• Tidak ada hasil yang ditemukan

BIOLOGI REPRODUKSI IKAN KUNIRAN Upeneus moluccensis Bleeker, 1855 DI PERAIRAN SELAT SUNDA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BIOLOGI REPRODUKSI IKAN KUNIRAN Upeneus moluccensis Bleeker, 1855 DI PERAIRAN SELAT SUNDA"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Klasifikasi tingkat kematangan gonad (Effendi, 2002).
Tabel 2. Nisbah kelamin ikan kuniran berdasarkan beberapa hasil penelitian.
Gambar 4.  Nilai  indeks  kematangan  gonad  ikan kuniran betina (a) dan jantan  (b) di perairan Selat Sunda
Gambar 5. Sebaran diameter telur ikan kuniran di perairan Selat Sunda.

Referensi

Dokumen terkait

total spawner , yang berarti ikan melakukan pemijahan pada satu periode dan melepaskan telur-telurnya sekaligus dalam jangka waktu yang singkat. Waktu pemijahan dapat

Rata-rata ukuran pertama kali matang gonad ikan malalugis betina adalah 26,94 cm FL, sedangkan pada ikan malalugis jantan diperoleh ukuran pertama kali matang gonad pada panjang

Pengujian nilai b yang diperoleh terhadap nilai 3 pada taraf selang kepercayaan 95% diketahui bahwa pola pertumbuhan ikan kuniran jantan adalah allometrik

nilai indeks kematangan gonad antara ikan jantan dan betina tersebut disebabkan oleh kelompok ikan yang matang gonad tidak berada di daerah penangkapan (

Kisaran ukuran pertama kali matang gonad ikan pari totol betina dengan kisaran panjang total tubuh 700- 771 cm, sedangkan untuk ikan pari jantan dengan kisaran panjang total

Rata-rata ukuran pertama kali tertangkap lebih kecil dibandingkan dengan ukuran pertama kali matang gonad sehingga sebelum ikan tersebut tertangkap ikan belum melaku- kan

pada struktur ukuran ikan terjadi perbedaan yang signifikan pada nisbah kelamin ikan lemuru jantan dan betina terutama pada ikan yang berukuran besar, dimana ikan lemuru betina

Waktu pemijahan pada ikan dapat diduga dengan melihat komposisi tingkat kematangan gonad ikan tersebut, waktu pemijahan ikan adalah bulan-bulan yang memiliki jumlah