• Tidak ada hasil yang ditemukan

IKATAN ARSITEK INDONESIA PEDOMAN HUBUNGAN KERJA ANTARA ARSITEK DENGAN PENGGUNA JASA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "IKATAN ARSITEK INDONESIA PEDOMAN HUBUNGAN KERJA ANTARA ARSITEK DENGAN PENGGUNA JASA"

Copied!
92
0
0

Teks penuh

Gambar

TABEL PERHITUNGAN IMBALAN JASA
GRAFIK PERHITUNGAN IMBALAN JASA
TABEL PERHITUNGAN IMBALAN JASA
TABEL BIAYA LANSUNG PERSONEL (REMUNERATION) BAGI ARSITEK  BILA TIDAK DAPAT DITENTUKAN DENGAN TABEL PERSENTASE
+2

Referensi

Dokumen terkait

Karena arsitek bertanggung jawab secara moril kepada pengguna j asa dan dirinya sendiri, dan dasar hubungan arsitek dengan pengguna jasa adalah kepercayaan, yang harus selalu

Cara pembayaran Imbalan Jasa adalah sesuai dengan yang tertulis pada Aturan Main Hubungan Kerja antara Pemberi Tugas dan Arsitek, yaitu :.. Imbalan Jasa dilakukan selambat-lambatnya

(1) Pada tahap Pembuatan Gambar Kerja, berdasarkan hasil Pengembangan Rancangan yang telah disetujui pengguna jasa, Arsitek menerjemahkan konsep rancangan yang terkandung

yang terikat dengan hubungan kerja untuk waktu tidak terbatas itu maka akan Perjanjian kerja waktu tidak tertentu dapat dibuat secara. tertulis

Pengguna Jasa Arsitek adalah pihak yang menggunakan       jasa Arsitek berdasarkan perjanjian kerja.. Organisasi Profesi adalah Ikatan Arsitek

Hasil analisis data menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi terhadap kualitas layanan dengan kepuasan konsumen pada pengguna jasa kantor

Bagaimana sistem hubungan kerja antara pengguna jasa dan buruh tani harian (aron si ngemo). 1.3

Arsitek akan menerima imbalan jasa maupun bentuk imbalan lainnya hanya yang sesuai dengan kesepakatan tertera dalam perjanjian hubungan kerja atau penugasan, dan tidak