• Tidak ada hasil yang ditemukan

makalah manajemen pendidikan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "makalah manajemen pendidikan"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Dalam kehidupan yang semakin lama semakin ketat kompetensi dalam bidang pekerjaan ini, kita dituntut untuk dapat mengatur segala sesuatu dengan sistematis. Dalam menjalankan suatu proses kerja seseorang harus mempunyai pengetahuan tentang manajemen dari

pekerjaannya tersebut. Dalam makalah ini akan dibahas tentang pengertian dan ruang lingkup dari Manajemen pendidikan yang akan memperkaya wawasan keilmuan kita.

2.1.Pengertian Manajemen Pendidikan 2.1.1. Definisi Manajemen

Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan,” terutamanya “mengendalikan kuda” yang berasal dari bahasa latin manus yang berati “tangan”. Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni

mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia. Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.

Manajemen dapat didefinisikan sebagai “proses perencanaan, pengorganisasian, pengisian staf, pemimpinan, dan pengontrolan untuk optimasi penggunaan sumber-sumber dan pelaksanaan tugas-tugas dalam mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien”. Manajemen adalah Suatu Proses dalam rangka mencapai tujuan dengan bekerja bersama melalui orang-orang dan sumber daya organisasi lainnya.

Menurut Mary Parker Follet Manajemen Adalah sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi

Menurut Ricky W. Griffin Manajemen Adalah sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan

perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal

(2)

Menurut George R. Terry Manajemen adalah proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan : perencanaan, pengorganisasian, menggerkan dan pengawasan yang dialkukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber-sumber lain

Menurut Prof. Eiji Ogawa Manajemen adalah Perencanaan, Pengimplementasian dan Pengendalian kegiatan-kegiatan termasuk system pembuatan barang yang dilakukan oleh organisasi usaha dengan terlebih dahulu telah menetapkan sasaran-sasaran untuk kerja yang dapat disempurnakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang berubah.

Dari beberapa definisi menurut asal kata dan definisi dari pendapat ahli, maka dapat ditarik kesimpulan mengenai apa yang dimaksud dengan managemen. Manajemen adalah Proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam mengelola sumber daya yang berupa man, money, materials, method, machines, market, minute dan information untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien.

2.1.2. Definisi Pendidikan

Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak. Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap pendidikan. Pendidikan umumnya dibagi menjadi tahap seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah dan kemudian perguruan tinggi, universitas atau magang.

Sebuah hak atas pendidikan telah diakui oleh beberapa pemerintah. Pada tingkat global, Pasal 13 PBB 1966 Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya mengakui hak setiap orang atas pendidikan. Meskipun pendidikan adalah wajib di sebagian besar tempat sampai usia tertentu, bentuk pendidikan dengan hadir di sekolah sering tidak dilakukan, dan sebagian kecil orang tua memilih untuk pendidikan home-schooling, e-learning atau yang serupa untuk anak-anak mereka.

Pendidikan biasanya berawal saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran.

(3)

Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Seperti kata Mark Twain, "Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya."

Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.

Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes) berikut:

 Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah.

 Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat.

 Melestarikan kebudayaan.

 Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi. Fungsi lain dari lembaga pendidikan adalah sebagai berikut.

 Mengurangi pengendalian orang tua. Melalui pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah.  Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk

menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka.

 Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima

perbedaan prestise, privilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Sekolah juga diharapkan menjadi saluran mobilitas siswa ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak sesuai dengan status orang tuanya.

 Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.

(4)

Menurut David Popenoe, ada empat macam fungsi pendidikan yakni sebagai berikut:  Transmisi (pemindahan) kebudayaan.

 Memilih dan mengajarkan peranan sosial.  Menjamin integrasi sosial.

 Sekolah mengajarkan corak kepribadian.  Sumber inovasi sosial.

2.1.3. Definisi Manajemen Pendidikan

Istilah yang akrab dengan pengelolaan pendidikan sebelumnya adalah Administrasi Pendidikan, namun saat ini istilah tersebut seolah menyempit, hal ini seakan – akan

merupakan kegiatan ketatausahaan sekolah semata. Untuk merevitalisasi makna yang terkandung pada Administrasi Pendidikan, trend terakhir di Indonesia kini lebih banyak menggunakan istilah Manajemen Pendidikan.

Batasan manajemen pendidikan dapat diambil berdasarkan 3 pendekatan. Pendekatan pertama menganggap manajemen pendidikan sebagai cabang ilmu manajemen, sehingga batasannnya adalah seni dan ilmu mengelola sumber daya pendidikan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirnya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Adapun secara proses, manajemen pendidikan didefinisikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Bila dikaji dengan pendekatan struktur atau tugasnya, maka manajemen pendidikan diartikan sebagai manajemen peserta didik, kurikulum, tenaga pendidik, dan kependidikan, keuangan, fasilitas, hubungan lembaga dengan masyarakat, pengorganisasian, ketatalaksanaan, dan supervise pendidikan (Husaini Usma, 2004 : 12).

2.2.Objek Kajian Manajemen pendidikan

(5)

1. Man

Man atau manusia adalah unsur terpenting yang perlu dikelola dalam manajemen pendidikan, pengelolaan yang biasa dilakukan misalnya dengan mengorganisasikan manusia dengan melihat apa yang menjadi keahlian orang tersebut.

1. Money

Money atau uang dimaksudkan untuk mengelola pemdanaan atau pembiayaan secara efisien sehingga tidak terjadi pemborosan dalam suatu lembaga pendidikan.

1. Materials

Materials atau bahan materi merupakan aspek yang tidak kalah penting dalam manajemen pendidikan, melalui pengelolaan material maka bisa terbentuk kurikulum yang berisi panduan dasar untuk mentranfer ilmu dari guru ke siswa.

1. Method

Pengelolaan metode juga harus dilakukan dengan baik, metode yang digunakan untuk mengajar guru di sekolah satu dengan guru di sekolah lain tidak sama karena tergantung pada kesiapan siswa yang diajar.

1. Machines

Pengelolaan mesin bertujuan untuk dapat mengelola mesin yang digunakan untuk

mendukung proses belajar mengajar supaya dapat digunakan sebaik mungkin dan tidak cepat mengalami kerusakan, untuk orang yang mengelola mesin biasanya harus orang yang benar-benar tau cara merawat mesin tersebut dengan baik.

1. Market

Market atau pasar adalah salah satu kunci yang menentukan sekolah atau lembaga pendidikan tersebut menjadi lembaga pendidikan yang besar atau kecil, pasar yang dimaksud adalah masyarakat secara luas, sasaran yang dituju adalah masyarakat yang berniat menyekolahkan putra putri mereka.

1. Minutes

Minutes atau waktu perlu dikelola dengan baik karena waktu belajar peserta didik di sekolah sangat terbatas, sehingga perlu pengelolaan yang baik supaya waktu belajar mengajar

(6)

2.3.Tujuan Belajar Manajemen Pendidikan

 · Efisien dalam menggunakan sumber daya.

Dengan mempelajari manajemen pendidikan dengan baik, diharapkan seseorang dapat mengelola sumber daya secara efisien, misalnya sumber daya yang berupa pembiayaan, waktu dan lain sebagainya.

 Efektif dalam pencapaian tujuan.

Dengan mempelajari manajemen pendidikan secara berkesinambungan dan secara sungguh-sungguh, diharapkan seseorang dapat mengefektifkanproses dan sumber daya yang dikelola untuk mencapai tujuan dengan optimal.

 Bermuara pada tujuan pendidikan.

Tujuan manajemen pendidikan tidak akan lepas dari tujuan pendidikan nasional, yaitu bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk

berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

 Mendukung kegiatan pendidikan dalam upaya mencapai tujuan pendidikan.

Manajemen pendidikan juga mendukung dan memfasilitasi kegiatan pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Kegiatan pendidikan yang didukung dengan manajemen pendidikan yang baik, akan mendapatkan hasil yang baik sehingga tujuan pendidikan yang ditargetkan dapat tercapai.

2.4. Fungsi Manajemen Pendidikan

Ada banyak pendapat mengenai fungsi – fungsi manajemen, diantaranya Terry yang menyatakan fungsi manajemen sbb :

(7)

2.4.1. Perencanaan

Planning (perencanaan), yakni menentukan garis – garis besar untuk dapat memulai usaha yang terdiri atas apa yang akan dicapai, bagaimana mencapainya, kapan, dan lain sebagainya Pengertian Perencanaan Pendidikan menurut Suryosubroto adalah Mengarahkan proses kegiatan pada tujuan yg hendak dicapai. Sedangkan secara umum Perencanaan Pendidikan dapat diartikan sebagai pedoman proses kegiatan pendididkan agar sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.

Tujuan perencanaan pendidikan:

1. Standar Pengawasan : Mengetahui kapan akan memulai pelaksanaan dan selesai serta mengetahui siapa saja yang terlibat.

2. Sistematis biaya dan kualitas kegiatan : Hemat biaya, waktu, tenaga. Memberi gambaran komprehensif.

3. Memadukan beberapa subkegiatan. Mendeteksi hambatan. Mengarahkan pencapaian tujuan

Manfaat Perencanaan Pendidikan:

1. Standar Pelaksanaan & Pengawasan 2. Pemilihan berbagai alternatif terbaik 3. Penyusunan skala prioritas

4. Hemat pemanfaatan resources 5. Penyesuaian terhadap lingkungan

6. Memudahkan koordinasi dengan pihak terkait 7. Meminimalisir pekerjaan yang tidak pasti Ruang Lingkup Perencanaan Pendidikan:

1. Waktu : Jangka Panjang, Menengah, Pendek 2. Spasial : Nasional, Regional, Tata Ruang Model Perencanaan Pendidikan

(8)

1. Komprehensif : Menganalisis perubahan-perubahan dalam sistem pendidikan secara menyeluruh

2. Keefektifan Biaya : Menganalisis proyek dengan kriteria efisiensi dan efektivitas 3. PPBS : Planning, Programming, Budgeting systemBanyak digunakan

di pendidikan tinggi negeri

4. Target Setting : Untuk memproyeksi tingkat perkembangan dalam kurun waktu tertentu

2.4.2. Pengorganisasian

Organizing (menyusun), yakni rangkaian kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan sebagaimana telah ditetapkan dalam perencanaan. Hal – hal yang dilakukan antara lain pembagian tugas, pendelegasian kekuasaan dan wewenang dan lain – lain. Pengertian

Organisasi menurut Weber dalam Stoner & Freeman (1955) adalah Struktur birokrasi

sedangkan menurut Usman, 2009 Organisasi adalah Proses kerjasama antara dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien (Usman, 2009).

Tujuan dan Manfaat Organisasi:

1. Mengatasi keterbatasan kemampuan dari perseorangan dan Resources.

2. Mencapai tujuan secara efektif dan efisien, wadah SDM dan Teknologi, hal ini dilakukan secara terorganisir.

3. Mengembangkan potensi dan pembagian pekerjaan : hal ini dapat dilakukan dengan mencari dan menggali potensi pada organisasi.

4. Mengelola lingkungan dan mencari keuntungan bersama : pencarian keuntungan pada organisasi dapat dicari dengan memperoleh sponsor untuk membantu mendanai kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi.

5. Wadah menggunakan kewenangan dan mendapatkan penghargaan : dalam kegiatan berorganisasi individu dapat mengoptimalkan potensi yang ada pada dirinya dan menggunakan wewenangnya serta dapat memperoleh sertifikat dari setiap kegiatan. 6. Wadah pemenuhan kebutuhan manusia yang semakin banyak.

7. Wadah menambah pergaulan dan memanfaatkan waktu luang : individu yang berlatih berorganisasi dapat lebih mampu beradaptasi dengan baik terhadap partner kerjanya serta waktu luang tidak terbuang percuma karena dapat dimanfaatkan dengan kegiatan yang positif di organisasi.

(9)

Arah Pengembangan Organisasi

1. Humanistik : memaksimalkan setiap potensi yang ada pada diri individu atau SDM. 2. Orientasi Sistem : setiap anggota organisasi harus mampu mengenal dan memahami

tempat serta asal usul dan manfaat yang ia dapatkan dalam organisasi yang ia ikuti. 3. Agen Perubahan : cenderung dimiliki oleh orang yang mempunyai gagasan baru untuk

mengembangkan dan memajukan organisasi.

4. Problem Solving : mengatasi masalah/ pemecahan masalah. 5. Tahap :

a. Perumusan pemecahan masalah b. Perolehan data

c. Analisis

6. Pembelajaran Experiensial : pelatihan-pelatihan yang mendukung ke arah organisasi yang berupa pelatihan pengalaman.

7. Balikan :

 Sesuatu yang didapatkan oleh individu dalam organisasi yang berupa manfaat dari pelatihan setiap kegiatan yang dilakukan.

 Dalam organisasi terdapat evaluasi yaitu dengan mengevaluasi apa yang telah kita keluarkan untuk kebaikan organisasi.

8. Orientasi Kontingensi : kepemimpinan, seorang pemimpin harus mampu memberikan perhatian yang luas dan situasional terhadap organisasi yang dipimpinnya.

9. Bina Tim : Mampu membentuk sebuah team work yang efektif dan solid serta kerjasama sosial yang kuat.

Tahap Pengenmbangan Organisasi

1. Kreativitas dan Inovasi : mengembangkan penemuan-penemuan yang bermanfaat bagi organisasi dan mampu menciptakan penemuan baru yang juga berguna demi kebaikan organisasi.

2. Kepemimpinan Baru : pembuatan kebijakan baru

3. Pendelegasian : membagi tugas dan wewenang setiap anggota 4. Koordinasi, Kolaborasi : setiap ada kegiatan semuanya telah dikoordinasi

dengan baik dan semua anggota mampu bekerja sama dengan anggota lainnya. 5. Organitational Development : organisasi berkembang

(10)

Actuating (menggerakkan untuk bekerja/pelaksanaan), untuk melaksanakan kegiatan atau aktivitas pencapaian tujuan, diperlukan tindakan – tindakan seperti kepemimpinan, perintah, instruksi, komunikasi, dan lain – lain.

Komponen Dasar:

1. Tujuan : tujuan dalam komponen kurikulum disusun untuk membuat keteraturan dalam pembuatan jadwal.

2. Isi/ Materi : mata kuliah atau mata pelajaran yang diajarkan. 3. Proses : pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dalam kelas.

4. Media : media digunakan untuk memperlancar proses belajar mengajar. 5. Evaluasi : evaluasi diadakan untuk mengevaluasi kurikulum apakah sudah tepat

atau belum pelaksanaannya. Arah Pengembangan:

1. IPTEKS

2. Perubahan Sosial dan Kebutuhan Stakeholders 3. Pemenuhan Kebutuhan Siswa

4. Kemajuan Pendidikan

5. Perubahan Sistem Pendidikan Manajemen Kurikulum:

1. Perencanaan kurikulum harus memperhatikan karakteristik kurikulum yang baik, baik dari segi isi, pengorganisasian maupun peluang-peluang untuk menciptakan pembelajaran yang baik akan mudah diwujudkan oleh pelaksana kurikulum 2. Pelaksanaan kurikulum merupakan tahap pelaksanaan pembelajaran

3. Penilaian kurikulum dimaksudkan untuk melihat atau menaksir keefektifitasan kurikulum yang digunakan oleh guru yang mengaplikasikan kurikulum tersebut 2.4.4. Pengawasan

Controlling (pengawasan), yakni kegiatan dalam rangka memeriksa hal – hal apa yang telah dilakukan memastikan apakah pekerjaan telah berjalan sebagaimana mestinya, serta

(11)

Fayol merumuskan fungsi manajemen sebagai to plan, to organize, to command, to coordinate, dan to control. Adapula pendapat dari Gullick yang merumuskan fungsi manajemen secara lebih detil lagi, yakni dengan planning, organizing, staffing, directing, coordinating, reporting, budgeting (Hartati Sukirman, 1999 : 5). Namun demikian, pada prinsipnya fungsi – fungsi yang dipaparkan para pakar tersebut memiliki benang merah yang sama. Hanya saja, masing- masing dari mereka memiliki pengembangan yang sedikit berbeda yang tujuannya mempermudah pengimplementasian ilmu manajemen di dunia nyata.

2.5.Ruang Lingkup manajemen

Ruang lingkup dari manajemen pendidikan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu : Menurut Wilayah Kerja, Menurut Objek garapan, dan Menurut Fungsi Kegiatan.

1. Menurut Wilayah kerja, ruang lingkupnya meliputi : Manajemen seluruh negara, manajemen satu propinsi, manajemen satu unit kerja, dan manajemen kelas.

2. Menurut Objek garapan, ruang lingkupnya meliputi : Manajemen siswa, manajemen ketenaga pendidikan, manajemen sarana-prasarana, manajemen tata laksana pendidikan, mqanajemen pembiayaan dan manajemen humas.

3. Menurut Fungsi Kegiatan, ruang lingkupnya meliputi : Merencanakan,

mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan, mengko-munikasikan, mengawasi atau mengevaluasi.

BAB III PENUTUP

2.1 Kesimpulan

Dari pembahasan tentang Definisi dan ruang lingkup Manajemen dan Manajemen

Pendidikan, maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa Manajemen Pendidikan adalah Proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam mengelola sumber daya yang berupa man, money, materials, method, machines, market, minute dan information untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien dalam bidang pendidikan.

(12)

Objek atau sumber daya yang menjadi kajian dalam manajemen pendidikan ada tujuh , yaitu : Man, Money, Materials, Method, Machines, Market, dan Minutes. Tujuan belajar manajemen pendidikan adalah untuk berlaku efisien dalam menggunakan sumber daya, efektif dalam pencapaian tujuan, bermuara pada tujuan pendidikan dan mendukung kegiatan pendidikan dalam upaya mencapai tujuan pendidikan.

Fungsi dari manajemen pendidikan adalah fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pelaksanaan (actuating) , dan funsi pengawasan (controling).

Ruang lingkup manajemen pendidikan menjadi tiga kelompok, yaitu : Menurut Wilayah Kerja, Menurut Objek garapan, dan Menurut Fungsi Kegiatan.

2.2 Saran

Sebagai mahasiswa yang tidak terlepas dari segala sesuatu yang berkaitan dengan pendidikan dan bidang keilmuan. Kita seharusnya dapat mempelajari Ilmu Manajemen dengan baik. Hal ini bertujuan supaya kita dapat mengatur, mengorganisasikan, mengarahkan dan

Referensi

Dokumen terkait

Setelah dilakukan validasi oleh ahli media, ahli materi dan guru biologi, selanjutnya dilakukan uji coba tahap pertama yaitu uji coba terbatas. Uji coba terbatas

(berpikir kreatif) yang lebih tinggi dari kelas kontrol.. Untuk nilai jangkauan sebesar 33 dan simbangan baku sebesar 11,50. Dari data ini sudah sangat jelas terdapat perbedaan

Berdasarkan pada keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 443/KMK.01/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Direktorat.. Jenderal Pajak yang mana

*) Kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, yang ditentukan oleh satuan pendidikan (madrasah). **)

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran umum kualitas layanan akademik, kepuasan mahasiswa, dan hasil belajar mahasiswa FPEB UPI angkatan 2013 serta

Manusia juga tidak akan bisa hidup di dalam ruangan walaupun ruangan tersebut berisi udara jika komposisi penyusun udaranya tidak tepat atau ada bahan berbahaya

Namun pada kenyataannya, perolehan belajar peserta didik kelas VB semester 2 tahun ajaran 2015/2016 tergolong rendah, hal ini terlihat dari perolehan belajar yang

Pengaruh Bermain Konstruktif Terhadap Tingkat Kreativitas Ditinjau Dari Kreativitas Afektif Pada Anak Usia Sekolah.. Jurnal Penelitian Psikologi : Vol