• Tidak ada hasil yang ditemukan

uas akuntansi perbankan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "uas akuntansi perbankan"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1.

1.

Surat Berharga Pasar Uang adalah

Surat Berharga Pasar Uang adalah money market instruments

money market instruments yaitu

 yaitu surat

surat

utang

utang

yang diterbitkan oleh badan

yang diterbitkan oleh badan usaha

usaha

swasta, pemerintah,

swasta, pemerintah,

dan

dan agen

agen

pemerintah, umumnya berjangka waktu maksimum satu tahun;

pemerintah, umumnya berjangka waktu maksimum satu tahun;

Surat utang yang demikian merupakan

Surat utang yang demikian merupakan investasi

investasi

yang sangat

yang sangat likuid

likuid

;;

contohnya,

contohnya, Sertifikat

Sertifikat

Bank Indonesia

Bank Indonesia

,, surat berharga

 surat berharga pasar uang

pasar uang

,, surat

 surat

berharga komersial, termasuk di dalamnya surat

berharga komersial, termasuk di dalamnya surat utang jangka

utang jangka

pendek

pendek

,, akseptasi

akseptasi

bank, surat berharga komersial,

bank, surat berharga komersial, surat berharga

surat berharga

 jangka

 jangka

pendek pemerintah daerah yang bebas

pendek pemerintah daerah yang bebas pajak

pajak

,, dan

 dan sertifikat deposito

sertifikat deposito

bank

bank

yang dapat dijual.

yang dapat dijual.

2.

2. Two Step LoanTwo Step Loan adalah adalah pinjamanpinjaman yang diterima oleh Pemerintah Republik Indonesia dari yang diterima oleh Pemerintah Republik Indonesia dari

Lembaga Keuangan Internasional yang diteruskan kepada Bank Umum dan Bank

Lembaga Keuangan Internasional yang diteruskan kepada Bank Umum dan Bank

Perkreditan Rakyat melalui Bank Indonesia, dalam rangka menunjang program Pemerintah,

Perkreditan Rakyat melalui Bank Indonesia, dalam rangka menunjang program Pemerintah,

termasuk bantuan teknis yang terkait dengan

termasuk bantuan teknis yang terkait denganpinjamanpinjaman tersebut. tersebut. 3.

3. Tata cara perhitungan kecukupan modal bank perkreditan rakyat dapat dilakukan dengan cara:Tata cara perhitungan kecukupan modal bank perkreditan rakyat dapat dilakukan dengan cara: 1.

1. Dalam menghitung ATMR, posDalam menghitung ATMR, pos – –  pos aktiva diberikan bobot risiko yang besarnya didasarkan  pos aktiva diberikan bobot risiko yang besarnya didasarkan pada risiko yang terkandung pada aktiva itu sendiri atau risiko yang didasarkan pada jenis aktiva, pada risiko yang terkandung pada aktiva itu sendiri atau risiko yang didasarkan pada jenis aktiva, golongan debitur, penjamin atau sifat barang jaminan.

golongan debitur, penjamin atau sifat barang jaminan. 2.

2. Dengan memperhatikan prinsip pada angka 1 maka rincian bobot risiko adalah:Dengan memperhatikan prinsip pada angka 1 maka rincian bobot risiko adalah:

0% a.

0% a. KasKas b.

b. Sertifikat Bank Indonesia (SBI)Sertifikat Bank Indonesia (SBI) c.

c. Kredit dengan agunan berupa SBI, tabungan dan deposito yang diblokir pada BPR yangKredit dengan agunan berupa SBI, tabungan dan deposito yang diblokir pada BPR yang bersangkutan disertai dengan surat kuasa pencairan emas

bersangkutan disertai dengan surat kuasa pencairan emas dan logam mulia, sebesar nilai terdan logam mulia, sebesar nilai ter endahendah antara agunan dan baki debet.

antara agunan dan baki debet. d.

d. Kredit kepada Pemerintah Pusat.Kredit kepada Pemerintah Pusat. 20% a.

20% a. Giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan serta tagihan lainnya kepada bankGiro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan serta tagihan lainnya kepada bank lain.

lain. b.

b. Kredit kepada atau yang dijamin oleh bank lain atau Pemerintah Daerah.Kredit kepada atau yang dijamin oleh bank lain atau Pemerintah Daerah. 40%

40% Kredit Kredit Pemilikan Pemilikan Rumah Rumah (KPR) (KPR) yang yang dijamin dijamin oleh oleh hak hak tanggungan tanggungan pertama pertama dengan dengan tujuan tujuan untukuntuk dihuni.

dihuni. 50% a.

50% a. Kredit kepada atau yang dijamin oleh BUMN atau BUMD. Yang dimaksud dengan BUMNKredit kepada atau yang dijamin oleh BUMN atau BUMD. Yang dimaksud dengan BUMN sebagai penjamin adalah lembaga penjamin kredit milik Pemerintah Pusat. Yang dimaksud dengan sebagai penjamin adalah lembaga penjamin kredit milik Pemerintah Pusat. Yang dimaksud dengan BUMD sebagai penjamin adalah BUMD yang melakukan usaha sebagai perusahaan penjamin dan BUMD sebagai penjamin adalah BUMD yang melakukan usaha sebagai perusahaan penjamin dan melakukan perjanjian kerjasama penjaminan kredit dengan lembaga penjamin kredit milik melakukan perjanjian kerjasama penjaminan kredit dengan lembaga penjamin kredit milik Pemerintah Pusat.

Pemerintah Pusat. b.

b. Kredit kepada pegawai/pensiunan, yang memenuhi persyaratan sbb:Kredit kepada pegawai/pensiunan, yang memenuhi persyaratan sbb: 1.

1. Pegawai/pensiunan yang menerima kredit adalah:Pegawai/pensiunan yang menerima kredit adalah: a.

a. Pegawai negeri sipil (PNS), anggota TNI/POLRI, pegawai lembaga negara atau pegawaiPegawai negeri sipil (PNS), anggota TNI/POLRI, pegawai lembaga negara atau pegawai BUMN/BUMD;

BUMN/BUMD; b.

b. Pensiunan PNS, pensiunan anggota TNI/POLRI, pensiunan pegawai lembaga negara atauPensiunan PNS, pensiunan anggota TNI/POLRI, pensiunan pegawai lembaga negara atau pensiunan pegawai BUMN/BUMD;

pensiunan pegawai BUMN/BUMD; 2.

2. Pegawai/pensiunan dijamin dengan asuransi jiwa dari perusahaan asuransi yang memilikiPegawai/pensiunan dijamin dengan asuransi jiwa dari perusahaan asuransi yang memiliki kriteria:

kriteria: a.

a. Memiliki izin usaha dari instansi yang berwenang;Memiliki izin usaha dari instansi yang berwenang; b.

b. Laporan keuangan terakhir telah diaudit oleh akuntan publik dan memenuhi ketentuanLaporan keuangan terakhir telah diaudit oleh akuntan publik dan memenuhi ketentuan tingkat solvabilitas minimun sesuai dengan ketentuan perundang

tingkat solvabilitas minimun sesuai dengan ketentuan perundang – – undangan yang berlaku; dan undangan yang berlaku; dan c.

c. Tidak merupakan pihak terkait dengan BPR.Tidak merupakan pihak terkait dengan BPR. 3.

3. Pembayaran angsuran/pelunasan kredit bersumber daru gaji/pensiun berdasarkan SuratPembayaran angsuran/pelunasan kredit bersumber daru gaji/pensiun berdasarkan Surat Kuasa Memotong Gaji/Pensiun kepada BPR. Dalam hal pembayaran gaji/pensiun dilakukan melalui Kuasa Memotong Gaji/Pensiun kepada BPR. Dalam hal pembayaran gaji/pensiun dilakukan melalui

(2)

bank lain atau BUMN lain, maka BPR harus memiliki perjanjian kerjasama dengan bank lain atau BUMN lain pembayar gaji/pensiun untuk melakukan pemotongan gaj/pensiun dalam rangka pembayaran angsuran/pelunasan kredit; dan

4. BPR manyimpan asli surat pengangkatan pegawai atau surat keputusan pensiun atau Kartu Registrasi Induk Pensiun (KARIP) dan polis pertanggungan asuransi jiwa debitur.

85% Kredit kepada usaha mikro dan kecil. Kredit kepada usaha mikro adalah kredit dengan plafon sampai dengan Rp. 50.000.000,00 (Lima puluh juta rupiah) sampai dengan Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah)

100% a. Kredit kepada atau yang dijamin oleh perorangan, koperasi atau kelompok dengan perusahaan lainnya.

b. Aktiva tetap dan inventaris (nilai buku). c. Aktiva lainnya selain tersebut diatas.

3. Aktiva produktif dengan kualitas Kurang Lancar, Diragukan atau Macet dalam perhitungan ATMR dinilai sebesar nilai buku yaitu setelah dikurangi dengan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) khusus dari aktiva produktif dengan kualitas Kurang Lancar, Diragukan dan Macet. Penilaian kualitas aktiva produktif (KAP) dan PPAP mengacu pada ketentuan Bank Indonesia yang berlaku mengenai KAP dan PPAP BPR.

4. Yang termasuk investasi jangka pendek

1. Tabungan

Tabungan merupakan salah satu contoh investasi jangka pendek. Saat

menabung di bank, uang yang dimasukkan bisa dicairkan kapan saja.

Dengan kata lain, saat membutuhkan uang, uang dapat ditarik kapanpun

dan dimanapun melalui ATM bagi yang menggunakannya. Itulah

kelebihan dari tabungan. Kekurangan dari tabungan adalah tingkat suku

 bunga yang sangat rendah sehingga tidak bisa mengharapkan lebih dari

tabungan.

2. Deposito

Perbedaan deposito dan tabungan adalah pada jangka waktu yang

ditetapkan. Kalau di tabungan, bisa mengambil dana kapan saja, beda

halnya dengan deposito. Di deposito, ada jangka waktu tertentu dimana

uang yang disimpan tidak dapat ditarik sebelum jatuh tempo. Misalnya,

ketika ingin mengambil deposito 3 bulan, maka uang harus tersimpan di

 bank selama 3 bulan. Setelah itu baru bisa diambil. Jika mengambil uang

sebelum jatuh tempo, ada pinalti yang harus bayarkan. Deposito yang bisa

diambil dalam jangka waktu 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan dan 1 tahun. Bunga

yang ditawarkan deposito akan lebih tinggi dari bunga tabungan.

3. Reksadana

Ada jenis reksadana jangka pendek yang juga bisa dicoba. Reksadana yang

terkait pada pasar uang merupakan reksadana jangka pendek. Pada

reksadana ini, uang yang dimasukkan akan dialirkan ke bentuk obligasi

 jangka pendek, sertifikat bank Indonesia dan deposito. Persentase besarnya

(3)

setiap jenis investasi itu tergantung dari diskusi yang dilakukan dengan

konsultan keuangan yang menangani reksadana.

4. Saham

Saham dapat menjadi investasi jangka pendek maupun panjang. Ada

saham-saham di pasar  modal yang fluktuasi harganya cukup cepat. Inilah

saham-saham yang cocok untuk investasi jangka pendek. Ini bisa

dilakukan transaksi jual beli dalam jangka pendek.

5. Forex trading

Forex trading adalah bentuk investasi dengan konsep perdagangan mata uang asing. Jenis investasi ini dikenal memiliki resiko paling besar dari jenis investasi lainnya. Namun

meskipun beresiko besar, beberapa orang tetap saja tertarik menjalankannya. Hal ini dikarenakan mereka memegang prinsip bahwa semakin berisiko tinggi sebuah investasi maka nilai return-nya pun juga biasanya cukup tinggi. Anda bisa menggunakan Forex Trading ini sebagai investasi jangka pendek. Caranya adalah Anda melakukan pembelian mata uang yang sedang mengalami depresiasi dan kemudian menjual kembali saat mata uang tersebut mengalami kenaikan harga. Melihat cara kerjanya investasi ini memang

seperti permainan atau ‘game’ yang cukup menantang dan penuh risiko bagi beberapa orang yang menyukai resiko. Tapi dengan keuntungan besar dalam waktu relatif singkat, beberapa orang yang awalnya tidak menyukai resiko bisa saja kemudian tertarik menjalankannya.

5. Cara pembelian surat utang Negara

6. PERLAKUAN AKUNTANSI RESRTUKTURISASI KREDIT

Perlakuan akuntansi restrukturisasi kredit pada prinsipnya dilaksanakan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) nomor 54 Tentang AKuntansi Utang Bermasalah, dengan memerhatikan hal-hal sebagau berikut:

1)  Nilai buku kredit setelah restrukturisasi kredit (new net book carrying value) dihitung dengan menggunakan metode berdasarkan urutan prioritas sebagai berikut:

a.  Nilai tunai ( present value) penerimaan kas masa depan (expected future cash flow) sesui dengan nilai kredit yang direstrukturisasi dengan menggunakan tingkat diskonto.

 b.  Nilai pasar kredit yang direstrukutisasi sepanjang nilai yang dimaksud dapat diperoleh, misalnya dari badan khusus dalam rangka penyehatan perbankan.

c.  Nilai agunan dengan cara penilaian berdasarkan ketentuan pembentukan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP), apabila pengembalian kredit sangat tergantung pada agunan.

2) Dalam perhitungan nilai tunai penerimaan kas masa depan atas kredit yang direstrukturisasi, bank wajib menggunakan tingkat bunga efektif dari kredit sebelum

(4)

restrukturisasi sebgai tingkat diskonto. Dalam hal kredit sebelum restrukturisasi menggunakan tingkat bunga tidak tetap, bank dapat menggunakan tingkat bunga tidak tetap tersebut.

3) Apabila nilai buku baru kredit setelah restruktursasi dengan menggunakan salah satu metode perhitungan dalam butir 1 lebuh kecil dari saldo kredit sebelum restrukturisasi, bank wajib memperhitungkan selisih tersebut sebagai kerugian. Kerugian tersebut dibebankan setelah diperhitungkan dengan PPAP karena perbaikan kualitas kredit setelah dlakukan restrukturisasi.

4) Dalam menghitung proyeksi penerimaan kas masa depan atas kredit yang direstrukturisasi untuk keperluan perhitungan nilai tunai sebagaimana dimaksud dalam butir 1, bank wajib menggunakan asumsi yang wajar sesuai dengan perkembangan yang ada, agar  proyeksi tersebut realistis.

5) Dalam hal restruktuisasi kredit seluruhnya dilakuakn dengan pengalihan asset termasuk surat berharga, atau konversi kredit menjadi penyertaan modal sementara maka pengakuan kerugian dicatat sebesar selisih antara niali pasar dari asset atau ekuitas yang diterima dengan nilai buku kredit.

6) Apabila sebagian kredit direstrukturisasi dengan pengalihan asset termasuk surat  berharga, atau konversi kredit menjadi penyertaan modal sementara dan sebagian kredit

direstrukturisasi dengan memodifikasi persyratan kredit maka pengakuan kerugian dicatat sebesar selisih antara nilai pasar dari asset atau ekuitas yang diterima dengan nilai buku kredit dan pengakuan kerugian atas modifikasi persyaratan kredit sesuai dengan ketentuan yang dimaksud dalam butir 1.

7) Perhitungan kerugian untuk Kredit Usaha Kecil (KUK) dna kredit konsumsi yang direstrukturisasi dapat dilakuakn menurut jenis kredit dengan menggunakan metode statistic atau dilakukan penilaian terhadap setiap fasilitas kredit sesuaidengan butir 1, butir 2, butir3, danbutir 4.

8) Bank wajib mengevaluasi kredit yang telah direstrukturisasi setiap triwulan. Jika terdapat  perbedaan yang mendasar dalam proyeksi dan realisasi dari angsuran pokok dan bunga,  jangka waktu, arus kas tingkat bunga, atau nilai taksasi agunan, bank wajib untuk menghitung

(5)

7. Pos-pos yang diperhitungkan dalam menentukan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) atau Legal Lending Limit (LLL) adalah :

1. Kredit yang diberikan

Pelanggaran BMPK dihitung berdasarkan baki debit. Pengertian baki debit tidak termasuk  bunga akrual pada pos rupa-rupa aktiva dan tunggakan bunga (bunga dalam penyelesaian)  pada rekening administrative. Bunga akrual adalah pendapatan bunga dari kredit lancer dalam pengertian khusus. Dalam pengertian kredit disini termasuk giro bersaldo debit (overdraft), kartu kredit (baki debit), transaksi yang berasal dari off balance sheet yang wan prestasi.

2. Surat Berharga

Perhitungan BMPK dengan surat berharga dengan node purchase agreement (NPA) dan  pengambil alihan dalam rangka anjak piutang didasarkan pada harga p erolehan, yaitu harga

nominal dikurangi diskonto yang diterima (seperti SBPU). Yang dimaksud dengan surat  berharga NPA adalah pembelian surat berharga yang disertai dengan p enyertaan kesediaan  bank untuk membeli surat berharga tersebut dalam jumlah, jangka waktu, dan tingkat

diskonto tertentu.

Dasar perhitungan pelanggaran atau pelampauan BMPK adalah didasarkan pada harha  perolehan saat membeli atau didasarkan nilai pasar untuk surat berharga yang tercantum di  bank. Surat berharga dimaksud adalah surat berharga yang lazim diperdagangkan di pasar uang. Surat berharga ini termasuk promes, SPBU, CPs dan MTNs, wesel oligasi, sekuritas kredit dan termasuk sertifikat resadana.

3. Penempatan Pada Bank Lain

Perhitungan pelangggaran BMPK penempatan pada bank atau pada bank lain didasarkan  pada nilai nominal, kecuali srtifikat deposito dan surat berharga yang dililai berdasarkan harga perolehan. Penempatan ini dapat berupa giro, deposito call money, kredit, sertifikat deposito, surat berharga.

4. Penyertaan

Pelanggaran pelampauan BMPK utuk pos ini didasarkan pada jumlah dana yang ditanamkan oleh bank dan didasarkan pada nilai penyertaaan yang tercatat di neraca (tanpa adanya  penyedian dana berupa cash outflow). Pernyertaan dalam hal ini hanya pada lembaga

(6)

keuangan hanya diperkenankan dalam rangka penyertaan modal sementara dalam rangka rekontruksi kredit dikecualikan dalam perhitungan BMPK.

5. Transaksi Rekening Administratif

Untuk pos ini terdiri dari garansi yang diberikan dan resiko kredit dari transaksi derivative. Garansi yang diberikan berupa warkat penerbitan jaminan, akseptasi atau endosemen, irrevocable L/C atau SKBDN, akseptasi wesel impor, penjualan surat berharga dengan syarat repo, standbay L/C dan garansi lainya. Sedangkan resiko kredit dari transaksi derivative didasarkan pada nilai resiko kreditnya. Perhitungan resiko kredit dari transaksi derivatif didasarkan atas unrealizedgain yang dimungkinkan tidak jadi diterima counterparty melakukan wan prestasi. Gain dimaksud adalah selisih nilai pasar (mark to market value) terhadap nilai kontrak. Marking to market untuk memperoleh nilai resiko kredit dilakukan bank pada akhir hari. Mengingat timbulnya resiko kredit tersebut akibat  perubahan kurs, maka kelebihan BMPK hanya akan men yebabkan pelampauan BMPK.

8. a. Ketepatan pembayaran kembali pokok dan bunga serta kemampuan peminjam yang ditinjau dari keadaan usaha yang bersangkutan untuk kredit yang diberikan.

b. Tinkat kemungkinan diterimanya kembali dana yang ditanamkan, untuk surat berharga

9. a. Capital Lease

Suatu lease digolongkan sebagai Capital Lease apabila lease tersebut memenuhi satu atau lebih kriteria berikut :

a. Pada saat berakhirnya kontrak lease, hak milik pindah ketangan lessee.

b. Perjanjian lease harus menyebutkan bahwa lessee mempunyai hak untuk membeli objek lease dengan harga yang menguntungkan, yaitu dengan harga yang lebih rendah dari taksiran nilai harganya (expected fair value) pada saat hak membeli tersebut dapat direalisir.

c. Jangka waktu lease sarna stall lebih besar dari taksiran dari 75 % taksiran umur ekonomis dari aktiva yang bersangkutan (dalam hal lease tersebut dimulai pada saat property sudah berumur sudah dipakai, maka kriteria ini tidak dapat diterapkan).

d. Pada waktu permulaan lease, present value dari pada pembayaran sewa minimum (tidak termasuk executory cost) harus sama atau lebih besar dari 90 % x fair market value).

(7)

 b. Operating capital

Kriteria untuk operating lease adalah memenuhi persyaratan seba gi berikut:

a. Jumlah pembayaran selama masa leasing pertama tidak dapat menutupi harga perolehan  barang modal yang dileasekan ditambah keuntungan bagi pihak lessor.

 b. Didalam perjanjian leasing tidak memuat mengenai hak opsi bagi lessee. 10.

11. a. Kartu Kredit adalah Alat Pembayaran Dengan Menggunakan Kartu yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran atas kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi, termasuk

transaksi pembelanjaan dan/atau untuk melakukan penarikan tunai dimana kewajiban pembayaran pemegang kartu dipenuhi terlebih dahulu oleh acquireratau penerbit, dan pemegang kartu

berkewajiban melakukan pelunasan kewajiban pembayaran tersebut pada waktu yang disepakati baik secara sekaligus (charge card ) ataupun secara angsuran

 b. Charge Cardadalah kartu yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran suatu transaksi jual beli barang atau jasa dimana nasabah harus membayar kembali seluruh tagihan secara penuh pada akhir bulan atau bulan berikutnya dengan atau tanpa biaya tambahan.

c. Debit Cardberbeda dengan kedua kartu plastik yang telah disebutkan di atas. Pembayaran atas transaksi jual beli barang atau jasa dengan menggunakan kartu debit ini pada prinsipnya

merupakan transaksi tunai dengan tidak m enggunakan uang tunai akan tetapi pelunasannya atau pembayarannya dilakukan dengan cara m endebit (mengurangi) secara langsung saldo rekening simpanan pemegang kartu yang bersangkutan dan dalam waktu yang sama mengkredit rekening penjual (merchant ) sebesar jumlah nilai transaksi pada bank penerbit (pengelola).

d. Cash Card pada dasarnya adalah kartu yang memungkinkan pemegang kartu untuk menarik uang tunai baik langsung pada kasir bank maupun melalui ATM bank tertentu yang biasanya tersebar di tempattempat strategis, misalnya di hotel, ,pusat-pusat  perbelanjaan dan wilayah perkantoran. Dengan melakukan perjanjian kerja sama terlebih

dahulu, pemegang cash card salah satu bank dapat pula menggunakannya pada bank lainnya. Jadi berbeda dengan tiga kartu plastik yang telah dijelaskan terdahulu, cash card tidak dapat digunakan sebagai alat pembayaran dalam melakukan transaksi jual beli  barang atau jasa sebagaimana dengan credit card, debit card, atau charge card . Penerbitan kartu khusus untuk tujuan penarikan uang tunai dari bank ini pada dasarnya hanya untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan kepada nasabah yang sebelumnya telah memiliki simpanan di bank yang bersangkutan.

e. Check Guarante Card, Kartu ini pada prinsipnya dapat digunakan sebagai jaminan dalam penarikan cek oleh pemegang kartu. Kartu jenis ini sangat populer di Eropa terutama Inggris. Di samping itu, kartu tersebut dapat juga digunakan dalam melakukan  penarikan uang melalui ATM.

Referensi

Dokumen terkait

Tegangan akibat beban mati pada balok pracetak dapat dikurangi dengan memberi. tahanan ketika

Sedangkan sengketa vertikal terjadi antara rakyat dengan melawan kekuatan modal dan atau dengan Negara, termasuk dalam hal ini Badan Usaha Milik Negara

Skripsi, Hubungan Motivasi Belajar Siswa Dengan Hasil Belajar Pendidikan Jasmani (Studi Deskriptif di SMP 2 Sidamulih Kec. Ciamis) , Bandung: Tidak diterbitkan.. Dimyati

Effects of air humidity on growth, flowering, keeping quality and water relations of four short-day greenhouse species 299 Muro, J., Irigoyen, I., Lamsfus, C.. and

[r]

Pokja ULP mengirimkan Surat Permohonan Bantuan kepada Ketua LPSE Kabupaten Nagan Raya untuk membuka file penawaran yang tidak bisa dibuka sesuai form yang

Dengan ini diberitahukan bahwa setelah diadakan evaluasi terhadap Dokumen Penawaran oleh Pokja Jasa Konsultansi ULP Kabupaten Bolaang Mongondow, maka dengan ini disampaikan

54 Tahun 2010, kepada seluruh peserta Pengadaan BaranglJasa yang merasa keberatan atas penetapan ini dapat mengajukan sanggahan selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja