• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mahasiswa mengerti teknologi produksi tanaman hias bunga dan daun

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Mahasiswa mengerti teknologi produksi tanaman hias bunga dan daun"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

Mahasiswa mengerti teknologi produksi

(2)

Tanaman hias: Tanaman yg ditumbuhkan di

kebun (di luar ruangan) atau sebagai

tanaman indoor (di dalam ruangan),

ditanam untuk dinikmati : baik bunga,

daun, aroma, bentuk tanaman atau buah.

 Dikomersialkan sebagai tanaman landsekap atau

(3)

Tanaman hias bunga yaitu tanaman yang

kecantikannya dapat dinikmati melalui

tampilan bunganya

contoh: berbagai jenis anggrek (

Dedrobium

,

Catleya

, bulan), kenikir, bunga sepatu, lily,

mawar, melati , kamboja, bougenville,bunga

matahari, dll

(4)

 Bunga anggrek mempunyai 3 buah kelopak bunga

(sepal) yang berbentuk agak sempit, biasanya berwarna seperti mahkotanya (petal). Mahkota anggrek 3 buah, satu dari mahkota berubah bentuk menjadi bibir. Alat kelamin anggrek

menjadi satu bentuk tugu (coloumn) yang disebut

gymnostemium, dimana pada ujungnya terlekat kelompok tepung sari (pollinia) pada bunga lain disebut anther (kepala sari) dan kepala putik

(5)

Bunga anggrek ada yang terbentuk pada

pucuknya/ujung tanaman seperti pada

Cattleya, Oncidium dan Coelogyne.

Golongan demikian disebut acranthe.

Golongan lain adalah bunga yang terbentuk

antara helai daun yang disebut pleurante,

seperti pada

Dendrobium, Vanda

dan

Ascosenda

. Sifat penyerbukannya tidak

bebas, di alam dilakukan oleh serangga

(6)

 Tipe simpodial ,yaitu anggrek yang tidak memiliki

batang utama, bunga keluar dari ujung batang dan akan berbunga kembali pada pertumbuhan anakan atau tunas baru. Kecuali hanya pada anggrek

jenisDendrobium yang dapat mengeluarkan tangkai bunga baru di sisi-sisi batangnya. Contoh :

Dendrobium, Cattleya, Oncidium dan Cymbidium.

 Tipe monopodial, yaitu dicirikan oleh adanya titik

tumbuh di ujung batang, pertumbuhannya lurus ke atas pada satu batang. Bunga tipe anggrek ini

keluar dari sisi batang diantara dua ketiak daun.

Contoh: Vanda, Arachnis, Renanthera, Phalaenopsis

dan Aranthera.

(7)
(8)
(9)

1. Vegetatif melalui splitting/pemecahan / pemisahan rumpun seperti Dendrobium, Oncidium, Cattleya, dan Cymbium;

pemotongan anak tanaman yang keluar dari batang (keiki) seperti Dendrobium; akar dan tangkai bunga seperti

Phalaenopsis .

Pemotongan batang (stek). Cara ini biasa dilakukan pada anggrek tipe pertumbuhan monopodial. Stek pada tipe simpodial seperti Dendrobium akan membentuk keiki. Untuk menumbuhkan keiki dengan menggantung batang

tanaman anggrek yang sudah tidak produkstif secara terbalik. Pemisahan bulb dari rumpun (split), dilakukan pada anggrek tipe pertumbuhan simpodial. Rumpun bulb dipisahkan

dengan mengikutkan pada masing-masing bagian minimal 3 bulb, agar individu baru dapat bertahan, sehat dan

(10)

 Tunas Calon Anakan anggrek yang selanjutnya

ditanam ke media seperti pakis, mos, serabut kelapa, arang, serutan kayu disertai campuran pecahan genting atau batu bata.

 2. Generatif yaitu dengan biji.

 Biji anggrek sangat kecil dan tidak mempunyai

endosperm (cadangan makanan), sehingga

perkecambahan di alam sangat sulit tanpa bantuan

(11)

 Biji anggrek yang ditanam di media VW (dilakukan

di laboratorium dengan menjaga sterilitas alat dan ruangan), setelah 6-1 tahun dapat dipindahkan ke pot koloni (pot bersama).

 Dalam pot bersama selama 6 bulan – 1 tahun,

kemudian dipindahkan ke individual pot (3-5 cm ukurannya), setelah 6 bulan baru dipindahkan di pot besar.

 Untuk anggrek Dendrobium dari biji sampai

(12)

Tanaman hias daun yaitu tanaman yang

kecantikannya dapat dinikmati melalui

tampilan daunnya, contoh: suplir (

Adiantum

),

tanduk rusa, lidah mertua, kuping gajah,

puring, keladi red star,

Aglaonema

, kadaka,

spider plant, sirih gading. lili paris, Calathea

blac lipstick,

Monstera dosonii

,

Monstera

abliqua

(janda bolong), gelombang cinta

(

Anthurium

sp), Palem Zamia

(13)
(14)

 Media organik : arang sekam, serbuk gergaji, sabut

kelapa, akar pakis, vermikulit, gambut , cocopeat, dll

 Media anorganik: perlit, rockwool, clay granular,

sand, gravel, batu apung, batu bata, batu karang, dll

 Unsur hara untuk tanaman dapat diperoleh dari

pupuk kandang, kompos atau pupuk buatan, seperti N,P,K dalam bentuk butiran atau cairan.

(15)

 Penggunaan medium tumbuh buatan biasanya

digabungkan dengan pengusahaan dalam rumah kaca (lingkungan buatan) dengan maksud

melepaskan budidaya dari pengaruh iklim dan musim serta memudahkan penanggulangan serangan hama dan penyakit tanaman.

 Pada kultur Pasir , media : Pasir perlit dan pasir

butiran

 Kultur Kerikil : Kerikil, Batu apung, Batu karang,

Batu bata, dan lain-lain.

 Vermikulaponik :Serbuk gergaji, Tanah gambut dan

(16)

 Sebagai tanaman hias daun, Aglaonema diminati

oleh banyak orang. Karena memiliki corak warna daun yang beragam. Warna-warna yang bervariasi memancarkan pesona yang memikat.

Perkembangan Aglaonema saai ini pesat sekali. Silangan baru bermunculan, baik dari dalam

maupun luar negeri.

 Tanaman hias ini mudah dirawat dan tidak rewel.

Tahan lama didalam ruangan sehingga cocok untuk tanaman hias indoor. Aglaonema dikenal dengan nama Sri rejeki memiliki preferensi terhadap jenis tanah yang lembab tapi tidak becek.

(17)

 Aglaonema dapat tumbuh optimal pada daerah

yang teduh. Memiliki kecenderungan untuk

tumbuh di bawah bayangan yang tidak terkena langsung sinar matahari.

 Aglaonema dapat tetap berbunga meski sedikit

mendapat cahaya matahari. sangat tidak tahan terhadap suhu rendah (<10° C), suhu optimal berada pada kisaran 20-30° C. menyukai udara yang lembab.

(18)

 Aglaonema umumnya ditanam dalam pot dengan

media tanah sekam bakar. Namun, dapat juga dengan media tanam yang lazim dipakai para pecinta sri rejeki di Thailand, yaitu tanah sekam dicampur sedikit kompos daun dan tambahan

chocopeat. Umumnya media yang digunakan terdiri dari komposisi sekam, tanah lempung, dan pasir dengan rasio perbandingan 2:2:1. Jika bibit

Aglaonema masih sangat muda, maka media

dapat berupa tanah campuran sekam bakar, pasir, cocopeat, dan dolomite (rasio perbandingan

70:12,5:12,5:5). Dolomite yang merupakan batuan pasir berfungsi sebagai penetralisir pH.

(19)

 3 dasar pengembang biakkan tanaman Aglaonema

Pertama, cara generatif. Yaitu perbanyakan dengan biji. Cara ini agak rumit, karena harus tahu teknik peyerbukan pada tanaman ini. Penyerbukan atau perkawinan pada Aglaonema tidak bisa secara alami. Karena bunga jantan dan betina jadi satu dan terbungkus oleh seludang.

 Kedua, cara vegetatif. Perbanyakan tanaman

dengan cara ini mudah dilakukan. Tidak diperlukan pengetahuan teknis khusus. Dapat menghasilkan tanaman hias dalam jumlah banyak dengan sifat yang mirip induknya.

(20)

 Ketiga, cara kultur jaringan.

 Cara ini sebenarnya dapat menghasilkan jumlah

anakan secara masal. Namun memerlukan

pengetahuan khusus dan biaya yang besar untuk membuat laboratorium.

 Perbanyakan vegetatif yaitu melalui stek, baik

batang, anakan maupun pencangkokan semuanya mudah dilakukan dan hasilnya cepat didapat.

(21)

 Perbanyakan tanaman aglaonema dengan cara ini

dapat dilakukan pada tanaman yang sudah mempunyai batang. Dilakukan untuk cepat

mendapatkan anakan. Biasanya bila jenis tanaman aglaonema tersebut banyak diminati dan stok

terbatas. Juga dilakukan pada Aglaonema yang susah mengeluarkan anakan.

(22)

 Adapun tahapannya :

 Pilih batang Aglaonema yang sudah tua dan sehat.  Batang yang terpilih dipotong, kemudian dibuat

potongan 3 ~ 5 cm atau minimal ada 1 calon mata tunas pada setiap potongan.

 Luka potongan ditutup dengan larutan penutup

luka (fungisida) dan biarkan selama 30 menit. Hal ini agar batang tidak busuk. Tanam potongan

batang secara horisontal dalam media tanam yang sudah disiapkan, mata tunas di bagian atas.

 Penyiraman dilakukan dengan cara di spray, media

tanam jangan sampai kering. Tunas dan akar baru akan muncul setelah 6 minggu.

(23)

 Cangkok dilakukan bila tanaman Aglaonema sudah

membentuk batang. Biasanya dilakukan sebelum stek batang. Batang yang akan disetek, pucuknya dicangkok terlebih dahulu. Sehingga akan

dihasilkan anakan dari setek batang maupun pucuk batang tersebut. Tahapannya sebagai berikut :

 1. Siapkan pot kecil (lebih kecil dari pot induknya).

Buat sayatan, dan lubangi dasar pot tersebut

sebesar batang Aglaonema yang akan dicangkok.

 2. Masukkan pot kecil pada batang yang

dicangkok, lalu isi media tanam sampai penuh.

 Setelah terbentuk akar dapat dipindahkan di media

(24)

 3. Ikat erat pot kecil tersebut dengan tali. Usahakan

tali yang digunakan kuat bertahan dan tidak putus.

 4. Siram secara rutin cangkokan tersebut, jangan

sampai medianya kering dan jangan terlalu basah.

 Akar baru pada cangkok akan tumbuh satu bulan

kemudian. Batang atas yang dicangkok dapat dipotong dan dipindahkan ke pot lain setelah perakarannya banyak, biasanya 3 bulan setelah pencangkokan.

Referensi

Dokumen terkait