• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANTROPOLOGI KELOMPOK KOMPETENSI H

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANTROPOLOGI KELOMPOK KOMPETENSI H"

Copied!
153
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Indrijati Soerjasih, S. Sos., M.Si.
    • Usman Effendi, S. Sos., M. Pd.
    • Sri Endah Kinasih, S.Sos., M.Si.
  • Pengajar:
    • Drs. Pudjio Santoso, M. Si
  • Sekolah: FISIP Unair
  • Mata Pelajaran: Antropologi
  • Topik: Antropologi Kelompok Kompetensi H
  • Tipe: modul
  • Tahun: 2016
  • Kota: Jakarta

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang pentingnya antropologi dalam pendidikan dan pengembangan karakter siswa. Antropologi sebagai bagian dari kurikulum pendidikan dasar dan menengah bertujuan untuk membentuk siswa menjadi individu yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Modul ini juga menguraikan tujuan pendidikan yang ingin dicapai melalui pengajaran antropologi dan peta kompetensi yang diperlukan untuk mendukung pencapaian tersebut.

1.1. Latar Belakang

Antropologi dianggap penting dalam pendidikan karena dapat membantu siswa memahami keberagaman budaya dan nilai-nilai kemanusiaan. Modul ini bertujuan untuk mengintegrasikan konsep-konsep antropologi dalam proses pembelajaran agar siswa dapat mengembangkan rasa empati dan toleransi terhadap perbedaan. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yang ingin membentuk karakter bangsa.

1.2. Tujuan

Tujuan dari modul ini adalah untuk memberikan pemahaman mendalam tentang konsep dan ruang lingkup antropologi, serta bagaimana penerapannya dalam konteks pendidikan. Diharapkan setelah mengikuti modul ini, peserta dapat menguasai materi yang diajarkan dan mampu menerapkannya dalam proses pembelajaran di kelas.

1.3. Peta Kompetensi

Peta kompetensi mencakup berbagai aspek yang harus dikuasai oleh guru dalam mengajarkan antropologi, termasuk pemahaman tentang globalisasi, budaya massa, dan penilaian dalam pendidikan. Pemetaan kompetensi ini penting untuk memastikan bahwa guru memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam mengajar.

II. PEMBELAJARAN

Bagian ini membahas berbagai kegiatan pembelajaran yang dirancang untuk membantu peserta didik memahami peran antropologi dalam pembangunan dan budaya. Setiap bab membahas topik spesifik yang berkaitan dengan analisis budaya dan dampaknya terhadap masyarakat. Modul ini juga mencakup latihan dan tugas yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman peserta.

2.1. Analisis Peran Antropologi dalam Pembangunan

Materi ini membekali peserta didik dengan pemahaman tentang bagaimana antropologi dapat berkontribusi dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang berwawasan budaya. Ditekankan bahwa pembangunan harus memperhatikan aspek budaya agar lebih berkelanjutan dan relevan dengan masyarakat lokal.

2.2. Analisis Budaya Tradisional dalam Pembangunan

Pembelajaran ini mengkaji pentingnya budaya tradisional dalam pembangunan ekonomi dan sosial. Ditekankan bahwa budaya tradisional bukan hanya aset identitas bangsa, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Perlindungan terhadap budaya tradisional juga menjadi fokus dalam konteks pembangunan.

2.3. Analisis Modernisasi dalam Pembangunan

Bab ini membahas bagaimana modernisasi mempengaruhi budaya dan masyarakat. Modernisasi sering kali membawa perubahan yang signifikan, namun juga dapat mengancam keberlangsungan budaya lokal. Oleh karena itu, penting untuk menemukan keseimbangan antara modernisasi dan pelestarian budaya.

2.4. Analisis Kebudayaan dalam Pembentukan Kepribadian

Materi ini mengeksplorasi hubungan antara kebudayaan dan pembentukan identitas individu. Ditekankan bahwa pemahaman terhadap kebudayaan lokal dapat membantu siswa dalam membangun kepribadian yang kuat dan berkarakter.

2.5. Analisis Antropologi dalam Sistem Pendidikan

Bab ini membahas penerapan prinsip-prinsip antropologi dalam pendidikan. Ditekankan pentingnya memahami latar belakang budaya siswa untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan efektif.

2.6. Globalisasi dan Pembentukan Gaya Hidup

Pembelajaran ini mengkaji bagaimana globalisasi mempengaruhi gaya hidup masyarakat. Ditekankan bahwa meskipun globalisasi membawa banyak manfaat, namun juga dapat mengancam keberagaman budaya lokal.

2.7. Analisis Implementasi Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Antropologi

Materi ini membahas pentingnya pendekatan saintifik dalam pengajaran antropologi. Ditekankan bahwa metode ilmiah dapat membantu siswa dalam memahami fenomena sosial dan budaya secara lebih mendalam.

2.8. Analisis Model-Model Pembelajaran Antropologi

Bab ini mengeksplorasi berbagai model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pengajaran antropologi. Ditekankan bahwa variasi metode pengajaran dapat meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa.

2.9. Analisis Penilaian pada Pembelajaran Antropologi

Pembelajaran ini membahas pentingnya penilaian autentik dalam pendidikan antropologi. Ditekankan bahwa penilaian harus mencerminkan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan.

2.10. Analisis Butir Soal

Bab ini membahas teknik penyusunan soal yang efektif untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi antropologi. Ditekankan bahwa soal harus relevan dan mencakup berbagai aspek yang telah diajarkan.

2.11. Analisis Implementasi Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Antropologi

Materi ini membahas pentingnya silabus dan RPP yang baik dalam pengajaran antropologi. Ditekankan bahwa silabus harus mencakup semua aspek yang perlu diajarkan dan relevan dengan kebutuhan siswa.

III. PENUTUP

Bagian penutup menyimpulkan pentingnya pengajaran antropologi dalam pendidikan. Ditekankan bahwa pengajaran yang baik dapat membantu siswa memahami dan menghargai keberagaman budaya serta berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang lebih baik. Diharapkan modul ini dapat menjadi acuan bagi guru dalam meningkatkan kualitas pengajaran mereka.

IV. DAFTAR PUSTAKA

Bagian ini mencantumkan semua sumber yang digunakan dalam penyusunan modul. Pentingnya mencantumkan referensi yang akurat dan relevan untuk mendukung materi yang diajarkan.

Referensi Dokumen

  • The definition of educational technology ( AECT )
  • Metodologi Penelitian Agama: Pendekatan Teori dan Praktek ( Ali, Sayuthi )
  • Work Performance ( Bailey, Johnson )
  • Sistem Perladangan di Indonesia ( Dove, Michael R. )
  • Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya ( Bungin, Burhan )

Gambar

Gambar 1 : Pengaruh teknologi informasi erhadap gaya hidup
Tabel :  Teknik dan Bentuk Instrumen Penilaian
- b. Gambar Uraian cara menggunakan alat

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Materi Antropologi, fasilitator memberi kesempatan kepada guru sebagai peserta untuk mempelajari materi yang diuraikan

Berdasarkan dari pemaparan dan pengkajian tersebut, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa; antropologi Islam adalah suatu ilmu yang mempelajari dan mengkaji tentang manusia

• Antropologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari umat manusia sebagai mahkluk masyarakat , terutama sifat-sifat khusus badani dan cara-cara produksi, tradisi-tradisi dan

Sementara itu Koentjaraningrat dalam bukunya yang berjudul “Pengantar Antropologi I ” (1996) menjelaskan bahwa secara akademis, antropologi adalah sebuah ilmu tentang manusia pada

Dari beberapa pengertian seperti yang telah dikemukakan, dapat disusun suatu pengertian yang sederhana bahwa antropologi adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang manusia dari segi

Jadi, kaitan antropologi dengan gizi masyarakat adalah suatu ilmu yang mempelajari manusia atau masyarakat baik dari segi budaya makan, perilaku makan, keanekaragaman

Dari beragam definisi tersebut, dapat dinyatakan bahwa antropologi adalah sebuah bidang ilmu yang mempelajari manusia dari segi keanekaragaman fisik serta kebudayaan yang

Antropologi dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk membuat kebijakan pada suatu permasalahan pada pembangunan Indonesia dan ikut serta dalam perencanaan program pemerintah..