• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Gambaran Umum

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Gambaran Umum"

Copied!
95
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN A. Gambaran Umum

Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kota Bogor adalah salah satu perangkat dari Pemerintah Kota Bogor yang mempunyai tugas membantu Walikota Bogor yang dalam kedudukannya sebagai Kepala Daerah dan Kepala Wilayah sesuai dengan Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 246, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5589). Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kota Bogor mempunyai tugas pokok dan fungsi di bidang Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi.

Dalam Peraturan Daerah No. 4 Tahun 2014 mengenai Perubahan Perda Nomor 3 Tahun 2010 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kota Bogor, Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi adalah Aparat Pemerintah Daerah yang dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Walikota Bogor. Wilayah kerja Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kota Bogor meliputi 6 Kecamatan 68 Kelurahan.

Dalam melaksanakan tugas dan kegiatan, Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kota Bogor berpedoman pada Program Kerja Tahunan dan selama tahun 2016 telah melaksanakan kegiatan baik yang ditunjang APBD/ APBN maupun kegiatan swadana dan pembangunan dengan anggaran dana yang ada.

(2)

B. Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi, Kewenangan serta Susunan Organisasi

1. Kedudukan

Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 3 Tahun 2010 tentang Organisasi perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kota Bogor Tahun 2010 Nomor 1 Seri D) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 4 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 3 Tahun 2010 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kota Bogor Tahun 2014 Nomor 2 Seri D dan Peraturan Walikota Bogor No. 50 Tahun 2014 tentang Tugas Pokok, Fungsi, Tata Kerja dan Uraian Tugas Jabatan Struktural di lingkungan Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi sebagai unit pelaksana teknis dan unsur penunjang di bidang Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Walikota Bogor melalui Sekretaris Daerah Kota Bogor. Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kota Bogor berkedudukan di Jalan Merdeka No. 142 Bogor.

2. Tugas Pokok dan Fungsi

Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kota Bogor mempunyai Tugas Pokok melaksanakan sebagian urusan Pemerintah Daerah di Bidang Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi.

Untuk melaksanakan Tugas Pokok dimaksud, Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kota Bogor mernpunyai fungsi : a. Perumusan kebijakan teknis bidang Tenaga Kerja, Sosial dan

Transmigrasi;

b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi;

c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi;

d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota Bogor sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(3)

3. Kewenangan Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kota Bogor

Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kota Bogor mempunyai kewenangan untuk menangani urusan Pemerintah Daerah di Bidang Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi. Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi adalah Aparat Pemerintah Daerah yang dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Walikota Bogor. Wilayah kerja Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kota Bogor meliputi 6 Kecamatan dan 68 Kelurahan.

4. Susunan Organisasi

Mengacu kepada Peraturan Daerah Kota Bogor No. 3 Tahun 2010 tentang Organisasi Perangkat Daerah, dipimpin oleh Seorang Kepala Dinas dan dibantu oleh :

a. Sekretariat membawahkan :

1) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian; 2) Sub Bagian Keuangan;

3) Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan.

b. Bidang Penempatan, Perluasan Kerja dan Transmigrasi : 1) Seksi Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja;

2) Seksi Pelatihan, Pemagangan dan Bina Lembaga Latihan Swasta;

3) Seksi Transmigrasi.

c. Bidang Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan membawahkan :

1) Seksi Hubungan Industrial dan Persyaratan Kerja; 2) Seksi Pengawasan Norma Kerja;

3) Seksi Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja. d. Bidang Pelayanan Sosial membawahkan :

1) Seksi Rehabilitasi Sosial;

2) Seksi Bantuan dan Perlindungan Sosial; 3) Seksi Pemberdayaan Sosial.

e. Bidang Pengembangan Sosial membawahkan : 1) Seksi Kemitraan Sosial;

(4)

2) Seksi Bina Sosial;

3) Seksi Data dan Informasi Sosial.

f. UPTD Balai Latihan Kerja (BLK), membawahkan : 1) Sub Bagian Tata Usaha

g. UTTD Pembinaan Mental dan Kesejahteraan Sosial, membawahkan :

1) Sub Bagian Tata Usaha h. Kelompok Jabatan Fungsional; i. Tenaga Kerja Pelaksana;

C. Dasar Hukum

Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kota Bogor mengacu kepada : 1. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan

Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);

2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara, Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4689);

3. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

4. Intruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi;

5. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

6. Peraturan Daerah Kota Bogor 03 Tahun 2010 tentang Organisasi Perangkat Daerah;

(5)

7. Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 6 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bogor Tahun 2015 – 2019

D. Reviu Berkala

Reviu berkala dilakukan dengan tujuan untuk mensinkronkan dengan visi, misi, tujuan, indikator tujuan, Sasaran, indikator sasaran dengan target yang dilaksanakan dalam kurun waktu Tahun 2015 - 2019, selain itu agar dapat memperbaiki guna penyempurnaan lebih lanjut.

Hasil dari reviu diharapkan adanya peningkatan akuntabilitas kinerja di Lingkungan Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kota Bogor serta tersedianya dokumen perencanaan yang lebih akuntabel.

(6)

BAB II

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

A. Perencanaan Kinerja

Perencanaan Kinerja adalah aktivitas pengambilan keputusan di depan, tentang tingkat capaian kinerja yang diinginkan dan dihubungkan dengan pelaksanaan program/kegiatan. Perencanaan Kinerja juga memberikan target tentang apa yang harus dicapai dalam pelaksanaan program/kegiatan. Dalam menyusun Perencanaan Kinerja, dimaksudkan untuk :

1. Menghubungkan perencanaan strategi dengan perencanaan operasional.

2. Memudahkan monitoring dan evaluasi kinerja.

3. Memudahkan penetapan kinerja periode mendatang.

Dalam rangka pencapaian target yang telah ditetapkan, sesuai dengan yang tercantum dalam Lembaran Daerah Kota Bogor Tahun 2014 Nomor 3 Seri E Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 6 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bogor Tahun 2015 - 2019, maka Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kota Bogor mempunyai Visi dan Misi yang akan mendukung tercapainya target tersebut. Adapun Visi dan misinya adalah sebagai berikut :

Visi

“Menuju Sumber Daya Manusia yang Berkualitas, Bermartabat, Berbudaya dan Mandiri Tahun 2015 - 2019” Misi

Misi Kesatu : Meningkatkan Kualitas Tenaga Kerja, Informasi Pasar Kerja dan Transmigrasi;

Misi Kedua : Meningkatkan Perlindungan Tenaga Kerja dan Pengusaha;

(7)

Misi Ketiga : Meningkatkan Konsistensi Pelayanan dan Kesejahteraan Sosial;

Tahun 2016 Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kota Bogor mendapatkan Anggaran sebesar Rp. 10.422.940.248,- dengan jumlah kegiatan sebayak 43 Kegiatan. Untuk lebih jelasnya Program dan Kegiatan tahun 2016 dapat dilihat pada tabel berikut ini :

PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN ANGGARAN 2016

NO PROGRAM DAN KEGIATAN

PAGU

ANGGARAN REALISASI

1 2 3 4

1 Pemberdayaan Fakir Miskin, Penyandang Masalah

Kesejahteraan Sosial Lainnya

1.562.000.000 1.529.822.433

1 Penyelenggaraan Perlindungan Sosial

310.000.000 307.000.000

2 Pembinaan Keluarga Sangat Miskin (KSM) dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH)

465.000.000 452.590.000

3 Pemberdayaan Lanjut Usia 148.000.000 142.992.000 4 Pemberdayaan Wanita Rawan

Sosial Ekonomi (WRSE)

239.000.000 235.610.000

5 Pemutakhiran Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial

150.000.000 143.152.500

6 Verifikasi dan Validasi Data Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

250.000.000 248.477.933

2 Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja

1.339.000.000 1.257.764.715

7 Pelatihan Keterampilan bagi Pencaker dan Pengangguran (Enterpreunership)

450.000.000 436.087.700

8 Kajian Pengembangan Standar Minimum Pelayanan UPTD BLK

107.000.000 105.425.000

9 Pelatihan Keterampilan berbasis Masyarakat Miskin (KK Miskin)

148.000.000 140.571.000

10 Pelatihan Keterampilan Hidup (Life Skill)

250.000.000 216.317.600

11 Pelatihan Melalui Pemagangan 149.000.000 141.383.729 12 Pembinaan Lembaga Latihan

Swasta (LLS)

(8)

13 Penyusunan dan Pelatihan Produktifitas bagi Tenaga Kerja

122.000.000 114.760.861

3

Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial

530.000.000 523.906.600

14 Penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial

230.000.000 223.906.600

15 Pemberdayaan Taruna Siaga Bencana (TAGANA)

300.000.000 300.000.000

4 Peningkatan Kesempatan Kerja 844.000.000 827.416.969

16 Bursa Kerja Expo 174.000.000 173.619.000 17 Pemberian Kerja Sementara 450.000.000 435.457.369 18 Perencanaan Tenaga Kerja Daerah 120.000.000 118.597.000

19 Penyuluhan dan Bimbingan Jabatan

100.000.000 99.743.600

5 Pembinaan Anak Terlantar 370.000.000 349.390.400

20 Pembinaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial di Rumah Singgah

370.000.000 349.390.400

6

Peningkatan dan Pengembangan

Pengelolaan Keuangan Daerah

21 Evaluasi Penilaian dan Pelaporan (Hibah/Bansos/RTLH)

20.000.000 8.315.000

7

Program Pelindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan

887.000.000 874.974.300

22 Pembinaan Hubungan Industrial dan Pembinaan Buruh

175.000.000 171.105.500

23 Penelitian dan Penetapan UMK 250.000.000 243.684.500 24 Pemberdayaan LKS Tripartit 70.000.000 69.948.500

25 Pembinaan dan Pengawasan Tenaga Kerja Asing

50.000.000 49.668.400

26 Perlindungan Tenaga Kerja Anak Terpaksa Bekerja

145.000.000 144.880.900

27 Pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 )

197.000.000 195.686.500

8

Pembinaan dan Penempatan Transmigrasi

348.000.000 323.918.200

28 Sosialisasi dan Rekrutmen serta Pembekalan Calon Transmigran

100.000.000 97.520.000 29 Penjajakan, Pendampingan ke Lokasi Transmigrasi 148.000.000 126.759.600

30 Monitoring dan Pelaporan bantuan Pengembangan Ekonomi

Transmigrasi

100.000.000 99.638.600

9

Pembinaan Para Penyandang Cacat dan Trauma

(9)

31 Bimbingan Sosial dan Pelatihan Keterampilan bagi Disabilitas

300.000.000 259.092.500

10

Pembinaan Panti Asuhan / Panti Jompo

150.000.000 147.908.650

32 Pembinaan yayasan Sosial / Orsos / Panti Sosial

150.000.000 147.908.650

11

Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial ( Eks

Narapidana, PSK, Narkoba dan Sosial Lainnya )

400.000.000 380.681.500

33 Pembinaan Korban Tindak Kekerasan dan Trafiking

100.000.000 87.461.500

34 Pembinaan bagi Korban Narkotika, Trauma dan Eks Psikotik

150.000.000 144.897.500

35 Pembinaan bagi Korban Narkotika dan HIV / AID, WTS dan Eks Psikotik 150.000.000 148.322.500 12 Pemberdayaan Kelembaga Kesejahteraan Sosial 1.100.000.000 1.076.337.500 36 Pemeliharaan TMP Dreded 390.000.000 381.219.950 37 Penumbuhan Wahana

Kesejahteraan Sosial Berbasis MAsyarakat

140.000.000 134.939.750

38 Pemberdayaan Patisipasi Sosial Masyarakat

245.000.000 239.135.500

39 Pemberdayaan Potensi Sosial dan Sumbangan Sosial 325.000.000 321.042.300 13 Pelayanan Administrasi Perkantoran 729.634.580 670.820.116

40 Pengelolaan Rumah Tangga OPD 729.634.580 670.820.116 14

Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

1.793.305.668 1.740.998.978

41 Pengadaan Inventaris Kantor 734.305.668 695.713.000

42 Pemeliharaan Rutin Berkala Inventaris Kantor

1.059.000.000 1.045.285.978

15

Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

50.000.000 49.877.000

43 Penyusunan Perencanaan dan Pelaporan OPD

50.000.000 49.877.000

10.402.940.248 10.012.909.861

(10)

Penetapan Kinerja adalah dokumen pernyataan kinerja atau kesepakatan kinerja atau perjanjian kinerja, antara atasan dan bawahan, untuk mewujudkan target kinerja tertentu berdasarkan sumber daya yang dimiliki oleh instansi.

OPD Kota Bogor menyusun penetapan kinerja setelah menerima dokumen pelaksanaan anggaran dan ditandatangani oleh Walikota dan pimpinan SKPD. Dokumen penetapan kinerja dimanfaatkan oleh setiap pimpinan OPD untuk :

1. Memantau dan mengendalikan pencapaian kinerja organisasi. 2. Melaporkan capaian realisasi kinerja dalam Laporan Kinerja

Instansi Pemerintah.

3. Menilai keberhasilan organisasi.

Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kota Bogor pada Tahun 2016 mempunyai 43 kegiatan yang akan dilaksanakan dengan target yang ingin dicapai selama 1 tahun dan sesuai dengan Lembaran Daerah Kota Bogor Tahun 2014 Nomor 3 Seri E Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 6 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bogor Tahun 2015 - 2019, dengan anggaran untuk urusan Ketenagakerjaan sebesar Rp. 3.070.000.000,-, urusan Sosial sebesar Rp. 4.412.000.000,- dan urusan Ketransmigrasian sebesar Rp. 348.000.000, Urusan Otonomi Daerah sebesar Rp. 2.592.940.248,- jadi total anggaran Tahun 2016 sebesar Rp. 10.422.940.248,-.

Untuk lebih jelasnya Penetapan Kinerja Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kota Bogor Tahun 2016 adalah sebagai berikut :

PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN ANGGARAN 2016

NO PROGRAM DAN KEGIATAN

PAGU

ANGGARAN REALISASI

(11)

1 Pemberdayaan Fakir Miskin, Penyandang Masalah

Kesejahteraan Sosial Lainnya

1.562.000.000 1.529.822.433

1 Penyelenggaraan Perlindungan Sosial

310.000.000 307.000.000

2 Pembinaan Keluarga Sangat Miskin (KSM) dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH)

465.000.000 452.590.000

3 Pemberdayaan Lanjut Usia 148.000.000 142.992.000 4 Pemberdayaan Wanita Rawan Sosial

Ekonomi (WRSE)

239.000.000 235.610.000

5 Pemutakhiran Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial

150.000.000 143.152.500

6 Verifikasi dan Validasi Data Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

250.000.000 248.477.933

2 Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja

1.339.000.000 1.257.764.715

7 Pelatihan Keterampilan bagi Pencaker dan Pengangguran (Enterpreunership)

450.000.000 436.087.700

8 Kajian Pengembangan Standar Minimum Pelayanan UPTD BLK

107.000.000 105.425.000

9 Pelatihan Keterampilan berbasis Masyarakat Miskin (KK Miskin)

148.000.000 140.571.000

10 Pelatihan Keterampilan Hidup (Life Skill)

250.000.000 216.317.600

11 Pelatihan Melalui Pemagangan 149.000.000 141.383.729 12 Pembinaan Lembaga Latihan

Swasta (LLS)

113.000.000 103.218.825

13 Penyusunan dan Pelatihan Produktifitas bagi Tenaga Kerja

122.000.000 114.760.861

3

Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial

530.000.000 523.906.600

14 Penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial

230.000.000 223.906.600

15 Pemberdayaan Taruna Siaga Bencana (TAGANA)

300.000.000 300.000.000

4 Peningkatan Kesempatan Kerja 844.000.000 827.416.969

16 Bursa Kerja Expo 174.000.000 173.619.000 17 Pemberian Kerja Sementara 450.000.000 435.457.369 18 Perencanaan Tenaga Kerja Daerah 120.000.000 118.597.000 19 Penyuluhan dan Bimbingan Jabatan 100.000.000 99.743.600 5 Pembinaan Anak Terlantar 370.000.000 349.390.400

20 Pembinaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial di Rumah

(12)

Singgah

6

Peningkatan dan Pengembangan

Pengelolaan Keuangan Daerah

20.000.000 8.315.000

21 Evaluasi Penilaian dan Pelaporan (Hibah/Bansos/RTLH)

20.000.000 8.315.000

7

Program Pelindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan

887.000.000 874.974.300

22 Pembinaan Hubungan Industrial dan Pembinaan Buruh

175.000.000 171.105.500

23 Penelitian dan Penetapan UMK 250.000.000 243.684.500 24 Pemberdayaan LKS Tripartit 70.000.000 69.948.500

25 Pembinaan dan Pengawasan Tenaga Kerja Asing

50.000.000 49.668.400

26 Perlindungan Tenaga Kerja Anak Terpaksa Bekerja

145.000.000 144.880.900

27 Pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 )

197.000.000 195.686.500

8

Pembinaan dan Penempatan Transmigrasi

348.000.000 323.918.200

28 Sosialisasi dan Rekrutmen serta Pembekalan Calon Transmigran

100.000.000 97.520.000 29 Penjajakan, Pendampingan ke Lokasi Transmigrasi 148.000.000 126.759.600

30 Monitoring dan Pelaporan bantuan Pengembangan Ekonomi

Transmigrasi

100.000.000 99.638.600

9

Pembinaan Para Penyandang Cacat dan Trauma

300.000.000 259.092.500

31 Bimbingan Sosial dan Pelatihan Keterampilan bagi Disabilitas

300.000.000 259.092.500

10

Pembinaan Panti Asuhan / Panti Jompo

150.000.000 147.908.650

32 Pembinaan yayasan Sosial / Orsos / Panti Sosial

150.000.000 147.908.650

11

Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial ( Eks Narapidana, PSK, Narkoba dan Sosial Lainnya )

400.000.000 380.681.500

33 Pembinaan Korban Tindak Kekerasan dan Trafiking

100.000.000 87.461.500

34 Pembinaan bagi Korban Narkotika, Trauma dan Eks Psikotik

150.000.000 144.897.500

35 Pembinaan bagi Korban Narkotika dan HIV / AID, WTS dan Eks Psikotik

(13)

12 Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial 1.100.000.000 1.076.337.500 36 Pemeliharaan TMP Dreded 390.000.000 381.219.950

37 Penumbuhan Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis MAsyarakat

140.000.000 134.939.750

38 Pemberdayaan Patisipasi Sosial Masyarakat

245.000.000 239.135.500

39 Pemberdayaan Potensi Sosial dan Sumbangan Sosial 325.000.000 321.042.300 13 Pelayanan Administrasi Perkantoran 729.634.580 670.820.116

40 Pengelolaan Rumah Tangga OPD 729.634.580 670.820.116 14

Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

1.793.305.668 1.740.998.978

41 Pengadaan Inventaris Kantor 734.305.668 695.713.000

42 Pemeliharaan Rutin Berkala Inventaris Kantor

1.059.000.000 1.045.285.978

15

Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

50.000.000 49.877.000

43 Penyusunan Perencanaan dan Pelaporan OPD

50.000.000 49.877.000

(14)

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

DINAS TENAGA KERJA, SOSIAL DAN TRANSMIGRASI KOTA BOGOR TAHUN 2016

Pengukuran Kinerja merupakan proses sistematis dan berkesinambungan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, kebijakan, sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam mewujudkan visi, misi dan strategi Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kota Bogor.

Proses ini dimaksudkan untuk menilai pencapaian setiap indikator kinerja guna memberikan gambaran tentang keberhasilan dan kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran. Setelah dilakukan pengukuran kinerja, dilakukan analisis akuntabilitas kinerja yang menggambarkan keterkaitan pencapaian kinerja kegiatan dalam rangka mewujudkan sasaran, tujuan, visi dan misi sebagaimana ditetapkan dalam rencana strategis Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kota Bogor selama Tahun 2016, untuk lebih jelasnya akan diuraikan hal-hal sebagai berikut :

1. Sasaran Strategis : Tertanganinya dan Terfasilitasinya

Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)

NO INDIKATOR

KINERJA TARGET 2015 REALISASI 2016 % 1 Rumah Tangga Sangat Miskin(RTSM)/KSM Eks Peserta Program Keluarga Harapan (PKH) 160 orang 480 Orang 300% 2 Jumlah Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) yang ditangani 97 Orang 150 Orang 154% 3 Persentase korban bencana yang mendapat bantuan 100% 100% 100%

(15)

(%) 4 Jumlah jenis PMKS yang ditangani 21 17 Jenis 81% 5 Persentase PMKS yang ditangani (%) 57% 44% 77% 6 Peningkatan

kualitas hidup bagi lansia 150 orang 42 Orang 28% 7 Jumlah Korban Narkotika dan HIV/AIDS/WTS yang dibina 300 Orang 140 Orang 46,67%

Jumlah Anggaran Tahun 2016 : Rp. 1.562.000.000,- Jumlah Realisasi Anggaran Tahun

2016 : Rp. 1.529.822.433,-

Prosentase Anggaran Tahun 2016 : 97,93%

Pada sasaran strategis 1 ini mempunyai banyak indikator yang mendukung terlaksananya sasaran, diantaranya adalah (1) Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) / KSM Eks Program Keluarga Harapan (PKH) dengan target sebesar 160 orang. Kegiatan Pembinaan Keluarga Sangat Miskin (KSM) dan Pendamping Program Keluarga Harapan merupakan pelaksanaan dari Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Lainnya. Realisasi pelaksanaan kegiatan ini pada tahun 2016 sejumlah 480 RTSM yang ditangani jadi dicapai realisasi nya adalah sebesar 300%. Untuk indikator kinerja(2) Jumlah Wanita Rawan Sosial Ekonomi yang ditangani dengan target sebanyak 97 orang. Pelaksanaan dari indikator kinerja ini adalah Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Lainnya dengan Kegiatan Pemberdayaan Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE). Realisasi penanganan WRSE pada tahun 2016 sebanyak 150 orang sehingga didapat capaian realisasi sebesar 154,6%. Indikator kinerja sasaran yang selanjutnya yaitu Persentase Korban Bencana yang mendapat bantuan dengan target sebesar 100%. Pelaksanaan dari Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Lainnya yaitu

(16)

Kegiatan Penyelenggaraan Perlindungan Sosial, pada kegiatan ini persentase korban yang dibantu selama tahun 2016 yaitu sebesar 100%. Untuk tahun 2016 jumlah korban bencana yang dibantu yaitu sebanyak 4.525 (Empat Ribu Lima Ratus Dua Puluh Lima) jiwa diberii bantuan berupa natura yang terdiri dari beras, mie instan, sarden, kecap manis dan sambal pedas. Selain itu pula diberikan bantuan seragam sekolah bagi anak SD dan SMP yang mengalami bencana. Indikator berikutnya yaitu Jumlah Jenis PMKS yang ditangani dengan target 21 jenis. Tahun 2016, jumlah jenis Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang ditangani yaitu sebanyak 25 jenis, didapat capaian realisasi sebesar 119%. Indikator kinerja berikutnya yaitu Persentase PMKS yang ditangani dengan target 57%. Jumlah PMKS yang ditangani pada tahun 2016 sebanyak 15.831 orang terdiri dari : a) Anak Jalanan sebanyak 619 orang, b) Orang Terlantar sebanyak 188 orang, c) Gelandangan dan Pengemis sebanyak 151 orang, d) Korban Bencana sebanyak 4.525 jiwa, e) Lanjut Usia sebanyak 42 orang, f) Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) sebanyak 150 orang, g) RTSM / KSM eks Program PKH sebanyak 9.823 orang, h) Penyandang Disabilitas sebanyak 63 orang, i) Orang dengan HIV / AIDS sebanyak 25 orang, j) Kelompok Minoritas sebanyak 30 orang, k) Tuna Susila (WTS) sebanyak 110 orang, l) Anak Terlantar sebanyak 100 orang, m) Korban NAPZA sebanyak 5 orang. Adapun bentuk penanganan yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja, Sosial dimulai dari identifikasi hasil penjaringan, pemberian motivasi, pelatihan keterampilan dan pemberian bantuan / stimulan untuk modal usaha. Indikator Peningkatan Kualitas Hidup Lansia (Lanjut Usia) dengan target sebanyak 150 orang dan realisasinya di tahun 2016 yaitu sebanyak 42 orang, hal tersebut mengalami penurunan dari tahun sebelumnya dikarenakan Lanjut Usia yang memenuhi kriteria hanya sebanyak 42 dari 100 orang yang mendaftar. Adapun kriteria Lanjut Usia sebagai berikut : a) Merupakan Lanjut Usia Potensial b) Usia masih tergolong dalam usia produktif c) Sehat jasmani dan rohani d) Memiliki usaha. Jumlah Korban Narkotika

(17)

dan HIV / AIDS / WTS yang dibina ditargetkan sebanyak 300 orang dan yang terealisasi di tahun 2016 sebanyak 140 orang.

Sasaran strategi 1 ini mempunyai beberapa Program dan Kegiatan yang mendukung terlaksananya sasaran strategis tersebut diantaranya adalah :

1) Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Lainnya

a. Pemutakhiran Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Kegiatan ini berupa pendataan PMKS dan PSKS yang mendapatkan pelayanan sosial di 68 (enam puluh delapan) kelurahan. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini agar data tentang jumlah PMKS dan PSKS akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Anggaran Kegiatan Pemutakhiran Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial sebesar Rp. 150.000.000,- dan realisasi anggaran sebesar Rp. 143.152.500,- Atau sekitar 95,44%.

b. Pembinaan Keluarga Sangat Miskin (KSM) dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH)

Kegiatan ini mempunyai out put berupa penanganan kemandirian dan kesejahteraan sosial yaitu Rumah Tangga Sangat Miskin sebanyak 480 RTSM, Terlaksananya Rapat Tim Koordinasi Program Keluarga Harapan Tingkat Kota Bogor, Terlaksananya Rapat Tim Koordinasi Program Keluarga Harapan (TKPKH) tingkat Kecamatan dalam rangka Sosialisasi Program Keluarga Harapan di 6 Kecamatan dengan Jumlah Peserta Sosialisasi sebanyak 240 Orang, Terlaksananya Bimbingan Teknis bagi Pendamping PKH kota Bogor sebanyak 57 Pendamping, Terlaksananya Evaluasi Pendamping dan Operator PKH, Terlaksananya Sosialisasi

(18)

Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Ketua Kelompok KSM PKH sebanyak 50 Orang ketua Kelompok KSM PKH, dan tertanganinya kemandirian dan kesejahteraan sosial sebanyak 827 orang , sedangkan hasil yang dicapai adalah peningkatan kinerja, keterampilan dan sinergitas Operator pemahaman dan tersosialisasikannya Program Keluarga Harapan di 6 Kecamatan, Untuk penanganan PKH ini selain didanai dari APBD Kota Bogor juga terdapat bantuan dari APBN melalui Kementerian Sosial RI dan APBD II Provinsi Jawa barat. Kegiatan yang didanai APBN dari Kementerian Sosial RI berupa Bantuan Dana PKH, Bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan Bantuan RS- RTLH. Bantuan Dana PKH disalurkan langsung dari Kementerian Sosial RI melalui Kantor Pos ke rekening masing - masing RTSM/KSM. Pada Tahap III dan IV Bantuan Dana PKH disalurkan melalui Program Non Tunai denagn bekerjasama dengan Bank Swasta diantaranya Bank BNI 46 dan Bank Mandiri. Adapun jumlah KSM yang terbantu dari Tahap I s/d Tahap IV dengan rincian pencairan sebanyak :

Tahap Jumlah KSM

Jadwal Pencairan

Lokasi Jumlah Anggaran

I 8.755 2016 6 Kec. 7.269.130.000.-

II 8.721 2016 6 Kec. 2.946.956.250,-

(19)

IV 9.823 2016 6 Kec. 3.653.412.500,-

Keterangan : Masyarakat Penerima Dana Bantuan PKH yang pada awalnya memakai istilah Keluarga Sangat Miskin (KSM) dirubah menjadi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

KPM yang mendapat bantuan dana PKH perlu pendampingan melalui kegiatan Pembinan Keluarga Sangat Miskin (KSM)dan Pendamping PKH agar bantuan yang diterima sampai kepada KPM tersebut dan tepat penggunaanya. Bantuan tersebut berupa bantuan bidang pendidikan dan bantuan bidang kesehatan.

Anggaran dari Kegiatan ini sebesar Rp. 500.000.000 (Lima Ratus Juta Rupiah). Pada bulan November 2016 mengalami efisiensi anggaran menjadi 465.000.000,- (Empat Ratus Enam Puluh Lima Juta Rupiah) dan realisasinya sebesar Rp. 452.590.000. atau sekitar 97.33 %.

c. Pemberdayaan Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendataan dan verifikasi data Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) di 6 (enam) kecamatan, pembinaan dan pendampingan WRSE sebanyak 150 (Seratus Lima Puluh ) orang, monitoring dan sosialisasi WRSE sebanyak 150 (Seratus Lima Puluh ) orang, Pelatihan Tata Boga bagi 50 orang Wanita Rawan Sosial Ekonomi Penyaluran bantuan modal usaha/peralatan berupa kompor gas, oven dan peralatan masak lainnya bagi WRSE sebanyak 150 (Seratus Lima Puluh ) orang. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah

(20)

pemberdayaan WRSE sebanyak 150(Seratus Lima Puluh ) orang.

Anggaran dari Kegiatan ini sebesar Rp. 239.000.000,-(Dua Ratus Tiga Puluh Sembilan Juta Rupiah) dan realisasinya sebesar Rp. 235.610.000,- Atau sekitar 98.58 %.

d. Penyelenggaraan Perlindungan Sosial

Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi orang terlantar di perjalanan, memberikan rekomendasi keringanan biaya, dan membantu korban bencana. Dari kegiatan ini telah terfasilitasinya orang terlantar di tahun 2016 sebanyak 188 (seratus delapan puluh delapan) orang dan jumlah korban bencana yang diberi bantuan sebanyak 4.525 (Empat Ribu Lima Ratus Dua Puluh Lima) jiwa berupa bantuan natura yang terdiri dari beras, mie instan, sarden, minyak goreng, kecap manis, dan sambal pedas. Selain itu pula penyaluran bantuan seragam sekolah bagi anak SD dan SMP yang menjadi korban bencana.

Anggaran kegiatan Perlindungan Sosial untuk tahun 2016 sebesar Rp. 310.000.000,00 (tiga ratus sepuluh juta rupiah) dan yang terealisir sebesar Rp. 307.000.000,00 (tiga ratus tujuh juta rupiah).

e. Pemberdayaan Lanjut Usia

Kegiatan ini dilaksanakan melalui kegiatan Pemberdayaan bagi masyarakat katagori Lanjut Usia melalui program Pemberdayaan Lanjut Usia /Pelatihan Lanjut Usia dalam program Pelatihan Budidaya Jamur Tiram kepada 42 Orang yang sudah terferifikasi dan tervalidasi sebelumnya, Bantuan Sembako bagi 120 Orang lansia di Kota Bogor, monitoring dan Pembinaan lanjut usia terhadap 42 (empat Puluh Dua) ,

(21)

Terlaksananya Sosialisasi Lansia dalam Program Nyaah ka Kolot di 6 kecamatan, Mengadakan kegiatan gerak Jalan bagi Lansia pada acara Hari Ulang Tahun Lansia (HUT Lansia). Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah meningkatnya kemandirian dan kesejahteraan lanjut usia.

Anggaran dari Kegiatan ini sebesar Rp. 150.000.000,-(serratus Lima Puluh Juta Rupiah) dan mengalami efisiensi Anggaran menjadi 148.000.000 (serratus Empat Puluh Dua Juta Rupiah) dan realisasinya sebesar Rp. 142.992.000,- (Seratus Empat Puluh Dua Juta Sembilan Ratus Sembolan Puluh Dua Ribu Rupiah) atau sekitar 96.62 %.

f. Verifikasi dan Validasi Data Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendataan dan usulan Penerima Bantuan Iuran dari biaya APBN dan APBD telah dilakukan secara Verifikasi dan Validasi data untuk diusulkan bagi penerima kepersertaan BPJS kesehatan. Target PBI JKN Kota Bogor untuk tahun 2016 adalah 94.368 dan realisasi sampai bulan Desember 2016 adalah 89.849.

Anggaran kegiatan Verifikasi dan Validasi Data Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk tahun 2016 sebesar Rp. 250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) dan yang terealisasi sebesar Rp. 248.477.933,00

(22)

2) Program Pembinaan Eks Penyakit Sosial (Eks Narapidana, PSK, Narkoba dan Sosial Lainnya)

a. Pembinaan bagi Korban Narkotika dan HIV / AIDS, WTS dan Eks Psikotik

Kegiatan ini mempunyai output yaitu bimbingan sosial dan latihan keterampilan Tata Boga serta Terapi Kelompok kepada 40 (empat puluh) orang yang terdiri dari ODHA, WTS, Waria dan Korban NAPZA dengan hasil terbinanya para penderita HIV/AIDS, WTS untuk memiliki ketrampilan dan motivasi dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

Anggaran Kegiatan Pembinaan bagi Korban Narkotika dan HIV / AIDS, WTS dan Eks Psikotik untuk tahun 2016 sebesar Rp. 150.000.000,- dengan realisasi sebesar Rp. 148.322.500,- atau sekitar 98,88%.

b. Pembinaan bagi Korban Narkotika, Trauma dan Eks Psikotik

Kegiatan ini mempunyai output yaitu pelaksanaan bimbingan sosial dan pelatihan keterampilan Handy Craft membuat hiasan Toples bagi 25 orang eks psikotik beserta wali/keluarga sebanyak 25 orang dan kegiatan terapi kelompok sasarannya adalah 25 orang eks psikotik beserta keluarganya. Hasil dari kegiatan ini adalah Meningkatnya kemandirian dan keberfungsian eks psikotik dalam melaksanakan aktifitasnya dengan dampingan dari keluarganya.

Anggaran Kegiatan Pembinaan bagi Korban Narkotika, Traum dan Eks Psikotik untuk tahun 2016 sebesar Rp. 150.000.000,- dengan realisasi sebesar Rp. 144.897.500,- atau sekitar 96,60%.

(23)

2. Sasaran Strategis : Terwujudnya perlindungan keluarga korban tindak kekerasan NO INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI % 2015 2016 1 Persentase pendampingan kasus kekerasan terhadap anak tindak kekerasan (%) 100% 100% 100% 2 Jumlah Pekerja Anak yang diintervensi 100 anak 25 anak 25%

Jumlah Anggaran Tahun 2016 : Rp. 1.287.000.000,- Jumlah Realisasi Anggaran

Tahun 2016 : Rp. 1.255.655.800,-

Prosentase Anggaran Tahun

2016 : 97,5%

Pada sasaran strategis 2 ini mempunyai dua indikator yang mendukung terlaksananya sasaran, diantaranya adalah (1) Persentase pendampingan kasus kekerasan terhadap anak tindak kekerasan dan (2) Jumlah Pekerja Anak yang diintervensi. Untuk Indikator Kinerja Persentase pendampingan kasus kekerasan terhadasp anak tindak kekerasan didapati persentase 100% sesuai dengan yang ditargetkan. Setiap kasus kekerasan yang terjadi terhadap anak selama tahun 2016 selalu didampingi dan ditangani oleh Tim Gabungan yang terdiri dari Dinas Sosial, LK3 dan P2TP2A. Penanganan setiap kasus kekerasan terhadap anak berbeda, tergantung permintaan dan kebutuhan dari kelayan tersebut. Setiap kasus mendapatkan pendampingan baik secara psikologis ataupun pendampingan saat ke ranah hukum. Adapun kasus tindak kekerasan terhadap anak selama tahun 2016 sebagai berikut:

a. KDRT sebanyak 6 kasus

b. Pelecehan Seksual Anak sebanyak 3 kasus

(24)

d. Kekerasan terhadap anak putus sekolah sebanyak 2 kasus e. Kekerasan terhadap anak / orang terlantar sebanyak 5 kasus f. Kekerasan terhadasp ekspsikotik sebanyak 1 kasus

g. Kekerasan terhadap anak adopsi sebanyak 1 kasus

Kasus tersebut di atas selama tahun 2016 sudah terlayani dan terselesaikan dengan baik.

Indikator Kinerja Jumlah Pekerja Anak yang diintervensi didapati sebanyak 25 anak dari 100 anak yang ditargetkan. Ini merupakan pelaksanaan dari Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan dengan Kegiatan Perlindungan Tenaga Kerja Anak Terpaksa Bekerja. Selama tahun 2016 jumlah pekerja anak yang diintervensi sebanyak 25 anak yang berasal dari daerah sekitar Kecamatan Bogor Selatan. Intervensi yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kota Bogor yaitu dengan pemberian motivasi dan pembinaan melalui pendidikan agama (Pesantren An Nuriah) yang bertujuan untuk merubah pola pikir anak selama 1 (satu) bulan setelah itu baru anak – anak tersebut dikembalikan ke dunia pendidikan.

Sasaran strategi 2 ini mempunyai beberapa Program dan Kegiatan yang mendukung terlaksananya sasaran strategis tersebut diantaranya adalah :

1) Program Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial (Eks Narapidana, PSK, Narkoba dan Sosial Lainnya)

a. Pembinaan Korban Tindak Kekerasan dan Trafficking

Kegiatan ini bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kekerasan terhadap anak, perempuan, keluarga, dan perdagangan orang (trafficking) yang dilaksanakan melalui sosialisasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, penanganan kasus sebanyak 37 orang baik melalui konseling, case conference dan pemberian rujukan bagi korban ke lembaga sosial yang menangani hal

(25)

tersebut. Bimbingan Teknis bagi tokoh masyarakat , kader, Puskesmas dalam penanganan masalah korban tindak kekerasan sebanyak 20 orang.

Anggaran Kegiatan Pembinaan Korban Tindak Kekerasan dan Trafficking sebesar Rp. 100.000.000,- dan realisasi anggaran sebesar Rp. 87.461.500,- Atau sekitar 87,46%.

2) Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan

a. Perlindungan Tenaga Kerja Anak Terpaksa Bekerja

Indikator capaian program dari kegiatan ini adalah menurunkan pekerja anak terpaksa bekerja. Kegiatan ini dilaksanakan melalui verifikasi data peserta pengurangan Pekerja anak dalam rangka mendukung program (PPA-PKH) Kota Bogor dan melakukan pembinaan serta pengawasan pada industri atau perusahaan yang menggunakan anak sebagai pekerjanya.

Setelah dilaksanakan verifikasi data peserta anak PPA-PKH Kota Bogor dari total peserta sebanyak 100 (Seratus) anak ternyata hanya 25 (Dua Puluh Lima) anak yang masih bersekolah dikarenakan sebagian besar peserta sudah lulus dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Anggaran Kegiatan Perlindungan Tenaga Kerja Anak Terpaksa Bekerja sebesar Rp. 145.000.000,- dan realisasi anggaran sebesar Rp. 144.880.900,- Atau sekitar 99,92%. b. Pemberdayaan Lembaga Kerja Sama Tripartit

Kegiatan ini bertujuan menciptakan kesamaan bahasa dan gerak langkah dari pemerintah, pengusaha dan pekerja dalam memandang , memecahkan dan menyelesaikan serta menciptakan kerjasama dalam menangani masalah ketenagakerjaan .

(26)

Anggaran kegiatan ini adalah sebesar Rp.70.000.000,- dengan realisasi kegiatan sebesar Rp.69.948.500,- atau sekitar 99,93%. c. Pembinaan Pengawasan bagi Tenaga Kerja Asing

Kegiatan pembinaan terhadap tenaga kerja asing dilakukan kepada perusahaan pengguna sebanyak 44 Perusahaan (terlampir) dan terhadap tenaga kerja asing khususnya yang mempunyai izin sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang mengatur tenaga kerja asing kerja asing. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tenaga kerja asing dan perusahaan terhadap ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.

Anggaran kegiatan ini sebesar Rp. 50.000.000 sedangkan realisasi anggarannya sebesar Rp. 49.668.400,- Atau sekitar 99,93%.

d. Pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Kegiatan ini bertujuan untuk menurunkan tingkat kecelakaan kerja dan terlaksananya bulan K3 serta timbulnya kesadaran kolektif untuk melaksanakan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di setiap perusahaan dan dilaksanakan melalui sosialisasi keselamatan dan kesehatan kerja dan monitoring sistem penerapan keselamatan dan kesehatan kerja .

Kegiatan ini penting dilakukan karena angka kecelakaan kerja di tahun 2016 masih relatif tinggi yaitu mencapai 175 kecelakaan yang terdiri dari 127 kasus kecelakan di tempat kerja dan 48 kasus di jalan raya.

Anggaran Kegiatan ini sebesar Rp. 197.000.000,- sedangkan realisasi anggaran sebesar Rp. 195.686.500,- atau sekitar 99,33%.

(27)

e. Penelitian dan Penetapan UMK

Kegiatan ini mempunyai indikator capaian program berupa UMK yang sesuai dengan KHL (Kebutuhan Hidup Layak ).

Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa kegiatan yaitu : 1. Berdasarkan Hasil Pembahasan tersebut Nilai KHL Kota

Bogor Tahun 2016 adalah :

a. Unsur Serikat Pekerja/Serikat Buruh berdasarkan hasil survey pasar (hasil survey terlampir) adalah sebesar Rp. 2.943.478,- (dua juta sembilan ratus empat puluh tiga ribu empat ratus tujuh puluh delapan rupiah).

b. Unsur Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) berdasarkan tingkat inflasi s/d. Oktober 2016 (data BPS) yaitu sebesar 2,81% adalah sebesar Rp. 2.488.541,- (dua juta empat ratus delapan puluh delapan ribu lima ratus empat puluh satu rupiah).

c. Unsur Pemerintah dan Pakar/Perguruan Tinggi berdasarkan tingkat inflasi sebesar 3,07% dan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,18% adalah sebesar Rp. 2.620.218 (dua juta enam ratus dua puluh ribu dua ratus delapan belas rupiah).

2. Melaksanakan Rapat Dewan Pengupahan Kota Bogor Tahun 2016 dengan hasil UMK Kota Bogor untuk tahun 2017 sebesar Rp. 3.272.143 ,- (Tiga Juta Dua Ratus Tujuh Puluh Dua Ribu Seratus Empat Puluh Tiga Rupiah).

3. Sosialisasi Upah Minimum Kota Bogor Tahun 2016 Kota Bogor setelah terbit SK Gubernur Jawa Barat Nomor. 561/Kep.1322 – Bangsos/2016 Tentang Upah Minimum

(28)

Kabupaten/Kota (UMK) di Jawa Barat Tahun 2016 dengan mengundang 125 orang yang terdiri dari unsur pengusaha, Serikat Pekerja/Pekerja, unsur Pemerintah dan Anggota Dewan Pengupahan Kota .

Anggaran Kegiatan ini sebesar Rp. 250.000.000 dengan realisasi anggaran sebesar Rp. 243.684.500 atau sekitar 97,47%.

3. Sasaran Strategis : Terciptanya Hubungan Industrial yang

Harmonis NO INDIKATOR

KINERJA TARGET 2015 REALISASI 2016 % 1 Jumlah Perselisihan Hubungan Industrial 23 Kasus 20 Kasus 87%

Jumlah Anggaran Tahun 2016 : Rp. 175.000.000,- Jumlah Realisasi Anggaran

Tahun 2016 : Rp. 171.105.500,-

Prosentase Anggaran Tahun

2016 : 97,77%

Pada sasaran strategis 3 ini mempunyai indikator yang mendukung terlaksananya sasaran, yaitu (1) Jumlah Perselisihan Hubungan Industrial. Untuk Indikator Kinerja Jumlah Perselisihan Hubungan Industrial dengan target sebanyak 23 kasus dapat terealisasi sebanyak 20 kasus.

Sasaran strategi 3 ini mempunyai Program dan Kegiatan yang mendukung terlaksananya sasaran strategis tersebut diantaranya adalah :

1. Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan

a. Pembinaan Hubungan Industrial dan Pembinaan Buruh

Kegiatan ini mempunyai indikator capaian program berupa UMK yang sesuai dengan KHL ( Kebutuhan Hidup Layak ) dan meningkatnya kesejahteraan pekerja . Kegiatan ini

(29)

dilaksanakan melalui pemilihan pekerja teladan tingkat Kota Bogor yang diikuti sebanyak 15 Orang pekerja yang berasal dari perusahaan di Wilayah Kota Bogor dengan kriteria sebagai berikut :

a) Mempunyai masa kerja sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun dengan tidak terputus;

b) Pendidikan maksimal S1;

c) Menjadi anggota Serikat Pekerja/Serikat Buruh; d) Menjadi anggota koperasi di perusahaan;

e) Membayar iuran anggota secara teratur; f) Dinilai baik oleh perusahaan (rekomendasi);

Belum pernah juara (peringkat I - V) pada pemilihan pekerja teladan tingkat Provinsi.

Melalui kriteria tersebut, terpilih 3 (TIGA) orang Pekerja Teladan untuk tingkat Kota Bogor yaitu:

a) Yudi Aviantara dari PT Goodyear Indonesia, Tbk. sebagai Peringkat Pertama;

b) Sri Widodo dari PT Unitex, Tbk. sebagai Peringkat Kedua; c) Suprianto dari PT Citra Abadi Sejati sebagai Peringkat

Ketiga;

Selain itu dilaksanakan juga sosialisasi Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor. 19 Tahun 2012 Tentang Syarat-syarat Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan kepada Perusahaan Lain dan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Nomor : SE.04/MEN/VIII/2013 tentang pedoman pelaksanaan . Kegiatan tersebut melibatkan 55 orang dari Perusahaan dan

(30)

Anggota Serikat Pekerja di perusahaan yang dilaksanakan pada Bulan Mei 2016 di Hotel Bahtera - Puncak Kabupaten Bogor. Anggaran Kegiatan ini sebesar Rp. 175.000.000,- dengan realisasi anggaran sebesar Rp. 171.105.500,- atau sekitar 97,77%.

4. Sasaran Strategis : Mendorong Perekonomian dan aksesibilitas masyarakat terhadap lapangan pekerjaan yang produktif

NO INDIKATOR

KINERJA TARGET 2015 REALISASI 2016 % 1 Jumlah Penyerapan Tenaga Kerja 1387 Orang 1309 Orang 94% 2 Persentase pencari kerja yang dilatih di BLK yang terserap di pasar kerja (%) 27% 31% 114%

Jumlah Anggaran Tahun 2016 : Rp. 2.183.000.000,- Jumlah Realisasi Anggaran

Tahun 2016 : Rp. 2.085.181.684,-

Prosentase Anggaran Tahun

2016 : 95,5%

Pada sasaran strategis 4 ini mempunyai indikator yang mendukung terlaksananya sasaran, yaitu (1) Jumlah Penyerapan Tenaga Kerja dan (2) Persentase pencari kerua yang dilatih di BLK yang terserap di pasar kerja (%).

Untuk Indikator Kinerja Jumlah Penyerapan Tenaga Kerja dapat terealisasi di tahun 2016 sebanyak 1.09 orang yang terdiri dari : a. Peserta pelatihan UPTD BLK (APBD) sebanyak 30 orang b. Peserta pelatihan UPTD BLK (APBN) sebanyak 98 orang c. Peserta pelatihan KK Miskinsebanyak 20 orang

(31)

e. Peserta pelatihan pemagangan di Perusahaan sebanyak 3 orang f. Peserta Pemberian Kerja Sementara (PKS) sebanyak 212 orang g. Bursa Kerja Expo (APBD) sebanyak 66 orang

h. Tenaga Kerja Mandiri (APBN) sebanyak 160 orang i. Padat Karya Produktif (APBN) 88 orang

j. Padat Karya Infrastruktur (APBN) 63 orang

k. Hasil dari laporan perusahaan sebanyak 544 orang

Indikator Persentase pencari kerja yang dilatih di BLK yang terserap di pasar kerja dengan target sebesar 27% dapat terealisasi sebesar 31%. Hal tersebut merupakan pencapaian dari jumlah pencari kerja yang mengikuti pelatihan di UPTD BLK yaitu sebanyak 96 orang (sumber dana berasal dari APBD Kota Bogor) dan 320 orang (sumber dana berasal dari APBN) dan yang sudah bekerja sebanyak 30 orang (APBD Kota Bogor) dan 98 orang (APBN).

Sasaran strategi 4 ini mempunyai Program dan Kegiatan yang mendukung di antaranya :

1. Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja a. Pelatihan Keterampilan bagi Pencaker dan Penganggur

(Enterpreunership)

Kegiatan ini diikuti oleh 96 peserta melalui pemberian keterampilan kerja berupa keterampilan menjahit 2 paket (32 orang) , tata boga 1 paket (16 orang), teknik otomotif 1 Paket (16 orang), kecantikan 1 paket ( 16 orang ) dan teknik computer 1 paket (16 orang). Adapun hasil yang telah ditempatkan di Perusahaan sebanyak 31 orang.

Selain kegiatan yang bersumber dari APBD, Balai Latihan Kerja Kota Bogor mendapatkan anggaran dari Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Luar Negeri Kementerian Tenaga Kerja di Bekasi Tahun 2016 untuk Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja Dan Produktivitas, kegiatannya berupa Pelatihan Berbasis Kompetensi untuk 7 kejuruan yaitu: - Kejuruan Teknik Otomotif 3 paket

(32)

- Kejuruan Teknik Komputer 3 paket - Kejuruan Menjahit 3 paket

- Kejuruan Tata Kecantikan 3 paket - Kejuruan Tata Boga 3 paket

- Kejuruan Perhotelan 3 paket - Kejuruan Teknik las 2 paket

Hasil dari kegiatan ini sebanyak 98 orang terserap di pasar kerja.

Anggaran Kegiatan Pelatihan Keterampilan bagi Pencaker dan Penganggur (Enterpreunership) sebesar Rp. 450.000.000,- dan realisasi anggaran sebesar Rp. 436.087.700,- Atau sekitar 96,91%.

b. Kajian Pengembangan Standar Minimum Pelayanan UPTD Balai Latihan Kerja

c. Pelatihan Keterampilan Berbasis Masyarakat Miskin (KK Miskin)

Kegiatan ini lebih menekankan pada basis masyarakat dan berdasarkan aspirasi masyarakat. Tujuan pelatihan ini adaah memberikan keterampilan agar dapat berwirauhsaha dan menambah penghasilan bagi keluarganya. Kegiatan ini ditujukan untuk ibu rumah tangga maupun kepala keluarga yang sudah tidak bisa diserap oleh pasar kerja.

Pelatihan yang diberikan adalah dengan rincian sebagai berikut

No Kejuruan Jumlah Peserta Lokasi

1. Tata Rias Wajah 10 Orang

Kelurahan Sindang Rasa Lokasi

P2WKSS 2. Barbershop 10 Orang Kelurahan Tajur

(33)

Anggaran Kegiatan Pelatihan Keterampilan Berbasis Masyarakat Miskin (KK Miskin) sebesar Rp. 148.000.000,- dan realisasi anggaran sebesar Rp. 140.571.000,- Atau sekitar 94,98%.

d. Pelatihan Keterampilan Hidup (Life Skill)

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada masyarakat agar bisa berwirausaha. Jenis pelatihan yang dilaksanakan yaitu :

- Pelatihan membatik lanjutan di Kelurahan Tegallega dari tahun 2016 berjumlah 20 orang . Pelatihan ini dalanm rangka memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi kelompok batik yang sedang mengembangkan usaha dari hasil pelatihan sebelumnya yang telah mengadakan pameran dan sudah membentuk kelompok usaha.

- Pelatihan membatik di Kelurahan Cibuluh berjumlah 20 orang , pemasaran hasil pelatihan bekerja sama dengan Batik Bogor Pancawati telah membentuk kelompok usaha dan mengikuti pameran umum dan dipasarkan di hotel Papirus.

- Pelatihan budidaya pakan ternak jenis kroto di Kelurahan Cilendek timur, peserta berjumlah 25 orang , pemasaran hasil bekerja sama dengan Koperasi Krotobon.

-

10 Orang Kelurahan Sukasari 3. Souvenir dari handuk dan Kain Perca 10 Orang Kelurahan Katulampa

10 Orang Kelurahan Pamoyanan

10 Orang Kelurahan

Pasir jaya

(34)

Adapun data nya sebagai berikut : NO KEGIATAN JUMLA H PESERT A LOKASI JENIS KELAMIN PELA KSA NAA N L P 1 Pelatihan

Membatik 20 orang Kel. Tegallega 20

2 Pelatihan

Membatik 20 orang Kel. Cibuluh 20

3 Pelatihan Budidaya Pakan Ternak Jenis Kroto 20

orang Kel. Cilendek

Timur

25

Jumlah 60

orang

25 40

Anggaran Kegiatan Pelatihan Keterampilan Hidup (Life Skill) sebesar Rp. 250.000.000,- dan realisasi anggaran sebesar Rp. 216.317.600,- Atau sekitar 86,53%.

e. Pelatihan Melalui Pemagangan

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan keahlian pencari kerja sebagai bekal memasuki dunia usaha berupa pemberian pelatihan (pemagangan). Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 buglan mulai Oktober sampai dengan Desember 2016 . peserta berjumlah 20 orang yang dimagangkan di 5 (lima) perusahaan di Kota Bogor, yaitu :

NO NAMA PERUSAHAAN ALAMAT JUMLAH PESERTA JENIS KELAMIN L P

1. Sahira Hotel Jl. Ahmad Yani

(35)

Anggaran Kegiatan Pelatihan Melalui Pemagangan sebesar Rp. 149.000.000,- dan realisasi anggaran sebesar Rp. 141.383.729,- Atau sekitar 94,89%.

f. Pembinaan Lembaga Latihan Swasta

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan profesionalitas lembaga pelatihan kerja dalam menciptakan tenaga pelatih yang kompeten . Kegiatan yang dilaksanakan: 1. Sosialisasi pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi bagi

tenaga instruktur maupun lembaga pengelola pelatihan kerja. peserta berjumlah 30 orang terdiri dari pimpinan LPK, Instrukrur, dan tenaga pelatihan.

2. Bimtek metodologi dan sertifikasi bagi lembaga pelatihan kerja. 2. Santika Hotel Jl. Padjajaran 2 orang 2 - 3. The 101 Hotell Jl. Suryakenca na 5 orang 3 2 4. Papiruz Tropical Hotel Jl. Perdana raya kavling 12 Sukadamai 3 orang 2 - 5. PT Lottemart Shopping JL. KH Soleh Iskandar 6 orang 3 4 Jumlah 11 8

(36)

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan konpetensi tenaga pengajar / instruktur dalam rangka menwujudkan sistem pelatihan berbasis kompetensi .

NO KEGIATAN JUMLAH PESERTA JENIS KELAMIIN PELAKSANAAN 1 Sosialisasi Sertifikasi 30 orang 9 21 2 Bimtek metodologi pelathan dan sertifikasi instruktur 20 orang 3 17 12 38

Anggaran Kegiatan Pembinaan Lembaga Latihan Swasta sebesar Rp. 113.000.000,- dan realisasi anggaran sebesar Rp. 103.218.825,- Atau sekitar 91,34%.

2. Program Peningkatan Kesempatan Kerja a. Bursa Kerja Expo

Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi penganggur serta memberikan peluang bagi pencari kerja dan pengguna kerja untuk dapat saling bersinergi . Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27 s/d 28 September 2016 bertempat di Gelanggang Olahraga Padjajaran Bogor dan diikuti oleh 35 Perusahaan yang menyediakan lowongan sebanyak 900 lowongan.Kegiatan ini telah berhasil menarik 2.701 pencari kerja.

Hasil dari kegiatan ini adalah terserapnya pencari kerja di perusahaan sebanyak 66 orang pencari kerja dengan perincian sebagai berikut :

(37)

YANG DISERAP 1. PT. Akur Pratama 37

2. PT. Bogor Raya Development 10 3. PT. Columbindo Perdana 3 4. PT. Arthasabena Putra (RS AZRA) 2

5. LPK Zen 1

6. PT. Guna Senaputra Sejahtera 13

JUMLAH 66

Anggaran Kegiatan Bursa Kerja Expo sebesar Rp. 174.000.000,- dan realisasi anggaran sebesar Rp. 173.619.000,- Atau sekitar 99,78%.

b. Pemberian Kerja Sementara

Kegiatan ini dilaksanakan melalui pemberdayaan masyarakat miskin serta penganggur di Kota Bogor. Kegiatan ini dapat menyerap 212 orang tenaga kerja yang dilaksanakan di 4 (tempat) Kelurahan, masing-masing 53 orang dari setiap kelurahan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui normalisasi saluran air di Kelurahan Balumbang Jaya Kecamatan Bogor Barat, Kelurahan Situ Gede Kecamatan Bogor Barat, Kelurahan Cikaret Kecamatan Bogor Selatan dan Kelurahan Kedung Halang Kecamatan Bogor Utara. Kegiatan ini berhasil menyerap penganggur sebanyak 212 orang pekerja.

Jadwal Pelaksanaan Kegiatan :

NO WAKTU KELURAHAN JUMLAH

PEKERJA KETERANGAN 1 12/02/2016 s/d 11/03/2016 Balumbang Jaya

53 orang Normalisasi Saluran Air

2 14/03/2016 s/d

Situ Gede 53 orang Normalisasi Saluran Air

(38)

11/04/2016 3 12/04/2016

s/d

11/05/2016

Cikaret 53 orang Normalisasi Saluran Air

4 10/05/2016 s/d

06/06/2016

Kedung Halang 53 orang Normalisasi Saluran Air

JUMLAH 212 orang

Anggaran Kegiatan Pemberian Kerja Sementara sebesar Rp. 450.000.000,- dan realisasi anggaran sebesar Rp. 435.457.369,- Atau sekitar 96,77%.

c. Perencanaan Tenaga Kerja Daerah

Kegiatan ini merupakan implementasi dari amanat Undang – Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yaitu “ Dalam penyusunan kebijakan, strategi dan pelaksanaan

program ketenagakerjaan yang berkesinambungan ,

pemrintah harus berpedoman pada perencanaan tenaga daerah “ . Kegiatan ini melibatkan 13 Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan dari 13 SKPD Kota Bogor, Perwakilan BPS Kota Bogor, Akademisi dari Universitas Pakuan, Perwakilan Apindo Kota Bogor , Perwakilan Serikat Pekerja/ Buruh Kota Bogor, Perwakilan Lembaga Pelatihan dan 68 petugas pendataan penganggur PNS dan 68 petugas pendataan penganggur non PNS serta panitia dari Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kota Bogor sendiri.

(39)

NO TANGGAL KETERANGAN

1 24/03/2016 Pembentukan TIM

PTKD

Penjelasan Tugas dan Fungsi PTKD

Pengarahan PTKD

2 25/04/2016 Kebijakan Penugasan

Perencanaan Tenaga Kerja Daerah nasional sesuai RPJMD

3 20/05/2016 Gambaran tenaga

kerja yang bersedia dimasa mendatang

Gambaran tenaga

kerja yang dibentuk oleh aktivitas ekonomi di masa mendatang Gambaran tenga kerja

yang tidak

termanfaatkan oleh

kegiatan ekonomi

Gambaran aktivitas

yang dilakukan untuk mengahadapi masalah ketenagakerjaan

4 30/08/2016 Rentra masing masing

Tim 5 30/11/2016 Persiapan expose PTKD yang dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2016 di Hotel Royal

(40)

Hasilnya adalah telah dilaksanakannya ekspose hasil perencanaan Tenaga Kerja daerah yang telah disusun oleh Tim PTKD dan telah diarahkan oleh Bapak Walikota Bogor serta adanya buku Rencana Tenaga Kerja Daerah Tahun 2017 – 2020. Anggaran Kegiatan Perencanaan Tenaga Kerja Daerah sebesar Rp. 120.000.000,- dan realisasi anggaran sebesar Rp. 118.597.000,- Atau sekitar 98,83%.

d. Penyuluhan dan Bimbingan Jabatan

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam peningkatan pengetahuan kepada calon pencari kerja dalam memasuki dunia kerja sehingga para pencari kerja memahami tentang dunia kerja mulai dari proses recruitment seleksi dan hubungan kerja dalam bekerja . Adapun pelaksanaannya di 10 (sepuluh) SMK yang ada di Kota Bogor yang mana masing-masing sekolah berjumlah 100 siswa. Jadwal Pelaksanaan : N O TANGGAL NAMA SEKOLAH JUMLAH PESERT A 1 26/02/201 6 SMK TRI DHARMA I 100 SISWA 2 11/03/201 6 SMK TRI DHARMA 4 100 SISWA 3 28/07/201 6 SMK INFORMATIK A PESAT 100 SISWA Padjajaran

(41)

4 11/08/201 6 SMKN 4 BOGOR 100 SISWA 5 14/09/2016 SMK WIDYANUGRAHA 100 SISWA 6 12/10/2016 SMK PERMATA 1 100 SISWA 7 19/10/2016 SMK KAMANDAKA 100 SISWA 8 10/11/2016 SMK PGRI 3 100 SISWA 9 14/11/2016 SMK INFOKOM 100 SISWA 10 06/12/2016 SMK PGRI 2 100 SISWA

Hasilnya adalah siswa antusias untuk mengetahui tentang tata cara dan pengetahuan untuk memasuki dunia kerja.

Anggaran Kegiatan Penyuluhan dan Bimbingan Jabatan sebesar Rp. 100.000.000,- dan realisasi anggaran sebesar Rp. 99.743.600,- Atau sekitar 99,74%.

2. Program Pembinaan dan Penempatan Transmigrasi

a. Sosialisasi dan Rekruitmen serta Pembekalan Calon Transmigran

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat untuk bertransmigrasi melalui :

Sosialisasi dan Rekuitmen serta Pembekalan calon peserta Transmigrasi. Sosialisasi Program Transmigrasi kepada masyarakat dilaksanakan di 30 (Tiga Puluh) kelurahan di Kota Bogor dari Bulan Mei sampai dengan Agustus 2016, melalui penyampaian informasi yang seluas–luasnya tentang program

(42)

transmigrasi tahun 2016. Kemudian dilanjutkan dengan rekruitmen calon transmigran serta seleksi calon transmigran pada bulan September 2016. Adapun hasil yang dicapai dari kegiatan tersebut yaitu 3 kepala keluarga (KK) calon transmigran yang mengikuti transmigrasi dengan rincian sebagai berikut :

DAFTAR NAMA PESERTA LULUS SELEKSI CALON TRANSMIGRAN

b. Penjajakan, Pendampingan ke Lokasi Transmigran

Kegiatan ini dilaksanakan pada Bulan Januari, Februari, Maret, April dan Desember Tahun 2016. Untuk Kegiatan Penjajakan dilaksanakan ke tiga Lokasi yaitu Ke Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Simpang Tiga Kabupaten Kayong Utara

NO NAMA ALAMAT TUJUA

N PROVINSI 1 Robby Yansen Gg. Bengkong Rt. 001 / Rw. 010 Gunung Batu Bogor Barat UPT Simpang Tiga Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat 2 Zaenud din Cimanggu Gg. Amil Rt. 007 / Rw. 009 Kedung Badak Tanah Sareal UPT Simpang Tiga Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat 3 Tamrin Jl. Pembangunan No. 8 Rt.005/ Rw. 011 Ciparigi Bogor Utara UPT Simpang Tiga Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat

(43)

Provinsi Kalimantan Barat ,Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Ayumolingo dan Unit Pemukiman Transmigrasi Bukita Aren Kabupaten Gorontalo Provinsi Sulawesi Utara serta Unit Pemukiman Transmigrasi Simpang Tiga SP 5 Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan . Tujuan dari kegiatan penjajakan, Pendampingan ke Lokasi Transmigrasi dan hasilnya : Untuk mendapatkan Informasi yang seluas – luasnya mengenai letak, lahan yang bebas dari sengketa dan daerah yang akan dituju.

Bisa menyampaikan dari hasil penjajakan dan pendampingan kepada masyarakat di Tingkat Kelurahan Se Kota Bogor yang sesuai dengan minat dari calon Transmigrasi Kota Bogor.

c. Monitoring dan Pelaporan Bantuan Pengembangan Ekonomi Transmigran

Kegiatan ini dilaksanakan pada Bulan Oktober sampai dengan Nopember 2016 ke Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Satai Lestari Kabupaten Kayong Utara Provinsi Kalimantan Timur . Tujuan dan hasil dari kegiatan monitoring dan Pelaporan Transmigrasi :

Tujuan : Untuk mengetahui dan memantau perkembangan Ekonomi dari warga Kota Bogor yang telah menetap 1 (satu) tahun serta perkembangan dari lahan yang telah menghasilkan dan menopang perekonomian dari warga transmigrasi itu sendiri.

Hasilnya : Untuk dapat menjadikan percontohan dan kemajuan / kemunduran yang telah dicapai hingga bisa diharapkan bisa menarik minat dari Calon Transmigrasi Kota Bogor yang akan datang melalui Sosialisasi mengenai Ke Transmigrasian ke Tingkat Kelurahan yang ada di wilayah Kota Bogor.

(44)

5. Sasaran Strategis : Meningkatnya peran lembaga dan organisasi

sosial kemasyarakatan dalam aktivitas

pembangungan masyarakat N O INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI % 2015 2016 1 Jumlah Wahana Kesejahteraa n Sosial Berbasis Masyarakat yang terbentuk 10 Kelompok 10 Kelompok 100% 2 Jumlah Panti Asuhan yang dibina 74 yayasan sosial/panti/ors os 74 yayasan sosial/panti/or sos 100% 3 Jumlah Lembaga Sosial yang berpartisipa si aktif dalam penanganan PMKS 75 Lembaga 243 Lembaga 324%

Jumlah Anggaran Tahun 2016 : Rp. 1.100.000.000,- Jumlah Realisasi Anggaran

Tahun 2016 : Rp. 1.076.337.500,-

Prosentase Anggaran Tahun

2016 : 97,84%

Pada sasaran strategis 5 ini mempunyai indikator yang mendukung terlaksananya sasaran, yaitu (1) Jumlah Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) yang terbentuk (2) Jumlah Panti Asuhan yang dibina dan (3) Jumlah Lembaga Sosial yang berpartisipasi aktif dalam penanganan PMKS.

Untuk Indikator Kinerja Jumlah Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) yang terbentuk selama tahun 2016 yaitu sebanyak 10 kelompok sesuai dengan target. Kelompok WKSBM tersebut berlokasi di Kelurahan Sidnang Sari, Sindang

(45)

Rasa, Katulampa, Baranang Siang, Tajur, Sukasari, Cibuluh, Tanah Baru, Kedung Halang dan CImahpar. Kelompok yang dibentuk terdiri dari 20 Orang Per-Kelompok yang terdiri dari unsur LPM, RT/RW, Majelis Ta’lim, Karang taruna, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Koperasi dan organisasi sosial lainnya. Tujuan dibentuk WKSBM adalah untuk membantu penanganan PMKS dan mensejahterakan masyarakat dimana kelompok tersebut dibentuk. Indikator selanjutnya yakni Jumlah Panti Asuhan yang dibina dapat terealisasi sebanyak 74 panti asuhan/ orsos / yayasan sosial. Pembinaan yang dilakukan dari sisi administrasi, kondisi lokasi (sarana dan Prasarana), kondisi kelayan dan pengurus serta Pelayanan di lembaga kesejahteraan sosial. Hasil yang ingin dicapai adalah meningkatnya kualitas pelayanan Lembaga Kesejahteraan Sosial. Indikator Kinerja Jumlah Lembaga Sosial yang berpartisipasi aktif dalam penanganan PMKS terealisasi sebanyak 243 lembaga Sosial yang terdiri dari karang taruna sebanyak 75, Pekerja Sosial Masyarakat sebanyak 75, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan sebanyak 6, Tagana, Panti Sosial sebanyak 74, Lembaga Konsultasi Keahteraan Keluarga (LK3), Lembaga Koordinator Kesejahteraan Sosial (LKKS) dan Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat sebanyak 10.

Sasaran strategi 5 ini mempunyai Program dan Kegiatan yang mendukung di antaranya :

1. Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial

a. Penumbuhan Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM)

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pemerintah dalam penanganan PMKS di wilayahnya yang belum terjangkau secara optimal melalui Bimbingan Teknis WKSBM pada bulan Juli sampai dengan Desember 2016 di 10 (sepuluh) Kelurahan di Kecamatan Bogor Utara terdiri dari 4 (empat) Kelurahan yaitu

(46)

Kelurahan Cibuluh, Cimahpar, Kedunghalang dan Tanah Baru dan Kecamatan Bogor Timur dengan 6 ( enam) kelurahan Baranangsiang, Katulampa, Sindangrasa, Sindangsari, Sukasari dan sebanyak 200 (dua ratus) orang dan terbentuknya kelompok WKSBM sebanyak 4 (sepuluh) kelompok di Kecamatan Bogor Utara dan Kecamatan Bogor Timur 6 (enam) Kelompok. Hasil yang dicapai adalah terkoordinir dan terbentuknya pelayanan Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS) di masyarakat, sehingga PMKS yang berada di wilayah WKSBM mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan dan memberdayakan PSKS di lingkungan WKSBM.

Anggaran Kegiatan Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) sebesar Rp. 140.000.000,- dan realisasi anggaran sebesar Rp. 134.939.750,- Atau sekitar 96,39%.

b. Pemeliharaan TMP Dreded

Kegiatan pada tahun 2016 adalah paket pekerjaan Rehab Tempat Upacara TMP Dreded, penggantian nisan sebanyak 50 (lima puluh) buah, serta pemeliharaan tanaman makam sehingga mempercantik keberadaan Taman Makam Pahlawan Dreded.

Anggaran Kegiatan Pemeliharaan TMP Dreded sebesar Rp. 390.000.000,- dan realisasi anggaran sebesar Rp. 381.219.950,- Atau sekitar 97,75%.

c. Pemberdayaan Partisipasi Sosial Masyarakat

Kegiatan Pemberdayaan Partisipasi Sosial Masyarakat salah satunya adanya Bimbingan Teknis Karang Taruna dan PSM yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengetahuan umum serta meningkatkan pemahaman dan keterampilan bagi Karang Taruna dalam menangani PMKS guna meningkatkan kinerja pengurus Karang Taruna sebagai salah

Referensi

Dokumen terkait

Ikan dan udang yang ditemukan di sungai Ciporeang lebih bervariasi jenisnya dibandingkan sungai Cipangisikan, hal ini disebabkan keadaan muara sungai Ciporeang yang

(1) Kepada Wajib Pajak badan dapat diberikan fasilitas pembebasan atau pengurangan Pajak Penghasilan badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (5)

Dalam mengkonsumsi kentang dianjurka untuk tidak mengelupas kulit kentangnya, karena di bawah kulit kentang memiliki kandungan gizi yang penting dan bermanfaat bagi tubuh sehingga

Therefore, global groups were used instead to enable restrictions in mission specific application schemas based on the NGA FACC Application Schema restricting the contents of the

[r]

(Proust) dan Hukum Perbandingan Berganda melalui fenomena dengan data hasil eksperimen, gambar submikro, dan animasi atau tayangan video. 5) Siswa diminta mengamati tayangan

Public  space  is a  place  where  people  have  a  right  to  come  without  being  excluded  because  of  their  conditions  or  backgrounds.  In  this  space, 

Perkiraan membaiknya pertumbuhan ekonomi tahun 2015, menurunnya tekanan kenaikan suku bunga kredit dan semakin membaiknya kondisi kecukupan modal responden