• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dinamika dan Proyeksi Perubahan Penggunaan Lahan di Kawasan Peri-Urban Kota Makassar (Kawasan Mamminasata)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Dinamika dan Proyeksi Perubahan Penggunaan Lahan di Kawasan Peri-Urban Kota Makassar (Kawasan Mamminasata)"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Lokasi Penelitian
Tabel 1. Variabel bebas yang digunakan dalam model regresi logistik biner
Gambar 3. Variabel bebas yang digunakan dalam model regresi logistik: (a) Elevasi, (b) Lereng, (c) Jarak dari Jalan Utama,  (d) Jarak dari Jalan Non-Utama, (e) Jarak dari Ibukota Kecamatan, (f) Jarak dari Pusat Kegiatan, dan (g) Jumlah  Penduduk
Gambar 4. Perbandingan pola perubahan penutupan/penggunaan lahan dalam rentang waktu tahun 2004 – 2014
+5

Referensi

Dokumen terkait

Analisis perubahan penggunaan lahan dilakukan dengan membandingkan peta penggunaan lahan yang telah dibuat yakni antara tahun 2000 - 2012 dengan metode overlay yakni

Dari gambar peta tutupan lahan, dapat diketahui bahwa konversi lahan yang dulunya merupakan lahan pertanian menjadi lahan terbangun pada tahun 1994 ke tahun 2001 terjadi

Bila dilihat secara spasial kenampakan perkembangan lahan terbangun yang terjadi di wilayah peri urban tidak terbatas oleh batasan administrasi, namun didasarkan pada

Lahan yang ada di Kecamatan Godean pada tahun 2009 didominasi oleh pemanfaatan lahan berupa pertanian lahan basah yakni sawah irigasi ½ teknis dengan total seluas 1509,01 Ha

Keywords: land conformity, settlements, peri-urban and weighted overlay Abstrak Penelitian ini bertujuan menyajikan peta permukiman eksisting, mengkaji kesesuaian klasifikasi lahan

Ketiga, pengaruh perubahan luasan lahan sawah padi terhadap daya dukung lahan pertanian di Kecamatan Tasikmadu dapat diketahui dengan cara overlay Sebelum

Secara garis besar dapat diketahui terdapat tutupan lahan yang mengalami kenaikan luasan tutupan lahan seperti permukiman, penurunan luasan tutupan lahan seperti hutan dan persawahan,

Secara keseluruhan, perubahan penutupan lahan yang terjadi di dalam kawasan Hutan Lindung Gunung Sirimau antara tahun 2009 s.d 2019 menunjukkan bahwa terjadi penurunan kualitas hutan