PERAN UMKM PENGGERAK EKONOMI PADA INDUSTRI KELAPA SAWIT
KALIMANTAN TIMUR
Oleh
Dr. DIDIK HADIYATNO, SE,M.Si
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS BALIKPAPAN
PERKEMBANGAN INDUSTRI SAWIT
Tahun Luas TM (Ha) Total Luas (Ha) Produksi (Ton) Produktivitas (Kg/Ha) Jumlah Petani (KK/TKP) 2019 882.949 1.228.138 18.343.852 20.776 220.055 2018 806.930 1.199.407 13.398.348 16.604 232.111 2017 788.311 1.192.342 13.164.310 16.699 234.063 2016 763.896 1.150.078 11.418.110 14.947 231.100 2015 621.777 1.090.106 10.812.893 17.390 284.959 2014 500.512 1.020.413 9.628.072 19.236 264.246 2013 397.635 944.826 6.901.602 17.357 309.370 2012 335.904 824.413 5.221.016 15.543 284.876 2011 279.568 716.320 4.081.782 14.600 277.382LUAS AREAL PERKEBUNAN SAWIT
Kabupaten/Kota Total Luas
(Ha) Produksi (Ton) Produktivitas (Kg/Ha) Jumlah Petani (KK/TKP) Kutai Kartanegara 231.958 3.439.426 18.233 28.747 Kutai Timur 459.543 7.942.051 23.102 75.413 Kutai Barat 145.125 1.121.090 23.740 19.352 Mahakam Ulu 21.740 127.110 6.952 3.260
Penajam Paser Utara 49.689 934.401 23.702 12.876
Paser 183.575 2.396.143 16.771 50.908 Berau 135.092 2.372.182 23.315 28.835 Samarinda 1.308 10.644 11.710 610 Balikpapan 36 469 16.172 20 Bontang 72 336 6.222 34 Total Tahun 2019 1.228.138 18.343.352 20.776 220.055
LUAS AREAL PERKEBUNAN SAWIT BESAR
Kabupaten/Kota Total Luas
(Ha) Produksi (Ton) Produktivitas (Kg/Ha) Jumlah Petani (KK/TKP) Kutai Kartanegara 204.373 3.141.616 18.329 16.305 Kutai Timur 357.059 6.954.861 25.002 40.625 Kutai Barat 139.888 1.117.445 24.707 17.175 Mahakam Ulu 21.640 127.110 6.952 3.210
Penajam Paser Utara 32.278 739.377 28.295 5.225
Paser 86.714 1.572.786 19.435 13.875
Berau 115.845 2.229.623 24.549 16.823
Bontang 20 310 15.500 2
UU UMKM
Ciri ciri UMKM adalah : manajemen berdiri sendiri, modal disediakan sendiri,
daerah pemasarannya lokal, aset perusahaannya kecil, dan jumlah karyawan
yang dipekerjakan terbatas.
Asas pelaksanaan UMKM adalah kebersamaan, ekonomi yang demokratis,
kemandirian, keseimbangan kemajuan, berkelanjutan, efesiensi keadilan, serta
kesatuan ekonomi nasional.
KRITERIA UMKM
No
KATEGORI
KRITERIA
ASSET
OMZET
1.
USAHA MIKRO
Maks. 50 Jt.
Maks. 300
Jt.
2.
USAHA KECIL
> 50 Jt. – 500 Jt.
> 300 Jt. –
2,5 M.
3.
USAHA
MENENGAH
> 500 Jt. – 10 M
> 2,5 M –
50 M
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang
UMKM
UKM 99% BESAR
1%
PERBANDINGAN JUMLAH UKM DAN
PERUSAHAAN BESAR
PENYERAPAN TENAGA KERJA PERUSAHAAN BESAR DAN UKM
BESAR, 0.5%
Peran UMKM
•
Penyangga perekonomian
Jumlah pengusaha 58,97Juta
Peningkatan produk domestik bruto
Penyumbang devisa
Penerimaan pajak
Penyerapan tenaga kerja
•
Suplier bagi konsumen / perusahaan besar, sebaliknya
juga pelanggan bagi perusahaan besar – bagian dari
rantai
distribusi
Permasalahan UMKM
•
Modal usaha
•
Kurang tahu cara membesarkan bisnis
•
Kurannya inovasi produk
•
Kesulitan dalam distribusi dan pemasaran
•
Belum memanfaatkan pemasaran online
•
Tidak adanya branding / merk produk
•
Tidak memberikan perhatian pada pelaggan dengan program loyalitas
•
Mengandalkan pembukuan secara manual
•
Tidak memiliki mentor
UMKM DI ERA DIGITAL
UKM
Leadership Entrepreneur Skill manajemen Penggunaan teknologi Produk dan inovasi Pemasaran Modal PembukuanPeluang Bisnis 4.0
•
Fintech
•
Cloud hosting
•
Bisnis online
•
On demand
services
Standar keterampilan yang harus dikuasai
Keterampilan Umum
Keterampilan Khusus
• Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi
• Menguasai teknik, prinsip, dan pengetahuan proseduran tentang penggunaan teknologi informasi
• Mampu secara mandiri mendesain proses bisnis dalam
suatu sistem informasi yang mendukung penyediaan informasi berbasis teknologi informasi untuk mendukung pengendalian manajemen dan pengambilan keputusan dengan pendekatan siklus pengembangan sistem (System
Development Life Cycle)
Sumber: KKNI Kemenristekdikti
Bagaimana Menyiapkan
Masa Depan
Investasi pada pengembangan digital skills
01
02
03
04
05
Responsif terhadap industri, bisnis dan
perkembangan teknologi
Pendidikan berbasis international certification dan
digital skills
Menerapkan prototype teknologi baru, Learn
by doing!
Pembelajaran berbasis human-digital skills
Skill Industri Masa Depan
Complex Problem Solving
Kemampuan untuk memecahkan masalah yang asing dan belum diketahui solusinya di dalam dunia nyata.
Social Skill
Kemampuan untuk melakukan koordinasi, negosiasi, persuasi, mentoring, kepekaan dalam memberikan bantuan hingga
emotional intelligence
Process Skill
Kemampuan terdiri dari: active listening,
logical thinking, dan monitoring self and the others
System Skill
Kemampuan untuk dapat melakukan
judgement dan keputusan dengan
pertimbangan cost-benefit serta kemampuan untuk mengetahui bagaimana sebuah sistem dibuat dan dijalankan
Cognitive Abilities Skill yang terdiri dari antara lain:
Cognitive Flexibility, Creativity, Logical Reasoning, Problem Sensitivity, Mathematical Reasoning, dan
Visualization .
Wirausaha
6/27/2021 Kewirausahaan dan Perencanaan Bisnis
15
• Menjadi Wirausaha bukan jalan pintas untuk
menjadi kaya
• Menjadi Wirausaha adalah sebuah perjuangan
• Apa pun yang dilakukan, kewirausahaan tidak
dapat dibangun dalam tempo sekejap.
– Kalau Anda merasa telah berhasil dalam waktu singkat,
periksalah kembali apakah fondasi usaha Anda sudah cukup
kuat? Periksa kembali apakah sukses yang Anda peroleh itu
diraih dengan jujur dan halal, apakah bisnis anda riil atau
fiktif-spekulatif atau ada pihak yang dirugikan? Apakah Anda sudah
memenuhi syarat-syarat dan kewajiban Anda?
Pertanyaan yang perlu direnungkan
oleh calon wirausaha
6/27/2021 Kewirausahaan dan Perencanaan Bisnis
16
(1) Apakah benar ada cara yang instant yang halal untuk
menjadi kaya?
(2) Apa yang dilakukan orang agar ia menjadi kaya?
(3) Apakah dengan kaya otomatis Anda menjadi wirausaha?
(4) Apakah Anda sudah pantas (sudah saatnya) hidup
bergelimang harta?
berusahalah dengan memegang teguh nilai-nilai etika sedari
Anda muda dan jangan berkompromi sekecil apapun.
Bagaimana Berbisnis dengan Etis?
6/27/2021 Kewirausahaan dan Perencanaan Bisnis
17
• Berperilaku jujur dalam menjalankan
aktivitas bisnis. Ini meliputi seluruh
aspek dalam menjalankan usaha
• Mentaati tata nilai
• ‘Walk the Talk’ bermakna konsisten
antara apa yang dilakukan dengan
apa yang diucapkan
Pemahaman mengenai Etika dalam
Berbisnis
6/27/2021 Kewirausahaan dan Perencanaan Bisnis
18
• Usaha yang langgeng adalah usaha
yang dijunjung oleh nilai-nilai etika
• Perusahaan yang tumbuh menjadi besar
dimulai dari:
– orang-orang biasa yang sedari awal
memegang teguh nilai-nilai moral dan etika.
– menjaga kepercayaan dan tidak
sembarangan dalam berkata-kata, apalagi
dalam bertindak.
– bekerja dengan tata nilai, dan merekrut
orang dengan melihat nilai-nilai yang
dianutnya. Mereka menanamkan nilai-nilai
yang sehat sedari awal.
Apakah Etika?
6/27/2021 Kewirausahaan dan Perencanaan Bisnis
19
• Suatu pedoman untuk mendapatkan hidup
yang bernilai atau bermartabat.
• Etika memberikan petunjuk tindakan-tindakan
apa yang benar dan apa yang salah.
– Menurut The World Book Encyclopedia (2008),
etika mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang
benar dan salah dengan menggunakan metode
“reasoning”, bukan benar-salah menurut
6/27/2021 Kewirausahaan dan Perencanaan Bisnis
20
• Oleh karena itu, selalu ada”reason” (alasan)
mengapa kita harus memegang teguh etika.
Perhatikanlah pernyataan-pernyataan berikut ini
dan lihatlah apa yang Anda akan dapatkan kalau
Anda konsisten menjalankan apa yang Anda
katakan (Maxwell, 1982):
Apa yang Saya Katakan Apa yang Saya Lakukan Apa Yang MerekaKerjakan
• Saya bilang pada karyawan:
“Datanglah ke kantor tepat waktu.”
• Saya tiba tepat waktu • Mereka datang tepat waktu
• Saya katakan pada karyawan: “Bersikaplah positif” • Saya menunjukkan sikap positif • Mereka akan berperilaku positif • Saya katakan pada
karyawan: “Utamakan pelanggan” • Saya mendahulukan konsumen • Mereka mengutamakan konsumen
6/27/2021 Kewirausahaan dan Perencanaan Bisnis
21
Apa yang Saya Katakan Apa yang Saya Lakukan
Apa Yang Mereka Kerjakan
• Saya bilang pada karyawan: “Datanglah ke kantor tepat waktu.” • Saya selalu terlambat • Beberapa karyawan akan tepat waktu dan yang lainnya tidak.
• Saya katakan pada karyawan: “Bersikaplah positif” • Saya menjalankan perilaku negatif • Hanya beberapa orang yang positif, selebihnya
berperilaku negatif. • Saya katakan pada
karyawan: “Utamakan pelanggan” • Saya mengutamaka n diri saya lebih dulu • Hanya beberapa orang yang mendahulukan pelanggan, yang lainnya tidak.