PERSEPSI, NILAI
DAN SIKAP
Persepsi
Persepsi merupakan proses kognitif yang kompleks.
Persepsi dipengaruhi oleh bagaimana seseorang
mengorganisasikan dan
menginterpretasikan impresi sensorinya agar dapat
memberikan arti dari sebuah stimulus.
• Persepsi dipengaruhi oleh indera,
tetapi proses kognitif berperan sebagai filter, sehingga dapat memodifikasi dan mengubah data.
• Faktor yang mempengaruhi persepsi: • Faktor dari dalam individu: proses
belajar yakni pengalaman yang pernah
dialami sangat berperan bagi seseorang dalam mempersepsikan suatu stimulus. Hasil pengalaman masa lalu merupakan pertimbangan dalam mempersepsikan sesuatu.
• Motivasi
• Faktor dari luar individu:
intensitas, ukuran, kontras, repetisi, gerakan, dan
keterbaruan.
• Pelaku persepsi, target persepsi
dan situasi juga berperan dalam persepsi.
Pengaruh Persepsi dalam
Organisasi
Bagaimana orang menilai orang
lain/situasi tergantung bagaimana dia mempersepsikan orang
lain/situasi yang ada.
Mengenal dan Memahami diri akan
membantu mengenal orang lain lebih tepat. Karakteristik pribadi yang
menonjol akan mempengaruhi persepsinya terhadap orang lain.
• Orang yang dapat menerima diri
sendiri lebih dapat aspek-aspek yang mendukung dari orang lain,
meskipun ketepatan persepsi bukan satu-satunya ketrampilan dalam
keberhasilan seseorang tetapi
persepsi mempengaruhi keberhasilan seseorang.
Cara praktis menilai orang
lain
• Dalam menilai orang lain harus
diperhatikan: berdasarkan keinginan, proyeksi, stereotipi dan efek halo.
Pengaruh persepsi dalam
pengambilan keputusan
• Dalam mengambil keputusan manajer harus memperhatikan:
• Bagaimana seseorang memastikan apakah pengambilan keputusan itu dibutuhkan
• Mengidentifikasikan kriteria, apakah pengambilan keputusan tersebut
penting dan harus
• Mengalokasikan bobot pada kriteria, bobot tertinggi diprioritaskan
• Mengembangkan alternatif yang
mungkin dalam penyelesain problem • Mengevaluasi semua alternatif
• Memilih alternatif yang tepat
• Dalam pengambilan keputusan
Diskusi
• Cobalah anda mengidentifikasi sebuah problem pada organisasi anda dan yang anda harus
mengambil keputusan. Diskusi dalam kasus ini melibatkan persepsi anda
tentang problem tersebut.dan
bagaimana persepsi anda tentang
persepsi anak buah tentang
NILAI SIKAP dan PERILAKU
• Tujuan diskusi : memahami tentang nilai yang berlaku dalam sebuah
organisasi, pembentukan nilai,
perubahan nilai serta pengaruhnya terhadap SIKAP dan PERILAKU
• Nilai yang dianut oleh suatu masyarakat berisikan elemen-elemen yang judgmental seperti apa yang dianggap baik, benar dan dikehendaki.
• Pentingnya NILAI: untuk mengerti sikap dan motivasi, dan nilai juga mempengaruhi
persepsi. Dalam nilai persepsi sangat
berpengaruh karena interpretasi terhadap objek dipengaruhi persepsi.
• Nilai mempengaruhi sikap dan perilaku, persepsi mempengaruhi sikap, motivasi kerja yang dapat dilihat dari perilaku.
Sumber dan sistem nilai
• Dibentuk sewaktu kanak-kanak, dari orang tua, guru, lingkungan.
Jenis Nilai
• Teoritik: menemukan kebenaran melalui pendekatan kritis dan
rasional
• Ekonomik:menekankan pada hal-hal yang berguna dan praktis
• Estetik: nilai tertinggi pada
keteraturan dan keharmonisan
• Sosial: nilai tertinggi pada kecintaan pada orang lain
• Politik: menekankan pada pengaruh dan kekuatan
• Religius: menekankan pada ketuhanan dan penguasa alam semesta
SIKAP
• Sikap merupakan pernyataan-pernyataan evaluatif, baik yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan, perupakan
pernilaian terhadap objek.
• Merupakan bagian yang integral dari seseorang dan sulit berubah.
Komponen Sikap
• Kognitif: berisi informasi yang
dimiliki seseorang tentang orang lain atau objek dari sikapnya, bersifat
deskriptif, tidak termasuk suka atau tidak suka, informasi dapat benar
• Affektif: berisi perasaan tertentu terhadap objek sikapnya, sebagai reaksi dari komponen kognitifnya.
• Kecenderungan perilaku: berisi cara yang direncanakan untuk bertindak terhadap objek yang dipengaruhi
oleh kognisi dan afeksi terhadap objek tersebut.
Pembentukan Sikap
• 1. pengalaman pribadi yang melakukan kontak langsung dengan objeknya dan
langsung mempengaruhi kognitifnya. • 2. assosiasi menghubungkan dua
pengalaman penentu sikap dan
menentukan sikap tertentu terhadap objek tersebut.
• 3. proses belajar sosial pembentukan sikap dari belajar pengalaman orang lain.
Perubahan Sikap
• Sikap dapat berubah karena
pengalaman pribadi, belajar sosial dan assosiasi.
• Modifikasi dan penambahan
informasi sehingga terjadi perubahan sikap.
• Apabila yang diubah komponen
kognitif: menambah, mengalihkan atau mengganti kepercayaanyang dipegang teguh terhadap objeknya.
• Apabila yang diubah komponen
afektifnya maka jika komponen kognitifnya sudah berubah maka
komponen afektif akan berubah pula dan dicoba mempengaruhi cara
seseorang dalam bereaksi terhadap kepercayaannya.
• Apabila yang diubah kecenderungan
perilaku, jika komponen kognitif dan afektif sudah berubah akan
mempengaruhi kecenderungan perilakunya.
• Keterlibatan tugas melibatkan
kecenderungan perilaku, kepuasan kerja dan merupakan kepentingan yang sentral dalam kehidupan
seseorang, prestasi kerja adalah hasil dari perilaku, karyawan yang
keterlibatan tugasnya tinggi akan bekerja lebih baik, serius, lebih
memperhatikan aspek-aspek khusus dalam pekerjaannya.
Komitmen Organisasi
• Sebagai salah satu sikap terhadap
organisasinya dalam arti kesetiaan, identifikasi dan keterlibatan.
• Semakin tinggi komitmen terhadap
organisasinya maka karyawan
semakin jarang absen dan jarang
yang pindah, meskipun belum tentu mendapatkan kepuasan.
Disonansi Kognitif
• Adanya disonansi kognitif karena
adanya dua sikap yang berbeda
terhadap suatu situasi atau objek,
atau adanya perbedaan perilaku dan sikap.
• Cara mengatasi disonansi kognitif:
mengurangi disonansi berhubungan dengan derajat kepentingan elemen yang menyebabkan disonansi, apakah ada keuntungan apabila disonansi
dikurangi, jika kepercayaan untuk mengurangi kuat maka usaha
• 1. mengubah perilaku
• 2. mengabaikan disonansi • 3. mengubah sikap
Ketidak sesuaian antara sikap dan perilaku dapat terjadi karena
Diskusi
• Bagaimana sikap anda menghadapi adanya karyawan yang tidak disiplin sering terlambat, pulang lebih awal pada organisasi anda.
• Bagaimana perilaku anda apabila
anda sebagai anak buah dan apabila sebagai top manajer
Stres di Tempat Kerja
• Stres sering diartikan sesuatu yang
menekan, menghambat berpikir,
problem emosional dan mengganggu fisik sehingga mempengaruhi kinerja dan kesehatan. Kondisi yang dinamis dimana seseorang dikonfrontasikan dengan kesempatan, hambatan atau tuntutan yang berhubungan dengan apa yang diinginkannya dan
• Distres: tidak mengenakkan • Eustres: positif, dicari orang
Penyebab Stres
• Didahului adanya tekanan atau stresor dapat dari :
• Tekanan ekstra organisasi, tekanan
organisasi, tekanan kelompok dan tekanan individual
• Tekanan ekstra organisasi: perubahan sosial, teknologi, keluarga, relokasi,
masalah ekonomi dan finansial, suku, dan tempat tinggal.
Tekanan organisasi: • Kebijaksanaan • Struktur • Kondisi fisik • Proses Tekanan kelompok:
• Kurang kekompakan, kurangnya
bantuan sosial, konflik intra individual, interpersonal, konflik peran,
keragu-raguan, kepribadian, konflik antar kelompok dan kontrol pribadi.
• Kemampuan mengatasi stresor
tergantung kecakapan pribadi dan kekuatan psikologi. Dampak stres: fisik, psikologis dan perilaku.
Manajemen Stres
• Manajemen waktu: membuat
daftar harian kegiatan yang harus diselesaikan. Memilih kegiatan berdasarkan
kepentingan dan urgensinya.
• Jadual kegiatan menurut
prioritas yang telah ditetapkan.
• Memahami bioritmik • Latihan fisik
• Bantuan sosial
• Konseling karyawan (advis,
reassurance, komunikasi, pelepasan ketegangan emosional, menjernihkan pikiran, reorientasi)
• Pendekatan Organisasi: seleksi
personel dan penempatan kerja, penggunaan setting yang sesuai
dengan tujuan realistik, mendesain kembali pekerjaan, pengambilan
keputusan secara partisipatif,
perbaikan komunikasi, peningkatan kebugaran.
Diskusi
Diskusikan pengalaman anda dalam menghadapi stresor di luar
organisasi yang berdampak pada organisasi dan bagaimana
mengatasinya.
Diskusikan tentang stresor yang
berhubungan dengan struktur dalam organisasi anda.