Nama : Farah Nabilah NIM : 072011733047
Mata Kuliah : Antropologi Kesehatan & Gizi
TUGAS INDIVIDU
1. Uraikan tentang manfaat belajar Antropologi Kesehatan bagi mahasiswa terkait tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs)!
Jawab :
Manfaat mempelajari ilmu Antropologi Kesehatan untuk mahasiswa dalam program SDGs adalah :
1. Mahasiswa dapat memiliki pemahaman mendalam tentang kesehatan dan gizi masyarakat. Antropologi Kesehatan membantu mahasiswa memahami hubungan antara budaya, tradisi, dan kesehatan. Ini dapat membantu dalam mengembangkan strategi kesehatan yang lebih efektif, memahami praktik-praktik pengobatan tradisional, dan mengatasi masalah kesehatan dalam berbagai konteks budaya.
Mempelajari Antropologi Kesehatan juga membantu merealisasikan SDGs pada Goal No. 3, yaitu Good Health and Well-being.
2. Mahasiswa yang mempelajari Antropologi Kesehatan dapat berperan sebagai penasihat dalam pengembangan kebijakan kesehatan yang lebih baik. Mahasiswa dapat membantu pemerintah dan organisasi non-pemerintah merancang program-program yang lebih sesuai dengan budaya dan kebutuhan masyarakat (SDGs No. 17 – Partnerships For The Goals).
3. Mahasiswa yang mempelajari Antropologi Kesehatan juga dapat berperan untuk mengurangi ketidaksetaraan penanganan kesehatan pada masyarakat melalui perencanaan program kesehatan yang lebih inklusif dan adil (SDGs No. 10 – Reduced Inequalities).
2. Mengidentifikasi permasalahan aktual dalam pembangunan kesehatan di Indonesia yang erat terkait & membutuhkan pendekatan budaya!
Jawab :
Permasalahan aktual terkait pembangunan kesehatan di Indonesia adalah masalah stunting.
Stunting membutuhkan pendekatan budaya karena setiap budaya memiliki cara penanganan kesehatannya masing-masing. Menurut (Irawan et al., 2021), faktor sosial budaya berpengaruh terhadap permasalahan stunting karena berkaitan dengan pengetahuan masyarakat tentang stunting, pola asuh, perilaku atau praktik dan kebiasaan pemberian makanan pada balita. Salah satu contohnya adalah budaya Mee Bu Tujoh Bulen (membawa nasi tujuh bulan) di Aceh yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dan mencegah terjadinya stunting. Budaya Mee Bu bertujuan untuk menambah nafsu makan ibu hamil serta untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. Dalam kegiatannya, makanan yang diberikan kepada ibu hamil berupa nasi yang dibungkus daun pisang muda dan lauk pauk, seperti ikan panggang, daging sapi, ayam panggang, bebek masak kari, telur, dan buah- buahan. Secara medis, bahan makanan tersebut sangat baik untuk pemenuhan gizi ibu hamil dan perkembangan janin (Fuadi, 2018).
Daftar Pustaka
Fuadi, T. M. (2018). Budaya Mee Bu bagi Penurunan Stunting: Kearifan Lokal Aceh dalam Proses Reproduksi. Jurnal Biologi Edukasi, 10(2), 1–7.
Irawan, A., Frimaurora, F., Fahriza, L., & Sundari, R. K. (2021). Pendekatan budaya melalui lanting mama dengan pemberian makanan tambahan di Desa Paku Alam Kecamatan Sungai Tabuk. Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM), 3(2), 115–122.