• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum Perdagangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum Perdagangan"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN

DIREKTUR JENDERAL PERDAGANGAN LUAR NEGERI NOMOR : 18/DJ-PLN/KP/III/1999

TENTANG

PETUNJUK PELAKSANAAN PENETAPAN KUOTA PERTUMBUHAN (KPt) TPT BAGI ETTPT-PKK TAHUN KUOTA 1999

DAN TATA CARA KEMITRAAN DALAM EKSPOR KUOTA TPT OLEH ETTPT-PKK

DIREKTUR JENDERAL PERDAGANGAN LUAR NEGERI,

Menimbang : a. bahwa dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 84/MPP/Kep/3/1999, maka perlu ditetapkan petunjuk pelaksanaannya ;

b. bahwa sehubungan dengan hal tersebut di atas, perlu ditetapkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri.

Mengingat : 1. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 374/MPP/Kep/8/1998 tentang Ketentuan Ekspor Kuota Tekstil dan Produk Tekstil;

2. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 84/MPP/Kep/3/1999 tentang Penetapan Kuota Pertumbuhan TPT (KPt) Tahun Kuota 1999 untuk negara tujuan Amerika Serikat, Masyarakat Eropa, Norwegia, Kanada dan Turki serta Kemitraan dalam Ekspor TPT; 3. Keputusan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri No. 11/DJ-PLN/Kep/XI/1998 tentang Petunjuk Pelaksanaan Tata Cara Permohonan dan Pengalokasian Ekspor Kuota Tekstil dan Produk Tekstil.

M E M U T U S K A N

(2)

Pasal 1

(1) Yang dimaksud dengan Eksportir Terdaftar Tekstil dan Produk Tekstil Pengusaha Kecil dan Koperasi (ETTPT-PKK) adalah ETTPT yang memiliki unit produksi TPT, dan berbadan hukum termasuk Koperasi yang berskala kecil.

(2) Kriteria ETTPT-PKK untuk memperoleh Kuota Pertumbuhan (KPt) TPT sebagaimana dimaksud pada ayat (1) di atas adalah seperti tercantum dalam Lampiran Petunjuk Pelaksanaan No. 1 Keputusan ini.

Pasal 2

Dalam rangka Pembinaan dan Pengembangan ETTPT-PKK perlu ditetapkan Kuota Tetap (KT) bagi ETTPT-PKK yang bersumber dari Kuota Pertumbuhan (KPt) maksimal sebesar 6% dari Kuota Dasar.

Pasal 3

ETTPT-PKK yang namanya terdapat “tanda bintang” sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 84/MPP/Kep/3/1999 ditangguhkan realisasi alokasi kuotanya.

Pasal 4

(1) Bagi ETTPT-PKK yang alokasinya terdapat “tanda bintang” dan telah menyelesaikan administrasi dan persyaratan lainnya sesuai antara dokumen dengan fisiknya (unit produksi) agar segera melaporkan kepada Tim Pengkajian Kelayakan Pengusaha Kecil dan Koperasi untuk diadakan peninjauan ulang.

(2) Apabila hasil penelitian ulang Tim Pengkajian Kelayakan Pengusaha Kecil dan Koperasi menyatakan telah sesuai antara dokumen dan fisiknya (unit produksi), maka Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri akan segera menghilangkan “tanda bintang” (mencairkan) sehingga kuota tersebut dapat segera direalisasikan oleh ETTPT-PKK yang bersangkutan. (3) Apabila hasil penelitian ulang Tim Pengkajian Kelayakan Pengusaha Kecil dan Koperasi

(3)

Pasal 5

(1) Kepada ETTPT-PKK penerima KPt agar merealisasikan sendiri kuota yang diperoleh/dimiliki dan KPt tersebut tidak dapat dititipkan lebih dari 2 (dua) kategori per negara kuota.

(2) Bagi ETTPT-PKK yang memperoleh kuota baik yang bersumber dari KT, KPt, KSM, KSM-S, KSKSM-S, KF dan KP dan tidak dapat merealisir sendiri ekspornya, ETTPT yang bersangkutan diwajibkan untuk melaksanakan kemitraan dengan ETTPT lain yang melaksanakan sendiri ekspornya dengan memperhatikan prinsip saling memerlukan, saling memperkuat dan saling menguntungkan.

(3) Dalam pelaksanaannya setiap pembukaan atau pendaftaran PEB, negosiasi L/C atau Kontrak di Bank Devisa, proses fiat muat barang oleh Bea Cukai serta Restitusi di BAPEKSTA, maka eksportir wajib melampirkan dokumen kemitraan yang dituangkan dalam dokumen ekspor yang mencantumkan nama eksportir PKK QQ PMB (Perusahaan Menengah Besar).

Pasal 6

Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : J a k a r t a Pada tanggal : 19 Maret 1999

DIREKTUR JENDERAL PERDAGANGAN LUAR NEGERI

DJOKO MOELJONO

Tembusan Keputusan ini disampaikan kepada :

1. Bp. Menteri Perindustrian dan Perdagangan; 2. Sdr. DIRJEN IKDK, DEPPERINDAG; 3. Sdr. Ketua BAPEBTI, DEPPERINDAG;

4. Sdr. KAKANWIL DEPPERINDAG daerah TPT; 5. Sdr. Dirut PT. (Persero) KBN Jakarta;

Referensi

Dokumen terkait

(1) Permohonan SI UP-MB bagi I mportir, Distributor, atau Sub Distributor Minuman Beralkohol diajukan kepada Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Departemen Perdagangan

Mengubah ketentuan Pasal 2 Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 135/MPP/Kep/3/2003 tentang Penetapan Alokasi Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) untuk

(2) Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri wajib menyampaikan sural pemberitahuan pembekuan, pencairan, dan pencabutan ETPIK sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) kepada

(2) Kuota Pinjaman dapat dialokasikan kepada ETTPT produsen yang telah merealisasikan KT pada Tahun Kuota berjalan dan tidak mengalihkan atau menitipkan 10% atau lebih KT dari

Menimbang : bahwa dengan dimulainya Tahun Kuota 1999 untuk ekspor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) ke negara tujuan Amerika Serikat, Masyarakat Eropa, Norwegia, Kanada dan Turki,

(1) ETTPT Produsen yang dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh KSM- S kepada Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri dalam hal ini Direktur Ekspor Produk Industri

ETTPT Produsen yang melaksanakan ekspor TPT ke negara non kuota dan ke negara kuota untuk barang yang non kuota item pada tahun kuota 2002 dapat me ngajukan permohonan

02/MPP/Kep/2001 tanggal 4 Januari 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil (TPT) dan memperhatikan Surat Keputusan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri