DAGING
H
alal
A
man
U
tuh
S
ehat
Drh. INDRIANTARI• HALAL : hewan disembelih maupun produknya ditangani sesuai dengan syariat agama Islam
• AMAN : produk tidak mengandung bahaya
biologis, fisik dan kimiawi yang dapat menyebabkan sakit sehingga mengganggu kesehatan manusia
• UTUH : produk tidak dicampur dengan bagian lain dari hewan tersebut atau bagian dari hewan lain
• SEHAT : produk memiliki zat-zat yang
dibutuhkan dan berguna bagi kesehatan dan pertumbuhan tubuh manusia.
Bahaya Biologis
bakteri, kapang (mold), kamir (yeast), virus, parasit, dan prion
Bahaya Kimiawi
racun (toksin) baik yang secara alami ada dalam makanan (racun dalam ikan, tanaman) atau dari pencemaran (residu antibiotik, pestisida, logam berat)
Bahaya Fisik
benda-benda asing dalam makanan (pecahan gelas,
Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet)
“Segala urusan yang berhubungan dengan hewan dan produk hewan yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kesehatan manusia”
Kesejahteraan Hewan
“Segala urusan yang berhubungan dengan
keadaan fisik dan mental hewan menurut ukuran perilaku alami hewan yang perlu diterapkan dan
ditegakkan untuk melindungi hewan dari
perlakuan setiap orang yang tidak layak terhadap hewan yang dimanfaatkan manusia”
Daging
Bagian tubuh hewan yang disembelih
yang aman, layak dan lazim
dikonsumsi manusia otot & jeroan
Pengertian teknis:
daging = otot
skeletal = otot bergaris melintang
Pangan asal hewan mengandung zat
gizi sangat baik
Kandungan gizi disukai oleh manusia
DAGING
Bahan makanan bernilai gizi tinggi baik bagi
manusia maupun
mikroorganisme (kuman)
Bahan makanan mudah rusak (perishable food)
Bahan pangan berpotensi berbahaya (potentially
KANDUNGAN GIZI DAGING SAPI
ZAT
BESI
PROTEIN ZAT SENG VITAMIN BZAT BESI PALING BANYAK
ADA DI DAGING SAPI
1.75 kilogram
=
SUMBER OMEGA 3
7.9 kilogram
Cholesterol content of various foods (mg/100 g) Milk 14 Butter 230 Hard cheese 70-100 Eggs 450 Egg yolk 1 260
Meat and poultry 60-120
Heart 140-260
Brain 2 000 - 3 000
Liver 300 - 350
Fish 50 - 60
Aman
(safe for human consumption
)= pangan tidak mengandung bahaya-bahaya biologis, kimiawi dan fisik atau bahan-bahan yang dapat mengganggu kesehatan manusia Bersifat universal
Layak
(suitable for human consumption
)= pangan dapat diterima, etis dan lazim
dikonsumsi manusia (tidak menjijikan, tidak busuk, baik) + halal tergantung budaya, kebiasaan, agama, konsumen
Peternakan / Pasar Kandang ternak Penanganan hewan Pengekangan Penjagalan Transportasi Kualitas? Keuntungan?
Kesejahteraan Hewan
“Segala urusan yang berhubungan dengan keadaan fisik dan mental hewan menurut ukuran perilaku alami hewan yang perlu diterapkan dan ditegakkan
untuk melindungi hewan dari perlakuan setiap orang yang tidak layak terhadap hewan yang
MANFAAT KESRAWAN TERHADAP
KUALITAS DAGING
•
Darah keluar dengan sempurna sehingga
mencegah pertumbuhan mikroorganisme dan
menghambat aktivitas enzim pada daging
sehingga daging tidak mudah busuk
•
Bau daging lebih segar
•Warna daging cerah
•
Waktu pengeluaran darah lebih singkat
•
Otot daging rileks/tidak tegang sehingga kualitas
Penanganan Daging
Penerapan higiene
proses
Penerapan sistem rantai
dingin (
cold chain
system
)
Persyaratan alat
transportasi, bangunan
Higiene personal
Sanitasi adalah upaya pencegahan
terhadap kemungkinan bertumbuh dan berkembangbiaknya jasad renik pembusuk dan patogen dalam
makanan, minuman, peralatan dan bangunan yang dapat merusak
pangan asal hewan dan
Pelayuan Pada Daging
Lama pelayuan daging sebelum dibekukan,
temperatur pembekuan dan bahan pengemas
yang digunakan merupakan faktor-faktor yang
perlu diperhatikan agar dapat dihasilkan daging
beku yang berkualitas tinggi.
Pelayuan Daging ………
• Pada pelayuan daging terjadi denaturasi protein yang mengakibatkan
keempukan daging meningkat, tetapi sebaliknya water holding capacity (WHC) daging menurun yang mengakibatkan cooking lost meningkat.
• Lama pelayuan daging sebelum dibekukan akan meningkatkan jumlah cairan daging segar (weep) dan cairan daging beku (drip) yang keluar pada saat
pencairan kembali (thawing),yang akan menyebabkan terjadinya penurunan kandungan gizi daging karena sebagian zat-zat dalam daging ikut terlarut dalam drip.
• Lama pelayuan daging berhubungan dengan selesainya
proses rigormortis (proses kekakuan daging), apabila proses rigormortis belum selesai dan daging terlanjur dibekukan maka akan menurunkan kualitas daging atau daging mengalami proses coldshortening (pengkerutan dingin)
ataupun thaw rigor (kekakuan akibat pencairan daging) sehingga pada saat thawing akan dihasilkan daging yang tidak empuk/alot
PENANGANAN
HIGIENIS
Personal (pekerja/pelaku) Bangunan & sarana
Peralatan Proses
Perlu memperhatikan
penerapan higiene pada
Higiene adalah segala upaya yang berhubungan dengan
masalah kesehatan serta berbagai usaha untuk
Sistem Rantai Dingin
(Cold
Chain System
)
= penerapan suhu dingin selama produksi, penyimpanan dan
transportasi/distribusi daging dan produk olahannya (penyimpanan pada suhu di
bawah +4 oC)
untuk mencegah atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme dan menghambat aktivitas enzim pada daging
Pertumbuhan/perkembangan kuman dihambat/diperlambat jika suhu didinginkan < 4 oC
(suhu kulkas)
Makanan yang mudah
busuk/rusak, sebaiknya disimpan dingin (<4 oC)
<4oC
Kuman penyebab sakit (patogen) tidak menyebabkan perubahan-perubahan yang
terlihat pada Pangan Asal Hewan (makanan)
Penurunan kualitas (masa simpan pendek, perubahan fisik, warna, bau, citarasa)
Gangguan kesehatan
konsumen (keracunan, sakit, kematian)
Mikroorganisme pembusuk
Mikroorganisme patogen
4
oC
60
oC
Mikroorganisme patogen mati
Sedikit atau tidak ada pertumbuhan bakteri 0oC 100oC
DANGER
ZONE
ZZZ 74oC Penyimpanan makanan Penyimpanan makanan(beberapa m.o. masih tumbuh)
-18oC
Jangan
menyimpan
makanan pada
suhu +4
oC
sampai +60
oC
(
danger zone
)
lebih dari 4 jam
Simpan makanan
> +60
oC atau
< +4
oC atau
Daging dikemas dalam wadah/kantong yang bersih dan tertutup
Daging dan jeroan dikemas terpisah Daging dipisahkan dari makanan lain
Daging yang telah masak dipisahkan dari
daging yang mentah atau bahan mentah lain
PENYIMPANAN DAGING
PADA KULKAS
Dinginkan daging sesegera mungkin
Simpan daging di kulkas pada tempat khusus “daging/ikan”
Masa simpan daging dalam kulkas terbatas!
Daging akan tetap rusak/busuk
Jenis Daging Suhu Masa Simpan
Daging segar 0 – 5 oC 3 – 7 hari
Daging giling (segar) 0 – 5 oC 1 – 2 hari
Sosis segar 0 – 5 oC 1 – 2 hari
Daging ayam -1 – 2 oC 1 – 2 hari
Masa simpan daging dalam kulkas yang dianjurkan:
PENGARUH PENDINGINAN
TERHADAP MUTU DAGING
Daging yang disimpan dalam wadah/kantong akan berwarna gelap (coklat tua)
Cita rasa dan keempukan daging akan sedikit meningkat
Beberapa kuman masih dapat tumbuh, tetapi lambat perlu penanganan daging yang
higienis sebelum pendinginan
Gizi tidak berubah beberapa zat gizi (protein) dipecah menjadi zat yang mudah diserap tubuh
PEMBEKUAN
• Produk daging beku merupakan suatu alternatif pilihan Pengawetan daging supaya tahan lama, karena selain proses kerusakan daging dapat
terhambat juga proses pembekuan tidak merubah daging ke bentuk olahan yang lain, sehingga
ketersediaan daging segar dapat terjamin.
• Pembekuan daging adalah salah suatu cara dari pengawetan daging yaitu dengan membekukan daging di bawah titik beku cairan yang terdapat di dalam daging, titik beku daging pada temperatur -20 oC s/d -30 oC.
• Proses pembekuan daging dapat menghambat
pertumbuhan:
mikrobia, proses proteolitik,
proses hidrolisis, proses lipoliti, dan
sedikit proses oksidatif.
• Temperatur pembekuan yang digunakan akan mempengaruhi kecepatan pembekuan cairan kristal es yang lembut (halus) yang terletak dalam jaringan daging.
• Daging yang membeku dengan cepat akan menghasilkan drip yang lebih sedikit pada saat thawing sehingga penurunan gizi daging dapat dicegah. • Pembekuan lambat akan menghasilkan drip yang lebih banyak sehingga
akan menurunkan kualitas daging beku.
• Pengaturan temperatur untuk pembekuan daging perlu dipertimbangkan karena pada temperatur tertentu cairan daging telah membeku semua disamping itu juga proses enzimatis, proteolitik, hidrolisis, oksidatif dan aktivitas mikrobia sudah terhambat, sehingga kerusakan struktur daging dapat dikurangi seminimal mungkin dan akan menjamin kualitas daging beku yang dihasilkan.
• Kualitas daging beku diharapkan tidak
mengalami perubahan setelah mendapatkan
perlakuan lama pelayuan yang cukup, bahan
pengemas yang memadai dan temperatur
pembekuan yang tidak memungkinkan
terjadinya kerusakan pada daging sehingga
produk daging beku akan aman dikonsumsi
atau tidak merugikan konsumen.
KEMASAN PEMBEKUAN
• Penggunaan bahan pengemas dalam pembekuan daging dapat mencegah terjadinya gosong
beku (Freezer burn) yang dapat menyebabkan
perubahan flavor, warna, tekstur dan penampakan daging beku yang tidak menarik, selain itu pengemas dapat mengurangi terjadinya desikasi, dehidrasi dan oksidasi lemak, sehingga kualitas daging beku dapat dipertahankan.
• Plastik polietilen (PE), plastik polipropilen (PP) dan aluminium foil dapat digunakan sebagai bahan
PENYIMPANAN DAGING
DALAM PEMBEKU (
FREEZER
)
Sebelum dibekukan, daging dibersihkan dan dipotong sesuai dengan kebutuhan dan
dikemas terpisah (misalnya 200 gram/kemasan) menghindarkan beku-cair-beku yang
berulang
Suhu
freezer
minimum -18 oC (-18 s/d -40 oC)Daging dikemas dalam wadah/kantong yang bersih dan tertutup
Daging dipisahkan dari daging yang telah dimasak dan makanan lain
Masa simpan daging dalam freezer terbatas!
Daging akan tetap rusak/busuk
Masa simpan daging dalam freezer yang dianjurkan:
Jenis Makanan Masa Simpan
Daging segar 3 - 6 bulan
Daging giling (segar) 3 – 4 bulan
Sosis segar 3 – 4 bulan
Ikan segar 3 – 6 bulan
PENGARUH PEMBEKUAN
TERHADAP MUTU DAGING
Daging yang beku-dicairkan-dibekukan-dicairkan lagi banyak kehilangan cairan (drip) &
penurunan bobot
Cairan yang keluar dari daging (drip)
mengandung zat gizi (protein, vitamin, mineral) Tidak ada pertumbuhan kuman
Terjadi proses ketengikan yang lambat (oksidasi lemak daging) masa simpan terbatas
TIPS
Bersih
Clean
Cuci tangan
Gunakan peralatan, wadah &
kemasan yang bersih
Jaga kebersihan area penanganan
dan pengolahan pangan
Hindari masuk dan bersarangnya
cegah pencemaran silang (
cross
contamination
) pisahkan pangan asal hewan
(daging dan ikan) dari pangan lain
gunakan peralatan terpisah dan
bersih
pisahkan makanan yang telah
dimasak dengan yang mentah
Panaskan
cook
Panaskan/masak makanan dengan
sempurna, terutama daging, telur dan ikan (mencapai suhu internal minimum)
Panaskan kembali makanan
sebelum dikonsumsi dengan benar/sempurna
Dinginkan
chill
Simpan makanan, pangan asal hewan
dan ikan pada suhu dingin < +4 oC
Jangan simpan makanan pada suhu
ruang lebih dari 2 jam
Pertahankan suhu makanan >60 oC
sebelum disajikan
Jangan biarkan makanan beku
Air dan Bahan Baku
Water and Raw Material
Gunakan air yg memenuhi syarat air
minum
Pilih pangan yang segar dan bermutu
Jangan mengkonsumsi makanan yang
kadaluwarsa
1. Secepatnya mengolah daging, susu, telur yang baru dibeli atau di simpan dalam refrigerator/Kulkas atau freezer
2. Jika hendak dibekukan sebaiknya daging dipotong-potong dulu sesuai kebutuhan, lalu dimasukkan ke dalam kemasan/ wadah tertutup yang bersih dan diberi catatan tanggal pembelian daging sebelum dimasukkan ke dalam freezer
3. Cucilah tangan sebelum dan setelah menangani, mempersiapkan dan mengolah atau memasak Produk Pangan Asal Hewan dan gunakan pakaian yang bersih (apron)
4. Tutuplah luka pada tangan dengan plester kedap air
5. Hindari bersin dan batuk di depan Produk Pangan Asal Hewan
6. Tempat pengolahan/ dapur diusahakan bebas serangga
7. Gunakan peralatan yang bersih dan cucilah peralatan setelah digunakan.
UPAYA PENERAPAN KEAMANAN PANGAN ASAL
• Dalam menjaga kualitas daging beku yang
pada umumnya telah tersimpan dalam freezer
selama berbulan-bulan, sebelum dimasak,
turunkan daging yang disimpan di freezer ke
kulkas.
• Selain itu, langkah tersebut bertujuan agar
mutu daging, terutama cairan daging dan
teksturnya tidak rusak akibat pemanasan
yang dilakukan mendadak.
Thawing (pencairan) Daging Beku
• Proses thawing berguna untuk membantu proses pemasakan daging agarberjalan sempurna. Maksudnya, jika daging beku langsung dimasak, maka saat dimasak, bisa jadi bagian terdalam daging belum matang
sempurna (terutama jika proses pemasakannya berlangsung singkat). Proses pemanasan selama pemasakan berjalan mulai dari permukaan daging menuju bagian dalam.
• Saat bagian luar (permukaan daging) terlihat sudah matang, padahal mungkin saja panasnya belum masuk sempurna ke daging bagian dalam sehingga daging baru matang sebagian. Kondisi ini tentu berbahaya karena bakteri yang ada didalam daging bagian terdalam (jika ada) belum tentu mati. Bakteri tersisa inilah yang akan menyebabkan penyakit.
• Jika sebelum dimasak daging sudah di-thawing dengan benar maka saat dimasak semua bagian daging akan matang sempurna.
Cara Thawing yang Aman
• Dalam lemari es:
– Ini adalah cara termudah namun butuh waktu yang diperlukan lama (0,5 kg daging memerlukan sepanjang hari untuk mencairkan.)
– Keuntungan metode ini adalah bahwa makanan tidak terkontaminansi dan dalam suhu aman.
• “Thawing produk beku Anda pada chiller di suhu (0-7 derajat C) 1 hari sebelum produk tersebut digunakan
• Dalam air dingin:
– Tempatkan daging yang masih dikemas dengan plastik diletakkan di dalam air dalam wadah mangkuk atau panci tertutup dan ganti air setiap 30 menit
sampai makanan tersebut dicairkan. • Dalam microwave:
– Menggunakan microwave pencairan mungkin tidak merata, menyebabkan kualitas buruk atau bahkan pertumbuhan bakteri.
– Menggunakan metode ini jika akan memasak makanan yang Anda akan sajikan segera.
• Pada suhu kamar: dicairkan selama 2-4 jam pada suhu kamar dengan kondisi tertutup .
Daging Beku Jangan Dicuci
• Jangan mencuci atau merendam daging sapi
langsung dengan air, apalagi dengan air
hangat.
• Air hangat untuk mencuci daging, justru bisa
membuat bakteri mengkontaminasi daging.
Selain mudah terkontaminasi bakteri, proses
pencucian atau perendaman terhadap daging
juga bisa menghilangkan gizi yang terkandung
• Sebaiknya, daging dicuci sebelum dimasukkan
ke dalam freezer, dengan catatan air harus
mengalir. Sebelum disimpan di freezer,
sebaiknya daging sudah dipotong kecil-kecil.
Pemotongannya pun tidak sembarangan,
daging harus dipotong melintang dengan serat
daging.
49