DISUSUN OLEH: DISUSUN OLEH: DIDIN ZAINUDIN (4316210018) DIDIN ZAINUDIN (4316210018) EVANDER GEORGE P (4316210022) EVANDER GEORGE P (4316210022) FASYA AFUZA R FASYA AFUZA R (4316210024)(4316210024)
FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS PANCASILA UNIVERSITAS PANCASILA
JAKARTA 2017
JAKARTA 2017
M
M K K L L H H TRIBOLOGI TRIBOLOGI D D N N PER PER W W T T N N MESINMESIN PELUM S N
KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kamiyang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syuk
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah,ur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Tentang
dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Tentang Pelumasan.
Pelumasan.
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah in
pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikani. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang
banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalahtelah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang Pelumasan ini dapat
Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang Pelumasan ini dapat memberikanmemberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
Jakarta,
Jakarta, 25 25 September September 20172017
Penyusun Penyusun
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR
DAFT
DAFTAR
AR ISI
ISI
BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
1.1.Latar Belakang
1.2.Rumusan Masalah
1.2.Rumusan Masalah
1.3.Tujuan Masalah
1.3.Tujuan Masalah
BAB II
BAB II PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
2.1.Pengertian Pelumasan
2.1.Pengertian Pelumasan
2.2.Hal
2.2.Hal--hal yang Mempengaruhi Pelumasan
hal yang Mempengaruhi Pelumasan
2.3.Jenis
2.3.Jenis-- j
jen
eniis
s P
Peellum
umaasa
san
n
2.4.Pengurangan Pelumasan
2.4.Pengurangan Pelumasan
BAB III PENUTUP
BAB III PENUTUP
3.1.Kesimpulan
3.1.Kesimpulan
3.2.Saran
BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
1.1
1.1
Latar Belakang
Latar Belakang
Mesin merupakan alat yang melakukan proses pembakaran yang terur menerus. Dari Mesin merupakan alat yang melakukan proses pembakaran yang terur menerus. Dari proses
proses pembakaran pembakaran tersebut tersebut terjadi terjadi konversi konversi atau atau perubahan perubahan energi. energi. Karena Karena prosesproses pembakaran
pembakaran yang yang terus terus menerus menerus maka maka dapat dapat menyebabkan menyebabkan panas panas dan dan gesekan gesekan dari dari bagianbagian mesin. Dan gesekan dan panas tersebut dapat menyebabkan bagian dari mesin aus. Selain aus mesin. Dan gesekan dan panas tersebut dapat menyebabkan bagian dari mesin aus. Selain aus juga menyebabkan kerusakan pada k
juga menyebabkan kerusakan pada komponen mesin.omponen mesin.
Maka untuk menghindari dan meminimalis keausan maka diperlukan pelumasan Maka untuk menghindari dan meminimalis keausan maka diperlukan pelumasan pada
pada mesin.mesin. Pelumasan mencegah logam bergesekan, menghindari keausan,Pelumasan mencegah logam bergesekan, menghindari keausan, mengurangi hilangnya tenaga, dan mengurangi timbulnya panas. Hal yang mengurangi hilangnya tenaga, dan mengurangi timbulnya panas. Hal yang diinginkan adalah apabila gesekan logam dicegah atau ditiadakan, disebut diinginkan adalah apabila gesekan logam dicegah atau ditiadakan, disebut hydrodinamik atau penuh film pelumas, disini gesekan metal betul-betul diganti hydrodinamik atau penuh film pelumas, disini gesekan metal betul-betul diganti dengan gesekan dalam pelumas yang sangat rendah. Sebaliknya karena tekanan dengan gesekan dalam pelumas yang sangat rendah. Sebaliknya karena tekanan tinggi, kecepatan rendah, pelumas tidak cukup dan sebagainya, film pelumas tinggi, kecepatan rendah, pelumas tidak cukup dan sebagainya, film pelumas menjadi sangat t
menjadi sangat t ipis, pelumas akan diseipis, pelumas akan dise but dalam kondisi but dalam kondisi bboouunnddaary ry dan masihdan masih menyebabkan gesekan logam.
menyebabkan gesekan logam.
1.2.
1.2. Rumusan Rumusan MasalahMasalah 1.
1. Apa yang di maksut dengan Pelumasan?Apa yang di maksut dengan Pelumasan? 2.
2. Apa saja sifat dari pelumasan?Apa saja sifat dari pelumasan? 3.
3. Apa saja jenis-jenis pelumasan?Apa saja jenis-jenis pelumasan? 1.3
1.3 TujuanTujuan
Tujuan dari disusunnya makalah ini adalah : Tujuan dari disusunnya makalah ini adalah : 1.
1. Menambah wawasan tentang pelumasanMenambah wawasan tentang pelumasan 2.
2. Mengklarifikasi system pelumasanMengklarifikasi system pelumasan Manfaat
Manfaat
Manfaat disusunya makalah ini : Manfaat disusunya makalah ini : 1.
1. Bertambahnya wawasan mengenai pelumasan dan system pelumasanBertambahnya wawasan mengenai pelumasan dan system pelumasan 2.
BAB II BAB II PEMBAHASAN PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pelumasan
2.1 Pengertian Pelumasan
Pelumasan adalah metode yang digunakan untuk Pelumasan adalah metode yang digunakan untuk mengurangi gesekan, keausan dan panas dari bagian mesin yang bergerak relatif satu mengurangi gesekan, keausan dan panas dari bagian mesin yang bergerak relatif satu terhadap lainnya. Pelumas adalah zat yang bila dimasukkan diantara permukaan-permukaan terhadap lainnya. Pelumas adalah zat yang bila dimasukkan diantara permukaan-permukaan yang bergerak, dan melumasi permukaan tersebut.
yang bergerak, dan melumasi permukaan tersebut.
Pelumas
Pelumas adalah adalah zat kimiazat kimia,, yang yang umumnya
umumnya cairancairan,, yang diberikan di antara dua benda bergerak untuk mengurangi yang diberikan di antara dua benda bergerak untuk mengurangi gaya gesek gaya gesek .. Pelumas berfungsi sebagai lapisan pelindung yang memisahkan dua permukaan yang Pelumas berfungsi sebagai lapisan pelindung yang memisahkan dua permukaan yang berhubungan.
berhubungan. Umumnya Umumnya pelumas pelumas terdiri terdiri dari dari 90%90% minyak minyak dasar dan 10% zat tambahan.dasar dan 10% zat tambahan. Salah satu penggunaan pelumas paling utama adalah
Salah satu penggunaan pelumas paling utama adalah oli mesinoli mesin yang dipakai padayang dipakai pada mesinmesin
pembakaran dalam
pembakaran dalam.. A. Fungsi dan
A. Fungsi dan tujuan pelumasantujuan pelumasan
Pada berbagai jenis mesin dan peralatan
Pada berbagai jenis mesin dan peralatan yang sedang bergerak, akan terjadi peristiwayang sedang bergerak, akan terjadi peristiwa pergesekan
pergesekan antara antara logam. logam. Oleh Oleh karena karena itu itu akan akan terjadi terjadi peristiwa peristiwa pelepasan pelepasan partikel partikel partikelpartikel dari pergesekan tersebut. Keadaan dimana logam melepaskan partikel disebut aus atau dari pergesekan tersebut. Keadaan dimana logam melepaskan partikel disebut aus atau keausan. Untuk mencegah atau mengurangi keausan yang lebih parah yaitu memperlancar keausan. Untuk mencegah atau mengurangi keausan yang lebih parah yaitu memperlancar kerja mesin dan memperpanjang usia dari mesin dan peralatan itu sendiri, maka bagian kerja mesin dan memperpanjang usia dari mesin dan peralatan itu sendiri, maka bagian bagian logam dan peralatan yang meng
bagian logam dan peralatan yang mengalami gesekan tersebut diberi perlindungan ekstra.alami gesekan tersebut diberi perlindungan ekstra.
B. Tugas pokok pelumas B. Tugas pokok pelumas
Pada dasarnya yang menjadi tugas pokok pelumas adalah mencegah atau Pada dasarnya yang menjadi tugas pokok pelumas adalah mencegah atau mengurangi keausan sebagai akibat dari kontak langsung antara permukaan logam yang satu mengurangi keausan sebagai akibat dari kontak langsung antara permukaan logam yang satu dengan permukaan logam lain terus menerus bergerak. Selain keausan dapat dikurangi, dengan permukaan logam lain terus menerus bergerak. Selain keausan dapat dikurangi,
permukaan
permukaan logam logam yang yang terlumasi terlumasi akan akan mengurangi mengurangi besar besar tenaga tenaga yang yang diperlukan diperlukan akibatakibat terserap g
terserap gesekan, esekan, dan dan panas ypanas yang ang ditimbulkan ditimbulkan oleh oleh gesekan gesekan akan akan berkurang. berkurang. SelainSelain mempunyai tugas pokok, pelumas juga berfungsi sebagai penghantar panas. Pada mesin mempunyai tugas pokok, pelumas juga berfungsi sebagai penghantar panas. Pada mesin mesin dengan kecepatan putaran tinggi, panas akan timbul pada bantalan bantalan sebagai mesin dengan kecepatan putaran tinggi, panas akan timbul pada bantalan bantalan sebagai akibat dari adanya gesekan yang banyak. Dalam hal ini pelumas berfungsi sebagai akibat dari adanya gesekan yang banyak. Dalam hal ini pelumas berfungsi sebagai penghantar panas dari bantalan untuk mencegah
penghantar panas dari bantalan untuk mencegah peningkatan temperatur atau suhu mesin.peningkatan temperatur atau suhu mesin. Suhu yang tinggi akan merusak daya lumas. Apabila daya lumas berkurang, maka maka Suhu yang tinggi akan merusak daya lumas. Apabila daya lumas berkurang, maka maka gesekan akan bertambah dan selanjutnya panas yang timbul akan semakin banyak sehingga gesekan akan bertambah dan selanjutnya panas yang timbul akan semakin banyak sehingga suhu terus bertambah. Akibatnya pada bantalan bantalan tersebut akan terjadi kemacetan suhu terus bertambah. Akibatnya pada bantalan bantalan tersebut akan terjadi kemacetan yang secara otomatis mesin akan berhenti secara mendadak. Oleh karena itu, mesin mesin yang secara otomatis mesin akan berhenti secara mendadak. Oleh karena itu, mesin mesin dengan kecepatan tinggi digunakan pelumas yang titik cairnya tinggi, sehingga walaupun dengan kecepatan tinggi digunakan pelumas yang titik cairnya tinggi, sehingga walaupun pada suhu
pada suhu yang tinggi yang tinggi pelumas pelumas tersebut tersebut tetap tetap stabil stabil dan dapat dan dapat melakukan pelumasan melakukan pelumasan dengandengan baik.
baik.
2.2 Hal-hal Yang Mempengaruhin Pelumasan
2.2 Hal-hal Yang Mempengaruhin Pelumasan
Setiap mesin pasti mebutuhkan pelumasan, muali dari mesinSetiap mesin pasti mebutuhkan pelumasan, muali dari mesin jahit hingga jet sekalipun.jahit hingga jet sekalipun. mesin terdiri dari berbagai logan
mesin terdiri dari berbagai logan (metal part) yang bergerak seperti katup,piston, gear dan(metal part) yang bergerak seperti katup,piston, gear dan sebagaiya. Part tersebut harus terjaga sehingga perputaran/pergerakan mesin dapat
sebagaiya. Part tersebut harus terjaga sehingga perputaran/pergerakan mesin dapat berjalan lancar/baik sehingga dapat berumur panjang/lama pemakaian.
berjalan lancar/baik sehingga dapat berumur panjang/lama pemakaian.
A.
A.
Sifat Pelumasan
Sifat Pelumasan
1.1. Low volatility Low volatility atau tidak mudah menguap, terutama pada kondisi operasi. Volatilitas suatuatau tidak mudah menguap, terutama pada kondisi operasi. Volatilitas suatu minyak lumas penting sekali dalam pemilihan jenis pelumas dasar sesuai dengan pemakaian. minyak lumas penting sekali dalam pemilihan jenis pelumas dasar sesuai dengan pemakaian. Sifat ini tidak dapat diperbaiki dengan penambahan aditif.
2.
2. FluiditasFluiditas atau sifat mengalir dalam daerah suhu operasi. Karakterisitik aliran dipengaruhiatau sifat mengalir dalam daerah suhu operasi. Karakterisitik aliran dipengaruhi sebagian besar oleh minyak dasar. Fluiditas dapat diperbaiki dengan aditif > Pour point sebagian besar oleh minyak dasar. Fluiditas dapat diperbaiki dengan aditif > Pour point depressants untuk memperbaiki aliran pada suhu, viscosity modifiers untuk memperbaiki depressants untuk memperbaiki aliran pada suhu, viscosity modifiers untuk memperbaiki aliran pada suhu tinggi.
aliran pada suhu tinggi.
3.
3. Stabilitas Stabilitas selama periode pemakaian. Sebagian sifat ini ditentukan oleh sifat minyak dasar,selama periode pemakaian. Sebagian sifat ini ditentukan oleh sifat minyak dasar, namun terutama ditentukan oleh aditif yang memperbaiki stabilitas.. Stabilitas pelumas namun terutama ditentukan oleh aditif yang memperbaiki stabilitas.. Stabilitas pelumas sangat ditentukan oleh kondisi lingkungan seperti temperatur, potensial oksidasi dan sangat ditentukan oleh kondisi lingkungan seperti temperatur, potensial oksidasi dan kontaminasi dengan air, fraksi bahan bahan yang tak terbakar, dan asam
kontaminasi dengan air, fraksi bahan bahan yang tak terbakar, dan asam --asamasam korosif.membatasi umur pelumas. Aditif sangat berperan menaikkan kinerja dan umur korosif.membatasi umur pelumas. Aditif sangat berperan menaikkan kinerja dan umur pelumas.
pelumas. 4.
4. Kompatibilitas Kompatibilitas atau kecocokan dengan bahan lain dalam sistim. Kompatibilitas pelumasatau kecocokan dengan bahan lain dalam sistim. Kompatibilitas pelumas dengan
dengan seals, seals, bearings, bearings, clutch clutch platesplates dll., sebagian ditentukan oleh sifat minyak dasar.dll., sebagian ditentukan oleh sifat minyak dasar. Namun aditif juga dapat memiliki pengaruh besar memperba
Namun aditif juga dapat memiliki pengaruh besar memperbaiki sifat iniiki sifat ini
2.3 Jenis-Jenis Pelumasan
2.3 Jenis-Jenis Pelumasan
a.a. Pelumasan HidrodinamisPelumasan Hidrodinamis (bantalan luncur ruang gesekan kecil) (bantalan luncur ruang gesekan kecil)
b.
b. Pelumasan HidrostatisPelumasan Hidrostatis (T
(Tekanan besar Mesin ekanan besar Mesin Turbin Turbin dan motor)dan motor) c.
c. Pelumasan ElastohidrodinamisPelumasan Elastohidrodinamis (Bantalan Gelinding)
(Bantalan Gelinding) d.
d. Pelumasan Bidang Batas (Pelumasan Bidang Batas ( Boundary Lubrication) Boundary Lubrication) e.
e. Pelumasan Padat (SPelumasan Padat (Solid Lubricationolid Lubrication)) f.
f. Pelumasan TPelumasan Tekanan Ekstrim ekanan Ekstrim (Beban Kejut)(Beban Kejut)
A.
A. Istilah Dalam PelumasanIstilah Dalam Pelumasan
Istilah-istilah teknis tentang minyak pelumas sering dianggap remeh, padahal dengan Istilah-istilah teknis tentang minyak pelumas sering dianggap remeh, padahal dengan mengatahui istilah-istilah yang ada pada pelumas, maka kita akan tahu persis baik mengatahui istilah-istilah yang ada pada pelumas, maka kita akan tahu persis baik tidaknya atau tepat tidaknya penggunaan suatu pelumas :
1. Viscosity 1. Viscosity
Viscosity adalah kekentalan suatu minyak pelumas yang merupakan ukuran Viscosity adalah kekentalan suatu minyak pelumas yang merupakan ukuran kecepatan bergerak atau daya tolak suatu pelumas untuk mengalir. Pada temperatur normal, kecepatan bergerak atau daya tolak suatu pelumas untuk mengalir. Pada temperatur normal, pelumas
pelumas dengan dengan viscosity viscosity rendah rendah akan akan cepat cepat mengalir mengalir dibandingkan dibandingkan pelumas pelumas dengandengan viscosity tinggi. Biasanya untuk kondisi operasi yang ringan, pelumas dengan viscosity viscosity tinggi. Biasanya untuk kondisi operasi yang ringan, pelumas dengan viscosity rendah yang diajurkan untuk digunakan, sedangkan pada kondisi operasi tinggi dianjurkan rendah yang diajurkan untuk digunakan, sedangkan pada kondisi operasi tinggi dianjurkan menggunakan pelumas dengan viscosity tinggi
menggunakan pelumas dengan viscosity tinggi 2. Viscosity Index (Indeks viskositas)
2. Viscosity Index (Indeks viskositas)
Merupakan kecepatan perubahan kekentalan suatu pelumas ddikarenakan adanay Merupakan kecepatan perubahan kekentalan suatu pelumas ddikarenakan adanay perubahan
perubahan temperatur. temperatur. Makin Makin tinggi tinggi VI VI suatu suatu pelumas, pelumas, maka maka akan akan semakin semakin kecil kecil terjadinyaterjadinya perubahan
perubahan kekentalan kekentalan minyak minyak pelumas pelumas meskinpun meskinpun terjadi terjadi perubahan perubahan temperatur. temperatur. PelumasPelumas biasa
biasa dapat dapat memiliki memiliki VI VI sekitar sekitar 100, 100, sedang sedang yang yang premium premium dapat dapat mencapai mencapai 130, 130, untukuntuk sithetis dapat mencapai 250.
sithetis dapat mencapai 250.
3. Flash point/titik nyala suatu pelumas 3. Flash point/titik nyala suatu pelumas
Flash point/titik nyala suatu pelumas adalah menunjukkan temperatur kerja suatu pelumas Flash point/titik nyala suatu pelumas adalah menunjukkan temperatur kerja suatu pelumas dimana pada kondisi temperatur tsb akan dikeluarkan uap air yang cukup untuk membentuk dimana pada kondisi temperatur tsb akan dikeluarkan uap air yang cukup untuk membentuk campuran yang mudah terbakar dengan udara.
campuran yang mudah terbakar dengan udara. 4. Fire point
4. Fire point
Fire point adalah menunjukkan pada titik temperatur dimana pelumas akan dan terus Fire point adalah menunjukkan pada titik temperatur dimana pelumas akan dan terus menyala sekurang-kurangnya selama 5 detik.
menyala sekurang-kurangnya selama 5 detik. 5. Pour point
5. Pour point
Pour point merupakan titik tempratur dimana suatu pelumas akan berhenti engalir dengan Pour point merupakan titik tempratur dimana suatu pelumas akan berhenti engalir dengan leluasa.
leluasa.
6. Cloud point 6. Cloud point
Cloud point keadaan dimana pada temperatur tertentu maka lilin yang larut didalam minyak Cloud point keadaan dimana pada temperatur tertentu maka lilin yang larut didalam minyak pelumas akan mulai membeku..
pelumas akan mulai membeku.. 7. Aniline point
7. Aniline point
Aniline point merupakan pentunjuk bahwa minyak pelumas tertentu sesuai sifat-sifatnya Aniline point merupakan pentunjuk bahwa minyak pelumas tertentu sesuai sifat-sifatnya dengan sifat-sifat karet yang digunakan sebagai seal dan slang. Hal ini ditetapkan sebagai dengan sifat-sifat karet yang digunakan sebagai seal dan slang. Hal ini ditetapkan sebagai temperatur dimana volume yang sama atau seimbang dari minyak pelumas adan aniline dapat temperatur dimana volume yang sama atau seimbang dari minyak pelumas adan aniline dapat dicampur.
dicampur.
8. Neutralisation Number or Acidity 8. Neutralisation Number or Acidity
Neutralisation
Neutralisation Number Number or or Acidity Acidity merupakan merupakan ukuran ukuran dari dari alkali alkali yang yang diperlukan diperlukan untukuntuk menetralisir suatu minyak Makin tinggi angka netralissasi maka akan semakin banyak asam menetralisir suatu minyak Makin tinggi angka netralissasi maka akan semakin banyak asam
yang ada. Minyak yang masih baru tidak mengandung asam bebas dan acidity numbernya yang ada. Minyak yang masih baru tidak mengandung asam bebas dan acidity numbernya dapat kurang atau sama dengan 0,1. Sedangkan pelumas bekas, akan mengandung acidity dapat kurang atau sama dengan 0,1. Sedangkan pelumas bekas, akan mengandung acidity number yang lebih tinggi.
number yang lebih tinggi. 9. Ash
9. Ash
Apabila pelumas habis terbakar maka akan terbentuk abu (ash) atau abu sulfat. Hal ini Apabila pelumas habis terbakar maka akan terbentuk abu (ash) atau abu sulfat. Hal ini berhubungan dengan
berhubungan dengan pengukuran kemurnian suatu ppengukuran kemurnian suatu pelumaeluma
2.4 Pengurangan Pelumasan
2.4 Pengurangan Pelumasan
1.Anti Gesek 1.Anti Gesek
Oli mencegan hubungan langsung antara
Oli mencegan hubungan langsung antara dua metal/part yang bergesekan sehingga dapat mencegahdua metal/part yang bergesekan sehingga dapat mencegah keausan dengan membentuk laipsan (Oil Film) pada permukaan logam/part.
keausan dengan membentuk laipsan (Oil Film) pada permukaan logam/part. 2. Pendingin
2. Pendingin
Oli membawa panas yang terjadi dari gesekan yang ditimbulkan atau akibat pembakaran (pada Oli membawa panas yang terjadi dari gesekan yang ditimbulkan atau akibat pembakaran (pada cylinder block & piston)
cylinder block & piston) 3. Pembersih
3. Pembersih
Oli membawa partikel-partikel metal debu, oxidasi dan hydrocarbon. Saat membuka tutup oli pada Oli membawa partikel-partikel metal debu, oxidasi dan hydrocarbon. Saat membuka tutup oli pada mesin, biasanya terlihat.
mesin, biasanya terlihat. 4.Perapat/sealing
4.Perapat/sealing
Oli juga berfungsi sebagai seal/perapat kompresi pada piston. Akan ikut terbawa pada saat kompresi Oli juga berfungsi sebagai seal/perapat kompresi pada piston. Akan ikut terbawa pada saat kompresi dan ikut keluar pada saat expansi.
dan ikut keluar pada saat expansi. 5.Antikarat/korosi.
5.Antikarat/korosi.
Melindungi permukaan part/metal dari hubungan langsung dengan air dan udara. Melindungi permukaan part/metal dari hubungan langsung dengan air dan udara. 6.Baffer/bantalan
6.Baffer/bantalan
Meneruskan tekanan secara terpencar dan meredam benturan. Biasanya terjadi jika dua buah gear Meneruskan tekanan secara terpencar dan meredam benturan. Biasanya terjadi jika dua buah gear saling bertemu/berbenturan, sehingga tumbukan/benturan tidak terjadi secara paksa/kasar.
BAB III BAB III PENUTUP PENUTUP 1 1..11 KesimpulanKesimpulan
Sistem pelumasan adalah sistem pendukung yang sangat penting bagi suatu mesin agar bisa Sistem pelumasan adalah sistem pendukung yang sangat penting bagi suatu mesin agar bisa bekerja optimal dan memiliki daya tahan yang b
bekerja optimal dan memiliki daya tahan yang bagus, didalam komponen mesin banyagus, didalam komponen mesin banyakak sekali persinggungan dua logam yang saling ber
sekali persinggungan dua logam yang saling bergesekan oleh karena itu dibutuhkangesekan oleh karena itu dibutuhkan pelumasan yang bagus untuk
pelumasan yang bagus untuk mendukung kmendukung kinerjanyainerjanya Fungsi lain sitem pelumasan (oli)
Fungsi lain sitem pelumasan (oli)
1. Oli harus membentuk lapisan antara dua logam untuk mencegah kontak secara langsung 1. Oli harus membentuk lapisan antara dua logam untuk mencegah kontak secara langsung antara dua permukaan logam sehingga bisa mengurang keausan dan panas yang berlebihan antara dua permukaan logam sehingga bisa mengurang keausan dan panas yang berlebihan 2. Oli mendinginkan bagian mesin lain.
2. Oli mendinginkan bagian mesin lain.
3. Berfungsi sebagai seal antara piston dan lubang dinding silinder 3. Berfungsi sebagai seal antara piston dan lubang dinding silinder 4. Mengeluarkan kotoran-kotoran dari bagian mesin
4. Mengeluarkan kotoran-kotoran dari bagian mesin 5. Mencegah karat pada bagian mesin
5. Mencegah karat pada bagian mesin
Ada beberapa tipe sistem pelumasan diantaranya, sitem tekanan penuh, sistem percikan dan Ada beberapa tipe sistem pelumasan diantaranya, sitem tekanan penuh, sistem percikan dan sistem kombinasi yaitu perpaduan sistem tekanan dan percikan . untuk gambar disamping sistem kombinasi yaitu perpaduan sistem tekanan dan percikan . untuk gambar disamping memperlihatkan sistem pelumasan dengan tekanan.
memperlihatkan sistem pelumasan dengan tekanan.
Ada beberapa tipe sistem pelumasan diantaranya, sitem tekanan penuh, sistem percikan dan Ada beberapa tipe sistem pelumasan diantaranya, sitem tekanan penuh, sistem percikan dan sistem kombinasi yaitu perpaduan sistem tekanan dan percikan.
sistem kombinasi yaitu perpaduan sistem tekanan dan percikan.
1.2
1.2 SaranSaran
Di harapkan unuk
Di harapkan unuk para mahasiswa untuk lebih mendalami mengenai sistem pelumasan itupara mahasiswa untuk lebih mendalami mengenai sistem pelumasan itu sendiri agar bisa lebih bermanfaat bagi pengaplikasian di dunia industri.
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
http://www.scr
http://www.scribd.com/doc/86469ibd.com/doc/8646979/Bahan-Pelum79/Bahan-Pelumasas
http://id.wikipedia.org/wiki/Pelumas