• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

P U T U S A N

Nomor 75/Pid.Sus/2018/PN Smn

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Negeri Sleman yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa :

1. Nama lengkap : Bagong.

2. Tempat lahir : Sleman.

3. Umur/Tanggal lahir : 58 tahun/10 Maret 1960. 4. Jenis kelamin : Laki-laki.

5. Kebangsaan : Indonesia.

6. Tempat tinggal : Tempel Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta.

7. Agama : Islam.

8. Pekerjaan : Buruh.

Terdakwa Bagong ditahan dalam tahanan rutan oleh:

1. Penyidik sejak tanggal 11 Desember 2017 sampai dengan tanggal 30 Desember 2017.

2. Penyidik Perpanjangan Oleh Penuntut Umum sejak tanggal 31 Desember 2017 sampai dengan tanggal 8 Februari 2018.

3. Penuntut Umum sejak tanggal 6 Februari 2018 sampai dengan tanggal 25 Februari 2018.

4. Hakim Pengadilan Negeri sejak tanggal 20 Februari 2018 sampai dengan tanggal 21 Maret 2018.

5. Hakim Pengadilan Negeri Perpanjangan Pertama Oleh Ketua Pengadilan Negeri sejak tanggal 22 Maret 2018 sampai dengan tanggal 20 Mei 2018.

Terdakwa menghadap sendiri; Pengadilan Negeri tersebut; Setelah membaca:

- Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Sleman Nomor

75/Pid.Sus/2018/PN Smn tanggal 20 Februari 2018 tentang penunjukan Majelis Hakim;

- Penetapan Majelis Hakim Nomor 75/Pid.Sus/2018/PN Smn tanggal 20 Februari 2018 tentang penetapan hari sidang;

- Berkas perkara dan surat-surat lain yang bersangkutan;

Setelah mendengar keterangan Terdakwa dan saksi-saksi yang diajukan di persidangan;

Setelah mendengar pembacaan tuntutan pidana yang diajukan oleh Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut:

Halaman 1 dari 12 Putusan Nomor 75/Pid.Sus/2018/PN Smn

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

1. Menyatakan terdakwa Bagong, bersalah melakukan tindak pidana melakukan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga, sebagaimana diatur dalam Pasal 44 Ayat (1) Undang Undang No 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga sebagaimana alternative kesatu Penuntut Umum.

2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Bagong, berupa : Pidana penjara selama 1 (satu) tahun dengan dikurangi selama terdakwa dalam tahanan sementara dan dengan perintah terdakwa tetap ditahan .

3. Menetapkan agar terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp. 2.000.- (dua ribu rupiah).

Setelah mendengar permohonan Terdakwa agar dijatuhi pidana yang seringan-ringannya, karena terdakwa sangat menyesali perbuatannya.

Setelah mendengar tanggapan Penuntut Umum terhadap permohonan Terdakwa yang pada pokoknya tetap pada tuntutannya.

Menimbang, bahwa Terdakwa diajukan ke persidangan oleh Penuntut Umum didakwa berdasarkan surat dakwaan sebagai berikut:

Kesatu

Bahwa terdakwa Bagong pada hari Kamis tanggal 22 Desember 2016 sekira jam 20.00 WIB atau setidak-tidaknya pada suatu waktu di tahun 2016, bertempat di Kemiri RT 3 RW 21 Margorejo Tempel Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta atau atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Sleman, setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 huruf a Undang Undang No 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, perbuatan mana dilakukan terdakwa Bagong dengan cara sebagai berikut :

- Bahwa awalnya pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut

diatas, terdakwa Bagong dan saksi Satu yang merupakan pasangan suami istri (sebagaimana kutipan akta nikah nomor 347/13/III/90 tanggal 22 Maret 1990) sedang berada di rumahnya yang kemudian terdakwa Bagong meminta uang kepada saksi Satu untuk membeli rokok. Atas permintaan dari terdakwa Bagong tersebut, saksi Satu tidak menyanggupinya dengan alasan tidak punya uang.

- Bahwa melihat sikap dari saksi Satu yang tidak mau memberikan

uang tersebut membuat terdakwa Bagong naik pitam dan terjadi cek cok mulut yang diikuti dengan tangan kanan terdakwa Bagong memukul kepala saksi Satu. Dan akibat pukulan tangan dari terdakwa Bagong

Halaman 2 dari 12 Putusan Nomor 75/Pid.Sus/2018/PN Smn

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

membuat kepala dari saksi SatuI mengalami luka sebagaimana visum et repertum nomor 440/009/RM/2017 tanggal 6 Januari 2017 yang ditandatangani oleh dokter DEDY SUKMO ANGGORO dengan hasil pemeriksaan :

Pada tanggal 24 Desember 2016 telah melakukan pemeriksaan terhadap Satu, Sleman, 12 Oktober 1965, Perempuan, Indonesia, Islam, Kemiri RT 3 / 22 Margorejo Tempel Sleman, Buruh Harian Lepas

Kesimpulan :

Telah diperiksa seorang perempuan dengan nyeri tekan kepala bagian atas yang kemungkinan bisa disebabkan karena kekerasan benda tumpul kondisi tersebut menghalangi pekerjaan / aktivitas korban

Perbuatan terdakwa Bagong sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 44 Ayat (1) Undang Undang No 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Atau Kedua

Bahwa terdakwa Bagong pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut dalam alternative kesatu, penganiayaan, perbuatan mana dilakukan terdakwa Bagong dengan cara sebagai berikut :

- Bahwa awalnya pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut

diatas, terdakwa Bagong meminta uang kepada saksi Satu. Atas permintaan dari terdakwa Bagong tersebut, saksi Satu tidak menyanggupinya dengan alasan tidak punya uang.

- Bahwa melihat sikap dari saksi Satu yang tidak mau memberikan

uang tersebut membuat terdakwa Bagong naik pitam dan terjadi cek cok mulut yang diikuti dengan tangan kanan terdakwa Bagong memukul kepala saksi Satu. Dan akibat pukulan tangan dari terdakwa Bagong membuat kepala dari saksi Satu mengalami luka sebagaimana visum et repertum nomor 440/009/RM/2017 tanggal 6 Januari 2017 yang ditandatangani oleh dokter DEDY SUKMO ANGGORO dengan hasil pemeriksaan :

Pada tanggal 24 Desember 2016 telah melakukan pemeriksaan terhadap SUWARTI, Sleman, 12 Oktober 1965, Perempuan, Indonesia, Islam, Kemiri RT 3 / 22 Margorejo Tempel Sleman, Buruh Harian Lepas

Kesimpulan :

Halaman 3 dari 12 Putusan Nomor 75/Pid.Sus/2018/PN Smn

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Telah diperiksa seorang perempuan dengan nyeri tekan kepala bagian atas yang kemungkinan bisa disebabkan karena kekerasan benda tumpul kondisi tersebut menghalangi pekerjaan / aktivitas korban

Perbuatan terdakwa Bagong sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 351 ayat (1) KUHPidana.

Menimbang, bahwa terhadap dakwaan Penuntut Umum, Terdakwa tidak mengajukan keberatan.

Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya Penuntut Umum telah mengajukan Saksi-saksi sebagai berikut:

1. Saksi satu dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

- Bahwa saksi sampai sekarang masih istrinya Terdakwa (Panut); - Bahwa saksi melaporkan Terdakwa (Panut) ke Polres Sleman pada

tanggal 26 Desember 2016;

- Bahwa pada awalnya Terdakwa (Bagong) makan kemudian

menyuruh saksi untuk membelikan rokok namun saksi tidak punya uang, kemudian Terdakwa (Bagong) keluar dari kamar marah emosi kemudian Terdakwa (Bagongt) memukul saksi dengan tangan kosong;

- Bahwa Terdakwa (Bagong) memukul saksi 1 (satu) kali mengenai

kepala saksi;

- Bahwa setelah dipukul Terdakwa yang saksi rasakan kepala saksi

pusing kemudian saksi periksa ke Dokter RSUD Morangan;

- Bahwa pada waktu kejadian saksi dipukul oleh Terdakwa yang ada

dirumah anak saksi yang bernama Septian;

- Bahwa waktu dipukul Terdakwa saksi menangis teriak-teriak keluar

rumah dan Pak Dukuh mendengar kemudian saksi bercerita kepada Pak Dukuh Sdan Pak RT bahwa Terdakwa sudah melakukan kekerasan memukul terhadap saksi;

- Bahwa saksi minta bantuan Pak Dukuh dan Pak RT supaya

Terdakwa tidak melakukan kekerasan memukul saksi lagi;

- Bahwa Terdakwa baru 1 (satu) kali ini saja memukul saksi tetapi

sebelumnya saksi sering bertengkar mulut dengan Terdawa dan bahkan Terdakwa sering mengancam akan memukul saksi;

- Bahwa mengenai masalah pernikahan, kalau Terdakwa mau berubah

sikapnya dan tidak marah-marah lagi saksi masih mau menerima terdakwa dan melanjutkan pernikahan;

- Bahwa setelah ditangkap Polisi saksi tidak pernah bertemu dengan

Halaman 4 dari 12 Putusan Nomor 75/Pid.Sus/2018/PN Smn

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Terdakwa dan baru kali ini saksi bertemu dengan Terdakwa;

- Bahwa Terdakwa bekerja sebagai buruh.

- Bahwa anak saksi ada 2 (dua) sudah besar-besar yang pertama

umur sekitar 30 tahun dan saksi sudah punya cucu;

- Bahwa Saksi tahu sendiri kalau Terdakwa mempunyai wanita lain dan

omongan dari tetangga bilangnya sudah ijab siri;

- Bahwa saksi sering dikata-katain oleh Terdakwa tapi dipukul terdakwa

baru 1 (satu) kali;

- Bahwa saksi dipukul Terdakwa 1 (satu) kali kemudian melaporkan

pemukulan tersebut karena saksi sudah tidak tahan karena kesal tidak pernah memberi nafkah dan tiba-tiba memukul saksi sehingga kepala saksi sakit;

- Bahwa sebelumnya saksi tidak pernah bertemu dengan Terdakwa

tiba-tiba Terdakwa datang minta dibelikan Rokok;

- Bahwa Terdakwa kadang pulang sekitar 2 (dua) atau 3 (tiga) jam

kemudian pergi lagi;

- Bahwa hubungan Terdakwa dengan anak-anaknya baik;

- Bahwa Terdakwa sering minta uang kepada anak-anaknya tetapi

wakti itu anaknya tidak ada di rumah;

- Terhadap keterangan saksi, Terdakwa memberikan pendapat

keterangan saksi benar, tapi terdakwa tidak pulang ke rumah karena sedang menjalani pidana di Cebongan.

2. Saksi Dua, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

- Bahwa saksi sebagai dukuh di Dusun, Tempel, Sleman;

- Bahwa setelah kejadian pemukulan Saksi datang ke rumah saksi

Suwarti.;

- Bahwa kejadian pemukulan tersebut seingat saksi terjadi pada hari

Kamis, tanggal 22 Desember 2016 sekitar jam 20.00 wib di rumah Saksi Satu di Dusun Tempel, Sleman;

- Bahwa kejadian pemukulan itu sekitar jam 20.00 wib habis Isak ada

ramai-ramai anak-anak pemuda pada datang dan saksi mendatangi rumah Saksi Satu sudah banyak orang kemudian saksi mencari Terdakwa tetapi Terdakwa sudah pergi;

- Bahwa yang diceritakan Saksi Satui kepada saksi bahwa Saksi Satu

telah dipukul suaminya (Terdakwa) mengenai kepala hingga pusing sampai hampir pingsan kemudian saksi sarankan periksa ke rumah

Halaman 5 dari 12 Putusan Nomor 75/Pid.Sus/2018/PN Smn

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

sakit kemudian lapor ke Polisi;

- Bahwa sebelum lapor ke Polisi tidak ada mediasi damai, kerena

sehabis kejadian Terdakwa pergi;

- Bahwa setelah kejadian Terdakwa pergi kemana saksi tidak tahu,

selama ini yang saksi tahu Terdakwa sering diberi pembinaan sama Pak RT karena sering bertengkar dengan keluarganya dan yang saksi tahu Terdakwa mempunyai perempuan lain dan pernah saksi beri arahan dan ingatkan sebagai warga yang berdomisili di wilayahnya harus menjadi warga yang baik dan benar sesuai aturan masarakat yang ada di Dusun Kemiri, dan sepengetahuan saksi Terdakwa tidak pernah memberikan uang atau nafkah kepada keluarganya;

- Bahwa Terdakwa sering ribut cek cok dengan istrinya (saksi Satu)

karena istrinya tidak pernah diberi nafkah jarang pulang, yang saksi dengar ada pendamping atau perempuan lain;

- Bahwa yang saksi tahu Terdakwa melakukan pemukulah terhadap

saksi Satu baru 1 (satu) kali;

- Terhadap keterangan saksi, Terdakwa memberikan pendapat keterangan saksi benar.

3. Saksi Tiga, di bawah sumpah di persidangan pada pokoknya sebagai berikut:

- Bahwa kejadian kekerasan pemukulan yang dilakukan oleh Terdakwa

seingat saksi pada harai Kamis, tanggal 22 Desember 2016 sekitar jam 20.00 wib di Dusun Tempel, Sleman;

- Bahwa saat kejadian pemukulan tersebut saksi berada di dusun

Jogokerten, Trimulyo, Sleman, menghadiri pengajian dan saksi ditelpon oleh keluarga terdakwa kalau Terdakwa ngamuk melakukan pemukulan dan saksi disuruh pulang untuk menyelesaikan dan saksi pulang ternyata Terdawa sudah tidak ada kemudian saksi panggil Terdakwa keluar sebentar kemudian pergi lagi, kemudian saksi lapor ke Pak Dukuh untuk mediasi tapi ternyata Terdakwa tidak ada;

- Bahwa saksi mengetahui Terdakwa melakukan pemukulan terhadap

saksi Satu baru 1 (satu) kali, tetapi Terdakwa sering cekcok dengan saksi Suwarti karena Terdakwa tidak pernah memberi nafkah sama keluarga dan saksi bersama Saksi Dua dan Babinsa sering koordinasi, pernah jam 02.00 wib Terdakwa ramai bertengkar kemudian Terdakwa dipanggil ke rumah Saksi Dua untuk damaikan dan setelah itu Terdakwa membuat surat perjanjian akan tobat, tetapi kenyataan nya

Halaman 6 dari 12 Putusan Nomor 75/Pid.Sus/2018/PN Smn

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

diulangi lagi sampai terjadi pemukulan;

- Bahwa menurut cerita dari saksi Satu awal kejadian pemukulan,

Terdakwa habis makan minta uang kepada saksi Satu untuk beli rokok kemudian dijawab saksi Satu “tidak punya uang” karena saksi tidak bekerja kemudian Terdawa emosi hingga melakukan pemukulan;

- Bahwa setelah ada kejadian dan dilaporkan Polisi Terdakwa

menghilang tidak pulang ke rumah;

- Bahwa Terdakwa ditangkap Polisi di Dusun Cunguk;

Terhadap keterangan saksi, Terdakwa memberikan pendapat keterangan saksi benar, tapi terdakwa waktu itu bukan menghilang tapi menjalani pidana.

Menimbang, bahwa Terdakwa di persidangan telah memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut:

- Bahwa terdakwa memukul saksi Satu 1 (satu) kali setahun yang lalu

pada tanggal 22 Desember 2016;

- Bahwa terdakwa memukul saksi Satu karena pakaian terdakwa

dibuang di tempat sampah kemudian terdakwa marah kepada anak istri dan karena terdakwa sering pulang tetapi tidak dibukakan pintu;

- Bahwa terdakwa kalau tidak pulang tidur di tempat kerja digrabahan. - Bahwa benar terdakwa sudah lama mempunyai istri lagi.

- Bahwa kalau Terdakwa tidak pulang, terdakwa kerja tenaga lokal

mengganti teman-teman dan kadang di pangkalan saja;

- Bahwa terdakwa mau merubah sikap menjadi lebih baik;

- Bahwa terdakwa masih mau kembali membina rumah tangga dengan

saksi Satu;

- Bahwa terdawka tidak pulang dan tidak memberi nafkah kepada

saksi Satu karena kerjanya tidak tetap dan susah cari kerja;

- Bahwa terdakwa menikah lagi ijin kepada anak terdawka yang

perempuan;

- Bahwa terdakwa memukul saksi Satu 1 (satu) kali dengan tangan

kosong mengenai pelipis bagian kanan;

- Bahwa pekerjaan terdakwa buruh bangunan;

- Bahwa terdakwa tidak pernah minum-minuman keras;

- Bahwa terdakwa sudah pernah dihukum di LP Cebongan karena

makelar kayu di daerah Turi;

- Bahwa terdawka dipenjara 6 (enam) bulan dan baru saja keluar

sudah di jemput di depan LP Cebongan;

- Bahwa saat Terdakwa menghilang lama tidak pulang ke rumah

karena menjalani pidana di LP Cebongan.

Halaman 7 dari 12 Putusan Nomor 75/Pid.Sus/2018/PN Smn

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Menimbang bahwa di persidangan Penuntut Umum membacakan Visum E Repertum nomor 440/009/RM/2017 tanggal 6 Januari 2017 yang ditandatangani oleh dokter DEDY SUKMO ANGGORO dengan hasil pemeriksaan :

Pada tanggal 24 Desember 2016 telah diperiksa seorang perempuan dengan nyeri tekan kepala bagian atas yang kemungkinan bisa disebabkan karena kekerasan benda tumpul kondisi tersebut menghalangi pekerjaan / aktivitas korban.

Menimbang, bahwa berdasarkan alat bukti keterangan saksi, bukti surat dan keterangan terdakwa diperoleh fakta-fakta hukum sebagai berikut:

- Bahwa awalnya pada hari Kamis tanggal 22 Desember 2016 sekira

jam 20.00 WIB, bertempat di Tempel Sleman Daerah Istimewa, terdakwa dan saksi Satu yang merupakan pasangan suami istri sedang berada di rumahnya yang kemudian terdakwa meminta uang kepada saksi Suwarti untuk membeli rokok. Atas permintaan dari terdakwa tersebut, saksi Satu tidak menyanggupinya dengan alasan tidak punya uang.

- Bahwa melihat sikap dari saksi Satu yang tidak mau memberikan

uang tersebut membuat terdakwa naik pitam dan terjadi cek cok mulut yang diikuti dengan tangan kanan terdakwa memukul kepala saksi Satu. Dan akibat pukulan tangan dari terdakwa membuat kepala dari saksi Satu mengalami luka sebagaimana visum et repertum nomor 440/009/RM/2017 tanggal 6 Januari 2017 yang ditandatangani oleh dokter Dedy Sukmo Anggoro dengan hasil pemeriksaan :

Pada tanggal 24 Desember 2016 telah melakukan pemeriksaan terhadap Saksi Satu, Sleman, 12 Oktober 1965, Perempuan, Indonesia, Islam, Tempel Sleman Yogyakarta, Buruh Harian Lepas Kesimpulan :

Telah diperiksa seorang perempuan dengan nyeri tekan kepala bagian atas yang kemungkinan bisa disebabkan karena kekerasan benda tumpul kondisi tersebut menghalangi pekerjaan / aktivitas korban. - Bahwa sebelum kejadian pemukulan terdakwa sering terlibat percekcokkan dengan saksi Suwarti, karena terdakwa sering tidak pulang dan tidak memberi nafkah kepada istrinya saksi Satu dan sudah dinasehati oleh kepala Dusun Saksi Dua dan saksi Tiga.

- Bahwa setelah kejadian pemukulan terhadap saksi Satu terdakwa pergi dan tidak pulang sampai ditangkap Petugas Polisi saat keluar dari menjalani pidana di LP Cebongan.

Halaman 8 dari 12 Putusan Nomor 75/Pid.Sus/2018/PN Smn

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

- Bahwa terdakwa menyesali perbuatannya dan ingin kembali membina rumah tangganya dengan saksi Suwarti.

- Bahwa saksi Suwarti masih mau menerima kembali Terdakwa asalkan tidak mengulangi lagi sikapnya yang kasar.

Menimbang,bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan

mempertimbangkan apakah berdasarkan fakta-fakta hukum tersebut diatas, Terdakwa dapat dinyatakan telah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya;

Menimbang, bahwa Terdakwa telah didakwa oleh Penuntut Umum dengan dakwaan yang berbentuk alternatif, sehingga Majelis Hakim dengan memperhatikan fakta-fakta hukum tersebut diatas memilih langsung dakwaan alternatif ke satu. sebagaimana diatur dalam Pasal 44 Ayat (1) Undang Undang No 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, yang unsur-unsurnya adalah sebagai berikut :

1. Setiap orang;

2. Yang melakukan perbuatan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 huruf a Undang Undang No 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga ;

Menimbang, bahwa terhadap unsur-unsur tersebut Majelis Hakim mempertimbangkan sebagai berikut:

Ad.1. Setiap orang.

Menimbang, bahwa adapun unsur setiap orang mengandung pengertian orang atau manusia sebagai subyek hukum pelaku tindak pidana yang dalam hal ini adalah Terdakwa Bagong di muka persidangan identitasnya telah dicocokkan dengan identitas Terdakwa sebagaimana surat dakwaan Penuntut Umum ternyata adanya kecocokkan antara satu dengan lainnya sehingga dalam perkara ini tidak terdapat kesalahan orang (error in persona) yang diajukan ke muka Persidangan.

Menimbang bahwa selama pemeriksaan di persidangan Terdakwa mampu dengan tanggap dan tegas menjawab setiap pertanyaan yang diajukan kepadanya oleh karena itu Terdakwa adalah orang yang mampu bertanggung jawab.

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut di atas Majelis berkeyakinan unsur setiap orang telah terpenuhi secara sah dan meyakinkan menurut hukum.

Halaman 9 dari 12 Putusan Nomor 75/Pid.Sus/2018/PN Smn

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Ad.2 Unsur yang melakukan perbuatan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 huruf a Undang Undang No 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Menimbang bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi serta didukung dengan barang bukti terungkap di dalam persidangan diperoleh fakta-fakta yaitu:

- Bahwa awalnya pada hari Kamis tanggal 22 Desember 2016 sekira jam 20.00 WIB, bertempat di Tempel Sleman Daerah Istimewa, terdakwa dan saksi Satu yang merupakan pasangan suami istri sedang berada di rumahnya yang kemudian terdakwa meminta uang kepada saksi Satu untuk membeli rokok. Atas permintaan dari terdakwa tersebut, saksi Satu tidak menyanggupinya dengan alasan tidak punya uang.

- Bahwa melihat sikap dari saksi Satu yang tidak mau memberikan uang tersebut membuat terdakwa naik pitam dan terjadi cek cok mulut yang diikuti dengan tangan kanan terdakwa memukul kepala saksi Satu. Dan akibat pukulan tangan dari terdakwa membuat kepala dari saksi Satu mengalami luka sebagaimana visum et repertum nomor 440/009/RM/2017 tanggal 6 Januari 2017 yang ditandatangani oleh dokter Dedy Sukmo Anggoro dengan hasil pemeriksaan :

Pada tanggal 24 Desember 2016 telah melakukan pemeriksaan terhadap Saksi Satu, Sleman, 12 Oktober 1965, Perempuan, Indonesia, Islam, Tempel Sleman Yogyakarta, Buruh Harian Lepas

Kesimpulan :

Telah diperiksa seorang perempuan dengan nyeri tekan kepala bagian atas yang kemungkinan bisa disebabkan karena kekerasan benda tumpul kondisi tersebut menghalangi pekerjaan / aktivitas korban

Menimbang berdasarkan fakta hukum tersebut diatas bahwa terdakwa telah memukul menggunakan tangan kosong mengenai kepala bagian atas saksi Satu yang masih terikat pernikahan sebagai istri terdakwa dan akibat pukulan terdakwa tersebut saksi Satu mengalami nyeri tekan kepala bagian atas dan mengahalangi pekerjaannya sebagai buruh sebagaimana visum et repertum nomor 440/009/RM/2017 tanggal 6 Januari 2017 yang ditandatangani oleh dokter Dedy Sukmo Anggoro. .

Halaman 10 dari 12 Putusan Nomor 75/Pid.Sus/2018/PN Smn

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Menimbang bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut maka unsur yang melakukan perbuatan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga terpenuhi secara sah dan menyakinkan.

Menimbang,bahwa oleh karena semua unsur dari Pasal 44 Ayat (1) Undang Undang No 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga telah terpenuhi, maka Terdakwa haruslah dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan alternatif ke satu;

Menimbang, bahwa terhadap permohonan terdakwa untuk mendapat keringanan hukuman akan dipertimbangkan berdasarkan keadaan yang memberatkan dan keadaan yang meringankan.

Menimbang, bahwa dalam perkara ini terhadap Terdakwa telah dikenakan penangkapan dan penahanan yang sah, maka masa penangkapan dan penahanan tersebut harus dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;

Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa ditahan dan penahanan terhadap Terdakwa dilandasi alasan yang cukup, maka perlu ditetapkan agar Terdakwa tetap berada dalam tahanan;

Menimbang, bahwa untuk menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa, maka perlu dipertimbangkan terlebih dahulu keadaan yang memberatkan dan yang meringankan Terdakwa;

Keadaan yang memberatkan:

- Terdakwa sudah pernah dipidana. Keadaan yang meringankan:

- Terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji akan membina kembali rumah tangga dengan saksi Satu.

Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa dijatuhi pidana maka haruslah dibebani pula untuk membayar biaya perkara;

Memperhatikan, Pasal 44 Ayat (1) Undang Undang No 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan;

MENGADILI:

1. Menyatakan terdakwa Bagong terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan kekerasan fisik dalam

Halaman 11 dari 12 Putusan Nomor 75/Pid.Sus/2018/PN Smn

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

lingkup rumah tangga, dalam dakwaan alternative kesatu Penuntut Umum.

2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Bagong, berupa pidana penjara selama 1 (satu) tahun.

3. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

4. Menetapkan terdakwa tetap ditahan.

5. Membebankan kepada terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp. 2.000.- (dua ribu rupiah).

Demikianlah diputuskan dalam sidang permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sleman, pada hari Senin tanggal 26 Maret 2018 oleh kami, Christina Endarwati, S.H..MH, sebagai Hakim Ketua , Hendri Irawan, S.H., M.Hum, Wisnu Kristiyanto, S.H., M.H. masing-masing sebagai Hakim Anggota, yang diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari Selasa, tanggal 3 April 2018 oleh Hakim Ketua dengan didampingi para Hakim Anggota tersebut, dibantu oleh Jaka Wanugraha, SH, Panitera Pengganti pada Pengadilan Negeri Sleman, serta dihadiri oleh Dhudi Hadiyan, S.H., Penuntut Umum dan Terdakwa;

Hakim Anggota, Hakim Ketua,

ttd ttd

Hendri Irawan, S.H., M.Hum Christina Endarwati, S.H..Mh

ttd

Wisnu Kristiyanto, S.H., M.H

Panitera Pengganti, ttd

Jaka Wanugraha SH

Halaman 12 dari 12 Putusan Nomor 75/Pid.Sus/2018/PN Smn

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil observasi, gejala yang terjadi pada Kesiapan Kerja siswa kelas XII Program Keahlian Akuntansi di SMK Muhammadiyah Karangmojo adalah 25% siswa dalam

untuk mencapai tujuan perusahaan yang diukur berdasarkan suatu standar. Penilaian kinerja keuangan setiap perusahaan berbeda-beda, tergantung pada.. ruang lingkup

apabila jawaban salah tidak mengurangi poin. Ketentuan poin untuk soal lemparan, tim yang menjawab benar akan mendapat poin. 100, apabila jawaban salah tidak mengurangi poin

Data dalam penelitian ini diambil menggunakan angket kesiapan belajar, lembar observasi aktivitas guru, siswa dan komunikasi lisan siswa, serta tes evaluasi

maka Pejabat Pengadaan Dinas Perhubungan Komunikasi Informasi dan Telematika Aceh Tahun Anggaran 2014 menyampaikan Pengumuman Pemenang pada paket tersebut diatas sebagai berikut

Sama halnya dengan gandang tambur, gandang sarunai Sungai Pagu ini juga mempunyai dua kepala (double headed) dengan ukuran diameter kepala berbeda, yang satu

Kelompok Kerja Jasa Konsultansi Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa Kabupaten Lamandau mengumumkan pemenang seleksi sederhana untuk Pekerjaan Perencanaan Kegiatan

The dichotomy of the real sector and monetary economics does not occur in Islam because of the absence of interest and banning trade system as commodity money so that patterns