APRESIASI DAN KRITIK SENI (1)

16  70  Download (0)

Teks penuh

(1)

APRESIASI DAN KRITIK SENI

“PAMERAN LAMPAH DAN GOJEGAN ALA SOEDIBYO A.W”

Oleh : Tarangga F.R

17 MIPA 10 / 27

SMAN 1 Malang

Jalan Tugu Utara Nomor 1,Jawa Timur, Indonesia Telepon : (0341) 366454

Fax : (0341) 3294857

Email : mitrekasatata@sman1-mlg.sch.id

(2)

KATA PENGANTAR

Pertama-tama,tiada kata yang patut dihaturkan melainkan puji syukur kepada Allah Subhanallahu Wata’ala, Tuhan,yang atas qodar-Nyalah penulis dapat menyelesikan

proposal ini.Tak lupa pula, kita bersyukur atas nikmat hidayah dan kesempatan sehingga pembaca dapat mengambil faedah dari laporan ini.Oleh karena sudah sepatutnya kita selalu mengucapkan,”Alhamdulillahi robbil alamin,Puji Tuhan semesta alam.”

Adapun tujuan penulis membuat makalah proposal ini adalah simpel,yaitu memenuhi nilai tugas dan UKB seni budaya penulis yang jauh jauh hari belum tuntas pula.Adapun tujuan selanjutnya adalah lebih mulia yaitu membuat laporan yang

inspiratif,inovatif,lagi kreatif sehingga pembaca yang budiman dapat mengambil seribu manfaat dari proposal ini.Selebihnya adalah tujuan pribadi yaitu untuk sekadar mengisi waktu suwung (luang) di rumah.

Atas terselesainya laporan ini,penulis menghaturkan terima kasih kepada: 1. Keluarga penulis yang telah mendukung penulis secara moral maupun material.

2. Bapak Andhani Fajar,guru seni budaya penulis.

3. Teman-teman penulis yang ikut mendukung selesainya laporan ini.

Tentu laporan semacam ini tidak akan lepas dari yang namanya salah.Itu semua karena penulisnya hanya manusia biasa.Apabila Anda selaku pembaca menemukan kata dan bahasa yang tidak baku dan tidak padu padan ejaannya dengan syarat EYD mohon dimaklumi.

Di paragraf ini,penulis menyampaikan harapannya.Tiada harapan yang pantas diucapkan selain harapan agar yang membaca proposal ini mendapat manfaat

darinya.Selain harapan ini, penulis juga berharap dengan menulis proposal ini, kemampuan penulis dalam membuat makalah semakin meningkat.Dan diharapkan pula agar muncul banyak kritik yang membuat penulis lebih baik lagi.

Tentu proposal semacam ini tidak akan lepas dari yang namanya salah.Itu semua karena penulisnya hanya manusia biasa.Apabila Anda selaku pembaca menemukan kata dan bahasa yang tidak baku dan tidak padu padan ejaannya dengan syarat EYD mohon dimaklumi.Mungkin hanya seuntai kalimat itu yang dapat ditulis penulis pada kesempatan ini.Sekian dan terima kasih.

Malang,1 Maret 2018 Hormat saya

Penulis

(3)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ………..………..………. i

KATA PENGANTAR …...………..………..…ii

DAFTAR ISI ...………..……….………iii

BAB I : PENDAHULUAN..………...…....……..…….1

1.1 Latar Belakang.………..……...1

1.2 Rumusan Masalah.……….…...……2

1.3 Tujuan Laporan...……….….……….2

1.4 Manfaat Laporan...2

BAB II : KAJIAN PUSTAKA………3

2.1 Apresiasi Seni………..……..3

2.2 Kritik Seni……….……….……6

2.3 Biografi Soedibyo A.W……….………7

2.4 Apresiasi “Gojegan”...8

2.5 Kritik “Gojegan”...9

BAB III : PEMBAHASAN………..………10

3.1 Wujud Apresiasi Seni yang Dilakukan...10

3.2 Tingkatan Apresiasi Seni yang Dilakukan...10

3.3 Wujud Kritik Seni yang Dilakukan...10

3.4 Jenis Kritik Seni yang Dilakukan...10

BAB IV : PENUTUP...11

4.1 Kesimpulan...11

4.2 Saran...11

DAFTAR PUSTAKA...12

(4)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seperti yang kita ketahui, negeri kita tercinta ini tak akan lepas dengan yang namanya “seni”.Seni di negeri ini merupakan salah satu investasi yang sangat berarti.Suatu Negara yang kaya akan seni budaya akan menjadi Negara yang hidup dan dinamis.Oleh karena itu , dalam pandangan penulis, mempelajari seni adalah hal yang sangat krusial kalau mau hidup di Indonesia.

Untuk menjadi pribadi yang aktif dan dinamis, tentunya kita harus mengapresiasi keindahan yang ada.Apresiasi dapat dilakukan di setiap tempat,waktu,dan keadaan apapun.Benda yang yang diapresiasi pun bermacam-macam.Mulai dari mengapresiasi ciptaan Tuhan yang luar biasa hebat sampai kepada seni yang dibuat manusia.Semua itu dalam rangka mewujudkan rasa syukur kita kepada Tuhan dan menunjukkan suatu attitude yang baik kepada sesama.

Mempelajari seni selain dengan melakukan apresiasi kita juga bisa dengan cara menilai kekurangan suatu karya seni.Hal ini disebut kritik seni.Suatu kritik seni diucapkan atau ditulis dalam rangka untuk mengevaluasi hasil karya

seniman.Mengapa perlu dievaluasi?Karena manusia khususnya seniman tak lepas dari yang namanya salah.Dalam kritik seni, kita menilai kekurangan hasil karya sehingga menjadikan seniman lebih baik lagi untuk ke depannya.

Salah satu karya seniman yang menarik untuk diapresiasi dan dikritik ialah karya seni Soedibyo A.W.Karya-karya beliau sudah dipamerkan di lebih dari 10 kota besar di Jawa Timur,khususnya di Malang.Di Malang, Dewan Kesenian Malang bekerja sama dengan Soedibyo menyelenggarakan pameran seni bernama “Lampah”.Lampah menceritakan bagaimana perjalanan seorang Soedibyo di dunia seni.Berbagai

lukisannya dipamerkan di dua ruang berukuran 4×4 m di Dewan Kesenian Malang.

Banyak lukisan yang dipamerkan di sana.Salah satu yang menarik adalah lukisan yang berjudul “Gojegan”.Gojegan dalam bahasa Jawa berarti waktu berkumpul dan tertawa bersama.Lukisan artistik ini menceritakan para binatang yang sedang

berkumpul / gembul bareng di hutan.Menurut teman penulis, Aqsa dan penulis sendiri, lukisan ini adalah yang paling unik / très unique di pameran Lampah.Oleh karena itu, penulis sangat tertarik mengapresiasi dan mengkritik karya ini.

(5)

1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 Rumusan masalah tentang apresiasi lukisan “Gojegan”

1.2.1.1 Bagaimanakah wujud apresiasi seni terhadap lukisan ini?

1.2.1.2 Termasuk tingkatan apakah apresiasi yang dilakukan penulis?

1.2.2 Rumusan masalah tentang kritik seni lukisan “Gojegan”

1.2.2.1 Bagaimana wujud kritik seninya?

1.2.2.2 Termasuk jenis apakah kritik yang dilakukan penulis?

1.3 Tujuan Laporan

1.3.1 Untuk mengetahui sisi estetika dari lukisan Gojegan.

1.3.2 Untuk mengapresiasi lukisan Gojegan.

1.3.3 Untuk mengetahui kekurangan lukisan Gojegan. 1.3.4 Untuk mengkritik lukisan Gojegan.

1.4 Manfaat Laporan

1.4.1 Manfaat bagi pembaca

1.4.1.1 Dapat digunakan sebagai referensi untuk memahami dunia seni. 1.4.1.2 Dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan apresiasi seni.

1.4.1.3 Dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan kritik seni.

1.4.2 Manfaat bagi penulis

1.4.2.1 Dapat meningkatkan kemampuan menulis makalah penulis.

1.4.2.2 Dapat meningkatkan kemampuan penulis dalam mengkritik seni. 1.4.2.3 Dapat meningkatkan kemampuan penulis dalam mengapresiasi seni.

(6)

2 BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Apresiasi Seni

2.1.1 Pengertian apresiasi seni

Apresiasi mempunyai arti secara kamus besar berupa penilaian terhadap sesuatu. Sehingga kegiatan apresiasi ini tidak hanya berhubungan dengan seni, tetapi apa pun yang memang dapat diapresiasikan.Sementara seni mempunyai arti secara kamus besar yaitu karya yang bermutu dan memiliki nilai. Dari sini kita dapat mengambil bahwa apresiasi seni adalah penilaian terhadap karya seni.

2.1.2 Fungsi apresiasi seni

Apresiasi dalam seni memiliki manfaat atau fungsi. Seperti yang sudah disebutkan mengenai pengertian dari apresiasi pada seni, terdapat kegiatan mengenali, memberi penilaian, juga menghargai di mana akan memperngaruhi karya seni tersebut serta seniman atau pembuat seni yang terlibat.Ada empat fungsi yang menjadi utama dan dapat kamu kenali agar lebih memahami mengenai apresiasi pada seni. Keempat fungsi tersebut sebagai berikut:

1. Untuk Meningkatkan Kecintaan Terhadap Karya Seni

Fungsi pertama adalah untuk meningkatkan kecintaan terhadap karya seni. Atau dapat juga dikatakan sebagai ‘sarana’ yang mampu meningkatkan rasa cinta terhadap karya seni khususnya karya seni yang dibuat oleh anak-anak Indonesia.

2. Untuk Menciptakan Penilaian

Fungsi yang kedua adalah untuk menciptakan penilaian. Penilaian ini berupa sarana dalam menikmati, memberi empat, mendapatkan hiburan, serta menambah wawasan dan pengetahuan atau edukasi.

3. Untuk Mengembangkan Kemampuan

(7)

atau lain-lain. Sebagai penikmat seni yang memberi apresiasi, terkadang banyak bagian dari kegiatan apresiasi tersebut yang mengasah kemampuan.

4. Untuk Membangun Hubungan

Fungsi keempat atau terakhir ialah untuk membangun hubungan. Hubungan tersebut berupa hubungan timbal-balik yang positif antara pembuat seni dengan penikmat seni.

2.1.3 Tujuan apresiasi seni

Selain memiliki empat fungsi atau manfaat, apresiasi seni juga memiliki dua macam tujuan yaitu tujuan pokok dan tujuan akhir.Tujuan pokok dari apresiasi pada seni berupa memperkenalkan atau mempublikasi karya seni tersebut agar karya seni lebih dapat dinikmati oleh publik.

Terkadang sebagai penikmat seni yang memang sekadar penikmat, kita tidak langsung dapat mengerti maksud dan tujuan dibuatnya karya seni

tersebut.Nah, dengan adanya apresiasi seni maka kita dapat lebih mudah mengerti maksud dan tujuannya. Sementara itu untuk tujuan akhir, ada tiga poin. Ketiga poin tujuan akhir tersebut sebagai berikut:

Mengembangkan nilai estetika karya seni

Estetika adalah kepekaan terhadap keindahan atau seni. Hal ini membuat kita lebih cepat menyadari unsur seni pada karya seni.

Mengembangkan daya kreasi

Selain estetika, tujuan akhir berikutnya ialah mengembangkan kreasi. Karena kita menjadi lebih peka dan mengerti maksud dari karya seni, maka daya kreasi kita juga dapat bertambah.

Menyempurnakan

Apresiasi pada karya seni juga sebagai ‘penyempurna’ dari karya-karya seni itu sendiri.

2.1.4 Tingkatan apresiasi seni

Dalam apresiasi seni atau karya seni terdapat tingkatan-tingkatan yang mendeskripsikan apresiasi seni tersebut. Tiga tingkatan dalam apresiasi seni meliputi Empatik, Estetis, dan Kritik.Berikut penjelasan mengenai tiga tingkatan tersebut beserta contohnya.

(8)

Empatik dalam kamus berarti melibatkan pikiran dan perasaan. Tingkat apresiasi seni ini lebih berupa tangkapan indrawi aatau tangkapan dari indera-indera.

Contohnya ketika mendengar sebuah karya seni musik, kita merasa nyaman dan betah mendengar karya tersebut, lalu timbulah penilaian bahwa karya tersebut bagus.

Tingkat Estetis

Estetis dalam kamus merupakan penilaian terhadap keindahan tersebut. Tingkat apresiasi seni ini berupa pengamatan dan penghayatan.Di tingkat ini kita sebagai penikmat seni memberi apresiasi yang lebih pada pengamatan,

bagaimana bentuk dari karya seni tersebut, atau mengapa karya seni tersebut dapat menjadi karya seni.

Contohnya saat menyaksikan pagelaran seni teater, kita berpikir bagaimana adegan tersebut dapat dibuat dan apa fungsi daria degan tersebut. Apakah pas dan bagus, atau tidak.

Tingkat Kritik

Kamu pastinya sudah dapat membayangkan bagaimana tingkatan pada tingkat apresiasi ini. Kritik di sini dapat berbentuk klarifikasi, deskripsi,

menjelaskan, menganalisis, evaluasi, hingga mengambil kesimpulan.Contohnya kamu dapat melihat juri-juri dalam ajang-ajang yang ada di televisi misalnya ajang bernyanyi.

Tingkat apresiasi mereka sudah berada di tingkat ini di mana akan memberi masukan, menilai dengan tidak lupa memberi penjelasan, dan memberi evaluasi juga kesimpulan.Itu dia bagian-bagian dalam apresiasi seni yang tidak dapat dipisahkan.

Ada pun pengertian yang dikemukan oleh para ahli di antaranya menurut Brent G. Wilson, apresiasi pada seni meliputi feeling, valualing, dan

emphatizing.

Ketiga poin tersebut adalah suatu tindakan atau kegiatan yang berhubungan dengan perasaan, penilaian, dan rasa empati.

Bentuk rupa dari ketiga poin itu juga berbeda dan tergantung pasa masing-masing penikmat seni. Agar kamu lebih mengerti lagi mengenai apresiasi dalam karya seni, di bawah ini ada beberapa contoh apresiasi seni yang dapat kamu telusuri.

2.1.5 Contoh apresiasi seni

(9)

dipamerkan.Selanjutnya, saat melihat-melihat, beberapa karya seni mampu menarik perhatian penikmat seni tersebut dan membuatnya memberi penilaian dari sudut pandangnya.

Menurutnya beberapa karya tersebut menarik, tetapi kurang warna. Dan dia mengungkapkan penialiannya tersebut pada teman-teman lain juga sang

seniman.Nah, inilah kegiatan apresiasi terhadap seni yang sederhana.Sebenarnya bentuk dari kegiatan yang termasuk dalam apresiasi seni memang sederhana dan mudah kita temui dalam keseharian kita.

Sebab karya seni sudah menjadi bagian hidup yang tidak dapat dipisahkan. Ke mana pun kamu melangkah, maka akan bertemu dengan hasil-hasil karya seni, meski terkadang kamu tidak menyadarinya.

5

2.2 Kritik Seni

2.2.1 Pengertian kritik seni

Kritik seni adalah kegiatan menanggapi karya seni untuk menunjukkan kelebihan dan kekurangan suatu karya seni. Salah satu keterangan kelebihan dan kekurangan ini untuk menilai kualitas dari sebuah karya.Tanggapan dan penilaian yang disampaikan oleh seorang kritikus ternama dapat mempengaruhi kualitas sebuah karya bahkan bisa berpengaruh pada harga jual karya tersebut.

2.2.2 Kritikus seni

Kritikus merupakan orang yang melakukan kritik terhadap karya seni dan budaya orang lain atau dirinya sendiri. Landasan yang harus ada sebelum menyampaikan kritikan:

1. Pengalaman yang cukup dalam materi kritik;

2. Keilmuan dan pengetahuan yang relevan;

3. Menguasai penerapan metode kritik yang tepat;

4. Menguasai media kritik (kebahasaan yang efektif dan komunikatif).

2.2.3 Fungsi kritik seni

(10)

2.2.4 Jenis kritik seni

Ada 4 jenis kritik seni dimana setiap tipe nya mempunyai ciri khusus masing-masing.

1. Kritik Jurnalistik

Tipe kritik ini ditulis untuk para pembaca surat kabar dan majalah atau disampaikan secara terbuka. Tujuannya memberikan informasi mengenai berbagai peristiwa dalam dunia kesenian.

Isi dari kritik jurnalistik berupa ulasan ringkasan yang jelas tentang suatu pameran, pementasan, konser, atau jenis pertunjukan lain.

2. Kritik Pendagogik

Tipe kritik ini diterapkan dalam kegiatan proses belajar mengajar di lembaga pendidikan kesenian. Jenis kritik ini dikembangkan oleh guru kesenian.

Tujuannya terutama mengembangkan bakta dan potensi artistik-estetik peserta didik agar mempunyai kemampuan mengenali bakat dan potensinya.

6

3. Kritik Ilmiah

Kritik ilmiah atau akademi ini melakukan pengkajian nilai seni secara luas, mendalam, dan sistematis, baik dalam menganalisis maupun mengkaji banding kesejarahan critical judgment.

Penilaian kritik ilmiah tidak bersifat mutlak. Jenis kritik ini bersifat terbuka dan siap dikoreksi oleh siapa saja demi penyempurnaan dan mencari nilai karya seni yang sebenarnya.

4. Kritik Populer

Jenis kritik ini berkembang di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Tipe kritik populer adalah suatu gejala umum dan kebanyakan dihasilkan oleh para kritikus yang tidak ahli, terutama dilihat dari aspek profesionalisme kritisme seni.

2.2.5 Pendekatan kritik seni

Pendekatan kritik seni rupa dibagi menjadi 3, berdasarkan titik tolak atau landasan yang digunakan.

1. Pendekatan Formalistik

Kritik seni formalistik mengasumsikan bahwa kehidupan seni mempunyai dunia sendiri, artinya terlepas dari realitas kehidupan keseharian yang kita alami.

(11)

art is to be art, must be independent and self suficient

Kriteria kritik formalis untuk menentukan ekselensi karya seni adalah significant form, yakni kapasitas bentuk seni yang melahirkan emosi estetis bagi pengamat seni.

2. Pendekatan Ekspresivisme

Teori seni ekspresif menganggap karya seni sebagai ekspresi perasaan manusia. Kritik seni ekspresivisme menentukan kadar keberhasilan seni atas kemampuannya

membangkitkan emosi secara efektif, intensif, dan penuh gairah.

3. Pendekatan Instrumentalistis

Teori seni instrumentalistis menganggap seni sebagai sarana untuk memajukan dan mengembangkan tujuan moral, agama, politik, dan berbagai tujuan psikologis dalam kesenian.Seni dipandang sebagai instrumen untuk mencapai tujuan tertentu, nilai seni terletak pada manfaat dan kegunaannya bagi masyarakat.Para kritikus instrumentalis berpendapat bahwa kreasi artistik tidak terletak pada kemampuan seniman untuk mengelola material seni atau pun pada masalah internal karya seni.

2.3 Biografi Soedibyo A.W

Sudibyo Adi Wahyono

Sudibyo Adi Wahyono atau biasa dipanggil Pak Dibyo lahir di Malang,9 Februari 1957.Beliau sudah aktif melukis sejak SD hingga sekarang.Beliau adalah alumnus dari IKIP Malang.Beliau mengepalai beberapa organisasi diantaranya sebagai ketua komunitas Malang Suko Art dan ketua Posdaya Garuda.Beliau sangat aktif sebagai salah satu

seniman beraliran realistis.Lukisannya dari tahun 1980 sampai sekarang dipamerkan di pameran Lampah di gedung Dewan Kesenian Malang.Pameran ini menceritakan

(12)

2.4 Apresiasi “Gojegan”

Gojegan

Manusia tak lepas dari sifat dualisme.Bukan hanya sebagai fitrah manusia saja, namun interaksi sosial merupakan komponen penting dalam kehidupan.Akan tetapi zaman yang makin maju, justru membuat manusia lupa akan fitrahnya.”Gojegan” bareng merupakan wujud dari kebersamaan yang digerus zaman.Manusia terhipnotis oleh sifat individualisme zaman yang biadab.Mind your own bussiness sebagai slogan utama.Tampaknya di lukisan ini hanya hewan saja yang bisa “Gojegan” sampai akhir zaman.

Dalam aspek estetika, lukisan ini cukup klasik.Tampaknya sang pelukis mengintrepetasikan suatu perkumpulan dari binatang-binatang dengan sifat yang berbeda.Secara tidak langsung menyimbolkan sifat manusia yang beragam.Lukisan ini menggunakan latar senja, waktu yang tepat untuk melepas kepenatan.Dan dari lukisan ini, dalam apresiasi saya menyimpulkan bahwa pelukis berusaha menghidupkan kembali budaya dan nilai-nilai sosial yang terkikis zaman.

2.5 Kritik “Gojegan”

Karya seni menghubungkan manusia dengan sejarahnya, membuat menusia kembali ke fitrahnya.Hal itulah yang diintrepretasikan dalam lukisan “Gojegan”.Akan tetapi, tingkatan apresiasi orang berbeda-beda sehingga intepretasi pun berbeda-beda.Bagi orang seni yang amatir atau masih awam tentunya lukisan yang tidah mudah dipahami seperti ini akan sangat membingungkan.

(13)

9

BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Wujud Apresiasi Seni yang Dilakukan

Wujud apresiasi seni yang dilakukan penulis adalah apresiasi tertulis.Di dalam statement penulis, penulis menuliskan bahwa pada intinya, “Gojegan” mengintrepetasikan tentang kebersamaan yang tegerus zaman.Suasana yang mendukung di dalam lukisan ini semakin memperdalam makna lukisan ini.Nilai-nilai sosial yang tergerus zaman akan kita ingat kembsli ketika mengapresiasi lukisan ini.

3.2 Tingkatan Apresiasi Seni yang Dilakukan

Tingkatan apresiasi yang dilakukan penulis dalam hal ini sudah mencapai tingkat kritik.Penulis membeberkan fakta-fakta yang ada dalam lukisan.Selain itu,penulis berhasil menginterpretasikan maksud dari lukisan ini.

3.3 Wujud Kritik Seni yang Dilakukan

Wujud kritik seni yang dilakukan yaitu kritik tertulis.Di dalam kritiknya , penulis menyampaikan bahwa tidak sembarangan orang dapat menghayati lukisan semacam ini.Hanya yang sudah melakukan studi antropologi yang dapat memahaminya.

3.4 Jenis Apresiasi Seni yang Dilakukan

(14)

pendidikan seni budaya.Penulis memberikan pandangan bahwa suatu karya harus mudah dipahami oleh semua orang.

10

BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Setelah menyelesaikan apresiasinya dan dan menjawab rumusan masalah penulis menyimpulkan beberapa hal, diantaranya :

1. Apresiasi dan kritik dilakukan dalam bentuk tertulis.Hal ini dimaksudkan agar semua orang dari semua zaman dapat membaca dan mengingat apresiasi dan kritik yang kita lakukan.Melalui tulisan kita juga bisa menilai kefahaman kita tentang apaitu apresiasi dannapa itu kritik.

2. Tingkatan apresiasi yang dilakukan penulis sudah samapi tingkat kritik karena penulis telah mengkajinya secara mendalam.

3. Kritik yang dilakukan penulis berjenis kritik pendagogik.Hal ini dikarena penulis telah memberikan suatu sudut pandang dalam pendidikan seni budaya.

4.2 Saran

Penulis menyarankan beberapa bagi yang ingin mengapresiasi dan mengkritik seni ataupun yang sekedar membaca makalah ini.Diantaranya yaitu :

(15)

2. Apresiasi atau kritik seni lebih mudah dipahami jika menggunakan makna denotatif.

3. Kritik yang diajukan hendaknya obyektif dan bersiafat menbangun.

11

DAFTAR PUSTAKA

 http://www.malangtimes.com/baca/25365/20180226/180505/sen

iman-malang-bingkai-perjalanan-karir-pemimpin-inspiratif-kota-malang-seperti-apa-/ “Pameran Lampah” – Diunduh tanggal 27 April 2018 jam 19:00.

 https://id-id.facebook.com/public/Sem-Cornelyoes-Bangun “Sem Cornelyoes Bangun” - Diunduh tanggal 27 April 2018 pukul 19:10.

https://www.antarafoto.com/asian-games-2018/v1519638604/pameran-lwwwah-politik “Pameran Lampah” - Diunduh tanggal 27 April 2018 jam 19:12.

 https://www.eduspensa.id/apresiasi-seni/ “Apresiasi seni” – Diunduh tanggal 28 April 2018 pukul 20:22.

(16)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...