• Tidak ada hasil yang ditemukan

Melongok Sisa Keangkuhan Benteng Hock di

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Melongok Sisa Keangkuhan Benteng Hock di"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Melongok Sisa Keangkuhan Benteng Hock di Salatiga

14 September 2016 16:19 Diperbarui: 14 September 2016 16:19 1706 51 0 Melongok Sisa Keangkuhan Benteng Hock di Salatiga

Begini Benteng Hock sekarang (foto: dok pri)

Sebagai bekas kota militer di zaman pemerintahan kolonial Belanda, Salatiga memiliki banyak gedung peninggalan masa lalu yang telah berusia ratusan tahun. Salah satunya adalah Benteng Hock yang sekarang dijadikan markas Satlantas Polres setempat. Seperti apa sisa keangkuhan asrama serdadu tersebut? Berikut penelusurannya.

Seperti layaknya bangunan zaman Belanda, Benteng Hock yang terletak di Jalan Diponegoro Kota Salatiga, terkesan angkuh. Bangunan yang bagian bawahnya berupa bebatuan, memiliki pintu dan jendela yang lebar. Ketinggian pintunya berkisar 6 meter, sedangkan jendelanya 3 meter. Ada nuansa keangkeran bila berkunjung ke sini di malam hari, pasalnya di bagian belakang terdapat bunker yang dulunya dijadikan tempat tinggal personil Polres Salatiga.

Halaman Benteng Hock yang luas (foto: dok pri) Halaman Benteng Hock yang luas (foto: dok pri)

Benteng Hock sekarang ini dikelola Polres Salatiga dan dijadikan kantor Satlantas di mana di bagian belakang yang halamannya sangat luas menjadi tempat

penyimpanan barang bukti kecelakaan. Sedang di halaman depan, yang berupa lapangan dimanfaatkan untuk lahan ujian SM serta berfungsi untuk olahraga, baik voly maupun sepak bola. Biasanya, di sore hari banyak mahasiswa yang olah tubuh di sini.

(2)

Bangunan sayap sebelah kiri (foto: dok pri) Bangunan sayap sebelah kiri (foto: dok pri)

Beberapa anggota polisi sempat menyapa sekadar basa-basi, selebihnya cuek bebek. Memasuki bagian dalam, terlihat lantai mirip marmer berukuran besar. Kalau tidak salah, ukurannya mencapai 1 X 1 meteran berwarna putih kecokelatan. Semua pintu maupun jendela yang ada masih tetap utuh. Dari arah pintu depan langsung menembus halaman belakang, yang di pagarnya tertulis “Dilarang Masuk Selain Petugas/Peserta SIM”. Entah apa maksudnya dipasang peringatan yang mampu membuat keder orang awam itu.

Sayap gedung sebelah kiri, kusennya raib (foto: dok pri) Sayap gedung sebelah kiri, kusennya raib (foto: dok pri) Dibangun Tahun 1850

Kesan keangkuhan Benteng Hock semakin terasa karena suasananya sangat sunyi, nyaris tak terdengar perbincangan di antara petugas. Satu-satunya yang terus bersuara adalah radio komunikasi yang berada di ruang piket. Di gedung yang termasuk cagar budaya ini, tidak ditemui literatur yang mampu menjelaskan sejarah panjangnya. Artinya, bila ingin mengetahui detail keberadaannya ya harus menyigi tempat lain.

Beruntung, di buku Inventarisasi Benda Purbakala dan Bangunan Bersejarah Kota Salatiga sejarah benteng Hock bisa dirunut. Di mana, di tahun 1700-an, Salatiga dianggap sangat strategis bagi Vereenigde Oostindische Cimpagnie (VOC) yang merupakan perusahaan dagang penjajah. Terkait hal tersebut, di tahun 1746 dibangunlah Benteng Fort De Hersteller. Konon, nama De Hersteller merupakan nama kapal yang dipergunakan Gustaaf Willem Barin van Imhoff untuk berlayar dari Belanda menuju Batavia tahun 1742.

Jendela berukuran raksasa masih utuh (foto: dok pri) Jendela berukuran raksasa masih utuh (foto: dok pri)

(3)

menguntungkan militer dalam bergerak. Lokasi benteng ini hingga sekarang masih simpang siur, namun, bila melihat bekasnya, diduga berada di markas Yonif

411/Kostrad.

Entah dengan pertimbangan apa, belakangan keberadaan Benteng Fort De

Hersteller diabaikan pihak Belanda. Memasuki tahun 1825, terjadi perang melawan Pangeran Diponegoro yang menguras dana dan mengakibatkan ribuan tentara Belanda tewas. Pasca tertangkapnya Pangeran Diponegoro yang lagendaris tersebut, rupanya bule-bule tersebut mulai berpikir pentingnya sebuah benteng baru.

Bagian belakang Benteng Hock (foto: dok pri) Bagian belakang Benteng Hock (foto: dok pri)

Salatiga yang tetap dipertahankan menjadi kota militer, bagaimanapun memerlukan benteng untuk markas serdadunya. Pasalnya, ancaman pemberontakan setiap saat bisa meletus kembali. Setelah melalui berbagai pertimbangan, akhirnya lokasi Jalan Diponegoro dipilih. Alasannya, jalan ini dulunya bernama Jalan Toentang yang merupakan kawasan hunian bangsa Eropa. Pada zaman itu, orang pribumi diharamkan memiliki rumah di Jalan Toentang.

Menempati lahan yang luas, berada di kawasan elite, dibangunlah markas tentara dengan desain terdiri atas bangunan induk, kanan-kirinya berupa bangunan mirip sayap berjendela besar-besar. Karena arsiteknya adalah orang Belanda bernama Hock, akhirnya bangunan tersebut diberi nama Benteng Hock (Fort Hock). Pasca kemerdekaan Republik Indonesia, tepatnya di tahun 1947, setelah Belanda ngacir ke negerinya, benteng ini dijadikan kantor polisi dan sekarang menjadi kantor Satlantas Polres Salatiga.

Referensi

Dokumen terkait

Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Pendidikan dengan menggunakan data kualitatif untuk mengukur aktivitas guru, aktivitas siswa, dan minat siswa

Keempat, proses terjadinya transformasi Islam berawal dari hancurnya kerajaan Demak yang memiliki dasar Islam putihan dan digantikan oleh kerajaan Pajang

Dalam hal ini tindak kekerasan dilakukan karena seorang guru memiliki kekuasaan di sekolah sehingga dapat dengan leluasa melakukan berbagai tindakan untuk

dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar , Tesis, Program Magister Manajemen Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Hlm.. Dalam Islam, mutu merupakan suatu anjuran

Dari angka kepadatan teknis kita baru mendapatkan gambaran kasar tentang potensi suatu wilayah untuk pengembangan ternak, potensi yang sesungguhnya akan ditentukan oleh

Selain dari itu turbin gas juga menghasilkan gas buang yang cukup panas yang bisa digunakan untuk memanaskan air yang keluar dari kondensor turbin uap yang

Program siaran tersebut mempunyai karakteristik tertentu yang dapat mempengaruhi, memprovokasi dalam hal positif maupun negatif, dan mampu mengubah sikap seorang dari

Berdasarkan hasil penelitian nilai manfaat ekonomi tanaman nipah dapat disimpulkan bahwa Manfaat tanaman nipah di Desa Lakkang Kecamatan Tallo Kota Makassar terdiri atas manfaat