• Tidak ada hasil yang ditemukan

Financial Management Studies Vol 1 (2) 2021: ISSN: xxxx-xxxx; e-issn: xxxx-xxxx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Financial Management Studies Vol 1 (2) 2021: ISSN: xxxx-xxxx; e-issn: xxxx-xxxx"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

12 Financial

Management Studies

Effect of asset structure, liquidity on financial performance with leverage as a mediation (intervening) on companies listed Jakarta Islamic Index

Hanifa Yosmawardani1, Halkadri2*

1,2 Universitas Negeri Padang, Padang, Indonesia

ARTICLE INFO ABSTRAK

Received 13 April 2021 Accepted 25 May 2021 Published 30 June 2021

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh struktur aset, likuiditas terhadap kinerja keuangan dengan leverage sebagai variabel intervening pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index. Penelitian ini tergolong penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index 2014-2019. Sampel dalam penelitian ini ditentukan secara purposive sampling, kriteria yang digunakan untuk memilih sampel adalah seluruh perusahaan berbasis syariah yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2019; berturut-turut perusahaan yang masuk dalam Jakarta Islamic Index selama 2014-2019. Sampel dalam penelitian ini adalah 89 laporan tahunan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index yang termasuk dalam sampel penelitian ini. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dari website www.idx.co.id. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis data yaitu Structure Equation Modeling (SEM). Jenis metode SEM yang digunakan dalam penelitian ini adalah Partial Least Square Path Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat pengaruh langsung dan signifikan antara struktur aset dan likuiditas terhadap leverage pada Jakarta Islamic Index; Terdapat pengaruh langsung dan signifikan antara struktur aset, leverage terhadap kinerja keuangan pada Jakarta Islamic Index; Tidak terdapat pengaruh langsung yang signifikan antara likuiditas terhadap kinerja keuangan pada Jakarta Islamic Index; Terdapat pengaruh tidak langsung dan signifikan antara struktur aset dan likuiditas terhadap kinerja keuangan melalui leverage sebagai variabel mediasi.

Kata Kunci:

Kinerja keuangan, Struktur Aset, Likuiditas, Leverage

DOI:10.24036/jkmb.xxxxxxxx ABSTRACT

Keywords:

Financial Performance, Asset Structure, Liquidity, Leverage

This study aims to see the effect of asset structure, liquidity on financial performance with leverage as an intervening variable in companies listed on the Jakarta Islamic Index. This research is classified as a quantitative research. The population in this study were all companies listed in the Jakarta Islamic Index 2014-2019. The sample in this study was determined by purposive sampling, the criteria used to select the sample were all sharia- based companies listed on the Jakarta Islamic Index (JII) on the Indonesia Stock Exchange for the period 2014-2019; consecutive companies included in the Jakarta Islamic Index during 2014-2019. The sample in this study is 89 annual reports listed in the Jakarta Islamic Index which are included in the sample of this study. The type of data used is secondary data from the website www.idx.co.id. This study uses a data analysis approach, namely Structure Equation Modeling (SEM). The type of SEM method used in this research is Partial Least Square Path Modeling (PLS-SEM). The results of this study found that there is a direct and significant influence between asset structure and liquidity

Financial Management Studies

http://jkmk.ppj.unp.ac.id/index.php/fms ISSN: xxxx-xxxx; e-ISSN: xxxx-xxxx

(2)

13

on leverage on the Jakarta Islamic Index; There is a direct and significant influence between asset structure, leverage on financial performance on the Jakarta Islamic Index;

There is no significant direct effect between liquidity on financial performance on the Jakarta Islamic Index; There is an indirect and significant influence between asset structure and liquidity on financial performance through leverage as the mediating variable.

How to cite: Yosmawardani, Hanifa., & Halkadri. (2021). Effect of asset structure, liquidity on financial performance with leverage as a mediation (intervening) on companies listed Jakarta Islamic Index. Financial Management Studies, Vol (No), xx-xx. DOI: https://doi.

org/10.24036/fms.xxxxxxxx

This is an open access article distributed under the Creative Commons 4.0 Attribution License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. ©2020 by author.

* Corresponding author: [email protected]

PENDAHULUAN

Para pemimpin perusahaan telah menetapkan tujuan perusahaan itu sendiri sejak dari awal didirikan perusahaannya. Umumnya tujuan didirikan suatu perusahaan yakni diantaranya adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan, maksimalisasi laba, menciptakan kesejahteraan bagi stockholder, menciptakan citra perusahaan dan meningkatkan tanggung jawab sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan harus memiliki kinerja keuangan yang baik.

Kinerja keuangan yang baik tidak hanya penting bagi perusahaan saja tetapi bagi para investor juga. Dimana umumnya para investor mempertimbangkan keputusan investasinya dengan melihat kinerja perusahaan itu sendiri. Untuk mengetahui kinerja keuangan dapat dilihat melalui laporan keuangan perusahaan tersebut. Dimana untuk menganalisisnya digunakan rasio keuangan. Salah satunya diukur melalui profitabilitas perusahaan tersebut. Jika profitabilitas perusahaan tersebut besar, maka para investor akan berspekulasi bahwa perusahaan tersebut akan memberikan keuntungan yang besar. Hal ini juga akan menguntungkan bagi investor pula. Hal tersebut sesuai dengan pendapat yang diutarakan oleh Harmono (2011) yang menyatakan bahwa analisis profitabilitas dapat menjelaskan kinerja manajemen keuangan perusahaan karena dapat menggambarkan kinerja fundamental perusahaan ditinjau dari tingkat efisiensi dan efektivitas operasi perusahaan dalam memperoleh laba. Dalam penelitian ini menggunakan rasio profitabilitas yakni Return on Equity (ROE) untuk mengukur kinerja keuangan. ROE menunjukkan seberapa besar perusahaan mengelola ekuitas/modal secara efektif untuk menghasilkan laba bersih. ROE yang besar mengindikasikan kinerja keuangan perusahaan bagus.

Menurut situs idx, Indeks saham adalah ukuran statistik yang mencerminkan keseluruhan pergerakan harga atas sekumpulan saham yang dipilih berdasarkan kriteria dan metodologi tertentu serta dievaluasi secara berkala. Indeks harga saham Indonesia yang terdaftar di BEI saat ini terbagi menjadi 34 jenis, yakni: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Indeks Sektoral, Indeks LQ45, Jakarta Islamic Index (JII), Indeks Kompas 100, Indeks bisnis-27, Indeks PEFINDO25, PEFINDO I-Grade, Indeks SRI-KEHATI, Indeks Papan Utama, Indeks Papan Pengembangan, Indeks Individual, IDX80, IDX30, IDX Value 30, IDX Growth30, IDX High Dividend 20, IDX BUMN 20, Indeks Saham Syariah Indonesia/Indonesia Sharia Stock Index (ISSI), Jakarta Islamic Index 70 (JII70), IDX SMC Composite, IDX SMC Liquid, MNC36, Investor 33, Infobank15, SMinfra18, Indeks Sektor Pertanian, Indeks Sektor Pertambangan, Indeks Sektor Industri Dasar dan Kimia, Indeks Sektor Aneka Industri, Indeks Sektor Industri Barang Konsumsi, Indeks Sektor Properti, Real Estat, dan Konstruksi Bangunan, Indeks Sektor Infrastruktur, Utilitas, dan Transportasi, Indeks Sektor Keuangan, Indeks Sektor Perdagangan, Jasa, dan Investasi, Indeks Sektor Manufaktur.

Tahun 2018, Jakarta Islamic Index sempat mencetak kinerja yang lebih baik dibandingkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Analisis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji menyatakan, melemahnya IHSG terhadap Jakarta Islamic Index dibayangi oleh berbagai sentiment eksternal. Di antaranya penantian kenaikan suku bunga oleh The Fed dan faktor perang dagang. Selain itu, sentiment dari kasus pembunuhan jurnalis Washington Post, Jamal Khasoggi juga telah membuat

(3)

14

hubungan Amerika dengan Arab Saudi merenggang. Selain itu, menurut Nafan, emiten-emiten yang baru saja melantai di BEI belum ada yang menjadi anggota Jakarta Islamic Index, sehingga tidak banyak memberikan pengaruh. Saham yang baru saja IPO ini akan memberikan dampak pada IHSG.

(kontan.co.id, 2020).

Pada tahun 2019, hubungan antara Amerika Serikat (AS) dengan China yang membaik yang mana AS-China melakukan hubungan dagang membuat kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu mengalahkan Jakarta Islamic Index (JII). Padahal beberapa saat lalu kinerja Jakarta Islamic Index sempat di atas IHSG. (CNBC Indoneisa, 2020).

Dari berita diatas, disimpulkan bahwa pada tahun 2018 Jakarta Islamic Index sempat mengalami peningkatan dibandingkan Indeks Harga Saham Gabungan. Namun pada tahun berikutnya Jakarta Islamic Index mengalami penurunan walaupun sempat Jakarta Islamic Index di atas IHSG pada tahun itu.

Kinerja keuangan perusahaan dapat tercermin salah satunya dilihat dari harga sahamnya.

Ketika harga saham suatu perusahaan naik, maka secara tidak langsung kinerja perusahaan dikatakan naik karena investor akan beranggapan bahwa dengan perusahaan yang memiliki kinerja yang baik akan meningkatkan nilai perusahaan dan nantinya akan meningkatkan kompensasinya dalam bentuk dividen (Purnomo,1998).

Tabel 1. Pergerakan Harga Saham di Bursa Efek Indonesia sepanjang 2016 - 2019

Tahun Indeks Saham

SRI Kehati IDX30 JII LQ45 IHSG

2016 16.98 14.97 15.05 11.69 15.32

2017 27.52 24.39 9.36 22.02 19.99

2018 -4.27 -8.83 -9.73 -8.95 -2.54

2019 6.97 2.98 -0.38 3.18 2.65

Rata-rata 11.8 8.38 3.58 6.99 8.86

Tabel 1 menampilkan perhitungan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia sepanjang 2016 sampai 2019. Untuk memudahkan dalam menganalisis pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, maka dijadikan dalam bentuk grafik sebagai berikut ini:

Gambar 1. Pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia sepanjang 2016 - 2019

Berdasarkan gambar di atas, Indeks SRI Kehati menjadi top performance selama empat tahun terakhir ini. Dari lima indeks saham yang terdaftar di BEI dapat dilihat Jakarta Islamic Index menjadi indeks dengan performance yang rendah dibandingkan dengan indeks SRI Kehati, IDX30, LQ45, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan rata-rata indeks 3,58%. Dilihat dari tahun 2016 sampai tahun 2019 Jakarta Islamic Index cenderung mengalami penurunan walaupun pada tahun 2019 mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, namun bernilai negatif yaitu sebesar - 0.38%. Jika Jakarta Islamic Index dibandingkan dengan indeks saham lainnya pada tahun 2019, Jakarta Islamic Index masih tetap diposisi terendah. Dari fenomena yang ada, Jakarta Islamic Index menarik

(4)

15

untuk diteliti untuk dijadikan sebagai objek dalam penelitian ini karena pergerakan harga sahamnya cenderung mengalami penurunan dibandingkan indeks saham lainnya.

KAJIAN LITERATUR

Menurut Munawir (2012) faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan adalah likuiditas, solvabilitas, rentabilitas atau profitabilitas, stabilitas ekonomi. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan suatu perusahaan seperti:

stuktur aset, likuiditas, dan dimediasi dengan leverage. Peneliti menggunakan variabel mediasi pada penelitian ini mempunyai alasan tersendiri, dimana peneliti mengharapkan dengan adanya variabel mediasi dapat menghasilkan penelitian yang lebih kompleks. Pemilihan leverage sebagai variabel mediasi juga memiliki alasannya. Peneliti berspekulasi bahwa setiap aktivitas operasional yang ada dalam perusahaan berhubungan dengan hutang. Dengan begitu, setiap variabel yang ada dalam penelitian ini dihubungkan dengan hutang sehingga pemilihan leverage sebagai variabel mediasi sangat cocok dilakukan.

Gambar 2. Kerangka Konseptual

H1 : Struktur aset berpengaruh signifikan terhadap leverage.

H2 : Likuiditas berpengaruh signifikan terhadap leverage.

H3 : Struktur aset berpengaruh signifikan terhadap financial performance.

H4 : Likuiditas berpengaruh signifikan terhadap financial performance.

H5 : Leverage berpengaruh signifikan terhadap financial performance.

H6 : Struktur aset memiliki hubungan tidak langsung terhadap financial performance dimana leverage mengintervensi hubungan ini.

H7 : Likuiditas memiliki hubungan signifikan tidak langsung terhadap financial performance dimana leverage mengintervensi hubungan ini

METODE

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif, yaitu metode penelitian yang menekankan pada pengujian teori-teori melalui pengukuran variabel-variabel penelitian dengan angka-angka melakukan analisa data dengan prosedur statistik (Indriantoro &

Supomo 2002). Berdasarkan karakteristik masalah dalam penelitian ini, maka penelitian ini mempunyai hubungan kausal yaitu hubungan sebab akibat antara variabel independen dengan variabel dependen. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh struktur aset, likuiditas, dan leverage terhadap kinerja keuangan.

Populasi yang diamati dalam penelitian ini yaitu seluruh perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index dalam periode 2014-2019. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purpose sampling. Metode ini menetapkan bahwa setiap elemen tidak mempunyai

(5)

16

kesempatan yang sama untuk menjadi sampel penelitian, tetapi hanya elemen yang memenuhi syarat tertentu saja yang dapat dipilih, kriteria yang digunakan untuk memilih sampel adalah sebagai berikut:

a. Seluruh perusahaan berbasis syariah yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) pada Bursa Efek Indonesia periode tahun 2014-2019.

b. Perusahaan yang menjadi anggota tetap di Jakarta Islamic Index (JII) dan tidak pernah dikeluarkan selama periode 2014-2019.

Berdasarkan kriteria tersebut maka terdapat 89 laporan tahunan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index yang termasuk dalam sampel penelitian ini.

Pengukuran variable

Kinerja keuangan merupakan kondisi keuangan perusahaan yang telah dicapai pada periode tertentu dengan memanfaatkan aset, utang, dan ekuitas. Kinerja keuangan dapat diukur dengan menggunakan rasio ROE. Menurut Kasmir (2010) rasio ROE dapat diukur dengan cara:

𝑅𝑂𝐸 = 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 𝐸𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠

Struktur aset adalah rasio yang menggambarkan proporsi aset tetap yang dimiliki perusahaan dengan total aset perusahaan. Menurut Brigham & Houston (2011) perhitungan struktur aset dapat dirumuskan sebagai berikut:

𝐹𝑖𝑥𝑒𝑑 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = 𝐴𝑠𝑒𝑡 𝑇𝑒𝑡𝑎𝑝 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑒𝑡

Likuiditas adalah kemampuan suatu perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya secara tepat waktu. Menurut Kasmir (2010) Current ratio dapat dirumuskan sebagai berikut:

𝐶𝑅 = 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟 𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟

Leverage merupakan rasio yang mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai dengan hutang.

Menurut Kasmir (2010) rasio DER dapat diukur dengan cara:

𝐷𝐸𝑅 = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐸𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pengukuran Model (Outer Model)

Teknik pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan SEM berbasis PLS. Pada metode ini memerlukan 2 tahap untuk menilai fit model dari sebuah model penelitian (Ghozali, 2006). Salah satunya yaitu analisis outer model. Model pengukuran (outer model) digunakan untuk menguji validitas dan reliabilitas model.

Uji Validitas

Uji Validitas yang akan dilakukan terdiri dari validitas konvergen dan validitas diskriminan.

Validitas Konvergen

Uji convergent validity indikator refleksif dapat dilihat dari nilai loading factor untuk tiap indikator konstruk. Untuk menilai convergent validity biasanya digunakan rule of thumb dengan syarat nilai loading factor harus lebih dari 0,7 untuk penelitian yang bersifat confirmatory atau 0,6 – 0,7 untuk penelitian yang bersifat exploratory dengan nilai average variance extracted (AVE) harus lebih besar dari 0,5. Namun, untuk penelitian tahap awal dari pengembangan skala pengukuran, nilai loading

(6)

17

factor antara 0,5 – 0,6 masih dianggap cukup (Ghozali dan Latan, 2015). Berikut tabel nilai outer loading atau loading factor pada setiap indikatornya:

Tabel 2. Nilai outer loading

Financial Performance (Y) Leverage (Z) Likuiditas (X) Struktur Aset

CR 1,000

DER 1,000

FAR 1,000

ROE 1,000

Gambar diagram jalur hubungan kausalitas antar konstruk serta nilai loading factor untuk masing-masing indikatornya dapat dilihat sebagai berikut:

Gambar 3. Outer Model

Berdasarkan gambar 3 menunjukkan nilai korelasi indikator struktur modal terhadap kontruknya sebesar 1,000. nilai korelasi indikator likuiditas terhadap kontruknya sebesar 1,000. nilai korelasi indikator leverage terhadap kontruknya sebesar 1,000. nilai korelasi indikator financial performance terhadap kontruknya sebesar 1,000. Hal tersebut menandakan semua loading loading factor telah memenuhi syarat dimana memiliki nilai di atas 0,70 (> 0,70).

Tabel 3 berikut ini memperlihatkan nilai AVE pada penelitian awal. nilai AVE telah terpenuhi jika rule of thumb yang disyaratkan (AVE > 0,50).

Tabel 3. Average Variance Extracted (AVE)

Variabel Average Variance Extracted (AVE)

Financial Performance 1,000

Leverage 1,000

Likuiditas 1,000

Struktur Aset 1,000

Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat nilai AVE semua variabel sebesar 1,000 telah memenuhi rule of thumb yang disyaratkan (AVE > 0,50). Jika mengacu pada rule of thumb nilai outer loading yang disyaratkan yakni sebesar 0,70, maka semua indikator pada penelitian ini dinyatakan sudah valid karena masing-masing indikator telah memenuhi syarat. Dengan demikian dalam penelitian ini, peniliti tidak menghapus indikator lainnya sebab semua indikator telah memenuhi convergent validity yang diukur melalui nilai outer loading dan nilai AVE.

(7)

18 Validitas Diskriman (Discriminant Validity)

Discriminant validity berhubungan dengan prinsip bahwa pengukur-pengukur (manifest variable) konstruk yang berbeda seharusnya tidak berkorelasi dengan tinggi (Ghozali dan Latan, 2015).

Pengukuran discriminant validity dilakukan dengan dua cara yakni dengan menggunakan tabel cross loading atau dengan membandingkan nilai akar kuadrat AVE.

Cross Loading

Pada uji ini nilai korelasi indikator terhadap konstruknya harus lebih besar dibandingkan nilai korelasi antara indikator dengan konstruk lainnya. Untuk menguji discriminant validity dengan indikator refleksif dapat dilakukan dengan cara melihat perbandingan nilai cross loading setiap variable.

Tabel 4. Cross Loading

Kinerja Keuangan Leverage Likuiditas Struktur Aset

CR -0,392 -0,549 1,000 -0,002

DER 0,532 1,000 -0,549 -0,330

FAR 0,003 -0,330 -0,002 1,000

ROE 1,000 0,532 -0,392 0,003

Berdasarkan tabel 4 menunjukkan bahwa korelasi konstruk financial performance dengan indikatornya memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan dengan korelasi leverage, likuiditas, dan struktur aset.

Begitu juga dengan korelasi konstruk leverage dengan indikatornya memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan dengan korelasi financial performance, likuiditas, dan struktur aset.

Hal ini juga serupa dengan korelasi konstruk likuiditas dengan indikatornya memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan dengan korelasi financial performance, leverage, dan struktur aset.

Kemudian korelasi konstruk likuiditas dengan indikatornya memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan dengan korelasi financial performance, leverage, dan likuidiats.

Dengan demikian dapat disimpulkan semua variabel memiliki korelasi tertinggi pada dirinya sendiri dibandingkan dengan korelasi pada variabel lain. Artinya, syarat validitas diskriminan pada kasus penelitian ini terpenuhi.

Akar Kuadrat Average Variance Extracted (√𝑨𝑽𝑬 )

Metode lain untuk menilai discriminant validity adalah dengan membandingkan akar kuadrat dari AVE untuk setiap konstruk dengan korelasi antara konstruk lainnya dalam model. Model mempunyai discriminant validity yang cukup jika akar AVE untuk setiap konstruk lebih besar daripada korelasi antara konstruk dan konstruk lainnya (Ghozali dan Latan, 2015). Dalam penelitian ini, nilai akar AVE dari masing-masing konstruk dapat dilihat sebagai berikut ini:

Tabel 5. Discriminant Validity

Kinerja Keuangan Leverage Likuiditas Struktur Aset Kinerja Keuangan 1,000

Leverage 0,532 1,000

Likuiditas -0,392 -0,549 1,000

Struktur Aset 0,003 -0,330 -0,002 1,000

Berdasarkan tabel 5 terdapat nilai yang membentuk diagonal. Diagonal ini merupakan nilai akar kuadrat AVE dan nilai dibawahnya adalah korelasi antar konstruk. Jadi terlihat nilai akar kuadrat AVE lebih tinggi dari nilai korelasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model yang diestimasi valid karena telah memenuhi kriteria discriminant validity.

(8)

19 Uji Reliabilitas

Untuk melakukan uji reliabilitas, diperlukan hasil Composite Reliability dan Cronbanch Alpha. Hasil Composite Reliability dan Cronbanch Alpha akan memuaskan jika di atas 0,7.

Tabel 6. Cronbach’s Alpha dan Composite Reliability

Cronbach’s Alpha Composite Reliability

Kinerja Keuangan 1,000 1,000

Leverage 1,000 1,000

Likuiditas 1,000 1,000

Struktur Asset 1,000 1,000

Sumber: Data Sekunder 2020, SmartPLS3 (Diolah)

Berdasarkan tabel 6 menunjukkan bahwa nilai composite reliability dan cronbanch alpha untuk semua konstruknya adalah diatas 0,7 yang menunjukkan bahwa semua konstruk pada model yang diestimasi memenuhi kriteria atau reliable.

Pengukuran Model Struktural (Inner Model)

Pengujian inner model digunakan untuk melihat hubungan antar variabel. inner model dievaluasi dengan menggunakan R-square untuk melihat berapa persen pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. R-square merupakan uji goodness-fit model.

Tabel 7. R-Square

Variabel R-Square

Financial Performance 0,325

Leverage 0,411

Berdasarkan tabel 7 menunjukkan nilai R-square untuk variabel financial performance sebesar 0,325. Artinya sebesar 32,5% variabel financial performance dapat dipengaruhi oleh variabel lainnya yakni struktur aset dan likuiditas dan leverage. Sedangkan untuk variabel leverage diperoleh sebesar 0,411. Artinya sebesar 41,1% variabel leverage dapat dipengaruhi oleh variabel lainnya yakni struktur aset dan likuiditas.

Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui pengaruh langsung, pengaruh tidak langsung.

Pengujian ini dilakukan dengan cara mengoperasikan bootstrapping pada program SmartPls 3.0 sehingga diperoleh hubungan pengaruh variabel independen terhadap dependen.

Hipotesis Pengaruh Langsung

Pengujian hipotesis dapat dilakukan dengan melihat hasil path coefficient. Berikut merupakan hasil path coefficients:

Tabel 8. Path Coefficients

O M STDEV T

Statistics P

Values Ket.

Leverage —> Financial Perform 0,540 0,538 0,137 3,939 0,000 Sig Likuiditas —> Financial Perform -0,096 -0,094 0,086 1,116 0,265 Tdk sig.

Likuiditas —> Leverage -0,549 -0,558 0,063 8,782 0,000 Sig.

Struktur Aset —> Financial Perform 0,181 0,175 0,080 2,264 0,024 Sig.

Struktur Aset —> Leverage -0,331 -0,333 0,073 4,555 0,000 Sig.

(9)

20

H1 : Struktur aset berpengaruh signifikan terhadap leverage.

Berdasarkan tabel 7 menunjukkan bahwa struktur aset terhadap leverage memiliki t statistics sebesar 4,555 dengan p value 0,000. Dimana nilai t statistics yang dimiliki lebih besar dari nilai t tabel yakni 1,96 (t statistics 4,555 > t tabel 1,96) dan p value yang dimiliki lebih kecil dari 0,05 (p value 0,000 < 0,05). Hasil ini berarti bahwa ada pengaruh yang signifikan antara struktur aset dengan leverage. Dengan demikian, hipotesis 1 (satu) dalam penelitian ini diterima.

H2 : Likuiditas berpengaruh signifikan terhadap leverage.

Berdasarkan tabel 7 menunjukkan bahwa likuiditas terhadap leverage memiliki t statistics sebesar 8,782 dengan p value 0,000. Dimana nilai t statistics yang dimiliki lebih besar dari nilai t tabel yakni 1,96 (t statistics 8,782 > t tabel 1,96) dan p value yang dimiliki lebih kecil dari 0,05 (p value 0,000 < 0,05). Hasil ini berarti bahwa ada pengaruh yang signifikan antara likuiditas dengan leverage. Dengan demikian, hipotesis 2 (dua) dalam penelitian ini diterima.

H3 : Struktur aset berpengaruh signifikan terhadap financial performance.

Berdasarkan tabel 7 menunjukkan bahwa struktur aset terhadap financial performance memiliki t statistics sebesar 2,264 dengan p value 0,024. Dimana nilai t statistics yang dimiliki lebih besar dari nilai t tabel yakni 1,96 (t statistics 2,264 > t tabel 1,96) dan p value yang dimiliki lebih kecil dari 0,05 (p value 0,024 < 0,05). Hasil ini berarti bahwa ada pengaruh yang signifikan antara struktur aset dengan financial performance. Dengan demikian, hipotesis 3 (tiga) dalam penelitian ini diterima.

H4 : Likuiditas berpengaruh signifikan terhadap financial performance.

Berdasarkan tabel 7 menunjukkan bahwa likuiditas terhadap financial performance memiliki t statistics sebesar 1,116 dengan p value 0,265. Dimana nilai t statistics yang dimiliki lebih kecil dari nilai t tabel yakni 1,96 (t statistics 1,116 < t tabel 1,96) dan p value yang dimiliki lebih besar dari 0,05 (p value 0,265 >

0,05). Hasil ini berarti bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara likuiditas dengan financial performance. Dengan demikian, hipotesis 4 (empat) dalam penelitian ini tidak diterima.

H5 : Leverage berpengaruh signifikan terhadap financial performance.

Berdasarkan tabel 7 menunjukkan bahwa Leverage terhadap financial performance memiliki t statistics sebesar 3,939 dengan p value 0,000. Dimana nilai t statistics yang dimiliki lebih besar dari nilai t tabel yakni 1,96 (t statistics 3,939 > t tabel 1,96) dan p value yang dimiliki lebih kecil dari 0,05 (p value 0,000 <

0,05). Hasil ini berarti bahwa ada pengaruh yang signifikan antara Leverage dengan financial performance.

Dengan demikian, hipotesis 5 (lima) dalam penelitian ini diterima.

Hipotesis Pengaruh Tidak Langsung

Pengujian hipotesis pengaruh tidak langsung dapat dilakukan dengan melihat specific inderect effects.

hipotesis pengaruh tidak langsung dapat diterima jika menghasilkan t-statistics > 1,96.

Tabel 8. Specific Inderect Effects

O M STDE

V

T Statisti

cs

P Value

s

Ket . Likuiditas —> Leverage —> Financial

Performance -0,296 -0,300 0,086 3,464 0,001 Sig.

Struktur Aset —> Leverage —> Financial

Performance -0,179 -0,177 0,058 3,082 0,002 Sig.

H6 : Struktur aset memiliki hubungan tidak langsung terhadap financial performance dimana leverage mengintervensi hubungan ini.

(10)

21

Berdasarkan tabel 8 menunjukkan bahwa pengaruh tidak langsung struktur aset terhadap financial performance melalui leverage memiliki t-statistics sebesar 3,082 dengan p value sebesar 0,002. Dimana nilai t statistics yang dimiliki lebih besar dari nilai t tabel yakni 1,96 (t statistics 3,082 > t tabel 1,96) dan p value yang dimiliki lebih kecil dari 0,05 (p value 0,002 < 0,05). Hasil ini berarti bahwa ada pengaruh yang signifikan antara struktur aset terhadap financial performance melalui leverage. Dengan demikian, hipotesis 6 (enam) dalam penelitian ini diterima.

H7 : Likuiditas memiliki hubungan signifikan tidak langsung terhadap financial performance dimana leverage mengintervensi hubungan ini.

Berdasarkan tabel 8 menunjukkan bahwa pengaruh tidak langsung likuiditas terhadap financial performance melalui leverage memiliki t-statistics sebesar 3,464 dengan p value sebesar 0,001. Dimana nilai t statistics yang dimiliki lebih besar dari nilai t tabel yakni 1,96 (t statistics 3,464 > t tabel 1,96) dan p value yang dimiliki lebih kecil dari 0,05 (p value 0,001 < 0,05). Hasil ini berarti bahwa ada pengaruh yang signifikan antara likuiditas terhadap financial performance melalui leverage. Dengan demikian, hipotesis 7 (tujuh) dalam penelitian ini diterima.

Kemudian untuk mengetahui apakah variabel mediasi bersifat mediasi penuh (full mediation), mediasi semu (partial mediation) atau tidak ada efek mediasi dapat dilakukan dengan membandingkan hasil dari pengaruh langsung (dirrect effects) dan pengaruh tidak langsung (inderrect effects). Berikut hasil dari pengaruh langsung (dirrect effects) dalam penelitian ini.

Tabel 9. Pengaruh Langsung (Dirrect Effects)

O M STDEV T

Statistics P

Values Ket.

Leverage —> Financial Performance 0,540 0,538 0,137 3,939 0,000 Sig.

Likuiditas —> Financial Performance -0,096 -0,094 0,086 1,116 0,265 Tdk Sig.

Likuiditas —> Leverage -0,549 -0,558 0,063 8,782 0,000 Sig.

Struktur Aset —> Financial Performance 0,181 0,175 0,080 2,264 0,024 Sig.

Struktur Aset —> Leverage -0,331 -0,333 0,073 4,555 0,000 Sig.

Berikut merupakan hasil pengaruh tidak langsung dalam penelitian ini:

Tabel 10. Pengaruh Tidak Langsung (Inderrect Effects)

O M

STDEV

T Statistics

P

Values Ket.

Likuiditas —> Leverage —> Financial

Performance -0,296 -0,300 0,086 3,464 0,001 Sig.

Struktur Aset —> Leverage —> Financial

Performance -0,179 -0,177 0,058 3,082 0,002 Sig.

Sumber: Data Sekunder 2020, SmartPLS3 (Diolah)

Berdasarkan tabel 9 dan tabel 10 diketahui struktur aset berpengaruh signifikan terhadap financial performance (Hipotesis 3) sedangkan struktur aset juga berpengaruh signifikan terhadap financial performance melalui leverage (Hipotesis 6). Berarti hubungan langsung antara struktur aset terhadap financial performance itu signifikan, sedangkan melalui leverage juga signifikan, artinya peranan leverage sebagai partial mediation. Dapat disimpulkan bahwa tanpa menggunakan atau menggunakan leverege (mediasi), struktur aset dapat mempengaruhi financial performance.

Kemudian likuiditas berpengaruh tidak signifikan terhadap financial performance (Hipotesis 4) sedangkan likuiditas berpengaruh signifikan terhadap financial performance melalui leverage (Hipotesis

(11)

22

7). Berarti hubungan langsung antara likuiditas terhadap financial performance itu tidak signifikan, sedangkan melalui leverage menjadi signifikan, artinya peranan leverage sebagai full mediation. Dapat disimpulkan bahwa penting untuk adanya leverage terbentuk sehingga likuiditas dapat mempengaruhi financial performance.

Pengaruh Struktur Aset terhadap Leverage

Berdasarkan hasil analisis yang didapatkan bahwa struktur aset berpengaruh signifikan terhadap leverage, sehingga hipotesis dalam penelitian ini menyatakan struktur aset berpengaruh terhadap leverage diterima. Dibuktikan t-statistics yang lebih besar dari 1,96 yakni sebesar 4,555 dan p value yang lebih kecil dari 0,05 yakni sebesar 0,000. Sedangkan untuk koefisien regresi (original sample) pada variabel struktur aset bernilai negatif -0,331. Dimana arti negatif adalah hubungan struktur aset dan leverage tidak searah. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin besar rasio struktur aset, maka semakin kecil leverage.

Hasil penelitian ini mendukung pecking order theory, dimana pecking order theory menggambarkan perilaku pembiayaan sebagian besar perusahaan, bahwa perusahaan lebih memilih menggunakan dana internal dibandingkan dengan dana eksternal dikarenakan dana eksternal lebih mahal karena permasalahan information asymmetry. Jika penggunaan dana internal tidak mencukupi, maka perusahaan akan menerbitkan sekuritas yang paling aman yaitu utang terlebih dahulu, terakhir menerbitkan ekuitas.

Dengan demikian disimpulkan bahwa sebagian besar perusahaan yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index lebih menyukai untuk menggunakan dana internalnya dalam mengelola aktivitas operasional perusahaan dibandingkan menggunakan dana eksternal yang berupa hutang/ekuitas.

Dengan begitu hutang perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index dinilai rendah.

Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rizqi (2017) dan Ramli et al. (2017) yang menyatakan bahwa struktur aset berpengaruh signifikan terhadap leverage. Tetapi hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Masnoon & Saeed (2019) yang menyatakan bahwa struktur aset negatif dan tidak signifikan terhadap DER. Begitupun dengan penelitian yang dilakukan oleh Nastiti (2016) yang menyatakan bahwa struktur aset berpengaruh positif terhadap DER.

Pengaruh Likuiditas terhadap Leverage

Berdasarkan hasil analisis yang didapatkan bahwa likuiditas berpengaruh signifikan terhadap leverage, sehingga hipotesis dalam penelitian ini menyatakan likuiditas berpengaruh terhadap leverage diterima.

Dibuktikan t-statistics yang lebih besar dari 1,96 yakni sebesar 8,782 dan p value yang lebih kecil dari 0,05 yakni sebesar 0,000. Sedangkan untuk koefisien regresi (original sample) pada variabel likuiditas bernilai negatif -0,549. Dimana arti negatif adalah hubungan likuiditas dan leverage tidak searah.

Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin besar rasio likuiditas, maka semakin kecil leverage.

Hal ini sejalan dengan pendapat dari Kasmir (2008), apabila kas rasio di bawah rata-rata industri, kondisi kurang baik ditinjau dari rasio kas karena untuk membayar kewajiban masih memerlukan waktu untuk menjual sebagian dari aktiva lancar lainnya. Apabila perusahaan memiliki kas dengan jumlah yang besar, perusahaan condong akan melakukan pembayaran atas hutang atau membeli surat berharga.

Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar likuiditas yang ada pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index dengan tingkat yang tinggi menandakan bahwa tingkat kemungkinan untuk perusahaan dalam pembayaran hutang sangat besar, dimana perusahaan memiliki kas ataupun aset lancar lainnya yang terbilang besar, sehingga hutang pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index ikut berkurang. Dengan demikian perusahaan mampu memenuhi kewajibannya yang berarti perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index dikatakan likuid.

(12)

23

Tingkat likuiditas yang tinggi akan mendapatkan kesempatan yang besar mendapatkan berbagai dukungan dari banyak pihak, seperti lembaga keuangan, kreditur, ataupun pemasok. Untuk itu dengan mempertahankan tingkat likuiditas bisa mendapatkan kepercayaan dari pihak internal maupun pihak eksternal. Pihak internal yang dimaksud yakni seperti karyawan, hal ini terbukti dengan gaji yang bisa terbayarkan oleh pihak perusahaan. Pihak eksternal yang dimaksud yakni seperti suplier, investor, bank, maupun dari pihak lainnya. Hal ini akan mempermudah perusahaan untuk memperoleh modal eksternal jika diperlukan oleh perusahaan.

Hasil penelitian ini juga didukung dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Masnoon &

Saeed (2014), yang menyatakan bahwa likuiditas memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap DER.

Tetapi hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Primantara & Dewi (2016), yang menyatakan bahwa likuiditas memilikiki pengaruh positif signifikan terhadap DER.

Begitupun dengan penelitian yang dilakukan dengan Ramli et al. (2017).

Pengaruh Struktur Aset terhadap Financial Performance

Berdasarkan hasil analisis yang didapatkan bahwa struktur aset berpengaruh signifikan terhadap financial performance, sehingga hipotesis dalam penelitian ini menyatakan struktur aset berpengaruh terhadap financial performance diterima. Dibuktikan t-statistics yang lebih besar dari 1,96 yakni sebesar 2,264 dan p value yang lebih kecil dari 0,05 yakni sebesar 0,024. Sedangkan untuk koefisien regresi (original sample) pada variabel struktur aset bernilai positif 0,181. Dimana arti positif adalah hubungan struktur aset dan financial performance yang searah. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin besar rasio struktur aset, maka semakin besar financial performance.

Hal ini diperkuat dengan pendapat dari Ang (1997) menyatakan bahwa aset adalah aktiva yang digunakan untuk aktivitas operasional perusahaan. Semakin besar aset yang diharapkan semakin besar hasil operasional yang dihasilkan oleh perusahaan. Dimana kinerja keuangan perusahaan akan meningkat. Peningkatan aset yang diikuti peningkatan hasil operasional akan semakin menambah kepercayaan pihak luar terhadap perusahaan. Hal ini akan mempermudah pihak perusahaan dalam memperoleh sumber dana eksternal, seperti hutang/ekuitas.

Dengan demikian, disimpulkan bahwa sebagian besar perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index memiliki tingkat struktur aset yang terbilang cukup tinggi. Struktur aset membandingkan antara aktiva tetap dengan total aktiva. Penggunaan struktur aset berupa aset tetap akan meningkatkan profitabilitas perusahanan. Dimana dengan adanya penambahan aset tetap akan meningkatkan kegiatan operasional perusahaan, dengan meningkatnya kegitan operasional perusahaan, maka profitabilitas perusahaan yang akan diterima akan meningkat pula. Dengan demikian penambahan aset tetap dapat menunjang tingkat financial performance yang baik.

Hasil penelitian ini juga sejalan dengan hasil penelitian dari Estirahayu dkk (2014) dan Ramli et al. (2017), yang menyatkan bahwa struktur aset berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Tetapi hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Salimah dkk (2019) dan Nastiti (2016) yang menyatakan bawha struktur aset tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan.

Pengaruh Likuiditas terhadap Financial Performance

Berdasarkan hasil analisis yang didapatkan bahwa likuiditas berpengaruh tidak signifikan terhadap financial performance, sehingga hipotesis dalam penelitian ini menyatakan likuiditas berpengaruh terhadap financial performance ditolak. Dibuktikan t-statistics yang lebih kecil dari 1,96 yakni sebesar 1,116 dan p value yang lebih besar dari 0,05 yakni sebesar 0,265. Sedangkan untuk koefisien regresi (original sample) pada variabel likuiditas bernilai negarif -0,096. Dimana arti negatif adalah hubungan likuiditas dan financial performance tidak searah. Dengan demikian semakin besar rasio likuditas, maka semakin kecil financial performance.

Dalam hasil penelitian ini sebagian besar perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index memiliki likuiditas yang sangat besar. Ketidakseimbangan antara sumber dana internal perusahaan dengan laba yang diperoleh oleh perusahaan akan menunjukkan tidak efektifnya atau

(13)

24

tidak maksimalnya perusahaan dalam mengelola sumber dana internal perusahaan. Dimana umumnya perusahaan yang hanya memfokuskan aspek likuiditas dengan meningkatkan uang kas dan alat-alat likuid lainnya dalam jumlah yang besar, tetapi mengabaikan aspek lainnya akan mengakibatkan pihak perusahaan mengambil keputusan yang kurang baik atau tidak tepat. Hal ini dapat mengakibatkan sebagian besar modal lancar tidak produktif sehingga aktivitas perusahaan menjadi kurang lancar dan menyebabkan tingkat profitabilitas mengalami penurunan, bahkan dapat mengakibatkan kerugian perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan- perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index berfokus kepada likuiditas. Hasil penelitian ini mendukung pendapat dari Kasmir (2008), yang menyatakan bahwa kondisi rasio kas terlalu tinggi juga kurang baik karena ada dana yang menganggur atau belum digunakan secara optimal.

Hasil penelitian ini mendukung pendapat dari Salimah dkk (2019) perusahaan memiliki kecenderungan untuk lebih memprioritaskan kewajiban dalam hal ini current ratio tanpa melihat faktor-faktor yang lainnya yang akan mempengaruhi kestabilan keuangan perusahaan, pada perusahaan yang memiliki likuditas yang tinggi tidak selalu menghasilkan kinerja keuangan yang baik, karena pendapatan yang diterima perusahaan banyak digunakan untuk melakukan pembayaran kewajiban perusahaan sehingga membuat kinerja keuangan perusahaan akan menurun. Berdasarkan hal tersebut sebagian besar perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index sudah mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya secara tepat waktu.

Hasil penelitian ini juga sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Fajaryani (2018), Salimah dkk (2019). Namun tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Estirahayu dkk (2014) dan Ramli et al. (2017).

Pengaruh Leverage terhadap Financial Performance

Berdasarkan hasil analisis yang didapatkan bahwa leverage berpengaruh signifikan terhadap financial performance, sehingga hipotesis dalam penelitian ini menyatakan leverage berpengaruh terhadap financial performance diterima. Dibuktikan t-statistics yang lebih besar dari 1,96 yakni sebesar 3,939 dan p value yang lebih kecil dari 0,05 yakni sebesar 0,000. Sedangkan untuk koefisien regresi (original sample) pada variabel leverage bernilai positif 0,540. Dimana arti positif adalah hubungan leverage dan financial performance searah. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin besar rasio leverage, maka semakin besar financial performance.

Hasil analisis di atas mengindikasikan bahwa debt to equty ratio yang cukup besar menunjukkan perusahaan dapat memberikan kepercayaan dan keyakinan kepada investor bahwa perusahaan dapat memanfaatkan semaksimal mungkin penggunaan modal eksternal dalam mengembangkan perusahaan yang mana kesempatan untuk memperoleh laba ikut meningkat. Hasil ini mendukung signaling theory menyatakan peningkatan utang diartikan oleh pihak luar sebagai kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban di masa yang akan datang atau adanya resiko bisnis yang rendah, hal tersebut akan direspon secara positif oleh pasar (Brigham & Houston, 2011).

Hal ini juga mendukung teori trade-off yang menjelaskan bahwa peningkatan rasio utang pada struktur rmodal akan meningkatkan nilai total perusahaan sebesar tarif pajak dikali dengan jumlah utang. Semakin besar akses ke sumber dana, semakin tersedia potensi dana, maka semakin besar kemungkinan mengambil peluang investasi yang menguntungkan yang diperoleh semakin besar dan kinerja perusahaan meningkat.

Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Estirahayu dkk (2014), Salim (2015), yang menyatakan bahwa DER berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROE. Begitupun dengan penelitian lainnya yang dilakukan oleh Ludijanto dkk (2014) dan Ramli et al. (2017), yang menyatakan bahwa DER memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja keuangan. Kemudian penelitian yang dilakukan oleh Salimah (2014), yang menyatakan bahwa DER berpengaruh terhadap kinerja keungan. Hal ini bertentangan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Fajaryani (2018), yang menyatakan bahwa DER pengaruh negatif signifikan terhadap kinerja keuangan.

(14)

25

Pengaruh Struktur Aset terhadap Financial Performance dengan leverage sebagai Variabel Mediasi Berdasarkan analisis yang didapatkan bahwa struktur aset berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial performance melalui leverage sebagai variabel intervening. Hal ini dibuktikan dengan nilai t-statisic lebih besar dari 1,96 yakni sebesar 3,082 dengan p value lebih kecil dari 0,05 yakni sebesar 0,002. Sedangkan untuk koefisien regresi (original sample) pada variabel struktur aset terhadap financial performance melalui leverage sebagai variabel mediasi bernilai negatif -0,179. Hal ini menunjukkan bahwa struktur aset dapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial performance secara langsung dan juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial performance secara tidak langsung yaitu dari struktur aset ke leverage lalu ke financial performance. Hasil ini menunjukkan bahwa peranan mediasi yakni partial mediation. Artinya dengan adanya atau tidaknya variabel leverege sebagai variabel mediasi, struktur aset dapat mempengaruhi financial performance.

Dimana dapat disimpulkan pertama, struktur aset berpengaruh negatif dan signifikan terhadap leverage. Artinya, jika struktur aset mengalami peningkatan, maka leverage mengalami penurunan. Hal ini terjadi dikarenakan dana internal perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index cenderung banyak, sehingga pengambilan hutang menjadi sedikit.

Kedua, struktur aset berpengaruh positif terhadap financial performance. Artinya, jika struktur aset mengalami peningkatan, maka financial performance meningkat. Hal ini disebabkan karena aktiva yang ada di perusahaan digunakan untuk aktivitas operasional perusahaan. Semakin besar struktur aset, maka semakin besar pula hasil operasional yang dihasilkan oleh perusahaan, dengan demikian kinerja keuangan ikut meningkat pula.

Ketiga, adanya pengaruh negatif dan signifikan antara struktur aset terhadap financial performance secara tidak langsung yaitu dari struktur aset ke leverage lalu ke financial performance.

Artinya, jika struktur aset meningkat, maka leverage akan menurun, dengan menurunnya leverge akan meningkatkan financial performance. Hal ini dikarenakan perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index lebih menyukai dana internal perusahaan dengan alasan resikonya kecil, sehingga hutangnya sedikit, dimana hal ini sesusai dengan pecking order theory. Dengan hutang yang sedikit maka kinerja yang akan diterima akan menjadi meningkat. Dengan demikian disimpulkan dengan melalui leverage, struktur aset berpengaruh signifikan terhadap financial performance.

Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Ramli et al. (2017).

Dimana leverage dapat memediasi likuiditas dengan financial performance.

Pengaruh Likuiditas terhadap Financial Performance dengan leverage sebagai Variabel Mediasi Berdasarkan analisis yang didapatkan bahwa likuiditas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial performance melalui leverage sebagai variabel intervening. Hal ini dibuktikan dengan nilai t- statisic lebih kecil dari 1,96 yakni sebesar 3,464 dengan p value lebih besar dari 0,05 yakni sebesar 0,001.

Sedangkan untuk koefisien regresi (original sample) pada variabel likuiditas terhadap financial performance melalui leverage sebagai variabel mediasi bernilai negatif -0,296.

Namun likuiditas berpengaruh negatif dan tidak siginfikan terhadap financial performance secara langsung. Dimana nilai t-statisic lebih kecil dari 1,96 yakni sebesar 1,116 dengan p value lebih besar dari 0,05 yakni sebesar 0,265. Sedangkan untuk koefisien regresi (original sample) pada variabel likuiditas terhadap financial performance melalui leverage sebagai variabel mediasi bernilai negatif -0,096.

Hal ini menunjukkan bahwa peranan mediasi dalam penelitian ini bersifat full mediation. Artinya peranan leverage sebagai mediasi sangat penting dalam penelitian ini, dimana dengan adanya leverage sebagai variabel mediasi, likuiditas mampu berpengaruh terhadap financial performance.

Dimana dapat disimpulkan pertama, likuiditas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap leverage. Artinya, jika likuiditas mengalami peningkatan, maka leverage mengalami penurunan. Hal ini terjadi dikarenakan dana internal perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index cenderung banyak, sehingga hutang yang dibutuhkan menjadi sedikit. Hal ini sesuai dengan pecking order theory, dimana perusahaan menyukai internal financing (pendanaan dari hasil operasi perusahaan berwujud laba ditahan). Apabila pendanaan dari luar (external financing) diperlukan, maka perusahaan akan memilih pertama kali sekuritas yang paling aman, yaitu utang yang paling rendah risikonya.

(15)

26

Kedua, likuditas berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap financial performance.

Artinya, jika likuiditas mengalami peningkatan, maka financial performance penurunan. Dimana sebagian besar perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index berfokus kepada likuiditas. Hasil penelitian ini mendukung pendapat dari Kasmir (2008), yang menyatakan bahwa kondisi rasio kas terlalu tinggi juga kurang baik karena ada dana yang menganggur atau belum digunakan secara optimal.

Ketiga, adanya pengaruh negatif dan signifikan antara likuiditas terhadap financial performance secara tidak langsung yaitu dari likuiditas ke leverage lalu ke financial performance. Artinya, jika likuiditas meningkat, maka leverage akan menurun, dengan menurunnya leverge akan meningkatkan financial performance. Hal ini dikarenakan perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index lebih menyukai dana internal perusahaan dengan alasan resikonya kecil dimana pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index merupakan perusahaan yang likuid artinya perusahaan yang memiliki likuiditas yang cenderung tinggi. Hal ini mendukung pecking order theory, dimana pecking order theory menggambarkan perilaku pembiayaan sebagian besar perusahaan, bahwa perusahaan lebih memilih menggunakan dana internal dibandingkan dengan dana eksternal dikarenakan dana eksternal lebih mahal karena permasalahan information asymmetry. Jika penggunaan dana internal tidak mencukupi, maka perusahaan akan menerbitkan sekuritas yang paling aman yaitu utang terlebih dahulu, terakhir menerbitkan ekuitas. Hutang dengan porsi yang kecil, akan memberikan risiko yang kecil. Dimana hutang tersebut dapat dibayarkan dengan menggunakan dana internal perusahaan. Dengan demikian, perusahaan akan menerima laba yang ikut meningkat dengan artian kinerja keuangan dikatakan baik.

Namun, pada kenyataanya laba yang dihasilkan pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index tidak begitu besar dibandingkan dengan dana internal perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa tidak optimalnya perusahaan dalam mengelola dana internal. Hal ini dikarenakan sebagian perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index hanya berfokus kepada likuiditas, sehingga aspek lain terabaikan.

Dengan demikian disimpulkan dengan melalui leverage, likuiditas berpengaruh signifikan terhadap financial performance.

Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Ramli et al. (2017).

Dimana leverage dapat memediasi likuiditas dengan financial performance..

KESIMPULAN

Berikut kesimpulan yang dapat ditarik dalam penelitian ini:

1. Terdapat pengaruh langsung dan signifikan antara struktur aset terhadap leverage pada Jakarta Islamic Index. Dibuktikan t-statistic yang lebih besar dari 1,96 yakni sebesar 4,555 dan p value yang lebih kecil dari 0,05 yakni sebesar 0,000.

2. Terdapat pengaruh langsung dan signifikan antara likuditas terhadap leverage pada Jakarta Islamic Index. Dibuktikan t-statisrics yang lebih besar dari 1,96 yakni sebesar 8,782 dan p value yang lebih kecil dari 0,05 yakni sebesar 0,000.

3. Terdapat pengaruh langsung dan signifikan antara struktur aset terhadap financial performance pada Jakarta Islamic Index. Dibuktikan t-statisrics yang lebih besar dari 1,96 yakni sebesar 2,264 dan p value yang lebih kecil dari 0,05 yakni sebesar 0,024.

4. Tidak terdapat pengaruh langsung yang signifikan antara likuiditas terhadap financial performance pada Jakarta Islamic Index. Dibuktikan t-statisrics yang lebih kecil dari 1,96 yakni sebesar 1,116 dan p value yang lebih besar dari 0,05 yakni sebesar 0,265.

5. Terdapat pengaruh langsung dan signifikan antara leverage terhadap financial performance pada Jakarta Islamic Index. Dibuktikan t-statisrics yang lebih besar dari 1,96 yakni sebesar 3,939 dan p value yang lebih kecil dari 0,05 yakni sebesar 0,000.

6. Terdapat pengaruh tidak langsung dan signifikan antara struktur aset terhadap financial performance melalui leverage sebagai variabel mediasi.

(16)

27

7. Terdapat pengaruh tidak langsung dan signifikan antara likuditas terhadap financial performance pada Jakarta Islamic Index melalui leverage sebagai variabel mediasi.

REFERENSI

Abdillah, Willy, & Hartono, J. (2014). Partial Least Square ( PLS ). Yogyakarta: Andi.

Adityana. (2014). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Risiko Bisnis, Pertumbuhan Aset, Profitabilitas Dan Likuiditas Pada Struktur Modal. 9 (No 3).

Ang, R. (1997). Buku Pintar: Pasar Modal Indonesia. Jakarta: Mediasot Indonesia.

Brigham, E. F., & Houston, J. F. (2011). Dasar-dasar Manajemen Keuangan Edisi 10. Jakarta: Salemba Empat.

Darsono, & Ashari. (2005). Pedoman Praktis Memahami Laporan Keuangan . Jakarta : Salemba Empat.

Esthirahayu, D. P., Handayani, S. R., & Hidayat, R. R. (2014). Pengaruh Rasio Likuiditas, Rasio Leverage dan Rasio Aktivitas Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB) , Volume 8 No. 1.

Fajaryani, N. L., & Suryani, E. (2018). Struktur Modal, Likuiditas, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan. Jurnal Riser Akuntansi Kontemporer , 74-49.

Ghozali, I. (2006). Structural Equation Modelling Metode Alternatif dengan Partial Leasrt Square. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Ghozali, I. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan SPSS. Semarang: Universitas Diponegoro.

Ghozali, I. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate dengn Program IBM SPSS 21 Update PLS Regresi . Semarang:

Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Ghozali, I., & Hengky, L. (2015). Partial Least Squares Konsep Teknik dan Aplikasi Menggunakan Program SmartPLS 3.0 (2nd Edition). Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Harmono. (2011). Manajemen Keuangan Berbasis Balanced Scorecard Pendekatan Teori, Kasus, Data Riset Bisnis (Edisi 1). Jakarta : Bumi Aksara .

Horne, J., & John, M. (2012). Prinsip-Prinsip Manajemen Keuangan. Edisi Kedua Belas, Buku Kedua. Jakarta:

Salemba Empat.

Indriantoro, & Supomo. (2002). Metodologi Penelitian Bisnis. Yogyakarta : BPFE UGM.

Indriantoro, & Supomo. (2012). Metodologi Penelitian Bisnis. Yogyakarta: BPFE UGM.

Irham, F. (2012). Analisis Laporan Keuangan. Bandung: Alfabeta.

Kasmir. (2008). Analisi Laporan Keuangan. Jakarta : Rajawali Pers.

Kasmir. (2009). Pengantar Manajemen Keuangan. Jakarta : Kencana .

Kasmir. (2010). Pengantar Manajemen Keuangan . Jakarta : Kencana Prenada Media Group . Kasmir. (2013). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta : Rajawali Pers.

Ludijanto, S. E., Handayani, S. R., & Hidayat, R. R. (2014). Pengaruh Analisis Leverage Terhada Kinerja Keuangan Perusahaan. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB) .

Mahsun, M. (2006). Pengukuran Kinerja Sektor Publik. Yogyakarta: BPFE.

Masnoon, M., & Saeed, A. (2014). Capital Structure Determinants of KSELIDTED Automobile Companies.

European Scientific Journal .

Munawir. (2012). Analisis Informasi Keuangan. Yogyakarta: Liberty.

Munawir. (2007). Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta: Liberty.

Nastiti, R. D. (2016). Pengaruh Struktur Aset, Likuiditas, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Pertumbuhan Penjualan Terhadap Struktur Modal. Jurmal Ilmu dan Riset Akuntansi Volume 5, Nomor 1 .

Priatna, R. B., Abdillah, J., & Suryana. (2010). Akuntansi Keuangan. Bandung: Ghalia Indonesia.

Primantara, & Dewi, M. R. (2016). Pengaruh likuiditas, profitabilitas, risiko bisnis, ukuran perushaan, dan pajak terhadap struktur modal. E-Jurnal Manajemen Unud Vol. 5 No. 5 .

Ramli, N. A., Latan, H., & Solovida, G. T. (2017). Determinants of Capital Structure and Firm Financial Performance-A PLS-SEM Approach: Evidence from Malaysia and Indonesia. The Quarterly Review Of Economics and Finance , 148-160.

(17)

28

Riyanto, B. (2008). Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta: GPFE.

Rizqi, N. (2017). Pengaruh Struktur Aset, Ukuran Perusahaan dan Nilai Perusahaan Terhadap Financial Leverage Pada Emiten Syariah yang Terdaftar di Jakarta Islamic Index (JI). Jurnal of Economics and Business Mulawarman University , 1-18.

Salim, J. (2015). Pengaruh Leverage (DAR, DER, dan TIER) Terhadap ROE Perusahaan Properti dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2014. Perbanas Review , 19-34.

Salimah, Wijayanti, A., & Masitoh, E. (2019). Pengaruh Struktur Modal, Likuiditas, Komisaris Independen, dan Struktur Aset Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Sektor Konstruktusi Bangunan di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Akuntansi dan Sistem Teknologi Informasi , 139-146.

Sartono, A. (2010). Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi Edisi 4. Yogyakarta: BPFE.

Syamsudin, L. (2002). Manajemen Keuangan Perusahaan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Syamsudin, L. (2007). Manajemen Keuangan Perusahaan . Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada . www.idx.co.id

Sahamoke.com miraeasset.co.id kontan.co.id

www.cnbcindonesia.com

Gambar

Tabel 1 menampilkan perhitungan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia sepanjang  2016 sampai 2019
Gambar 2. Kerangka Konseptual
Gambar  diagram  jalur  hubungan  kausalitas  antar  konstruk  serta  nilai  loading  factor  untuk  masing-masing indikatornya dapat dilihat sebagai berikut:
Tabel 4. Cross Loading
+3

Referensi

Dokumen terkait

dibandingkan dengan sebelum menggunakan sistem. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengujian hipotesis yang nilai Sig. Dari pengujian yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan

Dalam pelaksanaan proses pendidikan tidak menutup kemungkinan jika terjadi sebuah kegagalan. Kegagalan yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh kurangnya kemampuan

Statistik deskriptif ini digunakan untuk memberikan gambaran nilai minimun, maximum, rata-rata (mean), dan simpangan baku (standart deviasi) dari masing-masing

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku inovatif pada karyawan PT Samudra

Berdasarkan penelitian yang dilakukan kepada kelima informan, ditemukan bahwa konsep diri perempuan batak toba yang diberi gelar “Boru Ni Raja” di kecamtan Sianjur Mulamula

Pengaruh arus listrik dan waktu pengelasan pada pengelasan titik material sejenis dengan ketebalan yang sama dimodelkan secara numeris dengan MEH (metode Elemen

Dari nilai tersebut dapat dilihat bahwa waiting time untuk proses jahit hijab pashmina square adalah proses yang memiliki waiting time paling tertinggi, hal

Berdasarkan dari hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa social economic status yang terdiri dari variabel pendapatan orang tua, pekerjaan orang tua, dan pendidikan terakhir