UJI EFEKTIVITAS LARVASIDA EKSTRAK DAUN
BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI L.)
PADA AEDES AEGYPTI
SkripsiDiajukan ke Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Malikussaleh sebagai pemenuhan syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kedokteran
NURHAYATI
090610011
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
UNIVERSITAS MALIKUSSALEH
LHOKSEUMAWE
2013
Uji Efektivitas Larvasida Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) pada Aedes aegypti
Oleh: Nurhayati Abstrak
Latar belakang : Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penularannya. Virus dengue sangat endemik di negara tropis. Salah satu cara penanggulangan DBD dengan memutus mata rantai penularan. Daun belimbing wuluh memiliki kandungan aktif yang disebut saponin, flavonoid dan tanin. Kandungan zat aktif diduga memiliki kemampuan sebagai larvasida. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas larvasida ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) pada aedes aegypti dinilai dari LC50 dan LC99, serta
dari hubungan antara konsentrasi dengan jumlah kematian larva pada waktu 24 jam.
Metode : Besar sampel pada penelitian ini adalah 360 larva Aedes aegypti yang mencapai umur ≥4 hari, dibagi menjadi 6 kelompok uji yaitu 0 g/L (kontrol), 2,5 g/L, 3,75 g/L, 5 g/L, 20 g/L, dan 35 g/L. Masing-masing kelompok berisi 20 larva. Setiap kelompok diulang sebanyak 3 kali dan diberi makan hati ayam rebus selama penelitian. Data diperoleh dari pengamatan kematian larva Aedes aegypti pada waktu 24 jam perlakuan. LC50 dan LC99 ekstrak daun belimbing wuluh diperoleh dari analisa probit dan hubungan antara konsentrasi dan kematian diuji dengan uji korelasi spearman.
Hasil : Nilai LC50 7,287 g/L dan LC99 22,343 g/L. Hasil uji normalitas
kolomogorv-smirnov, didapatakan hasil sebaran data tidak berdistribusi normal (p≤0,01). Uji korelasi spearman memiliki hubungan yang bermakna (p≤0,01). Kesimpulan : Ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) memiliki efektivitas larvasida pada Aedes aegypti karena memiliki nilai LC50dan LC99 dan
terdapat hubungan yang bermakna menurut uji statistik antara peningkatan konsentrasi ekstrak dengan jumlah larva yang mati persatuan waktu.
Kata kunci : Larvasida, Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.), Aedes
Larvacides Effectiveness Test of Averrhoa bilimbi Leaf (Averrhoa bilimbi L.) Extract on Aedes aegypti
By: Nurhayati
Abstract
Background : Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by the
dengue virus and the mosquito Aedes aegypti as a vector of transmission. Dengue virus is highly endemic in tropical countries. One way to control dengue fever by breaking the chain of transmission. Averrhoa bilimbi leaf extract (Averrhoa bilimbi L.) has some active components, saponins, flavonoids and tannins, so that Averrhoa bilimbi leaf has larvacide ability. The purpose of this experiment is finding out the effectiveness larvacide Averrhoa bilimbi leaf extract on Aedes aegypti ability which is gained from LC50 and LC99 value, also from the corelation between concentration and count of larva mortality at 24 hours test.
Method : 360 samples of Aedes aegypti larvae ≥4 days are used for this
experiment. Divided into 6 groups of experiment, which is 0 g/L (control), 2,5 g/L, 3,75 g/L, 5 g/L, 20 g/L, 35 g/L. Each container was given 200 ml Averrhoa bilimbi leaf extract solution, contained 20 larvaes and replicated three times. During the experimentation, larvae are fed with boiled chicken livers. The result of experiment is coming from observation of the mortalities of the larvae at 24 hours test. Probit analized is used to count LC50 and LC99. The correlation
between concentration and count of larva mortality are tested with spearman corelation test.
Result : The LC50 value is 7,287 g/L and LC99 value is 22,343 g/L. Result from kolmogorov-smirnov normality test, all data not showed normal distribution (p≤0,01). The result of spearman corelation test for all data had siginficance difference (p≤0,01).
Conclution : Averrhoa bilimbi leaf extract (Averrhoa bilimbi L.) has
effectiveness larvacide on Aedes aegypti because Averrhoa bilimbi leaf extract has LC50 and LC99 value and there is significance correlation based on statistical test between concentration elevation and count of larva mortality at 24 hours test.
DAFTAR PUSTAKA
Aileen Y Chang., Maria E. P., Javier Jimenez., Magdalena E. S., Scott M. H., David J. C., Rajan P Kulkarni., 2009. Metodology: combining google
earth and GIS mapping technologies in a dengue surveillance system for developing countries. (Jurnal Elektronik) diakses 21 Juni 2012;
http://www.ij-healthgeographics.com
Aminah, Nunik St., Singgih H. Sigit, Soetiyono Partosoedjono., Chaorul., 2001. S.
rarak, D. metel dan E. prostata sebagai larvasida Aedes aegypti. Cermin
Dunia Kedokteran No. 131,. Jakarta: PT Kalbe Farma, Hlm 7-9.
Ansel, Howard C., 2005. Pengantar bentuk sediaan farmasi. Edisi Keempat. Jakarta: Universitas Indonesia, hlm 605-608.
Ariandhita, Anggie., 2010. Efektivitas ekstrak daun babadotan (Ageratum
conyzoides L.) dalam bentuk granul terhadap mortalitas larva Aedes
aegypti. Skripsi, Universitas Sebelas Maret (UNS).
Astuti, Dyah Ayu Oktavia Puji., 2010. Pengaruh ekstrak buah asam jawa
(Tamarindus indica L.) terhadap kematian larva aedes aegypti. Skripsi,
Universitas Muhammadiyah Surakarta.
CDC. 2012a., Dengue and the Aedes aegypti mosquito. Diakses tanggal 25 April 2012; http://www.cdc.gov
CDC. 2012b., Mosquito life-cycle. Page last update: February 2, 2012. Diakses tanggal 25 April 2012; http://www.cdc.gov
Dalimartha, Setiawan., 2008. 1001 resep herbal. Jakarta: Penebar Swadaya, hlm 8-15.
Dahlan, M. Sopiyudin., 2011. Statistik untuk kedokteran dan kesehatan. Edisi Kelima. Jakarta: Salemba Medika, hlm 55, 91, 169.
Depkes RI., 2009. Profil kesehatan Indonesia. Jakarta: Depkes RI. Diakses 1 Mei 2012; http://www.depkes.go.id
Depkes RI., 2010. Database kesehatan per kabupaten. Diakses 1 Mei 2012; http://www.bankdata.depkes.go.id
Fu’ad, Anwarul., 2008. Identifikasi satuan panas (heat unit) dan suhu dasar pada setiap tahapan kehidupan Aedes aegypti (diptera: culicidae). Skripsi, FKH Institut Pertanian Bogor.
Harborne, J. B., 1987. Metode fitokimia: penuntun cara modern menganalisis tumbuhan. Edisi kedua. Bandung: ITB, hlm 3-7, 21, 102, 147-155.
Hayati, E. K., A.G. Fasyah., Lailis Sa’adah., 2010. Fraksinasi dan identifikasi senyawa tanin pada daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L). (Jurnal elektronik) diakses 23 April 2012; http://ejournal.unud.ac.id
Heinrich, Michael., 2010. Farmakognosi dan fitoterapi. Jakarta: EGC, hlm 76-99. IPTEK., 2005. Tanaman obat Indonesia. Jakarta: IPTEKnet. Diakses 5 Mei 2012;
http://www.iptek.net.id
Irianto, Kus., 2009. Parasitologi: berbagai penyakit yang mempengaruhi kesehatan manusia. Bandung: Yrama Widya, hlm 176-189.
Kashiko, Tim., 2004. Kamus lengkap biologi. Surabaya: Kashiko, hlm 488.
Lestari, Wina Eka Wahyu., 2006. Pengaruh nisbah rimpang dengan pelarut dan lama ekstraksi terhadap mutu oleoresin jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum). Skripsi, Institute Pertanian Bogor.
Lima, V. L. A. G. D., Melo, E. D. A., Lima, L. D. S., 2001. Physicochemical
characteristics of bilimbi (Averrhoa bilimbi L.). (Jurnal elektronik) diakses
23 April 2012; http://www.scielo.br
Mukhlisoh, Wardatul., 2010. Pengaruh ekstrak tunggal dan gabungan daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn) terhadap efektivitas anti bakteri secara in vitro. Skripsi, kimia UIN Malang.
Natadisastra, Djaenudin dan Ridad Agoes (Eds)., 2009. Parasitologi kedokteran: ditinjau dari organ tubuh yang diserang. Jakarta: EGC, hlm 302-319. Negara, Abdi., 2003. Penggunaan analisis probit untuk pendugaan tingkat
kepekaan populasi Spodoptera exigua terhadap deltametrin di Daerah Istimewa Yogyakarta. (Jurnal Elektronik) diakses 26 Juni 2012; http://www.litbang.deptan.go.id
Nopianti, Surya., Dwi Astuti dan Sri Darnoto., 2008. Efektivitas buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) untuk membunuh larva nyamuk Anopheles
aconitus instar III. (Jurnal Elektronik) diakses 21 Juni 2012;
http://publikasiilmiah.ums.ac.id
Notoatmodjo, Soekidjo., 2010. Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta, hlm 59-60, 124-125, 176-180.
Oktavia, Aylien., Suwondo., Elya Febrita., 2012. Efektifitas ekstrak buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap mortalitas larva Aedes
aegypti. (Skripsi Elektronik) diakses 18 Februari 2013; http://repository.unri.ac.id
Parikesit, Mario., 2011. Khasiat dan manfaat belimbing wuluh. Surabaya: Stomata, hlm 1-13; 67-104.
Prianto, Juni., Tjahaya, Darwanto., 2008. Atlas parasitologi kedokteran. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, hlm 183-185.
Ramadhan, Ahmad Eka dan Haries Aprival Phaza., 2010. Pengaruh konsentrasi etanol, suhu dan jumlah stage pada ekstraksi oleoresin jahe (Zingiber
officinale Rosc) secara batch. Skripsi, Universitas Diponegoro.
Roy, Anitha., Gheeta R. V., Lakshmi T., 2011. Averrhoa bilimbi Linn- nature’s
drug store- a pharmalogical review. (Journal elektronik) diakses 21 Juli
2012; http://ijddr.in
Sadasivam dan Thayumanavan., 2003. Molecular host plant resistance to pests. (Electronic Book) diakses 13 Juni 2012; http://books.google.co.id
Service, Make., 2008. Medical entomology for students. Edisi Keempat. United kingdom: Cambridge University Press. (Electronic Book) diakses tanggal 12 Juni 2012; http://books.google.co.id
Simanjuntak, Sonny Maria., 2011. Efektifitas ekstrak cabai rawit (Capsicum
frutescens L) terhadap kematian larva nyamuk Aedes spp. pada ovitrap.
Skripsi, Universitas Sumatera Utara. Diakses 6 Juni 2012; http://repository.usu.ac.id
Sudoyo, A. W., Bambang Setiyohadi., Idrus Alwi., Marcellus S. K., Siti Setiati. (Eds)., 2009. Buku ajar: ilmu penyakit dalam. Jilid III, Edisi Kelima. Jakarta: Interna Publishing, 2773-2774.
Sungkar, Saleha., 2007. Majalah Kedokteran Indonesia: The journal of The
Indonesian Medical Association. Volum: 57, Nomor: 6, Juni 2007 :
167-170.
Sutanto, Inge., Is Suhariah Ismid., Pudji K. Sjafrifuddin., Saleha Sungkar. (Eds)., 2009. Buku ajar parasitologi kedokteran. Edisi Keempat. Jakarta: FKUI, hlm 250-282.
Tanotos dan Erlin Yustin., 2008. Uji resistensi larva Aedes sp dari daerah endemis demam berdarah dengue kota Mataram dan larva Aedes aegypti koloni lembaga penyakit tropis universitas Airlangga Surabaya terhadap temefos. Tesis, Universitas Airlangga, Surabaya. (Jurnal Elektronik) diakses 4 Mei 2012; http://adln.lib.unair.ac.id
Untung, O., Sardi Duryatmo., Dian A. S., Destika C., Syah Angkasa., Laksita Wijayanti., Rosy N. A., Lastioro A. T., Vina Fitriani., Imam Wiguna., Kiki Rizkika., Argohartono A. R., Nesia Artdiyasa., Ari Chaidir., Faiz Yajri., Tri Susanti., Niken A. W. (Eds)., 2009. Herbal Indonesia berkhasiat: Bukti ilmiah & cara racik. Volume 8. Depok: PT Trubus Swadaya, hlm 18-21; 210-212.
WHO., 2008. Report of the twelfth WHOPES working group meeting. diakses 21 Juni 2012; http://whqlibdoc.who.int
Widhiarso, Wahyu., 2012. Berkenalan dengan regresi probit. Diakses tanggal 21 Juni 2012; http://elisa1.ugm.ac.id
Widoyono., 2011. Penyakit tropis: epidemiologi, penularan, pencegahan & pemberantasannya. Edisi Kedua. Semarang: Erlangga, hlm 71-77.