Triwulan III - 2010
|
|
Kajian Ekonomi Regional NTT1
PENYALURAN KREDIT PADA
KOMODITI PERTANIAN PADI BERESIKO KECIL
Minimnya penyaluran kredit perbankan NTT pada sektor pertanian
merupakan suatu hal yang bertentangan dengan struktur perekonomian NTT
yang ditopang oleh sektor pertanian. Data BPS Provinsi NTT menyebutkan
bahwa pada triwulan III-2010 proporsi
sektor pertanian terhadap total PDRB
mencapai 36,17% atau tertinggi
dibandingkan dengan sektor lain.
Dilihat dari sub sektor, tabama
merupakan sub sektor dengan share
terbesar yaitu 17,08%. Namun, data
perbankan Kantor Bank Indonesia
Kupang mencatatkan bahwa pada
Agustus 2010 komposisi penyaluran
kredit sektor pertanian hanya sebesar
0,18% dari total kredit, sementara sub sektor tabama sebesar 0,03%.
Berdasarkan data yang dihimpun KBI Kupang, komoditi pertanian padi
merupakan sektor yang paling banyak dibiayai oleh perbankan NTT pada sub
sektor tabama. Pada posisi Agustus 2010, kredit yang disalurkan pada komoditi
ini sebesar Rp 1,59 miliar. Sementara penyaluran kredit pada petani jagung yang
menjadi salah satu produk unggulan di Provinsi NTT hanya sebesar Rp 84 juta.
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug
Pertanian Padi 2,833 2,858 1,532 1,514 1,736 1,762 1,752 1,589
Pertanian Palawija Jagung 0 0 17 0 63 23 22 84
Pertanian Palawija Ketela pohon 0 0 0 0 10 0 0 0
Pertanian Palawija Ubi jalar 4 0 4 0 15 0 0 0
Pertanian Palawija Umbi-umbian lainnya 0 0 0 0 79 0 0 0
Pertanian Palawija Kacang tanah 53 52 50 67 76 41 38 36
Pertanian Palawija Kedele 4 4 4 4 4 4 64 64
Pertanian Palawija Kacang-kacangan lainnya 201 1,283 1,698 1,028 865 901 778 773
TOTAL TABAMA 3,095 4,197 3,304 2,613 2,849 2,731 2,654 2,545
2010 Sub Sektor
Grafik 1. Komposisi PDRB Tw III-2010
Sumber : Kantor Bank Indonesia Kupang
Tabel 1. Perkembangan Kredit Modal Kerja dan Investasi (Rp Juta)
Sumber : BPS Prov. NTT
Triwulan III - 2010
|
|
Kajian Ekonomi Regional NTT2
Selain padi, komoditi yang banyak mendapatkan kredit perbankan adalah
pertanian palawija kacang-kacangan lainnya dengan outstanding kredit sebesar
Rp 773 juta.
Minimnya penyaluran kredit pada sektor ini merupakan wujud dari
prinsip kehati-hatian bank dalam menyalurkan kredit. Sektor pertanian di
wilayah NTT secara umum masih berskala kecil dan bersifat tradisional, serta
faktor musim panen yang bersifat menjadikan faktor utama kesulitan bagi
perbankan pada sektor ini karena dianggap memiliki resiko yang tinggi.
Resiko gagal panen yang dialami petani seperti yang terjadi pada tahun
2010, berdasarkan data BPS Provinsi NTT produktivitas tabama mengalami
penurunan dibandingkan dengan tahun 2009. Diperkirakan sampai dengan
akhir Agustus 2010 produksi padi sebesar 469,250 ton atau mengalami
penurunan dibandingkan tahun 2009. Demikian pula komoditi-komoditi yang
lain yang bisa berdampak pada penurunan kolektibilitas perbankan yang
tercermin pada rasio NPLs.
Berdasarkan data KBI Kupang, rasio NPLs sub sektor tabama sangat
tinggi mencapai 30,34%. Hal ini mengindikasikan bahwa perbankan harus lebih
hati – hati dalam menyalurkan kredit pada sektor ini. Namun bila ditinjau secara
parsial, komoditi yang menyumbangkan NPLs tinggi adalah komoditi palawija
kacang-kacangan lainnya dengan rasio NPLs sebesar 88,03% atau hampir
sebagian besar debitur mempunyai masalah dengan pembayaran kredit.
Sementara untuk penyaluran kredit pada komoditi pertanian padi, rasio
NPLs posisi Agustus 2010 terbilang rendah, yaitu 0,37%. Hal tersebut berarti
penurunan produktivitas padi yang terjadi pada tahun 2010 tidak memberikan
dampak signifikan pada penurunan kualitas pembayaran kredit yang disalurkan.
Jan-Apr Mei-Ags Sep-Des Jan-Apr Mei-Ags Sep-Des
Triwulan III - 2010
|
Oleh sebab itu, perbankan seharusnya tidak perlu kuatir untuk
menyalurkan kredit pada sub sektor tabama, khususnya pada komoditi
pertanian padi, karena tingkat resiko penyaluran kredit pada komoditi ini relatif
kecil. Peran perbankan dalam menyalurkan kredit, khususnya kredit modal kerja
dan investasi pada komoditi ini secara luas akan berdampak pada peningkatan
pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug
Pertanian Padi 49.84% 45.43% 0.50% 0.51% 0.45% 0.44% 0.33% 0.37%
Pertanian Palawija Jagung 0.00% 0.00% 10.63% 0.00% 0.57% 0.00% 0.00% 0.00%
Pertanian Palawija Ketela pohon 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
Pertanian Palawija Ubi jalar 100.00% 0.00% 0.00% 0.00% 12.12% 0.00% 0.00% 0.00%
Pertanian Palawija Umbi-umbian lainnya 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
Pertanian Palawija Kacang tanah 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
Pertanian Palawija Kedele 100.00% 100.00% 100.00% 100.00% 100.00% 100.00% 6.40% 6.39%
Pertanian Palawija Kacang-kacangan lainnya100.00% 87.42% 72.01% 86.36% 92.48% 92.23% 89.34% 88.03%
TOTAL TABAMA 56.83% 61.01% 41.25% 40.57% 35.49% 34.38% 29.86% 30.34%
Sub Sektor 2010
Sumber : Kantor Bank Indonesia Kupang
Tabel 3. Rasio NPLs