KUMPULAN ABSTRAK JURNAL
KOLEKSI E-DEPOSIT
PERPUSTAKAAN
NASIONAL
TEMA BAHASA
2020
PENYUSUN
: Nori Safitri
FAKTOR PEMERTAHANAN BAHASA MINANGKABAU RAGAM NONFORMAL DALAM RANAH KEKARIBAN PADA KOMUNITAS
SENI SAKATO DI KOTA YOGYAKARTA
Shintia Dwi Alika
ABSTRAK
Bahasa Minangkabau merupakan salah satu bahasa daerah di Indonesia yang berasal dari Sumatera Barat yang penutur aslinya adalah suku Minangkabau. Komunitas Seni Sakato merupakan komunitas yang berasal dari suku Minangkabau yang cukup aktif dan berpengaruh di Kota Yogyakarta. Kedekatan antar anggota Sakato sangat mendalam karena mereka sangat akrab dan berasal dari satu daerah yang sama. Oleh sebab itu, penelitian ini difokuskan dalam ranah kekariban. Walaupun berada jauh dari daerah asalnya Sakato tetap menggunakan bahasa Minangkabau di tengah masyarakat bersuku Jawa. Hal ini membuat peneliti tertarik untuk meneliti tentang faktor pemertahanan bahasa kajian sosiolinguistik. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dan wawancara. Faktor pemertahanan bahasa dianalisis menggunakan teori Miles dan Huberman (pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan). Berdasarkan hasil analisis data, faktor pemertahanan bahasa Minangkabau ragam nonformal dalam ranah kekariban pada komunitas seni Sakato di Kota Yogyakarta meliputi faktor keluarga, faktor pergaulan, faktor intensitas komunikasi, faktor kegiatan, dan faktor keinginan.
Kata Kunci : Pemertahanan bahasa, bahasa Minangkabau, faktor
pemertahanan bahasa Minangkabau, komunitas seni sakato.
Nama Jurnal : Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Doi/link pdf : http://jurnal.unswagati.ac.id/index.php/Deiksis/article/view/515
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA SURAT LAMARAN KERJAMATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN
BAHASA INDONESIA UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Ernalida, Sri Indrawati, Nandang Heryana, YenniLidyawati, Abdul Gafur, Nurbuana
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesalahan-kesalahan yang sering terjadi diantaranya adalah (1) kesalahan ejaan, (2) kesalahan morfologi, (3) kesalahan leksikal. Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif dari sumber data yang diambil. Dengan langkah analisis data (1) mengidentifikasi kesalahan yang terdapat di dalam surat lamaran kerja yang dibuat oleh mahasiswa, (2) mengklasifikasi kesalahan berbahasa berdadasarkan kesalahan ejaan, kesalahan leksikal, dan kesalahan morfologi, (3) menganalisis kesalahan berbahasa dalam surat lamaran kerja, (4) menginterpretasi kesalahan berbahasa dalam surat lamaran kerja, dan (4) menyimpulkan hasil analisis dan interpretasi. Hasil yang didapatkan adalah (1) kemampuan mahasiswa dalam menulis surat lamaran kerja sudah baik, (2) terdapat tiga jenis kesalahan penulisan yaitu, kesalahan penulisan ejaan, kesalahan morfologis, dan kesalahan leksikal, (3) kesalahan yang paling banyak terjadi adalah kesalahan dalam penulisan ejaan, dan (4) kelas yang paling unggul dalam penulisan lamaran pekerjaan adalah Jurusan Administrasi Negara.
Kata Kunci : kesalahan berbahasa, surat lamaran,, kemampuan mahasiswa,
Universitas Sriwijaya
Nama Jurnal : Logat: Jurnal Bahasa Indonesia dan Pembelajaran
Volume : Vol 4 No 1 (2017)
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA REALIA DALAM PEMBELAJARAN KOSAKATA BAHASA JEPANG (EKSPERIMEN PEMBELAJARAN KOSAKATA BENDA-BENDA YANG BERKAITAN DENGAN BUDAYA KHAS JEPANG TERHADAP SISWA KELAS X SMA
NEGERI 1 LEMBANG TAHUN AJARAN 2015/2016)
Lena Aprilliana, Neneng Sutjiati, Sugihartono
ABSTRAK
Pembelajaran bahasa asing dalam sebuah materi ajar sangat mengutamakan pengenalan pembendaharaan kosakata. Dalam pembelajaran bahasa Jepang di tingkat Sekolah Menengah Atas, budaya Jepang turut dipelajari dengan tujuan sebagai pengenalan dan peningkatan wawasan budaya. Beberapa kosakata benda perlu dipahami agar mempermudah dalam mempelajari budaya khas Jepang. Media pembelajaran memiliki peranan penting dalam menyampaikan materi ajar, media realia menjadi pilahan yang dianggap dapat meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Jepang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen, dengan populasi siswa SMA Negeri 1 Lembang tahun ajaran 2015/2016. Sampel dipilih secara acak dengan jumlah 84 orang yaitu X MIA 2 sebagai kelas eksperimen dan X MIA 3 sebagai kelas kontrol. Analisis data menggunakan instrumen tes awal (pretest), tes akhir (posttest) dan angket. Hasil analisis data menunjukkan, nilai rata-rata siswa sebelum menggunakan media realia pada kelas eksperimen 30,48, pada kelas kontrol 27,69. Setelah menggunakan media realia nilai rata-rata kelas eksperimen menjadi 78,02, pada kelas kontrol 59,90. Perhitungan statistik komparasional, sebelum menggunakan media realia t hitung lebih kecil dari t tabel yaitu 1,22<2,64. Setelah menggunakan realia nilai t hitung lebih besar dari t tabel yaitu 7,52>2,64. Hal tersebut menyatakan ada perbedaan yang signifikan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah menggunakan media realia. Hasil angket menunjukkan persentase sebesar 76%-95% (sebagian besar) responden memberikan tanggapan positif mengenai pembelajaran dengan media realia.
Penggunaan media realia sangat efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata benda yang berkaitan dengan budaya khas Jepang.
Kata Kunci : media realia, kosakata bahasa Jepang, budaya khas, siswa kelas
x SMA Negeri 1 Lembang
Nama Jurnal : JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang
Volume : Vol 1, No 3 (2016): December 2016
Doi/link pdf : http://ejournal.upi.edu/index.php/japanedu/article/view/6009
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEOSCRIBE DALAM PEMBELAJARAN BAGI GURU
BAHASA INDONESIA SMA SWASTA DI KECAMATAN ILIR BARAT PALEMBANG
Yenni Lidyawati, Ernalida, Nurbaya, Sri Utami, Akhmad Rizqi Turama
ABSTRAK
Pelatihan ini bertujuan untuk menambah wawasan guru tentang media pembelajaran yang efektif dan menambah pengalaman baru bagi guru dalam mendesain media pembelajaran berbasis videoscribe. Pelatihan ini dilakukan membekali guru dalam mempersiapkan media pembelajaran yang menarik dalam pembelajaran. Salah satu nya adalah Media videoscribe yang dapat membuat pembelajaran mudah dipahami siswa dan juga pemanfaatan informasi dan teknologi sebagai pertanda bahwa guru-guru bisa mengikuti perkembangan zaman serta melek teknologi. Metode yang digunakan dalam memberikan pelatihan ini adalah presentasi, pendampingan, dan pembuatan contoh metode yang digunakan adalah presentasi, pendampingan, dan pembuatan contoh. Hasil yang didapatkan guru adalah bertambahnya wawasan, mampu mendesain, dan membuat media pembelajaran videoscribe.
Kata Kunci : media videoscribe, desain pembelajaran, informasi dan
teknologi, presentasi
Nama Jurnal : Logat: Jurnal Bahasa Indonesia dan Pembelajaran
Volume : Vol 4 No 2 (2017
Doi/link pdf : http://ejournal.fkip.unsri.ac.id/index.php/logat/article/view/8
ANALISIS KESALAHAN PERCAKAPAN BAHASA INDONESIA SISWA ASING DALAM TAYANGAN KELAS INTERNASIONAL STASIUN
TELEVISI NET
Mumun Siti Munawwaroh
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan strategi permukaan dalam percakapan bahasa Indonesia yang dilakukan oleh siswa asing dalam tayangan Kelas Internasional. Tayangan Kelas Internasional merupakan suatu acara televisi mengenai pembelajaran bahasa Indonesia bagi pelajar asing (BIPA). Di dalamnya terdapat percakapan bahasa Indonesia siswa asing yang belajar bahasa Indonesia. Percakapan bahasa Indonesia itu terjadi baik saat pembelajaran maupun di luar pembelajaran, baik terjadi antarsiswa atau antarsiswa dengan guru dan staf sekolah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis isi. Data berupa percakapan bahasa Indonesia siswa dianalisis untuk ditemukan kesalahannya. Pembelajaran BIPA Kelas Internasional diikuti oleh Lingling asal Republik Rakyat China (RRC), Kotaro asal Jepang, Lee Jong Yu asal Korea Selatan, Tyson asal Australia, Carlos asal Kolumbia, Angelina asal Brazil, Abbas asal Nigeria dan Mrs. Palak asal India. Kesalahan yang dilakukan terbagi menjadi empat macam yaitu kesalahan omission, addition, misformation, dan misorder. Dalam 20 episode yang dianalisis, terjadi kesalahan omission sebanyak 2 kali, kesalahan addition sebanyak 36 kali, kesalahan misformation sebanyak 14 kali, dan kesalahan misorder sebanyak 8 kali. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu contoh kasus pembelajaran BIPA di Indonesia atau di luar negeri.
Kata Kunci : kesalahan percakapan, siswa BIPA, tayangan kelas
Nama Jurnal : Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Volume : Vol 6, No 1 (2019)
Doi/link pdf : http://jurnal.unswagati.ac.id/index.php/Deiksis/article/view/1406
10.33603/deiksis.v6i1.1406
ANALISIS KONTRASTIF PANDANGAN MAHASISWA PENUTUR BAHASA INDONESIA DAN MAHASISWA PENUTUR BAHASA JEPANG
TERHADAP PRIVASI DALAM KOMUNIKASI: SEBUAH TINJAUAN SOSIOLINGUISTIK
Sonda Sanjaya, Yuriko Ando
ABSTRAK
Perbedaan pandangan di antara mahasiswa penutur bahasa Indonesia dan mahasiswa penutur bahasa Jepang terhadap privasi dalam komunikasi memungkinkan menyebabkan terjadinya gangguan dalam proses berkomunikasi dan mengundang kesalahpahaman. Guna mengurangi gangguan komunikasi dan kesalahpamahan, maka kajian penelitian mengenai privasi dalam komunikasi sangat diperlukan. Penelitian ini mengkaji persamaan dan perbedaan ranah privasi mahasiswa penutur bahasa Indonesia dan mahasiswa penutur bahasa Jepang, siapa saja yang boleh dan tidak boleh mengetahui privasi penutur, dan bagaimana respons penutur terhadap mitra tutur yang membahas topik pembicaraan yang berkaitan dengan privasi. Penelitian ini dilakukan dengan teknik survey dengan mendistribusi kuesioner kepada 127 responden di Indonesia dan 107 responden di Jepang. Responden di Indonesia adalah mahasiswa penutur asli bahasa Indonesia dan responden di Jepang adalah mahasiswa mahasiswa penutur asli bahasa Jepang di Jepang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa penutur bahasa Indonesia lebih terbuka terhadap privasi dibandingkan dengan mahasiswa penutur bahasa Jepang. Kemudian, mahasiswa penutur bahasa Jepang membicarakan privasi terhadap mitra tutur sembari mempertimbangkan apakah penutur dan mitra tutur memiliki hubungan kepercayaan atau tidak. Sedangkan mahasiswa penutur bahasa Indonesia memutuskan akan membicarakan hal yang berkaitan dengan privasi atau tidak dengan mitra tutur setelah memastikan apakah ada hubungan kepercayaan atau tidak.
Kata Kunci : analisis kontrastif, pandangan mahasiswa Indonesia, mahasiswa Jepang, privasi dalam komunikasi, tinjauan sosiolinguistik
Nama Jurnal : JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang
Volume : Vol 2, No 1 (2017): JAPANEDU Volume 2 Issue 1, June 2017
Doi/link pdf : http://ejournal.upi.edu/index.php/japanedu/article/view/6789
KAJIAN KURIKULUM SASTRA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA TINGKAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Maulana Hendrik
ABSTRAK
Kedudukan pembelajaran sastra di sekolah mengalami pergeseran karena perubahan kedudukan dalam nama mata pelajaran Bahasa Indonesia. Awalnya bernama mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, kini menjadi mata pelajaran Bahasa Indonesia saja. Hal ini menimbulkan pertanyaan, seberapa penting dan seberapa besar kedudukan sastra dalam kurikulum yang berlaku sekarang. Pengkajian ini dilakukan untuk menemukan jawaban permasalahan tersebut. Dalam tulisan ini, kurikulum yang dikaji adalah kurikulum sastra pada tingkat SMP. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran sastra memiliki kedudukan yang sama besar dengan pembelajaran bahasa itu sendiri. Hal ini terbukti dari proporsi kompetensi kebahasaan dan kesastraan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia yang sama besar yakni 50:50.
Kata Kunci : kajian, kurikulum sastra, bahasa Indonesia, tingkat SMP
Nama Jurnal : Logat: Jurnal Bahasa Indonesia dan Pembelajaran
Volume : Vol 4 No 2 (2017)
Doi/link pdf : http://ejournal.fkip.unsri.ac.id/index.php/logat/article/view/13
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KARTU IDENTITAS BAHASA JEPANG TERHADAP PENGUASAAN PERCAKAPAN SEDERHANA PADA
SISWA SMA
Robby Putra Prakoso, Neneng Sutjiati, Ahmad Dahidi
ABSTRAK
Kemampuan berbicara merupakan hal penting bagi pembelajar bahasa Jepang. Masalah yang sering ditemukan pada siswa dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jepang yaitu di antaranya siswa sering kali merasa bingung dan tidak percaya diri untuk berbicara bahasa Jepang. Hal ini dikarenakan kurangnya latihan pada keterampilan berbicara. Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti melaksanakan penelitian mengenai efektivitas penggunaan kartu identitas bahasa Jepang terhadap kemampuan berbicara siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan media kartu identitas terhadap kemampuan berbicara bahasa Jepang. Selain itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tanggapan siswa mengenai media kartu identitas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen kuasi dan dengan desain penelitian one group pre-test-post-test design. Instrumen yang digunakan berupa tes lisan dan angket. Sampel yang digunakan adalah siswa XI IPS SMAN 2 Bandung tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 20 orang. Hasil analisis data menunjukkan perolehan nilai rata-rata siswa sebelum diterapkannya media kartu identitas yaitu sebesar 12,95 dan setelah diterapkannya media kartu identitas meningkat menjadi 23,8. Berdasarkan perhitungan statistik komparasional didapatkan hasil thitung sebesar 29,73 dan ttabel pada taraf signifikansi 5% adalah 2,09 dan taraf signifikansi 1% adalah 2,86, ini berarti thitung >ttabel , maka Hk diterima dan Ho ditolak. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan berbicara bahasa Jepang siswa sebelum dan sesudah diterapkannya media kartu identitas. Kemudian, berdasarkan hasil analisis data angket, sebagian besar siswa memberikan respons positif
terhadap media kartu identitas untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Jepang
Kata Kunci : penggunaan, kartu identitas, bahasa jepang, percakapan,siswa
SMA
Nama Jurnal : JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang
Volume : Vol 1, No 3 (2016): December 2016
Doi/link pdf : http://ejournal.upi.edu/index.php/japanedu/article/view/5383
EKSPRESI PUJIAN DAN RESPONS SEBAGAI STRATEGI DALAM KESANTUNAN BERBAHASA DAN CERMINAN BUDAYA
MASYARAKAT PENUTURNYA
Ernalida
ABSTRAK
Pujian dapat diekspresikan sebagai salah satu strategi penggunaan bahasa yang santun. Namun demikian, tak kalah pentingnya adalah respon terhadap pujian. Pujian dan respons terhadap pujian sangat dipengaruhi oleh budaya suatu masyarakat. Artinya, bentuk pujian dan bentuk respons terhadap pujian tidak sama dalam masyarakat. Penelitian tentang pujian dan respons terhadap pujian ini dilakukan terhadap mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unversitas Sriwijaya. Data dikumpulkan dengan cara memberikan pertanyaan/pernyataan tentang pujian dan informan memberikan respons terhadap pujian tersebut, pengamatan percakapan yang didalamnya terdapat pujian dan respons terhadap pujian dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teori kategori pujian menurut (Manes dan Wolfson, 1981) sedangkan tipe respons terhadap pujian menggunakan teori Herbert (1990). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap orang tidak menanggapi pujian dengan cara yang sama. Akan tetapi, ada respons yang cenderung sama yaitu mengucapkan “terima kasih” ketika menerima pujian. Di samping itu, mahasiswa perempuan lebih menerima pujian dibandingkan dengan laki-laki.
Kata Kunci : ekspresi,pujian, respon strategi, kesantunan berbahasa,cerminan
budaya
Nama Jurnal : Logat: Jurnal Bahasa Indonesia dan Pembelajaran
Volume : Vol 5 No 1 (2018)
Doi/link pdf : http://ejournal.fkip.unsri.ac.id/index.php/logat/article/view/17