7. Kegiatan Usaha PT. Langgam Inti Hibrindo
PT. Langgam Inti Hibrindo merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan. Komoditas andalan yang diusahakan perusahaan adalah kelapa sawit. PT. Langgam Inti Hibrindo memiliki pabrik pengolahan kelapa sawit yang berfungsi untuk mengolah Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit menjadi Crude Palm Oil (CPO) dan Inti Kelapa Sawit (IKS) yang menjadi produk inti dari kelapa sawit.
Selain mengolah hasil dari perkebunannya sendiri PT. Langgam Inti Hibrindo juga mengolah Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit didapat dari pemasok disekitar kebun. Setelah TBS diperoleh lalu diolah menjadi CPO dan yang selanjutnya dijual kepada pihak ketiga.
Universitas Sumatera Utara
16
2.8. Kinerja Usaha Terkini PT. Langgam Inti Hibrindo Kinerja usaha terkini PT. Langgam Inti Hibrindo adalah :
1. Non Keuangan
a. Perusahaan masih dalam tahap perbaikan management dan efisiensi dalam operasi.
b. Produksi tandan buah segar (TBS) kelapa swit tahun 2018 adalah 84.326 ton turun dibandingkn tahun 2017 sejumlah 84.868 ton.
c. Produksi barang jadi Crude Palm Oil (CPO) meningkat menjadi 25.587 ton tahun 2018 dibandingkan 2017 sejumlah 25.423 ton.
Peningkatan ini merupakan hasil dari efisiensi dan perawatan pabrik berkelanjutan.
2. Keuangan
a. Nilai penjualan perusahaan turun disebabkan turunnya kuantitas penjualan dari 25.569 ton di 2017 menjadi 25.427 di tahun 2018 Serta harga per kg CPO juga turun dari tara-rata Rp. 7.723/kg di 2017 menjadi rata-rata Rp. 7.332 di tahun 2018.
b. Pada tahun 2018 perusahaan mendapatkan pinjaman bank sekitar Rp 740 M untuk refinancing dan modal kerja.
2.8. Rencana Kegiatan PT. Langgam Inti Hibrindo 1. Rencana jangka pendek :
a. Efisiensi biaya disetiap lini operasi dengan tetap memperhatikan standar kultur teknis tanaman.
b. Optimalisasi kapasitas pabrik kelapa sawit dengan meningkatkan
produksi kebun inti dan Menjaga kondisi pabrik agar tetap optimal c. Melakukan penanaman kelapa sawit pada areal yang belum tertanam.
d. Mewujudkan produksi CPO minimal 2.500 ton per bulan di tahun 2019.
e. Melakukan renovasi dan menambah sarana perumahan untuk karyawan.
f. Peningkatan kualitas jalan kebun untuk memudahkan angkutan panen dan pemeliharaan.
g. Melanjutkan proses tahapan dalam rangka mendapatkan sertifikasi ISPO/RSPO.
2. Rencana Jangka panjang:
a. Tetap menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar kebun dan tidak adanya masalah sosial yang timbul antara lain dengan program CSR (Corporate Social Responsibility).
b. Menjaga kebun terhindar dari bahaya kebakaran dan issue lingkungan hidup lainnya.
c. Mendapatkan sertifikasi ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil) atau RSPO (Rountable Sustainable Palm Oil).
ISPO merupakan standar nasional terkait minyak sawit yang dibentuk oleh pemerintah Indonesia untuk meningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia, dan sifatnya wajib.
RSPO merupakan standar terkait minyak sawit yang dibentuk oleh asosiasi nirlaba pemangku kepentingan terkait kelapa sawit atas
Universitas Sumatera Utara
18
desakan konsumen Uni Eropa, dan sifatnya sukarela.
d. Memasuki Pasar Modal baik secara mandiri ataupun melalui induk
Perusahaan.
19
BAB III PEMBAHASAN 3.1. Laporan Keuangan
3.1.1. Pengertian Laporan Keuangan
Menurut Brealey et al (2017) laporan keuangan adalah laporan untuk memberikan informasi yang diperlukan pemangku kepentingan, seperti pemegang saham, pemegang obligasi, bankir, pemasok, karyawan, dan manajemen. Semua pemangku kepentingan ini perlu memantau perusahaan dan memastikan bahwa kepentingan mereka dilayani. Dalam hal ini sudah merupakan kewajiban setiap perusahaan untuk membuat dan melaporkan keuangan perusahaannya pada suatu periode tertentu.
Kemudian laporan keuangan juga akan menentukan langkah apa yang sebaiknya dilakukan sekarang dan untuk masa depan perusahaan.
Laporan keuangan dapat dipahami sebagai bentuk pencatatan keuangan secara sistemstis tentang posisi keuangan maupun hasil operasi keuangan pada suatu periode tertentu. Laporan keuangan harus disajikan secara wajar, transparan, mudah dipahami dan dapat diperbandingkan dengan tahun sebelumnya ataupun dengan perusahaan sejenis.
Keuntungan dengan membaca laporan keuangan ini adalah pihak manajemen dapat memperbaiki kelemahan yang ada serta mempertahankan kekuatan yang dimilikinya. Laporan keuangan dapat menggambarkan posisi keuangan perusahaan, hasil usaha perusahaan dalam suatu periode, dan arus kas perusahaan dalam periode tertentu.
Universitas Sumatera Utara
20
3.1.2. Tujuan Laporan Keuangan
Tujuan laporan keuangan menurut pernyataan Standar Akuntansi Keuangan PSAK No.1 adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi.
3.1.3. Jenis-jenis Laporan Keuangan
Menurut Weygandt et al (2015) jenis laporan keuangan yaitu : a. Neraca
Neraca merupakan laporan yang melaporkan asset, kewajiban, dan ekuitas pemilik pada tanggal tertentu.
b. Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi merupakan laporan yang menyajikan pendapatan, pengeluaran dan juga menghasilkan laba bersih atau rugi bersih untuk periode waktu tertentu.
c. Laporan Arus Kas
Laporan arus kas merupakan laporan yang merangkum informasi tentang arus kas masuk (penerimaan) dan arus kas keluar (pengeluaran) untuk periode tertentu.
d. Laporan Perubahan Modal
Laporan perubahan modal merupakan laporan yang merangkum
perubahan dalam ekuitas pemilik untuk periode tertentu
3.2 Penyajian Laporan Keuangan
Berikut ini penulis lampirkan laporan Neraca dan Laba Rugi PT. Langgam Inti Hibrindo pada tahun 2016-2018.
Tabel 3.1
Laporan Keuangan (Neraca) PT. Langgam Inti Hibrindo Per 31 Desember 2016 hingga 31 Desember 2018
(disajikan dalam rupiah)
KETERANGANTAHUN
2016 2017 2018
(Sebelum di Audit)
ASET LANCAR
Kas dan Bank 7.035.293.125 1.117.644.560 41,747,526,690
Piutang Lain-lain 816.811.490 522.522.291 19,937,767,860
Persediaan 9.310.414.487 13.184.896.019 16,997,340,986
Pajak Dibayar di Muka 2.403.219.339 1.224.185.570 2,912,242,908
Uang Muka dan Beban Dibayar di Muka 477.627.932 491.174.635 642,495,116
Jumlah Aset Lancar 20.043.366.373 16.540.423.075 82,237,373,560
ASET TIDAK LANCAR
Piutang Pihak Berelasi - - 161,284,697,351
Investasi Saham 11.905.479.109 11.905.479.109 -
Aset Tetap 848.553.891.297 849.747.572.879 956.904.819.626
Aset Lain-lain 996.145.367 128.000.000 11,756,000,000
Jumlah Aset Tidak Lancar 861.455.515.773 861.781.051.988 1,129,945,516,977
JUMLAH ASET 881.498.882.146 878.321.475.063 1,212,182,890,537
LIABILITAS
Universitas Sumatera Utara
22
Lanjutan Tabel 3.1
KETERANGANTAHUN
2016 2017 2018
(Sebelum di Audit)
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha 3.955.711.062 4.027.262.653 3,731,190,781
Utang Lain-lain 1.629.818.334 27.926.905 466,695,135
Pendapatan Diterima di Muka 9.522.151.340 1.598.891.364 -
Beban Masih Harus Dibayar 5.661.996.107 3.532.328.759 2,500,466,304
Utang Pajak 321.014.605 328.352.133 2,094,250,111
Sewa Pembiayaan 1.291.041.143 133.403.911 -
Utang Bank 66.000.000.000 88.278.000.000 -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 88.381.732.591 97.926.165.725 8,792,602,331
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pihak Berelasi 354.033.187.454 358.040.929.030 -
Liabilitas Pajak Tangguhan 89.666.293.589 89.202.506.921 89,202,506,921
Liabilitas Imbalan Kerja 10.276.355.518 18.627.437.600 -
Sewa Pembiayaan 219.905.950 86.502.050 -
Utang Bank 132.508.123.542 43.988.123.542 732,059,401,962
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 586.703.866.053 509.945.499.143 821,261,908,883
JUMLAH LIABILITAS 657.085.598.644 607.871.664.868 830.054.511.214
EKUITAS
Modal Saham 100.000.000.000 100.000.000.000 100,000,000,000
Tambahan Modal Disetor 7.054.316.653 7.054.316.653 57,054,316,653
Surplus Revaluasi 272.710.316.828 277.165.444.959 277,165,444,959
Saldo Rugi (173.351.349.979) (113.769.951.417) (52.091.382.289)
JUMLAH EKUITAS 206.413.283.502 270.449.810.195 382,128,379,323
Sumber : PT.Langgam Inti Hibrindo,2019 (Data Diolah)
Berdasarkan tabel 3.1 diatas dapat dilihat aset, kewajiban dan ekuitas PT.
Langgam Inti Hibrindo. Aset yang dimiliki perusahaan meliputi aset lancar dan aset tidak lancar. Aset lancar terdiri dari kas dan bank, piutang lain-lain, persediaan, pajak dibayar dimuka, uang muka dan beban dibayar dimuka.
Sedangkan aset tidak lancar terdiri dari piutang pihak berelasi, investasi saham, aset tetap dan aset lain-lain. Perusahaan juga memiliki kewajiban yang meliputi kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang. Kewajiban jangka pendek terdiri dari hutang lain- lain, pendapatan diterima dimuka, beban yang masih harus dibayar, hutang pajak, sewa pembiayaan dan hutang bank.
Sedangkan kewajiban jangka panjang terdiri dari kewajiban pajak tangguhan, kewajiban imbalan kerja, sewa pembiayaan dan hutang bank. Dan perusahaan memiliki ekuitas yang terdiri dari modal saham, tambahan modal disetor dan surplus revaluasi.
Universitas Sumatera Utara
24
Tabel 3.2
Laporan Keuangan (Laba Rugi) PT. Langgam Inti Hibrindo Per 31 Desember 2016 hingga 31 Desember 2018
(disajikan dalam rupiah)
KETERANGANTAHUN
2016 2017 2018
(Sebelum di Audit)
Penjualan 194.690.257.785 239.359.928.380 220,251,648,242
Beban Pokok Penjualan (136.104.345.994) (153.732.077.440) (116.172.740.594)
Laba Kotor 58.585.911.791 85.627.850.940 104,078,907,647
Beban Usaha (13.875.857.149) (10.830.170.363) 13,559,611,068
Pendapatan (Beban) Lain-lain - Bersih 9.629.504.185 (12.788.211.652) (28.840.727.451)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 54.339.558.827 62.009.468.925 61,678,569,128
Pajak Penghasilan
Tangguhan 305.812.781 854.604.443 -
Laba Tahun Berjalan 54.645.371.608 62.864.073.368 61,678,569,128
Penghasilan Komprehensif Lain
Tahun Berjalan-Setelah Pajak
Pos yang Tidak Direklasifikasi ke
Laba Rugi
Keuntungan (Kerugian) atas Selisih Nilai
Revaluasi Aset 7.610.958.248 5.940.170.841 -
Pengukuran Kembali atas Program Manfaat Pasti (1.276.652.001) (4.376.899.741) -
Pajak Penghasilan Terkait dengan Pos-pos
yang Tidak Direklasifikasi ke Laba Rugi (1.583.576.562) (390.817.775) -
Jumlah 4.750.729.685 1.172.453.325 -
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
59.396.101.293 64.036.526.693 61,678,569,128 TAHUN BERJALAN
Sumber : PT.Langgam Inti Hibrindo,2019 (Data Diolah)
Berdasarkan tabel 3.2 diatas dapat dilihat laporan laba rugi PT. Langgam Inti Hibrindo. Dari tabel tersebut dapat dilihat pendapatan dari penjualan dan juga beban usaha perusahaan dari tahun 2016 hingga tahun 2018. Pendapatan perusahaan mengalami kenaikan dari tahun 2016 ke tahun 2017 sebesar Rp 44.669.670.595 sedangkan dari tahun 2017 ke tahun 2018 mengalami penurunan sebesar Rp 19.108.280.138. Dan beban usaha perusahaan mengalami penurunan di tahun 2017 yang kemudian pada tahun 2018 kembali meningkat.
3.3. Rasio Keuangan
3.3.1. Pengertian Rasio Keuangan
Rasio keuangan adalah alat untuk mengubah data yang terkandung dalam laporan keuangan menjadi informasi yang digunakan oleh manajer dan eksekutif untuk lebih memahami apa yang terjadi di perusahaan (Rist
& Pizzica, 2014). Analisis rasio keuangan merupakan proses dasar dengan membandingkan sejumlah rasio perusahaan dengan satu tolok ukur kinerja (Higgins, 2016). Rasio keuangan ini hanya menyederhanakan informasi yang menggambarkan hubungan antara pos tertentu dengan pos lainnya.
Dengan penyederhanaan ini kita dapat menilai secara cepat hubungan antara pos tadi dan dapat membandingkannya dengan rasio lain sehingga kita dapat memperoleh informasi dan memberikan penilaian. Analisis keuangan dapat dilakukan oleh berbagai pihak untuk berbagai keperluan.
Hanya saja kita perlu memahami bahwa laporan keuangan yang dipergunakan sebagai dasar analisis keuangan hanyalah merupakan rekaman apa yang terjadi selama periode tertentu. Sehingga terkadang
Universitas Sumatera Utara
26
analisis dalam rentang waktu periode tersebut (biasanya satu tahun) tidak cukup untuk mencerminkan hasil keputusan-keputusan keuangan.
3.3.2 Jenis Rasio Keuangan
Menurut Melicher dan Norton (2017) rasio keuangan yang paling banyak digunakan yaitu :
1. Rasio Likuiditas
Menurut Melicher dan Norton (2017) rasio likuiditas merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek pada saat jatuh tempo. Beberapa jenis rasio likuiditas yaitu
a) Rasio Lancar (Current ratio)
Menurut Watson dan Head (2016) rasio lancar (current ratio) merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya saat jatuh tempo. Adapun rumus dari current ratio adalah :
b) Rasio Cepat (Quick Ratio)
Menurut Watson dan Head (2016) rasio cepat (quick ratio) merupakan rasio yang membandingkan aset lancar likuid dengan kewajiban jangka pendek. Dengan kata lain, rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai
Current Ratio =
Aktiva LancarHutang Lancar
𝑥 100%
persediannya. Adapun rumus dari quick ratio adalah :
2. Rasio Solvabilitas
Menurut Melicher dan Norton (2017) Rasio laverage merupakan rasio yang menunjukkan sejauh mana utang perusahaan dapat digunakan untuk mendanai aset, serta kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban pembayaran hutangnya.
Rasio utang membuat kita melihat situasi utang perusahaan.
a) Rasio Utang (Debt Ratio)
Menurut Leon (2016) rasio utang (debt ratio) merupakan rasio menunjukkan seberapa banyak dana perusahaan yang berasal dari sumber selain ekuitas. Adapun rumus dari debt ratio adalah :
b) Rasio Hutang Terhadap Ekuitas (Debt to Equity)
Menurut Samonas (2015) rasio hutang terhadap ekuitas (debt to equity) merupakan rasio yang menunjukkan rasio antara
modal yang diinvestasikan oleh pemilik dan dana yang disediakan oleh pemberi pinjaman. Adapun rumus dari debt to equity adalah :
Quick Ratio =
Aktiva Lancar−PersediaanHutang Lancar
𝑥 100%
Debt Ratio =
Total HutangTotal Aktiva
𝑥 100%
Debt to Equity =
Total HutangTotal Ekuitas
𝑥 100%
Universitas Sumatera Utara
28
3. Rasio Profitabilitas
Menurut Melicher dan Norton (2017) rasio profitabilitas merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahan untuk menghasilkan pengembalian atas penjualan, asset dan ekuitasnya.
Beberapa jenis rasio profitabilitas yaitu : a) Margin Laba Bersih (Net Profit Margin)
Watson dan Head (2016) margin laba bersih (net profit margin) merupakan rasio yang menunjukkan efisiensi
mengendalikan biaya dalam menghasilkan laba dari penjualan.
Adapun rumus dari net profit margin adalah :
b) Pengembalian atas Investasi (Return on Investment-ROI) Menurut Brigham dan Houston (2017) pengembalian atas investasi (return on investment) merupakan rasio laba bersih terhadap total aset. Dengan kata lain rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari asset yang digunakan. Adapun rumus dari return on investment adalah :
c) Pengembalian atas Ekuitas (Return on Equity-ROE)
Menurut Samonas (2015) pengembalian atas ekuitas (return on equity) merupakan rasio yang menentukan tingkat
Net Profit Margin =
Laba BersihPenjualan
𝑥 100%
Return on Investment =
Laba BersihTotal Aktiva
𝑥 100%
pengembalian dana yang diinvestasikan oleh pemegang saham di perusahaan. Ini adalah salah satu rasio yang paling penting karena menunjukkan apakah perusahaan dapat menghasilkan laba yang cukup untuk mengimbangi risiko menjadi pemegang saham. Adapun rumus dari return on equity adalah :
4. Rasio Aktivitas
Menurut Melicher dan Norton (2017) rasio aktivitas merupakan rasio yang menunjukkan sejauh mana perusahaan dapat menggunakan aset untuk mendukung penjualannya. Beberapa jenis rasio aktivitas yaitu :
a) Perputaran Persediaan (Inventory Turnover)
Menurut Leon (2016) Perputaran Persediaan (inventory turnover) merupakan rasio yang menunjukkan berapa kali
persedian terjual habis dan kemudian perusahaan membeli persediaan baru untuk mengisi kembali stok untuk periode tertentu. Dengan kata lain rasio ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan membeli, memproduksi, dan menjual persediaannya. Adapun rumus dari Inventory turnover adalah :
Return on Equity =
Laba BersihModal
𝑥 100%
Inventory Turnover =
Harga Pokok Penjualan PersediaanUniversitas Sumatera Utara
30
b) Perputaran Aktiva Tetap (Fixed Assets Turnover)
Menurut Leon (2016) Perputaran Aktiva Tetap (fixed assets turnover) merupakan rasio yang menilai seberapa efisien manajemen menggunakan aktiva tetap. Karena setiap aset yang ada memiliki masa manfaat yang panjang,seperti properti, pabrik dan peralatan yang digunkan untuk produksinya. Adapun rumus dari fixed assets turnover adalah :
c) Perputaran Total Aktiva (Total Assets Turnover)
Menurut Brigham dan Houston (2017) Perputaran Total Aktiva (total assets turnover) mengukur perputaran semua aset perusahaan dan dihitung dengan membagi penjualan dengan total aset. Adapun rumus dari total assets turnover adalah :
3.4. Analisis Rasio Keuangan PT.Langgam Inti Hibrindo Tahun 2016-2018 1. Rasio Likuiditas
a) Rasio Lancar (Current Rasio)
Tahun 2016 =
x100%
= 0,2267
Total Assets Trunover =
PenjualanTotal Aktiva
Fixed Assets Turnover =
PenjualanAktiva Tetap Bersih
Current Ratio =
Aktiva LancarHutang Lancar
𝑥 100%
= 22,67%
Tahun 2017 =
100%
= 0,1689
= 16,89%
Tahun 2018 =
100%
= 9,3530
= 935,30%
Berdasarkan hasil perhitungan current ratio diatas pada tahun 2016 sebesar 22,67% artinya setiap Rp 100,- hutang lancar dijamin oleh Rp 22,67 aktiva lancar. Tahun 2017 sebesar 16,89% artinya setiap Rp 100,- hutang lancar dijamin oleh Rp 16,89 aktiva lancar. Tahun 2019 sebesar 935,30% artinya setiap Rp 100,- hutang lancar dijamin oleh Rp 935,30 aktiva lancar. Dilihat nilai current ratio dari tahun 2016 ke tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 5,78%,
Sedangkan dari tahun 2017 ke tahun 2018 mengalami peningkatan yang sangat signifikan sebesar 918,14% . Jika dibandingkan dengan rata-rata standar industri untuk current ratio yaitu 200%, kondisi perusahaan sangat liquid. Hal ini berarti perusahaan dapat membayar hutang jangka pendeknya yang segera jatuh tempo menggunakan aktiva lancar.
b) Rasio Cepat (Quick Ratio)
Tahun 2016 =
−
100%
Quick Ratio =
Aktiva Lancar−PersediaanHutang Lancar
𝑥 100%
Universitas Sumatera Utara
32
= 0,1214
= 12,14%
Tahun 2017 =
−
100%
= 0,0342
= 3,42%
Tahun 2018 =
−
100%
= 7,4198
= 741,98%
Berdasarkan hasil perhitungan quick ratio diatas pada tahun 2016 sebesar 12,14% artinya setiap Rp 100,- hutang lancar dijamin oleh Rp 12,14 aktiva lancar.
Tahun 2017 sebesar 3,42% artinya setiap Rp 100,- hutang lancar dijamin oleh Rp 3,42 aktiva lancar. Tahun 2018 sebesar Rp741,98 artinya setiap Rp 100,- hutang lancar dijamin oleh Rp 741,98 aktiva lancar. Dilihat nilai quick ratio dari tahun 2016 ke tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 8,72%, sedangkan pada tahun 2017 ke tahun 2018 mengalami peningkatan yang sangat signifikan sebesar 738,56%. Jika dibandingkan dengan rata-rata standar industri untuk quick ratio yaitu 150%,kondisi perusahaan sangat liquid. Hal ini berarti perusahaan dapat menutupi hutangnya menggunakan aktiva tetap yang lebih likuid selain persediaan.
2. Rasio Solvabilitas
a) Rasio Hutang (Debt Ratio) Debt Ratio =
Total HutangTotal Aktiva
𝑥 100%
Tahun 2016 =
100%
= 0,7658
= 76,58%
Tahun 2017 =
100%
= 0,6920
= 69,20%
Tahun 2018 =
100%
= 0,6847
= 68,47%
Berdasarkan hasil perhitungan debt ratio diatas pada tahun 2016 sebesar 76,58% artinya setiap Rp 100,- aktiva dibiayai oleh Rp 76,58 hutang. Tahun 2017 sebesar 69,20% artinya setiap Rp 100,- aktiva dibiayai oleh Rp 69,20 hutang.
Tahun 2018 sebesar 68,47% artinya setiap Rp 100,- aktiva dijamin oleh Rp 68,47 hutang. Dilihat nilai debt ratio dari tahun ke tahun mengalami penurunan, ini disebabkan karna jumlah utang mengalami peningkatan, tetapi tetap diimbangi dengan meningkatnya jumlah aktiva. Jika dibandingkan dengan rata-rata standar industri untuk debt ratio yaitu 35%,kondisi perusahaan masih dinilai kurang baik.
Hal ini berarti masih banyak aktiva perusahaan yang dibiayai oleh hutang.
b) Rasio Utang terhadap Ekuitas (Debt to Equity) Debt to Equity =
Total HutangTotal Ekuitas
𝑥 100%
Universitas Sumatera Utara
34
Tahun 2016 =
100%
= 3,2705
= 327,05%
Tahun 2017 =
100%
= 2,2476
= 224,76%
Tahun 2018 =
100%
= 2,1721
= 217,21%
Berdasarkan hasil perhitungan debt to equity diatas pada tahun 2016 sebesar 327,05% artinya setiap Rp 100,- modal dijamin oleh Rp 327,05 hutang. Tahun 2017 sebesar 224,76% artinya setiap Rp 100,- modal dijamin oleh Rp 224,76 hutang. Tahun 2018 sebesar 217,21%. artinya setiap Rp 100,- modal dijamin oleh Rp 217,21 hutang. Dilihat nilai debt to equity dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Jika dibandingkan dengan rata-rata standar industri untuk debt to equity yaitu 80%,kondisi perusahaan kurang baik. Hal ini berarti masih banyak
modal perusahaan yang dibiayai oleh hutang.
3. Rasio Profitabilitas
a) Margin Laba Bersih (Net Profit Margin)
Net Profit Margin =
Laba BersihPenjualan
𝑥 100%
Tahun 2016 =
100%
= 0,2806
= 28,06%
Tahun 2017 =
100%
= 0,2626
= 26,26%
Tahun 2018 =
100%
= 0,2800
= 28%
Berdasarkan hasil perhitungan net profit margin diatas pada tahun 2016 sebesar 28,06% artinya setiap Rp 100,- penjualan menghasilkan Rp 28,06 laba bersih. Tahun 2017 sebesar 26,26% artinya setiap Rp 100,- penjualan menghasilkan Rp 26,26 laba bersih. Tahun 2018 sebesar 28% setiap Rp 100,- penjualan menghasilkan Rp 28 laba bersih. Dilihat nilai rasio net profit margin dari tahun 2016 ke tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 1,8% karna walaupun laba bersih meningkat tetapi peningkatan penjualan masih lebih besar.
Sedangkan dari tahun 2017 ke tahun 2018 mengalami peningkatan 1,74% karna walaupun laba bersih menurun tetapi masih besar penurunan penjualan. Jika dibandingkan dengan rata-rata standar industri untuk net profit margin yaitu 20%, kondisi perusahaan baik. Hal ini berarti perusahaan masih bagus dalam menghasilkan laba dari penjualannya.
Universitas Sumatera Utara
36
b) Pengembalian atas investasi (Return on Investment)
Tahun 2016 =
100%
= 0,0619
= 6,19%
Tahun 2017 =
100%
= 0,0715
= 7,15%
Tahun 2018 =
100%
= 0,0508
= 5,08%
Berdasarkan hasil perhitungan return on investment diatas pada tahun 2016 sebesar 6,19% artinya setiap Rp 100,- total aktiva menghasilkan Rp 6,19 laba bersih. Tahun 2017 sebesar 7,15% artinya setiap Rp 100,- total aktiva menghasilkan Rp 7,15 laba bersih, dan pada tahun 2018 sebesar 5,08% artinya setiap Rp 100,- total aktiva menghasilkan Rp 5,08 laba bersih. Dilihat nilai rasio return on investment dari tahun 2016 ke tahun 2017 mengalami peningkatan
sebesar 0,96% karena adanya peningkatan laba bersih dan total aktivanya menurun, sedangkan dari tahun 2017 ke tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 2,07% karena total aktivanya semakin meningkat dan laba bersihnya menurun.
Jika dibandingkan dengan rata-rata standar industri untuk return on investment Return on Investment =
Laba BersihTotal Aktiva
𝑥 100%
yaitu 30%,kondisi perusahaan kurang bagus. Hal ini berarti perusahaan belum bisa menghasilkan laba yang tinggi dari penggunaan aktivanya.
c) Pengembalian atas Ekuitas (Return on Equity)
Tahun 2016 =
100%
= 0,2647
= 26,47%
Tahun 2017 =
100%
= 0,2324
= 23,24%
Tahun 2018 =
100%
= 0,1614 = 16,14%
Berdasarkan hasil perhitungan return on equity diatas pada tahun 2016 sebesar 26,47% %. artinya setiap Rp 100,- modal menghasilkan Rp 26,47 laba bersih. Tahun 2017 sebesar 23,24% artinya setiap Rp 100,- modal menghasilkan Rp 23,24 laba besih. Tahun 2018 sebesar 16,14% artinya setiap Rp 100,- modal menghasilkan Rp 16,14 laba bersih. Dilihat nilai rasio return on equity dari tahun ke tahun mengalami penurunan karena walaupun laba bersih meningkat tetapi modal juga semakin meningkat. Jika dibandingkan dengan rata-rata standar untuk
Return on Equity =
Laba BersihModal
𝑥 100%
Universitas Sumatera Utara
38
return on equity yaitu 40%, kondisi perusahaan kurang bagus. Hal ini berarti
perusahaan belum bisa menghasilkan pengembalian atau laba atas modalnya.
4) Rasio Aktivitas
a) Perputaran Persediaan (Inventory Turnover)
Tahun 2016 =
= 14,61 kali Tahun 2017 =
= 11,65 kali Tahun 2018 =
= 7,83 kali
Berdasarkan hasil perhitungan inventory turnover diatas bahwa pada tahun 2016 sebanyak 15 kali yang artinya setiap Rp 1 persediaan mengalami perputaran 15 kali dalam setahun. Pada tahun 2017 sebanyak 12 kali yang artinya setiap Rp 1 persediaan mengalami perputaran 12 kali dalam setahun. Pada tahun 2018 sebanyak 7 kali yang artinya setiap Rp 1 persediaan mengalami perputaran 7 kali dalam setahun. Dilihat nilai rasio inventory turnover setiap tahun mengalami penurunan yang disebabkan karena persediaan meningkat. Jika dibandingkan dengan rata-rata standar industri untuk inventory turnover yaitu 20 kali,maka
Inventory Turnover =
Harga Pokok Penjualan Persediaankondisi perusahaan kurang baik. Hal ini berarti perusahaan belum bisa menggunakan dan mengolah persediaannya secara optimal.
b) Perputaran Aset Tetap (Fixed Assets Turnover)
Tahun 2016 =
= 0,22 kali Tahun 2017 =
= 0,27 kali
Tahun 2018 =
= 0,19 kali
Berdasarkan hasil perhitungan fixed assets turnover diatas pada tahun 2016 sebanyak 0,22 kali yang artinya setiap Rp 1 aktiva tetap mengalami perputaran 0,22 kali dalam setahun. Tahun 2017 sebanyak 0,27 kali yang artinya setiap Rp 1 aktiva tetap mengalami perputaran 0,27 kali dalam setahun. Dan tahun 2018 sebanyak 0,19 kali yang artinya setiap Rp 1 aktiva tetap mengalami perputaran 0,19 kali dalam setahun. Dilihat nilai rasio dari tahun 2016 ke tahun 2017 mengalami peningkatan sebanyak 0,05 kali karena penjualan yang meningkat daripada aktiva tetap. Sedangkan dari tahun 2017 ke tahun 2018 mengalami penurunan karena aktiva tetapnya lebih besar daripada penjulannya.
Jika dibandingkan dengan rata-rata standar industri yaitu 5 kali. Hal ini berarti perusahaan belum bisa memanfaatkan aktiva tetapnya dengan baik.
Fixed Assets Turnover =
PenjualanAktiva Tetap Bersih
Universitas Sumatera Utara
40
c) Perputaran Total Aset (Total Assets Turnover)
Tahun 2016 =
= 0,22 kali Tahun 2017 =
= 0,27 kali Tahun 2018 =
= 0,18 kali
Berdasarkan hasil perhitungan perputaran total assets turnover diatas pada tahun 2016 sebanyak 0,22 kali yang artinya setiap Rp 1 dapat berputar 0,22 kali dalam setahun. Tahun 2017 sebanyak 0,27 kali yang artinya setiap Rp 1 aktiva dapat berputar 0,27 kali dalam setahun. Dan tahun 2018 sebanyak 0,18 kali yang artinya setiap Rp 1 aktiva dapat berputar 0,18 kali dalam setahun. Dilihat nilai rasio dari tahun 2016 ke tahun 2017 mengalami peningkatan sebanyak 0,05 kali karena meningkatnya penjualan dan total aktiva. Sedangkan dari tahun 2017 ke tahun 2018 mengalami penurunan sebanyak 0,09 kali karena penjualan menurun dan aktiva meningkat. Jika dibandingkan dengan rata-rata industri untuk total assets turnover yaitu 2 kali. Hal ini berarti perusahaan masih belum bisa secara optimal menggunakan semua aktivanya agar lebih produktif.
Total Assets Trunover =
PenjualanTotal Aktiva
Berikut ini penulis sajikan tabel rasio keuangan PT. Langgan Inti Hibrindo dari tahun 2016 hingga tahun 2018.
Tabel 3.3
Rasio Keuangan PT. Langgam Inti Hibrindo Tahun 2016-2018
JENIS RASIO TAHUN STANDAR
INDUSTRI
2016 2017 2018
1. Rasio Likuiditas
a. Current Ratio 22,67% 16,89% 935,30% 200%
b. Quick Ratio 12,14% 3,42% 741,98% 150%
2. Rasio Solvabilitas
a Debt Ratio 76,58% 69,20% 68,47% 35%
b Debt To Equity 327,05% 224,76% 217,21% 80%
3. Rasio Profitabilitas
a. Net Profit Margin 28,06% 26,26% 28% 20%
b. Return On Investment 6,19% 7,15% 5,08% 30%
c. Return On Equity 26,47% 23,24% 16,14% 40%
4. Rasio Aktivitas
a. Inventory Turnover 15 kali 12 kali 6,8 kali 20 Kali b. Fixed Assets Turnover 0,22 kali 0,27 kali 0,19 kali 5 Kali c. Total Assets Turnover 0,22 kali 0,27 kali 0,18 kali 2 Kali
Sumber : Hasil Penelitian,2019 (Data Diolah)
Berdasarkan tabel 3.3 diatas dapat disimpulkan bahwa rasio likuidas pada tahun 2016 dan 2017 nilai rasionya berada di bawah rata-rata standar industri, ini berarti pada tahun 2016 dan 2017 perusahaan belum bisa membayar kewajiban jangka pendek yang akan segera jatuh tempo menggunakan aktivanya. Sedangkan tahun 2018 rasio likuiditas berada jauh diatas rata-rata standar industri, ini berarti perusahaan dapat membayar kewajiban jangka pendek yang segera jatuh tempo menggunakan aktivanya.
Rasio solvabilitas dari tahun 2016, 2017 dan 2018 nilai rasionya berada diatas rata-rata standar industri, ini berarti perusahaan lebih banyak menggunakan
Universitas Sumatera Utara
42
hutangnya untuk aktiva maupun modalnya.
Rasio profitabilitas dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2018 rata-rata nilai rasionya mengalami penurunan. Jika dibandingkan dengan rata-rata standar industri, ini berarti perusahaan masih belum bisa memperoleh keuntungan dari hasil penjualan, penggunaan aktiva dan modalnya.
Rasio aktivitas jika dibandingkan dengan rata-rata perusahaan maka nilai
rasio masih berada di bawah rata-rata standar industri, ini berarti perusahaan
belum bisa menggunakan ataupun mengolah persediaan dan seluruh total
aktivanya agar lebih produktif.
43
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan analisis dan evaluasi yang telah dilakukan maka peneliti memberi kesimpulan terhadap perkembangan keuangan dan saran-saran yang mungkin berguna dalam usaha peningkatan operasional PT. Langgam Inti Hibrindo.
4.1. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat penulis kemukakan, yaitu :
1. Dari segi likuiditas, perusahaan berada pada kondisi yang likuid karena nilai rasio lancar dan rasio cepatnya mengalami peningkatan. Meskipun terjadi penurunan rasio lancar pada tahun 2017 tetapi perusahaan tetap mampu untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan seperti kas, piutang dan aktiva lancar lainnya.
2. Dari segi Solvabilitas, nilai rasio solvabilitas dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Penurunan ini dianggap baik untuk perusahaan, tetapi jika dibandingkan dengan rata-rata standar industri rasio solvabilitas masih dibawah standar. Ini menunjukkan bahwa perusahaan masih banyak menggunakan hutang untuk aktiva dan modalnya.
3. Dari segi profitabilitas, nilai rasio net profit margin dan return on investment sempat mengalami peningkatan di tahun 2017 tetapi
kembali turun di tahun 2018. Sedangkan return on equity dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Dengan tidak stabilnya rasio profitabilitas
Universitas Sumatera Utara
44
Ini berarti perkembangan perusahaan kurang baik karena perusahaan belum bisa mempertahankan dan meningkatkan labanya.
4. Dari segi aktivitas, dapat disimpulkan bahwa rasio inventory turnover, fixed assets turnover dan total assets turnover dari tahun ke tahun
cenderung menurun. Ini memperlihatkan aktivitas operasional perusahaan yang kurang baik karena perusahaan tidak dapat memanfaatkan seluruh aktivanya secara optimal.
5. Jadi secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa kondisi PT.
Langgam Inti Hibrindo dalam keadaan tidak baik, karena dilihat dari rasio likuiditas, rasio solvabilitas yang menunjukkan hutang perusahaan lebih banyak, rasio profitabilitas yang menunjukkan perusahan belum bisa meningkatkan labanya dan rasio aktivitas yang menunjukkan bahwa perusahaan belum bisa menggunakan dan mengolah seluruh aktiva yang dimiliki secara maksimal
4.2. Saran
Adapun saran yang dapat penulis berikan adalah :
1. Jika perusahaan belum mampu dan dana yang ada di perusahaan tidak cukup untuk membayar hutang jangka pendeknya maka PT. Langgam Inti Hibrindo akan melakukan restrukturisasi hutang agar bisa diperpanjang kembali.
2. Pemegang saham yang ada harus menambah setoran modal,
meningkatkan laba atau konversi hutang menjadi modal. Agar aktiva
dan modal yang dimiliki perusahaan meningkat daripada hutangnya.
3. Untuk meningkatkan labanya sendiri PT. Langgam Inti Hibrindo melakukan beberapa cara yaitu :
a. Meningkatkan produksi kelapa sawit pada kebun mereka sendiri.
b. Mengurangi kebocoran CPO ketika proses produksi dan meningkatkan kualitas barang jadi.
c. Efisiensi dalam operasi kebun dan pabrik.
d. Mengurangi beban bunga dengan cara mengurangi hutang atau mencari pinjaman dengan bunga yang lebih ekonomis.
4. Agar seluruh aktiva yang ada dapat diolah dan digunakan dengan baik maka PT. Langgam Inti Hibrindo melakukan pemeliharaan dan perawatan sesuai standar teknis sehingga aktivanya dapat berfungsi dengan optimal dan juga memaksimalkan kapasitas pabrik yang ada.
Universitas Sumatera Utara