• Tidak ada hasil yang ditemukan

DRAFT PAPER UISI JURNAL Vol. 1, No. 1, Oktober 2020, P-ISSN xxx-xxxx, E-ISSN xxxx-xxxx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DRAFT PAPER UISI JURNAL Vol. 1, No. 1, Oktober 2020, P-ISSN xxx-xxxx, E-ISSN xxxx-xxxx"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PERENCANAAN DISTRIBUSI MULTIMODA KOMODITAS EKSPOR

(STUDI KASUS: UDANG BEKU DARI GRESIK KE TOKYO)

Moh. Adi Muflihun1

1Universitas Internasional Semen Indonesia

E-mail: moh18.muflihun.student.uisi.ac.id

ABSTRACT

Frozen shrimp is one type of fishery product needed for global community consumption. The number of frozen shrimp export requests is getting bigger every year, but in the delivery process there are still shipping delays that causes loss of opportunity, loss (rejected), even breaking the contract between the two parties (penalty). So far, the company still uses one alternative route and mode of transportation, so that this is the main cause of delays in shipping. In the process of shipping frozen shrimp exports there is a standard delivery of 14 days according to the mutual agreement between the company and the customer. However, based on the existing conditions the shipping process uses a 20 feet refrigerated container (reefer container) from Gresik to Tokyo takes ± 19 days. The variables that are important to pay attention to are the potential for shipping rates and cargo transit times at the port which will affect the total cost and time of delivery. In this regard, the use of optimization methods with minimum cost criteria and optimal time limits can determine the optimal route and mode of transportation, namely from Gresik to TPS using container trucks, while from TPS to the transit port in Hong Kong then to Tokyo still uses container ships. The total time needed was 13.44 days using Yang Ming's shipping line and the total cost was IDR 30,407,345.

Keywords: frozen shrimp, optimization, multimodal transportation and routes

ABSTRAK

Udang beku merupakan salah satu jenis hasil perikanan yang dibutuhkan untuk dikonsumsi masyarakat global. Jumlah permintaan ekspor udang beku setiap tahun bertambah besar, akan tetapi pada proses pengiriman masih ditemukan keterlambatan pengiriman yang menyebabkan hilangnya kesempatan memperoleh keuntungan (loss opportunity), ditolak (rejected), bahkan memutuskan kontrak antara kedua belah pihak (penalty). Selama ini perusahaan masih menggunakan satu jenis alternatif rute dan moda transportasi, sehingga hal tersebut menjadi penyebab utama keterlambatan pengiriman. Pada proses pengiriman ekspor udang beku terdapat standar pengiriman yakni 14 hari sesuai dengan kesepakatan bersama antara pihak perusahaan dengan customer. Namun berdasarkan kondisi eksisting proses pengiriman menggunakan petikemas berpendingin (reefer container) dengan ukuran 20 feet dari Gresik ke Tokyo membutuhkan waktu ±19 hari. Variabel yang penting untuk diperhatikan adalah potensi adanya tarif pelayaran dan waktu transit muatan di pelabuhan yang akan berpengaruh terhadap total biaya dan waktu pengiriman. Terkait hal ini, penggunaan metode optimasi dengan kriteria biaya minimum dan batasan waktu yang optimal dapat diketahui rute dan moda transportasi paling optimal yaitu dari Gresik ke TPS menggunakan truk petikemas, sedangkan dari TPS ke pelabuhan transit di Hongkong lalu ke Tokyo tetap menggunakan kapal petikemas. Waktu total yang dibutuhkan 13,44 hari menggunakan shipping line Yang Ming dengan biaya total yang dikeluarkan adlah Rp 30.407.345.

(2)

1. LATAR BELAKANG

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan memiliki lebih dari 17.499 pulau.

Digabungkan dengan hasil laut Indonesia, hanya sekitar 7.000 pulau yang berpenghuni yaitu Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Sumatera dan Papua merupakan pulau utama di Indonesia (Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2019). Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar menyebabkan Indonesia memiliki banyak potensi hasil laut yang melimpah. Berdasarkan rekapitulasi data ekspor yang dilakukan oleh BPS, ekspor produk perikanan dan kelautan periode Januari–September 2018 telah mencapai USD 3,52 Milyar atau meningkat 11,06% dibanding periode yang sama tahun 2017. Kode HS produk perikanan dan kelautan terbagi kedalam 480 kode HS dan dapat dikelompokkan berdasar komoditas utama seperti Tuna Cakalang Tongkol/TCT (21 kode HS), udang (32 kode HS), rumput laut (16 kode HS), cumi sotong gurita (17 kode HS), kepiting rajungan (8 kode HS), dan produk lainnya (386 kode HS) (Sholeh, 2018).

Gambar 1.1 Grafik Hasil Laut Indonesia

Dari Gambar 1.1 diketahui bahwa udang memiliki pasar yang lebih banyak dan dibutuhkan untuk dikonsumsi masyarakat global jika dibanding hasil laut lainnya. Hal ini karena udang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, diantaranya yaitu membantu regenerasi sel-sel tubuh, mengurangi resiko anemia, menjaga kesehatan otak, menjaga kesehatan tulang, dan mendapatkan asupan lemak yang lebih sehat karena mengandung beberapa lemak tak jenuh, omega-3 dan omega-6 (Syafrudin, 2016). Banyaknya permintaan udang menyebabkan usaha yang bergerak dibidangnya perlu mengoptimalkan produksi udang guna memenuhi permintaan pasar.

Diketahui jumlah permintaan ekspor udang setiap tahun bertambah dan Indonesia menempati peringkat kedua terbesar di dunia dengan jumlah 921.288 ton pada tahun 2019. Perkembangan permintaan udang yang fluktuatif berdampak positif terhadap intensitas peningkatan sektor ekonomi negara. Produk udang beku merupakan komoditas ekspor, dalam penambahan devisa negara di Indonesia dari hasil perikanan, udang menempati urutan teratas, oleh karena itu untuk menjamin terhadap jaminan mutu dan keamanan produk udang beku bagi konsumen mutlak diperlukan suatu cara pengendalian mutu (Nuryani, 2006).

Distribusi atau pengiriman adalah kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar dan mempermudah penyampaian barang dan jasa dari produsen kepada konsumen. Distribusi merupakan kegiatan yang sangat penting dalam sistem pemasaran karena distribusi yang efektif dan efisien maka barang akan cepat dipasarkan dan selanjutnya akan dibeli dan dikonsumsi oleh konsumen (Ardiyanta, 2013). Saluran distribusi dianggap sebagai salah satu kegiatan kritis yang dihadapi manajemen karena dapat mempengaruhi seluruh keputusan-keputusan pemasaran lainnya, seperti keputusan mengenai produk, harga, promosi, dan lain-lainnya. Selain itu pemilihan saluran distribusi akan menyangkut keputusan-keputusan mengenai penggunaan penyalur atau perantara pemasaran dan jenis penyalur

(3)

lainnya, serta jalinan hubungan yang saling menguntungkan dengan para perantara atau penyalur dalam jangka waktu yang panjang (Aprilianti, 2016).

Hal ini juga berlaku terhadap perusahaan PT. XYZ yang merupakan perusahaan ekspor impor perikanan dengan proses bisnis mendistribusikan hasil laut untuk dikirimkan ke retail, distribution

center, hingga semua belahan negara seperti USA, Eropa, Rusia, Jepang, Korea, dan Australia.

Namun dalam proses pendistribusian hasil laut PT. XYZ, masih ditemukan keterlambatan dalam pengiriman yang menyebabkan hilangnya kesempatan memperoleh keuntungan (loss opportunity), ditolak (rejected), bahkan memutuskan kontrak antara kedua belah pihak (penalty). Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi proses pendistribusian, diantaranya pertimbangan pasar (pola pembelian konsumen, keadaan pasar, dan pangsa pasar dengan indikator-indikator jenis pasar, jumlah pelanggan potensial, dan konsentrasi geografis pasar), pertimbangan produk (nilai unit, perishability, dan sifat teknis produk), dan pertimbangan perantara atau pihak penghubung antara perusahaan dengan toko atau konsumen langsung dengan indikator-indikator jasa yang diberikan perantara (Aprilianti, 2016).

Dinamika pasar pada PT. XYZ setiap tahun mengalami kenaikan permintaan ekspor udang dengan udang jenis vannamei. Pengiriman ekspor udang dilakukan dengan menggunakan petikemas berpendingin (reefer container) ukuran 40 feet dengan kondisi udang dalam keadaan beku. Pembekuan udang adalah salah satu pengolahan hasil perikanan yang bertujuan untuk mengawetkan makanan berdasarkan atas penghambatan pertumbuhan mikroorganisme, menahan reaksi-reaksi kimia dan aktivitas enzim-enzim (Nuryani, 2006). Pembekuan udang ini berguna untuk menjaga kualitas udang selama proses pengiriman. Pengiriman udang dari PT. XYZ Gresik ke Tokyo memiliki demand terbanyak dibanding negara tujuan ekspor lainnya. Berdasarkan hasil pengamatan, pengiriman udang dari Gresik ke Tokyo saat ini membutuhkan waktu ±19 hari dengan menggunakan bantuan transportasi multimoda yaitu transportasi darat dan transportasi laut. Waktu tersebut terbilang lama karena belum optimal dalam pemilihan rute dan moda transportasi, sehingga seringkali menyebabkan keterlambatan untuk mencapai lokasi tujuan pengiriman. Hal ini disebabkan oleh pihak perantara (jasa pengiriman) yang berdampak terhadap waktu selama proses pengiriman yang ditempuh, waktu transit muatan di pelabuhan. serta biaya distribusi yang dikeluarkan oleh PT. XYZ.

Berdasarkan penelitian sebelumnya, pada skripsi ini dimaksudkan untuk mengaplikasikan metode yang digunakan dalam penelitian sebelumnya terhadap komoditas udang beku yang akan dikirim dari salah satu perusahaan ekspor hasil laut di Gresik menuju Tokyo. Metode ini diaplikasikan untuk mencari biaya minimum dengan batasan waktu yang optimal, sehingga dapat terpilih network distribusi dan transporter yang sesuai untuk digunakan.

(4)

2. DASAR TEORI DAN ATAU METODE PENELITIAN 2.1 Flowchart Penelitian

Pada bab ini akan menjelaskan mengenai alur pengerjaan penelitian skripsi untuk menyelesaikan permasalahan yang diangkat. Metode penelitian ini digunakan sebagai acuan melakukan penelitian agar berjalan lancar dan sistematis sesuai dengan kerangka penelitian.

Gambar 2.2 Flowchart Penelitian

Mulai

Studi lapangan

Identifikasi Masalah

Perumusan Masalah dan Tujuan

Pengumpulan Data

Data Primer Data Sekunder

Waktu produksi udang beku

Waktu pengiriman dari pabrik ke konsumen Karakteristik produk

Kuantitas produk Harga produk udang beku

Data produksi udang beku Moda transportasi (truk,

kereta api, kapal, pesawat) Rute moda transportasi Biaya moda transportasi

Studi Literatur

Analisis dan Interpretasi Hasil

Kesimpulan dan Saran

Selesai

Tahap analisis dan pembahasan Tahap kesimpulan

dan saran Optimasi (solver)

Tahap pemodelan Pembuatan Model Matematis

Tahap identifikasi masalah

Tahap pengumpulan data

(5)

3. PENGOLAHAN DATA 3.1 Kondisi Eksisting

PT. XYZ berdiri sejak 1994 dengan membawahi 32 pabrik pengolahan yang tersebar di pulau Jawa, Madura, dan beberapa pulau lainnya di Indonesia. Dimulai dari kota Gresik (PT. XYZ) dengan moda truk petikemas menuju ke pelabuhan Terminal Petikemas Surabaya (TPS). Setelah itu petikemas loading ke palkah kapal petikemas sesuai penempatannya, kemudian kapal petikemas (Yang Ming) berlayar menuju pelabuhan transit di Taiwan (Kaohsiung). Terjadi kegiatan unloading ke CY dan loading ke mother vessel menuju ke titik tujuan di pelabuhan Tokyo. Pada kondisi eksisting biaya yang dibutuhkan dari Gresik ke Tokyo sangat tinggi dengan waktu tempuh ±19 hari, akan tetapi waktu tersebut melebihi batas kontrak antara perusahaan dengan buyer.

3.2 Network Distribusi

Pada tahap ini akan membahas tentang waktu dan biaya dari moda transportasi yang akan digunakan dalam penelitian ini terkait Network distribusi masing-masing.

Tabel 3.3 Network Distribusi

Network

Distribusi

Rute perjalanan

Network 1 Truk – PTL – Taiwan – Tokyo

Network 2 Truk – PTL – Hongkong – Tokyo

Network 3 Truk – PTL – Singapura – Tokyo

Network 4 Truk – PTL – Malaysia- Tokyo

Network 5 Truk – TPS – Taiwan – Tokyo

Network 6 Truk – TPS – Hongkong – Tokyo

Network 7 Truk – TPS – Singapura – Tokyo

Network 8 Truk – TPS – Malaysia – Tokyo

Network 9 Truk – TPKS – Taiwan – Tokyo

Network 10 Truk – TPKS – Hongkong – Tokyo

Network 11 Truk – TPKS – Singapura – Tokyo

Network 12 Truk – TPKS – Malaysia – Tokyo

Network 13 Truk – TPK – Taiwan – Tokyo

Network 14 Truk – TPK – Hongkong – Tokyo

Network 15 Truk – TPK – Singapura – Tokyo

Network 16 Truk – TPK – Malaysia – Tokyo

Network 17 Truk – Stasiun Kalimas – TPKS – Taiwan – Tokyo Network 18 Truk – Stasiun Kalimas – TPKS – Hongkong – Tokyo Network 19 Truk – Stasiun Kalimas – TPKS – Singapura – Tokyo Network 20 Truk – Stasiun Kalimas – TPKS – Malaysia – Tokyo Network 21 Truk – Stasiun Kalimas – TPK – Taiwan – Tokyo Network 22 Truk – Stasiun Kalimas – TPK – Hongkong – Tokyo Network 23 Truk – Stasiun Kalimas – TPK – Singapura – Tokyo Network 24 Truk – Stasiun Kalimas – TPK – Malaysia – Tokyo

Network 25 Truk – TPS – Tokyo

Network 26 Truk – TPK – Tokyo

Network 27 Truk – Stasiun Kalimas – TPK – Tokyo

(6)

3.3 Perhitungan Waktu Dan Biaya Moda Transportasi Maing-Masing Network Distribusi Pada perhitungan waktu dan biaya diperlukan adanya jarak tempuh dari masing-masing network distribusi yang tersedia. Adapun hasil perhitungan waktu dan biaya pada setiap network distribusi adalah sebagai berikut :

1. Moda Transportasi Truk

Perhitungan biaya pada moda transportasi truk petikemas diperoleh dari perhitungan dibawah ini. = Jarak x Konsumsi BBM x Harga BBM + Trucking + TOL + Retribusi (3.1) = 10,3 x 0,1 x Rp 8.000 + Rp 788.435 + Rp 25.000

= Rp 822.591,-

Sedangkan perhitungan waktu tempuh dapat dilakukan cara sebagai berikut.

= Jarak : Kecepatan (3.2)

= 10,3 km : 20 km/jam = 0,515 jam

Hasil perhitungan biaya dan waktu dari masing-masing rute darat dengan transportasi truk petikemas dengan rumus diatas dapat dilihat pada Tabel 4.22.

Tabel 4.22 Hasil Perhitungan Biaya Dan Waktu Moda Tranportasi Truk Petikemas

Rute Biaya Waktu (jam)

KIG - TTL Rp 822.591 0,515 KIG - TPS Rp 1.109.348 1,6 KIG - TPKS Rp 2.240.460 14,6 KIG - TPK Rp 4.094.682 40,15 KIG - ST. KALIMAS Rp 938.201 1 KIG - Juanda Rp 2.175.919 2,2

2. Moda Transportasi Kereta Api

Biaya angkut petikemas dengan kereta api petikemas adalah Rp2.000.000 per petikemas atau Rp 1.000 per kg yang dimuat dalam 20 feet. Namun pada penelitian ini yang digunakan adalah biaya per petikemas.

Adapun proses perhitungannya sebagai berikut.

= Biaya per petikemas + Biaya B/M (3.3)

= Rp 2.000.000 + RP 250.000 = Rp 2.250.000,- per petikemas

Sedangkan perhitungan waktu tempuh dengan moda transporasi kereta api dapat dilakukan cara sebagai berikut.

(7)

= 290 km : 60 km/jam = 4,833 jam

3. Moda Transportasi Pesawat Kargo

Dengan menggunakan moda transportai pesawat kargo, waktu tempuh yang dibutuhkan untuk sampai ke titik tujuan lebih cepat dibandingkan moda transportasi yang lain, namun terbatas pada kapasitas muatan. Karena jumlah pengiriman udang beku masuk kategori besar, maka bisa dihitung dengan sewa pesawat kargo.

4. Moda Transportasi Kapal

Moda transportasi kapal memiliki kapasitas angkut yang besar. Semakin besar kapasitas (Teus) semakin murah biaya angkutnya, namun untuk waktu pengiriman biasanya lbih lama dibandingkan dengan moda transportasi yang lainnya. Sebagai contoh, untuk perhitungan biaya angkut kapal pada kapal Cosco Houston rute Gresik – Terminal Teluk Lamong – Taiwan – Tokyo dapat dilihat dibawah ini.

= Biaya Pelayaran + Tarif Pelabuhan

Sedangkan perhitungan tarif pelabuhan secara keseluruhan didapatkan dari perhitungan di bawah ini.

= Biaya B/M Pelabuhan Asal + Biaya B/M Pelabuhan Transit +

Biaya B/M Pelabuhan Tujuan (3.5)

= Rp 1.694.600 + Rp 615.125 + Rp 473.500 = Rp 28.828.156 + Rp 2.783.225

= Rp 31.611.381

Sedangkan perhitungan waktu tempuh pada moda transportasi kapal dapat dilihat sebagai berikut.

= Waktu perjalanan + Waktu B/M

Dimana dalam perhitungan waktu B/M secara keseluruhan dapat dilihat pada perhitungan berikut ini.

= Kapasitas Kapal (Box): Crane : Hour (3.6)

= 1866 Teu : 3 : 20 + 1866 Teus : 2 : 18 = 1400 ton : 3 : 20 + 1400 ton : 2 : 18 = 63 jam : 24 jam

= 2,6 hari

(8)

3.4 Model Matematis

Dari pembuatan alternatif network dan transporter tersebut, maka model matematis yang akan digunakan sebagai formula untuk menyelesaikan permasalahan dan mencapai tujuan dari penelitian ini adalah:

Objective function : Minimum = Xi * Ci (3.7)

Decision variable : Xi = 1 (jika network i terpilih) (3.8) 0 (jika network i tidak terpilih)

Constraint : ⅀ Xi = 1 (hanya boleh memilih 1 network) (3.9)

: ⅀ t * Xi ≤ 14 hari (3.10)

: Xi = 0 atau 1 (3.11)

3.5 Optimasi

Setelah keseluruhan data diolah, hasil olahan akan dijadikan input di dalam tahap optimasi untuk diketahui rute dan moda transportasi mana yang memiliki hasil biaya dan waktu yang sesuai dengan yang diinginkan oleh perusahaan.

Tabel 3.2 Hasil Perhitungan Optimasi 28 network distribusi

Dari Tabel 2.26 diketahui bahwa network distribusi yang terpilih adalah network distribusi 6 dengan rute perjalanan Gresik – TPS – HKG – TKY, dengan total biaya perjalanan dapat dilihat pada Tabel 4.27.

(9)

Tabel 3.3 Total Biaya Perjalanan Network Distribusi 6

Rute

Moda

Transportasi Biaya Rincian

GRESIK - TPS Truk Petikemas Rp 822.591 Jasa Trucking + (Konsumsi BBM x Harga BBM) + Retribusi TPS – HKG - TKY Kapal Petikemas

Rp 26.228.072 Biaya Pelayaran Kapal

4.HASILDANPEMBAHASAN

Pada pengolahan data, pelabuhan asal dan pelabuhan transit dibutuhkan data kapasitas pelabuhan dan ketersediaan kapal dari shipping line yang melalui rute tersebut. Masing-masing pelabuhan asal dengan shipping line yang tersedia terhubung dengan pelabuhan transit dan sampai ke pelabuhan tujuan. Sehingga dihasilkan 28 network distribusi beserta transporter yang digunakan (Yang Ming, Evergreen, K-line, NYK, dan CMACGM). Untuk mendapatkan biaya minimum dan waktu B/M yang optimal disarankan mencari pelabuhan yang memiliki kapasitas B/M yang tinggi, sehingga dapat memepercepat waktu pelayanan kapal pada B/M. Semua data moda transportasi yang memiliki kemungkinan untuk digunakan dalam pengiriman (darat, laut, udara) dikumpulkan meliputi spesifikasi, jadwal, dan biaya perjalanannya. Sehingga dari masing-masing moda transportasi didapatkan waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk sampai ke Tokyo.

Hasil optimasi terlihat berbeda dengan kondisi eksisting, dimana eksisiting mencapai waktu tempuh 19 hari, sedangkan pada hasil optimasi didapatkan waktu total perjalanan yaitu 13,44 hari dengan rute rekomendasi Gresik – Terminal Petikemas Surabaya – Hongkong - Tokyo menggunakan

shipping line Yang Ming. Hal ini disebabkan dalam pemilihan pihak ke 3 (perantara atau jasa

pengiriman) yang digunakan. Selain mendapatkan jenis moda transportasi, rute dan waktu tempuh yang optimal, hasil optimasi juga dapat berdampak pada biaya yang dikeluarkan.

5.KESIMPULANDANSARAN

Berikut merupakan kesimpulan yang menjawab dari pengerjaan skripsi

. Permasalahan pada PT. XYZ yaitu masih sering terjadi keterlambatan dalam proses pengiriman. Dengan menggunakan optimasi, dapat diketahui rute dan moda transportasi paling optimal dari Gresik ke TPS yaitu menggunakan truk petikemas, sedangkan dari TPS ke pelabuhan transit Hongkong (HKG) lalu ke Tokyo menggunakan kapal petikemas. Waktu total perjalanan yang dibutuhkan 13,44 hari menggunakan shipping line Yang Ming dengan biaya total yang dikeluarkan adalah sebesar Rp 30.407.345

Saran yang diberikan untuk pengerjaan skripsi selanjutnya adalah penelitian selanjutnya dapat menganalisis resiko yang terjadi pada masing-masing network distribusi yang digunakan (diluar biaya dan waktu).

(10)

UCAPAN TERIMAKASIH

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Instansi/perusahaan/lembaga yang telah memberi dukungan yang membantu pelaksanaan penelitian dan atau penulisan artikel.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Andriansyah. 2015. Manajemen Transportasi Dalam Kajian dan Teori. Jakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Prof. Dr. Moestopo Beragama.

[2] Anwar, Chairul, dkk. (2010). “Harga Pokok Produksi Dalam Kaitannya Dengan Penentuan Harga Jual untuk Pencapaian Target Laba Analisis”, Jurnal Akuntasi & Keuangan, Vol. 1, No. 1, hal 79-94.

[3] Aprilianti, Mita. 2016. Pengaruh Faktor-Faktor Saluran Distribusi Terhadap Penjualan Produk Besi Beton Pada CV Cinta Sukses Jaya Perdana Di Natar Lampung Selatan. Skripsi. Lampung. Universitas Lampung.

[4] Apriliyanti, Selvia. (2019). “Optimasi Keuntungan Produksi Pada Industri Kayu PT. Indopal Harapan Murni Menggunakan Linear Programmig”, Jurnal Penelitian dan Aplikasi Sistem & Teknik Industri (PASTI), Vol. 13, No. 1, hal 1-8.

[5] Ardiyanti, Oky. 2013. Analisis Strategi Distribusi Untuk Meningkatkan Volume Penjualan Pada PT. Salma Nusantara. Skripsi. Yogyakarta. Universitas Negeri Yogyakarta.

[6] Bianca, Laurenzia. (2016). Sistem Rantai Dingin (Cold Chain) Dalam Implementasi Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) ( https://supplychainindonesia.com/new/sistem-rantai-dingin-cold-chain-dalam-implementasi-sistem-logistik-ikan-nasional-slin/ dikutip pada 30 Maret 2020 jam 21.00 WIB)

[7] Fadli, A. M., dkk. (2014). “Efektifitas Distribusi Fisik Dalam Meningkatkan Penjualan (Studi Kasus: CV Agrotama Gemilang Kota Malang)”, Jurnal Administrasi Bisnis, Vol. 7, No. 1. [8] Handy, Nugroho. & Purwaningsih Ratna. (2015). “Analisis Tarif berdasarkan Biaya

Operasional Kendaraan (BOK) Pada Willingness To Pay (WTP) Pada Bus Akap Kelas

Gambar

Gambar 2.2 Flowchart Penelitian Mulai
Tabel 3.3 Network  Distribusi  Network
Tabel 4.22 Hasil Perhitungan Biaya Dan Waktu Moda Tranportasi Truk Petikemas
Tabel 3.2 Hasil Perhitungan Optimasi 28 network distribusi
+2

Referensi

Dokumen terkait

Hasil - hasil penelitian gravitasi yang telah dilakukan dari pesisir Selatan sampai pantai Utara Pulau Jawa yaitu adanya nilai anomali Bouguer positif yang besar di

• Jika sistem dalam kondisi tidak aman (unsafe state) ⇒ kemungkinan dapat terjadi deadlock kemungkinan dapat terjadi deadlock. • Pendekatan penghindaran (avoidence) memastikan

Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa brand exposure berpengaruh terhadap brand recall (positioning) pada iklan rokok Sampoerna A Mild di kalangan perokok mahasiswa

1 Dosen STK St.. JURNAL JUMPA Vol. VII, Edisi Khusus, Januari 2019| 46 pandangan/kebiasaan di antara komunitas Malind Anim dengan Gereja Katolik sebagaimana telah

Selain itu, pendidik dalam pendidikan Islam merupakan orang yang memiliki tanggung jawab terhadap perkembangan peserta didik dengan mengupayakan seluruh potensi

Statistik deskriptif ini digunakan untuk memberikan gambaran nilai minimun, maximum, rata-rata (mean), dan simpangan baku (standart deviasi) dari masing-masing

Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat pengaruh langsung dan signifikan antara struktur aset dan likuiditas terhadap leverage pada Jakarta Islamic Index; Terdapat

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku inovatif pada karyawan PT Samudra