Mahasiswa mengerti teknologi produksi
Tanaman hias: Tanaman yg ditumbuhkan di
kebun (di luar ruangan) atau sebagai
tanaman indoor (di dalam ruangan),
ditanam untuk dinikmati : baik bunga,
daun, aroma, bentuk tanaman atau buah.
Dikomersialkan sebagai tanaman landsekap atau
Tanaman hias bunga yaitu tanaman yang
kecantikannya dapat dinikmati melalui
tampilan bunganya
contoh: berbagai jenis anggrek (
Dedrobium
,
Catleya
, bulan), kenikir, bunga sepatu, lily,
mawar, melati , kamboja, bougenville,bunga
matahari, dll
Bunga anggrek mempunyai 3 buah kelopak bunga
(sepal) yang berbentuk agak sempit, biasanya berwarna seperti mahkotanya (petal). Mahkota anggrek 3 buah, satu dari mahkota berubah bentuk menjadi bibir. Alat kelamin anggrek
menjadi satu bentuk tugu (coloumn) yang disebut
gymnostemium, dimana pada ujungnya terlekat kelompok tepung sari (pollinia) pada bunga lain disebut anther (kepala sari) dan kepala putik
Bunga anggrek ada yang terbentuk pada
pucuknya/ujung tanaman seperti pada
Cattleya, Oncidium dan Coelogyne.
Golongan demikian disebut acranthe.
Golongan lain adalah bunga yang terbentuk
antara helai daun yang disebut pleurante,
seperti pada
Dendrobium, Vanda
dan
Ascosenda
. Sifat penyerbukannya tidak
bebas, di alam dilakukan oleh serangga
Tipe simpodial ,yaitu anggrek yang tidak memiliki
batang utama, bunga keluar dari ujung batang dan akan berbunga kembali pada pertumbuhan anakan atau tunas baru. Kecuali hanya pada anggrek
jenisDendrobium yang dapat mengeluarkan tangkai bunga baru di sisi-sisi batangnya. Contoh :
Dendrobium, Cattleya, Oncidium dan Cymbidium.
Tipe monopodial, yaitu dicirikan oleh adanya titik
tumbuh di ujung batang, pertumbuhannya lurus ke atas pada satu batang. Bunga tipe anggrek ini
keluar dari sisi batang diantara dua ketiak daun.
Contoh: Vanda, Arachnis, Renanthera, Phalaenopsis
dan Aranthera.
1. Vegetatif melalui splitting/pemecahan / pemisahan rumpun seperti Dendrobium, Oncidium, Cattleya, dan Cymbium;
pemotongan anak tanaman yang keluar dari batang (keiki) seperti Dendrobium; akar dan tangkai bunga seperti
Phalaenopsis .
Pemotongan batang (stek). Cara ini biasa dilakukan pada anggrek tipe pertumbuhan monopodial. Stek pada tipe simpodial seperti Dendrobium akan membentuk keiki. Untuk menumbuhkan keiki dengan menggantung batang
tanaman anggrek yang sudah tidak produkstif secara terbalik. Pemisahan bulb dari rumpun (split), dilakukan pada anggrek tipe pertumbuhan simpodial. Rumpun bulb dipisahkan
dengan mengikutkan pada masing-masing bagian minimal 3 bulb, agar individu baru dapat bertahan, sehat dan
Tunas Calon Anakan anggrek yang selanjutnya
ditanam ke media seperti pakis, mos, serabut kelapa, arang, serutan kayu disertai campuran pecahan genting atau batu bata.
2. Generatif yaitu dengan biji.
Biji anggrek sangat kecil dan tidak mempunyai
endosperm (cadangan makanan), sehingga
perkecambahan di alam sangat sulit tanpa bantuan
Biji anggrek yang ditanam di media VW (dilakukan
di laboratorium dengan menjaga sterilitas alat dan ruangan), setelah 6-1 tahun dapat dipindahkan ke pot koloni (pot bersama).
Dalam pot bersama selama 6 bulan – 1 tahun,
kemudian dipindahkan ke individual pot (3-5 cm ukurannya), setelah 6 bulan baru dipindahkan di pot besar.
Untuk anggrek Dendrobium dari biji sampai
Tanaman hias daun yaitu tanaman yang
kecantikannya dapat dinikmati melalui
tampilan daunnya, contoh: suplir (
Adiantum
),
tanduk rusa, lidah mertua, kuping gajah,
puring, keladi red star,
Aglaonema
, kadaka,
spider plant, sirih gading. lili paris, Calathea
blac lipstick,
Monstera dosonii
,
Monstera
abliqua
(janda bolong), gelombang cinta
(
Anthurium
sp), Palem Zamia
Media organik : arang sekam, serbuk gergaji, sabut
kelapa, akar pakis, vermikulit, gambut , cocopeat, dll
Media anorganik: perlit, rockwool, clay granular,
sand, gravel, batu apung, batu bata, batu karang, dll
Unsur hara untuk tanaman dapat diperoleh dari
pupuk kandang, kompos atau pupuk buatan, seperti N,P,K dalam bentuk butiran atau cairan.
Penggunaan medium tumbuh buatan biasanya
digabungkan dengan pengusahaan dalam rumah kaca (lingkungan buatan) dengan maksud
melepaskan budidaya dari pengaruh iklim dan musim serta memudahkan penanggulangan serangan hama dan penyakit tanaman.
Pada kultur Pasir , media : Pasir perlit dan pasir
butiran
Kultur Kerikil : Kerikil, Batu apung, Batu karang,
Batu bata, dan lain-lain.
Vermikulaponik :Serbuk gergaji, Tanah gambut dan
Sebagai tanaman hias daun, Aglaonema diminati
oleh banyak orang. Karena memiliki corak warna daun yang beragam. Warna-warna yang bervariasi memancarkan pesona yang memikat.
Perkembangan Aglaonema saai ini pesat sekali. Silangan baru bermunculan, baik dari dalam
maupun luar negeri.
Tanaman hias ini mudah dirawat dan tidak rewel.
Tahan lama didalam ruangan sehingga cocok untuk tanaman hias indoor. Aglaonema dikenal dengan nama Sri rejeki memiliki preferensi terhadap jenis tanah yang lembab tapi tidak becek.
Aglaonema dapat tumbuh optimal pada daerah
yang teduh. Memiliki kecenderungan untuk
tumbuh di bawah bayangan yang tidak terkena langsung sinar matahari.
Aglaonema dapat tetap berbunga meski sedikit
mendapat cahaya matahari. sangat tidak tahan terhadap suhu rendah (<10° C), suhu optimal berada pada kisaran 20-30° C. menyukai udara yang lembab.
Aglaonema umumnya ditanam dalam pot dengan
media tanah sekam bakar. Namun, dapat juga dengan media tanam yang lazim dipakai para pecinta sri rejeki di Thailand, yaitu tanah sekam dicampur sedikit kompos daun dan tambahan
chocopeat. Umumnya media yang digunakan terdiri dari komposisi sekam, tanah lempung, dan pasir dengan rasio perbandingan 2:2:1. Jika bibit
Aglaonema masih sangat muda, maka media
dapat berupa tanah campuran sekam bakar, pasir, cocopeat, dan dolomite (rasio perbandingan
70:12,5:12,5:5). Dolomite yang merupakan batuan pasir berfungsi sebagai penetralisir pH.
3 dasar pengembang biakkan tanaman Aglaonema
Pertama, cara generatif. Yaitu perbanyakan dengan biji. Cara ini agak rumit, karena harus tahu teknik peyerbukan pada tanaman ini. Penyerbukan atau perkawinan pada Aglaonema tidak bisa secara alami. Karena bunga jantan dan betina jadi satu dan terbungkus oleh seludang.
Kedua, cara vegetatif. Perbanyakan tanaman
dengan cara ini mudah dilakukan. Tidak diperlukan pengetahuan teknis khusus. Dapat menghasilkan tanaman hias dalam jumlah banyak dengan sifat yang mirip induknya.
Ketiga, cara kultur jaringan.
Cara ini sebenarnya dapat menghasilkan jumlah
anakan secara masal. Namun memerlukan
pengetahuan khusus dan biaya yang besar untuk membuat laboratorium.
Perbanyakan vegetatif yaitu melalui stek, baik
batang, anakan maupun pencangkokan semuanya mudah dilakukan dan hasilnya cepat didapat.
Perbanyakan tanaman aglaonema dengan cara ini
dapat dilakukan pada tanaman yang sudah mempunyai batang. Dilakukan untuk cepat
mendapatkan anakan. Biasanya bila jenis tanaman aglaonema tersebut banyak diminati dan stok
terbatas. Juga dilakukan pada Aglaonema yang susah mengeluarkan anakan.
Adapun tahapannya :
Pilih batang Aglaonema yang sudah tua dan sehat. Batang yang terpilih dipotong, kemudian dibuat
potongan 3 ~ 5 cm atau minimal ada 1 calon mata tunas pada setiap potongan.
Luka potongan ditutup dengan larutan penutup
luka (fungisida) dan biarkan selama 30 menit. Hal ini agar batang tidak busuk. Tanam potongan
batang secara horisontal dalam media tanam yang sudah disiapkan, mata tunas di bagian atas.
Penyiraman dilakukan dengan cara di spray, media
tanam jangan sampai kering. Tunas dan akar baru akan muncul setelah 6 minggu.
Cangkok dilakukan bila tanaman Aglaonema sudah
membentuk batang. Biasanya dilakukan sebelum stek batang. Batang yang akan disetek, pucuknya dicangkok terlebih dahulu. Sehingga akan
dihasilkan anakan dari setek batang maupun pucuk batang tersebut. Tahapannya sebagai berikut :
1. Siapkan pot kecil (lebih kecil dari pot induknya).
Buat sayatan, dan lubangi dasar pot tersebut
sebesar batang Aglaonema yang akan dicangkok.
2. Masukkan pot kecil pada batang yang
dicangkok, lalu isi media tanam sampai penuh.
Setelah terbentuk akar dapat dipindahkan di media
3. Ikat erat pot kecil tersebut dengan tali. Usahakan
tali yang digunakan kuat bertahan dan tidak putus.
4. Siram secara rutin cangkokan tersebut, jangan
sampai medianya kering dan jangan terlalu basah.
Akar baru pada cangkok akan tumbuh satu bulan
kemudian. Batang atas yang dicangkok dapat dipotong dan dipindahkan ke pot lain setelah perakarannya banyak, biasanya 3 bulan setelah pencangkokan.