• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kewenangan Pengadilan Agama dalam Memutus Pembatalan Akta Hibah (Analisis Putusan Mahkamah Agung Nomor : 78 Pk/ag/2013)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kewenangan Pengadilan Agama dalam Memutus Pembatalan Akta Hibah (Analisis Putusan Mahkamah Agung Nomor : 78 Pk/ag/2013)"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Mahkamah Agung dalam membatalkan putusan pengadilan niaga pada pengadilan negeri Jakarta pusat yang telah salah menerapkan hukum pembuktian dan akhirnya

Menimbang, bahwa berdasarkan hal tersebut, maka Pengadilan berpendapat bahwa Para Penggugat nyata-nyata telah mengetahui serta merasa kepentingannya dirugikan bila

Bahwa sebagaimana ketentuan Pasal 55 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan dan ketentuan Pasal 2 ayat (4) Undang-Undang

Berdasarkan uraian di atas maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hak dan kewajiban pemberi hibah yang melakukan pembatalan hibah; akibat hukum terhadap penerima

Perkara kepailitan ini berawal dari perjanjian utang-piutang antara Debitor dengan Kreditor dalam bentuk utang-piutang kedua belah pihak yang didalamnya terdapat

Perkara kepailitan ini berawal dari perjanjian utang-piutang antara Debitor dengan Kreditor dalam bentuk utang-piutang kedua belah pihak yang didalamnya terdapat peletakan

GLSHUEROHKNDQ XQWXN PHQJDMXNDQ NKXOX¶ \DLWX SHUFHU aian yang terjadi atas permintaan isteri dengan memberikan tebusan atau iwadh kepada suami dan atas persetujuan suaminya

Hibah ikepada ianak idengan iadil idan imerata iatau ijuga iorang itua iyang imenghibahkan iseluruh iharta iketika iusia itua iadalah isangat iboleh idilakukan, ihibah iseseorang iyang