1 |
P a g e
Laporan Pelaksanaan GCG PT BPR Danagung Bakti Tahun 2018
DAFTAR ISI
Daftar isi
1
PELAKSANAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE PT BPR
DANAGUNG BAKTI YOGYAKARTA
3
A. Transparansi Pelaksanaan Good Corporate Governance PT
BPR Danagung Bakti Yogyakarta
3
1.
Pelaksanaan Good Corporate Governance berdasarkan hasil
Self Assessment
3
a.
Pelaksanaan tugas dan Tanggungjawab Dewan Komisaris
dan Direksi
3
b.
Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite-komite
6
c.
Penerapan Fungsi Kepatuhan, Audit Internal dan Audit
Ekstern
6
d.
Penerapan
manajemen
risiko
termasuk
Sistem
Pengendalian Intern
7
e.
Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait (related party) dan
Penyediaan Dana Besar (large eksposure)
7
f.
Rencana Strategi Bank
8
g.
Transparansi Kondisi Keuangan dan Non Keuangan
9
2.
Kepemilikan Saham Anggota Dewan Komisaris dan Direksi
10
3.
Hubungan Keuangan dan Hubungan Keluarga Anggota Dewan
Komisaris dan Direksi
10
4.
Paket/Kebijakan Remunerasi dan fasilitas lain Dewan
Komisaris dan Direksi.
11
5.
Shares Option
11
6.
Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah
12
7.
Frekuensi Rapat Dewan Komisaris
12
8.
Jumlah Penyimpangan Internal (Internal Fraud)
13
9.
Permasalahan Hukum
13
10. Transaksi yang Mengandung Benturan Kepentingan
13
11. Pemberian Dana Untuk Kepentingan Sosial dan Kegiatan
2 |
P a g e
Laporan Pelaksanaan GCG PT BPR Danagung Bakti Tahun 2018
B. Kesimpulan Umum Hasil Self Assessment Pelaksanaan Good
Corporate Governance
14
LAMPIRAN
1.
Hasil Self Assessment Pelaksanaan Good Corporate Governance PT BPR
Danagung Bakti
2.
3.
Kertas Kerja Self Assessment Pelaksanaan Good Corporate Governance PT
BPR Danagung Bakti
Grafik Hasil Penilaian Pelaksanaan Good Corporate Governance PT BPR
Danagung Bakti
3 |
P a g e
Laporan Pelaksanaan GCG PT BPR Danagung Bakti Tahun 2018
PELAKSANAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE
PT. BPR DANAGUNG BAKTI TAHUN 2018
Perkembangan industri perbankan yang sangat pesat pada umumnya disertai dengan
semakin kompleksnya kegiatan usaha Bank yang mengakibatkan peningkatan eksposur
risiko Bank. Good Corporate Governance (GCG) pada industri perbankan menjadi lebih
penting untuk saat ini dan dimasa yang akan datang mengingat risiko dan tantangan yang
dihadapi oleh industri perbankan akan semakin meningkat.
Dalam rangka meningkatkan kinerja Bank, melindungi kepentingan Stakeholders dan
meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta nilai etika (code
of conduct) yang berlaku secara umum dalam industri perbankan, Bank wajib
melaksanakan kegiatan usahanya dengan berpedoman pada prinsip-prinsip GCG yang
ditetapkan sesuai POJK.
Tujuan Pelaksanaan GCG di BPR Danagung Bakti Yogyakarta
a. Meningkatkan kinerja Bank dengan menerapkan GCG dalam semua kegiatan Bank
sejalan dengan visi, misi dan rencana strategi usaha yang telah ditetapkan Bank.
b. Menjaga agar kegiatan operasional Bank mematuhi peraturan internal dan eksternal
Bank, serta perundangan yang berlaku.
c. Meningkatkan pertanggungjawaban dan memberikan nilai tambah Bank kepada
Stakeholders.
d. Memperbaiki budaya kerja Bank.
e. Mengelola sumber daya Bank secara lebih amanah.
f. Mendorong dan mendukung pengembangan Bank.
A. Transparansi Pelaksanaan Good Corporate Governance
1. Pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) berdasarkan hasil Self
Assessment meliputi 7 (tujuh) aspek berikut :
a. Pelaksanaan Tugas dan Tanggungjawab Dewan Komisaris dan Direksi.
a.1. Jumlah, Komposisi, Kriteria dan Independensi Anggota Dewan
Komisaris dan Direksi telah lengkap sesuai kententuan :
1. Dewan Komisaris berjumlah 1(satu) orang
4 |
P a g e
Laporan Pelaksanaan GCG PT BPR Danagung Bakti Tahun 2018
2. Dewan Komisaris per 31 Desember 2018 berjumlah 1 (satu) orang,
dengan komposisi sebagai berikut :
Komisaris Utama
: Anna Wijayanti
3. Direksi dipimpin oleh Direktur Utama, terdiri dari 3(tiga) orang
dengan
komposisi :
Direktur Utama
: Tedy Alamsyah
Direktur Operasional
: Sony Feriyadi
Direktur Pemasaran
: Fitri Adi Nugroho
4. Setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi telah sepenuhnya lulus
Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper test).
5. Sesama anggota Dewan Komisaris dan Direksi tidak memiliki
hubungan keuangan, kepengaruhan, kepemilikan saham dan atau
hubungan keluarga yang mempengaruhi kemampuannya untuk
bertindak independen.
a.2. Tugas dan Tanggungjawab Dewan Komisaris dan Direksi
1) Tugas dan tanggungjawab Dewan Komisaris
Dewan Komisaris telah melaksanakan tugasnya sesuai dengan
peraturan perundang-undangan, Anggaran Dasar dan Keputusan
RUPS.
Dewan Komisaris telah melakukan tugas pengawasan terhadap
kebijakan Direksi dalam melaksanakan pengurusan Bank serta
memberikan nasehat kepada Direksi.
Dewan
Komisaris
telah
melaksanakan
tugas
dan
tanggungjawabnya secara independen.
Dewan
Komisaris
wajib
memastikan
terselenggaranya
pelaksanaan GCG dalam setiap kegiatan usaha Bank.
5 |
P a g e
Laporan Pelaksanaan GCG PT BPR Danagung Bakti Tahun 2018
Dewan
Komisaris
berwenang
untuk
meminta
Direksi
menindaklanjuti hasil temuan Audit Internal, Bank Indonesia dan
pengawas otoritas lainnya.
Dewan Komisaris tidak terlibat dalam pengambilan keputusan
kegiatan operasional Bank, kecuali dalam hal penyediaan dana
kepada pihak terkait. Disamping itu memberikan persetujuan pada
hal-hal yang menjadi kompetensi Dewan Komisaris terutama
yang berkaitan dengan penetapan kebijakan serta hal-hal lain yang
ditetapkan dalam Anggaran Dasar Bank dan/atau peraturan
perundangan yang berlaku.
2). Tugas dan Tanggungjawab Direksi
Sepanjang RUPS tidak menetapkan lain, Direksi memiliki
kewenangan untuk menetapkan Job Description (pembagian
tugas, wewenang, dan tanggungjawab setiap Direktur) diantara
para anggota Direksi, namun keputusannya harus mendapat
persetujuan Komisaris.
Direksi bertanggungjawab penuh atas pelaksanaan kepengurusan
Bank.
Direksi mengelola bank sesuai kewenangan dan tanggung jawab
sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku, namun belum sepenuhnya
sesuai dengan prinsip-prinsip GCG.
Direksi belum sepenuhnya menindaklanjuti temuan Audit Internal
dan auditor eksternal seperti OJK dan / atau hasil pengawasan
otoritas lain.
a.3. Rekomendasi Dewan Komisaris
Rekomendasi Dewan Komisaris kepada Direksi sehubungan dengan
tugas dan tanggungjawab, antara lain sebagai berikut :
Melakukan tindak lanjut terhadap penerapan GCG secara konsisten
dan komprehensif.
6 |
P a g e
Laporan Pelaksanaan GCG PT BPR Danagung Bakti Tahun 2018
Melakukan evaluasi khususnya mengenai kebijakan dan kondusifitas
kerja internal berkaitan dengan hasil kinerja tahun 2018.
Melakukan tindak lanjut terhadap hasil temuan audit OJK.
Melakukan tindak lanjut penerapan program APU dan PPT
Penanganan NPL secara intensif
Penghapusan Kredit Macet tahun 2018.
b. Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite-komite
Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite-Komite sesuai prinsip GCG
belum dilaksanakan.
c. Penerapan Fungsi Kepatuhan, Audit Internal dan Audit Eksternal.
c.1. Fungsi kepatuhan
Penunjukkan Direktur Utama dan Direktur telah sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
Direksi telah menjalankan tugasnya sesuai dengan ketentuan dan
peraturan yang berlaku, namun belum melaporkan pelaksanaan tugas
dan tanggungjawabnya secara berkala kepada Dewan Komisaris.
Direksi belum sepenuhnya menetapkan langkah-langkah kebijakan
yang diperlukan untuk memastikan Bank telah memenuhi seluruh
peraturan dan ketentuan yang berlaku.
Direksi dan Satuan Audit Intern dalam pelaksanaannya berupaya
untuk memastikan bank telah melaksanakan kepatuhan terhadap sistem
dan prosedur operasional (SOP), peraturan Bank Indonesia/OJK,
maupun peraturan perundang-undangan yang berlaku.
c.2. Fungsi Audit Internal
Pelaksanaan fungsi Audit Internal yang dilaksanakan oleh auditor
internal yang dalam melaksanakan tugasnya belum sepenuhnya
berjalan baik dan efektif.
Dalam melakukan pemeriksaan Audit Internal berpedoman pada
Ketentuan dan Peraturan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan serta
7 |
P a g e
Laporan Pelaksanaan GCG PT BPR Danagung Bakti Tahun 2018
peraturan-peraturan yang terkait lainnya, namun belum berpedoman
pada SOP Audit Internal Berbasis Risiko (Risk Based Audit).
Audit Internal menyampaikan Laporan Hasil Audit kepada Direksi
dengan Tembusan kepada Dewan Komisaris.
Audit Internal dalam melaksanakan proses audit belum direncanakan
secara efektif dan efisien.
c.3. Fungsi Audit Ekstern
Bank telah menunjuk kantor Akuntan Publik (KAP) yang terdaftar di
Bank Indonesia untuk melaksanakan Audit Laporan Keuangan secara
Independen
Penunjukkan KAP telah sesuai dengan ketentuan antara lain melalui
keputusan Direksi berdasarkan rekomendasi Dewan Komisaris.
KAP telah menyampaikan hasil audit kepada bank tepat waktu dan
mampu bekerja secara independen.
d. Penerapan Manajemen Risiko Termasuk Sistem Pengendalian intern.
Penerapan Manajemen Risiko belum sepenuhnya dilaksanakan, mengingat
perangkat pendukung untuk pelaksanaannya belum dipenuhi, namun telah
menunjuk satu orang Pejabat Eksekutif yang bertanggung jawab terhadap
penerapan fungsi Manajemen Risiko .
e. Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait (Related Party) dan Penyediaan
Dana Besar (Related Party) atau BMPK
1. Bank tidak pernah melanggar dan melampaui ketentuan BMPK dan
Penyediaan Dana kepada pihak terkait.
2. BPR telah memiliki kebijakan mengenai BMPK, namun belum diatur
dalam hal prosedur pelaksanaannya.
3. Penyediaan Dana kepada Pihak terkait dan Penyediaan Dana Besar
diputuskan oleh Manajemen secara independen.
4. Bank telah menyampaikan secara berkala Laporan BMPK kepada Bank
Indonesia.
8 |
P a g e
Laporan Pelaksanaan GCG PT BPR Danagung Bakti Tahun 2018
5. Penyediaan dana kepada pihak terkait dan debitur inti posisi Desember
2018 sebagai berikut :
No
Penyediaan Dana
Jumlah
debitur
Nominal (Jutaan Rp)
1
Kepada Pihak Terkait
6
Rp. 1.333,-
2
Kepada Debitur Inti :
a. Individu
25
Rp. 38.636,-
b. Group
-
-
f. Rencana Strategis Bank
Rencana Bisnis berupa Rencana Jangka Pendek Tahun 2018.
Beberapa faktor penting yang menjadi perhatian dalam pengembangan bisnis
di tahun 2018, antara lain :
Suku bunga dan inflasi yang relatif berpotensi stabil.
Pertumbuhan ekonomi yang lambat berdampak pada perlambatan
pertumbuhan kredit.
Potensi meningkatnya kredit bermasalah.
Persaingan pasar perbankan yang semakin ketat.
Dengan memperhatikan hal tersebut, pengembangan usaha yang akan
dijadikan strategi PT. BPR Danagung Bakti jangka pendek difokuskan pada
peningkatan profitabilitas dengan dibarengi untuk meminimalkan risiko
khususnya pengelolaan NPL dan meningkatkan efektifitas dan efisiensi,
sehingga mendukung ekspansi bisnis melalui inisiatif yang diarahkan pada :
A. Usaha
Pertumbuhan penyaluran kredit terbesar BPR terdapat pada kredit
konsumtif diikuti kredit modal kerja dan investasi. Target
pertumbuhan kredit sebesar 15,08 % dan rasio LDR sebesar 70,02
%, peningkatan ekspansi ini dalam rangka meningkatkan peran
intermediasi yang diemban PT. BPR Danagung Bakti.
Dana Pihak Ketiga tidak mengalami perubahan hingga akhir 2019,
namun demikian komposisi dana tabungan mengalami kenaikan
sebesar 15,89% dan deposito mengalami penurunan sebesar 3,45%.
Aset direncanakan sebesar Rp. 182,794 M pada akhir tahun 2019
9 |
P a g e
Laporan Pelaksanaan GCG PT BPR Danagung Bakti Tahun 2018
Pencapaian Laba sebesar Rp. 3,266 M pada akhir tahun 2019
B. Finansial :
Mencapai rasio keuangan sebagai berikut :
1. CAR : > 12 %
2. Asset Quality : Kolektibilitas Lancar minimal 95 %.
3. Management : Sehat
4. Earning : ROA 2,33 % ; BOPO : 85,53 %
5. Liquidity
: LDR 70,02% ; Cash Ratio >5 %
C. Sumber Daya Manusia
Penyempurnaan system dan metode penerimaan, penempatan dan
penilaian pegawai.
Penyediaan SDM yang memadai dan program pengembangan SDM
yang terstruktur dengan melakukan penyempurnaan program
pendidikan
untuk
menunjang
pembentukan
pegawai
yang
berkualitas.
Peningkatan motivasi kerja dengan menyusun karir (career path),
perbaikan serta program pengembangan SDM untuk peningkatan
kualitas SDM, produktivitas kerja melalui system penghargaan.
Menyusun Peraturan Kepegawaian dan SOP dalam pengelolaan
SDM.
Meningkatkan kualitas pegawai melalui program pendidikan yang
komprehensif.
Melakukan edukasi keuangan sesuai kebutuhan
D. Sarana
Penyempurnaandan pengembangan sistem IT sesuai kebutuhan
dalam rangka pengembangan usaha.
Modernisasi dan standarisasi administrasi maupun peralatan
Pemenuhan sarana logistik
10 |
P a g e
Laporan Pelaksanaan GCG PT BPR Danagung Bakti Tahun 2018
Melakukan pengawasan kredit dan berkonsentrasi pada penagihan
dan perbaikan struktur (collection and recovery).
Implementasi penerapan GCG untuk kepentingan internal.
Melakukan penyempurnaan terhadap hal-hal yang penting secara
bertahap dan berkesinambungan.
Secara konsisten melaksanakan standar pelayanan kepada nasabah
g. Transparansi Kondisi Keuangan dan Non Keuangan Bank.
1. Bank belum menyusun SOP tentang Transparansi dan Penyelesaian
Pengaduan Nasabah.
2. Laporan Tahunan Bank telah disusun dan disajikan kepada OJK sesuai
Transparansi Kondisi Keuangan Bank.
3. Direksi belum memberikan instruksi secara tertulis mengenai pengaduan
nasabah dan mediasi, namun instruksi secara lisan sudah diberikan.
4. Laporan Tahunan Bank telah disampaikan kepada pihak independen sesuai
ketentuan Bank Indonesia..
5. Bank telah mempublikasikan Laporan tahunan dan Laporan Keuangan
Publikasi secara tepat waktu.
2. Kepemilikan Saham Anggota Dewan Komisaris dan Direksi.
Dewan Komisaris dan Direksi pada umumnya tidak memiliki saham pada PT. BPR
Danagung Bakti, Lembaga Keuangan Bukan Bank dan Perusahaan lainnya; kecuali
Direktur Utama yang juga selaku pemegang saham PT. BPR Danagung Bakti.
Nama Anggota Direksi
Kepemilikan Saham
BPR Danagung Bakti
Perusahaan Lain
Tedy Alamsyah
20 %
PT BPR Danagung Ramulti 10 %
PT BPR Danagung Abadi 10 %
PT BPR Danagung Syariah 10 %
PT BPR Klaten Sejahtera 22 %
PT Agung Valas Mandiri 16,10 %
3. Hubungan Keuangan dan Hubungan Keluarga Anggota Dewan Komisaris dan
Direksi.
11 |
P a g e
Laporan Pelaksanaan GCG PT BPR Danagung Bakti Tahun 2018
Komisaris Utama PT. BPR Danagung Bakti tidak memiliki hubungan
keuangan dengan Pemegang Saham Pengendali Bank.
Anggota Dewan Komisaris PT. BPR Danagung Bakti, merupakan
komisaris independen tidak memiliki hubungan keuangan dengan Dewan
Komisaris lainnya, Direksi, Pemegang Saham Pengendali.
Seluruh anggota Direksi PT. BPR Danagung Bakti tidak memiliki
hubungan keuangan baik dengan sesama Direksi maupun dengan Dewan
Komisaris.
b. Hubungan Keluarga
Dewan Komisaris dan Direksi pada umumnya tidak memiliki hubungan
keluarga sampai dengan derajat kedua antara sesama anggota Dewan
Komisaris, Direksi dan Pemegang Saham; kecuali Direktur Utama memiliki
hubungan keluarga sampai derajat kedua dengan Pemegang Saham lainnya.
4. Paket kebijakan Remunerasi dan Fasilitas lain bagi Dewan Komisaris dan
Direksi
Peket / kebijakan remunerasi dan fasilitas lain bagi Dewan komisaris dan Direksi
meliputi remunerasi dalam bentuk non natura (gaji, penghasilan tetap lainnya,
antara lain tantiem dan bentuk remunerasi lainnya) selama tahun 2018 sebesar Rp.
1,584 Milyar sedangkan fasilitas lain dalam bentuk asuransi selama tahun 2018
sebesar Rp 22,2 juta terlihat pada tabel berikut ini :
Jumlah anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang menerima paket remunerasi
dalam satu tahun yang dikelompokkan dalam kisaran tingkat penghasilan sebagai
berikut :
Jenis Remunerasi dan Fasilitas Lain
Jumlah Diterima dalam 1 Tahun
Dewan Komisaris
Direksi
Jumlah keseluruhan gaji
Rp. 284,05 juta
Rp. 992,10 juta
Tunjangan
nihil
Rp. 228,00 juta
Tantiem
Rp. 15,29 juta
Rp. 58,27 juta
Kompensasi berbasis saham
nihil
nihil
Remunerasi berdasarkan RUPS dengan
memperhatikan tugas, wewenang,
tanggung jawab dan risiko
nihil
nihil
Fasilitas lain yang diterima tidak dalam
bentuk uang, antara lain perumahan,
transportasi, dan asuransi kesehatan
12 |
P a g e
Laporan Pelaksanaan GCG PT BPR Danagung Bakti Tahun 2018
Jumlah Renumerasi per Orang dalam 1 tahun*)
Jumlah
Direksi
Jumlah
Komisaris
Di atas Rp 2 miliar
-
-
Di atas Rp 1 miliar s.d 2 miliar
-
-
Di atas Rp 500 juta s.d 1 miliar
1 orang
-
Rp 500 juta ke bawah
2 orang
1 orang
5. Share Option
Dalam rangka pemberian kompensasi yang diberikan kepada anggota Dewan
Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif Bank tidak terdapat opsi untuk membeli
saham oleh anggota Dewan Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif yang
dilakukan melalui penawaran saham atau penawaran opsi saham, baik atas dasar
keputusan Rapat Umum Pemegang Saham maupun Anggaran Dasar Bank.
6. Rasio gaji Tertinggi dan Terendah
No.
Keterangan
Rasio
1
rasio gaji Pegawai yang tertinggi dan terendah
3,19 : 1
2
rasio gaji Direksi yang tertinggi dan terendah
4,07 : 1
3
rasio gaji Komisaris yang tertinggi dan terendah
1,38 : 1
4
rasio gaji Direksi tertinggi dan Komisaris tertinggi
4,04 : 1
5
rasio gaji Direksi tertinggi dan Pegawai tertinggi
9,74 : 1
7. Frekuensi Rapat Dewan Komisaris dan Direksi
a. Rapat Dewan Komisaris dan Direksi belum diatur sesuai ketentuan GCG
tentang Pedoman bagi Dewan Komisaris dan Direksi karena tata tertib kerja
Dewan Komisaris dan Direksi sesuai GCG belum disusun.
b. Pelaksanaan Rapat Dewan Komisaris telah dituangkan dalam Risalah Rapat.
c. Frekuensi rapat yang dilaksanakan oleh Dewan Komisaris sekurang-kurangnya
13 |
P a g e
Laporan Pelaksanaan GCG PT BPR Danagung Bakti Tahun 2018
Rapat-rapat Dewan Komisaris pada tahun 2018 adalah sebagai berikut:
No
Topik Rapat
Tanggal
Peserta Rapat
1
Evaluasi Kinerja Semester II tahun 2017
15
Januari
2018
2 orang
2
Rekomendasi Pejabat yang membawahkan Fungsi
Kepatuhan
6
Februari
2018
2 orang
3
Pelaksanaan Restrukturisasi Kredit dan Akuntansi
Pendapatan secara Akrual Basis
6
Maret
2018
10 orang
4
Kinerja Triwulan I tahun 2018
20
April
2018
2 orang
5
Tindak Lanjut Terhadap Hasil Pemeriksaan OJK
Tahun 2017
25
April
2018
2 orang
6
Kajian Kondisi BPR Danagung Bakti Kuartal I
tahun 2018
8 Juni 2018
2 orang
7
Laporan Penggunaan Akuntan Publik Dalam
Kegiatan Jasa Keuangan PT BPR Danagung Bakti
tahun 2017
27 Juni 2018
2 orang
8
Perubahan Rencana Bisnis PT BPR Danagung
Bakti tahun 2018
13 Juli 2018
2 orang
9
Evaluasi Kinerja Semester I Tahun 2017
23 Juli 2018
2 orang
10
Tindak Lanjut Hasil Audit OJK Periode Tahun
2017
25 Juli 2018
10 orang
11
Evaluasi Kerja Audit intern Semester I Tahun 2017 21 September
2018
2 orang
12
Evaluasi Kinerja Triwulan III tahun 2018
21
Oktober
2018
2 orang
13
Prespektif dalam Penyusunan RBB 2019
9 November
2018
10 orang
14
Rekomendasi dalam Penyusunan RBB 2019
28 Desember
2018
2 orang
Jumlah rapat
Data Kehadiran Anggota Dewan Komisaris pada Rapat Dewan Komisaris:
Nama Anggota
Dewan Komisaris
Jumlah Rapat Jumlah Kehadiran Persentase
Kehadiran
Anna Wijayanti
14
14
100%
Heru Sudjiatno
14
14
100%
Total rapat per tahun
14
8. Jumlah Penyimpangan Internal (internal Fraud)
Tidak ditemukan/terjadi penyimpangan / kecurangan Internal Bank yang
dilakukan oleh pegawai Bank, baik yang berkaitan dengan simpanan dana
masyarakat atau penyalahgunaan kredit di BPR Danagung Bakti selama tahun
2018.
14 |
P a g e
Laporan Pelaksanaan GCG PT BPR Danagung Bakti Tahun 2018
Internal Fraud
Jumlah kasus yang dilakukan oleh
dalam 1 tahun
Direksi
Dewan
Komisaris
Pegawai
Tetap
Pegawai
Tidak Tetap
2016 2018 2016
2018 2016 2018
2016
2018
Total Fraud
nihil nihil nihil
nihil
nihil
nihil
nihil
nihil
Telah Diselesaikan
nihil nihil nihil
nihil
nihil
nihil
nihil
nihil
Dalam proses penyelesaian
internal BPR
nihil nihil nihil
nihil
nihil
nihil
nihil
nihil
Belum diupayakan
penyelesaiannya
nihil nihil nihil
nihil
nihil
nihil
nihil
nihil
Telah ditindaklanjuti
melalui proses hukum
nihil nihil nihil
nihil
nihil
nihil
nihil
nihil
9. Permasalahan Hukum
Permasalahan hukum secara perdata atau pidana yang dihadapi oleh PT. BPR
Danagung Bakti selama tahun 2018, baik yang berkaitan dengan penyalahgunaan
kredit atau simpanan dana masyarakat.
Permasalahan Hukum
Jumlah
Perdata Pidana
Telah selesai (telah mempunyai kekuatan hukum yang
tetap)
1
Dalam proses penyelesaian
4
Total
4
1
10. Transaksi Yang Mengandung Benturan Kepentingan
Tidak terdapat transaksi yang mengandung benturan kepentingan, bank mampu
menghindari transaksi yang mengandung potensi benturan kepentingan.
No
Nama dan Jabatan
Pihak yang Memiliki
Benturan
Kepentingan
Nama dan
Jabatan
Pengambil
Keputusan
Jenis
Transaksi
Nilai
Transaksi
(Juta Rupiah)
Keterangan
Nihil
Nihil
Nihil
Nihil
Nihil
11. Pemberian Dana untuk kepentingan Sosial dan Kegiatan Politik
Pemberian dana kepada pihak-pihak tertentu dilakukan oleh PT. BPR Danagung
Bakti selama tahun 2018 adalah untuk kepentingan sosial dengan total sebesar Rp
37 juta.
No
Nama Penerima
Jumlah (Juta Rp)
1.
Pondok Pesantren Islam Al Iman Muntilan
9 juta
2.
Donasi Bulan PMI
1 juta
3
Donasi Bencana Palu
2 juta
4.
Sumbangan ke panti asuhan
25 juta
15 |
P a g e
Laporan Pelaksanaan GCG PT BPR Danagung Bakti Tahun 2018
B. Kesimpulan Umum hasil Self Assessment Pelaksanaan Good Corporate
Governance.
Berdasarkan hasil Self Assessment pelaksanaan GCG PT. BPR Danagung Bakti
periode Desember 2018, dapat disimpulkan sebagai berikut :
a. Nilai Komposit GCG sebesar 2,92 dengan predikat Cukup Baik.
b. Peringkat masing-masing Faktor Penilaian sebagai berikut :
No
Aspek yang Dinilai
Bobot
Peringkat
Nilai
1
Pelaksanaan tugas dan tanggungjawab Direksi
20.00%
2.51
0.56
2
Pelaksanaan tugas dan tanggungjawab Dewan
Komisaris
15.00%
1.68
0.28
3
Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite
0.00%
0.00
0.00
4
Penanganan Benturan Kepentingan
10.00%
3.60
0.40
5
Penerapan Fungsi Kepatuhan Bank
10.00%
4.87
0.54
6
Penerapan Fungsi Audit Internal
10.00%
3.73
0.41
7
Penerapan Fungsi Audit Ekstern
2,50%
1.00
0.03
8
Penerapan Fungsi Manajemen Risiko dan
Pengendalian Intern
10,00%
0.00
0.00
9
Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait (Related
Party) dan Debitur Besar (Large Eksposure)
7.50%
3.50
0.29
10
Rencana Strategis Bank
7,50%
2.17
0.18
11
Transparansi KondisiKeuangan dan Non
Keuangan Bank, Laporan GCG dan laporan
Internal
7,50%
2.75
0.23
Nilai Komposit
100.00%
2.92
Prediksi Komposit
Cukup Baik
c. Kelebihan dan kekurangan Penerapan Tata Kelola/ GCG yang dilakukan PT.BPR
Danagung Bakti.
Kelebihan
Pelaksanaan Tata Kelola/ GCG yang relatif telah sesuai ketentuan adalah:
Pelaksanaan Audit Eksternal.
Pelaksanaan Tugas dan Tanggungjawab Dewan Komisaris
Pelaksanaan Tugas dan Tanggungjawab Direksi.
16 |
P a g e
Laporan Pelaksanaan GCG PT BPR Danagung Bakti Tahun 2018
Kelemahan
Penerapan/ pelaksanaan Tata Kelola/ GCG yang belum sesuai ketentuan adalah:
Transparansi Kondisi Keuangan dan Non Keuangan.
Ketentuan Prosedur Batas Minimum Pemberian Kredit (BMPK) belum
diatur dengan baik.
Penanganan Benturan Kepentingan.
Penerapan Audit Internal.
Penerapan Fungsi Kepatuhan.
d. Ekspektasi
Dengan Penerapan GCG yang lebih komprehensif diharapkan:
Tata kelola Bank akan berjalan baik sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
Memberikan pedoman bagi Dewan Komisaris dan Direksi untuk dapat
melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara efektif.
Terhadap hal-hal yang masih merupakan kelemahan khususnya Penerapan
Fungsi Kepatuhan, Penerapan Audit Internal, Penanganan Benturan
Kepentingan serta Transparansi Kondisi Keuangan dan Non Keuangan
akan berjalan sesuai dengan Ketentuan GCG.
Terlampir disampaikan Hasil Self Assessment Pelaksanaan Good Corporate Governance
PT. BPR Danagung Bakti tahun buku 31 Desember 2018.
Demikian laporan ini disampaikan, dan atas perhatiannya kami ucapkan terimaksih.
Sleman, 18 April 2019
PT. BPR Danagung Bakti
Pengurus,
Tedy Alamsyah
Anna Wijayanti
17 |
P a g e
Laporan Pelaksanaan GCG PT BPR Danagung Bakti Tahun 2018
SUMMARY PERHITUNGAN NILAI KOMPOSIT
PERSIAPAN SELF ASSESSMENT GCG DESEMBER 2018
PT. BPR DANAGUNG BAKTI
NO Aspek Yang Dinilai Bobot (a) Peringkat (b) Nilai Catatan (a) + (b) 1 Pelaksanaan tugas dan
tanggungjawab Direksi
20.00% 2.51 0.56 Jumlah, Komposisi, Integritas dan Kompetensi anggota serta pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi belum sepenuhnya memenuhi prinsip-prinsip GCG
2 Pelaksanaan tugas dan tanggungjawab Dewan Komisaris
15.00% 1.68 0.28 Dewan Komisaris telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan prinsip GCG terlihat dari fungsi pengawasan yang dilakukan Dewan Komisaris terhadap pelaksanaan tugas Direksi 3 Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite 0.00% 0.00 0.00 4 Penanganan Benturan Kepentingan
10.00% 3.60 0.40 BPR belum memiliki kebijakan, sistem dan prosedur tertulis mengenai Banturan Kepentingan untuk mengikat pengurus dan pegawai BPR. Begitupun pengadministrasian dan dokumentasi.
5 Penerapan Fungsi Kepatuhan Bank
10.00% 4.87 0.54 Penerapan fungsi kepatuhan bank belum berjalan secara efektif, mengingat belum ada penunjukan direksi yang membawahkan fungsi kepatuhan dan belum adanya pedoman kerja, sistem dan prosedur kepatuhan.
6 Penerapan Fungsi Audit Internal
10,00% 3.73 0.41 BPR belum menunjuk PEAI, namun fungsi audit intern masih dilakukan oleh staf Audit Intern. Petugas yang melaksanakan fungsi audit intern sudah memiliki pedoman kerja serta sistem dan prosedur (SOP Audit) yang memadai.
7 Penerapan Fungsi Audit Ekstern
2,50% 1.00 0.03 Kantor Akuntan Publik telah melaksanakan Audit secara independen dan memenuhi kriteria yang ditetapkan.
8 Penerapan Fungsi Manajemen Risiko dan Pengendalian Intern
10,00% 0.00 0.00
9 Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait (Related Party) dan Debitur Besar (Large
Eksposure)
7.50% 3.50 0.29 BPR telah memiliki kebijakan mengenai BMPK, namun belum diatur dalam hal prosedur pelaksanaannya. Kebijakan, sistem dan prosedur BMPK dievaluasi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
10 Rencana Strategis Bank 7,50% 2.17 0.18 RBB yang disusun untuk jangka pendek dan menengah. Belum mencakup strategi jangka panjang, karena modal inti masih dibawah 50 M. Namun demikian, rencana penyelesaian permasalahan hanya dicantumkan secara garis besar (tanpa action plan).
11 Transparansi KondisiKeuangan dan Non Keuangan Bank, Laporan GCG dan laporan Internal
7,50% 2.75 0.23 BPR belum menyusun informasi mengenai pengembangan produk. Sistem pelaporan keuangan dan non keuangandidukung dengan SIM yang cukup memadai sesuai ketentuan OJK. Nilai Komposit 100.00% 2.92 Cukup Baik
Laporan Penilaian Sendiri (Self Assessment )
Penerapan Tata Kelola BPR
Profil BPR
Nama BPR
Alamat BPR
Posisi Laporan
Modal Inti BPR
Total Aset BPR
Bobot Faktor BPR
PT BPR Danagung Bakti
Rp19,168,091,303
Rp177,094,350,635
Desember, 2018
Jl. Kaliurang Km 5,8 Pandega Satya No.26 A
SB B CB KB TB
1 2 3 4 5
1
1) BPR dengan modal inti paling sedikit Rp50M:
Jumlah anggota Direksi paling sedikit 3 (tiga) orang, dan salah satu anggota Direksi bertindak sebagai Direktur yang membawahkan fungsi kepatuhan.
BPR dengan modal inti kurang dari Rp50 M:
Jumlah anggota Direksi paling sedikit 2 (dua) orang, dan salah satu anggota Direksi bertindak sebagai Direktur yang membawahkan fungsi kepatuhan.
2) Seluruh anggota Direksi bertempat tinggal di kota/kabupaten yang sama, atau kota/kabupaten yang berbeda pada provinsi yang sama, atau kota/kabupaten di provinsi lain yang berbatasan langsung dengan kota/kabupaten pada
v
Semua Direksi bertempat tinggal / berdomisili di kota / kabupaten provinsi DIY Yogyakarta. v
Jumlah Direksi telah sesuai dengan POJK, namun belum ada penunjukan Direksi yang membawahkan fungsi kepatuhan
Keterangan Pelaksanaan Tugas dan Tanggung
A. Struktur dan Infrastruktur Tata No Kriteria/Indikator
Skala Penerapan
dengan kota/kabupaten pada provinsi lokasi Kantor Pusat BPR. 3) Anggota Direksi tidak merangkap
jabatan pada Bank, Perusahaan Non Bank dan/atau lembaga lain (partai politik atau organisasi kemasyarakatan).
v
Anggota Direksi tidak ada yang merangkap jabatan pada bank, perusahasaan non bank maupun pada lembaga lain.
4) Mayoritas anggota Direksi tidak memiliki hubungan keluarga atau semenda sampai dengan derajat kedua dengan sesama anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris.
v
Anggota Direksi tidak ada yang mempunyai hubungan keluarga atau semenda demgan sesama Direksi maupun Anggota Dewan Komisaris
5) Direksi tidak menggunakan penasihat perorangan dan/atau penyedia jasa profesional sebagai konsultan kecuali memenuhi persyaratan yaitu untuk proyek yang bersifat khusus yang dari sisi karakteristik proyeknya membutuhkan adanya konsultan; telah didasari oleh kontrak yang jelas meliputi lingkup pekerjaan, tanggung jawab, produk yang dihasilkan, dan jangka waktu pekerjaan, serta biaya; dan perorangan dan/atau penyedia jasa profesional adalah pihak independen yang memiliki kualifikasi untuk proyek yang bersifat khusus dimaksud.
v
Direksi menggunakan jasa penasehat perorangan , namun perusahaan menggunakan jasa profesional (kantor KAP, Notaris) dan telah dibuat MOU sesuai dengan kententuan POJK.
SB B CB KB TB
1 2 3 4 5
Keterangan No Kriteria/Indikator
Skala Penerapan
6) Seluruh anggota Direksi telah lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan dan telah diangkat melalui RUPS termasuk perpanjangan masa jabatan Direksi telah ditetapkan oleh RUPS sebelum berakhir masa jabatannya.
v
Seluruh anggota Direksi telah lulus Uji Kemampuan dan Kepatuhan dan telah diangkat melalui RUPS termasuk masa perpanjangan jabatan Direksi yang tepat masa berakhir jabatannya.
Jumlah jawaban pada Skala
Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5
Hasil perkalian untuk
masing-masing Skala Penerapan 4 2 3 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan
Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 6
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 50%
9 1.50
SB B CB KB TB 1 2 3 4 5 Keterangan No Kriteria/Indikator Skala Penerapan 1
7) Direksi melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara independen dan tidak memberikan
kuasa umum yang dapat
mengakibatkan pengalihan tugas dan wewenang tanpa batas.
v
Direksi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya cukup independen atas segala
pengambilan keputusan dan tidak memberikan kuasa umum yang dapat mengakibatkan pengalihan tugas yang tanpa batas.
8) Direksi menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari Pejabat Eksekutif yang ditunjuk sebagai auditor intern, auditor ekstern, dan hasil pengawasan Otoritas Jasa Keuangan dan/atau hasil pengawasan otoritas lain.
v
Temuan Audit Intern, Audit Ekstern dan OJK atau otoritas lainnya,belum sepenuhnya ditindaklanjuti oleh Direksi.
9) Direksi menyediakan data dan informasi yang lengkap, akurat, terkini, dan tepat waktu kepada Dewan Komisaris.
v
Direksi belum menyediakan data dan informasi lengkap, akurat, terkini dan tepat waktu kepada Dewan Komisaris
10) Pengambilan keputusan rapat Direksi yang bersifat strategis dilakukan berdasarkan musyawarah mufakat, suara terbanyak dalam hal
Pengambilan keputusan rapat Direksi bersifat strategis berdasarkan mufakat diantara Direksi, walaupun tidak selalu Pelaksanaan Tugas dan Tanggung
B. Proses Penerapan Tata Kelola (P)
mufakat, suara terbanyak dalam hal tidak tercapai musyawarah mufakat, atau sesuai ketentuan yang berlaku dengan mencantumkan dissenting
opinion jika terdapat perbedaan pendapat.
v
Direksi, walaupun tidak selalu dibuat notulen rapat.
11) Direksi tidak menggunakan BPR untuk kepentingan pribadi, keluarga, dan/atau pihak lain yang dapat merugikan atau mengurangi keuntungan BPR, serta tidak mengambil dan/atau menerima keuntungan pribadi dari BPR, selain remunerasi dan fasilitas lainnya yang ditetapkan RUPS.
v
Secara umum Direksi tidak menggunakan BPR untuk
kepentingan pribadi, keluarga dan atau pihak lain yang dapat mengurangi keuntungan BPR , namun khusus untuk Dirut mendapatkan fasilitas khusus yang belum diatur dalam ketentuan remunerasi untuk Direksi.
12) Anggota Direksi membudayakan pembelajaran secara berkelanjutan dalam rangka peningkatan pengetahuan tentang perbankan dan perkembangan terkini terkait bidang keuangan/lainnya yang mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi antara lain dengan peningkatan keikutsertaan pegawai BPR dalam pendidikan/pelatihan dalam rangka pengembangan kualitas individu.
v
Secara umum Direksi cukup memperhatikan peningkatan peningkatan kompetensi dalam berbagai pendidikan / pelatihan, namun pelaksanaanya belum dilakukan secara komprehensif.
SB B CB KB TB
1 2 3 4 5
Keterangan No Kriteria/Indikator
Skala Penerapan
13) Anggota Direksi mampu
mengimplementasikan kompetensi yang dimilikinya dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya, antara lain pemahaman atas ketentuan mengenai prinsip kehati-hatian.
v
Anggota Direksi mengimplemetasikan kompetensinya ke dalam pelaksaan tugas dan tanggung jawab sehingga bekerja cukup hati-hati, namun belum dilaksanakan dengan Tata Kelola yang baik. 14) Direksi memiliki dan melaksanakan
pedoman dan tata tertib kerja anggota Direksi yang paling sedikit mencantumkan etika kerja, waktu kerja, dan peraturan rapat.
v
Direksi telah memiliki pedoman dan tata tertib direksi, namun belum sepenuhnya dilaksanaan.
Jumlah jawaban pada Skala
Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5
Hasil perkalian untuk
masing-masing Skala Penerapan 0 4 3 16 5
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan
Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 8
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 40%
28 3.50
SB B CB KB TB 1 2 3 4 5 Keterangan No Kriteria/Indikator Skala Penerapan 1 15) Direksi mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada
pemegang saham melalui RUPS. v
RUPS dilaksanakan dan direksi memberikan pertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya namun belum secara menyeluruh. 16) Direksi mengkomunikasikan kepada
seluruh pegawai mengenai kebijakan strategis BPR di bidang kepegawaian.
v
Direksi belum sepenuhnya mengkomunikasikan kepada keseluruh pegawai mengenai kebijakan strategis terkait di bidang kepegawaian.
17) Hasil rapat Direksi dituangkan dalam risalah rapat dan didokumentasikan dengan baik, termasuk pengungkapan secara jelas dissenting opinions yang terjadi dalam rapat Direksi, serta dibagikan kepada seluruh Direksi.
v
Hasil rapat Direksi belum seluruhnya dituangkan ke dalam risalah rapat.
18) Terdapat peningkatan pengetahuan, keahlian, dan kemampuan anggota Direksi dan seluruh pegawai dalam pengelolaan BPR yang ditunjukkan antara lain dengan peningkatan
kinerja BPR, penyelesaian v
Terdapat cukup peningkatan pengetahuan, keahlian dan kemampuan anggota Direksi dan seluruh pegawai walaupun belum secara optimal mampu
menyelesaikan permasalahan BPR Pelaksanaan Tugas dan Tanggung
C. Hasil Penerapan Tata Kelola (H)
kinerja BPR, penyelesaian permasalahan yang dihadapi BPR, dan pencapaian hasil sesuai ekspektasi stakeholders.
v menyelesaikan permasalahan BPR atau harapan stakeholders.
19) Direksi menyampaikan laporan penerapan Tata Kelola pada Otoritas Jasa Keuangan, Asosiasi BPR di Indonesia, dan 1 (satu) kantor media atau majalah ekonomi dan keuangan sesuai ketentuan.
v
Laporan penerapan Tata Kelola tahun 2016 telah disampaikan kepada OJK, namun belum mendapat akseptasi dari OJK.
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan
a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk
masing-masing Skala Penerapan 0 0 6 12 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan
Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 5
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 10% Penjumlahan S + P + H
Total Penilaian Faktor 1 Dikalikan dengan bobot Faktor 1
18 3.60
0.36 2.51 0.56
SB B CB KB TB 1 2 3 4 5 Keterangan No Kriteria/Indikator Skala Penerapan 2
1) BPR dengan modal inti paling sedikit Rp50 M: Jumlah anggota Dewan Komisaris paling sedikit 3 (tiga) orang.
BPR dengan modal inti kurang dari Rp50 M:
Jumlah anggota Dewan Komisaris paling sedikit 2 (dua) orang.
2) Jumlah anggota Dewan Komisaris tidak melampaui jumlah anggota
Direksi sesuai ketentuan. v
Jumlah Dewan Komisaris tidak melampaui jumlah Direksi dengan Komposisi terdiri Ketua dan Anggota Dewan Komisaris. 3) Seluruh anggota Dewan Komisaris
telah lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan dan telah diangkat melalui RUPS. Dalam hal BPR memperpanjang masa jabatan anggota Dewan Komisaris, RUPS yang menetapkan perpanjangan masa jabatan anggota Dewan Komisaris dilakukan sebelum berakhirnya masa jabatan.
v
Seluruh anggota Dewan Komisaris telah lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan dan telah diangkat melalui RUPS termasuk masa penjangannya sebelum berakhir masa jabatan.
v
Jumlah Dewan Komisaris terdapat 1 Anggota Dewan Komisaris per 31
Desember 2018 Pelaksanaan Tugas dan Tanggung
A. Struktur dan Infrastruktur Tata
berakhirnya masa jabatan.
4) Paling sedikit 1 (satu) anggota Dewan Komisaris bertempat tinggal di provinsi yang sama atau di kota/kabupaten pada provinsi lain yang berbatasan langsung dengan provinsi lokasi Kantor Pusat BPR.
v
Dewan Komisaris bertempat tinggal di provisi yang sama di Kota Yogyakarta sedangkan yang lainnya pada provinsi lain yang berbatasan langsung dengan provisi lokasi kantor Pusat BPR.
SB B CB KB TB 1 2 3 4 5 Keterangan No Kriteria/Indikator Skala Penerapan 5) BPR memiliki Komisaris Independen:
a. Untuk BPR dengan modal inti
paling sedikit
Rp80.000.000.000,00 (delapan puluh milyar rupiah) paling sedikit 50% (lima puluh persen) dari jumlah anggota Dewan Komisaris adalah Komisaris Independen. b. Untuk BPR dengan modal inti
paling sedikit
Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah) dan kurang dari Rp80.000.000.000,00 (delapan puluh milyar rupiah), paling sedikit satu anggota Dewan Komisaris merupakan Komisaris Independen.
v
Dewan Komisaris tidak ada hubungan dengan Direksi, Komisaris lainnya, keuangan BPR maupun dengan pemilik.
6) Dewan Komisaris memiliki pedoman dan tata tertib kerja termasuk pengaturan etika kerja, waktu kerja, dan rapat.
v
Dewan Komisaris telah memiliki Pedoman dan Tata Tertib Kerja sesuai POJK.
7) Dewan Komisaris tidak merangkap jabatan sebagai anggota Dewan
Dewan Komisaris tidak rangkap jabatan pada BPR lain sebagai jabatan sebagai anggota Dewan
Komisaris pada lebih dari 2 (dua) BPR atau BPRS lainnya, atau sebagai Direksi atau pejabat eksekutif pada BPR, BPRS dan/atau Bank Umum.
v
jabatan pada BPR lain sebagai Dewan Komisaris dan tidak lebih dari 2 (dua) BPR
8) Mayoritas anggota Dewan Komisaris tidak memiliki hubungan keluarga atau semenda sampai dengan derajat kedua dengan sesama anggota Dewan Komisaris atau Direksi.
v
Seluruh Dewan Komisaris tidak terdapat hubungan keluarga atau semenda dengan Dewan Komisaris lain atau Direksi.
9) Seluruh Komisaris Independen tidak ada yang memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris lain, Direksi dan/atau pemegang saham pengendali atau hubungan lain yang
dapat mempengaruhi
kemampuannya untuk bertindak independen.
v
Seluruh Dewan Komisaris tidak terdapat hubungan keluarga maupun hubungan keuangan dgn Dewan Komisaris lain, pemegang saham maupun Direksi.
Jumlah jawaban pada Skala
Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5
Hasil perkalian untuk
masing-masing Skala Penerapan 5 6 0 4 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan
Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 9
Dikali dengan bobot Struktur dan
Infrastruktur Tata Kelola (S): 50% 0.83
15 1.67
SB B CB KB TB
1 2 3 4 5
Keterangan No Kriteria/Indikator
SB B CB KB TB 1 2 3 4 5 Keterangan No Kriteria/Indikator Skala Penerapan 2
10) Dewan Komisaris telah
melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab serta memberikan nasihat kepada Direksi, antara lain pemberian rekomendasi atau nasihat tertulis terkait dengan pemenuhan ketentuan BPR termasuk prinsip kehati-hatian.
v
Dewan komisaris telah melaksanakan evaluasi pengawasan dan secara tertulis pada setiap tri wulan terhadap tugas dan tanggung jawab Direksi.
11) Dalam rangka melakukan tugas
pengawasan, Komisaris
mengarahkan, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis BPR.
v
Dewan Komisaris telah memberikan pengarahan, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis BPR sesuai rencana kerja dan kebijakan.
12) Dewan Komisaris tidak terlibat dalam pengambilan keputusan kegiatan operasional BPR, kecuali dalam hal penyediaan dana kepada pihak terkait sebagaimana diatur dalam ketentuan mengenai batas maksimum pemberian kredit BPR dan hal-hal lain yang ditetapkan
v
Dewan Komisaris tidak terlibat dalam kegiatan Operasional khususnya dalam proses pemberian kredit Pelaksanaan Tugas dan Tanggung
B. Proses Penerapan Tata Kelola (P)
dan hal-hal lain yang ditetapkan dalam peraturan perundangan dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan.
13) Dewan Komisaris memastikan bahwa Direksi menindaklanjuti temuan audit intern, audit ekstern, hasil pengawasan Otoritas Jasa Keuangan, dan/atau hasil pengawasan otoritas lainnya antara lain dengan meminta Direksi untuk menyampaikan dokumen hasil tindak lanjut temuan.
v
Dewan Komisaris telah
mengingatkan baik secara lisan maupun tertulis (melalui evaluasi kinerja per tri wulan) kepada Direksi untuk menindaklanjuti temuan Audit Intern dan Ekstern serta OJK atau otoritas lain.
14) Dewan Komisaris menyediakan
waktu yang cukup untuk
melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal dan menyelenggarakan Rapat Dewan Komisaris paling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 bulan yang dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Komisaris.
v
Dewan Komisaris selalu
menyediakan waktu yang cukup untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab walaupun belum optimal tetapi tepat 3 bulan sekali selalu melakukan rapat Dewan Komisaris.
SB B CB KB TB
1 2 3 4 5
Keterangan No Kriteria/Indikator
Skala Penerapan
15) Pengambilan keputusan rapat Dewan Komisaris yang bersifat strategis telah dilakukan berdasarkan musyawarah mufakat atau suara terbanyak dalam hal tidak tercapai musyawarah mufakat, atau sesuai ketentuan yang berlaku dengan mencantumkan dissenting
opinion jika terdapat perbedaan pendapat.
v
Hasil keputusan rapat Dewan Komisaris yang bersifat strategis selalu berdasarkan musyawarah dan tidak pernah terjadi dissenting opinion.
16) Anggota Dewan Komisaris tidak
memanfaatkan BPR untuk
kepentingan pribadi, keluarga, dan/atau pihak lain yang merugikan atau mengurangi keuntungan BPR, serta tidak mengambil dan/atau menerima keuntungan pribadi dari BPR, selain remunerasi dan fasilitas lainnya yang ditetapkan RUPS.
v
Anggota Dewan Komisaris tidak pernah memanfaatkan BPR untuk kepentingan pribadi, keluarga yang dapat mengurangi keuntungan BPR.
17) Anggota Dewan Komisaris melakukan pemantauan terhadap laporan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab anggota Direksi
yang membawahkan fungsi v
Anggota Direksi yang
membawahkan fungsi kepatuhan pada tahun 2018 belum
ditetapkan, sehingga belum ada pelaporan secara khusus perihal yang membawahkan fungsi
kepatuhan yang memerlukan tindak lanjut Direksi.
v pelaporan secara khusus perihal dimaksud.Namun secara umum Dewan Komisaris melakukan pemantauan terhadap fungsi kepatuhan.
Jumlah jawaban pada Skala
Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5
Hasil perkalian untuk masing-masing Skala Penerapan
4 4 3 4 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan
Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 8
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 40%
18) Hasil rapat Dewan Komisaris dituangkan dalam risalah rapat dan didokumentasikan dengan baik dan jelas, termasuk dissenting opinions yang terjadi jika terdapat perbedaan pendapat, serta dibagikan kepada seluruh anggota Dewan Komisaris.
v
Hasil rapat Dewan Komisaris telah dituangkan ke dalam risalah rapat dan didokumentasikan termasuk bila ada dissenting opinion. 15
1.88
C. Hasil Penerapan Tata Kelola (H)
SB B CB KB TB
1 2 3 4 5
Keterangan No Kriteria/Indikator
Skala Penerapan
Jumlah jawaban pada Skala
Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5
Hasil perkalian untuk
masing-masing Skala Penerapan 1 0 0 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan
Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 1
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 10% Penjumlahan S + P + H
Total Penilaian Faktor 2 Dikalikan dengan bobot Faktor 2
1 1.00
0.10 1.68 0.28
SB B CB KB TB 1 2 3 4 5 Keterangan No Kriteria/Indikator Skala Penerapan 3
1) BPR telah memiliki Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko dengan anggota Komite sesuai ketentuan.
BPR tidak membentuk Komite yang membentuk kerja Dewan Komisaris
Jumlah jawaban pada Skala
Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5
Hasil perkalian untuk
masing-masing Skala Penerapan 0 0 0 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan
Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 1
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 50% B. Proses Penerapan Tata Kelola (P) 2) Komite Audit melakukan evaluasi
terhadap penerapan fungsi audit intern.
BPR tidak membentuk Komite Audit
3) Komite Pemantau Risiko melakukan evaluasi terhadap penerapan fungsi manajemen risiko.
BPR tidak membentuk Komite Pemantauan Risiko
4) Dewan Komisaris memastikan BPR tidak membentuk Komite
Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas A. Struktur dan Infrastruktur Tata
0 0
0.00
4) Dewan Komisaris memastikan bahwa Komite yang dibentuk menjalankan tugasnya secara efektif antara lain telah sesuai dengan pedoman dan tata tertib kerja.
BPR tidak membentuk Komite
Jumlah jawaban pada Skala
Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5
Hasil perkalian untuk
masing-masing Skala Penerapan 0 0 0 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan
Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 3
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 40%
5) Komite memberikan rekomendasi terkait penerapan audit intern dan fungsi manajemen risiko kepada Dewan Komisaris untuk tindak lanjut kepada Direksi BPR.
BPR tidak membentuk Komite 0
0
0.00 C. Hasil Penerapan Tata Kelola (H)
SB B CB KB TB
1 2 3 4 5
Keterangan No Kriteria/Indikator
Skala Penerapan
Jumlah jawaban pada Skala
Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5
Hasil perkalian untuk
masing-masing Skala Penerapan 0 0 0 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan
Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 1
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 10% Penjumlahan S + P + H
Total Penilaian Faktor 3 Dikalikan dengan bobot Faktor 3
0 0
0.00 0.00 0.00
SB B CB KB TB
1 2 3 4 5
Keterangan No Kriteria/Indikator
SB B CB KB TB 1 2 3 4 5 Keterangan No Kriteria/Indikator Skala Penerapan 4
1) BPR memiliki kebijakan, sistem dan prosedur penyelesaian mengenai benturan kepentingan yang mengikat setiap pengurus dan pegawai BPR termasuk administrasi, dokumentasi dan pengungkapan benturan kepentingan dimaksud dalam Risalah Rapat.
v
BPR belum memiliki kebijakan, sistem dan prosedur tertulis mengenai Banturan Kepentingan untuk mengikat pengurus dan pegawai BPR. Begitupun pengadministrasian dan dokumentasi.
Jumlah jawaban pada Skala
Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5
Hasil perkalian untuk
masing-masing Skala Penerapan 0 0 0 0 5
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan
Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 1
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 50% B. Proses Penerapan Tata Kelola (P) 2) Dalam hal terjadi benturan
kepentingan, anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi, dan
Anggota Dewan Komisaris dan Direksi tidak penah mengambil tindakan yang mengurangi Penanganan Benturan Kepentingan
A. Struktur dan Infrastruktur Tata
5 5.00
2.50
Komisaris, anggota Direksi, dan Pejabat Eksekutif tidak mengambil tindakan yang dapat merugikan atau mengurangi keuntungan BPR, atau tidak mengeksekusi transaksi
yang memiliki benturan
kepentingan tersebut.
v
tindakan yang mengurangi
keuntungan BPR dalam hal terjadi benturan kepentingan.
Jumlah jawaban pada Skala
Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5
Hasil perkalian untuk
masing-masing Skala Penerapan 0 2 0 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan
Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 1
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 40%
3) Benturan kepentingan yang dapat merugikan BPR atau mengurangi keuntungan BPR diungkapkan dalam setiap keputusan dan telah terdokumentasi dengan baik.
v
Selama ini belum pernah terjadi benturan kepentingan. Dalam hal proses pengambilan keputusan selama ini lebih banyak dilakukan secara lisan.
2 2.00
0.80 C. Hasil Penerapan Tata Kelola (H)
SB B CB KB TB
1 2 3 4 5
Keterangan No Kriteria/Indikator
Skala Penerapan
Jumlah jawaban pada Skala
Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5
Hasil perkalian untuk
masing-masing Skala Penerapan 0 0 3 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan
Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 1
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 10% Penjumlahan S + P + H
Total Penilaian Faktor 4 Dikalikan dengan bobot Faktor 4
3 3.00
0.30 3.60 0.40
SB B CB KB TB
1 2 3 4 5
Keterangan No Kriteria/Indikator
SB B CB KB TB 1 2 3 4 5 Keterangan No Kriteria/Indikator Skala Penerapan 5
1) BPR dengan modal inti paling sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah): Anggota Direksi yang
membawahkan fungsi kepatuhan memenuhi persyaratan paling sedikit untuk:
a. tidak merangkap sebagai Direktur Utama;
b. tidak membawahkan bidang operasional penghimpunan dan penyaluran dana; dan
c. mampu bekerja secara independen.
BPR dengan modal inti kurang dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah): Anggota Direksi yang membawahkan fungsi kepatuhan tidak menangani penyaluran dana.
2) Anggota Direksi yang
membawahkan fungsi kepatuhan
Belum ada Direktur yang mbawahkan Direktur Kepatuhan v
Belum ada Direktur yang mbawahkan Direktur Kepatuhan Penerapan Fungsi Kepatuhan
A. Struktur dan Infrastruktur Tata
membawahkan fungsi kepatuhan memahami peraturan Otoritas Jasa Keuangan dan peraturan perundang-undangan lain yang berkaitan dengan perbankan.
v
mbawahkan Direktur Kepatuhan
3) BPR dengan modal inti paling sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah):
Pelaksanaan fungsi kepatuhan dilakukan dengan membentuk satuan kerja kepatuhan yang independen terhadap satuan kerja atau fungsi operasional.
BPR dengan modal inti kurang dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah):
Pelaksanaan fungsi kepatuhan dilakukan dengan menunjuk Pejabat Eksekutif yang menangani fungsi kepatuhan independen terhadap satuan kerja atau fungsi operasional.
v
Per 31 Deesember 2018 Belum adanya penunjukkan pejabat eksekutif yang menangani fungsi kepatuhan namun baru ditunjuk di awal tahun 2019.
4) Satuan kerja kepatuhan atau Pejabat Eksekutif yang menangani fungsi kepatuhan menyusun dan/atau mengkinikan pedoman kerja, sistem, dan prosedur kepatuhan.
v
Belum adanya pedoman kerja, sistem dan prosedur kepatuhan
5) BPR memiliki ketentuan intern mengenai tugas, wewenang, dan tanggung jawab bagi satuan kerja kepatuhan atau Pejabat Eksekutif yang menangani fungsi kepatuhan.
v
Per 31 Desember 2018 BPR belum memiliki ketentuan tugas,
wewenang dan tanggung jawab pejabat eksekutif kepatuhan.
SB B CB KB TB
1 2 3 4 5
Keterangan No Kriteria/Indikator
Skala Penerapan
Jumlah jawaban pada Skala
Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5
Hasil perkalian untuk
masing-masing Skala Penerapan 0 0 0 4 20
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan
Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 5
Dikali dengan bobot Struktur dan
Infrastruktur Tata Kelola (S): 50% 2.00
24 4.80
SB B CB KB TB
1 2 3 4 5
Keterangan No Kriteria/Indikator
SB B CB KB TB 1 2 3 4 5 Keterangan No Kriteria/Indikator Skala Penerapan 5
6) Anggota Direksi yang
membawahkan fungsi kepatuhan menetapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan BPR telah memenuhi seluruh peraturan Otoritas Jasa Keuangan dan peraturan perundang-undangan lain termasuk penyampaian laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan dan otoritas lainnya.
v
Belum ditetapkan langkah-langkah untuk memastikan pemenuhan peraturan OJK dan paraturan perundang-uangan lainnya
7) Anggota Direksi yang
membawahkan fungsi kepatuhan melakukan upaya untuk mendorong terciptanya budaya kepatuhan BPR antara lain melalui sosialisasi dan pelatihan ketentuan terkini.
v
Budaya kepatuhan terhadap peraturan eksternal cukup memadai walaupun belum terbantuk Direksi yang
membawahkan fungsi kepatuhan
8) Anggota Direksi yang
membawahkan fungsi kepatuhan memantau dan menjaga kepatuhan BPR terhadap seluruh komitmen yang dibuat oleh BPR kepada Otoritas Jasa Keuangan termasuk
BPR selalu komitmen kepada OJK untuk mematuhi berbagai
peraturan terutama terkait dengan pengambilan kepatuhan oleh ditreksi, walaupun bukan Direksi yang membawahkan fungsi B. Proses Penerapan Tata Kelola (P)
Penerapan Fungsi Kepatuhan
Otoritas Jasa Keuangan termasuk melakukan tindakan pencegahan apabila terdapat kebijakan dan/atau keputusan Direksi BPR yang menyimpang dari ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dan peraturan perundang-undangan.
v
yang membawahkan fungsi kepatuhan.
9) Satuan kerja kepatuhan atau Pejabat Eksekutif yang menangani fungsi kepatuhan memastikan bahwa seluruh kebijakan, ketentuan, sistem, dan prosedur, serta kegiatan usaha yang dilakukan BPR telah sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dan peraturan perundang-undangan.
v
Pada tahun 2017 BPR belum menunjuk Direktur yang
membawahkan Fungsi Kepatuhan.
10) Satuan kerja kepatuhan atau Pejabat Eksekutif yang menangani fungsi kepatuhan melakukan reviu dan/atau merekomendasikan pengkinian dan penyempurnaan kebijakan, ketentuan, sistem maupun prosedur yang dimiliki oleh BPR agar sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dan peraturan perundang-undangan.
v
BPR belum menunjuk Satuan Kerja Fungsi Kepatuhan
SB B CB KB TB
1 2 3 4 5
Keterangan No Kriteria/Indikator
Skala Penerapan
Jumlah jawaban pada Skala
Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5
Hasil perkalian untuk
masing-masing Skala Penerapan 0 0 0 0 25
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan
Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 5
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 40%
11) BPR berhasil menurunkan tingkat pelanggaran terhadap ketentuan.
v
Masih terjadi pelanggaran
terhadap ketentuan dan peraturan eksternal dan internal.
12) Anggota Direksi yang
membawahkan fungsi kepatuhan
menyampaikan laporan
pelaksanaan tugas dan tanggung jawab secara berkala kepada Direktur Utama dengan tembusan kepada Dewan Komisaris. Dalam hal anggota Direksi yang membawahkan fungsi kepatuhan adalah Direktur Utama, laporan disampaikan
v
Mengingat belum ada penunjukan dir yang membawahkan fungsi kepatuhan, maka sampai saat ini, belum ada laporan yang dimaksud kepada Dirut dan Dekom.
C. Hasil Penerapan Tata Kelola (H)
25 5
2.00
Utama, laporan disampaikan kepada Dewan Komisaris.
13) Anggota Direksi yang
membawahkan Fungsi Kepatuhan menyampaikan laporan khusus kepada Otoritas Jasa Keuangan apabila terdapat kebijakan atau
keputusan Direksi yang
menyimpang dari peraturan Otoritas Jasa Keuangan dan/atau peraturan perundang-undangan lain, sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.
v
Mengingat belum ada penunjukan dir yang membawahkan fungsi kepatuhan, maka belum ada pelaporan khusus yang disampaikan kepada OJK.