BAB I BAB I DEFINISI DEFINISI
Immunocompromised ( imunitas rendah ) adalah kondisi abnormal dimana kemampuan Immunocompromised ( imunitas rendah ) adalah kondisi abnormal dimana kemampuan seseorang untuk melawan infeksi menurun. Hal ini dapat disebabkan oleh proses seseorang untuk melawan infeksi menurun. Hal ini dapat disebabkan oleh proses penyakit,
penyakit, obat obat obatan obatan tertentu tertentu atau atau kondisi kondisi yang yang didapat didapat sejak sejak lahir. lahir. Pasien Pasien dengandengan keadaan immunocompromise menderita defisiensi imun dan merupakan sasaran utama keadaan immunocompromise menderita defisiensi imun dan merupakan sasaran utama berbagai penyakit infeksi yang disebabkan bakteri, jamur, virus, atau infeksi nosokomial. berbagai penyakit infeksi yang disebabkan bakteri, jamur, virus, atau infeksi nosokomial.
Penderita immunocompromisised : Penderita immunocompromisised : 1.
1. Kelaninan kongenitalKelaninan kongenital
–
–
genetik genetik 2.2. Penyakit dasar : AIDSPenyakit dasar : AIDS 3.
3. Keganasan tumor Hematologic malignanciesKeganasan tumor Hematologic malignancies 4.
4. Kemoterapi dan radiasiKemoterapi dan radiasi 5.
5. Pemakaian streroid jangka panjang dan imunosupresif agentPemakaian streroid jangka panjang dan imunosupresif agent 6.
6. Transplantasi organTransplantasi organ 7.
BAB II BAB II
RUANG LINGKUP RUANG LINGKUP
Panduan ini
Panduan ini memberi pmemberi panduan bagi anduan bagi seluruh seluruh petugas Rumah petugas Rumah Sakit Emanuel Sakit Emanuel dalamdalam melaksanakan perawatan pada pasien dengan gangguan immunocompromise. Berbagai melaksanakan perawatan pada pasien dengan gangguan immunocompromise. Berbagai kondisi yang menimbulkan defisiensi imun :
kondisi yang menimbulkan defisiensi imun : 1.
1. Neutropenia Neutropenia adalah adalah penurunan penurunan jumlah jumlah neutrofil neutrofil secara secara bermakna bermakna dan dan masamasa neutropenia cukup lama maka terjadinya infeksi akan meningkat secara nyata misal neutropenia cukup lama maka terjadinya infeksi akan meningkat secara nyata misal ; pada tumor padat, pasien
; pada tumor padat, pasien leukemi, agranulositosis.leukemi, agranulositosis. 2.
2. Kerusakan pada imunitas seluler dan humoralKerusakan pada imunitas seluler dan humoral
Gangguan dan perubahan pada system imunitas seluler mis : Iradiasi, sitostatik, dan Gangguan dan perubahan pada system imunitas seluler mis : Iradiasi, sitostatik, dan kortikosteroid sedangkan imunitas humoral dalam keadaan normal terjadi kortikosteroid sedangkan imunitas humoral dalam keadaan normal terjadi opsonisasi bakteri dan membuat antibody bakterisid akan terganggu apabila organ opsonisasi bakteri dan membuat antibody bakterisid akan terganggu apabila organ pembentuknya mengalami kerusakan misalnya splenektomi.
pembentuknya mengalami kerusakan misalnya splenektomi. 3.
3. Perubahan pada sawar fisikPerubahan pada sawar fisik
Gangguan pada sawar fisik seperti kulit, saluran cerna, saluran kemih, mukosa Gangguan pada sawar fisik seperti kulit, saluran cerna, saluran kemih, mukosa saluran napas selama kemoterapi ataupun tindakan invasive akan merupakan tempat saluran napas selama kemoterapi ataupun tindakan invasive akan merupakan tempat masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh. Hal lain yang dapat merusak sawar masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh. Hal lain yang dapat merusak sawar pelindung
pelindung ialah ialah kateter kateter intravena intravena atau atau kateter kateter saluran saluran kemih, kemih, alat alat intubasi, intubasi, tempattempat bekas suntikan, aspirasi sumsum tulang, ekstravasasi atau operasi.
bekas suntikan, aspirasi sumsum tulang, ekstravasasi atau operasi. 4.
4. Status nutrisi/giziStatus nutrisi/gizi
Gizi yang baik penting untuk mempertahankan system imunitas seluler, karena Gizi yang baik penting untuk mempertahankan system imunitas seluler, karena telah diketahui bahwa gizi buruk menyebabkan penurunan fungsi limfosit dan telah diketahui bahwa gizi buruk menyebabkan penurunan fungsi limfosit dan fagositosis seperti halnya kesembuhan sawar kulit dan mukosa.
fagositosis seperti halnya kesembuhan sawar kulit dan mukosa. 5.
5. ObstruksiObstruksi
Obstruksi pada saluran napas akan meningkatkan resiko infeksi oleh bakteri Obstruksi pada saluran napas akan meningkatkan resiko infeksi oleh bakteri anaerob, demikian pula obstruksi pada saluran kemih akan meningkatkan resiko anaerob, demikian pula obstruksi pada saluran kemih akan meningkatkan resiko infeksi oleh bakteri tertentu.
6.
6. Disfungsi susunan saraf pusatDisfungsi susunan saraf pusat
Gangguan susunan saraf pusat yang disebabkan tumor primer otak ataupun oleh Gangguan susunan saraf pusat yang disebabkan tumor primer otak ataupun oleh metastasis mengakibatkan gangguan pada mekanisme protektif missal hilangnya metastasis mengakibatkan gangguan pada mekanisme protektif missal hilangnya reflek muntah dapat menyebabkan pneumoni aspirasi atau gangguan miksi dapat reflek muntah dapat menyebabkan pneumoni aspirasi atau gangguan miksi dapat menyebabkan timbulnya infeksi saluran kemih.
menyebabkan timbulnya infeksi saluran kemih. 7.
7. Perubahan flora bakteriPerubahan flora bakteri
Sebagian besar kejadian infeksi disebabkan oleh bakteri yang terdapat dalam tubuh Sebagian besar kejadian infeksi disebabkan oleh bakteri yang terdapat dalam tubuh pasien
pasien sendiri. sendiri. Oleh Oleh karena karena itu itu kolonisasi kolonisasi bakteri bakteri yang yang ada ada dalam dalam saluran saluran nafasnafas ataupun saluran cerna perlu mendapatkan perhatian khusus. Hal ini juga bergantung ataupun saluran cerna perlu mendapatkan perhatian khusus. Hal ini juga bergantung kepada keadaan neutropenia. Dua factor yang menentukan kolonisasi bakteri ialah kepada keadaan neutropenia. Dua factor yang menentukan kolonisasi bakteri ialah penggunaan antibiotik yang ekstensif dan jenis bakteri atau jamur
penggunaan antibiotik yang ekstensif dan jenis bakteri atau jamur yang ada di ruangyang ada di ruang rawat tentu seperti unit perawatan intensif atau bangsal onkologi. Penggunaan rawat tentu seperti unit perawatan intensif atau bangsal onkologi. Penggunaan antibiotic spectrum luas dapat mengubah flora anaerob dalam usus dan antibiotic spectrum luas dapat mengubah flora anaerob dalam usus dan menyebabkan meningkatnya kepekaan terhadap mikroorganisme yang lebih menyebabkan meningkatnya kepekaan terhadap mikroorganisme yang lebih virulen.
virulen. 8.
8. Luka bakar sedang sampai beratLuka bakar sedang sampai berat 9.
9. Steven Johnson Sindrom (SJS)Steven Johnson Sindrom (SJS)
SJS adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh alergi atau infeksi. SJS adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh alergi atau infeksi. 10.
10. Berbagai jenis kankerBerbagai jenis kanker 11.
11. HIV/AIDSHIV/AIDS AIDS (
AIDS ( Acguired Acguired Immune Immune Defiency Defiency SyndromSyndrom) adalah penyakit akibat menurunnya) adalah penyakit akibat menurunnya daya tahan tubuh yang didapat karena terinfeksi HIV (
daya tahan tubuh yang didapat karena terinfeksi HIV ( Human Imunodefisiency Human Imunodefisiency Virus
Virus ).Virus HIV menyerang sel darah putih (Sel CD4) sehingga meningkatkan).Virus HIV menyerang sel darah putih (Sel CD4) sehingga meningkatkan rusaknya sistem kekebalan tubuh atau sistem imun. Hilangnya atau berkurangnya rusaknya sistem kekebalan tubuh atau sistem imun. Hilangnya atau berkurangnya daya tahan tubuh atau sistem imun tubuh membuat si penderita mudah sekali daya tahan tubuh atau sistem imun tubuh membuat si penderita mudah sekali terjangkit berbagai penyakit termasuk penyakit ringan sekalipun atau dikenal terjangkit berbagai penyakit termasuk penyakit ringan sekalipun atau dikenal dengan infeksi oportunistik. Virus ini juga merusak otak dan sistem saraf.
dengan infeksi oportunistik. Virus ini juga merusak otak dan sistem saraf. 12.
12. Lupus EritematosusLupus Eritematosus
Lupus merupakan penyakit yang terkait dengan kekebalan tubuh manusia. Penyakit Lupus merupakan penyakit yang terkait dengan kekebalan tubuh manusia. Penyakit ini juga
BAB III BAB III TATA LAKSANA TATA LAKSANA
1.
1. Penanganan pasien immunocompromised lakukan kewaspadaan standar sesuaiPenanganan pasien immunocompromised lakukan kewaspadaan standar sesuai prosedur.
prosedur. 2.
2. Perawat menyiapkan kamar serta alat pelindung diri (APD) : sarung tangan, maskerPerawat menyiapkan kamar serta alat pelindung diri (APD) : sarung tangan, masker bedah, gogles dan apron (jika diperlukan).
bedah, gogles dan apron (jika diperlukan). 3.
3. Petugas kesehatan melakukan kebersihan tangan sebelum kontak dengan pasien.Petugas kesehatan melakukan kebersihan tangan sebelum kontak dengan pasien. 4.
4. Menempatkan pasien pada ruang tersendiri/kohorting yang difasilitasi denganMenempatkan pasien pada ruang tersendiri/kohorting yang difasilitasi dengan wastafel untuk cuci tangan dan kamar mandi.
wastafel untuk cuci tangan dan kamar mandi. 5.
5. Memberi tanda tipe kewaspadaan penularan di pintu masuk kamar :Memberi tanda tipe kewaspadaan penularan di pintu masuk kamar : protective protective isolation
isolation dengan kode warnadengan kode warna biru biru.. 6.
6. Memberi tahu pasien dan keluarga untuk menjaga pintu tetap tertutup dan pasienMemberi tahu pasien dan keluarga untuk menjaga pintu tetap tertutup dan pasien tetap dalam ruangan. Untuk menghindari kontaminasi dari udara di luar kamar. tetap dalam ruangan. Untuk menghindari kontaminasi dari udara di luar kamar. 7.
7. Perawat memberikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang etika batuk,Perawat memberikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang etika batuk, menjaga kebersihan tangan, tentang penyakitnya dan cara penularannya.
menjaga kebersihan tangan, tentang penyakitnya dan cara penularannya. 8.
8. Perawat memberi edukasi supaya pasien menggunakan masker bedah selama adaPerawat memberi edukasi supaya pasien menggunakan masker bedah selama ada orang lain (pengunjung / penunggu / petugas) di dalam ruangan.
orang lain (pengunjung / penunggu / petugas) di dalam ruangan. 9.
9. Membatasi perpindahan dan transport pasien keluar ruangan, serta dilakukan sesuaiMembatasi perpindahan dan transport pasien keluar ruangan, serta dilakukan sesuai prosedur transportasi
prosedur transportasi pasien kpasien keluar dari eluar dari ruang kruang kohort. ohort. Pasien immunocompromisedPasien immunocompromised yang akan keluar ruangan harus mengenakan masker bedah.
yang akan keluar ruangan harus mengenakan masker bedah. 10.
10. Perawat memberikan edukasi pada pasien dan keluarga untuk membatasi kontak /Perawat memberikan edukasi pada pasien dan keluarga untuk membatasi kontak / sentuhan dengan pasien.
sentuhan dengan pasien. 11.
11. Membatasi jumlah petugas saat melakukan tindakan.Membatasi jumlah petugas saat melakukan tindakan. 12.
12. Petugas memasuki ruangan sesuai prosedur dan mengenakan masker bedah, bilaPetugas memasuki ruangan sesuai prosedur dan mengenakan masker bedah, bila perlu mengenakan apron dan penutup kepala.
perlu mengenakan apron dan penutup kepala. 13.
13. Petugas melakukan tindakan sesuai prosedur dan tetap memperhatikan prinsipPetugas melakukan tindakan sesuai prosedur dan tetap memperhatikan prinsip kewaspadaan perlindungan untuk pasien.
kewaspadaan perlindungan untuk pasien. 14.
15.
15. Menggunakan peralatan pasien seperti tensimeter, stetoscop untuk masingMenggunakan peralatan pasien seperti tensimeter, stetoscop untuk masing
–
–
masing masing pasien. Tensi meter dan stetoscope tetap ada di ruang kohortpasien. Tensi meter dan stetoscope tetap ada di ruang kohort 16.
16. Pengunjung yang mempunyai gejala penyakit menular dan anak < 12 tahun tidakPengunjung yang mempunyai gejala penyakit menular dan anak < 12 tahun tidak diizinkan berkunjung. Maksimal pengunjung 2 orang.
diizinkan berkunjung. Maksimal pengunjung 2 orang. 17.
17. Pasien anak-anak immunocompromised.Pasien anak-anak immunocompromised. a.
a. Diusahakan semaksimal Diusahakan semaksimal mungkin pasien mungkin pasien anak berada di anak berada di dalam dalam kamar.kamar. b.
b. Air minum harus diperhatikan kebersihannya.Air minum harus diperhatikan kebersihannya. 18.
18. Tanaman dan bunga segar tidak boleh diletakkan dalam ruang perawatan intensifTanaman dan bunga segar tidak boleh diletakkan dalam ruang perawatan intensif dan ruang pasien immunocompromised. Tanaman dan bunga plastik juga tidak dan ruang pasien immunocompromised. Tanaman dan bunga plastik juga tidak diperbolehkan karena akan menyimpan debu.
diperbolehkan karena akan menyimpan debu. 19.
19. Pembersihan ruang perawatan dan perabotan harus menggunakan teknik yang tidakPembersihan ruang perawatan dan perabotan harus menggunakan teknik yang tidak menimbulkan aerosolisasi.
menimbulkan aerosolisasi. 20.
20. Petugas kesehatan yang mengalami infeksi akut dibatasi dalam bekerja agar tidakPetugas kesehatan yang mengalami infeksi akut dibatasi dalam bekerja agar tidak menularkan kepada pasien.
menularkan kepada pasien. 21.
BAB IV BAB IV DOKUMENTASI DOKUMENTASI
Dokumentasi yang terkait perawatan pasien meliputi : Dokumentasi yang terkait perawatan pasien meliputi : 1.
1. AnamneseAnamnese 2.
2. Pemeriksaan fisikPemeriksaan fisik 3.
3. Perubahan-perubahan fisiologiPerubahan-perubahan fisiologi 4.
4. Monitoring terhadap respon klinis maupun laboratorisMonitoring terhadap respon klinis maupun laboratoris 5.
5. Asuhan keperawatanAsuhan keperawatan
..
Klampok
Klampok , , Januari Januari 20152015 Mengetahui
Mengetahui
dr Yos Kresno Wardhana, MsC. SpAn
dr Yos Kresno Wardhana, MsC. SpAn Syah Ida Aktifiani, S.Kep. NsSyah Ida Aktifiani, S.Kep. Ns
Ketua