Universitas Mercubuana
BAB IV
ANALISA FLOW CONTROL VALVE HCB UNTUK STEAM
PADA PT POLICHEM INDONESIA TBK
4.1
Aplikasi Control Valve Pada PT Polichem Indonesia Tbk.
PT Polichem Indonesia Tbk. adalah sebuah perusahaan yang memproduksi produk-produk kimia, di perusahaan ini banyak menggunakan
control valve dalam proses produksinya, untuk itulah penulis mencoba untuk
menganalisa perhitungan karakteristik flow pada control valve yang digunakan pada perusahaan ini. Pada analisa flow kami batasi lebih spesifik yaitu analisa flow pada fluida kerja steam water.
Pada Steam water system PT Polichem menggunakan beberapa valve, namun kami batasi untuk pengnalisaan kami menggunakan control valve dengan tag no FV 101. Untuk lokasi dan aplikasi control valve tersebut dapat dilihat pada gambar dibawah ini;
Universitas Mercubuana Gambar 4.1 Aplikasi control valve FV 101
Sumber : PT Polichem Indonesia
Control valve dengan tag no FV 101 adalah sebuah control Valve jenis
HCB dari pabrikan Yamateke dengan spesifikasi seperti dibawah ini ;
SPECIFICATION LIST
YH-NO. : R-92043-41-010
Universitas Mercubuana
TAG NO. : FV-101
( SPECIFICATION )
MODEL NO. --- HCB
DESCRIPTION PRESS. BALANCED CAGE TYPE CONTROLVALVE
VALVE SIZE 3 INCH (80MM)
PORT OR CV VALUE 3 INCH (80MM)
BODY RATING Ansi 600
End Connection RF
Body Material A216WCB
Trim Material SCS24
Flow Characteris %VF
Bonnet Type Plain Type
Actuator HA4
Manual Operator Side Handle
Valve Action Reverse Action
Universitas Mercubuana
Gland Packing Teflon
Gasket V543. V590 Grease Without Air Supply 2.8 KGF/CM2 Spring Range 0. 8-2. 4 KGF/CM2 ( COLOR ) Body Silver
Diaphragm Case 2. 5Y8/12
Yoke Silver
( ACCESSORY )
Positioner HEP 15-A-1
Input Signal 4-20 MA DC
Regulator KZ03-2B-X
Universitas Mercubuana ( OPERATING CONDITION )
Fluid BFW
Flow Rate Max 52. 9 M3/H
Flow Rate Nor 47. 6 M3/H
Pressure P1 61. 98 KGF/CM2
Diff Press Nor 2. 1 KGF/CM2
Diff Press Max 84. 1 KGF/ CM2
Temperature 165 oC
Specific Gravity 0. 906
CV Selected 99
CV Calculated 41/37
SV0602-001 Vinyl Covered Air Tube With Double Joint
SV0201-002 Seat Leakage : Less Than 0. 1% CV
SV0402-001 Packing Follower W/O-Ring
Universitas Mercubuana Note Seat Leakage : Ansi Class III. (Case II) P1=32KGF/CM2. ∆ P =1.
0KGF/CM2. Calculation CV = 59/53
Berikut adalah gambar teknik dari Control Valve sesuai spesifikasi diatas.
Gambar 4.2 Gambar Teknik Control Valve HCB ANSI 600
Universitas Mercubuana
4.2
Perhitungan Koefisien – Koefisien Valve
Dalam penganalisaan performa valve penulis menggunakan metode perhitungan, dimana perhitungan tersebut meliputi:
1. Perhitungan Koefisien aliran valve aktual
2. Perhitungan Koefisien aliran untuk fluida kerja steam (Water Vapor)
3. Perhitungan Valve Loss Koefisien
Secara umum ketiga perhitungan tersebut digunakan dalam system instrumentasi, terutama saat pemilihan dan penganalisaan performa dari sebuah control valve. Untuk itulah penulis menganalisa performa dengan metode perhitungan seperti diatas.
3.2.1 Perhitungan aliran valve aktual
Cv = 1.17 x q
Sesuai dengan data aplikasi sesuai data sheet diatas didapat data :
Upstream Pressure P1 = 61.98 kgf/cm²
Beda Tekanan ∆P = 2.1 kgf/cm²
Gas Specific Gravity Gg = 1
Untuk perhitungan CV diambil dari beberapa variant dari flow rate yang sering terjadi saat control valve tersebut bekerja yaitu sebagai berikut :
1. Untuk Flow rate (q) = 20 m³/h
Didapat harga Cv = 1,17 x 20
Universitas Mercubuana
= 23,4 x 0,690
= 16,146
2. Untuk Flow rate (q) = 40 m³/h
Didapat harga Cv = 1,17 x 40
.
= 46,8 x 0,690 = 32,292 3. Untuk Flow rate (q) = 60 m³/h
Didapat harga Cv = 1,17 x 60
.
= 70,2 x 0,690 = 48,438 4. Untuk Flow rate (q) = 80 m³/h
Didapat harga Cv = 1,17 x 80
.
= 93,6 x 0,690
= 64,584 5. Untuk Flow rate (q) = 100 m³/h
Didapat harga Cv = 1,17 x 100
.
= 117 x 0,690 = 80,73
Universitas Mercubuana
Berikut adalah diagram dari nilai Cv terhadap flow rate sesuai hasil perhitungan :
Gambar 4.3 Diagram Cv untuk fluida kerja cair
Sumber : Perhitungan Koefisien Valve Fluida kerja cair
Untuk flow rate maksimum dari kondisi kerja aktual control valve tersebut adalah (q) = 52,9 m³/h sehingga didapat harga cv aktual :
Universitas Mercubuana
Cv = 1,17 x 52,9
.
= 61,893 x 0,690 = 42,706
3.2.2 Perhitungan Koefisien aliran untuk fluida kerja steam (water Vapor)
∆P = 2,1 kgf/cm²
= . = 30,99
Karena ∆P < maka berlaku persamaan berikut
Cv =
Untuk perhitungan CV diambil dari beberapa variant dari flow rate yang sering terjadi saat control valve tersebut bekerja yaitu sebagai berikut :
1. Untuk Flow rate (q) = 20 m³/h
Didapat harga Cv = , , ,
= 0,069 x 1,308
= 0,090
2. Untuk Flow rate (q) = 40 m³/h
Didapat harga Cv =
, , ,
= 0,139 x 1,308
Universitas Mercubuana
3. Untuk Flow rate 60 m³/h
Didapat harga Cv =
, , ,
= 0,209 x 1,308
= 0,273
4. Untuk Flow rate (q) = 80 m³/h
Didapat harga Cv =
, , ,
= 0,278 x 1,308
= 0,364
5. Untuk Flow rate (q) = 100 m³/h
Didapat harga Cv =
, , ,
= 0,348 x 1,308
= 0,455
Berikut adalah diagram dari nilai Cv terhadap flow rate sesuai hasil perhitungan :
Universitas Mercubuana
Gambar 4.4 Diagram Cv untuk fluida kerja steam
Sumber : Perhitungan Koefisien Valve Fluida kerja cair
Untuk flow rate maksimum dari kondisi kerja aktual control valve tersebut adalah(q) = 52,9 m³/h sehingga didapat harga cv aktual :
Cv = ,
, , ,
= 0,184 x 1,308
Universitas Mercubuana
Untuk faktor keamanan kita ambil koefisien valve 15% lebih besar dari kondisi kerja flow rate maksimal dari aktual flow yang terjadi, maka nilai dari Cv tersebut menjadi :
a. Untuk fluida kerja Fase cair
Cv = 42,706 x 15/100 = 6,41
Sehingga nilai Cv menjadi : Cv = 42,76 + 6,41
= 49,17
b. Untuk fluida kerja fase steam (uap air)
Cv = 0,241 x 15/100 = 0,036
Sehingga nilai Cv menjadi : Cv = 0,241 + 0,036
= 0,277
Data Pabrikan dari Yamatake Corporation Cv Rated untuk Control Valve HCB 3 Inch adalah 99 pada kondisi full open (100% open). Untuk data pabrikan dari Valve diatas dapat dilihat pada table dibawah ini :
Universitas Mercubuana
Gambar 4.5 Cv rate HCB
Sumber : Yamatake Coorporation
Gambar 4.6 Diagram Cv rate HCB Equal & Linear Percentage
Sumber : Yamatake Coorporation
Data sesuai perhitungan didapat koefisien aliran Valve untuk Control
Universitas Mercubuana
dibawah dari CV rated maksimal, ini artinya Control Valve tersebut masih aman dipakai pada system tersebut.
3.2.3 Perhitungan Valve loss Koefisien
∆H = K ²
Sesuai data aplikasi didapat data-data sebagai berikut : K = 10³ pada pembukaan valve 10%
Untuk harga v didapat dari persamaan berikut : v = 278 dimana : V = 0.315 m³/kg W = 52.794 kg/h A = 0,0047 m² Maka v = 278 . . = 278 x 3538.321 = 0.984 m/dt ∆H = 10³ . ² ∆H = 1000 x 0.048 ∆H = 48 m/h
Untuk differentiat pressure nya didapat dari persamaan berikut :
∆p = K ! ²
Universitas Mercubuana
∆p = 48 345 pa ∆p = 0,48 bar
4.3
Karakteristik Aliran Control Valve
Performa dari sebuah control valve, dipengaruhi juga oleh beberapa faktor yang terjadi dalam suatu system kerja control valve itu sendiri. Faktor – faktor tersebut antara lain, jenis aliran (laminar, turbulen, atau transisi), Choked
Flow, maupun pressure drop yang terjadi.
3.3.1 Jenis Aliran
Jenis aliran yang melalui sebuah control valve turut berpengaruh
terhadap kinerja dari control valve itu sendiri. Faktor –faktor yang mempengaruhi jenis / pola aliran antara lain ;
1. Kecepatan fluida 2. Suhu Fluida 3. Diameter Pipa
4. Besar bukaan Control Valve
Sebagai gambaran untuk pola aliran tersebut dapat dilihat seperti gambar di bawah ini :
Universitas Mercubuana
Gambar 4.7 Pola Aliran laminer dan turbulen Sumber : Emerson Handbook
Pola aliran dapat diketahui dengan cara antara lain ;
1. Visual
2. Secara perhitungan
Analisa secara Visual didapat dengan cara melihat langsung diaplikasi dan dapat dibandingkan dengan gambar 3.1 untuk mengetahui jenis aliran tersebut apakah laminer atau turbulen.
Untuk analisa perhitungan didapat dengan cara menghitung besarnya
Reynold number pada aliran dicontrol valve, adapun untuk persamaannya adalah
sebagai berikut : Re = "ῡ⍴
% = "ῡ
ῡ
Reynold number merupakan parameter untuk mengetahui pola aliran
adapun untuk mengetahui jenis aliran berdasarkan Reynold number adalah sebagai berikut :
Universitas Mercubuana
• Aliran Turbulen mempunyai Re > 4100
• Aliran Transisi mempunyi Re antara 2100 – 4100
Secara umum dapat didefiniskan untuk jenis aliran sebagai berikut :
• Aliran laminer merupakan aliran yang lambat, fluida mengalir pada
kecepatan maksimum pada bagian sumbu pipa dan kecepatan yang paling rendah pada bagian dinding pipa.
• Aliran Turbulen merupakan Sedangkan aliran turbulen kecepatan fluida
konstan pada setiap jarak lintas pada pipa.
Berdasarkan penjelasan – penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa
Reynold number berbanding lurus dengan kecepatan, sehingga pola aliranpun
berbanding lurus dengan kecepatan fluida yang mengalir. 3.3.2 Aliran choked
Aliran choked adalah aliran yang disebabkan oleh penyempitan luasan aliran yang mengakibatkan penurunan tekanan yang melebihi penurunan tekanan maksimal yang diizinkan. Penurunan tekanan tersebut terjadi pada bagian yang disebut Vena Contracta.
Gambar 4.8 Ilustrasi Vena Contracta
Universitas Mercubuana Vena Contracta adalah bagian yang menyempit seperti pada gambar diatas. Pada Vena contracta terjadi fenomena – fenomena seperti
• Peningkatan energy kinetik (Kenaikan kecepatan)
• Penurunan energy potensial (Penurunan tekanan)
Jika penurunan tekanannya melebihi tekanan minimum penguapan untuk fluida cair yang digunakan maka akan timbul gelembung-gelembung udara pada sistem fluida tersebut. Gelembung – gelembung udara tersebut dapat mangakibatkan kavitasi pada kontrol valve tersebut sehingga hal ini harus dihindari saat pen-design-an sistem control valve.