• Tidak ada hasil yang ditemukan

upaya penanggulangan hiv paska perpres 124 tahun 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "upaya penanggulangan hiv paska perpres 124 tahun 2016"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

PerPres 75 /2006 vs PerPres 124 /2016

Peran KPAN ,dan Kab/Kota

Kewenangan KPA paska PerPres 124/

2016

Rekomendasi

(3)

PERPRES 75/2006

Sekretariat KPAN ditunjuk

Nama langsung bukan

institusi lembaga

Turunan Kebijakan:

1.

Permendagri no 20/2007

2.

PermenKoKesra no 2

/2007

PERPRES 124/ 2016

Ditunjuk Jabatan dari

Institusi/Lembaga

Sekretariat KPAN sudah di

tiadakan masuk dalam

Dirjen P2P Kementrian

Kesehatan

Semua kebijakan

turunannya gugur, karena

Pasal 17 B masih multi

(4)

 1. Menginisiasi penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Nasional

Penanggulangan AIDS (SRAN) 2010-2014 dan 2015-2019. SRAN adalah panduan program penanggulangan AIDS nasional yang disusun setiap 5 tahun, dan menjadi acuan pelaksanaan program penanggulangan AIDS baik di tingkat nasional maupun di daerah oleh seluruh sektor terkait.

 2. Menjembatani penerima manfaat (LSM, Komunitas Odha, Jaringan populasi kunci) dengan pemangku kebijakan (Kementerian/Lembaga, Instansi pemerintah terkait lainnya) dengan memastikan bahwa seluruh aspirasi akar rumput terakomodir di tingkat pemangku dan pembuat

kebijakan, guna mendorong percepatan program penanggulangan AIDS,

(5)

Selain hal tersebut, di Indonesia telah terbentuk

WPA yang aktif di seluruh provinsi sebanyak

1.313. Sebagian kegiatan WPA tsb sudah dibiayai

oleh APBD termasuk Dana Desa.

3. Memimpin upaya penanggulangan AIDS di

Indonesia, melalui fungsi koordinasi dan

fasilitasi dengan melaksanakan pertemuan

koordinasi tim pelaksana KPAN secara rutin,

(6)

4. Mendorong terbitnya berbagai kebijakan terkait

penanggulangan AIDS melalui berbagai

kementerian/lembaga. Kebijakan HIV berkembang

pesat sejak 2006 sampai dengan 2016. Tidak hanya

dari segi jumlah, namun juga substansi isi kebijakan,

dimana dewasa ini dapat dikatakan isinya sudah

cukup komprehensif. Perkembangan ini terjadi mulai

dari tingkat nasional sampai kabupaten dan kota

5. Mendorong mobilisasi pendanaan untuk menutupi

kekurangan pendanaan penanggulangan AIDS di

(7)

.

 Hasil analisis data NASA menunjukkan bahwa dalam delapan

tahun terakhir (2006-2014) telah terjadi peningkatan jumlah dana program penanggulangan HIV/AIDS secara nasional sebesar 88% yaitu dari 57 juta USD tahun 2006 menjadi 107 juta USD tahun 2014. Peran dana domestik meningkat dari 27% pada tahun 2006 menjadi 57% pada tahun 2014. Sekalipun peran dana domestik telah meningkat, pendanaan program HIV/AIDS masih banyak bergantung pada dana internasional, yaitu sebesar 43%.

 6. Mendorong terbentuknya kemitraan strategis dengan mitra internasional, jaringan populasi kunci, LSM dan sektor swasta, baik di tingkat nasional maupun di daerah. Sehingga banyak daerah yang telah berhasil mengintegrasikan pendanaan

penanggulangan HIV & AIDS menjadi bagian dari K3 (kesehatan dan keselamatan Kerja) dan juga CSR (Corporate Social &

(8)

 7. Menginisiasi terbitnya Permendagri No.20/2007 tentang

Pedoman Umum Pembentukan Komisi Penanggulangan AIDS dan Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka penanggulangan HIV dan AIDS di daerah.

 Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi dan Kabupaten/Kota

dibentuk melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 20 tahun 2007. Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) diketuai oleh Gubernur, dan Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten/ Kota (KPA K/K) diketuai oleh Bupati atau Walikota. KPAP dan KPA K/K mempunyai tugas menetapkan kebijakan, strategi dan langkah-langkah yang diperlukan untuk penanggulangan AIDS di wilayah kerja masing-masing daerah sesuai kebijakan, strategi dan

pedoman yang ditetapkan oleh KPAN. KPAP dan KPA K/K

(9)

8. Memfasilitasi terbentuknya KPA di tingkat

provinsi/kabupaten/kota dan secara rutin

melakukan pembinaan serta memberikan

dukungan pendanaan untuk berjalannya fungsi

operasional kesekretariatan. Dukungan baik

dalam dan luar negeri yang disalurkan melalui

KPAN dimanfaatkan untuk perluasan KPA di

tingkat provinsi/kabupaten/kota dan mendorong

percepatan dan perluasan cakupan program

(10)

Seperti Keputusan Presiden 36/1994. Tujuan

dasar dibentuknya KPAN ini adalah untuk

meningkatkan upaya pencegahan,

pengendalian dan penanggulangan AIDS.

upaya penanggulangan terbatas di sektor

kesehatan,

Fungsi KPA sebagai korodinator akan beralih

(11)

Pembuatan PerPres tanpa melibatan KPAP

dan Populasi kunci lainnya

Anggaran Penanggulangan tidak hanya dari

sektor kesehatan saja

(12)

Mendorong Pemerintah dalam Upaya

Penanggulangan tetap harus dilakukan

dengan memperkuat KPAN, KPAP, dan KPAK

Mendorong Pemerintah meninjau kembali (

eksekutif Review PerPres

124/2016,khususnya pasal 17 B

Mendorong Pemerintah meningkatkan

(13)

Melibatkan Masyarakat sipil tanpa kecuali

(14)

Referensi

Dokumen terkait

Pada bagian pendahuluan telah diungkapkan bahwa penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manfaat hubungan relasional, yang diwakili oleh konstruk manfaat kepercayaan,

Budaya Angngaru Mangkasarak C. Nilai Ajaran Islam Terhadap Budaya Angngaru Mangkasarak …………... Angngaru mangkasarak adalah bagian terpenting dalam sejarah lahirnya

- Menimbang, bahwa selanjutnya dalam mempertimbangkan suatu perbuatan pidana, sebelum menjatuhkan pidana terhadap diri Para Terdakwa, maka dalam hukum pidana terdapat dua hal

Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis wacana kritis Fairclough yang memadukan kombinasi tradisi analisis tekstual bahasa dalam ruang tertutup, dengan konteks masyarakat

kuis interaktif merupakan perangkat lunak yang khusus didesain untuk meningkatkan hasil belajar dengan membuat latihan soal dan di sajikan

Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa nilai Indeks Keanekaragaman jenis serangga pada pertanian organik tanaman kedelai varietas unggul Baluran rendah yaitu 0,46,

Jenis tanaman berperawakan rendah di pekarangan Kecamatan Teluknaga, Citeureup dan Pacet ( K = konstansi keterdapatan ) No. Cabe besar Pandan wangi Belitung Panglai Opiopogon