ANALISIS DIRI SEBAGAI
DELEGATOR
DAN
DELEGATE
DALAM SUATU ORGANISASI
Disusun untuk Memenuhi Sebagian Tugas Mata Kuliah:
“Modalitas Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan”
Dosen: Dr. Luky Dwiantoro, S.Kp., M.Kep.
M. Hasib Ardani, S.Kp., M.Kes
Oleh :
Herry Setiawan
NIM.22020114410007
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
ANALISIS DIRI SEBAGAI
DELEGATOR
DAN
DELEGATE
DALAM SUATU ORGANISASI
MATA KULIAH
: Modalitas Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan
DOSEN
: M. Hasib Ardani, S.Kp., M.Kes
NAMA
: Herry Setiawan
NIM
: 22020114410007
PERTANYAAN:
Bagaimana Analisis Diri sebagai
Delegator
dan
Delegate
dalam Suatu Organisasi?
Semarang, 29 Maret 2015
Herry Setiawan
ANALISIS DIRI SEBAGAI
DELEGATOR
DAN
DELEGATE
DALAM SUATU ORGANISASI
Herry Setiawan
11 Mahasiswa Program Magister Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran
Universitas Diponegoro Semarang
A. Analisis Diri sebagai Delegator
Suatu organisasi yang baik harapannya mempunyai dinamika kelompok yang hangat dan berjalan secara dinamis. Keberadaan manajer sebagai pihak pengelola organisasi dan staf sebagai pihak pekerja dalam suatu organisasi diterjemahkan sebagai suatu unit yang bekerja bersama. Ranah pekerjaan disusun sebagai suatu job description berdasarkan struktur yang telah disepakati dalam suatu organisasi. Sebagai seorang manajer saya menyadari adanya keterbatasan diri berupa keterbatasan fisik, waktu, perhatian, serta pengetahuan. Sebagai seorang manajer dalam suatu organisai pastinya saya mempunyai lebih banyak pekerjaan dan tanggung jawab dari pada staf organisasi lainnya. Manajemen yang ada dalam organisasi tidak berarti apabila semua tugas dikerjakan diri saya sendiri sebagai manajer. Manajer akan lebih leluasa melaksanakan tugas-tugas penting daripada melaksanakan tugas-tugas yang sebenarnya dapat dikerjakan oleh staf. Ketika saya terlalu sibuk dengan urusan yang jauh lebih penting, pilihan untuk mendelegasikan sebagian pekerjaan adalah yang paling realistis. Disini ada tantangan tersendiri bagi saya sebagai delegator
untuk memilih pihak mana yang benar-benar dirasa kompeten untuk mendapat delegasi. Sebagai manajer dalam organisasi saya merasa lebih produktif dan memperluas ruang gerak ketika bisa mendelegasikan tugas kepada pihak yang dirasa kompeten karena saya dapat mengerjakan suatu hal yang lebih penting untuk tujuan organisasi.
Pendelegasian wewenang yang dilakukan manajer tetap bertanggungjawab terhadap tercapainya tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Pendelegasian pekerjaan kepada staf diharapkan dapat menyeimbangkan beban pekerjaan yang dilakukan masing-masing staf, demi dinamika kelompok yang tetap harmonis. Harapan yang ada dalam suatu proses mendelegasikan wewenang kepada staf adalah terbentuknya ikatan, hubungan formal, kerjasama yang baik kita sebagai manajer dengan staf organisasi. Ketika dilaksanakan proses pendelegasian sebagai manajer saya merasa tidak kehilangan hak dan tanggung jawab atas suatu pekerjaan tersebut. Fungsi
bawahan yang menerima wewenang, sehingga disini fungsi saya selaku manajer tetap melakukan pengawasan atas pekerjaan yang dilaksanakan staf. Memberi pengarahan kepada pihak delegate
harus jelas dan berorientasi dengan tujuan yang telah disepakati sebelumnya. Selaku manajer saya memberikan reward kepada delegate yang berhasil dan sukses mengerjakan delegasi secara efektif dan efisien. Saya beranggapan bahwa reward yang diberikan akan memacu keinginan staf tersebut dan staf lain untuk berkarya lebih baik untuk tujuan organisasi kami.
B. Analisis Diri sebagai Delegate
Suatu organisasi yang dipimpin seorang manajer sebagai satu unit komando pastinya mempunyai peluang bahwa ada beberapa pekerjaan yang akan didelegasikan kepada staf. Ada tujuan yang dilaksanakan dalam proses pemberian delegasi yaitu membentuk pribadi penerus yang handal dan kompeten serta sebagai ujian dari manajer apakah staf dapat diberikan beban selanjutnya yang lebih berat atau tidak. Ketika delegasi diberikan kepada saya, anggapan bahwa pimpinan sedang mempersiapkan saya untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sesuai kapasitas pribadi disertai dengan tanggung jawab atas semua pekerjaan yang dibebankan. Sebagai
delegate saya menyadari pendelegasian (pelimpahan wewenang) merupakan salah satu elemen penting dalam fungsi pembinaan untuk peningkatan capacity building diri saya sendiri. Delegate
yang menerima wewenang mutlak bertanggung jawab kepada delegator. Saya menyakini seberapapun berat pekerjaan yang didelegasikan pimpinan tidak akan melebihi kapasitas diri pribadi saya dalam pekerjaan. Pekerjaan yang dilimpahkan akan saya kerjakan sesuai dengan target yang diberikan. Pimpinan yang baik sudah mengukur kemampuan yang bisa diharapkan dari diri kita dalam masing-masing tugas dan tanggung jawab. Setiap staf yang mempunyai dedikasi yang tinggi pada organisasinya haruslah mempunyai pemikiran bahwa proses pendelegasian adalah bagian dari manajemen yang memerlukan latihan manajemen profesional dan dikembangkan untuk dapat menerima pendelegasian tanggung jawab secara struktural.
Pemberian delegasi oleh pimpinan adalah suatu tanggung jawab yang diberikan kepada kita untuk mencapai suatu target yang sudah ditetapkan sebelumnya secara bersama. Sebagai delegate
yang baik haruslah mempunyai sifat cakap, mampu, jujur, terampil dan tanggung jawab terhadap pekerjaan yang diberikan. Kepercayaan yang diberikan kepada saya akan dijalankan sebagaimana mestinya untuk mencapai tujuan yang menguntungkan bagi organisasi. Hak atas kewajiban yang telah saya lakukan adalah suatu hal yang mendasar karena hal ini dapat memacu diri saya untuk berbuat lebih baik ke depannya. Pemberian reward yang sesuai dapat menimbulkan motivasi yang berguna untuk meningkatkan kreativitas dalam bekerja. Sebagai delegate saya juga harus mengingat bahwa ada punishment yang mungkin akan diterima apabila kita gagal atau kurang bertanggung jawab terhadap tugas yang dibebankan melalui proses delegasi dari delegator