Bagus
Bagus RijalulRijalul HaqHaq 2207100548 2207100548
Dosen
Dosen PembimbingPembimbing Ir. Totok Mujiono, M.Kom
Jurusan Teknik Elektro
Jurusan Teknik Elektro
Fakultas Teknologi Industri
Fakultas Teknologi Industri
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Susunan Presentasi
1.
Latar belakang
2.
Tujuan
3.
Diagram blok sistem
4.
Mixer
5.
Quadrature demodulator
5.
Quadrature demodulator
6.
CORDIC
7.
Simulasi CORDIC
8.
Simulasi Digital Mixer
9.
Implementasi dan Testing
10.
Kesimpulan dan Daftar Pustaka
Latar Belakang
Latar Belakang
Proses komunikasi selalu melibatkan
modulasi dan
demodulasi
Salah satu bagian modulasi/demodulasi adalah mixer,
untuk memindahkan frekuensi sinyal dari frekuensi tinggi
(ƒ
RF) ke frekuensi sedang (ƒ
IF)/ frekuensi rendah atau
(ƒ
RF) ke frekuensi sedang (ƒ
IF)/ frekuensi rendah atau
sebaliknya.
Pada modulasi/demodulasi terdapat metode quadrature
yang terdiri atas sinyal yang berbeda fase 90
0.
Design teknologi digital dapat dibuat dalam bentuk IC.
Dengan
menggunakan
algoritma
CORDIC
dapat
Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian
Merancang digital mixer pada receiver menggunakan
metode quadrature demodulator pada IC FPGA.
Algoritma CORDIC (Coordinate Rotation Digital
Computer) digunakan untuk menghasilkan fungsi
Computer) digunakan untuk menghasilkan fungsi
sinus dan cosinus.
Blok Diagram
Blok Diagram Sistem
Sistem
Analog Demodulator A/D Digital Demodulator
f
IF(analog)f
RFf
Basef
IF(digital)Sin
Cos
Input digital Out Sin Out Cos CORDICMixer
Mixer pada fungsi trigonometric yaitu dengan sistim multiplying 2
gelombang sinus. Jika input berupa sinyal sinusoidal, maka output mixer
ideal merupakan jumlah dan perbedaan dari frekuensi yang diberikan.
Quadrature Demodulator
Metode quadratur adalah sebuah skema modulasi yang
membawa data dengan mengubah
amplitudo dari dua
gelombang
pembawa.
Kedua
gelombang
tersebut
merupakan gelombang
sinusoida
, berbeda fase dengan yang
lainnya sebesar 90
o.
Sin (ωt + θ) Cos(ωt + θ) Sinyal Informasi Out Sin Out CosCORDIC
Rumus algoritma CORDIC
x
i+1= x
i– d
i. 2
-i. y
i
CORDIC (COordinate Rotation DIgital Computer) adalah algoritma yang sederhana untuk menghitung operasi-operasi khusus seperti akar, hiperbolik, trigonometri, dan logaritmik. Algoritma CORDIC menggunakan metode iterasi dari bentuk mode rotasi dengan sudut bebas, proses ini dilakukan hanya dengan menggunakan pergeseran dan penambahan.
Algoritma CORDIC akan menghasilkan fungsi sinus dan cosinus. Hasil dari kedua fungsi ini digunakan sebagai multiplicand atau bilangan yang dikali pada digital mixer.
x
i+1= x
i– d
i. 2 . y
iy
i+1= y
i+ d
i. 2
-i. x
iz
i+1= z
i– d
i. α
iKeterangan :
di = ±1
z
i+1= Angle Accumulator
α
i
= sudut pada tabel look-up
x
i+1= nilai cos
y
i+1= nilai sin
2
-i= shift factor
Desain CORDIC
Pada desain penggunaan CORDIC untuk menghasilkan nilai sinus dan
cosinus digunakan Rotation mode. Pada metode ini, nilai awal yang
diberikan meliputi x
0= 0.6073, y
0= 0, dan z
0= nilai sudut yang
dikehendaki, antara 0
0– 90
0.
Pada contoh tabel dibawah diambil nilai
pada
z
0= 30
0.
αi
Desain CORDIC (2)
Desain CORDIC (3)
SIMULASI CORDIC
Data yang diperoleh pada simulasi berupa bilangan integer, sehingga pada
hasil akhir diperlukan konversi dari nilai integer ke nilai pecahan desimal.
Gambar 7. Simulasi Gelombang Sinusoida pada Sampling 10o
Simulasi OUT_FINISH Data Simulasi Konversi Derajat Perubahan 10o 1 4 0o 2 2847 10o 3 5605 20o 4 8189 30o 5 10529 40o
Plot Hasil Simulasi CORDIC
Gambar 8. Plot Gelombang Sinus Sampling 10o
Gambar 8. Plot Gelombang Sinus Sampling 10
.
SIMULASI DIGITAL MIXER
Nilai input dirancang sepanjang 8 bit, nilai hasil fungsi sin dan cos
masing-masing 16 bit, sedangkan output digital mixer sepanjang 24 bit
Variabel Perkalian Sampling 10o
Multiplier 30
Multiplicand Sinus 2847
Cosinus 16134
Hasil Sinus 85410
Cosinus 484020
Plot Hasil Simulasi Digital Mixer
Gambar 11. Plot Sinus dengan Sampling 10o
Gambar 13. Hasil Mixer Sinus dengan Sampling 10o
Implementasi dan Testing
Sin Cos
Input digital
Out Mixer Sin
Out Mixer Cos CORDIC
Out Mixer Sin
Out Mixer Cos
Pada implementasi board FPGA diberikan input sebesar 8 bit, 1 bit sign, 7 bit
data (3 bit dari switch, 4 bit fixed program). Lebar output Sin dan cos
masing-masing 8 bit (1 bit sign, 7 bit MSB hasil). Output ditampilkan pada
LED, jika PB1 = 0 out mixer sin ditampilkan, dan jika PB2 = 1 out mixer
cos ditampilkan. Pada LED 1 bit MSB sign, 7 bit MSB hasil data.
Gambar 14.
Blok Diagram Quadratur CORDIC
Gambar 15.
Blok Diagram Implementasi dan Testing
CORDIC
Data Hasil Implementasi dan Testing
KESIMPULAN
Untuk menghasilkan satu nilai fungsi sinusoida menggunakan algoritma
CORDIC diperlukan 16 clock.
Waktu yang dibutuhkan untuk membentuk satu periode gelombang sinusoida
berbeda pada tiap sampling, yaitu untuk sampling 30
odiperlukan 21.6µs,
sampling
10
odiperlukan 64.8µs, dan pada 5
odiperlukan 129.6µs. Semakin kecil
sampling
yang dipergunakan waktu yang diperlukan untuk membuat satu
periode gelombang semakin besar, akan tetapi gelombang yang dihasilkan lebih
akurat.
Digital Mixer dapat melakukan proses mixing dengan cara perkalian antara
Digital Mixer dapat melakukan proses mixing dengan cara perkalian antara
multiplicand
dan multiplier dikalikan pada saat sampling yang bersamaan.
Perkalian antara gelombang sinusoida pada proses digital Mixer diperlukan
adanya sign untuk membedakan nilai positif dan negatif dari hasil perkalian.
Hasil simulasi pada Xilinx ISE 8.2i dan hasil uji coba pada board FPGA dapat berjalan
sesuai perancangan, serta hasil sintesa menunjukkan bahwa diperlukan sebanyak 1244
blok logika untuk mengimplementasikan generator sinus dan cosinus beserta quadrature
mixer.
1. Andraka, Ray, “A survey of CORDIC algorithms for FPGA based computers”, 1998.
2. S. Ravichandra, V. Asari, “Implementation of Unidirectional CORDIC Algorithm Using Precomputed Rotation Bits“, Circuits and Systems, 2002. MWSCAS2002. Vol.3 , pp. III453 -III-456, 4-7 Aug. 2002.
3. N. Takagi, T. Asada, and S. Yajima, "Redundant CORDIC methods with a constant scale factor for sine and cosine computation“. IEEE Trans. Computers, vol. 40, no. 9, pp. 989-995, Sep. 1991.
4. J.-A. Lee, T. Lang, "Constant-Factor Redundant CORDIC for Angle Calculation and Rotation," IEEE Trans. Computers, vol. 41, no. 8, pp. 1016-1025 , Aug. 1992.
5. T. Lang, E. Antelo, "CORDIC Vectoring with Arbitrary Target Value," IEEE Trans. Computers,
DAFTAR PUSTAKA
5. T. Lang, E. Antelo, "CORDIC Vectoring with Arbitrary Target Value," IEEE Trans. Computers, vol. 47, no. 7, pp. 736 -749, July 1998.
6. B. Gisuthan, T. Srikanthan, "Pipelining flat CORDIC based trigonometric function generators," Microelectronic Journal 33, pp. 77-89, 2002.
7. Kia Bazargan , “CORDIC Algorithms”, University of Minnesota, 2006.
8. Ken Gentile , “Fundamental of Digital Quadrature Modulation”, RF Mixed Signal Journal, 2003.
Konversi Nilai Sinusoida
Lampiran
Sin 30
o= 0.5000 8189 = 1FFD
= 00 01 1111 1111 1101
Cos 30
o= 0.8660 14191 = 376F
= 00 11 0111 0110
1111
n 1/2n Hasil Pecahan dalam Biner
0 1 1 1 1 1/2. 0.5 0.1 2 1/4. 0.25 0.01 3 1/8. 0.125 0.001 4 1/16. 0.0625 0.0001 5 1/32. 0.03125 0.00001 6 1/64. 0.015625 0.000001 7 1/128. 0.0078125 0.0000001 8 1/256. 0.00390625 0.00000001 9 1/209 0.001953125 0.000000001 10 1/210 0.000976563 0.0000000001