• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI MELALUI KOLABORASI METODE JIGSAW LEARNING DENGAN METODE CROSSWORD PUZZLE PADA MATERI HIDROSFER KELAS X SMA SWASTA AL ULUM.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENINGKATAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI MELALUI KOLABORASI METODE JIGSAW LEARNING DENGAN METODE CROSSWORD PUZZLE PADA MATERI HIDROSFER KELAS X SMA SWASTA AL ULUM."

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

PENINGKATAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI MELALUI

KOLABORASI METODE JIGSAW LEARNING DENGAN METODE

CROSSWORD PUZZLE PADA MATERI HIDROSFER

KELAS X SMA SWASTA AL ULUM

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh

Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh :

RENI AGUSTINA TAMPUBOLON NIM. 308331066

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

(2)
(3)
(4)

v

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Reni Agustina Tampubolon

NIM : 308331066

Jurusan : Pendidikan Geografi

Fakultas : Ilmu Sosial

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi yang saya tulis ini adalah benar-benar

merupakan hasil karya sendiri, bukan merupakan pengambilalihan tulisan atau pikiran

orang lain yang saya akui sebagai hasil tulisan atau pikiran saya sendiri.

Apabila dikemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan hasil jiblakan/plagiasi, maka saya

bersedia menerima sanksi atau hukuman atas perbuatan tersebut.

Medan, Agustus 2012

Saya yang membuat pernyataan,

Reni Agustina Tampubolon NIM : 308331066

(5)

ABSTRAK

Reni Agustina Tampubolon, NIM 308331066. Peningkatan hasil belajar

geografi melalui kolaborasi metode jigsaw learning dengan metode crossword puzzle pada materi hidrosfer kelas X SMA Swasta Al Ulum. Skripsi. Jurusan Pendidikan Geografi. Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan

Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan (1) aktivitas belajar siswa melalui penggunaan kolaborasi metode jigsaw learning dengan crossword puzzle pada materi hidrosfer kelas X (2) hasil belajar siswa melalui penggunaan kolaborasi metode jigsaw learning dengan crossword puzzle pada materi hidrosfer kelas X.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus di SMA Swasta Al Ulum pada tahun pelajaran 2011/2012. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-3 yang berjumlah 40 orang. Teknik pengumpulan data penelitian yang digunakan adalah teknik komunikasi tidak langsung ialah observasi. Teknik komunikasi langsung berupa data hasil tes, kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kolaborasi metode jigsaw learning dengan crossword puzzle dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi hidrosfer tentang perairan darat. (1) peningkatan aktivitas belajar siswa sebesar 8,9%, dimana pada siklus I sebesar 75,3% menjadi 84,2% pada siklus II. (2) peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 25%, dimana pada siklus I sebesar 62,5% menjadi 87,5% pada siklus II. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian dapat diterima. Artinya bahwa dengan menggunakan kolaborasi metode jigsaw learning dengan crossword puzzle dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

(6)

v

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala berkat

dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan perkuliahan dan tugas akhir

ini dengan judul : Peningkatan Hasil Belajar Geografi Melalui Kolaborasi Metode

Jigsaw Learning dengan Metode Crossword Puzzle pada Materi Hidrosfer Kelas X

SMA Swasta Al Ulum. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi sebagian

syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan pada Fakultas Ilmu Sosial Jurusan

Pendidikan Geografi, Universitas Negeri Medan.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi

bantuan, bimbingan dan arahan sehingga skripsi ini dapat tersusun. Dalam

kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya

kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si, selaku Rektor Universitas Negeri Medan.

2. Bapak Drs. H. Restu, MS, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial.

3. Bapak Drs. W. Lumbantoruan, M.Si, selaku ketua jurusan pendidikan

geografi. Serta kepada Ibu Dra. Asnidar, M.Si selaku sekretaris jurusan

pendidikan geografi.

4. Bapak Drs. Ardin Siallagan, selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah

banyak memberikan arahan, saran dan masukan kepada penulis sehingga

dapat menyelesaikan skripsi ini.

5. Bapak/Ibu Dosen dan Pegawai yang ada di Jurusan Pendidikan Geografi.

6. Bapak Sofyan Siregar, S.Ag selaku Kepala SMA Swasta Al Ulum, dan Bapak

Drs. Erizal Tanjung, selaku guru geografi SMA Swasta Al Ulum.

Terimakasih atas kerjasamanya..

(7)

v

7. Teristimewa buat Ayahanda Sucipto Tampubolon dan Ibunda tersayang

Mariati yang telah bersusah payah dalam mengasuh, memberikan kasih

sayang, memberikan doa, nasihat, motivasi dan pengorbanan yang tidak

ternilai kepada penulis, terimakasih.

8. Buat abang dan kakakku tercinta : Syahdian Putra Tampubolon, SP dan Rena

Agustini Tampubolon, S.Pd serta adinda tercinta Rizka Novita Tampubolon

yang selalu mendoakan penulis, serta semua keluarga yang turut mendoakan

penulis.

9. Buat semua sahabat penulis di D’Koral 102, Ka’Selis, Ka’Tati, Ka’Lia, Diah,

Ayu “Kuadrat”, Wilda, Rosma, Fitri, Indah, Masda, Vina dan terkhusus buat

Stambuk ’08 yang selalu kumpul tiap malam, “Hilda Handayani, Sri Nursiti”.

Terima kasih atas bantuan, dan dukungannya.

10.Buat semua teman-teman mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi stambuk

2008, khususnya kelas A-Ekstensi yang namanya tidak dapat saya sebutkan

satu persatu yang telah memberikan dukungan, motivasi dan semangat

kepada penulis.

11.Seluruh teman-teman PPLT SMA Negeri 1 Pantai Cermin tahun 2011 yang

telah memberi motivasi dan dukungan kepada penulis.

Penulis berharap tulisan ini dapat bermanfaat buat orang lain, khususnya

untuk jurusan pendidikan geografi. Serta penulis juga mengharapkan kritik dan saran

yang membangun, agar menjadi lebih baik lagi.

Medan, Agustus 2012

Penulis,

(8)

iviii

DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ... i

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI ... ii

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

C.Hipotesis Penelitian ... 32

D.Penelitian Yang Relevan ... 32

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi Penelitian ... 34

B. Subjek dan Objek Penelitian ... 34

C. Variabel Penelitian dan Defenisi Operasional ... 34

D. Prosedur Penelitian... 35

E. Alat Pengumpul Data ... 39

F. Teknik Analisis Data ... 42

BAB IV DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN A. Kondisi Fisik ... 44

B. Kondisi Non Fisik ... 48

(9)

viii

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian ... 54

B. Pembahasan ... 71

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan... 75

B. Saran ... 75

DAFTAR PUSTAKA ... 76

(10)

1

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan dengan sengaja dan

terencana untuk mengubah tingkah laku kearah yang lebih baik. Pendidikan

diharapkan dapat memegang peranan dalam kemajuan suatu bangsa dan negara. Bila

semakin tinggi tingkat pendidikan masyarakat suatu negara, maka semakin tinggi

pula tingkat kemakmuran masyarakat dinegara tersebut. Dengan tingkat pendidikan

yang tinggi dan berkualitas akan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang

berkualitas tinggi sehingga dapat mewujudkan kemakmuran masyarakat sekaligus

menciptakan kemakmuran negara. Hal ini dikarenakan pendidikan merupakan

investasi sumber daya manusia jangka panjang yang mempunyai nilai strategis bagi

kelangsungan peradaban manusia didunia.

Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia ialah

melalui proses belajar mengajar (PBM). Proses belajar mengajar merupakan suatu

bentuk komunikasi antara subjek didik dengan pendidik, antara siswa dengan guru.

Proses belajar tersebut tampak lewat perilaku siswa dalam mempelajari bahan

belajar. Perilaku belajar tersebut tampak pada tindak-tindak belajar tentang suatu

mata pelajaran. Perilaku belajar tersebut merupakan respon siswa terhadap tindak

mengajar atau tindak pembelajaran dari guru. Guru merupakan factor yang sangat

mempengaruhi dalam proses belajar mengajar karena guru harus berinteraksi dengan

siswa secara penuh untuk menemukan makna belajar yang berarti dan

memungkinkan siswa belajar dengan sukarela dengan motivasi yang tinggi. Untuk

(11)

2

ilmu terhadap siswa saja, tetapi juga mampu memilih strategi, metode, serta metode

yang efektif dan efisien.

Hasil pelaksanaan rancangan proses pembelajaran adalah kompetensi yang

akan dicapai. Dengan demikian, guru harus dapat memilih model serta metode yang

dapat digunakan dan dikembangkan sebagai sumber rancangan proses pembelajaran

untuk mendapatkan hasil pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi yang telah

dirumuskan. Proses belajar mengajar yang dilaksanakan merupakan upaya untuk

mencapai tujuan belajar yang biasa disebut dengan hasil belajar. Pada umumnya

hasil belajar akan terlihat dari aktivitas siswa tersebut dalam melaksanakan proses

belajar, dengan aktifnya siswa tersebut dalam belajar maka ia akan termotivasi dalam

mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Namun kenyataannya, masih

banyak guru-guru yang mengajar secara monoton. Dimana guru hanya menjelaskan

saja, sedangkan siswa hanya mendengarkan dan mencatatan penjelasan dari guru.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru geografi SMA

Swasta Al Ulum Medan, ditemukan bahwa hasil belajar geografi siswa kelas X

masih ada yang belum mencapai Kriteria ketuntasan Minimun (KKM) sekolah yang

ditetapkan yaitu 75. Hal ini dapat dilihat dari hasil ulangan harian siswa, dimana dari

semua siswa kelas X, yang mampu memenuhi KKM hanya sebesar 45%, selebihnya

belum mencapai nilai yang ditentukan.

Rendahnya hasil belajar siswa disekolah diduga dipengaruhi oleh masih

kurang variasi penggunaan metode pembelajaran yang dilakukan guru, sehingga

disaat melakukan pembelajaran kurang interaksi antara guru dengan siswa. Sehingga

siswa kurang dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk melakukan aktivitas

(12)

3

keberanian dalam menyampaikan pendapat serta tidak bertanya jika ada materi yang

kurang jelas. Dengan keadaan seperti ini siswa menjadi cepat merasa bosan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, guru dituntut untuk dapat menciptakan

suasana belajar yang melibatkan siswa yang dapat meningkatkan hasil belajar

geografi. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh guru ialah dengan menerapkan

metode pembelajaran yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. dalam pemilihan

metode pembelajarn, guru juga dapat mengkolaborasikan dua metode dalam proses

pembelajaran. Seperti penerapan metode Jigsaw learning dengan metode Crossword

Puzzle.

Metode Jigsaw learning pada hakikatnya merupakan metode yang berpusat

pada siswa. Siswa mempunyai peran dan tanggung jawab besar dalam pembelajaran.

Guru berperan sebagai fasilitator dan motivator. Tujuan metode jigsaw ini adalah

mengembangkan kerja tim, keterampilan belajar dan penguasaan pengetahuan secara

mendalam yang tidak mungkin diperoleh siswa apabila siswa mempelajari materi

secara individual.

Sedangkan metode crossword puzzle merupakan suatu game yang

memungkinkan peserta memasukkan kata yang bersesuaian dengan panjang kotak

yang tersedia secara berkesinambungan sampai seluruh kotak terisi penuh. Metode

crossword puzzle ini sangat efektif karena mampu meningkatkan aktivitas dan

kreatifitas siswa dalam bentuk interaksi baik antara siswa dengan guru maupun

antara siswa dengan siswa lainnya. Bahkan interaksi ini lebih didominasi oleh

interaksi antara siswa dengan siswa sedangkan guru hanya bersifat sebagai

moderator saja.

Penggabungan kedua metode tersebut dikaitkan dengan materi pembelajaran.

(13)

4

menganalisis hidrosfer dan dampaknya terhadap permukaan bumi. Dalam kolaborasi

metode jigsaw learning dan crossword puzzle ini siswa harus mampu menganalisis,

memahami, berinteraksi dengan baik oleh temannya serta mampu dalam

mengeluarkan pendapatnya mengenai materi yang diajarkan, sehingga melalui

penerapan kolaborasi metode ini kompetensi dasar materi tersebut dapat tercapai dan

juga dapat meningkatkan hasil belajar geografi siswa.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka identifikasi masalah dalam penelitian

ini adalah: (1) metode pembelajaran yang digunakan kurang bervariasi, (2) metode

pembelajaran masih berpusat pada guru dan kurang melibatkan siswa untuk aktif

dalam pembelajaran , (3) siswa kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran, (4)

aktivitas siswa dalam kegiatan belajar masih rendah, (5) hasil belajar geografi masih

rendah.

C. Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah, maka pembatasan masalahnya ialah:

1. Aktivitas siswa dalam penerapan kolaborasi metode jigsaw learning dengan

metode crossword puzzle pada materi hidrosfer kelas X SMA Swasta Al

Ulum.

2. Hasil belajar siswa dalam penerapan kolaborasi metode jigsaw learning

dengan metode crossword puzzle pada materi hidrosfer kelas X SMA Swasta

(14)

5

D. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Bagaimana aktivitas belajar siswa dalam penerapan kolaborasi metode jigsaw

learning dengan metode crossword puzzle pada materi hidrosfer kelas X

SMA Swasta Al Ulum?

2. Bagaimana peningkatan hasil belajar siswa kelas X SMA Swasta Al Ulum

melalui kolaborasi metode jigsaw learning dengan metode crossword puzzle

pada materi hidrosfer?

E. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui

1. Peningkatan aktivitas belajar siswa dalam penerapan kolaborasi metode

jigsaw learning dengan metode crossword puzzle pada materi hidrosfer kelas

X SMA Swasta Al Ulum.

2. Peningkatan hasil belajar geografi siswa melalui penerapan kolaborasi

metode jigsaw learning dengan metode crossword puzzle pada materi

hidrosfer kelas X SMA Swasta Al Ulum.

F. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini ialah

1. Sebagai penambah wawasan, pengetahuan serta pengalaman bagi peneliti

dalam melakukan penelitian. Serta memberikan suasana baru bagi siswa.

2. Sebagai bahan referensi bagi guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa

dengan menggunakan langkah yang lebih baik dibandingkan langkah yang

(15)

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

A.Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang dilakukan maka dapat diperoleh kesimpulan

sebagai berikut:

1. Peningkatan aktivitas belajar siswa dalam penerapan kolaborasi model jigsaw

learning dengan model crossword puzzle pada materi hidrosfer kelas X SMA

Swasta Al Ulum, sebesar 8,9% yaitu pada siklus I sebesar 75,3% menjadi 84,2%

pada siklus II.

2. Peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa dalam penerapan kolaborasi model

jigsaw learning dengan model crossword puzzle pada materi hidrosfer kelas X

SMA Swasta Al Ulum, juga mengalami peningkatan sebesar 25%, dimana pada

siklus I sebesar 62,5% menjadi 87,5% pada siklus II.

B.Saran

Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh, maka penulis memberi beberapa

saran sebagai berikut :

1. Kepada guru geografi hendaknya menggunakan kolaborasi metode jigsaw

learning dengan crossword puzzle ini pada materi hidrosfer dalam proses

pembelajaran di sekolah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

Dan juga menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi

pembelajaran di sekolah untuk meningkatkan aktivitas dan belajar siswa.

2.Kepada siswa hendaknya lebih aktif dalam proses pembelajaran terutama dalam

aktivitas memecahkan soal.

(16)

77

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2009. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi aksara.

Ervina, Cici. 2011. Penerapan kolaborasi model pembelajaran Number Head Togerher dan model pembelajaran Problem Based Learning untuk meningkatkan hasil belajar akutansi siswa kelas XII Is 1 SMA Negeri 1 Delitua T.A 2011/2012. Skripsi (tidak diterbitkan). Medan: Fakultas Ekonomi UNIMED

Hamalik, Oemar. 2001. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Bumi Aksara

Hobri dan Susanto.2006. Penerapan Pendekatan Cooperative Learning Model Group Investigation untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Kelas III SLTPN 8 Jember tentang volume tabung. Jurnal Pendidikan Dasar. (hal 77-80). (http://fip.unesa.ac.id/jurnal/201012180001_201012190005_201012190028/ pendidikan_dasar_penerapan_pendekatan_cooperative_learning_model_gro up_investigation_untuk_meningkatkan_pemahaman_siswa_kelasIII_sltpn_8 _jember_tentang_volume_tabung.html (diakses 2 Maret 2012).

http://blognyaalul.blogspot.com (diakses 24 juli 2012)

http://matematika-ipa.com/pembelajaran-kooperatifmodel-pembelajaran-kooperatif-hasil.html (diakses 24 juli 2012)

http://www.inoputro.com/2012/02/macam-macam-metode-pembelajaran-part-2/ (diakses 16 april 2012)

Husein, Muhammad. 2010. Implementasi Cooperative Learning Melalui Strategi Crossword Puzzle Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Aqidah Akhlak Pada Siswa Kelas VII MTS Yaspuri. Malang: Skripsi (tidak diterbitkan). Fakultas Tarbiyah UIN Maulana Malik Ibrahim. (diakses 24 pebruari 2012)

Ike. 2006.Efektifitas Penggunaan Metode Jigsaw Learning Dalam Pembelajaran Agama Islam (PAI) di SMP Negeri 13 Malang. Skripsi (tidak diterbitkan). Malang: Fakultas Tarbiyah UIN Malang.

http://www.lib4online.com/2011/02/efektifitas-penggunaan-metode-jigsaw.html (diakses 24 pebruari 2012).

(17)

77

Indra. 2009. Pengertian prestasi belajar.

http://www,indrambs,wordpress.com/pengertian-prestasi-belajar (diakses 03 maret 2012).

Kristiani, Ariwidi. 2011. Efektivitas metode jigsaw dalam meningkatkan pemahaman siswa pada pelajaran geografi. Jurnal pendidikan penabur, (Online), No.16. (diakses 25 pebruari 2012).

Kunandar, dkk. 2007. Guru professional (Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan/KTSP dan Sukses Dalam Sertifikasi Guru). Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Rijayati, 2007. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw untuk Meningkatkan Kualitas Proses Pembelajaran dan Hasil Belajar Bidang Studi Geografi Pokok Bahasan Sumber Daya Alam Siswa Kelas XI IPS I Di MAN I Malang. Malang: Skripsi (tidak diterbitkan). Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. (diakses 24 pebruari 2012).

Sardiman. 2009. Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers.

Silberman, Mel. 1996 Active learning (101 pembelajaran aktif). Terjemahan oleh Sarjuli, dkk. 2005. Yogyakarta: Yappendis/ insan madani.

Silitonga, Pasar Maulim. 2011. Statistik Teori dan Aplikasi dalam Penelitian. Medan: UNIMED

Slameto. 2003. Belajar Dan Factor-Faktor Yang Memengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta

Sudjana. 2002. Metoda Statistik. Bandung: Tarsito.

Sugiyanto. 2008. Mengkaji ilmu geografi 1. Jateng: Platinum

Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learning (Teori & Aplikasi PAIKEM). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Tentor. 2010. Buku hafalan luar kepala geografi SMA IPS. Jakarta: Pustaka Widyatama.

Wardiyatmoko, K. 2006. Geografi untuk SMA kelas X. Jakarta: Erlangga.

Referensi

Dokumen terkait

Pada penelitian ini ditemukan juga bahwa bidan desa bersedia untuk mengorbankan sebagian pendapatnya dari menolong persalinan kepada dukun bayi, namun besaran biaya

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor usia terhadap komplikasi pada kehamilan akibat kegagalan kontrasepsi di wilayah kerja

pemetaan wilayah kebudayaan arek meliputi: Surabaya, Mojokerto, Jombang, Gresik, Sidoarjo, Lamongan, Tuban. Wilayah arek merupakan yang cukup dikenal dan dapat dikatakan

Perjanjian Asuransi tidak termasuk perjanjian yang secara khusus diatur dalam KUH Perdata, tetapi pengaturannya dalam KUH Dagang.. demikian berdasarkan Pasal 1 KUH Dagang

Manfaat penelitian bagi instansi kesehatan khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten dan Puskesmas adalah data dan hasil yang diperoleh dari penelitian dapat dijadikan

Penelitian mengenai “Peran Adult Attachment dan Trait Kepribadian Terhadap Kualitas Pernikahan Pada Pasangan Suami-Istri di Kota Bandung” bertujuan untuk meningkatkan

[r]

Yaitu tegangan yang timbul saat semua beban rencana bekerja pada balok. Diagram tegangan pada kedua kondisi di atas dapat dilihat pada