Tinjauan Yuridis terhadap kewenangan Komisi Yudisial dalam menjaga martabat serta perilaku hakim menurut pasal 24B ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 prespektif Fiqh Siyasah bidang Wilayat al Hisbah
Teks penuh
Dokumen terkait
Komisi yudisial yang lahir melalui amandemen ketiga UUD 1945 Pasal 24B, merupakan lembaga negara yang mandiri serta mempunyai kewenangan untuk mengusulkan pengangkatan hakim agung
Untuk mendukung dan memperkuat pelaksanaan tugas pengawasan yang bersifat represif sebagaimana dimaksud pada Pasal 20 ayat (1) huruf (d) sampai dengan huruf
Pasca reformasi, pada sidang tahunan MPR tahun 2001 yang membahas amandemen ketiga Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, disepakati beberapa
Eksistensi konstitusional komisi yudisial tetap utuh sebagaimana diatur dalam Pasal 24B UUD 1945: 1) Komisi Yudisial bersifat mandiri, yang berwenang mengusulkan
Hasil penelitian ini diketahui bahwa peran Penghubung Komisi Yudisial dalam menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku hakim di Jawa
Dalam pelaksanaannya editing ini dilakukan dengan cara memeriksa kembali data-data tentang pengawasan eksternal Hakim Konstitusi oleh Komisi Yudisial terutama dari
Bahwa dalam pasal 24B ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 hakim yang dimaksud adalah mencakup seluruh hakim yang sebetulnya sudah tidak perlu diperdebatkan mulai
Komisi yudisial yang lahir melalui amandemen ketiga UUD 1945 Pasal 24B, merupakan lembaga negara yang mandiri serta mempunyai kewenangan untuk mengusulkan pengangkatan hakim agung