• Tidak ada hasil yang ditemukan

J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 22 TAHUN 1959

TENTANG

PENETAPAN UNDANG-UNDANG DARURAT NO. 43 TAHUN 1950 TENTANG

PERUBAHAN PASAL 45 "ZEGELVERORDENING 1921" (LEMBARAN

NEGARA TAHUN 1950 NO. 85), SEBAGAI UNDANG-UNDANG

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa Pemerintah berdasarkan pasal 96 ayat 1 Undang-undang

Dasar Sementara Republik Indonesia telah menetapkan

Undang-undang Darurat No. 43 tahun 1950 tentang perubahan pasal

45 "Zegelverordening 1921" (Lembaran-Negara tahun 1950 No. 85);

b. bahwa peraturan-peraturan yang termaktub dalam Undang- undang

Darurat tersebut perlu ditetapkan sebagai Undang- undang dengan

perubahan-perubahan;

Mengingat : a. pasal 89 dan 97 Undang-undang Dasar Sementara Republik

Indonesia;

b. Undang-undang No. 29 tahun 1957 (Lembaran-Negara tahun 1957

No. 101);

Dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PENETAPAN

UNDANG-UNDANG DARURAT NO. 43 TAHUN 1950 TENTANG

PERUBAHAN PASAL 45 "ZEGELVERORDENING 1921"

(LEMBARAN-NEGARA TAHUN 1950 NO. 85) SEBAGAI

UNDANG-UNDANG.

(2)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

2

-Pasal I.

Peraturan-peraturan yang termaktub dalam Undang-undang Darurat No.

43 tahun 1950 tentang perubahan pasal 45 "Zegelverordening 1921"

(Lembaran-Negara tahun 1950 No. 85) ditetapkan sebagai

Undang-undang dengan perubahan-perubahan, sehingga berbunyi

sebagai berikut :

Pasal tunggal.

Pasal 45, ayat 1 dan 2 "Zegelverordening 1921" (Staatsblad 1921 No.

498) diubah sebagai berikut :

(1) Visum-visum, paspor-paspor biasa, paspor orang asing, surat izin

kembali, pas-pas Mekah dan lain-lain surat perjalanan yang akan

diberikan, surat izin mendarat, surat izin masuk, surat izin penduduk

dan surat-surat keterangan kependudukan dan juga pengembalian

surat izin penduduk yang telah dicabut, pemberian duplikat surat izin

masuk, duplikat surat izin penduduk dan duplikat surat-surat

keterangan kependudukan dan juga perpanjangan waktu

dokumen-dokumen Imigrasi yang diperlukan untuk itu, dikenakan

bea meterai tetap sebanyak dengan jumlah yang di- haruskan untuk

masing-masing surat-surat itu, sesuai dengan peraturan-peraturan

yang berkenaan dengan itu.

(2) Pembayaran-pembayaran bea meterai dikembalikan dalam hal-hal

yang ditetapkan dalam peraturan-peraturan yang bersangkutan.

Pasal II.

Undang-undang ini mulai berlaku pada hari diundangkan.

(3)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

3

-Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan

pengundangan Undang-undang ini dengan penempatan dalam

Lembaran-Negara Republik Indonesia.

Disahkan di Jakarta,

pada tanggal 1 Juli 1959

Pejabat Presiden Republik Indonesia,

ttd

SARTONO.

Diundangkan,

pada tanggal 4 Juli 1959.

Menteri Kehakiman,

ttd

G.A. MAENGKOM.

Menteri Keuangan,

ttd

SOETIKNO SLAMET.

Menteri Luar Negeri,

ttd

SUBANDRIO.

(4)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

MEMORI PENJELASAN

MENGENAI

USUL UNDANG-UNDANG

tentang

PENETAPAN UNDANG-UNDANG DARURAT No. 43 TAHUN

1950 TENTANG PERUBAHAN PASAL 45 "ZEGELVERORDENING 1921"

(LEMBARAN-NEGARA TAHUN 1950 No. 85),

SEBAGAI UNDANG-UNDANG.

Ternyata mengenai cara susunan tarip-tarip dalam Undang-undang Imigrasi perlu

diadakan perubahan, tidak hanya mengenai pemungutan-pemungutan yang sudah ada

yang kebanyakan dirasa perlu menaikkannya tetapi juga mengingat beberapa tarip yang

baru diadakan dan yang seluruhnya masih baru.

Berhubung dengan itu, maka cara susunan akan lebih baik, apabila tarip-tarip yang

masih belum disebutkan dalam "Penetapan Izin Masuk" (Staatsblad 1916 - 1947) dan

"Ordonansi Izin Masuk" (Staatsblad 1949 No. 33 1), diikhtiarkan dalam Undang-undang

yang tersendiri.

Untuk ini maka ayat-ayat 1 dan 2, pasal 45 "Zegelverordening 192l" harus diubah

sesuai dengan yang diuraikan dalam pasal 1 Undang-undang Darurat ini.

Termasuk Lembaran-Negara No. 66 tahun 1959.

Diketahui:

Menteri Kehakiman,

ttd

G.A. MAENGKOM.

Referensi

Dokumen terkait

Variabel dalam penelitian ini meliputi empat variabel bebas, yaitu Supervisi Akademik Kepala Sekolah (X1), Komunikasi interpersonal antara kepala sekolah dan guru,

Data kunjungan neonatal minimal 3 kali, neonatal komplikasi yang ditangani dan kunjungan bayi minimal 4 kali menurut Puskesmas di wilayah Kota Mataram tahun

1) Serginho berhasil setelah tendangan pelan ke arah kanan kiper menipu pergerakannya. 2) Seedorf gagal setelah tendanganya ke sebelah kanan dengan pelan kiper

Pada hasil uji perbandingan dengan uji Mann Whitney U didapat nilai sebesar 0,000 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 dan nilai Z adalah -6,655 yang

Diharapkan kepada guru matematika untuk dapat menerapkan metode pembelajaran kooperatif tipe TAI dengan pendekatan Reciprocal Teaching ini sebagai salah satu

Leuwih écésna Modul Diklat Guru Pembelajar Basa Sunda Kelompok Kompeténsi Gngawengku 10matéri poko, nu ngawengku 4 (opat) matéri poko kompeténsi pédagogik, jeung 6

Metil ester asam lemak dapat ditransformasikan menjadi beberapa senyawa kimia lain yang banyak kegunaannya dan juga sebagai bahan baku untuk sintesa lanjut seperti yang

kesempatan untuk menjawab pertanyaan secara bergiliran sehingga dapat melatih kesiapan siswa dan saling memberikan pengetahuan. Cara ini upaya yang sangat baik melatih