• Tidak ada hasil yang ditemukan

by: Ns. Indah Komala Sari, M.Kep

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "by: Ns. Indah Komala Sari, M.Kep"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

by: Ns. Indah Komala Sari, M.Kep

(2)

Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami : 1. Definisi Personal higiene

2. Macam-macam personal higiene 3. Tujuan personal higiene

4. Faktor-faktor yang mempengaruhi personal higiene 5. Dampak yg ditimbulkan pda masalah personal higiene 6. Tanda-tanda personal higiene

7. Asuhan keperawatan pada personal higiene

Tujuan Pembelajaran

(3)

Definisi Personal Higiene

Suatu upaya untuk memelihara kebersihan tubuh dari ujung rambut sampai dengan ujung kaki

(Potter & Perry, 2005)

Personal hygiene adalah suatu tindakan untuk memelihara

kebersihan dan kesehatan seseorang utk kesejahteraan fisik dan psikis.

The image part with relationship ID rId3 was not found in the file.

(4)

Macam-macam Personal Higiene

1. Perawatan kulit kepala dan rambut 2. Perawatan mata 3. Perawatan hidung 4. Perawatan telinga

5. Perawatan kuku kaki dan tangan

6. Perawatan genitalia 7. Perawatan kulit

8. Perawatan tubuh secara keseluruhan

(5)

Tujuan Perawatan Personal Higiene

• Meningkatkan derajat kesehatan seseorang

• Memelihara kebersihan diri seseorang

• Memperbaiki personal higiene yg kurang

• Pencegahan penyakit

• Meningkatkan percaya diri seseorang

• Menciptakan keindahan

(6)

Faktor-faktor yg mempengaruhi personal higiene

Citra tubuh

Praktik sosial

Sosio

ekonomi Pengetahuan

Budaya Kebiasaan

seseorang Kondisi fisik

(7)

Faktor – faktor yang mempengaruhi Defisit Perawatan Diri

1. Body Image

Gambaran individu terhadap dirinya

2. Praktik Sosial

Pada anak – anak selalu dimanja

dalam kebersihan diri.

(8)

3. Status Sosial Ekonomi

Seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, shampo, alat mandi memerlukan uang untuk

menyediakannya 4. Pengetahuan

Pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan

5. Budaya

Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu tidak boleh dimandikan

(9)

6. Kebiasaan seseorang

Menggunakan produk tertentu dalam perawatan diri seperti penggunaan sabun

7. Kondisi fisik atau psikis

Pada keadaan tertentu / sakit

kemampuan untuk merawat diri

berkurang dan perlu bantuan untuk

melakukannya

(10)

Dampak yang sering timbul pada masalah Personal Hygiene

1. Dampak fisik

Gangguan fisik yang sering terjadi adalah : Gangguan integritas kulit, gangguan membran mukosa

mulut, infeksi pada

mata dan telinga dan

gangguan fisik pada

kuku.

(11)

2. Dampak psikososial

Gangguan kebutuhan rasa

nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai, kebutuhan harga diri, aktualisasi diri dan gangguan

interaksi sosial.

(12)

Tanda dan Gejala PH

1.

Fisik

Badan bau

Pakaian kotor

Rambut dan kulit kotor

Kuku panjang dan kotor Gigi kotor disertai mulut

bau

Penampilan tidak rapi

(13)

2. Psikologis

Malas, tidak ada inisiatif.

Menarik diri, isolasi diri.

Merasa tak berdaya,

rendah diri dan merasa hina

(14)

3. Sosial

Interaksi kurang.

Kegiatan kurang

Tidak mampu berperilaku sesuai norma.

Cara makan tidak teratur, BAK dan BAB di sembarang tempat, gosok gigi dan mandi tidak

mampu mandiri.

(15)

Personal Hygiene :

Memandikan pasien Perawatan rambut

Menggosok gigi pasien Oral Hygiene

Perawatan kuku

Vulva/penis hygiene

(16)

Proses Keperawatan

Pengkajian

Diagnosa keperawatan

Intervensi &

Rasional Implementasi

Evaluasi

(17)

Proses Keperawatan &

Perawatan Kulit

I. Pengkajian

Terpusat pada penentuan toleransi klien terhadap prosedur higienis.

a. Pengkajian fisik kulit

Mengkaji seluruh permukaan tubuh klien  inspeksi dan palpasi.

Menentukan kondisi kulit  observasi warna, tekstur, turgor, temperatur, dan hidrasi kulit.

Mengkaji masalah kulit yang dipengaruhi cara-cara higienis.

Mencatat kondisi lesi.

b. Perubahan perkembangan

The image part with relationship ID rId4 was not found in the file.

(18)

Lanjtutan,,,,

c. Kemampuan perawatan diri

d. Resiko kerusakan kulit

Imobilisasi

Penurunan sensasi

Perubahan nutrisi dan hidrasi Sekresi dan ekskresi pada kulit

(19)

II. Diagnosa keperawatan

Peninjauan ulang semua data yang terkumpul

Mempertimbangkan perawatan klien sebelumnya Peninjauan ulang pengetahuan kondisi awal yang ada

Pengelompokkan batasan karakteristik Diagnosa keperawatan khusus masalah kesehatan klien yang aktual dan potensial Seleksi akurat dalam diagnosa keperawatan.

(20)

III. Perencanaan

Metode perawatan kulit yang diberikan

Tujuan yang diharapkan untuk meningkatkan kondisi kulit

Beragam tindakan asuhan keperawatan

Interaksi perawat selama higiene  penkes, pemberian dukungan

emosional, klarifikasi nilai, bantuan pelatihan rentang gerak

(21)

IV. Implementasi

a.

Memandikan klien

Memberikan privasi

Memelihara keamanan Memelihara kehangatan Meningkatkan

kebebasan klien

sebanyak mungkin

selama aktivitas mandi.

(22)

b. Perawatan perineum

Proses mandi lengkap

Sikap profesional perawat 

menghargai klien, mengurangi rasa malu klien, dan membuat klien tentram.

Klien yang paling beresiko kerusakan pada daerah

perineum  klien yang

inkontinensia urine atau fekal, balutan operasi rektal dan

perineum, dan kateter yang tetap.

(23)

V. Evaluasi

Evaluasi keberhasilan intervensi Persiapan perubahan rencana jika hasil tidak dicapai

Evaluasi pencapaian dari hasil yang diharapkan

Evaluasi melibatkan tindakan

pemeriksaan fisik, pertanyaan yang mengukur pengetahuan

klien tentang teknik higiene.

(24)

Proses Keperawatan &

Perawatan Kaki

I. Pengkajian

a. Pengkajian fisik

b. Faktor perkembangan

c. Alas kaki

d. Pengetahuan tentang praktik perawatan kaki dan kuku

II. Diagnosa keperawatan

Pernyataan batasan karakteristik atas pengkajian kondisi kaki

Asuhan keperawatan suportif atau preventif Identifikasi yang akurat

Pemilihan intervensi keperawatan yang tepat.

(25)

III. Perencanaan

Perencanaan yang matang untuk pertimbangan tujuan:

Klien akan memiliki kulit utuh dan permukaan kulit yang lembut

Klien akan mencapai rasa nyaman dan bersih

Klien akan berjalan dan

menanggung berat badan dengan normal

Klien akan memahami dan

melakukan metode perawatan kaki dan kuku dengan benar.

(26)

IV. Implementasi

Nyeri yang berhubungan dengan pembentukan kalus, kuku jari kaki yang tumbuh kedalam

Hambatan mobilisasi fisik yang berhubungan dengan gangguan visual dan perubahan

koordinasi tangan

Kerusakan integritas kulit yang berhubungan dengan kerusakan perfusi arteri, praktek

pemotongan kuku yang tidak tepat, friksi dari sepatu, cedera pada kuku

Resiko kerusakan integritas kulit yang

berhubungan dengan kerusakan perfusi arteri dan alas kaki yang tidak pas

(27)

Resiko infeksi yang berhubungan dengan kulit yang rusak atau trauma

Defisit pengetahuan perawatan kaki dan kuku yang berhubungan dengan misinterpretasi informasi dan kurang terpaparnya informasi.

V. Evaluasi

Respon klien terhadap perawatan kaki dan kuku selama beberapa hari atau minggu

Keberhasilan intervensi terhadap hasil yang diharapkan

Praktek perawatan kaki dan kuku yang dilakukan klien secara pribadi.

(28)

Proses Keperawatan &

Perawatan Higiene Mulut

I. Pengkajian

a. Pengkajian fisik

b. Perubahan perkembangan

c. Pola makan

d. Pilihan dan praktek higienis

e. Pengkajian faktor-faktor resiko untuk masalah higiene mulut

II. Diagnosa keperawatan

Pengkajian rongga mulut untuk menunjukkan perubahan aktual atau potensial dalam integritas struktur mulut

Diagnosis keperawatan yang berhubungan dengan

perefleksian masalah atau komplikasi akibat perubahan rongga mulut

(29)

Penyeleksian faktor-faktor penyebab masalah klien

Perubahan mukosa mulut akibat pemaparan radiasi.

III. Perencanaan

Menyusun rencana keperawatan untuk klien

Perencanaan yang

mempertimbangkan pilihan, status emosional, sumber daya ekonomi, dan kemampuan fisik klien.

(30)

IV. Implementasi

a) Higiene mulut

b) Diet

c) Gosok gigi

d) Higiene mulut khusus

e) Penggunaan fluorida

f) Flossing

g) Perawatan gigi palsu

(31)

V. Evaluasi

Pemahaman hasil higiene mulut akan terlihat dalam beberapa hari Evaluasi keberhasilan intervensi dalam memelihara integritas

mukosa atau mencegah cedera mukosa

Antisipasi kebutuhan perubahan intervensi selama evaluasi

(32)

1. PENGKAJIAN

Riwayat keperawatan

• Pola kebersihan tubuh

• Perlengkapan personal higiene yg dipakai

• Faktor-faktor yg mempengaruhi PH

Keluhan Utama

• Pasien merasa tidak nyaman dengan

kebersihan diri

• Pasien

mengatakan tidak dapat melakukan makan, mandi, dan eliminasi secara mandiri

• Pasien merasa rendah diri thd kondisi dirinya

Pemeriksaan fisik

• Rambut

• Kepala

• Mata

• Hidung

• Mulut

• Gigi

• Telinga

• Kulit

• Kuku tangan dan kaki

• Genitalia

• Tubuh secara umum

(33)

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Defisit perawatan diri/kebersihan diri (makan, mandi, berpakaian, eliminasi) (NANDA, 2012 – 2014)

2. Gangguan integritas kulit (NANDA, 2015 – 2019)

3. Gangguan membran mukosa mulut (NANDA, 2015 – 2019)

4. Resiko gangguan integritas kulit (NANDA, 2015 – 2019)

(34)

Dx 1. Defisit perawatan diri/kebersihan diri (makan, mandi, berpakaian, eliminasi)

Kemungkinan berhubungan dengan:

Kelemahan fisik Imobilisasi

Penurunan kesadaran

Kehilangan fungsi sensorik dan penglihatan

Tujuan yang diharapkan:

Kebersihan tubuh pasien terjamin Pasien merasa nyaman

Keadaan rambut dan kulit bersih

Pasien mampu melakukan kebersihan diri secara mandiri

(35)

Dx: Kurangnya perawatan diri/kebersihan diri (makan, mandi, berpakaian, eliminasi)

INTERVENSI RASIONAL

Kaji kemampuan pasien dalam melakukan perawatan diri

Menentukan bantuan yang akan dilakukan oleh perawat

Kaji pola kebersihan diri pasien:

waktu, berapa x sehari,

penggunaan sabun dan shampoo

Jadwal kebiasaan pasien yg sama

memungkinkan pasien dapat lebih cepat beradaptasi

Observasi keadaan kulit, rambut, mulut, mata, hidung, dan kuku

Menentukan prioritas yg harus dilakukan dalam perawatan diri pasien

Libatkan keluarga pasien dalam melakukan kebersihan diri

Meningkatkan rasa nyaman pasien Lakukan perawatan rambut, kulit,

mulut dan kuku sesuai kebutuhan

Menjaga kebersihan dan kenyamanan pasien dan mengurangi resiko inos Bantu pasien memenuhi

kebutuhan sehari2: makan,

kebersihan diri, berpakaian, dan eliminasi

Memenuhi kebutuhan aktifitas harian/ADL pasien

(36)

Dx 2. Gangguan integritas kulit

Kemungkinan berhubungan dengan:

Bagian tubuh yg lama tertekan Imobilisasi

Terpapar zat kimia Pembedahan

Trauma tajam atau tumpul

Tujuan yang diharapkan:

Keadaan kulit kembali utuh Luka tidak ada

Perluasan luka tidak terjadi Infeksi tidak ada

(37)

Dx: Gangguan integritas kulit

INTERVENSI RASIONAL

Kaji penyebab ggn integiritas kulit Untuk menentukan tindakan keperawatan yg tepat

Observasi keadaan kulit sekitar luka: warna, sensasi, dan suhu

Dapat mengidentifikasi perkembangan luka, perluasan/infeksi dan vaskularisasi Observasi & catat keadaan luka:

luka bersih, pus, dan granulasi

Mengetahui perkembangan/perbaikan kondisi luka serta jenis perawatan luka Lakukan pemeriksaan TTV tiap 4

jam

Peningkatan TTV merupakan indikasi adanya infeksi dari luka

Lakukan perawatan luka secara steril

Menjaga kebersihan luka

Jaga kebersihan kulit pasien Keadaan tubuh yg kotor menjadi sumber MO shg menimbulkan infeksi

Jaga kebersihan tempat tidur pasien / laken

Mencegah terjadinya infeksi nosokomial

(38)

Dx 3. Gangguan membran mukosa mulut

Kemungkinan berhubungan dengan:

Trauma oral, infeksi oral, stomatitis Pembatasan intake cairan

Pemberian kemoterapi dan radiasi pada kepala dan leher

Tujuan yang diharapkan:

Keadaan kulit kembali utuh Luka tidak ada

Perluasan luka tidak terjadi Infeksi tidak ada

(39)

Dx: Gangguan membran mukosa mulut

INTERVENSI RASIONAL

Kaji pola kebersihan mulut pasien Agar pasien dapat beradaptasi dengan keadaan dirinya

Kaji keadaan mulut pasien : stomatitis, bau mulut & kotor

Mulut yg kotor dapat mengganggu

kenyamanan dan mengurangi nafsu mkn Bantu pasien dalam melakukan

perawatan mulut

Pasien mungkin tidak dapat melakukan sendiri perawatan mulut

Gunakan sikat gigi yg lembut Mencegah terjadinya trauma dan perdarahan mukosa mulut

Bersihkan mulut dgn larutan garam/ NaCl atau baking soda

merupakan larutan fisiologis shg membantu melembabkan mukosa,

meningkatkan granulasi, dan menekan pertumbuhan bakteri

Berikan penkes ttg pentingnya menjaga kebersihan mulut

Memberikan pemahaman dan motivasi pentingnya kebersihan mulut pasien

(40)

Dx 4. Resiko gangguan integritas kulit

Kemungkinan berhubungan dengan:

Bagian tubuh yg lama tertekan Imobilisasi

Penurunan kesadaran

Tujuan yang diharapkan:

Kulit pasien utuh

Tidak terjadi luka dekubitus Kebersihan kulit pasien terjadi

Klien dapat mandiri dalam kebersihan diri sendiri

(41)

Dx: Resiko gangguan integritas kulit

INTERVENSI RASIONAL

Kaji faktor resiko yg menimbulkan ggn integritas kulit, seperti

kelemahan fisik, kelumpuhan

Mengidentifikasi faktor yg dapat

menyebabkan ggn integritas kulit shg dapat mencegah terjadinya luka

Kaji keadaan kulit yg tertekan, spt:

kemerahan, suhu panas dan lecet

Merupakan indikasi ggn integritas kulit Jaga kebersihan kulit dan tubuh

klien

Tubuh yg kotot dapat menimbulkan gatal

 garuk  lecet /luka Ubah posisi setiap 2 jam sekali Mencegah dekubitus Lakukan massase dan fibrasi pada

bagian tubuh yg tertekan

Meningkatkan aliran darah, menjaga vaskularisasi lebih optimal

Jaga kebersihan tempat tidur Laken yg kotor dapat menyebabkan dekubitus

(42)

Referensi

Dokumen terkait

1) Mulut : infeksi mulut (sariawan), terutama pada bayi, terjadi pada selaput mukosa pipi dan tampak sebagai bercak-bercak putih. Pertumbuhan Candida di dalam mulut lebih subur

Herpes zoster adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus varisela- zoster yang menyerang kulit dan mukosa, infeksi ini merupakan reaktivasi virus yang terjadi setelah

Menurut WHO (2006) Diabetes Melitus adalah gangguan metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah yang disebut Hiperglikemia dengan gangguan metabolisme

1 Difteria adalah suatu penyakit infeksi akut yang sangat menular, disebabkan oleh Corynebacterium diphteriae dengan ditandai pembentukan pseudo-membran pada kulit dan atau mukosa.. 2

Untuk pengguna narkoba jenis suntik umumnya akan mengalami gangguan yang berhubungan dengan adalah gangguan kulit layaknya infeksi pada kulit.Biasanya gangguan pada kulit terjadi

 Spektrum antijamurnya sebenarnya juga mencakup jamur-jamur sistemik, namun karena toksisitasnya, nistatin hanya digunakan untuk terapi infeksi Candida pada kulit, membran

Pada sebagian besar infeksi daerah operasi bakteri patogen berasal dari endogen yaitu flora kulit, membran mukosa dan traktus gastrointestinal atau berasal dari

Resiko peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi skunder terhadap diare.. Resiko gangguan integritas kulit berhubungan dengan peningkatan