• Tidak ada hasil yang ditemukan

Quotes. This Week. pelayanan PASTORAL. Like us on facebook TAMBORINE TALENTA ANDA UNTUK MELAYANI S A L U R K A N TALENTA ANDA BAGI ANDA YANG RINDU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Quotes. This Week. pelayanan PASTORAL. Like us on facebook TAMBORINE TALENTA ANDA UNTUK MELAYANI S A L U R K A N TALENTA ANDA BAGI ANDA YANG RINDU"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Amsal 3:2

Kami ucapkan kepada Jemaat

yang berulang tahun pada tanggal :

17 FEBRUAri 2014 - 23 FEBRUARI 2014

Senin, 17 Februari 2014 - Alexander - Bee Yenny - Olivia Posumah - Yonathan Ezekiel Selasa, 18 Februari 2014 - Dra. Anggraeni - Nelly Rabu, 19 Februari 2014 - Lili Leonardo Kamis, 20 Februari 2014 - Lusra Tapparan Barubu (Payan)

- Ribka Sylvana Manguma - Tjiang Tjiang Kang - Veronica Lilyani (Lily)

- Otniel Tasib - Rachman Sutanto

- Selfi

Jumat, 21 Februari 2014 - Yohan Marando Abraham NT. Lee (Johan)

- Eng Djawadomo - Arru Sabtu, 22 Februari 2014 - Anna Tutu - Febryanti - Sherly Laudi Minggu, 23 Februari 2014 - Emmy Sijaya - Enni - Fransisca - Alex Yakobus Pdt. Israel Laoly, S.Th

Contact Person:

Hp. 0813 5551 2966 Flexi 0411 528 3249 Pdm. Silva Ramon Rumendong

Hp. 0821 8825 9818

Ibu Betty Haryono

Flexi 0411 574 5369 | Tlp. 3610 509

Hp. 0852 4286 2600

Contact Person:

PASTORAL

4

Quotes

This Week

@MarthenAlexandr

Jl. Perintis Kemerdekaan (Kavelery), Daya - Makassar

Pdt. Sukiman Thomas Karun, S.Th

Setiap hari Minggu Pukul 10.30 Wita

Like us

on

facebook

www.facebook.com/GerejaPetra

Follow Us on Twitter

www.twitter.com/GerejaPetra Dapatkan Informasi seputar Gereja PETRA

DIBIDANG:

CONTACT PERSON:

IBU VHERA (0852.4219.7967)

“ TAMBORINE “

GEREJA PETRA

S A L U R K A N

TALENTA ANDA

Setiap orang pasti punya

TANTANGAN dalam hidup.

Tantangan ada itu bukan

berarti Tuhan membencimu.

IA hanya menguji

seberapa kuat imanmu.

melayani di bidang:

- media view - design graphics - kamera - Photography - web - petra news - lighting c o n ta c t p e r s o n : r o n n y k o n g d o h ( 0 8 1 24 2 2 6 3 6 1 )

S A L U R K A N

TALENTA ANDA

(3)

KHOTBAH tumbuh - peduli - berbagi

01

tumbuh - peduli - berbagi

INFO PETRA MISI

08

Kita masih akan melanjutkan membahas mengenai PENGAMPUNAN, Matius 18:21-35

[12]

Matius 6:12-13, “ dan ampunilah kami akan

kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni

[13]

orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin]”

Ayat 12 di atas Tuhan berbicara tentang

mengampuni, lalu tiba-tiba di ayat 13 Tuhan

berbicara tentang jangan membawa kami ke dalam

pencobaan. Di sini kita melihat bahwa ada

hubungan antara pencobaan dan sikap tidak mau mengampuni. Apakah yang dimaksud pencobaan dalam ayat ini? Pencobaan itu adalah peperangan dalam pikiran kita yang berisi antara mau memaafkan dan tidak mau memaafkan. Kalau kita berkata “ya, saya ampuni”, itu artinya Anda menang; tetapi kalau pikiran saudara berkata bahwa “tidak, saya tidak mau ampuni”, maka Anda kalah. Pertama-tama Anda dikalahkan dalam pikiran Anda. Pikiran itu adalah medan peperangan. Hati-hati! Sebab dosa selalu dimulai dari pikiran. Itulah sebabnya Firman Tuhan menasehatkan agar kita selalu memikirkan hal-hal yang baik, bukan kejahatan; dengan demikian kita akan menghasilkan perbuatan-perbuatan baik.

Filipi 4:8, “Jadi akhirnya, saudara-saudara,

semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya

itu.”

Contact Person:

Sekretariat Gereja Petra

Jl. Sungai Saddang No. 30-34, Makassar

Tlp. 0411 - 873 769

email: [email protected]

web: www.gerejapetra.org

Tuhan meminta supaya kita melatih pikiran kita untuk terus memikirkan hal-hal yang benar, yang mulia, yang adil, yang suci, pikiran yang manis, yang sedap didengar (jangan berita yang busuk), kebajikan, dan hal-hal yang patut dipuji. Ketika Anda disakiti oleh orang lain, maka pikirkanlah hal-hal yang baik; jangan memikirkan hal-hal yang jahat, termasuk memikirkan kejahatan orang lain, tetapi pikirkanlah hal-hal yang baik: yang benar, yang mulia, yang adil, yang suci, yang manis, yang sedap didengar, yang disebut kebajikan dan patut dipuji. Sebab dengan berbuat demikian Anda mempunyai kekuatan untuk mengampuni. Ingatlah bahwa mengampuni itu adalah suatu keharusan, perintah dari Allah.

Adalah suatu hal yang sangat sulit untuk kita mengampuni sesama kalau kita berfokus kepada kebenaran diri kita. Jadi kalau kita mau memaafkan seseorang, berfokuslah kepada pengampunan dari Yesus Kristus yang ada di atas kayu salib. Tahukah saudara pada waktu Yesus di atas kayu salib, ada berapa perkataan yang diucapkan Yesus? Ada tujuh perkataan; perkataan pertama yang Dia ucapkan itu soal apa? Bukan mengenai dirinya: “Aku haus”, tetapi soal pengampunan: “Ya Bapa, ampunilah mereka” (Lukas 23:34). Itulah perkataan pertama yang Yesus ucapkan saat Dia digantung di atas kayu salib. Oleh sebab itu marilah kita terus memandang kepada pengampunan Kristus di atas kayu salib dan tidak berfokus kepada diri sendiri.

DIAMPUNI UNTUK MENGAMPUNI (Matius 18:21-35)

Kita tidak akan bisa memberi sesuatu kepada orang lain, jika kita tidak menerimanya dari Tuhan. Sebab sesungguhnya kita ini kosong tanpa Tuhan.

PENGAMPUNAN

(4)

diisi terlebih dahulu dengan kasih dan pengampunan Tuhan.

Kalau hamba itu tidak bisa memberi pengampunan, maka sesungguhnya itu tanda bahwa ia sendiri kosong dari pengampunan Tuhan. Mengapa kosong? Karena ia tidak menerima pengampunan itu dari Tuhan. Apa yang dapat diberikannya kepada sesama jika ia tidak menerimanya dari Tuhan? Tetapi itu bukan berarti bahwa Tuhan tidak memberikan kemurahan dan pengampunan kepadanya; sebab sesungguhnya Tuhan sudah memberikan kepadanya tetapi ia tidak menerima karena ia sendiri menolaknya. Bila manakah ia menolak pengampunan atau anugrah Tuhan itu? Yakni ketika ia tidak mau mengampuni. Sikap tidak mau mengampuni ini merupakan kejahatan di dalam hati. Kejahatan itu tidak akan nampak sampai ujian untuk mengampuni datang. Kejahatan dari hamba itu belum nampak ketika ia berhadapan dengan raja; tetapi kemudian nampak ketika ia keluar dan bertemu dengan kawannya yang berhutang kepadanya: ia menangkap kawannya itu, mencekiknya, hatinya tidak tersentuh sedikitpun akan permohonan kawannya itu, dan menjebloskan kawannya itu ke dalam penjara. Ketika raja melihat perbuatan hamba itu maka pengampunan itu ditarik kembali daripadanya. Mengapa ditarik kembali? Sebab dengan sikap tidak mau mengampuni itu dianggap (sama dengan) bahwa ia telah menyia-nyiakan kasih dan pengampunan Raja atas hidupnya. Itulah sebabnya Raja berkata: “Hai

hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?” (Matius 18:32-33).

Konsekuensi yang berat akan diberikan oleh Tuhan kepada orang yang tidak mau mengampuni; seperti yang tertulis dalam Matius 18:25-35. Karena

pengampunan Tuhan tetapi kita sendiri tidak mau berkemurahan atau mengampuni kesalahan orang lain kepada kita.

Jadi jika ada orang yang tidak bisa mengampuni sesamanya, itu karena ia sendiri kosong dari pengampunan Allah. Ia kosong, sebab ia telah menolak atau menyia-nyiakan pemberian Allah kepadanya. Oleh sebab itu marilah kita minta kepada Tuhan untuk mengisi kita dengan kasih anugrahnya dan terimalah kasih anugrah Tuhan itu, untuk Anda bagikan kepada sesama. Kita diampuni supaya kita dapat mengampuni orang lain yang bersalah kepada kita.

Mengampuni adalah suatu perintah dari Allah.

Dalam Matius dikatakan bahwa ampunilah maka kamu juga akan diampuni. Jadi ada hubungan yang kuat antara mengampuni sesama dan diampuni oleh Tuhan.

Matius 6:14, “Karena jikalau kamu mengampuni

kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.”

Karena mengampuni adalah perintah Allah, maka tidak mengampuni adalah pemberontakan terhadap perintahNya.

1 Yohanes 4:21, “Dan perintah ini kita terima dari

Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.”

Perintah ini kita terima dari siapa? Bukan dari pendeta atau dari gereja, tetapi dari Tuhan. Jadi jika kita tidak mau memaafkan maka kita berhadapan dengan Dia (Tuhan) yang memberi perintah itu, bukan dengan orang lain. Bila kita memberontak kepada Allah maka algojo-algojo itu akan datang dan menyiksa kita. Mengapa algojo-algojo bisa berkuasa atas hidup kita? Sebab kita sudah keluar

(5)

KHOTBAH tumbuh - peduli - berbagi

03

tumbuh - peduli - berbagi

06

INFO PETRA MISI

dari tudung perlindungan Tuhan. Ketika kita menyimpan kepahitan maka saat itulah kita keluar dari area perlindungan Tuhan (Yakobus 4:7). Tetapi bila kita tuduk dan taat kepadaNya maka tidak ada 1 algojo pun yang bisa masuk dalam hidup kita, sebab Tuhan-lah yang menjadi Benteng Perlindungan bagi kita.

BENCILAH KEPADA PERBUATAN DOSA, BUKAN KEPADA ORANG BERDOSA

Matius 6:12, “dan ampunilah kami akan

kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;”

Pengampunan itu tidak dibatasi hanya kepada saudara kita, tetapi juga kepada lawan-lawan kita. Allah menghendaki agar Anda dapat berdoa dan memberkati lawan bisnis Anda, sebab Anda dipanggil untuk menjadi berkat. Mengenai sikap mereka yang selalu menghimpit Anda, biarkanlah Tuhan yang berurusan dengan mereka. Tetapi kewajiban Anda adalah mengampuni dan memberkati mereka. Anda boleh membenci perbuatannya, tetapi tidak kepada orangnya. Kepada orangnya kita harus mengasihi dan mengampuni dia, tetapi perbuatannya memang harus kita benci. Pisahkanlah antara dua perkara itu, yaitu: pribadi orang itu dan perbuatan dosa orang itu – jangan mencampur adukkan keduanya. Jadi walaupun kita benci terhadap perbuatannya, namun kita tetap harus mengampuni dan mengasihi pribadi orang itu. Tuhan Yesus memberi contoh kepada kita; bahwa ia membenci perbuatan dosa pemungut cukai tetapi mengasihi jiwa atau orangnya. Sebab itu Tuhan tidak keberatan menghadiri undangan dari para pemungut cukai.

Matius 9:11, “Pada waktu orang Farisi melihat

hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”

Di sini kita melihat bahwa Tuhan Yesus dikritik sebab Dia suka makan bersama-sama dengan para pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi bukan

soal makannya atau ketawa-ketawa yang menjadi fokus Tuhan, melainkan semua itu ada tujuannya yaitu berbicara tentang Firman Tuhan. Jadi sekalipun Yesus itu dekat dengan para pemungut cukai tetapi hatiNya jauh dari dosa-dosa mereka. Dosa pemungut cukai itu apa? Ketamakan. Hatinya Tuhan Yesus jauh dari ketamakan. Tujuan Yesus menghadiri undangan mereka adalah untuk menyampaikan kebenaran lewat keteladanan hidupNya. Dan terbukti bahwa banyak diantara pemungut cukai itu yang bertobat dan mereka mengikuti keteladanan Yesus; salah satunya adalah Matius (sebelumnya ia bernama Lewi) yang kemudian menjadi salah satu dari 12 rasul Tuhan Yesus dan dia-lah yang menulis injil Matius. Sementara orang Farisi benci terhadap para pemungut cukai, mereka mencibirkan dan menjauhi pemungut cukai.; tetapi hatinya orang Farisi itu penuh dengan ketamakan, mereka malah melakukan dosa ketamakan yang sama dengan pemungut cukai. Itulah kemunafikan; benci kepada orang berdosa tetapi melakukan dosa yang sama dengan orang berdosa itu.

Matius 23:27-28, “Celakalah kamu, hai ahli-ahli

Taurat dan orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.”

Jadi ada perbedaan respon yang jelas antara Tuhan Yesus dan orang Farisi kepada orang berdosa atau pemungut cukai ini. Teladanilah respon Tuhan Yesus dan waspadalah terhadap “ahli-ahli Taurat” jaman ini. Mereka gencar menghakimi orang berdosa, tetapi mereka sendiri melakukan dosa yang sama dengan orang berdosa itu; orang yang demikian akan menerima hukuman yang lebih berat.

[46]

Lukas 20:46-47, “ Waspadalah terhadap

ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan

(6)

di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam

[47]

perjamuan, yang menelan rumah janda-janda dan yang mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka itu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.”

KERUKUNAN, MENDATANGKAN URAPAN DAN BERKAT

Mazmur 133:1, “Nyanyian ziarah Daud.

Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!”

Orang yang tinggal berjauhan itu lebih mudah hidup rukun, ketimbang orang yang tinggal serumah (dekat). Misalnya Anda tinggal di Makassar dan saudara Anda tinggal di Surabaya; dan setahun sekali Anda berjumpa, maka ketika Anda berjumpa Anda akan saling rangkul dan selalu ingin berjumpa lagi. Anda selalu ingat kebaikannya. Mengapa? Sebab Anda hanya berjumpa 1 tahun sekali. Tetapi itu tidak mudah bagi mereka yang tinggal serumah. Setiap hari ada pergesekan karakter, ada perbedaan pendapat dll. Itulah sebabnya mereka yang tinggal serumah perlu selalu menyiapkan “minyak” saling memaafkan. Supaya apa? Supaya tetap rukun. Kalau ada ketersinggungan, lekaslah memperbaikinya.

[2]

Mazmur 133:2-3, “ Seperti minyak yang baik di

atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke

[3]

janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.”

Kalau sudah ada kerukunan, maka itu akan mendatangkan urapan (ayat 2), dan urapan itu akan memperkuat hubungan kita satu dengan yang lain. Kerukunan bukan hanya mendatangkan urapan, tetapi juga berkat (ayat 3): “… Sebab kesanalah

Tuhan memerintahkan berkat, …”. Ke manakah

berkat itu diperintahkan? Ke dalam rumah Anda yang ada kerukunan, kepada komunitas Anda (komsel, pelayanan, kantor, dll) yang ada kerukunan. Jadi hiduplah rukun dengan semua orang. Amin!!

(7)

LANJUTAN

kesaksian

LANJUTAN

kesaksian

LANJUTAN

kesaksian

LANJUTAN

kesaksian

Redaksi

Bagi Jemaat yang ingin memberikan kesaksian, agar dapat langsung menyerahkan kepada Ibu gembala atau dapat mengirimkannya lewat email : [email protected] [ Kesaksian yang telah diberikan menjadi hak redaksi sepenuhnya untuk diedit/dirubah ]

(8)

www.gerejapetra.org

Perkara

Ajaib

dari

Referensi

Dokumen terkait

Sesuai dengan judul dalam penelitian ini, maka yang menjadi sampel penelitian adalah : Wajib Pajak Badan yang melakukan restitusi PPN LB dan Fiskus.. Berdasarkan pada

Sebagian besar mahasiswa (55,9%) menganggap bahwa kegiatan mentoring sangat bermanfaat sebagai wadah diskusi mengenai tugas-tugas yang ada di dalam blok serta memicu mereka

kebijakan daeralr jangka menengah dalam pengembangan pelayanan air minum dan sanitasi yang menerapkan pendekatan berbasis masyarakat dan pendekatan l.elembagaan

Jika jumlah total dari komponen-komponen reaksi penyangga lebih dari tiga, dan rangka adalah statik tertentu, selanjutnya harus dicari titik simpul dengan dua gaya

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Mas Asep Amaluddin, Aan Herdiana dan teman-teman mahasiswa di Himpunan Mahasiswa Islam Purwokerto yang telah membantu

Maka dari itu alangkah baiknya jika kita bisa dengan bijak menggunakan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya dalam hal yang positif demi kemajuan diri dan pribadi kita, dan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian tempat yang berbeda memberikan pengaruh pada ketebalan mesofil kedelai varietas Slamet2. Makin tinggi ketinggian tempat makin tebal

Perhitungan melalui olah data di peroleh nilai Funtuk komitmen kerja, penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi diri sebesar 18,456, dengan tarif signifikasi 0,000