BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.
1.11 LaLatatar Br Belelakakanangg
In
Indodonenesisia a adadalalah ah neneggarara a agagrarariris s didimmanana a sesebabaggiaian n bbesesar ar penduduknya
penduduknya hidup hidup dari dari hasil hasil bercocok bercocok tanam tanam atau atau bertani, bertani, sehinggasehingga pertanian
pertanian merupakan merupakan sektor sektor yang yang memegang memegang peranan peranan penting penting dalamdalam kes
kesejahejahterateraan an kehkehiduidupan pan penpendudduduk uk IndIndoneonesiasia. . PadPada a saasaat t ini ini petpetani ani didi Indo
Indonesia sering nesia sering menghmenghadapi berbagai adapi berbagai kendakendala la dalam menanam tanamandalam menanam tanaman agar dapat dipanen dalam jumlah dan mutu yang memuaskan. Selain agar dapat dipanen dalam jumlah dan mutu yang memuaskan. Selain menghadapi kendala dari alam berupa cuaca yang tidak menentu, para menghadapi kendala dari alam berupa cuaca yang tidak menentu, para petani biasa dihadapkan pada masalah hama dan penyakit yang menyerang petani biasa dihadapkan pada masalah hama dan penyakit yang menyerang
tan
tanamaaman. n. MasMasalah alah serserangangan an hamhama a dan dan penpenyakyakit it tantanamaaman n mermerupaupakankan penghambat
penghambat utama utama dalam dalam meningkatkan meningkatkan produktivitas produktivitas pertanian.pertanian. Diperkirakan sepertiga dari pertanian dunia telah dirusak oleh lebih dari Diperkirakan sepertiga dari pertanian dunia telah dirusak oleh lebih dari 30.0
30.000 spesies hama dan penyaki00 spesies hama dan penyakit yang menyerang t yang menyerang tanamantanaman. erusakan. erusakan terjadi, baik di lapangan pada saat proses budidaya maupun digudang terjadi, baik di lapangan pada saat proses budidaya maupun digudang penyimpanan. ondisi tersebut secara
penyimpanan. ondisi tersebut secara nyata berpengaruh pada nyata berpengaruh pada pendapatanpendapatan petani dan penyedian pangan du
petani dan penyedian pangan dunia.nia. P!
P!. . PePetrtrososidida a "r"resesik ik memerurupapakakan n sasalalah h sasatu tu ananak ak #$#$M%M% dilingkungan departemen perindustrian dan perdagangan yang bergerak dilingkungan departemen perindustrian dan perdagangan yang bergerak ddalalam am bbididanang g ininddusustrtri i ppesestitisisidada, , ppupupukuk, , ddan an pproroduduk k bbioio. . $$nntutuk k men
mengangantistisipasipasi i akaakan n kebkebutuutuhan han proproduk duk perperlinlindundungan gan tantanaman aman dimdimasaasa mendatang, maka P!.Petrosida "resik telah dilengkapi &asilitas penelitian mendatang, maka P!.Petrosida "resik telah dilengkapi &asilitas penelitian dan pengembangan yang canggih guna meneliti bahan baku
dan pengembangan yang canggih guna meneliti bahan baku dan produk.dan produk. Pro
Produk duk dan dan kuakualitalitas s suasuatu tu proproduk duk dipdipertaertahanhankan kan sessesuai uai dendengangan stand
standar ar dan spesi&ikdan spesi&ikasi. dalam asi. dalam hal ini hal ini ber&unber&ungsi untuk menangani sertagsi untuk menangani serta menganalisa komponen'komponen yang ada pada masing'masing proses. menganalisa komponen'komponen yang ada pada masing'masing proses. Selain unit proses diatas, untuk membantu kelancaran produksi di P!. Selain unit proses diatas, untuk membantu kelancaran produksi di P!. Pet
Petrosrosida ida "re"resik sik terterdapdapat at uniunit'ut'unit nit penpendukdukung ung yayaitu itu uniunit t utiutility lity yanyangg bertindak
bertindak untuk untuk memenuhi memenuhi kebutuhan kebutuhan air air yang yang digunakan digunakan untuk untuk berlangsungnya
berlangsungnya kegiatan kegiatan produksi. produksi. $nit $nit yang yang lainnya lainnya yaitu yaitu unitunit WasteWaste Wat
Water er TrTreateatmenment t ()())!)!* * atatau au ununit it pepengngololahahan an lilimbmbahah, , papada da ununit it ininii
limbah yang dihasilkan selama proses produksi perlu adanya analisa baik limbah yang dihasilkan selama proses produksi perlu adanya analisa baik
analisa inet, analisa proses pengolahan limbah yang dilakukan secara &isik, analisa inet, analisa proses pengolahan limbah yang dilakukan secara &isik, biologis, serta
biologis, serta kimia kimia agar agar air air yang dihasilkan yang dihasilkan tidak merugikan tidak merugikan lingkunganlingkungan sekitar.
sekitar.
Praktek erja +apangan (P+* merupakan matakuliah yang ajib Praktek erja +apangan (P+* merupakan matakuliah yang ajib dit
ditempempuh uh oleoleh h MahMahasiasisa sa -ur-urusausan n imimia ia $ni$niverversitsitas as %eg%egeri eri MalaMalangng ($M* yang
($M* yang bertujubertujuan an agar lulusan dari agar lulusan dari -uru-urusan imia san imia $niv$niversitas %egeriersitas %egeri Malang ($M* dapat
Malang ($M* dapat mempumempunyai pengalamnyai pengalaman an kerja sebelum terjun dalamkerja sebelum terjun dalam duni
dunia a kerja kerja yang sesunggyang sesungguhnyuhnya. a. Dengan melaksanDengan melaksanakan akan PraktePraktek k erjaerja +apangan ini, dapat membantu mengaplikasikan secara langsung materi' +apangan ini, dapat membantu mengaplikasikan secara langsung materi' materi yang belum maupun yang telah diterima di Perguruan !inggi dan materi yang belum maupun yang telah diterima di Perguruan !inggi dan dapat menggali ilmu secara langsung di bidang kimia yang merupakan dapat menggali ilmu secara langsung di bidang kimia yang merupakan bidang yang kami tekun
bidang yang kami tekuni.i.
Praktek erja +apangan (P+* di P!. Petrosida "resik dipilih Praktek erja +apangan (P+* di P!. Petrosida "resik dipilih karena perusahaan ini telah menerapkan sistem /S (
karena perusahaan ini telah menerapkan sistem /S (Quality HealthQuality Health Safety and Enviromental
Safety and Enviromental * yang merupakan integrasi dari IS1 20045006* yang merupakan integrasi dari IS1 20045006
(( Mutu/Quality Mutu/Quality*, IS1 70045008 (*, IS1 70045008 ( Enviromental Enviromental *, 1/S9S 600 (*, 1/S9S 600 ( Health Health and Safety
and Safety* dan SM3 PP %o.80 th 505 (* dan SM3 PP %o.80 th 505 ( Health Health and Safetyand Safety*, serta telah*, serta telah
menerapkan S%I 05'5603'505 sehingga dapat mengetahui penerapannya menerapkan S%I 05'5603'505 sehingga dapat mengetahui penerapannya secara langsung di dalam industri. Praktek
secara langsung di dalam industri. Praktek erja +apangan yang dilakukanerja +apangan yang dilakukan pada
pada tanggal tanggal 53 53 Mei Mei : : 55 55 -uni -uni 50; 50; ini ini dapat dapat membantu membantu untuk untuk bersikapbersikap pro&esional,
pro&esional, kreati&, kreati&, inovati&, inovati&, menjadi menjadi individu individu yang yang kompetiti&, kompetiti&, mampumampu bersaing,
bersaing, serta serta dapat dapat bekerjasama bekerjasama dengan dengan orang orang lain lain yang yang nantinya nantinya sikapsikap tersebut akan sangat berguna dan dibutuhkan untuk terjun langsung ke tersebut akan sangat berguna dan dibutuhkan untuk terjun langsung ke dalam dunia industri.
dalam dunia industri.
1.
1.22 TTeempampat t PePelalaksksananaaaann
!
!emempapat t pepelalaksksananaaaan n PrPrakaktik tik eerja rja +a+apapangngan an adadalaalah h babagigianan +aborat
+aboratorium kimia P!. orium kimia P!. PetrosiPetrosida "resik di -l. da "resik di -l. 9hmad <9hmad <ani ani "resik "resik ..
1.
1.33 WWaaktktu Peu Pelalaksksananaaaann
)aktu pelaksanaan Praktik erja +apangan dilaksanakan mulai )aktu pelaksanaan Praktik erja +apangan dilaksanakan mulai tanggal 53 mei 50; sampai dengan 55
analisa inet, analisa proses pengolahan limbah yang dilakukan secara &isik, analisa inet, analisa proses pengolahan limbah yang dilakukan secara &isik, biologis, serta
biologis, serta kimia kimia agar agar air air yang dihasilkan yang dihasilkan tidak merugikan tidak merugikan lingkunganlingkungan sekitar.
sekitar.
Praktek erja +apangan (P+* merupakan matakuliah yang ajib Praktek erja +apangan (P+* merupakan matakuliah yang ajib dit
ditempempuh uh oleoleh h MahMahasiasisa sa -ur-urusausan n imimia ia $ni$niverversitsitas as %eg%egeri eri MalaMalangng ($M* yang
($M* yang bertujubertujuan an agar lulusan dari agar lulusan dari -uru-urusan imia san imia $niv$niversitas %egeriersitas %egeri Malang ($M* dapat
Malang ($M* dapat mempumempunyai pengalamnyai pengalaman an kerja sebelum terjun dalamkerja sebelum terjun dalam duni
dunia a kerja kerja yang sesunggyang sesungguhnyuhnya. a. Dengan melaksanDengan melaksanakan akan PraktePraktek k erjaerja +apangan ini, dapat membantu mengaplikasikan secara langsung materi' +apangan ini, dapat membantu mengaplikasikan secara langsung materi' materi yang belum maupun yang telah diterima di Perguruan !inggi dan materi yang belum maupun yang telah diterima di Perguruan !inggi dan dapat menggali ilmu secara langsung di bidang kimia yang merupakan dapat menggali ilmu secara langsung di bidang kimia yang merupakan bidang yang kami tekun
bidang yang kami tekuni.i.
Praktek erja +apangan (P+* di P!. Petrosida "resik dipilih Praktek erja +apangan (P+* di P!. Petrosida "resik dipilih karena perusahaan ini telah menerapkan sistem /S (
karena perusahaan ini telah menerapkan sistem /S (Quality HealthQuality Health Safety and Enviromental
Safety and Enviromental * yang merupakan integrasi dari IS1 20045006* yang merupakan integrasi dari IS1 20045006
(( Mutu/Quality Mutu/Quality*, IS1 70045008 (*, IS1 70045008 ( Enviromental Enviromental *, 1/S9S 600 (*, 1/S9S 600 ( Health Health and Safety
and Safety* dan SM3 PP %o.80 th 505 (* dan SM3 PP %o.80 th 505 ( Health Health and Safetyand Safety*, serta telah*, serta telah
menerapkan S%I 05'5603'505 sehingga dapat mengetahui penerapannya menerapkan S%I 05'5603'505 sehingga dapat mengetahui penerapannya secara langsung di dalam industri. Praktek
secara langsung di dalam industri. Praktek erja +apangan yang dilakukanerja +apangan yang dilakukan pada
pada tanggal tanggal 53 53 Mei Mei : : 55 55 -uni -uni 50; 50; ini ini dapat dapat membantu membantu untuk untuk bersikapbersikap pro&esional,
pro&esional, kreati&, kreati&, inovati&, inovati&, menjadi menjadi individu individu yang yang kompetiti&, kompetiti&, mampumampu bersaing,
bersaing, serta serta dapat dapat bekerjasama bekerjasama dengan dengan orang orang lain lain yang yang nantinya nantinya sikapsikap tersebut akan sangat berguna dan dibutuhkan untuk terjun langsung ke tersebut akan sangat berguna dan dibutuhkan untuk terjun langsung ke dalam dunia industri.
dalam dunia industri.
1.
1.22 TTeempampat t PePelalaksksananaaaann
!
!emempapat t pepelalaksksananaaaan n PrPrakaktik tik eerja rja +a+apapangngan an adadalaalah h babagigianan +aborat
+aboratorium kimia P!. orium kimia P!. PetrosiPetrosida "resik di -l. da "resik di -l. 9hmad <9hmad <ani ani "resik "resik ..
1.
1.33 WWaaktktu Peu Pelalaksksananaaaann
)aktu pelaksanaan Praktik erja +apangan dilaksanakan mulai )aktu pelaksanaan Praktik erja +apangan dilaksanakan mulai tanggal 53 mei 50; sampai dengan 55
1.4
1.4 TTuujuajuan Pran Praktktk !erk !erja Laja Lapapangangann
Praktik kerja lapangan yang kami lakukan bertujuan untuk 4 Praktik kerja lapangan yang kami lakukan bertujuan untuk 4
.
. MeMengngetetahahui ui dadan n mememamahahami mi prprososes es ininduduststri ri (p(proroduduksksi i pepeststisisidida,a, pupuk, dan chemical* secara kimia di P!
pupuk, dan chemical* secara kimia di P!. Petrosida "resik.. Petrosida "resik. 5.
5. MenMengetagetahui dan memhui dan memahamahami cara mengani cara menganalisalisis suatis suatu bahan baku bahan baku danu dan produk di P!
produk di P!. Petrosida "resik.. Petrosida "resik. 3.
3. MemMemperperoleh penoleh pengalgalamaaman n secsecara langsara langsung tentung tentang pengang penggugunaanaan n alatalat'' al
alat at ininststrurumementntasasi i kikimimia a yayang ng melmelipipututi i /P/P+=+=, , "="=, , vavapopodedestst,, vi
viskskomometeeter, r, hihidrdromometeeter, r, spspekektrtro&o&ototomometeeter, r, &la&lamemephphototomometeterer,, chromameter, turbidimeter, moisture analy>er, dan karl &ischer.
chromameter, turbidimeter, moisture analy>er, dan karl &ischer. 7.
7. MeMenngegemmbabanngkgkan an sisikkap ap tatannggggunung g jajaaab b ddan an pproro&e&esisiononalalisismmee mahasisa sebagai bekal menghadapi persaingan di
mahasisa sebagai bekal menghadapi persaingan di dunia industri.dunia industri. 8.
8. MeMenynyesesuauaikikan an didiri ri dedengngan an lilingngkukungngan an kekerjrja a dadan n ininduduststri ri yyanangg se
sesusungngguguhnhnyaya, , teterurutamtama a dadalam lam tatangnggugung ng jajaaab, b, didisisiplplinin, , dadann pro&esionalisme kerja.
pro&esionalisme kerja.
1."
1." #an$aat #an$aat Praktk Praktk !erja La!erja Lapanganpangan
Man&aat yang diperoleh dari Praktik erja +apangan yaitu 4 Man&aat yang diperoleh dari Praktik erja +apangan yaitu 4
.
. ManMan&aa&aat t babagi gi MaMahahasisissa.a. a.
a. DaDapapat t memengngapaplilikakasisikakan n ililmu mu yayang ng tetelalah h didipeperoroleleh h seselalamama perkuliahan.
perkuliahan. b.
b. Dapat Dapat memahami memahami cara cara menganalisa menganalisa bahan bahan baku baku dan dan produk produk yang ada di
yang ada di P!. PetrosP!. Petrosida "resik.ida "resik. c.
c. DapDapat mempat memperluerluas pengas pengetaetahuahuan dan aan dan aasan sesan sebelubelum terjum terjunn ke dunia kerja yang erat dengan persaingan.
ke dunia kerja yang erat dengan persaingan.
dd.. DDaappaat t mmemempeperrddaallam am ddaan n mmeenniinnggkkaattkkaan n kkuuaalliitatass,, keterampilan, dan kreati&itas pribadi mahasisa.
keterampilan, dan kreati&itas pribadi mahasisa. e.
e. DapDapat meat mengungukur kkur kemaemampumpuan an mahmahasiasisa usa untuntuk berk bersossosialialisaisasisi dan bekerja dalam suatu perusahaan.
dan bekerja dalam suatu perusahaan. &.
&. DapDapat melat melatih datih diri agiri agar tanar tanggaggap dan pp dan peka teeka terharhadap sdap situituasi dasi danan kondisi lingkungan kerja.
kondisi lingkungan kerja. g.
g. DaDapapat t memenamnambabah h aaaasasan, n, pepengngetaetahuhuan an dadan n pepengngalaalamamann se
sebabagagai i gegenenerarasi si teterdrdididik ik ununtutuk k terterjujun n dadalam lam mamasysyaraarakatkat terutama dilingkungan indutri.
terutama dilingkungan indutri. 5.
5. MaMan&n&aat aat babagi gi PePerurusasahahaan .an . a.
a. DapDapat memaat meman&an&aatkatkan dan menan dan menemuemukan sumkan sumber dayber daya manusa manusia yangia yang potensial.
b.
b. Dapat Dapat membantu membantu menyeleaikan menyeleaikan tugas tugas dan dan pekerjaan pekerjaan sehari'hari sehari'hari didi P!. Petrosida "resik
P!. Petrosida "resik c.
c. DaDapapat t didigugunanakakan n sesebabagagai i sasararana na ununtutuk k memenenempmpatatkakan n huhububungnganan kerjasama antara perusahaan dengan &akultas MIP9 $niversitas kerjasama antara perusahaan dengan &akultas MIP9 $niversitas %egeri
%egeri Malang Malang dimasa dimasa yang yang akan akan datang, datang, khususnya khususnya mengenaimengenai pengembangan dalam bidang k
pengembangan dalam bidang kimia.imia. d.
d. DaDapapat t didigugunanakakan n sesebabagagai i sasararana na ununtutuk k memengngetetahahui ui kukualalititasas pendidikan yang ada di $n
pendidikan yang ada di $niversitas %egeri Malang.iversitas %egeri Malang. e.
e. SeSebabagagai i ininduduststri ri yayang ng mamampmpu u memendndididikik, , memmembimbimbibingng, , dadann mencetak mahasisa menjadi sumber daya manusia yang terampil, mencetak mahasisa menjadi sumber daya manusia yang terampil, pro&esional,
pro&esional, berkualitas, berkualitas, dan dan siap siap untuk untuk berkompetisi berkompetisi dalamdalam persaingan dunia kerja
persaingan dunia kerja..
3.
3. ManMan&aat b&aat bagi $agi $nivniversersitas itas %eg%egeri Maeri Malanlang.g. a.
a. DaDapapat t memencncetetak ak tetenanaga ga kekerjrja a yayang ng teterarampmpil il dadan n jujujujur r dadalalamm menjalankan tugas.
menjalankan tugas. b.
b. Dapat Dapat digunakan digunakan sebagai sebagai pengenalan pengenalan instansi instansi pendidikanpendidikan $niversitas %egeri Malang khususnya jurusan kimia dalam bidang $niversitas %egeri Malang khususnya jurusan kimia dalam bidang usaha perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja
usaha perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja fresh graduate fresh graduate..
c.
c. SebSebagaagai bahan masi bahan masukaukan untun untuk mengek mengevalvaluasuasi sampi sampai sejauai sejauh manah mana kurikulum yang telah diterapkan sesuai dengan kebutuhan tenaga kurikulum yang telah diterapkan sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja yang terampil di bidangnya.
kerja yang terampil di bidangnya. d.
d. SebagSebagai saranai sarana penga pengenalan enalan instaninstansi pensi pendidikdidikan $nian $niversiversitas %egtas %egerieri Malang khususnya jurusan kimia, pada #adan $saha Perusahaan Malang khususnya jurusan kimia, pada #adan $saha Perusahaan yang membutuhkan lulusan.
BAB II
TIN%AUAN PU&TA!A 2.1 &ejara' Umum PT. Petr(s)a *resk
P!. Petrosida "resik didirikan tanggal 0 1ktober 267 dengan status Penanaman Modal Dalam %egeri (PMD%* dan berlokasi di -alan 9hmad <ani "resik, -aa !imur. Saham perusahaan sebesar 22,22? dimiliki oleh P!.Petrokimia "resik dan 0,0? dimiliki oleh operasi aryaan eluarga #esar P!. Pertokimia "resik. P!. Petrosida "resik adalah produsen produk &ormulasi pestisida, pupuk, dan bahan kimia, sebagai distributor pupuk bersubsidi dan non subsidi, serta produk'produk bio berbasis mikroba.
$ntuk menjamin mutu produk yang dihasilkan, menjamin 3, serta lingkungan, maka P!. Petrosida "resik telah menerapkan sistem /S (Quality Health Safety and Enviromental * yang merupakan integrasi dari IS1
20045006 ( Mutu/Quality*, IS1 70045008 ( Enviromental *, 1/S9S 600
( Health and Safety* dan SM3 PP %o.80 th 505 ( Health and Safety*, serta
telah menerapkan S%I 05'5603'505. Sejarah P!. Petrosida "resik dapat ditulisksn sebagai berikut 4
. Penandatanganan kontrak antara P! Petrokimia "resik dengan Daeoo =orporation dari orea Selatan sebagai pelaksana konstruksi dan pelaksanaan proyek pembangunan pabrik bahan akti& mulai dilaksanakan pada tangga l 7 9gustus 267.
5. Pada tanggal 0 1ktober 267, P! Petrosida "resik diresmikan oleh Presiden @epublik Indonesia.
3. Pada tahun 262, dilakukan perluasan produksi dengan membangun unit
Carbofuran teknis dan Carbaryl teknis dengan kapasitas 200 tonAtahun,
serta membangun unit =arbo&uran premiB yang dapat mem&ormulasikan
Carbofuran teknis menjadi Carbofuran premix dengan kadar C8?.
7. Pada tahun 220, dilakukan pembangunan unit Sodium Cyanate (SD=*
dimana Sodium Cyanate adalah salah satu bahan baku dari proses
pestisida Carbamate.
8. Pada tahun 22;, dilakukan penambahan &asilitas &ormulasi insektisida yang dilengkapi dengan unit Bottling produk &ormulasi.
;. Pada tahun 5000, dilakukan penambahan unit herbisida dan &ormulasinya. $nit ini dapat memproduksi IP9 glyphosate ;5?, 760 grAlt dan 570 grAlt, unit ini juga dapat memproduksi 5,7D DM9 6;8 grAlt. C. Pada tahun 5005, dilakukan pengembangan unit &ormulasi pestisida. 6. Pada tahun 500C, dilakukan pengembangan produksi pupuk organik di
!ongas, Probolinggo.
2. Pada tahun 5006, dilakukan pengembangan unit &ormulasi herbisida di Medan.
0. Pada tahun 5002, dilakukan pengembangan produksi pupuk organik di Sumedang, -aa #arat.
. Pada tahun 50, dilakukan pengembangan produksi bahan kimia sebagai bahan pendukung di P! Petrokimia "resik.
5. Pada tahun 505, dilakukan pengembangan produk bio melalui pembangunan Bio Center di I".
2.2 +s, #s, Nla Dasar, #(tt(, )an 1- Prnsp Dasar +s
Menjadi Perusahaan 9groindustri terkemuka di Indonesia yang mampu memberi man&aat kepada pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya.
#s
Misi dari P!. Petrosida "resik antara lain yaitu4
. Menyediakan produk dan layanan berkualitas dengan harga yang kompetiti&
5. Mengelola bisnis dengan ekselen melalui kerja sama dan sinergi
3. Memberi keman&aatan bagi pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya secara berkelanjutan
Nla Dasar
%ilai dasar yang dimiliki oleh P!. Petrosida "resik antara lain adalah4 . S statis&action
Semua jajaran berkontribusi memberikepuasan kepada semua pemangku kepentingan.
5. I integrity
Semua jajaran cinta dan berdedikasi sangat tinggi kepada peruahaan
3. D Dynamic
Semua jajaran mendukung inovasi dan gerak maju perusahaan 7. 9 9nticipativ
Semua jajaran selalu melihat kedepan guna mampu menghadapi perubahan
#(tt(
P! Petrosida "resis memiliki moto yaitu
always valuable/
2.3 &truktur 0rgansas PT. Petr(s)a *resk
Kabag Laboratorium
Kasi Penelitian Kasi Pestisida & Puk Kasi Bahan Kimia
Karu Puuk & !hemi"al
Pelaksana Karu #$i Kimia
Pelaksana Karu Penelitian
Pelaksana
GAMBAR 2.2
2.4 &truktur 0rgansas La(rat(rum !ma
Sebagai suatu laboratorium, maka laboratorium proses memiliki kepala laboratorium yang membaahi kasi (kepala seksi* dan kepala seksi tersebut masih membaahi karu (kepala regu* shi&t dan karu hari normal. Masing masing karu membaahi pelaksana, antara karu dan pelaksana saling bekerja sama untuk melaksanakan tugasnya sesuai gambar 5.3 dibaah ini.
@incian !ugas 4
* asi dan aru Penelitian4
#ertugas melakukan penelitian produk, bahan baku, dan hemial .
5* asi dan aru $ji imia4
#ertugas melakukan analisa bahan baku dan produk serta melakukan uji bahan baku dan produk.
3* asi dan aru Pupuk E Chemial 4
#ertugas melakukan analisa produk pupuk dan chemical serta melakukan uji produk pupuk dan chemical.
2.4 Prestas PT. Petr(s)a *resk
P! Petrosida "resik sangat baik dalam mengelola perusahaan hal ini di buktikan dengan Prestasi'prestasi yang diperoleh oleh P!. Petrosida "resik
antara lain yaitu4
. !anggal Februari 220 memperoleh penghargaan pekerja teladan %asional klasi&ikasi perusahaan besar dalam bidang 3 (eselamatan
dan esehatan erja*.
5. !anggal 55 -uni 220 memperoleh penghargaan sebagai pembayar Pph badan tahun 266 peringkat ke GI untuk daerah -aa !imur.
3. !anggal 3 Februari 225 memperoleh penghargaan Pengusaha !eladan I %asional bidang 3 (eselamatan dan esehatan erja*.
7. !anggal 5 -uni 227 mendapatkan juara I lomba # Perusahan !ingkat Propinsi -aa !imur, kategori II, kelompok sasta.
8. !anggal 5-anuari 22; memperoleh penghargaan tanpa kecelakaan dalam .887.87 jam kerja sejak tanggal 30 Desember 228 (selama 7 tahun*.
;. !anggal 3 Februari 222 memperoleh Penghargaan tanpa kecelakaan dalam 5.;56.23 jam kerja sejak tanggal 30 Desember 22 sampai dengan C Desember 226 (selama C tahun*.
2." !(n)s Umum
P!. Petrosida "resik memiliki beberapa unit'unit atau bagian'bagian untuk menunjang proses produksi, antara lain yaitu4
Unt Pr()uks
$nit produksi yang dimiliki oleh P!. Petrosida "resik terdiri dari4
. $nit produksi berbasis kimia di P!. Petrosida "resik antara lain $nit &ormulasi herbisida, $nit &ormulasi insektisida, $nit Padatan, $nit sida&ur, unit thiosida, unit PMP, $nit S= dan unit chemical.
5. $nit produksi bio berbasis mikroba di P!. Petrosida "resik antara lain unit petro&ish, unit biokaosida, unit en>im dan unit pupuk hayati.
Unt 5(rmulas
P!. Petrosida "resik dilengkapi dengan salah satu unit &ormulasi pestisida yang ditujukan untuk membantu pelaksanaan &ormulasi bagi &ormulator yang belum memiliki &ormulasi. -enis'jenis &ormulasinya yaitu cair dan padat. Formulasi cair antara lain terdiri dari herbisida, insektisida, &ungisida, akarisida, dan lain'lain. Sedangkan untuk &ormulasi padat antara lain terdiri dari herbisida, insektisida, &ungisida, rodentisida, dan lain'lain.
Unt La(rat(rum
$ntuk menjamin barang sampai ketangan konsumen dengan mutu yang baik, P!. Petrosida "resik juga dilengkapi dengan laboratorium yang menggunakan peralatan seperti romatogra&i "as ("=*, romatogra&i =air !ekanan !inggi (/P+=*, dan 99S Spektro&orometri, ph Meter, Falme Photometer, Gapodest, !urbidimeter, =hromameter, Moisture, Giskosimeter, Mu&&le Furnace, +olos mesh . $nit laboratorium meliputi4
1. $ji imia (=* 2. Penelitian
PE#BAHA&AN 1.1 Analsa Pr()uk
1.1.1 Specific Gravity 6&*7
Prnsp Analsa 8 9lat speifi gravity dimasukkan ke dalam larutan
sampel pada gelas ukur, alat dibiarkan mengapung. #esarnya speifi gravity ditentukan berdasarkan skala yang tertera pada alat dengan titik
miniskus suatu larutan sampel.
9(nt(' 8/erbisida, Insektisida, Fungisida, dan Petrocoat
Alat 8
* "elas ukur
5* 9lat Speifi !ravity
Pr(se)ur !erja 8
. Disiapkan alat dan bahan yang diperlukan
5. Dituangkan sampel kedalam gelas ukur 00'580 m+ hingga hampir memenuhi gelas ukur.
3. Dimasukkan alat Speifi !ravity, dan dibiarkan mengapung
beberapa menit agar stabil dalam larutan sampel.
7. Dicatat skala yang tertera pada alat Speifi !ravity berdasarkan
garis miniskus suatu sampel.
9(nt(' Hasl Analsa 8
Sidalaris (/erbisida* 4 ,07 (normal ,05* (56'=*
P='05 (Petrocoat* 4 ,50 (normal ,00',300* (80'=*
!en)ala ang Terja) 8
. #anyaknya gelembung dalam larutan sampel yang dapat menyebabkan hasil pemeriksaan tidak tepat.
1.1.2 +sk(stas
Prnsp Analsa 8 ekentalan suatu >at atau larutan dapat diukur
berdasarkan kecepatan rpm terbesar, torsi terbesar, dan pada ukuran spindel tertentu dalam satuan =ps (=entipois*.
9(nt('8 /erbisida dan Petrocoat
Alat 8
• Giskometer H#rook&ield • #eaker glass
• Spindel
Pr(se)ur !erja 8
. Disiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
5. Dituangkan sampel kedalam beaker glass hingga penuh.
3. Dinyalakan alat dengan menekan tombol poer, lalu pada layar muncul H REMOVE SPINDLE PRESS AN !E .
7. Digeser alat ke atas. Mengganti ukuran spindel jika dibutuhkan, pemakaian spindel dimulai dari ukuran terkecil, yaitu S ;.
8. Ditekan sembarang tombol, sehingga pada layar muncul H A"#O $EROING VIS%OME#ERH selanjutnya muncul H REPLA%E SPINDLE PRESS AN !E H.
;. Digeser alat kebaah hingga spindel masuk ke dalam larutan sampel sampai tanda batas pada spindel dan ditahan alat agar spindel masuk dalam larutan sampel sampai tanda batas.
C. Ditekan tombol untuk memilih rpm yang sesuai dengan jenis larutan dimulai dari 00 rpm.
6. $ntuk menyesuaikan ukuran spindel ditekan tombol H SELE%# SPINDLE H dan dipilih, misalnya S ;.
2. Ditekan tombol H SE# SPINDLE H untuk mengunci besarnya prosentase
0. Setelah besarnya rpm dan ukuran spindel ditentukan kemudian ditekan tombol H1%H, maka spindel akan berputar dan hasil akan tertera di layar.
9(nt(' Hasl Analsa 8
P='0 (Petrocoat* 4 78,0 (normal 30'80* (58'=*
!esmpulan8
Maka untuk hasil analisis P='0 (Petrocoat* hasilnya masuk dalam standart nilai normal yaitu berkisar 30'80 =ps
Nla N(rmal 8
. Memiliki nilai besaran dalam satuan centipois (=ps A =p*. 5. %ilai viskositas minimal 80 : 88 =ps.
!en)ala ang Terja) 8
. Suhu yang tidak sesuai
5. #anyaknya busa dalam sampel menyebabakan viskositas larutan kecil.
1.1.3 Derajat !easaman 6pH7
Prnsp Analsa8 lektrode dimasukkan ke dalam larutan sampel, derajat
keasaman (p/* pada larutan sampel akan terbaca oleh elektrode saat kondisi stabil.
9(nt('4 /erbisida, Insektisida, Fungisida, 9karisida, Pertocoat, Produk
#io, PP=, JP!.
Alat 8 p/ meter, stirer Pr(se)ur !erja8
1. Sampel sebanyak 80 m+, dimasukkan dalam beaker glass 00 Ml 2. Dinyalakan alat p/ meter
3. Dipilih p/ measure
4. Diletakkan alat kedalam sampel
:. Ditunggu hasil muncul di layar ;. Dicatat hasil
<. Diangkat alat dari sampel, dibersihkan alat dengan akuades dan dilap
dengan tissue
=. Dimatikan alat Nla N(rmal 8
%ilai normal tergantung pada masing'masing bahan analisa.
9(nt(' Hasl Analsa8
P='0; (Petrocoat* 4 p/ C,6 (normal C'2* Sidatan (Insektisida* 4 p/ 7,8 (normal 7'8*
#ulma (/erbisida* 4 p/ 6 (normal minimal 8,7* ..7 Uj H20,
bertujuan untuk menguji kadar /51 yang ada pada sampel arna, langkah
pengujian yaitu 4
9lat'alat yang diperlukan
Moisture analy>er
9luminium &oil
%eraca analitik
Spatulla
#ahan'bahan yang digunakan
sampel arna Gerona #. 583.587, Mega eltra #. 06C, Gerona #. 5;C E 58, Mega eltra 06;.027, dan Mega eltra 835 E 80C Prosedur kerja
. Dilakukan kalibrasi alat pada moisture analy>er 5. Ditekan tombol Hon pada alat
3. Dibuka penutup pada alat 7. Diletakkan aluminium &oil
8. Ditutup alat, dan ditekan re"#ero
;. Dibuka penutup
C. Diletakkan sampel arna dengan berat rentangan diantara .C sampai dengan 5.3
6. Ditutup alat,
2. Ditunggu beberapa menit, sampai muncul hasil pengukuran pada alat.
Prnsp Analsa 8 )ettability digunakan untuk mengukur kebasahan dari
suatu serbuk berdasarkan aktu kelarutan dalam air.
Alat 8
• 9luminium &oil • #eker glass
• Stop atch, neraca
9(nt(' 8 Fungisida, /erbisida, Insektisida Pr(se)ur !erja8
. Ditimbang >at K 5 gram menggunakan aluminium &oil
5. Dituang sampel ke dalam beaker glass 580 m+ yang telah berisi air bersamaan dengan menekan start pada stop$ath.
3. Ditekan stop pada stop$ath saat >at sudah terlarut semua dalam air
7. Dicatat aktunya
9atatan8 Semakin cepat >at tersebut terlarut dalam air, semakin bagus
pula kualitas >at tersebut.
9(nt(' Hasl Analsa 8
Sidacin (Insektisida bentuk serbuk* 4 detik
1.1.: L(l(s #es' 32"
Prnsp Analsa 8 Menganalisa ukuran partikel yang tertinggal dalam alat
lolos mesh. Alat 8 Mesh • 9luminium &oil • %eraca • Spatula • 1ven
9(nt(' 8 Fungisida, /erbisida, Insektisida. Pr(se)ur !erja8
5. Ditimbang sampel dengan aluminium &oil K 8 gram
3. Dialiri air yang mengalir dengan mesh yang berada dibaahnya, diusahakan jangan sampai sampel keluar dari mesh.
7. Ditetesi air terus menerus sambil saringan mesh ditekan sambil diusap agar air yang mengandung sampel jatuh.
8. Dilakukan hal tersebut sampai benar'benar tidak ada sampel yang lolos dari mesh
;. Dimasukkan dalam oven K jam pada suhu K 00 L= C. Didinginkan dalam desikator K 30 menit
6. Ditimbang kembali dan dicatat hasilnya
Per'tungan 8
<ang +olos w mesh kosong+w sampelw sampel−w dipanaskan
00 ?9(nt(' per'tungan 8
yanglol os 20,521+2,00−21,125
2,00 X 100=69,8
!eterangan8
#erat (gram*
=atatan 4 untuk lolos mesh, biasanya menggunakan alat lolos mesh no. 358 dan 500.
Uj pasr, )uj )engan parameter l(l(s mes'
9nalisis pasir. Prosedur erja
. Dimasukkan pasir kedalam gelas beaker, dan ditimbang sebanyak 800 g menggunakan neraca analitik
5. Dituang kedalam saringan mesh dimana %o. 6 diletakkan di dan %o. 2 diletakkan dibaah
3. Diayak sampai tidak ada pasir yang tertinggal 7. Ditimbang pasir yang tidak lolos disaringan %o. 6 8. Dicatat
;. #agian yang berada di mesh no. 2 diayak lagi sampai tidak ada pasir yang lolos.
C. Ditimbang pasir yang telah lolos di saringan %o. 6 6. emudian dihitung prosentasinya
Perhitungan
N6 berat sisa yangtidak lolosdi meshno .berat awalketika ditimbang 8 00 ?
N6A'2 22,C : prosentase saringan %o. N6 : prosentase saringan %o. '2
'2 berat sampel yang lolosdi meshno .berat awal ketika ditimbang 19 00 ?
• /asil analisa uji lolos mesh yang telah dilakukan yaitu
+olos mesh N6 ,88 g +olos mesh '2 330,7; g Perhitungan N6 500,202,08 00 ? 0,7 ? 2 500,2041,84 00 ? 6,3; ? N6A'2 22,C ? ' 0,7 ? ' 6,3; ? 20,25; ? 1.1.; &uspens Larutan
Prnsp Analsa 8 Mengukur banyaknya endapan yang dihasilkan. Alat 8
• "elas ukur bertutup • %eraca
• 9luminium &oil • #eker glass • Pengaduk
Pr(se)ur !erja8
. Ditimbang sampel sebanyak K 5 gram
5. Dimasukkan dalam beaker glass dan ditambahkan sedikit air 3. Dilarutkan dan diaduk dengan batang pengaduk
7. Dipindahkan larutan kedalam gelas ukur 8. Ditambahkan air sampai dengan 00 m+
;. Dikocok, lalu dibiarkan K jam dan diamati yang terjadi
9atatan4 Semakin lama aktu yang dibutuhkan larutan untuk mengendap,
semakin bagus kualitas sampel.
Pengamatan8 K jam, larutan yang mengendap sampai batas 2; m+
(grade bagus*
1.1.< Analsa T(tal &(l) Prnsp Analsa 8
Suatu >at diuapkan dan padatan yang tersisa merupakan total solid.
9(nt(' 8P='0 Pusri Alat 8 • =aan • 1ven • Desikator • %eraca 9nalitik • Pipet volume • Penjepit Pr(se)ur !erja 8
. Disiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
5. Ditimbang caan yang sudah bersih dan kering terlebih dahulu (a gram*
3. Ditimbang sampel sebanyak B gram
7. Dimasukan ke dalam 1ven selama 5 jam pada temperatur 08o=
8. Diangkat dari oven lalu didinginkan dalam desikator selama 30 menit
;. Ditimbang caan (b gram* Per'tungan 8 !S ¿b x−a
00 ? 9(nt(' Per'tungan 8 TS33,5519−32,8030 2,0610 X 100=36.331.2 Analsa Ba'an Baku )an Pr()uk Pupuk
1.2.1 Analsa 9>0rgank Ba'an Baku Pupuk Petr(garnk Tujuan 8
Mengetahui =:organik pada pupuk. =:organik yang berguna untuk menguraikan suatu >at yang terkandung dalam tanah agar berubah menjadi >at hara atau penyubur tanah.
Alat )an Ba'an8
• 9sam sul&at 2;?
• 9sam kromat 0 % (550 gram : ;;0 m+ aOuades* • 9sam &os&at 68?
• #esi(II* sul&at 0,5% (88,; gram FeS17 N 8 m+ /5S17 pekat
ditambahkan ke dalam labu ukur +*
• #uret, stati&, klem, erlenmeyer
• +abu ukur, gelas kimia, corong, pipet gondok • %eraca, spatula, pipet tetes, tissue, batang kaca • Pupuk organik, #!, /iS, !
Pr(se)ur !erja8
. Ditimbang 0, gram sampel dalam gelas kimia 00 m+ 5. Ditambahkan 5 m+ asam kromat 0 %
7. Ditunggu 8 menit, didinginkan, ditambahkan akuades dalam labu ukur 00 m+ sampai tanda batas
8. Dikocok, larutan akan mengendap
;. +arutan yang jernih dipipet 0 m+ dan dimasukkan ke dalam erlenmeyer 80 m+
C. Ditambahkan m+ asam &os&at 68 ? 6. Ditambahkan 7 tetes indikator &eroin
2. emudian dititrasi dengan larutan besi (II* sul&at 0,5 %
0. $ntuk blanko dikerjakan sama dengan prosedur di atas, blanko berisi akuades dan reagen.
Per'tungan 8
? ='1rganik mLblanko−mLtest x N besiBerat sampel( II )sulfat x3,596
9(nt(' per'tungan 8 Dketa'u 8 #erat sampel 0,;;3 g Gol titrasi 6, ml ml blanko 2,;8 ml % FeS17 0,5306 C −Organik 9,65−8,1 X 0,21308 X 3,596 0,1663 =7,141 1.2.2 Analsa P20" Pupuk NP!
Tujuan 8 Mengetahui kadar &os&at dalam sampel. Alat )an Ba'an 8
• /=l17 C0 ?
• /%13 ;8 ?
(60 gram ammonium molibdat tetrahidrat dalam liter akuades*
• Pereaksi ammonium molibdovanadat
(ammonium molibdat 4 ammonium vanadat 4* dicampur saat akan digunakan
• Standar P518 0,8 gramAm+
Ditimbang 0,286C gram /5P17 dalam volume liter
(/5P17dipanaskan 08 L= K 30 menit*
Pr(se)ur !erja8
. Ditimbang gram sampel yang telah dihaluskan (lolos mesh 60*
5. Dimasukkan dalam beaker glass 3. Ditambahkan 0 m+ /=l17
7. Ditambahkan ; m+ /%13
8. Dipanaskan hingga keluar asap putih K 8 menit
;. Didinginkan, kemudian dimasukkan dalam labu ukur 800 m+, ditepatkan sampai tanda batas, diaduk dan disaring
C. Diambil &iltrat dari larutan diatas, dimasukkan dalam labu ukur 00 m+
6. Ditambahkan pereaksi ammonium molibdovanadat sebanyak 8 m+
2. Ditepatkan sampai tanda batas dengan akuades
0. Dibaca dengan spektro&otometer pada panjang gelombang 770 nm
Per'tungan8 2O5=C !
" !100
!eterangan 8
P Faktor pengenceran (00* ) #erat contoh (mgr* 9(nt(' Hasl Analsa 8 ) ,0068 gram = ,56;2 P 00 2O5=1,2869!100 1008,5 !100=12,7 1.2.3 Analsa ! 20 Pupuk NP!
Tujuan 8 Mengetahui kadar kalium dalam sampel. Alat )an Ba'an 8
• %P • +abu ukur 00 ml • 9Ouabidest • ertas saring • "elas beker • Pipet volume • Flamephotometer
• +arutan standart alium
Pr(se)ur !erja8
. Ditimbam gram sampel sesuai perhitungan
5. Diencerkan dalam labu ukur 00 ml dengan aOuabidest sampai tanda batas
3. Saring larutan dan diambil &iltratnya
7. Filtrat di ukur dengan menggunakan instrumen &lamephotometer dan dilanjtukan dengan sampel selanjutnya dengan urutan larutan standart kalium larutan sampel
Per'tungan8
• Penimbangan berat sampel
G.% G5.%5
eterangan 4
G Golume atau berat sampel yang belum diketahui % adar
G5 Golume pengenceran yang diperlukan %5 adar dari Standar yang digunakan
!a)ar !alum $ %onto hterba%a $ standart terba%a X 1 " %ontoh(g) X &ol . Labu(fp) 1000 X 100 9(nt(' per'tungan 8 !eterangan 8 PPM sampel 3;8 ppm
+arutan Standart alium 380 ppm
) 0,C;;2 g Gol. +abu 00 ml ' =365 ppm 350 ppm X 1 0,7669(g) X 100 1000 X 100=13,598
1.2.4 Analss !a)ar Ntr(gen
Tujuan 8 Mengetahui kadar nitrogen dalam sampel Alat )an Ba'an 8
• /5S17 pekat (densitas ,67*
• +arutan /5S170, % standar
• /3#13 ? • %a1/ 70?
• Indikator conoy (0,0 g merah metil : 0,8 g bromo cresol green
(#="* dalam 00 ml etanol *
• Indikator phenolhethelin (PP* ? • +abu ukur 800 ml
• Pipet volum 58 ml dan 50 ml • tabung vavodes
Pr(se)ur !erja Preparas ?(nt('
. !imbang teliti K 0,8 g contoh dan msukkan ke dalam tabung vapodest. 5. !ambahkan secara hati'hati 58 ml /5S17 pekat.
3. Destruksi pada suhu 3C00= selama K ,8 jam
7. Dinginkan, lalu encerka dengan aOuadest kedalam labu ukur 800 ml hingga tanda batas.
8. Pipet 58 ml larutan kedaam tabung vapodest, lalu tambahkan 3 tetes idilator PP dan di pasangkan ke dalam vapodest
;. Pipet 50 ml /3#13 ? ke dalam labu erlenmeyer, lalu tambahkan tiga tetes indilator conay
C. Padsang pada bagian tapungan, ujung pendingin harus tercelup dalam larutan prnampung
6. Sebelum larutan didestilasi, ta,bahkan larutan %a1/ 70? sampai larutan berarna merah muda . penambahan larutan %a1/ harus dilakikan dengan cepat.
2. Destilat di titrasi dengan larutan /5S17 0, % standar sampai titik
akhir titrasi tercapai
0peras(anal @ap()est
. 9lirka air keran untuk mengisi generator uap. Setelah keluar tanda 3 lalu tean tombol @un untu pengisian.
5. 9lat di tunggu hingga tanda / step brubah menjadi tanda PQ yang emndakan alat telah siap di gunakan
3. !ekan tombol %a1/ untuk mengalirkan %a1/
7. !ekan tombol Prog, lalu setiap S!P diisi seusai dengan yang diinginkan. 8. Step aktu perubahan untuk %a1/ (misal 5 S*
;. Step 5 aktu reaksi (misal 0 s* C. Step 3aktu destilasi (misal C80 s* 6. Step o3 poer (misal 00 ?*
0. -ika analisa telah selesai, alat dimatikan dan tabung reaksi diambil setelah dingin.
. Flushing dilakukan dengan aOuadest sebanya 80 ml dalam tabung vapodest, erlenmeyer pada bagian tampng destilat
5. Step 3 aktu destilasi di ubah menjadi 580 s 3. !ekan tombol @un untuk memulai &lushing
7. Setelah selesai, sisa pada tabug vapodest dan hasil destilat di buang. 8. 9lat di matikan, lalu ar keran dimatikan
Per'tungan8 nitrogen=mltirasi x N ( 2SO4 x B# N (14) x)p(20) " %ontoh(mg) x100 9(nt(' Per'tungan 8 *Nitrogen=2,85 X 0,1074 X 14 X 20 0,00505mg 100=16,97
1.2." Instruks 9ara Peng(perasan Instrumen HPL9 a. &pes$kas Alat
!ipe 4/P+= )aters Seri 858 Merek 4 )aters
. Ba'an ang Dgunakan
Semua bahan baku produk yang membutuhkan uji purity dengan instrumen /P+=.
?. Langka' !erja Ne Pr(je?t
. $ser name 4 bree>e
5. Pilih de&ault untuk project baru R 1
3. lik Manage R klik projects R klik create projects R de&aults untuk project baru R isi nama R isi comment (eg. Purity*R klik &inish R klik 1
Purgng 9(n)t(nng
. Pastikan re&erence vavle di sebelah kanan 5. +ampu dalam keadaan 1FF
3. lik gambar keran R &lo 9 dan &lo # diisi masing' masing 3.00 (3.8* R 9PP+<
7. Purching A conditioning menit
8. lik gambar keran disilang untuk stop
;. @e&erence vavle kembali dikembalikan ke sebelah kiri.
Instrument #et'() . lik instrument 5. P=M A8BB 3. Flo Flo 9 4 eg. 0,C0 Flo # 4 eg. 0,30 7. Solvents 9 4 eg. Methanol
# 4 eg. Distillated )ater 8. Detector
• )ave mode 4 single
• )avelength 4 587 nm
• Sampling rate 4 pointsA sec • Filter time constant 4 normal
• Data mode 4 abs
• 9uto>ero 4
;. !=M ( jika digunakan*
• Jone enable 4
• /+ 4 tetap
• Set paint (suhu* 4 eB.30
• -ika ketiganya telah selesai diisi, lalu di S9G R beri
nama , eg. #PM=TI%S!TM!
#et'() &et
. lik method set
5. lik S9G R isi nama, eg. #PM=TM!TS!
. %ame 4 eg. S!D #PM=
5. Golume injection 4 8,0 Ul ( yang diinjeksikan 8 Ul* 3. Function 4 eg. Inject standard
7. Method Set 4 eg. #PM=TM!TS! 8. Process 4 normal
;. @un time 4 eg. 0 menit
C. -ika telah selesai diisi, lalu di S9G R beri nama, eg. #PM= 6. lik ro standarA sample yang akan diinjeksi Rklik tanda injkesi
(kiri baah* R pilih inject only selected line R1 R injeksi Rinjektor diputar ke kanan
Pr(?essng Data
. lik &ind data R channel R update R blok ro R revie 5. lik simbol i>ard (kiri atas R create ne i>ard R blok
kromatogram R neBt R neBt
3. #eri nama peak R neBt R isi kadar (mg atau g* R neBt R neBt R beri nama , eB. #PM= 03 %ov 5 R &inish
7. Isi minimum height pada gambar peak arna kuning untuk menghilangkan peak :peak lain, eB. ;5000 R klik integrate Rklik &ile R save R processing method
8. lik &ind data R channel R klik kanan pada ro R pilih process R pilih processing name R beri tanda pada clear calibration ( khusus untuk injeksi standar* R 1
;. lik result R update R klik kanan pada ro R previe R detailed individual R 1
C. $ntuk S9MP+, pada channel R langsung klik kanan ro R pilih process R jangan beri tanda pada clear calibration R 1 6. lik result R update Rklik kanan pada ro R previe R
detailed individual R 1
&'ut D(n
. Pastikan lampu telah di 1FF kan 5. Flushing I
• Flo 4 ,00 • )aktu 4 jam 3. Flushing II • luen 4 Methanol • Flo 4 ,00 • )aktu 4 30 menit
2.: Analsa Gas %'r()at(*rap'y +G,%-#et()e Analsa 8 romatogra&i
Prnsp Analsa 8 +arutan >at yang diperiksa diinjeksikan melalui
injektor, lalu dibaa oleh gas pembaa, seperti helium, nitrogen, argon, dan hidrogen masuk ke dalam kolom. Selanjutnya dipisahkan menurut titik didih masing'masing, yang akan dideteksi oleh integrator berupa pea% . Sebagai pembanding dilakukan injeksi
standar.
eagen8
• 9seton
• Internal Standar 5,7 D'I# • Standar 5,7 D'I#
9(nt('8 !hiosida
• 9lat !as Chromatography H"='7 # • #otol timbang • %eraca analitik • Pipet volume • Syringe • Pematik api Pr(se)ur !erja8 Perlakuan &el
. Disiapkan alat, reagen dan specimen yang dibutuhkan
5. Ditimbang sampel sebanyak 500'580 mg dengan neraca analitik 3. Ditambahkan 0 m+ larutan Internal Standar 5,7 D'I# dan
dihomogenkan
7. Sampel siap diinjeksikan pada alat !as Chromatography
Peng(perasan Alat8
. Disiapkan =ontoh yang dibutuhkan dan siap diinjeksikan 5. Dibuka valve tabung gas /elium
3. Dibuka valve tabung gas /idrogen 7. DibukaAdinyalakan compressor
8. Ditekan tombol Poer pada alat!as Chromatography
;. Ditekan tombol 1% pada /eater
C. Ditekan tombol Start pada alat!as Chromatography
6. Diprogram alat sebagai berikut4
a* Ditekan =oloum R I%I! !MP R !I4 20 R %!@ b* Ditekan I%-=! R ketik4 5;0 R %!@
c* Ditekan D!! R ketik4 5C0 R %!@
Ditunggu ketiga program mencapai nilai yang telah ditentukan. $ntuk pengecekan dapat ditekan tombol =1%!@1+ (=!@+* lalu ditekan program yang dikehendaki, misal4 ditekan =@!+ R
I%-=!. -ika pada layar tertera 22 dan angka terus naik berarti akan mencapai nilai yang ditentukan.
d* Ditentukan kolom keberapa yang dibutuhkan
Pada sampel ini digunakan kolom kedua, ditekan P1+ R ditekan angka 5 R %!@
e* Dilakukan pemrograman !emperatur Program4
a* Ditekan =1+1$M R I%I! !MP R ketik4 20 R %!@
b* Ditekan I%I! !IM R ketik4 5 R %!@ c* Ditekan P@1" @9! R ketik4 8 R %!@ d* Ditekan FI%9+ !MP R ketik4 580 R %!@ e* Ditekan FI%9+ !IM R ketik4 8
Ditunggu sampai semua program mencapai nilai yang telah ditentukan.
&* Dilakukan pembakan gas /5 dan udara menggunakan pematik
pada =9@@I@ dan =9@@I@ 5, dengan cara4 a* =9@@I@
Didekatkan pematik pada lubang =9@@I@ , ditekan tombol pada 9I@ hingga jarum jam spedo /51 berada di
angka nol., lalu ditekan pematik hingga berbunyi Hbulb. Dicek gas keberadaan gas menggunakan kaca objek yang didekatkan pada lubang =9@@I@ akan nampak embun pada kaca objek.
b* =9@@I@ 5
c* Didekatkan pematik pada lubang =9@@I@ , ditekan tombol pada 9I@ hingga jarum jam spedo /51 berada di
angka nol., lalu ditekan pematik hingga berbunyi Hbulb. Dicek gas keberadaan gas menggunakan kaca objek yang didekatkan pada lubang =9@@I@ 5 akan nampak embun pada kaca objek.
g* Dinyalakan integrator H=/@1M9!1P9= ='@69 dengan ditekan tombol Poer
h* Disesuaikan program dengan ditekan P9@9M lalu ditekan tanda V. !anda V digunakan untuk melihat parameter'perameter diatas telah sesuai. %amun hanya menyesuaikan besarnya S!1P !IM, yaitu aktu berhentinya Integrator dalam membuat peak, besarnya dapat deprogram 50 atau ; menit dengan cara ditekan
P9@9M R ketik nilai yang dikehendaki R %!@.
i* Dipipet larutan standar 5,7'D'I# dengan syringe sebanyak W+ dan diinjeksikan pada kolom 5. +alu ditekan S!9@! pada alat !as Chromatography R ditekan S!9@! pada Integrator.
Ditunggu hingga hasil keluar pada Integrator berupa print out. j* Dihitung besar &urity sampel.
Per'tungan8
@asio Standar ¿ #rea Internal Standar #rea Standar
@asio Sampel ¿ #rea Internal Standar #rea Sampel
&urity ¿
+asio Sampel +asio Standar !
w Standar
w Sampel ! &urity
standar
1.3 Pemuatan eagen1.3.1 Larutan H9L 1 8 1
+angkah kerja
( Dimasukkan aOuades kedalam labu ukur 000 m+ sebanyak 800 m+
( Ditambahkan /=l p.a. sebanyak 800 m+ ( Didinginkan dalam penangan es
( Diaduk dan distirrer agar homogen
1.3.2 Larutan H2&04 1 8 1
+angkah kerja
( Dimasukkan aOuades kedalam labu ukur 000 m+ sebanyak 800 m+
( Didinginkan dalam penangan es ( Diaduk dan distirrer agar homogen
1.3.3 Larutan H2&04 1 8 2
+angkah kerja
( Dimasukkan aOuades kedalam labu ukur 000 m+ sebanyak C80 m+
( Ditambahkan /5S17 p.a. sebanyak 580 m+ ( Didinginkan dalam penangan es
Diaduk dan distirrer agar homogen
1.3.4 Larutan !#n04 -,-2" N
+angkah kerja
( Diambil larutan Mn17 % sebanyak 58 m+ ( Dimasukkan kedalam labu ukur 00 m+
( Ditambahkan aOuades sampai tanda batas labu ukur DiadukAdistirrer agar homogen
1.3." Larutan Natrum (ksalat -,-2" N
+angkah kerja
( Ditimbang kristal %a1/ sebanyak ,;C8 gram ( Dimasukkan kedalam labu ukur 000 m+ ( Ditambahkan aOuades sampai tanda batas ( Distirrer agar larutan menjadi homogen
1.3.: Larutan nessler
+angkah kerja
( Ditimbang 50 gram %a1/ p.a. ( Dimasukkan gelas beaker 00 m+ ( Ditambah dengan aOuades sedikit saja ( Distirrer sampai larut homogen
( Ditambahkan I 50 gram ( Distirrer sampai homogen
( Ditambahkan /gI5 sebanyak 58 gram ( Distirrer sampai larut
( Dimasukkan labu ukur 580 m+
( Ditambahkan aOuades sampai tanda batas labu ukur ( Dikocok agar homogen
1.3.; Larutan $err( amm(num sul$at
+angkah kerja
( Ditimbang F.9.S sebanyak 26 gram ( Dimasukkan dalam labu ukur 000 m+ ( Ditambahkan aOuades secukupnya ( Ditambahkan dengan /5S17 pekat ( Ditera sampai tanda batas
BAB I+ PENUTUP 4.1.1 !esmpulan
esimpulan dari Praktek erja +apangan yang telah dilakukan adalah P!.Petrosida "resik merupakan sebuah industri yang berperan sebagai produsen utama produk &ormulasi serta sebagai distributor pupuk bersubsidi dan non subsidi. P!.Petrosida "resik juga mempunyai unit'unit
yang salah satunya yaitu unit produksi yang terdiri dari unit arbamat yang memproduksi bahan baku golongan karbamat yaitu #PM=, MIP=, karbo&uran, dan propoksur. Selanjutnya yaitu unit Dia>inon yang memproduksi bahan baku golongan dia>inon. Selain itu juga terdapat unit &ormulasi pestisida. -enis'jenis &ormulasinya yaitu cair dan padat. Formulasi cair antara lain terdiri dari herbisida, insektisida, &ungisida, akarisida, dan lain'lain. Sedangkan untuk &ormulasi padat antara lain terdiri dari herbisida, insektisida, &ungisida, rodentisida, dan lain'lain. P!. Petrosida "resik juga sudah menerapkan IS1 200 tentang manajemen mutu dan IS1 7000 tentang manajemen lingkungan hidup.
Dari hasil praktik kerja lapangan yang dilaksanakan di laboratorium P!. Petrosida "resik dapat disimpulkan baha produk' produk bahan akti& yang dihasilkan oleh P!. Petrosida "resik memiliki kemurnian produk yang sudah memenuhi standart nasional pemasaran bahan akti&.
/asil praktek kerja lapangan yang diperoleh di +aboratorium P! Petrosida gresik melipitu banyak analisis yaitu 4
9nalisis S", 9nalisis Giskositas, 9nalisis P/, 9nalisis /51, 9nalisis %P, 9nalisis emurnian, 9nalisis !otal Solit
4.1.2 &aran
#erdasarkan kegiatan Praktek erja +apangan yang telah dilakukan, adapun saran yang ingin disampaikan demi menunjang
kemajuan industri P!. Petrosida "resik dan diharapkan juga memberikan man&aat, yaitu 4
. $ntuk selalu meningkatkan kesadaran dalam pemakaian alat pelindung diri ketika sedang bekerja di dalam laboratorium.
5. $ntuk memperhatikan penataan ulang letak instrumen'instrumen yang telah ada dan peletakan reagen'reagen di dalam laboratorium.
3. $ntuk meningkatkan mutu produk P!. Petrosida "resik agar memiliki produk yang unggul
Da$tar Pustaka
9nonim. Training for Carbamate &estiide &lant in (ndonesia. "resik4 P!.
Petrosida "resik
9nonim. 1perational Manual on Pesticide Plant &or P!. Petrosida "resik (Persero*, Indonesia
9nonim. Seoul 9gricultural =hemical co. +td. Page ;C
ardinan, 9gus. 222. &estisida )abati *amuan dan +pli%asi. -akarta4 P!.
Penebar Sadaya
+arence /. Gan Glack. 263. (lmu dan Te%ni% Bahan ,(lmu -ogam dan )on -ogam. Edisi 'eempat . -akarta4 rlangga
@ay . +isley, -oseph #. Frans>im. 2C2. Water *esoure Engineering0 1rd
Edition. %e <ork4 Mc. "ra : /ill Inc.
Lampran 1
DA5TA P0DU! PT. PET0&IDA *E&I!
N0. %ens
Pests)a
pada pertanaman karet dan teh
5 /erbisida Sidamin 6;8 S+ 5,7'DM9 6;8 gAl Mengendalikan gulma pada pertanaman karet,
tebu, teh, padi, kakao, kopi, kelapa sait 3. /erbisida Minda C50 S+ 5,7'DM9 C50 gAl Mengendalikan gulma
pada pertanaman karet, tebu, jagung, dan padi 7. /erbisida SidaBone 5C; S+ Parakuat diklorida
5C; gAl
Mengendalikan segala jenis gulma pada
pertanaman karet, kelapa sait, padi, dan lahan tanpa tanaman
8. /erbisida See 1n !op 858 S+
IP9 "li&osat 858 gAl Mengendalikan gulma pada pertanaman padi, karet, teh, dan kelapa sait
;. /erbisida 9mara 20 S+ IP9 "li&osat 720 gAl Mengendalikan gulma pada pertanaman karet C. /erbisida #ron $p 720 S+ IP9 "li&osat 720 gAl Mengendalikan gulma
pada pertanaman kelapa sait, karet
6. /erbisida Meto 720 S+ IP9 "li&osat 720 gAl Mengendalikan gulma pada pertanaman karet 2. /erbisida %io 720 S+ IP9 "li&osat 720 gAl Mengendalikan gulma
pada pertanaman karet 0. /erbisida Sida $p 720 S+ IP9 "li&osat 720 gAl Mengendalikan gulma
pada pertanaman kelapa sait, karet
. /erbisida Sida&os 760 S+ IP9 "li&osat 760 gAl Mengendalikan gulma pada pertanaman kakao,
kopi, kelapa sait dan persiapan budidaya lahan padi saah !1!
5. /erbisida #ush $p 770 S+ IP9 "li&osat 770 gAl Mengendalikan gulma pada pertanaman kelapa
sait, karet
3. /erbisida Pangkas 700 S+ IP9 "li&osat 700 gAl Mengendalikan gulma pada pertanaman karet,
tebu, teh, dan kelapa sait
7. /erbisida 9ay 580 S+ IP9 "li&osat 580 gAl Mengendalikan gulma pada pertanaman kelapa
sait
8. /erbisida +aris 580 S+ IP9 "li&osat 580 gAl Mengendalikan gulma pada pertanaman kelapa
sait
;. /erbisida "alak 580 S+ IP9 "li&osat 580 gAl Mengendalikan gulma pada pertanaman kakao,
kopi
C. /erbisida Sa&a 580 S+ IP9 "li&osat 580 gAl Mengendalikan gulma pada pertanaman kopi 6. /erbisida Sidalaris 570 S+ IP9 "li&osat 570 gAl Mengendalikan gulma
pada pertanaman kakao, kopi, kelapa sait, karet 2. /erbisida Jig' Jag ;; S+ IP9 "li&osat ;; gAl Mengendalikan gulma
pada pertanaman kopi 50. /erbisida Dior ;; S+ IP9 "li&osat ;; gAl Mengendalikan gulma pada pertanaman kopi 5. /erbisida Sidatop ;; S+ IP9 "li&osat ;; gAl Mengendalikan gulma pada pertanaman karet,
kakao, teh, dan kelapa sait
55. /erbisida Goting ;; S+ IP9 "li&osat ;; gAl Mengendalikan gulma pada pertanaman kelapa
sait 53. /erbisida Medally 50 )" Metil Metsul&oron
50?
Mengendalikan gulma pada pertanaman padi
gulma daun lebar maupun sempit pada pertanaman baang
merah
58. /erbisida 9megrass 60 )P 9metrin 60 ? Mengendalikan gulma pada pertanaman tebu 5;. /erbisida 9megrass 80 S= 9metrin 800 gAl Mengendalikan gulma
pada pertanaman tebu dan jagung
5C. /erbisida Sidaron 60 )P Diuron 60? Mengendalikan gulma pada pertanaman teh,
tebu, kapas
56. /erbisida Sidaron 800 S= Diuron 800 gAl Mengendalikan gulma pada pertanaman tebu 52. /erbisida #ulma 880 S+ IP9 "li&osat 700 gAl
5,7'DM9 80 gAl
Mengendalikan gulma pada pertanaman karet 30. /erbisida Sidastar 300A00
S+
IP9 "li&osat 300 gAl 5,7'DM9 00 gAl
Mengendalikan gulma pada pertanaman karet,
kakao dan kelapa sait 3. /erbisida +utop 580A58 S+ IP9 "li&osat 580 gAl
5,7'DM9 58 gAl
Mengendalikan gulma pada pertanaman karet
dan kelapa sait 35. /erbisida 1bin 30A8 S+ IP9 "li&osat 30 gAl
5,7'DM9 8 gAl
Mengendalikan gulma pada pertanaman kakao 33. /erbisida Starjos 58 ) Fenoksaprop'p'etil
58 gAl
Mengendalikan berbagai gulma daun sempit pada pertanaman kedelai dan padi saah
37. /erbisida -otos 720 = !riklopir 720 gAl Mengendalikan berbagai gulma daun lebar dan gulma berkayu pada pertanaman kelapa sait
(!#M*
38. /erbisida !hiosida;'"@ !hiobenkarb 7? Mengendalikan berbagai gulma daun lebar dan
sempit dan teki pada pertanaman padi saah
tebar benih langsung (tabela*
3;. /erbisida #ransida 3;0A0 S+
IP9 "li&osat 3;0 gAl Metil metsul&uron 0 gAl
Mengendalikan berbagai gulma daun lebar dan gulma daun sempit pada pertanaman kelapa sait
(!#M* 3C. /erbisida "lymet> 570A0
S+
IP9 "li&osat 570 gAl Metil metsul&uron 0 gAl
Mengendalikan berbagai gulma daun lebar dan gulma daun sempit pada pertanaman kelapa sait
(!#M*
N0. %ens
Pests)a
Nama 5(rmulas Ba'an Akt$ !egunaan
. Insektisida #ona 800 = #PM= 800 gAl Membasmi hama pada pertanaman padi
5. Insektisida %aga 800 = #PM= 800 gAl Membasmi hama pada pertanaman padi
3. Insektisida Sidabas 800 = #PM= 800 gAl Membasmi hama pada pertanaman padi
7. Insektisida #uprosida 00 = #upro&e>in 00 gAl Menghambat chitin, memiliki daya brantas terhadap nim&a dan mencegah penetasan telur ereng pada tanaman padi
8. Insektisida Genop ;0 )P MIP= ;0? Membasmi hama pada pertanaman padi
;. Insektisida Sidacin 80 )P MIP= 80? Membasmi hama pada pertanaman padi, kakao
dan kopi
pertanaman kubis dan jagung
6. Insektisida Done 500 = Sipermetrin 500 gAl Membasmi hama pada pertanaman cabai dan jagung
2. Insektisida "enius 00 = Sipermetrin 00 gAl Membasmi hama pada pertanaman cabai 0. Insektisida okan 00 = Sipermetrin 00 gAl Membasmi hama pada
pertanaman cabai . Insektisida +u>on 00 = Sipermetrin 00 gAl Membasmi hama pada
pertanaman baang merah
5. Insektisida Smack Don 00 =
Sipermetrin 00 gAl Membasmi hama pada pertanaman jagung,
kedelai , kubis, lada, semangka dan teh 3. Insektisida Domino 00 = Sipermetrin 00 gAl Membasmi hama pada
pertanaman cabai 7. Insektisida =opa 00 = Sipermetrin 00 gAl Membasmi hama pada
pertanaman baang merah
8. Insektisida Sistrin C8 = Sipermetrin C8 gAl Membasmi hama pada pertanaman jagung,
kedelai, kubis
;. Insektisida =orsida 80 = Sipermetrin 80 gAl Membasmi hama pada pertanaman kubis,
kakao
C. Insektisida Sidamethrin 80 = Sipermetrin 80 gAl Membasmi hama pada pertanaman kubis, sai, jagung, kakao, kapas,
kedelai, padi teh, dan tembakau
6. Insektisida Metrin 30 = Sipermetrin 00 gAl Membasmi hama pada pertanaman teh, cabai 2. Insektisida <asithrin 30 = Sipermetrin 30 gAl Membasmi hama pada
merah, kedelai, kubis cabai, jagung
50. Insektisida #ayu 00 = Sipermetrin 00 gAl #ahan pengaet kayuracun kontak dan lambung
5. Insektisida Sidador 30 = +ambda Sihalotrin 30 gAl
Membasmi hama pada pertanaman baang
merah, kubis, cabai, tembakau, kedelai, kakao
55. Insektisida -idor 58 = +ambda Sihalotrin 58 gAl
Membasmi hama pada pertanaman baang
merah dan cabai
53. Insektisida Percis 30 = Deltametrin 30 gAl Membasmi hama pada pertanaman kedelai,
kubis, kelapa sait 57. Insektisida Sidacis 58 = Deltametrin 58 gAl Membasmi hama pada
pertanaman cabai , jagung, kedelai
58. Insektisida Sidatan 70 S+ Dimehipo 70 gAl Membasmi hama pada pertanaman padi,
holtikultura, palaija 5;. Insektisida Sida>inon ;00 = Dia>inon ;00 gAl Membasmi hama pada
pertanaman kubis, kedelai, kelapa sait, jerik, dan sai
5C. Insektisida Sidacron 80 = Pro&eno&os 80 gAl Membasmi hama pada pertanaman baang
merah
56. Insektisida !opdor 0 )P Imidakloprid 0? Membasmi hama pada pertanaman padi, cabai
kentang
52. Insektisida Sidamec 50 = 9bamektin 50 gAl Membasmi hama pada pertanaman cabai,
30. Insektisida Sidajos, 730 = Dimetoat 730 gAl Membasmi hama pada pertanaman cabai 3. Insektisida Sida&ur 3"@ arbo&uran 3? Membasmi hama pada
pertanaman padi 35. Insektisida Sidathion 50A8
=
!ria>o&os 50 gAl Deltametrin 8 gAl
Membasmi hama pada pertanaman baang
merah
33. Insektisida Fipros 88 S= Fipronil 88 gAl Membasmi hama pada pertanaman kutu daun
My>us percisae dan hama !hrips parvispinus pada pertanaman cabai 37. Insektisida Sidalaku 55 = lorpiri&os 55 gAl Membasmi hama pada
pertanaman baang merah dan cabai.
N0. %ens
Pests)a
Nama 5(rmulas Ba'an Akt$ !egunaan
. 9karisida <osan 8C8 = Propargit 8C8 gAl Membasmi hama tungau pada pertanaman cabai
N0. %ens
Pests)a
Nama 5(rmulas Ba'an Akt$ !egunaan
. Fungisida Sida>eb 60)P Manco>eb 60? Mengendalikan penyakit pada pertanaman baang
merah,cabai, kentang , tembakau, kakao, padi, tomat.
5. Fungisida =o>ene C0A0 )P Manco>eb C0? arbenda>im 0?
Mengendalikan penyakit pada pertanaman cabai
dan kentang
3. Fungisida Satga> C8 )P Propineb C8? Mengendalikan penyakit pada pertanaman baang
merah
pada pertanaman kentang
8. Fungisida Sida>ol 580 = Propikona>ol 580 gAl Mengendalikan penyakit pada pertanaman padi ;. Fungisida !opsida C8 )P Metyl !hiop&anate
C8 ?
Mengendalikan penyakit Pyricularia ory>ae pada pertanaman padi
C. Fungisida Fenosida 588= Di&enocona>ol 588 gAl
Mengendalikan penyakit pada pertanaman padi 6. Fungisida Petronil C8 )P lorotolanil C8? Mengendalikan penyakit
pada pertanaman cabai dan kentang
N0. %ens
Pests)a
Nama 5(rmulas !an)ungan !egunaan
. Pupuk =air Super "reen (pupuk pelengkap cair*
$nsur hara makro %,P, Meningkatkan pertumbuhan vegetati& N0. %ens Pests)a Nama 5(rmulas #kr(a !egunaan
. Produk #io Petrhikaphos • Bradyri#hobium
2aponium
• +eromonas puntata
Membantu
menambat nitrogen (%* dari udara dan melarutkan
senyaa &os&at (P* yang skar larut di dalam tanah dan juga meningkatkan
kelarutan kalium (*
5. Produk #io Potensida (pupuk hayati* • +#ospirillum sp • Basillus sp • &sendomons Membantu mengikat %, meningkatkan ketersediaan hara P
• Steptomyes sp • #akteri endo&itik dan , memacu pertumbuhan, pembungaan, dan pemasakan buah 3. Produk #io Petro Fish • -atobaillus
plantarum
• )itrosomonas europea • Baillus subtilis
• Baillus apiarius
$ntuk kesehatan ikan dan udang pada budidaya
tambak
7. Produk #io #iokaosida Beauvaria bassiana Mengendalikan
hama pengisap buah dan penggerek pada pertanaman kako N0. %ens Pests)a
Nama 5(rmulas Ba'an Akt$ !egunaan
. @odentisida Sidarat 0,008 ## #rodi&akum 0,008? Mengendalikan tikus belukar *attus
tiomaniusdan tikus
saah *attus argentiventer
N0. %ens
Pests)a
Nama 5(rmulas Ba'an Akt$ !egunaan
. Jat pengatur tumbuh
"uela 5,8 P9 thepon 5,8? Merangsang keluarnya lateks pada tanaman karet 5. Jat pengatur
tumbuh
"uela 760 S+ thepon 760 gAl Meningkatkan produksi buah pada nanas dan kopi
LA#PIAN 2
*A#BA ALAT>ALAT LAB0AT0IU#
9'r(mameter Instrument *9
0@en +ap()est
Nera?a Analtk 5alme P'(t(meter
H)r(meter !arl 5s?'er
#(sture pH meter