• Tidak ada hasil yang ditemukan

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

By Ali Muhson

By Ali Muhson (c) 2013(c) 2013 11

Hipotesis

Hipotesis

Ali Muhson, M.Pd.

Ali Muhson, M.Pd.

Kompetensi Dasar

Kompetensi Dasar

Mahasiswa mampu menyusun dan

Mahasiswa mampu menyusun dan

menguji hipotesis penelitian yang

menguji hipotesis penelitian yang

berkaitan dengan gejala pendidikan dan

berkaitan dengan gejala pendidikan dan

ekonomi

(2)

By Ali Muhson

By Ali Muhson (c) 2013(c) 2013 33

Pengertian

Pengertian

 Hipotesis adalah dugaan sementara atauHipotesis adalah dugaan sementara atau pernyataan yang masih lemah tingkat pernyataan yang masih lemah tingkat kebenarannya sehingga masih harus diuji kebenarannya sehingga masih harus diuji menggunakan teknik tertentu

menggunakan teknik tertentu

 Hipotesis adalah jawaban teoritik atau deduktifHipotesis adalah jawaban teoritik atau deduktif dan bersifat sementara

dan bersifat sementara

 Hipotesis adalah pernyataan keadaan populasiHipotesis adalah pernyataan keadaan populasi yang akan diuji kebenarannya menggunakan yang akan diuji kebenarannya menggunakan data/informasi yang dikumpulkan melalui sampel data/informasi yang dikumpulkan melalui sampel

 Jika pernyataan dibuat untuk menjelaskan nilaiJika pernyataan dibuat untuk menjelaskan nilai parameter populasi, maka disebut hipotesis parameter populasi, maka disebut hipotesis statistik

statistik

Sumber Hipotesis

Sumber Hipotesis

Hipotesis dirumuskan berdasarkan teori

Hipotesis dirumuskan berdasarkan teori,,

hasil penelitian, jurnal/majalah ilmiah,

hasil penelitian, jurnal/majalah ilmiah,

pengalaman

pengalaman pribadi/orang

pribadi/orang lain atau

lain atau

fenomena umum.

fenomena umum.

Rumusan hipotesis sebagai petunjuk arah

Rumusan hipotesis sebagai petunjuk arah

dalam rancangan penelitian, teknik

(3)

By Ali Muhson

By Ali Muhson (c) 2013(c) 2013 55

Perumusan Hipotesis

Perumusan Hipotesis

Dinyatakan sebagai kalimat pernyataan

Dinyatakan sebagai kalimat pernyataan

(deklaratif)

(deklaratif)

Melibatkan minimal dua variabel penelitian

Melibatkan minimal dua variabel penelitian

Mengandung suatu prediksi

Mengandung suatu prediksi

Harus dapat diuji (testable)

Harus dapat diuji (testable)

Hipotesis Menurut Analisisnya

Hipotesis Menurut Analisisnya

Hipotesis korelatif

Hipotesis korelatif yaitu pernyataan

yaitu pernyataan

tentang ada atau tidak adanya hubungan

tentang ada atau tidak adanya hubungan

antara dua variabel atau lebih

antara dua variabel atau lebih

Hipotesis komparatif

Hipotesis komparatif yaitu pernyataan

yaitu pernyataan

tentang ada atau tidak adanya perbedaan

tentang ada atau tidak adanya perbedaan

(4)

By Ali Muhson

By Ali Muhson (c) 2013(c) 2013 77

Hipotesis Menurut Bentuknya

Hipotesis Menurut Bentuknya

Hipotesis nol (nihil)Hipotesis nol (nihil): Ho adalah hipotesis yang: Ho adalah hipotesis yang menyatakan kenetralan terhadap suatu keadaan menyatakan kenetralan terhadap suatu keadaan (tidak ada beda, tidak ada hubungan, ..tidak …) (tidak ada beda, tidak ada hubungan, ..tidak …)

Hipotesis kerjaHipotesis kerja (alternatif): Ha merupakan(alternatif): Ha merupakan kebalikan dari Ho. Ada dua macam yaitu kebalikan dari Ho. Ada dua macam yaitu

Dua arahDua arahmis. ada beda x dengan y (tanpamis. ada beda x dengan y (tanpa

menentukan mana yang lebih baik); ada hubungan menentukan mana yang lebih baik); ada hubungan (tapi tidak jelas positif atau negatif)

(tapi tidak jelas positif atau negatif) –

Satu arahSatu arah (menentukan kelompok yang lebih baik: x(menentukan kelompok yang lebih baik: x lebih baik y; lebih jelek, berhubungan positif)

lebih baik y; lebih jelek, berhubungan positif) –

– Perumusan satu arah atau dua arah mempengaruhiPerumusan satu arah atau dua arah mempengaruhi pengambilan keputusan yang bersifat marjinal pengambilan keputusan yang bersifat marjinal

Hipotesis

Hipotesis Nihil

Nihil

Dinotasikan dengan Ho

Penulisan, Ho : µ = suatu angka numerik

Ditulis dengan tanda =, walaupun

(5)

By Ali Muhson

By Ali Muhson (c) 2013(c) 2013 99

Hipotesis Alternatif (Ha)

Hipotesis Alternatif (Ha)

 Sebagai lawan dari hipotesis nol (komplemen)

 Mempunyai tanda ≠, atau <, atau >

 Dinotasikan dengan Ha

 Penulisan,

– Ha : µ ≠ suatu angka sebagai pengujian dua arah – Ha : µ > suatu angkasebagai pengujian satu arah

(positif/kanan)

– Ha : µ < suatu angkasebagai pengujian satu arah (negatif/kiri)

 Penentuan pengujian satu atau dua arah

berdasarkan pernyataan hipotesis penelitian.

Cara penentuan Ho dan Ha

Cara penentuan Ho dan Ha

Langkah :

1. Menyatakan hipotesis

secara matematik

2. Menyatakan

alternatif secara matematik

3. Pilih dan tentukan

hipotesis alternatif

4. Nyatakan hipotesis

nolnya

 Contoh : Apakah

rata-rata lama

menonton TV adalah 12 jam ?

1. μ = 12

2. μ ≠ 12

3. Ha: μ ≠ 12

(6)

By Ali Muhson

By Ali Muhson (c) 2013(c) 2013 1111

Latihan

Latihan

Apakah rata

Apakah rata--rata penjualan di toko buku

rata penjualan di toko buku

adalah Rp 5 juta per hari?

adalah Rp 5 juta per hari?

Target IPK lulusan UNY adalah 3,10.

Target IPK lulusan UNY adalah 3,10.

Apakah rata

Apakah rata--rata IPK lulusan Pendidikan

rata IPK lulusan Pendidikan

Ekonomi bisa mencapai target tersebut?

Ekonomi bisa mencapai target tersebut?

Apakah rata

Apakah rata--rata masa studi lulusan UNY

rata masa studi lulusan UNY

kurang dari 4,5 tahun?

kurang dari 4,5 tahun?

Latihan

Latihan

Apakah ada korelasi antara tingkat

Apakah ada korelasi antara tingkat

pendidikan dengan kinerja karyawan?

pendidikan dengan kinerja karyawan?

Benarkah bahwa mahasiswa wanita lebih

Benarkah bahwa mahasiswa wanita lebih

baik

baik IPKnya

IPKnya dibandingkan mahasiswa

dibandingkan mahasiswa

pria?

pria?

Benarkah bahwa semakin tinggi insentif

Benarkah bahwa semakin tinggi insentif

yang diberikan semakin tinggi pula

yang diberikan semakin tinggi pula

produktivitas kerja karyawan?

(7)

By Ali Muhson

By Ali Muhson (c) 2013(c) 2013 1313

DUA TIPE KESALAHAN

DUA TIPE KESALAHAN

Kesimpulan

Kesimpulan Hipotesis BenarHipotesis Benar Hipotesis SalahHipotesis Salah

Terima Terima Hipotesis

Hipotesis Tidak SalahTidak Salah

Kesalahan Tipe II Kesalahan Tipe II

((ββ))

Tolak Hipotesis

Tolak Hipotesis Kesalahan Tipe IKesalahan Tipe I((αα)) Tidak SalahTidak Salah

Pengujian Hipotesis

Pengujian Hipotesis

 Pengujian dua arahPengujian dua arah (two tailed)(two tailed)

– Digunakan untuk menguji hipotesis nondirectionalDigunakan untuk menguji hipotesis nondirectional (belum jelas arahnya)

(belum jelas arahnya) –

– Misalnya ada perbedaan, ada korelasiMisalnya ada perbedaan, ada korelasi 

 Pengujian satu arahPengujian satu arah (one tailed)(one tailed)

– Uji arah kanan, Misalnya:Uji arah kanan, Misalnya:

 IPK Mhs WanitaIPK Mhs Wanita lebih baiklebih baik daripada pria,daripada pria,  ada hubungan yangada hubungan yang positifpositif antara X dan Yantara X dan Y

– Uji arah kiri, Misalnya:Uji arah kiri, Misalnya:

(8)

By Ali Muhson

By Ali Muhson (c) 2013(c) 2013 1515

Contoh Pengujian Hipotesis: Contoh Pengujian Hipotesis:

Ada perbedaan prestasi belajar antara mahasiswa Ada perbedaan prestasi belajar antara mahasiswa pria dan wanita

pria dan wanita

UJI DUA ARAH UJI DUA ARAH

 Ho:Ho: μμ11 ==μμ22

 Ha:Ha: μμ11≠ ≠ μμ22

/2 Daerah Ho diterima /2 Ho ditolak Ho ditolak

Nilai Kritis Nilai Kritis

Ho diterima jika: Ho diterima jika: --zz(1(1-- αα/2)/2) zzhh zz(1(1-- αα/2)/2)

Contoh Pengujian Hipotesis: Contoh Pengujian Hipotesis:

Metode Pembelajaran CTL Lebih Unggul daripada Metode Pembelajaran CTL Lebih Unggul daripada Metode Pembelajaran Tradisional

Metode Pembelajaran Tradisional

UJI SATU ARAH (

UJI SATU ARAH (KANANKANAN))

 Ho:Ho:μμ11 μμ22

 Ha:Ha:μμ11>> μμ22

Daerah Ho diterima

Ho ditolak

(9)

By Ali Muhson

By Ali Muhson (c) 2013(c) 2013 1717

Contoh Pengujian Hipotesis: Contoh Pengujian Hipotesis:

Masa studi lulusan wanita lebih cepat dibandingkan Masa studi lulusan wanita lebih cepat dibandingkan dengan lulusan pria

dengan lulusan pria

UJI SATU ARAH ( UJI SATU ARAH (KIRIKIRI))

 Ho:Ho:μμ11 μμ22

 Ha:Ha:μμ11<< μμ22

Daerah Ho diterima Ho ditolak

Nilai Kritis

Ho diterima jika: z

Ho diterima jika: zhh ≥ ≥ --zz11-- αα

Prosedur Pengujian Hipotesis

Prosedur Pengujian Hipotesis

 Tentukan Ho dan HaTentukan Ho dan Ha

 Tentukan taraf signifikansi (Tentukan taraf signifikansi () yang digunakan) yang digunakan

 Hitunglah nilai uji statistiknya (uji z, t, F, atauHitunglah nilai uji statistiknya (uji z, t, F, atau 22))

 Tentukan nilai kritisnya (z, t, F, atauTentukan nilai kritisnya (z, t, F, atau 22))

 Bandingkan nilai uji statistik dengan nilaiBandingkan nilai uji statistik dengan nilai kritisnya untuk menentukan penerimaan dan kritisnya untuk menentukan penerimaan dan penolakan Ho

penolakan Ho

Referensi

Dokumen terkait

 Teori permintaan-penawaran tentang inflasi: inflasi disebabkan oleh adanya peningkatan permintaan agregat yg diikuti penawaran agregat shgg harga naik lebih tinggi.. Interaksi

Hubungan antara tanda dengan makna, hubungan antara makna dengan referen bersifat langsung, namun hubungan tanda dengan yang ditunjuk tidak bersifat

• Tembung camboran (kata majemuk) adalah gabungan dua kata atau lebih mempunyai makna baru.. • Kata majemuk berdasarkan bentuknya ada tiga macam, yaitu satu kata

Data berskala ordinal adalah data yang dipeoleh dengan cara kategorisasi atau klasifikasi, tetapi di antara data tersebut terdapat hubungan CIRI : posisi data tidak setara. tidak

Data berskala ordinal adalah data yang dipeoleh dengan cara kategorisasi atau klasifikasi, tetapi di antara data tersebut terdapat hubungan CIRI : posisi data tidak setara..

Mencakup antara lain munculnya keragu- raguan tentang isi pesan, kurang terbiasa dengan situasi atau asing dengan audiens, adanya pertentangan emosi, kesulitan dalam mengekspresikan

Dua puluh tiga orang datang lebih dari 50 % , sedangkan yang hafal benar Senam Lansia Bugar atau layak menjadi instruk ada 19 peserta. Kata kunci:

 POTENSI PARPOL YANG MEMILIKI MODAL AWAL LEBIH BESAR LEBIH DIUNTUNGKAN DARIPADA PARPOL YANG TIDAK MEMILIKI MODAL AWAL YANG MEMADAI. BELUM ADA KETENTUAN YANG TEGAS TENTANG