• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III ANALISA NOISE PADA CONTROL VALVE ANSI 150 PADA. PT.POLICHEM INDONESIA Tbk

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III ANALISA NOISE PADA CONTROL VALVE ANSI 150 PADA. PT.POLICHEM INDONESIA Tbk"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

Universitas Mercubuana 51

BAB III

ANALISA NOISE PADA CONTROL VALVE ANSI 150 PADA

PT.POLICHEM INDONESIA Tbk

3.1 Pengumpulan data dari PT. POLYCHEM INDONESIA

(2)

Universitas Mercubuana 52

(3)

Universitas Mercubuana 53

(4)

Universitas Mercubuana 54

DAFTAR SPESIFIKASI

Item no. : 2 Q’TY : 1 TAG NO. : FV-660-B ( SPECIFICATION )

MODEL NO. --- AGVB

DESKRIPSI Top-Gulded Single-Seat Control Valve

Body 3 INCH (80MM)

PORT Size (in.) 3 INCH (80MM)

Rating ANSI 150

Conn, Type RF

Body Material A351CF8

Trim Material SUS316

Flow Characteris EQ%

(5)

Universitas Mercubuana 55

Actuator PSA3R

Valve Action Reverse Action

(Air to open) Gland Packing NP4519 Gasket V543(PTFE) Grease --- Air Supply 2.8 N/cm2 Spring Range 0. 8-2. 4 N/cm2 Seat Leakage CLASS IV ( COLOR )

Body Yellow

Paint corrotion Resistent

Yoke Silver

( ACCESSORY )

Positioner AVP302-FSD2B-1DYQ-X

(6)

Universitas Mercubuana 56

Regulator KZ03-2B-XX

Strukture FM Explosi

onproof &Flamproof, ¼ NPT, ½ NPT

( PROSES DATA)

Fluid name MONO ETHYLENE GLYCOL (M)

Flow Rate Max 15 m3/h

Flow Rate Nor ---

Inlet pressure 4 N/cm2g

Outlet 1 N/cm2g

Diff Press Max 3 N/cm2 Shut-off press 6 N/cm2 Temperature 50oC Density/Gravity(liq) 1.059 water = 1` Calculated CV 10.4 Travel 37 % Inlet Velocity 0.9436 m/s Predictive SPL 65 dBA

(7)

Universitas Mercubuana 57

SV0703-105 Indicating unit "N/cm2"

SV0601-001 Air piping Connection: 1/4 NPT

SV0602-002 Air piping: Vinyl covered copper tube. Joint:Cr plated with vinyl cap

SV0801-E01 Material certificate in English. Scope: valve body and bonnet

SV0003-001 Valve size indication: ' " '

SV0201-003 Seat leakage: Less than 0.01%CV (Equivalent IEC, JIS Class IV)

3.2 Perhitungan Noise pada Control Valve

Pada pembahas bab ini penulis akan mengolah data dari sebuah plant di PT. POLYCHEM INDONESIA Tbk. Data – data yang didapat merupakan data control valve yang diambil dari PT. POLYCHEM. Data yang di ambil adalah control valve jenis AGVB ANSI 150 dengan tag number. FV-660-B = SPL/NOISE = 61 dBA.

Pada dasar control valve tidak menghasilkan noise atau suara, noise yang di timbulkan oleh control valve merupakan fenomena dari laju aliran fluida kerja, dalam

(8)

Universitas Mercubuana 58

pembahasan ini penulis mencoba menganalisis noise berdasarkan laju aliran fluida, dengan perhitungan dari bilangan reynold numbernya (Re), dengan persamaan berikut:

Dimana: ρ = densitas (kg/m3)

μ = viskositas dinamis (N. det/m2)

d = diameter dalam dari saluran (m) υ = viskositas kinematis (m2/det)

γ = berat jenis fluida (N/m3)

(9)

Universitas Mercubuana 59

3.2.1 perhitungan Reynold number pada control valve jenis ANSI 150 3.3.1.1 data pesifikasi dari pipa

1. D (diameter pipa) = 3 inch = 76,2 mm

T tabel ukuran pipa

(10)

Universitas Mercubuana 60

3.2.1.1 data spesifikasi dari air

1. densitas (ρ) dalam (kg/m3)

Densitas adalah massa dari materi atau zat setiap satu satuan volumenya , Densitas suatu zat atau materi dapat dilihat dari temperaturnya. Semakin tinggi temperatur dari zat atau materi maka densitas dari zat tersebut akan semakin rendah

Grafik kerapatan air berbanding dengan temperatur

Dari data-data yang disediakan oleh vendor dan tabel diatas dapat dihitung kerapatan dari fluida air,dimana:

Diket : fluida beroperasi pada temperatur maksimum 160 0C,namun penulis mengambil data pada temperatur ambient,yaitu 50 0C agar hasil yang didapat valid

(11)

Universitas Mercubuana 61

dan dapat dipetanggung jawabkan. dari data diatas densitas air pada suhu 50 C sebesar 988,07 kg/m3

2. viskositas kinematis (μ) (m2/det)

Viskositas kinematis adalah perbandingan antara viskositas dinamis dengan densitas

ʋ =

𝜇𝜇

𝜌𝜌

dimana,

υ = Viskositas kinematis (m2/det) μ = Viskositas dinamis (N.det/m2)

(12)

Universitas Mercubuana 62

(13)

Universitas Mercubuana 63

(14)

Universitas Mercubuana 64

Dari data serta grafik didapatkan viskositas dinamik pada temperatur 50 C sebesar 0,540 x 10-3 m2/det

3. kecepatan rata –rata fluida (V) (m/det)

maka kecepatan rata-rata fluida bisa didapat dengan menggunakan persamaan kontinuitas aliran sebagai berikut:

Dengan, V = Kecepatan rata-rata (m/det) Q = Debit aliran (m3/det)

A = Luas penampang saluran (m2).

(15)

Universitas Mercubuana 65 SATUA N `VARIABEL KECEPATAN Ft/sec 0,00 9 0,01 5 0,02 1 0,02 4 0,0 3 0,15 1 0,24 2 0, 3 0,3 3 0,3 6 0,3 9 m/sec 0,00 3 0,00 5 0,00 7 0,00 8 0,0 1 0,05 0,08 0, 1 0,1 1 0,1 2 0,1 3 Tabel kecepatan yang diizinkan pada pipa yang berukuran 3 inch (0,076 m)

Range kecepatan fluida yang diizinakkan pada pipa berukuran 3 inch (0.076 m)

(16)

Universitas Mercubuana 66

Dari data – data yang telah didapatkan maka kita dapat menghitung reynold numbernya, dengan mengambil variebel dari data – data diatas, karena penulis telah memutuskan pengambilan variabel pada suhu yang sama yaitu 50 0C, maka semua variabel akan sama, kecuali variabel kacepatan, agar perhitungan Re numbernya bervariasi dan jenis aliran fluidanyapun dapat ditentukan.

Diket :

 densitas (ρ) air pada suhu 50 0

C sebesar 988,07 kg/m3  viskositas dinamik (μ) pada temperatur 50 0

C sebesar 540 x 10-3 m2/det  diameter (d) pada pipa sebesar 3 inch = 0,76 m

 Kecepatan pada 0,01 m/sec

Jadi Re = 988,07

kg

m 3x 0,003m/s x 0.076 m

0,540 x 10−3 m2/det

(17)

Universitas Mercubuana 67

Data diambil saat temperatur operasi 50 0C, dengan kecepatan fluida yang berbeda Pada control valve ANSI 150

NO densitas (ρ) (kg/m3) viskositas dinamik (μ) (m2/det) diameter pipa (d) (m) Kecepatan fluida (v) (m/s) Re number Sifat aliran 1 988.07 0,540 x 10-3 0,076 0,003 417.2 Lami nar 2 988.07 0,540 x 10-3 0,076 0,005 695.3 Lami nar 3 988.07 0,540 x 10-3 0,076 0,007 973.4 Lami nar 4 988.07 0,540 x 10-3 0,076 0,008 1112.5 Lami nar 5 988.07 0,540 x 10-3 0,076 0,01 1390.6 Lami nar 6 988.07 0,540 x 10-3 0,076 0,05 6953.1 Turbu len 7 988.07 0,540 x 10-3 0,076 0,08 11125 Turbu len 8 988.07 0,540 x 10-3 0,076 0,1 13906.2 Turbu

(18)

Universitas Mercubuana 68 len 9 988.07 0,540 x 10-3 0,076 0,11 15296.8 Turbu len 10 988.07 0,540 x 10-3 0,076 0.12 16687.4 Turbu len Tabel 6 : hasil perhitungan Re number vs kecepatan fluida pada temperatur 50 0C

pada control valve ANSI 150

Grafik 2 : hasil perhitungan Re number vs kecepatan fluida pada temperatur 50 0C pada ANSI 150

0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000 16000 18000 0.003 0.005 0.007 0.008 0.01 0.05 0.08 0.1 0.11 0.12 grafik aliran fluida pada temperetur 50 0C pada ANSI 150

dengan variabel kecepatan yang berbeda

(19)

Universitas Mercubuana 69

Reynold number merupakan parameter untuk mengetahui pola aliran adapun untuk mengetahui jenis aliran berdasarkan reynold number adalah sebagai berikut :

• Aliran Laminer mempunyai Re < 2100 • Aliran Turbulen mempunyai Re > 4100

• Aliran Transisi mempunyi Re antara 2100 – 4100

3.3.1.2 Perhitungan Noise ( kebisingan )

Noise (kebisingan) dapat diuku berdasarkan tekanan suara yang ditimbulkan

oleh laju aliran kerja pada control valve . tekanan suara sering diukur sebagai tingkat pada skala decibel logaritmati. Tekana suara level (SPL) atau Lp yang didefinisikan sebagai berikut :

Lp = 20. Log(10)𝑃𝑃𝑃𝑃

𝑟𝑟𝑟𝑟𝑟𝑟

Untun noise pada zona D yang di ijinkan Jadi untuk Lp = 20. Log(10) 6120

(20)

Universitas Mercubuana 70

Untuk noise pada zona C yang di ijinkan

Untuk Lp = 20. Log(10) 5920 = 59 dBA Untuk Lp = 20. Log(10) 5520 = 55 dBA Untuk Lp = 20. Log(10) 5320 = 53 dBA Untuk Lp = 20. Log(10) 5020 = 50 dBA

(21)

Universitas Mercubuana 71

Untuk noise pada zona B yang di ijinkan

Untuk Lp = 20. Log(10) 4820

= 48 dBA

Untuk noise pada zona A yang di ijinkan

Untuk Lp = 20. Log(10) 4520 = 45 dBA Untuk Lp = 20. Log(10) 4020 = 40 dBA Untuk Lp = 20. Log(10) 3920

(22)

Universitas Mercubuana 72 = 39 dBA Untuk Lp = 20. Log(10) 3520 = 35 dBA

TABEL PERHITUNGAN NOISE

No SPL (sound pressure level) Re (reylod number) Noise

1 61 16687 61 2 59 15297 59 3 55 13906 55 4 53 11125 53 5 50 6953 50 6 48 1391 48 7 45 1113 45 8 40 973 40 9 39 695 39 10 35 417 35

(23)

Universitas Mercubuana 73

Grafik noise pada control valve pada ANSI 150

Grafik 4 : hasil perhitungan Noise vs Re pada ANSI 150

Dari hasil perhitungan diatas berdasarkan berdasarkan erylod number dan noise dapat di ketahui semakin besar laju aliran maka semakin besar noise yang akan di hasilkan 0 10 20 30 40 50 60 70 417 695 973 1113 1391 6953 11125 13906 15297 16687 N ois e/ Lp (d BA) Re Number

Gambar

Grafik kerapatan air berbanding dengan temperatur
Grafik 2 : hasil perhitungan Re number vs kecepatan fluida  pada temperatur 50  0 C pada ANSI 150
TABEL PERHITUNGAN NOISE
Grafik 4 : hasil perhitungan Noise vs Re pada ANSI 150

Referensi

Dokumen terkait

Adapun tahapan-tahapan yang digunakan untuk mengolah data yang didapatkan adalah menghitung deflator indeks harga dari setiap item, menghitung input partial dari capital

1) Gaya Kepemimpinan Otokratik. Pengambilan keputusan seorang manajer yang otokratik akan bertindak sendiri dan memberitahukan bawahannya bahwa ia telah mengambil keputusan

Dari data pathloss eksponen yang telah didapatkan diatas apabila dibandingkan dengan nilai pathloss eksponen pada tabel 1 maka cluster Recidences dan CBD masuk kedalam kategori

Dari s urvey diatas telah diambil beberapa data percetakan untuk mempertimbangkan badget yang diperlukan, bahan material yang disediakan oleh percetakan serta waktu yang

Adapun tahapan-tahapan yang digunakan untuk mengolah data yang didapatkan adalah menghitung deflator indeks harga dari setiap item, menghitung input partial dari capital

Selanjutnya menghitung heat load dan heat dissipation dari cooler yang kemudian dilakukan pembandingan antara keduanya, sehingga diketahui pada sistem

Sesuai dengan data yang telah diperoleh dari pengambilan data diatas dapat diketahui bahwa respon sistem pengendalian temperature cooling water pada plant ini

Adapun data-data dari simulasi ETAP yaitu : Tabel 3.5 Perbandingan harmonisa tegangan sebelum dan sesudah pemasangan kapasitor Dari data diatas, kita bisa mencari nilai tegangan