• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keanekaragaman Tumbuhan Penutup Tanah Di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Situgunung, Cisaat, Sukabumi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Keanekaragaman Tumbuhan Penutup Tanah Di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Situgunung, Cisaat, Sukabumi"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Lajur transek pada setiap ketinggian areal pengamatan.
Gambar 2 : Grafik jumlah individu  jenis tumbuhan penutup tanah pada ketinggian 950                      m dpl  3 5 2 5 46 4 3 6 5 3 1817 8 3 7 6 15 18 4 5 3 1 6 2 4 2 16 1212 05101520253035404550 29
Gambar 3 : Grafik jumlah individu  jenis tumbuhan penutup tanah pada ketinggian 990                         m dpl
Gambar 5 : Grafik jenis tumbuhan penutup tanah pada ketinggian 950,990, dan 1.030 m  dpl
+2

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini sejalan dengan penelitian Fithri et al (2018), bahwa spesies Cryptothecia striata merupakan jenis lichen yang paling banyak ditemukan dan paling mendominasi di lokasi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies tumbuhan paku yang berada di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat yang dilakukan pada tanggal 3 -

Bila lebih spesfik lagi, maka di jalur rasamala adalah lokasi jalur pengamatan yang memiliki nilai kekayaan (2,91) dan keanekaragaman jenis paling tinggi dimiliki

Hasil penelitian menunjukkan terdapat sepuluh jenis paku yang ditemukan di Jalur Ciwalen Taman Nasional Gunung Gede Panggrango, yaitu Sphaerostephanos sp., Asplenium

dari 32 individu owa jawa yang berada di JGC saat ini, 20 individu di antaranya sudah ditempatkan ber- pasangan dalam satu kandang yang sama atau berada dalam tahap penjodohan

Memiliki luas 24.270,80 ha yang menyuplai kebutuhan air lebih dari 30 juta manusia di sekitarnya meliputi Cianjur, Sukabumi, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi bahkan

(iii) Nilai indeks diversitas jenis pohon pada lokasi penelitian tergolong ke dalam kategori tinggi (3,78) tetapi dengan nilai kemerataan yang relatif rendah (1,26) karena

Informasi mengenai satwa primata di PKKAB diperoleh dari hasil para peneliti yang meneliti keanekaragaman mamalia tidak terfokus pada primata saja, selain itu penelitian terakhir